Anda di halaman 1dari 79

PANDUAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH

JENJANG SMK JAWA TIMUR PADA MASA PANDEMI


COVID-19
DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA
TIMUR TAHUN PELAJARAN
2020/2021

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR


DINAS PENDIDIKAN
BIDANG PEMBINAAN PENDIDIKAN SMK
TAHUN 2020

Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov. Jatim i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah


memberikan Hidayah-Nya, sehingga Bidang Pembinaan Pendidikan
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur
dapat menyelesaikan Buku “PANDUAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH
JENJANG SMK JAWA TIMUR PADA MASA PANDEMI COVID-19 DINAS
PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN PELAJARAN 2020/2021”.
Mengingat kondisi saat ini masih dalam masa pandemi covid-19
maka tahun pelajaran 2020/2021 masih menggunakan pembelajaran
jarak jauh yaitu Belajar dari Rumah. Pelaksanaan Belajar dari Rumah
(BDR) ini ditempuh karena dengan mempertimbangkan keselamatan
dan kesehatan lahir bathin peserta didik, pendidik, kepala satuan
pendidikan dan seluruh warga Satuan Pendidikan menjadi prioritas
utama. Selain itu untuk memastikan pemenuhan hak peserta didik
mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas selama darurat
COVID-19;
Sesuai Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan
Kebijakan Pendidikan dalam masa darurat penyebaran covid-19 bahwa
proses belajar dari rumah dilaksnakan dengan ketentuan (1)
Memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik,
tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum
kenaikan kelas maupun kelulusan. (2) Memfokuskan pada pendidikan
kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19. (3)
Memberikan variasi aktivitas dan tugas pembelajaran belajar dari rumah
antarpeserta didik, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk
mempertimbangkan kesenjangan akses/fasilitas belajar dari rumah. (4)
Memberikan umpan balik terhadap bukti atau produk aktivitas belajar dari
rumah yang bersifat kualitatif dan berguna bagi Pendidik, tanpa
diharuskan memberi skor/nilai kualitatif.
Panduan ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi Satuan
Pendidikan, Guru dan Peserta didik se-Jawa Timur untuk mendukung
terlaksananya Belajar dari Rumah di masa pandemi Covid-19.

Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov. iii
Ucapan terima kasih kami haturkan kepada semua pihak yang
membantu terselesaikannya buku panduan ini. Semoga buku panduan
ini dapat memberikan manfaat positif dalam meningkatkan kualitas
pengelolaan pembelajaran di Provinsi Jawa Timur.

Surabaya, 10 Juli 2020


Dinas Pendidikan
Provinsi Jawa Timur,

Dr. Ir. WAHID WAHYUDI, MT.


Pembina Utama Madya
19630127 198903 1 005

Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov. iv
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ………………………….………………………………………………………….. i


KATA PENGANTAR ii
……………………………………………………………………………………....
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………………… iv
DAFTAR LAMPIRAN v
…………………………………………………………………………………….
A. PENDAHULUAN 2
…………………………………………………………………………………………..
1. Latar Belakang 2
…………………………………………………………………………………………
2. Tujuan 8
…………………………………………………………………………………………………………
3. Prinsip 8
………………………………………………………………………………………………………..
4. Landasan Hukum 9
……………………………………………………………………………………..
B. PERANGKAT PEMBELAJARAN JARAK JAUH 11
…………………………………………………
C. MATERI PEMBELAJARAN JARAK JAUH 11
……………………………………………………..
1. Optimalisasi Peran MGMP 11
……………………………………………………………………………………………………………..
2. Diversifikasi Kompetensi 12
……………………………………………………………………..
3. Ketersediaan modul pembelajaran 12
…………………………………………………….
4. Ketersediaan Job Sheet 13
………………………………………………………………..
5. Profile pembelajaran 13
…………………………………………………………………..
6. Kondisi dan kebutuhan Peserta 14
didik…………………………………………………..
D. METODE DAN MEDIA PELAKSANAAN 15
BDR.………………………………………..
E. STANDAR PROSES PEMBELAJARAN 22
…………….………………………………………..
1. Perencanaan Pembelajaran Jarak Jauh 22
…………………………………………………
2. Desain dan Implementasi Pembelajaran Jarak Jauh 25
………………………….
F. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH 34
……………………………………………..
1. Beban Belajar 34
………………………………………………………………………………………..
2. Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh 34

Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov. v
………………………………………………….
F. PENILAIAN 35
……………………………………………………………………………………………….
G. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR DARING 36
………………………………………………..
H. PENUTUP 37
………………………………………………………………………………………………..
LAMPIRAN

Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov. vi
DAFTAR LAMPIRAN

1. Kalender Pendidikan Provinsi


2. Contoh Rincian Pekan Efektif
3. Contoh Program Tahunan
4. Contoh Program Semester
5. Contoh Silabus
6. Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
7. Contoh Jadwal Pelajaran

Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK 7


Dinas Pendidikan Prov. Jatim
PANDUAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH
JENJANG SMK SE JAWA TIMUR PADA MASA PANDEMI COVID-19
DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA
TIMUR TAHUN PELAJARAN 2020/2021

A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Pasal 31 ayat (3) mengamanatkan bahwa pemerintah mengusahakan
dan menyelenggarakan 1 (satu) sistem pendidikan nasional untuk
meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.
Atas dasar amanat tersebut diterbitkan Undang-Undang Nomor 20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menegaskan
bahwa Indonesia menganut pendidikan berbasis standar.
Merujuk Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa pendidikan nasional
berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, dan bertujuan untuk mengembangkan potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung-
jawab. Dalam rangka mewujudkan fungsi Pendidikan nasional maka
telah diterbitkan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
34 Tahun 2018 tentang Standard Nasional Pendidikan untuk Sekolah
Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan. Standar Nasional
Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan
yang selanjutnya disingkat SNP SMK/MAK adalah kriteria minimal
tentang sistem pendidikan pada tingkat Sekolah Menengah
Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan di seluruh wilayah hukum Negara
Kesatuan Republik Indonesia agar tercapai kompetensi lulusan sesuai
kebutuhan pengguna lulusan, bahwa

Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK 8


Dinas Pendidikan Prov. Jatim
lulusan SMK bisa bekerja, melanjutkan Pendidikan kejenjang yang lebih
tinggi atau mengembangkan jiwa wirausaha.
Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan 8 (delapan)
Standar, yaitu: standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses
pembelajaran, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan
tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar
pengelolaan, dan standar biaya operasi. Untuk mewujudkan tujuan
pendidikan nasional tersebut perlu dirumuskan kualifikasi kemampuan
lulusan SMK/MAK yang dituangkan dalam standar kompetensi lulusan.
Standar kompetensi lulusan SMK/MAK dikembangkan dari tujuan
pendidikan nasional dan profil lulusan dalam rumusan area kompetensi.
SMK/MAK merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang
memiliki tujuan pendidikan kejuruan yaitu menghasilkan tenaga kerja
terampil yang memiliki kemampuan sesuai dengan tuntutan kebutuhan
dunia usaha/industri, serta mampu mengembangkan potensi dirinya
dalam mengadopsi dan beradaptasi dengan perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan
kejuruan diperlukan standar kompetensi lulusan SMK/MAK yang
dijabarkan dari profil lulusan sebagai berikut:
a. beriman, bertakwa, dan berbudi pekerti luhur;
b. memiliki sikap mental yang kuat untuk mengembangkan dirinya
secara berkelanjutan;
c. menguasai ilmu pengetahuan teknologi dan seni serta memiliki
keterampilan sesuai dengan kebutuhan pembangunan;
d. memiliki kemampuan produktif sesuai dengan bidang keahliannya
baik untuk bekerja atau berwirausaha; dan
e. berkontribusi dalam pengembangan industri Indonesia yang
kompetitif menghadapi pasar global.
Penyusunan Area Kompetensi lulusan SMK/MAK didasarkan
pada tujuan pendidikan nasional dengan mempertimbangkan:
a. karakter dan budaya Indonesia yang memiliki keimanan dan
ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta nilai-nilai Pancasila;
b. pembelajaran dan keterampilan abad 21 (dua puluh satu), seperti

Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK 9


Dinas Pendidikan Prov. Jatim
berfikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah, kreatif, mampu
bekerja sama, dan berkomunikasi;
c. peningkatan kompetensi lulusan melalui literasi bahasa,
matematika, sains, teknologi, sosial, budaya, dan kemampuan dasar
lainnya yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan masa depan;
d. penyiapan sumber daya manusia agar memiliki
pengetahuan, keterampilan, dan sikap sebagai tenaga terampil tingkat
menengah; dan
e. ketentuan kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI) dan standar
kerja yang berlaku baik nasional maupun internasional.

