0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan18 halaman

WMS - Pekerjaan Rigid

Metoda Pelaksanaan pekerjaan Rigid Pavement mencakup survei, pengecoran beton, pemasangan dowel dan tie bar, pekerjaan grooving dan cutting, serta pekerjaan perawatan beton. Struktur organisasi terdiri dari Site Operation Manager, General Superintendent, dan Superitendent yang bertugas mengatur dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan sesuai metode dan keselamatan kerja.

Diunggah oleh

Adink M Alwi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan18 halaman

WMS - Pekerjaan Rigid

Metoda Pelaksanaan pekerjaan Rigid Pavement mencakup survei, pengecoran beton, pemasangan dowel dan tie bar, pekerjaan grooving dan cutting, serta pekerjaan perawatan beton. Struktur organisasi terdiri dari Site Operation Manager, General Superintendent, dan Superitendent yang bertugas mengatur dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan sesuai metode dan keselamatan kerja.

Diunggah oleh

Adink M Alwi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Method Statement

Nama Proyek / PROYEK PEMBANGUNAN JALAN


Doc. No.:
Divisi : TORONIPA - KENDARI

Tanggal Dokumen : Rev. No.:

Kontraktor : PT PP (Persero) Tbk – PT. KPS, KSO No. of Pages:

WORK METHOD STATEMENT


PEKERJAAN RIGID PAVEMENT

Dokumen Rujukan
Nomer Dokumen Deskripsi

Sejarah Revisi

03
02
01
00
Revisi No. Tanggal Deskripsi

Disusun Oleh Direview Oleh Diperiksa Oleh


SEM SOM Mgr. TS QC Coord HSE Coord

Tanda
tangan

HARTO TITO DODY


Nama
E.W. KURNIADY
Tanggal

Disetujui Oleh
PM MK / Owner

Tanda
tangan

Nama ERY SUPRATOMO


Tanggal
LEMBAR KONSULTASI WORK METHOD STATEMENT
Proyek : Pembangunan Jalan Toronipa - Kendari

Document and Revision Number here Page 1 of 18


Method Statement

Divisi : Infrastruktur 1

Tanggal / Tandatangan /
No. Uraian
Jam Nama

DAFTAR ISI

1. PENDAHULUAN.................................................................................................................. 4

Document and Revision Number here Page 2 of 18


Method Statement

2. LINGKUP KERJA................................................................................................................ 4
3. DEFINISI PROYEK.............................................................................................................. 4
4. DEFINISI ISTILAH................................................................................................................ 4
5. STRUKTUR ORGANISASI PEKERJAAN...........................................................................5
6. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB....................................................................................5
7. PLANNING........................................................................................................................... 7
8. METODA PELAKSANAAN.................................................................................................. 8
8.1 Survey dan Pekerjaan Persiapan......................................................................................... 8
8.2 Pengecoran Rigid................................................................................................................. 9
8.3 Pekerjaan Groving dan Cutting Rigid....................................................................................9
8.4 Pekerjaan Curing Rigid....................................................................................................... 10
8.5 Pekerjaan Pengisian Joint Sealent.....................................................................................10
9. SURVEY PLAN.................................................................................................................. 11
10. RESOURCES..................................................................................................................... 11
10.1 Alat..................................................................................................................................... 11
10.2 Material............................................................................................................................... 11
10.3 Man Power.......................................................................................................................... 11
11. DAFTAR PROSEDUR, WI DAN BDE................................................................................12
12. MANAJEMEN KUALITAS.................................................................................................. 12
13. MANAJEMEN K3............................................................................................................... 13
14. RISK ASSESSMENT......................................................................................................... 14
14.1 IBPR................................................................................................................................... 14
14.2 JSA..................................................................................................................................... 17

Document and Revision Number here Page 3 of 18


1. PENDAHULUAN
Pekerjaan Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) adalah pekerjaan pengecoran pelat beton menerus
yang terletak di atas lapis pondasi agregat dan lean concrete. Pekerjaan rigid pavement
menggunakan alat slipform paver.
Hal-hal yang harus diperhatikan pada pekerjaan rigid pavement adalah sebagai berikut:
• Setiap pekerja harus memakai pakaian pelindung, sepatu safety, helm, dan pelindung mata jika
diperlukan.
• Ketepatan ukuran dan elevasi harus diperhatikan dan dicheck.
• Pesiapkan seluruh perlengkapan pendukung sebelum pekerjaan rigid dimulai
• Pastikan slump beton sesuai dengan standar yang ditentukan
• Pastikan kondisi saat pengecoran dalam cuaca yg cerah dan penerangan yg cukup
• Zona pengecoran harus direncanakan dan ukurannya ditentukan
• Jangan menambahkan air pada beton untuk memudahkan pelaksanaan cor

