7.1.
Hakikat Model EKOP
Model ini merupakan modifikasi dari Kirkpatrick Evaluation Model dan model CIPP (Context,
Input, Process, Product) dari Stufflebeam. Model ini menggunakan pendekatan penilaian proses dan
hasil. Penilaian proses pembelajaran dalam hal ini disebut dengan penilaian kualitas pembelajaran,
sedangkan penilaian hasil pembelajaran dibatasi penilaianoutput pembelajaran, sehingga nama
model ini disebut dengan model evaluasi kualitas dan outputpembelajaran (EKOP). Evaluasi model
EKOP disusun berdasarkan kerangka berpikir bahwa untuk mengevaluasi keberhasilan program
pembelajaran tidak cukup hanya dengan menilaioutput belajar siswa semata, namun perlu menilai
proses implementasi program dalam kelas, yang dalam penelitian ini disebut dengan kualitas
pembelajaran. Hal ini diperlukan karena bagaimanapun juga dalam setiap
pembelajaran, output program selalu dipengaruhi oleh proses kegiatan itu sendiri.
7.2. Karakteristik Model EKOP
1. Model ini digunakan untuk mengevaluasi program pembelajaran, khususnya program pembelajaran
IPS di SMP.
2. Penggunaan model ini tidak tergantung pada setting maupun konteks kurikulum formal yang belaku.
3. Penggunaan model ini tidak tergantung pada pendekatan pengajaran tertentu yang dilaksanakan
oleh guru.
4. Model ini mengevaluasi program pembelajaran secara lebih komprehensif.
5. Model ini dapat digunakan sebagai evaluasi diagnostik.
6. Model ini dapat dimodifikasi untuk kepentingan evaluasi semua program pembelajaran di tingkat
SMP dan SMA.
7. Model ini bersifat terbuka untuk dikembangkan lebih lanjut.
7.3. Komponen-komponen Model EKOP
Model evaluasi ini memiliki dua komponen utama, yaitu kualitas pembelajaran
dan outputpembelajaran. Aspek kualitas pembelajaran meliputi aspek kinerja guru dalam kelas,
fasilitas pembelajaran, iklim kelas, sikap, dan motivasi belajar. Penilaian outputpembelajaran
meliputi penilaian terhadap kecakapan akademik, kecakapan personal, dan penilaian terhadap
kecakapan sosial. Komponen-komponen tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk bagan sebagai
berikut:
7.4. Kelebihan dan Keterbatasan Model EKOP
Kelebihan:
1. Lebih komprehensif
2. Relatif sederhana
3. Tidak begitu kompleks
4. Tidak terikat pada materi tertentu
5. Efektif
6. Sejalan dengan KTSP
Keterbatasan
1. Hanya melibatkan penilai intern
2. Instrumen pada aspek kecakapan personal masih terbatas
3. Instrumen pada aspek kecakapan sosial juga masih terbatas
Bab VIII
Perangkat Evaluasi Model EKOP
Sesuai dengan komponen EKOP,instrumen model EKOP juga dibagi menjadi dua, yaitu
Instrumen Kualitas Pembelajaran dan Komponen OutputPembelajaran. Instrumen kualitas
pembelajaran dibagi menjadi lima, yaitu: 1. Kinerja guru dalam kelas, 2. Fasilitas pembelajaran IPS, 3.
Iklim kelas, 4. Sikap siswa, dan 5. Motivasi belajar siswa. Instrumen output pembelajaran IPS
dibedakan menjadi tiga, yaitu kecakapan akademik, kecakapan personal, dan kecakapan sosial.
Penilaian kecakapan akademik menggunakan hasil ujian akhir semester yang diselenggarakan
bersama atas koordinasi dinas pendidikan kabupaten / kota setempat. Penilaian kecakapan personal
dan kecakapan sosial terbatas pada kecakapan memecahkan masalah dan kecakapan kerja sama.
Untuk lebih jelas bagaimana tampilan dari instrumen-instrumen tersebut Anda bisa melihat pada
buku ini.
Bab IX
Contoh Implementasi Model EKOP
Pada bab ini, pembaca akan disuguhkan sebuah contoh kasus implementasi model EKOP
untuk dapat menghitung rerata skor kualitas pembelajaran, menghitung rerata
skoroutput pembelajaran, menghitung rerata skor kualitas dan outputpembelajaran, dan dibagian
akhir pembaca diharapkan mampu menyusun laporan evaluasi model EKOP.