Berdasarkan kriteria yang ada maka dirumuskan 9 (sembilan)


area kompetensi lulusan SMK/MAK sebagai berikut:
a. keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b. kebangsaan dan cinta tanah air;
c. karakter pribadi dan sosial;
d. literasi;
e. kesehatan jasmani dan rohani;
f. kreativitas;
g. estetika;
h. kemampuan teknis; dan
i. kewirausahaan.

Standar kompetensi lulusan SMK/MAK dirumuskan secara


menyeluruh dalam satu kemampuan utuh dengan mengintegrasikan
dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan berdasarkan gradasi
kompetensi pada masing-masing program pendidikan 3 (tiga) tahun dan
4 (empat) tahun. Pengintegrasian ini dilakukan karena ketiga dimensi
tersebut bukan merupakan komponen yang saling terpisahkan melainkan
saling melengkapi antara 1 (satu) dengan yang lain. Gradasi Kompetensi
diharapkan dapat memberikan ruang dan kesempatan
berkembangnya kompetensi lulusan secara optimal dengan
mempertimbangkan lingkungan peserta didik, fungsi satuan pendidikan,

Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK 1


Dinas Pendidikan Prov. Jatim 0
kesinambungan, lingkup dan kedalaman materi, serta tahapan
perkembangan psikologis peserta didik. Khusus untuk dimensi sikap,
internalisasi nilai-nilai sikap ke dalam diri setiap peserta didik dapat
dilakukan melalui strategi: (1) pemberian keteladanan; (2) pemberian
nasehat sesuai dengan konteks materi, waktu, dan tempat; (3) penguatan
positif dan negatif; (4) pembiasaan; dan (5) pengkondisian.
Untuk mewujudkan 9 (Sembilan) area kompetensi lulusan SMK
maka diperlukan dukungan pemenuhan standard proses pembelajaran
yaitu kriteria minimal mengenai perencanaan pembelajaran, pelaksanaan
pembelajaran, penilaian pembelajaran, dan pengawasan pembelajaran
pada satuan pendidikan menengah kejuruan untuk mencapai kompetensi
lulusan. Melalui pembelajaran tercipta proses pembimbingan terhadap
peserta didik melalui interaksi antarpeserta didik, antara peserta didik
dengan pendidik dan sumber belajar lainnya pada suatu lingkungan
belajar untuk mencapai penguasaan kompetensi yang ditetapkan
sehingga akan ada capaian pembelajaran yaitu kemampuan yang
diperoleh melalui internalisasi nilai untuk membentuk sikap
serta penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan/atau akumulasi
pengalaman kerja.
Dalam melakukan proses pembelajaran di SMK/MAK,
guru/instruktur harus memperhatikan dan menerapkan prinsip
pembelajaran sebagai berikut:
1. Prinsip Umum
Prinsip Umum dalam proses pembelajaran SMK/MAK sebagai
berikut:
a. menganut Pembelajaran sepanjang hayat;
b. menerapkan pendekatan ilmiah;
c. menerapkan nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarsa sung
tuladha), membangun kemauan (ing madya mangun karsa), dan
mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses
pembelajaran (tut wuri handayani);
d. menerapkan pendekatan pembelajaran tuntas;
e. memperhatikan keseimbangan antara keterampilan teknis dan

Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK 1


Dinas Pendidikan Prov. Jatim 1
nonteknis;
f. menetapkan jumlah rombongan belajar paling sedikit 3 dan
paling banyak 72 dengan jumlah maksimum 36 peserta didik per
rombongan belajar. Dalam hal ketentuan jumlah maksimum 36
peserta didik per rombongan belajar tidak dapat terpenuhi maka
dapat disimpangi paling banyak 2 rombongan belajar per tingkat
kelas;
g. menggunakan multisumber belajar;
h. memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi;
i. menerapkan metode pembelajaran yang mendorong peserta didik
lebih aktif, inovatif, kreatif melalui suasana yang menyenangkan dan
menantang dengan mempertimbangkan karakteristik peserta
didik;
j. menerapkan berbagai model pembelajaran sesuai dengan
karakteristik kompetensi yang akan dicapai.