2. LINGKUP KERJA
Lingkup kerja pekerjaan Rigid Pavement meliputi Pekerjaan Survey dan Marking Lokasi,
Pengecoran Rigid, Pemasangan Dowel dan Tie Bar, Pekerjaan Grooving, Pekerjaan
Cutting, dan Pekerjaan Curing Rigid.

3. DEFINISI PROYEK
Pemberi tugas : Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara
Konsultan Perencana : PT. Yodya Karya
Konsultan Supervisi : PT. Laras Sembada
Kontraktor Utama : PT. PP (Persero) Tbk – PT. KPS, KSO
Sub Kontraktor :-
Supplier :-
Lokasi : Toronipa - Kendari
Jenis proyek : Infrastruktur Jalan

4. DEFINISI ISTILAH
Tabel 1. Definisi istilah
Istilah Penjelasan
NCR Suatu ketidak sesuaian atas suatu persyaratan dari : system management
mutu (QMS), ISO 9001, Kepuasan Pelanggan, Legislasi, Badan
Pemerintahan.
ITP Dokumen yang berisi definisi tujuan dan sasaran pengujian dalam lingkup
iterasi (atau proyek), item-item yang menjadi target pengujian,
pendekatan yang akan diambil, sumber daya yang dibutuhkan dan point
untuk diproduksi.
Risk Assesment Metode yang sistematis untuk menilai risiko dari suatu pekerjaan dan
apakah risiko tersebut dapat
5. STRUKTUR ORGANISASI PEKERJAAN

6. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB


a) Site Operation Manager
 Mengatur dan mengawasi pekerjaan dilapangan agar sesuai dengan Metoda
Pelaksanaan dan urutan pekerjaan
 Memonitor pelaksanaan sistem keselamatan kerja dalam pelaksanaan pekerjaan
 Berkomunikasi dengan GSP terkait rencana kerja dan produktivitas
 Mengevaluasi laporan dari GSP dan pekerja lapangan
 Mengatur urutan lokasi pengiriman barang

b) General Superintendent
 Mengatur dan mengawasi pekerjaan dari pekerja dan Superitendent agar sesuai dengan
Metoda Pelaksanaan dan urutan pekerjaan yang telah ditentukan serta tetap berpegang
teguh terhadap quality dan keselamatan kerja
 Memonitor pelaksanaan sistem keselamatan kerja dalam pelaksanaan pekerjaan
 Berkomunikasi dengan SOM terkait rencana pekerjaan dan permasalahan yang dijumpai
 Memberikan laporan kepada SOM untuk di evaluasi

c) Superitendent:
 Mengatur dan mengawasi pekerjaan dari pekerja agar sesuai dengan Metoda
Pelaksanaan dan urutan pekerjaan yang telah ditentukan serta tetap berpegang teguh
terhadap quality dan keselamatan kerja
 Melakukan toolbox meeting
 Memonitor pelaksanaan sistem keselamatan kerja dalam pelaksanaan pekerjaan
 Membuat laporan kerja harian
 Mengumpulkan dokumentasi pekerjaan
 Mengontrol kinerja alat sesuai target
 Berkomunikasi dengan GSP terkait rencana pekerjaan dan permasalahan yang dijumpai
 Mengontrol kualitas pendatangan barang
 Melaporkan kepada GSP dan SOM mengenai kebutuhan bahan

d) Engineer:
 Menyiapkan metoda kerja yang digunakan sebagai acuan di lapangan
 Mempersiapkan gambar kerja
 Bekerjasama dengan supervisor terkait melakukan monitoring pekerjaan
 Membuat JSA pekerjaan pembersihan tempat kerja
 Mengumpulkan data data pendukung backup tagihan

