WMS - Pekerjaan Rigid
WMS - Pekerjaan Rigid
Dokumen Rujukan
Nomer Dokumen Deskripsi
Sejarah Revisi
03
02
01
00
Revisi No. Tanggal Deskripsi
Tanda
tangan
Disetujui Oleh
PM MK / Owner
Tanda
tangan
Divisi : Infrastruktur 1
Tanggal / Tandatangan /
No. Uraian
Jam Nama
DAFTAR ISI
1. PENDAHULUAN.................................................................................................................. 4
2. LINGKUP KERJA................................................................................................................ 4
3. DEFINISI PROYEK.............................................................................................................. 4
4. DEFINISI ISTILAH................................................................................................................ 4
5. STRUKTUR ORGANISASI PEKERJAAN...........................................................................5
6. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB....................................................................................5
7. PLANNING........................................................................................................................... 7
8. METODA PELAKSANAAN.................................................................................................. 8
8.1 Survey dan Pekerjaan Persiapan......................................................................................... 8
8.2 Pengecoran Rigid................................................................................................................. 9
8.3 Pekerjaan Groving dan Cutting Rigid....................................................................................9
8.4 Pekerjaan Curing Rigid....................................................................................................... 10
8.5 Pekerjaan Pengisian Joint Sealent.....................................................................................10
9. SURVEY PLAN.................................................................................................................. 11
10. RESOURCES..................................................................................................................... 11
10.1 Alat..................................................................................................................................... 11
10.2 Material............................................................................................................................... 11
10.3 Man Power.......................................................................................................................... 11
11. DAFTAR PROSEDUR, WI DAN BDE................................................................................12
12. MANAJEMEN KUALITAS.................................................................................................. 12
13. MANAJEMEN K3............................................................................................................... 13
14. RISK ASSESSMENT......................................................................................................... 14
14.1 IBPR................................................................................................................................... 14
14.2 JSA..................................................................................................................................... 17
2. LINGKUP KERJA
Lingkup kerja pekerjaan Rigid Pavement meliputi Pekerjaan Survey dan Marking Lokasi,
Pengecoran Rigid, Pemasangan Dowel dan Tie Bar, Pekerjaan Grooving, Pekerjaan
Cutting, dan Pekerjaan Curing Rigid.
3. DEFINISI PROYEK
Pemberi tugas : Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara
Konsultan Perencana : PT. Yodya Karya
Konsultan Supervisi : PT. Laras Sembada
Kontraktor Utama : PT. PP (Persero) Tbk – PT. KPS, KSO
Sub Kontraktor :-
Supplier :-
Lokasi : Toronipa - Kendari
Jenis proyek : Infrastruktur Jalan
4. DEFINISI ISTILAH
Tabel 1. Definisi istilah
Istilah Penjelasan
NCR Suatu ketidak sesuaian atas suatu persyaratan dari : system management
mutu (QMS), ISO 9001, Kepuasan Pelanggan, Legislasi, Badan
Pemerintahan.
ITP Dokumen yang berisi definisi tujuan dan sasaran pengujian dalam lingkup
iterasi (atau proyek), item-item yang menjadi target pengujian,
pendekatan yang akan diambil, sumber daya yang dibutuhkan dan point
untuk diproduksi.