2. Prinsip Khusus
Prinsip Khusus dalam proses pembelajaran SMK/MAK sebagai
berikut:
a. menekankan pada pengetahuan dan keterampilan aplikatif;
b. mewujudkan iklim belajar sebagai simulasi dari lingkungan kerja
di dunia usaha/industry;
c. mendasarkan pada pekerjaan nyata, autentik, dan penanaman
budaya kerja melalui pembelajaran industri (teaching factory) untuk
mendapatkan pembiasaan berpikir dan bekerja dengan kualitas
seperti di tempat kerja/usaha.
d. memperhatikan permintaan pasar;
e. berlangsung di rumah, di satuan pendidikan, dan di dunia
usaha/industry;
f. melibatkan praktisi ahli yang berpengalaman di bidangnya
untuk memperkuat pembelajaran dengan cara pembimbingan saat
PKL dan PSG;

Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK 1


Dinas Pendidikan Prov. Jatim 2
g. menerapkan program Multi Entry Multi Exit dan rekognisi
pembelajaran lampau

Sejalan dengan Keputusan bersama Menteri Pendidikan dan


Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam
Negeri Republik Indonesia No. 01/KB/2020, 516 Tahun 2020,
HK.03.01/Menkes/363/2020, 440-482 tahun 2020 tentang Panduan
Penyelenggaraan Pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan Tahun
Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019
(Covid-19) bahwa Satuan pendidikan yang berada di daerah ZONA
KUNING, ORANYE, DAN MERAH, dilarang melakukan proses
pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan sehingga untuk tahun
pelajaran 2020/2021 khususnya jenjang Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) di Jawa Timur masih menerapkan pembelajaran jarak jauh.
Dalam rangka pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan
layanan Pendidikan selama darurat penyebaran Covid-19 maka
penyelenggaran Pendidikan dilaksanakan melalui Belajar Dari Rumah
(BDR) sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam
Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Di.sease 2019 (COVID-19) yang
mencakup (1) Memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi
peserta didik, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian
kurikulum kenaikan kelas maupun kelulusan. (2) Memfokuskan pada
pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19.
(3) Memberikan variasi aktivitas dan tugas pembelajaran belajar dari
rumah antarpeserta didik, sesuai minat dan kondisi masing-masing,
termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/fasilitas belajar dari
rumah. (4) Memberikan umpan balik terhadap bukti atau produk aktivitas
belajar dari rumah yang bersifat kulitatif dan berguna bagi Pendidik, tanpa
diharuskan memberi skor/nilai kualitatif. Mengingat situasi tersebut maka
kehadiran dan peran guru menjadi sangat penting untuk mendampingi
para peserta didik sehingga tetap bisa belajar dengan segala
keterbatasan dan kelebihannya.

Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK 1


Dinas Pendidikan Prov. Jatim 3
2. Tujuan
Panduan Pembelajaran jarak jauh disusun untuk:
1. Memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan
pendidikan selama darurat COVID-19;

2. Pendidik (Guru mata pelajaran, Guru Bimbingan dan Konseling, dan


Pembina ekstrakurikuler) sehingga secara individual atau kelompok dapat
mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan
melaksanakan pembelajaran yang berkelanjutan dalam berbagai strategi,
dan model untuk muatan dan/atau mata pelajaran yang diampunya di masa
pandemi covid-19;
3. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) menyusun konsep pembelajaran
jarak jauh sesuai dengan karakteristik mata pelajarannya.
4. Pimpinan satuan pendidikan (kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali
kelas) dalam menfasilitasi pembelajaran jarak jauh di masa pandemi covid-
19.
5. Orang tua, pendidik, dan peserta didik dalam berkolaborasi untuk berdaya
belajar menghadapi situasi darurat di masa pandemi covid-19.
6. Peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna, menantang
dan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan peserta didik.
7. Masyarakat berperan aktif dalam mendukung terlaksananya pembelajaran
jarak jauh di masa pandemi covid-19.