e) Quality Control
 Melakukan pengujian timbunan
 Mengontrol dan memonitoring pekerjaan timbunan sesuai dengan spesifikasi yang
disyaratkan
 Memberikan arahan dan solusi jika material yang dihampar belum sesuai dengan
spesifikasi
 Mengontrol kualitas pendatangan barang

f) SHE:
 SHE bersama team engineer akan membantu dan memastikan pekerjaan mengikuti
ketentuan dan peraturan keselamatan dan kesehatan kerja.
 Memberikan Safety induksi kepada semua pekerja
 Menciptakan dan memonitor lingkungan kerja yang sehat dan aman
 Memastikan semua peralatan layak dan aman digunakan
 Memastikan semua pekerja mematuhi persyaratan safety untuk bekerja

g) Surveyor:
 Memastikan level pekerjaan pembersihan lahan sesuai dengan rencana
 Melakukan pengukuran pekerjaan sebelum dan sesudah pelaksanaan

h) Logistik
 Merekap kebutuhan bahan
 Mengirimkan bahan sesuai lokasi yang dibutuhkan sesuai instruksi GSP dan SOM
 Mengukur kuantitas bahan dan membandingkan dengan surat jalan
 Membuat rekap pengiriman bahan

7. PLANNING
7.1. Flow Chart Pekerjaan
Berikut adalah flowchart pekerjaan lean concrete untuk pekerjaan rigid secara umum :
START

Survei dan Pekerjaan Persiapan

Pengecoran Rigid

Pemasangan Dowel & Tie Bar

Pekerjaan Finishing dan Grooving

Pekerjaan Cutting

Pekerjaan Curing

Pengisian Joint Sealant

FINISH

7.2. Produktifitas Pekerjaan


Tabel 2. Produktfitas Pekerjaan
No. Uraian Pekerjaan Produksi/Hari Jenis Alat Satuan Keterangan
1. Slipform Paver
2. Dumptruck
1 Rigid Pavement 200 m3/hari Unit
3. Excavator
4. Water Tank
7.3. Schedule Pekerjaan
Berikut schedule pekerjaan
Tabel 3. Schedule Pekerjaan
2019
Item Pekerjaan
September Oktober November Desember
Rigid Pavement

8. METODA PELAKSANAAN
Adapun urutan pelaksananan dari pekerjaan lean concrete untuk pekerjaan rigid adalah sebagai
berikut:
8.1 Survey dan Pekerjaan Persiapan

Pekerjan Rigid Pavement diawali dengan pengukuran/ survey untuk menentukan elevasi rigid
sesuai dengan gambar rencana dan kemudian dilakukan pemasangan Stick dan Sling Kawat.
Sebelum dilakukan pengecoran rigid, permukaan LC harus bersih dari kotoran dan tanah yang
menempel. Kemudian di atas permukaan LC, pemasangan plastik cor untuk mencegah
meresapnya air beton rigid selama pengecoran. Siapkan pula Dowel dan Tie Bar sebelum
dimulainya pekerjaan Rigid.

Gambar 1. Detail Slipform Paver


Gambar 2. a) Pemasangan plastik cor; b) Pemasangan stick & sling kawat; c) Persiapan dowel

8.2 Pengecoran Rigid

Pada pekerjaan pengecoran rigid, pengiriman beton dari batching plant menggunakan dump
truck. Rencana pengecoeran harus mempertimbangkan keseimbangan antara suhu beton dan
suhu lingkungan untuk menghindari retak non struktur. Lakukan tes slump sebelum penuangan
rigid pada alat wirtgent. Slump yang diizinkan pada pekerjaan rigid menggunakan alat adalah
3±1 cm.
Beton yang sudah dituang kemudian diratakan menggunakan Excavator. Beton rigid kemudian
dihamparkan menggunakan slipform paver dan dirapihkan pada sisi samping dan permukaan
rigid mengunakan alat jidar. Pada pekerjaan rigid ini, pemasangan dowel dan tie bar dilakukan
secara automatic menggunakan alat DBI (Dowel Bar Inserter)