Risk Assesment Metode yang sistematis untuk menilai risiko dari suatu pekerjaan dan
apakah risiko tersebut dapat
5. STRUKTUR ORGANISASI PEKERJAAN
b) General Superintendent
Mengatur dan mengawasi pekerjaan dari pekerja dan Superitendent agar sesuai dengan
Metoda Pelaksanaan dan urutan pekerjaan yang telah ditentukan serta tetap berpegang
teguh terhadap quality dan keselamatan kerja
Memonitor pelaksanaan sistem keselamatan kerja dalam pelaksanaan pekerjaan
Berkomunikasi dengan SOM terkait rencana pekerjaan dan permasalahan yang dijumpai
Memberikan laporan kepada SOM untuk di evaluasi
c) Superitendent:
Mengatur dan mengawasi pekerjaan dari pekerja agar sesuai dengan Metoda
Pelaksanaan dan urutan pekerjaan yang telah ditentukan serta tetap berpegang teguh
terhadap quality dan keselamatan kerja
Melakukan toolbox meeting
Memonitor pelaksanaan sistem keselamatan kerja dalam pelaksanaan pekerjaan
Membuat laporan kerja harian
Mengumpulkan dokumentasi pekerjaan
Mengontrol kinerja alat sesuai target
Berkomunikasi dengan GSP terkait rencana pekerjaan dan permasalahan yang dijumpai
Mengontrol kualitas pendatangan barang
Melaporkan kepada GSP dan SOM mengenai kebutuhan bahan
d) Engineer:
Menyiapkan metoda kerja yang digunakan sebagai acuan di lapangan
Mempersiapkan gambar kerja
Bekerjasama dengan supervisor terkait melakukan monitoring pekerjaan
Membuat JSA pekerjaan pembersihan tempat kerja
Mengumpulkan data data pendukung backup tagihan
e) Quality Control
Melakukan pengujian timbunan
Mengontrol dan memonitoring pekerjaan timbunan sesuai dengan spesifikasi yang
disyaratkan
Memberikan arahan dan solusi jika material yang dihampar belum sesuai dengan
spesifikasi
Mengontrol kualitas pendatangan barang
f) SHE:
SHE bersama team engineer akan membantu dan memastikan pekerjaan mengikuti
ketentuan dan peraturan keselamatan dan kesehatan kerja.
Memberikan Safety induksi kepada semua pekerja
Menciptakan dan memonitor lingkungan kerja yang sehat dan aman
Memastikan semua peralatan layak dan aman digunakan
Memastikan semua pekerja mematuhi persyaratan safety untuk bekerja
g) Surveyor:
Memastikan level pekerjaan pembersihan lahan sesuai dengan rencana
Melakukan pengukuran pekerjaan sebelum dan sesudah pelaksanaan
h) Logistik
Merekap kebutuhan bahan
Mengirimkan bahan sesuai lokasi yang dibutuhkan sesuai instruksi GSP dan SOM
Mengukur kuantitas bahan dan membandingkan dengan surat jalan
Membuat rekap pengiriman bahan
7. PLANNING
7.1. Flow Chart Pekerjaan
Berikut adalah flowchart pekerjaan lean concrete untuk pekerjaan rigid secara umum :
START
Pengecoran Rigid
Pekerjaan Cutting
Pekerjaan Curing
FINISH
8. METODA PELAKSANAAN
Adapun urutan pelaksananan dari pekerjaan lean concrete untuk pekerjaan rigid adalah sebagai
berikut:
8.1 Survey dan Pekerjaan Persiapan
Pekerjan Rigid Pavement diawali dengan pengukuran/ survey untuk menentukan elevasi rigid
sesuai dengan gambar rencana dan kemudian dilakukan pemasangan Stick dan Sling Kawat.
Sebelum dilakukan pengecoran rigid, permukaan LC harus bersih dari kotoran dan tanah yang
menempel. Kemudian di atas permukaan LC, pemasangan plastik cor untuk mencegah
meresapnya air beton rigid selama pengecoran. Siapkan pula Dowel dan Tie Bar sebelum
dimulainya pekerjaan Rigid.
Pada pekerjaan pengecoran rigid, pengiriman beton dari batching plant menggunakan dump
truck. Rencana pengecoeran harus mempertimbangkan keseimbangan antara suhu beton dan
suhu lingkungan untuk menghindari retak non struktur. Lakukan tes slump sebelum penuangan
rigid pada alat wirtgent. Slump yang diizinkan pada pekerjaan rigid menggunakan alat adalah
3±1 cm.
Beton yang sudah dituang kemudian diratakan menggunakan Excavator. Beton rigid kemudian
dihamparkan menggunakan slipform paver dan dirapihkan pada sisi samping dan permukaan
rigid mengunakan alat jidar. Pada pekerjaan rigid ini, pemasangan dowel dan tie bar dilakukan
secara automatic menggunakan alat DBI (Dowel Bar Inserter)
Pekerjaan Grooving dilakukan setelah 1 jam penghamparan, dengan kedalaman grooving 2-3
mm, jarak 2 cm. Setelah dilakukan grooving, selanjutnya beton disemprot dengan curing
Compound sebanyak 0,36 lt/m2 (dengan sprayer) – ex. Sika.