Gambar 3. a) Penghamparan dengan bantuan excavator; b) Pekerjaan perkerasan rigid; c) Finishing


pekerjaan rigid

8.3 Pekerjaan Groving dan Cutting Rigid

Pekerjaan Grooving dilakukan setelah 1 jam penghamparan, dengan kedalaman grooving 2-3
mm, jarak 2 cm. Setelah dilakukan grooving, selanjutnya beton disemprot dengan curing
Compound sebanyak 0,36 lt/m2 (dengan sprayer) – ex. Sika.
Pembuatan celah (cutting) dengan saw cutter sedalam 7.5 cm dengan lebar 3-6 mm. Cutting
dilakukan baik untuk arah melintang ataupun memanjang. Pekerjaan cutting dilakukan 8-12 jam
setelah pengecoran sehingga beton belum terlampau keras dan akan merusak alat cutting serta
meminimalisir munculnya retakan alami.
Gambar 4. a) Pekerjaan grooving; b) Pekerjaan cutting rigid; c) Pekerjaan persiapan joint sealant

8.4 Pekerjaan Curing Rigid

Hasil beton rigid, harus dilakukan curing untuk mencegah terjadinya penguapan yang dapat
mengakibatkan crack pada rigid. Curing dilakukan minimal 3 kali sehari selama 7 hari dengan
menyiramkan air pada rigid yang telah ditutup geotextile.

Gambar 5. Pemasangan geotextile untuk curing rigid

8.5 Pekerjaan Pengisian Joint Sealent

Pada celah cutting, dilakukan pengisian joint sealent (ex. Inti Joint). Sebelum dilakukan pengisian
joint sealent, lakukan mock up untuk persetujuan material pengisi (filler). Batas- batas titik didih
untuk pemanasan material joint sealent harus diperhatikan agar tidak terjadi kerusakan material
ataupun penurunan fungsi dari material. Penghamparan joint sealent harus dipastikan searah
sehingga meminimalkan kemungkinan terjebaknya udara di dalam joint sealent yang dihampar.

9. SURVEY PLAN
9.1. Cheklist Pekerjaan
Gambar 6. Pekerjaan Joint Sealant
Check List Pekerjaan sesuai item pekerjaan terlampir.

10. RESOURCES
10.1 Alat

Tabel 4. Resources: Alat


No. Alat QTY
1 Slipform Paver 1 Unit
2 Wheel Excavetor 1 Unit
3 Alat Penerangan 8 Unit
4 Grooving Tool 1 Unit
5 Mesin Cutting 1 Unit
6 Comperssor 1 Unit
7 Curring Coumpond 1 Set
8 Alat Pembakar Sealant 1 Set
9 Mobil Tangki 1 Set
10 Alat Bantu 1 Set
11 Tenda Rigid 60 Meter

10.2 Material

Tabel 6. Resources: Material


No. Material QTY
1 Beton Kelas P – K400 9.100 m3
2 Dowel 21.840 btg
3 Tie Bar 1367 btg

10.3 Man Power

Tabel 7. Resources: Man Power

No. Jenis Personil ( jabatan ) Quantity


1 Site Operasional Manager 1
2 General Superintendent 2
3 Superintendent 4
4 Surveyor 2
5 Asisten Surveyor 4
6 Operator Alat Berat 6
7 Sopir Dumptruck 6
7 Sopir Water Tank 3
8 Flagman 4

11. DAFTAR PROSEDUR, WI DAN BDE


 BDE7/SPL/JLN/2015/004 – PEKERJAAN RIGID PAVEMENT
 BDE/SH/2015/014 – ALAT BERAT
 BDE/SH/2015/008 – APD
 BDE/SH/2015/001 – MULAI PEKERJAAN
 BDE/SH/2015/002 – PROTEKSI

12. MANAJEMEN KUALITAS


12.1. Quality Assurance
1. Memastikan Metode Kerja yang telah disetujui tersedia dan pekerjaan
dilaksanakan sesuai dengan metode kerja, dokumen kontrak dan vendor dokumen
2. Pihak surveyor Melakukan pengukuran sebelum dan sesudah pekerjaan
3. Pengecekan terhadap kepadatan subgrade
4. Untuk tanah yang tidak sesuai spesifikasi, diganti dengan material timbunan
pilihan
12.2. Quality Control
1. Request pekerjaan telah dilakukan
2. Melakukan kontrol pada ITP dan menjamin dapat terlaksana
3. Melakukan penyiraman sampai didapatkan kepadatan maksimum
4. Cek list bersama konsultan dilaksanakan saat holdpoint 50% dan 100%