Pembuatan celah (cutting) dengan saw cutter sedalam 7.5 cm dengan lebar 3-6 mm. Cutting
dilakukan baik untuk arah melintang ataupun memanjang. Pekerjaan cutting dilakukan 8-12 jam
setelah pengecoran sehingga beton belum terlampau keras dan akan merusak alat cutting serta
meminimalisir munculnya retakan alami.
Gambar 4. a) Pekerjaan grooving; b) Pekerjaan cutting rigid; c) Pekerjaan persiapan joint sealant
Hasil beton rigid, harus dilakukan curing untuk mencegah terjadinya penguapan yang dapat
mengakibatkan crack pada rigid. Curing dilakukan minimal 3 kali sehari selama 7 hari dengan
menyiramkan air pada rigid yang telah ditutup geotextile.
Pada celah cutting, dilakukan pengisian joint sealent (ex. Inti Joint). Sebelum dilakukan pengisian
joint sealent, lakukan mock up untuk persetujuan material pengisi (filler). Batas- batas titik didih
untuk pemanasan material joint sealent harus diperhatikan agar tidak terjadi kerusakan material
ataupun penurunan fungsi dari material. Penghamparan joint sealent harus dipastikan searah
sehingga meminimalkan kemungkinan terjebaknya udara di dalam joint sealent yang dihampar.
9. SURVEY PLAN
9.1. Cheklist Pekerjaan
Gambar 6. Pekerjaan Joint Sealant
Check List Pekerjaan sesuai item pekerjaan terlampir.
10. RESOURCES
10.1 Alat
10.2 Material
13. MANAJEMEN K3
1. Pengenalan keselamatan dan kesehatan kerja diperkenalkan kepada setiap pekerja di proyek
sebelum pekerjaan konstruksi dimulai melalui induksi K3
2. Urutan kerja, potensi-potensi yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja baik peralatan,
material maupun metoda kerja dijelaskan pada tool box meeting/pre start meeting. Hal ini
dituangkan secara detail dalam Job Safety Analysis (JSA)
3. Semua orang yang terlibat dalam pekerjaan harus memakai alat pelindung diri
4. Petugas mekanik bersama safety harus selalu memeriksa peralatan yang sedang dipakai dan
yang akan dipakai dalam proses konstruksi secara berkala
5. Hal-hal khusus yang memerlukan perhatian :
Penempatan material bekas clearing
Pemeriksaan akses kelar masuk transportasi Dump truck
Menyediakan flagman dilokasi jalan masuk dan jalan keluar
Check list alat berat sebelum digunakan
Pemasangan rambu peringatan dilokasi jalan masuk dan jalan keluar pekerjaan
6. Peralatan perlindungan kerja yang harus dipergunakan adalah:
Helm
Safety shoes
Safety glove
Safety vest
Safety glasses
14.1 IBPR
Kurangnya pemeli Cedera fisik atau Semua pekerja di Semua alat berat dan
haraan kerusakan karena proyek kendaraan harus diperiksa
peralatan & sertifi kegagalan selama Semua staff di sebelum masuk ke proyek.