12.3. Quality Target


Tabel 8. Quality Target Metode Pekerjaan Rigid Pavement
No. Item Pekerjaan Kriteria Penilaian Satuan
1 Rigid Pavement  Sesuai Shop Drawing
 Kerataan permukaan
 Kelurusan tepi
 Kelurusan grooving
 Sudut ujung atas tepi jalan
Kelurusan hasil pemotongan construction
joint

13. MANAJEMEN K3
1. Pengenalan keselamatan dan kesehatan kerja diperkenalkan kepada setiap pekerja di proyek
sebelum pekerjaan konstruksi dimulai melalui induksi K3
2. Urutan kerja, potensi-potensi yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja baik peralatan,
material maupun metoda kerja dijelaskan pada tool box meeting/pre start meeting. Hal ini
dituangkan secara detail dalam Job Safety Analysis (JSA)
3. Semua orang yang terlibat dalam pekerjaan harus memakai alat pelindung diri
4. Petugas mekanik bersama safety harus selalu memeriksa peralatan yang sedang dipakai dan
yang akan dipakai dalam proses konstruksi secara berkala
5. Hal-hal khusus yang memerlukan perhatian :
 Penempatan material bekas clearing
 Pemeriksaan akses kelar masuk transportasi Dump truck
 Menyediakan flagman dilokasi jalan masuk dan jalan keluar
 Check list alat berat sebelum digunakan
 Pemasangan rambu peringatan dilokasi jalan masuk dan jalan keluar pekerjaan
6. Peralatan perlindungan kerja yang harus dipergunakan adalah:
 Helm
 Safety shoes
 Safety glove
 Safety vest
 Safety glasses

14. RISK ASSESSMENT

14.1 IBPR

Tabel 9. Indentifikasi Bahaya dan Pengendalian Resiko


I Penilaian Rating Sisa
t Resiko Resiko
Siapa yang Diperlukan Tindakan
e Bahaya Resiko PI
terkena resiko Pengendalian
m R C
Rati
S L ati S L
ng
ng
Lalu lintas area  kecelakaan lalu lintas  Semua Pekerja 5 3 15  Traffic Manajemen harus H 5 2 10
proyek dijalan - tabrakan Proyek disusun sesuai dengan S
kendaraan / cedera  Semua Staff Prosedur yang ada di E
perorangan Proyek lapangan dan mengacu P
 Kerusakan material &  Tamu standart PT PP O
peralatan – kerugian PengunjunProyek  Rambu Traffic manajemen F
keuangan dan  Semua pekerja dan penerangan harus F
produksi proyek dipasang.
(kontraktor lain)  mengontrol laul lintas alat
I Penilaian Rating Sisa
t Resiko Resiko
Siapa yang Diperlukan Tindakan
e Bahaya Resiko PI
terkena resiko Pengendalian
m R C
Rati
S L ati S L
ng
ng
 Orang sekitar berat dan titik persimpangan.
proyek ‘Flag’ Men harus benar-
benar terlatih
 Batas kecepatan kendaraan di
dalam proyek adalah 15
km/jam

Kurangnya pemeli  Cedera fisik atau  Semua pekerja di  Semua alat berat dan
haraan kerusakan karena proyek kendaraan harus diperiksa
peralatan & sertifi kegagalan selama  Semua staff di sebelum masuk ke proyek.
kasi operasi misalnya proyek Alat berat dan kendaraan
selama mengangkat yang tidak memenuhi S
 Pengunjung di
E
 Kehilangan produksi proyek persyaratan Standard
sertifikasi pemeliharaan dari M
dan finansial akibat
PT PP, Alat Berat & A
kerusakan
Kendaraan harus ditolak R
 Kehilangan produksi
K
dan financial akibat  Mesin harus memiliki
5 4 20 H 5 1 5
karantina mesin / sertifikasi pihak ketiga
S
kendaraan  Semua Alat berat dan
E
kendaraan harus rutin
P
diservis
O
 Laporan per 2 mingguan alat F
harus dibuat. F
 Arsip harus disimpan di
proyek atas permintaan tim
HSE PT PP