kasi operasi misalnya proyek Alat berat dan kendaraan
selama mengangkat yang tidak memenuhi S
Pengunjung di
E
Kehilangan produksi proyek persyaratan Standard
sertifikasi pemeliharaan dari M
dan finansial akibat
PT PP, Alat Berat & A
kerusakan
Kendaraan harus ditolak R
Kehilangan produksi
K
dan financial akibat Mesin harus memiliki
5 4 20 H 5 1 5
karantina mesin / sertifikasi pihak ketiga
S
kendaraan Semua Alat berat dan
E
kendaraan harus rutin
P
diservis
O
Laporan per 2 mingguan alat F
harus dibuat. F
Arsip harus disimpan di
proyek atas permintaan tim
HSE PT PP
Pengoperasian Cedera fisik atau Semua pekerja di Hanya operator yang terlatih
peralatan oleh kerusakan karena proyek dan berpengalaman yang S
personil yang kesalahan operator Semua staff di diizinkan untuk O
berkompeten Kerusakan peralatan proyek menggunakan alat berat dan M
atau struktur karena Pengunjung di kendaraan pada lokasi S
kesalahan operator proyek proyek PT PP. Kompetensi E
harus sejalan dengan M
5 4 20 persyaratan yang ditetapkan H 5 1 5
dalam PT PP Alat berat & S
Kendaraan dan HSE Plan E
Proyek. P
Sertifikasi pihak ketiga O
diperlukan untuk semua alat F
dan operator (SIO) F
Penggunaan Cedera fisik akibat Semua pekerja di Semua alat-alat listrik harus
plant, tools & malfungsi proyek diperiksa sebelum digunakan
equipment yang Kerugian financial dan Semua staff di oleh user.
rusak produksi karena proyek Pengguna harus dilatih untuk
kerusakan Pengunjung di mengidentifikasi masalah
proyek peralatan. Peralatan yang
rusak saat digunakan atau
diidentifikasi sebagai rusak /
A
tidak cocok untuk tujuan
4 4 16 R 4 1 4
pekerjaan harus dipindahkan
K
dari proyek segera
Peralatan rusak harus
dikarantina untuk perbaikan
sehingga tidak terjadi
kekeliruan saat didatangkan
kembali ke proyek di
kemudian hari
Kegagalan dalam Kecelakaan lalu lintas Semua pekerja di 5 3 15 Manajemen lalu lintas harus H 5 1 5
menentukan dan - kematian / proyek sesuai dengan persyaratan S
memisahkan jalur kerusakan / kerugian Semua staff di Prosedur Pengaturan Proyek E
eksternal / rute produksi proyek PT PP. P
Pengunjung di Tanda manajemen lalu lintas O
proyek dan penerangan harus F
Masyarakat dipasang seperlunya F
Pengaturan manajemen lalu
lintas untuk penurunan
tenaga kerja / titik kumpul
harus diimplementasikan.
Tenaga kerja tidak boleh
ditempatkan pada risiko lalu
lalang pergerakan kendaraan
dan mesin
Pengatur Lalu Lintas atau
'Flag men' akan mengontrol
rute lalu lintas berat dan titik
persimpangan. Flag men
I Penilaian Rating Sisa
t Resiko Resiko
Siapa yang Diperlukan Tindakan
e Bahaya Resiko PI
terkena resiko Pengendalian
m R C
Rati
S L ati S L
ng
ng
haruslah seseorang yang
terlatih.
Batas Kecepatan di proyek
adalah 15 kph
Penggunaan Resibon pecah karena Semua pekerja di Mesin harus dirawat dengan
gerinda dipasang tidak benar/ proyek baik – apabila mengalami
kesalahan atau Semua staff di kerusakan harus ditandai
kerusakan disk yang proyek secepatnya dan dilakukan
dipasang Pengunjung di perbaikan tanpa menunggu.
Kesalahan disk yang proyek Pelindung gerinda berada di
terpasang/digunakan Publik umum posisi yang benar dan
untuk suatu tujuan JANGAN DIHILANGKAN
Cedera tangan atau Ketika material yang dipotong
kaki akibat mengandung batuan, clay,
penggunaan yang pasir (beton, kerbing, paving A
tidak aman oleh 4 3 12 blocks dll) yang R 4 1 4
orang tak menghasilkan debu K
berpengalaman atau Crystalline Silica, harus
tak kompeten digunakan masker debu yang
Cedera mata bagi sesuai.
operator atau mereka Ijin untuk pekerjaan panas
yang berada dekat Gunakan PPE yang di
proyektil sarankan
Beberapa cedera
akibat meledaknya
roda
14.2 JSA
Alat/material CHECK
yang LIST
Kemungkinan Pencegahan /
Urutkan Kerja / Sort digunakan /
Resiko / Prevention
of work Tools and Y TIDA
Potential Risk (Incl APD/PPE)
equipment A K
needed