Pengoperasian  Cedera fisik atau  Semua pekerja di  Hanya operator yang terlatih
peralatan oleh kerusakan karena proyek dan berpengalaman yang S
personil yang kesalahan operator  Semua staff di diizinkan untuk O
berkompeten  Kerusakan peralatan proyek menggunakan alat berat dan M
atau struktur karena  Pengunjung di kendaraan pada lokasi S
kesalahan operator proyek proyek PT PP. Kompetensi E
harus sejalan dengan M
5 4 20 persyaratan yang ditetapkan H 5 1 5
dalam PT PP Alat berat & S
Kendaraan dan HSE Plan E
Proyek. P
 Sertifikasi pihak ketiga O
diperlukan untuk semua alat F
dan operator (SIO) F

Kurangnya  Insiden tinggi  Semua 5 5 25  Volume kebutuhan alat H 5 2 10


tersedia alat pada kondisi yang pekerja di pelindung diri (APD) S
pelindung diri / tidak aman proyek harus ditentukan pada E
APD misalnya kerja  Semua staff di tahap pengadaan. P
atau yang tidak aman proyek Cadangan yang cukup O
Kurangnya disiplin di ketinggian  Pengunjung di harus dikelola F
pemakaian alat  Insiden tinggi pada proyek digudang setiap saat. F
pelindung diri / kepala, mata, tangan  Alat pelindung diri / APD S
APD (kesalahan dan kaki misalnya harus dipelihara dan diganti P
penggunaan alat cedera pemotongan / jika rusak atau masih dalam L
pengaman diri / laserasi, lecet, luka waktu kadaluarsa. O
APD) tembus, luka mata,  Persyaratan alat pelindung G
luka terbentur dll diri / APD untuk pekerjaan
 Peningkatan dampak tertentu harus terinci didalam
bahaya kesehatan HSE Plan Proyek, Metode
jangka panjang Kerja dan disampaikan pada
misalnya kebisingan / tool box talk.
debu  Tingkat disiplin pemakaian
I Penilaian Rating Sisa
t Resiko Resiko
Siapa yang Diperlukan Tindakan
e Bahaya Resiko PI
terkena resiko Pengendalian
m R C
Rati
S L ati S L
ng
ng
alat pelindung diri / APD
harus diberi tindakan yang
tegas dan tindakan
peringatan diambil terhadap
mereka yang tidak
memenuhi.

Penggunaan  Cedera fisik akibat  Semua pekerja di  Semua alat-alat listrik harus
plant, tools & malfungsi proyek diperiksa sebelum digunakan
equipment yang  Kerugian financial dan  Semua staff di oleh user.
rusak produksi karena proyek  Pengguna harus dilatih untuk
kerusakan  Pengunjung di mengidentifikasi masalah
proyek peralatan. Peralatan yang
rusak saat digunakan atau
diidentifikasi sebagai rusak /
A
tidak cocok untuk tujuan
4 4 16 R 4 1 4
pekerjaan harus dipindahkan
K
dari proyek segera
 Peralatan rusak harus
dikarantina untuk perbaikan
sehingga tidak terjadi
kekeliruan saat didatangkan
kembali ke proyek di
kemudian hari

Kurangnya  Cedera personal  Semua pekerja di  Untuk mencegah slip /


pencahayaan  Kerusakan properti proyek jebakan / untuk menghindari
 Semua staff di kesalahan, jalan harus bebas H
proyek dari penghalang, bersih, S
 Pengunjung di kering dan jelas ditandai E
proyek dengan rambu. Lampu selang P
atau pencahayaan sementara O
lainnya harus ditentukan F
4 4 16 4 1 4
 Tingkat penerangan (LUX) F
harus sejalan dengan S
peraturan daerah, P
 Tingkat penerangani akan A
diperiksa secara berkala P
untuk memastikan tingkat K
pencahayaan yang memadai

Kegagalan dalam  Kecelakaan lalu lintas  Semua pekerja di 5 3 15  Manajemen lalu lintas harus H 5 1 5
menentukan dan - kematian / proyek sesuai dengan persyaratan S
memisahkan jalur kerusakan / kerugian  Semua staff di Prosedur Pengaturan Proyek E
eksternal / rute produksi proyek PT PP. P
 Pengunjung di  Tanda manajemen lalu lintas O
proyek dan penerangan harus F
 Masyarakat dipasang seperlunya F
 Pengaturan manajemen lalu
lintas untuk penurunan
tenaga kerja / titik kumpul
harus diimplementasikan.
Tenaga kerja tidak boleh
ditempatkan pada risiko lalu
lalang pergerakan kendaraan
dan mesin
 Pengatur Lalu Lintas atau
'Flag men' akan mengontrol
rute lalu lintas berat dan titik
persimpangan. Flag men
I Penilaian Rating Sisa
t Resiko Resiko
Siapa yang Diperlukan Tindakan
e Bahaya Resiko PI
terkena resiko Pengendalian
m R C
Rati
S L ati S L
ng
ng
haruslah seseorang yang
terlatih.
 Batas Kecepatan di proyek
adalah 15 kph

Penggunaan  Resibon pecah karena  Semua pekerja di Mesin harus dirawat dengan
gerinda dipasang tidak benar/ proyek baik – apabila mengalami
kesalahan atau  Semua staff di kerusakan harus ditandai
kerusakan disk yang proyek secepatnya dan dilakukan
dipasang  Pengunjung di perbaikan tanpa menunggu.
 Kesalahan disk yang proyek Pelindung gerinda berada di
terpasang/digunakan  Publik umum posisi yang benar dan
untuk suatu tujuan JANGAN DIHILANGKAN
 Cedera tangan atau Ketika material yang dipotong
kaki akibat mengandung batuan, clay,
penggunaan yang pasir (beton, kerbing, paving A
tidak aman oleh 4 3 12 blocks dll) yang R 4 1 4
orang tak menghasilkan debu K
berpengalaman atau Crystalline Silica, harus
tak kompeten digunakan masker debu yang
 Cedera mata bagi sesuai.
operator atau mereka Ijin untuk pekerjaan panas
yang berada dekat Gunakan PPE yang di
proyektil sarankan
 Beberapa cedera
akibat meledaknya
roda

14.2 JSA

No. Dokumen / Doc Number :PP/JSA/05


TglBerlaku / Application Date : 15
September 2019

Job Safety Revisike / tgl / Revision Nr / Date: 00/-

Analysis Tgl Review / Review Date :-

Nama Proyek: Periode


PEMBANGUNAN Pelaksanaan
Nr JSA 05
JALAN AKSES Job type: PENGECORAN (Maksimal 1
TORONIPA KENDARI bln)
Nr Revisi Rev: 00 Dari tgl: 15
September
Dibuat oleh / Disetujui oleh / Pengawas 2019
Prepared by Approved by Langsung
SEM SOM SHEO PM Supervisor D/s tgl: 15
Oktober 2019

Alat/material CHECK
yang LIST
Kemungkinan Pencegahan /
Urutkan Kerja / Sort digunakan /
Resiko / Prevention
of work Tools and Y TIDA
Potential Risk (Incl APD/PPE)
equipment A K
needed

Mobilisasi Alat Berat  Trailer  Kecelakaan lalu  Sediakan


 Excavator lintas pengawalan
 Dozer  Kegagalan dalam
 Compactor dalam mobilisasi dan
menurunkan alat membuat
dari trailer pengaturan lalu
lintas
 Ceklist
kendaraan
trailer sebelum
menurunkan
alat berat
terutama pada
landasan untuk
menurunkan
Pengisian Bahan  Excavator  Ceceran BBM  Pastikan
Bakar dan  Dozer Solar Menggunakan
Maintenance/Perbaika  Compactor  Ceceran Oli Tripen/terpal
n Alat Berat pada saat
pengisian BBM
atau
penggantian
OLI
Pengecoran Rigid  Truck mixer  Kecelakaan  Pastikan
 Alat-alat truck mixer kondisi truck
pertukanga  Mata terkena mixer tidak ada
n cipratan semen kebocoran oli
 Vibrator curah maupun solar
 Tersengat listrik  Pastikan truck
 Ceceran BBM, mixer layak
solar jalan
 Ceceran oli  Pastikan sopir
 Ceceran beton truk dalam
cor kondisi sehat
 Kecelakaan truk  Pastikan truck
mixer mixer layak
jalan
 Pastikan sopir
truck mixer
dalam kondisi
sehat
 Pastikan
sambungan
kabel dan alat
vibrator dla
kondisi aman
digunakan
 Pekerja
menggunakan
kacamata
 Pastikan
pekerja dalam
kondisi sehat

Anda mungkin juga menyukai