3. Prinsip Keterlaksanaan
1. Kesehatan adalah Utama
Pelaksanaan Belajar dari Rumah (BDR) karena keselamatan dan kesehatan
lahir batin peserta didik, pendidik, kepala satuan pendidikan dan seluruh
warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama;

2. Bermakna.

Kegiatan Belajar Dari Rumah dilaksanakan untuk memberikan pengalaman


belajar yang bermakna bagi peserta didik, tanpa terbebani tuntutan
menuntaskan seluruh capaian kurikulum sehingga Pendidik hendaknya
realistis mengenai apa yang dapat dicapai dengan pembelajaran jarak jauh;
14
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
3. Kolaboratif

mengedepankan pola interaksi dan komunikasi yang positif antara guru


dengan orang tua/wali;

4. Landasan Hukum
1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan kedua
Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan;
3. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang KKNI;
4. Permendikbud No. 61 tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Permendikbud No. 62 tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada
pendidikan dasar dan Menengah.
6. Permendikbud No. 63 tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai
kegiatan Ekstrakurikuler wajib pada pendidikan Dasar dan Menengah;
7. Permendikbud No. 79 tahun 2014 tentang implementasi muatan lokal
kurikulum 2013;
8. Permendikbud 111 Tahun 2014 Tentang Bimbingan dan Konseling pada
Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
9. Permendikbud 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti sebagai
dasar pengembangan Gerakan Literasi Sekolah;
10. Permendikbud 53 Tahun 2015 Tentang Penilaian hasil belajar oleh Pendidik
dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan dasar dan Pendidikan Menengah;
11. Permendikbud 34 Tahun 2018 Tentang Standard Nasional Pendidikan
beserta lampirannya;
12. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Menengah Kementerian
Pendidikan dan Kebudyaaan Nomor : 06/D.D5/KK/2018 tanggal 7 Juni 2018
Tentang Spektrum Keahlian;
13. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Menengah Kementerian
Pendidikan dan Kebudyaaan Nomor : 07/D.D5/KK/2018 tanggal 7 Juni 2018
Tentang Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan/ Madrasah Aliyah
Kejuruan;
15
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
14. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Menengah Kementerian
Pendidikan dan Kebudyaaan Nomor : 464/D.D5/KR/2018 tentang
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar mata pelajaran muatan nasional (A)
muatan kewilayahan (B), dasar bidang keahlian (C1), dasar program
keahlian (c2) dan kompetensi keahlian (c3);
15. Peraturan Gubernur No. 19 Tahun 2014 tentang mata Pelajaran Bahasa
Daerah sebagai Muatan Lokal Wajib di Sekolah dan madrasah;
16. Panduan Penilaian untuk jenjang Sekolah Menengah Kejuruan Tahun 2019;
17. Pedoman PKL peserta didik SMK yang diterbitkan oleh Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan;
18. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor
44 tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-
Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah
Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan;
19. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 14 tahun 2019
tentang Penyerderhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran;
20. Keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama,
Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia No.
01/KB/2020, 516 Tahun 2020, HK.03.01/Menkes/363/2020, 440-482 tahun
2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada tahun ajaran
2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus
Disease 2019 (Covid-19); dan
21. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 4 tahun 2020
tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat
Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

16
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
B. PERANGKAT PEMBELAJARAN
Pembelajaran jarak jauh dapat dilakukan dengan menggunakan model
dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring). Model apapun yang
dipilih, sebelum melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh maka
Pendidik harus mempersiapkan Perangkat pembelajaran yaitu meliputi:
1. Kalender Pendidikan;
2. Rincian Pekan Efektif;
3. Program Tahunan;
4. Program Semester;
5. Silabus;
6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP);
7. Jadwal Pelajaran;

C. MATERI PEMBELAJARAN
Pendidik harus kreatif sehingga dapat merancang dan
mengimplementasikan pembelajaran jarak jauh secara Optimal. Terkait hal
tersebut perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut :

1. Optimalisasi Peran MGMP


Pada setiap Satuan Pendidikan, perlu mendesain pembelajaran melalui
diskusi oleh pendidik yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata
Pelajaran Satuan Pendidikan (MGMPS), MGMP Kota maupun Provinsi.
Koordinasi ini menjadi penting untuk mendiskusikan hal-hal sebagai
berikut:
1) Pemilihan materi dan distribusinya;.
2) Pemilihan model pembelajaran yang tepat;.
3) Pemilihan dan Penggunaan platform untuk memudahkan
transformasi pengetahuan dan nilai-nilai yang dapat mengedukasi
penguatan karakter peserta didik;
4) melakukan adaptasi materi pembelajaran untuk peserta didik
penyandang disabilitas;
5) Terpenuhinya ketersediaan media pembelajaran berbasis audio
visual untuk setiap materi pembelajaran;
6) Tersedianya modul pembelajaran
17
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
7) Tersedianya job sheet untuk proses pembelajaran mata pelajaran
kelompok kejuruan;

2. Diversifikasi Kompetensi
Saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi lulusan Sekolah Menengah
Kejuruan ketika akan memasuki dunia kerja karena seperti yang kita
ketahui bahwa situasi pandemi covid-19 telah berdampak pada semua
sector, termasuk sektor industry. Para lulusan tidak saja harus
berkompetisi dengan teman seangkatan tetapi juga para lulusan
sebelumnya. Sehingga perlu dilakukan upaya-upaya yang konstruktif
untuk membekali berbagai keterampilan kepada peserta didik sehingga
mereka memiliki kemampuan multi skill. Konsepnya adalah tetap
menguatkan kompetensi keahlian inti dengan menambahkan
kompetensi yang lain. Maka yang perlu dilakukan adalah :
1) Menganalisis kompetensi dasar pada mata pelajaran kelompok
kejuruan,

2) Memetakan kompetensi untuk memudahkan pendistribusiannya;

3) Mendiskusikan dengan mitra dunia usaha/dunia industri terkait


pengembangan kompetensi lulusan;

4) Menyiapkan dan mengoptimlkan sumberdaya;

3. Ketersediaan Modul Pembelajaran


Guru perlu mengembangkan modul pembelajaran. Adanya modul
pembelajaran memberi banyak manfaat bagi peserta didik, diantaranya
adalah:
1. Modul memberikan feedback yang banyak dan segera sehingga
peserta didik mengetahui taraf hasil belajarnya. Kesalahan segera
dapat diperbaiki dan tidak dibiarkan begitu saja;
2. Pengajaran modul dapat disesuaikan dengan perbedaan peserta
didik antara lain mengenai kecepatan belajar, cara belajar, dan
bahan ajar;
3. Melalui langkah-langkah yang teratur maka akan dapat
menimbulkan motivasi yang kuat bagi peserta didik untuk berusaha
seoptimal mungkin menuntaskan konten modul dan menguasainya;
4. Setiap peserta didik mendapat kesempatan untuk mencapai angka
18
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
tertinggi dengan menguasai bahan pelajaran secara tuntas. Dengan
penguasaan bahwa itu sepenuhnya ia memperoleh dasar yang
mantap untuk memasuki materi pembelajaran yang baru;.

4. Ketersediaan Job sheet


Jobsheet merupakan panduan prosedur kerja praktik yang berbentuk
lembaran-lembaran. Idealnya pada saat praktikum jobsheet sebagai
panduan yang dapat mempermudah dalam melatih keterampilan peserta
didik pada saat praktikum sehingga Guru yang mengajar materi
praktikum perlu menyiapkan perangkat ini. Kita perlu menyiapkan
jobsheet untuk mengantisipasi apabila situasinya telah memungkinkan
untuk pembelajaran secara langsung dalam rangka untuk penjaminan
mutu melalui penguasaankompetensipeserta didik sesuai dengan
kompetensi keahliannya.
Banyak manfaat dengan tersedianya jobsheet, bagi peserta didik,
diantaranya adalah :
a. Peserta didik dapat belajar dan maju sesuai dengan kecepatan
masing-masing;
b. Peserta didik akan dapat mengikuti urutan pikiran secara logis,
c. Perpaduan teks dan gambar dalam halaman cetak sehingga dapat
menambah daya tarik, serta dapat memperlancar pemahaman
informasi yang disajikan dalam dua format, verbal dan visual,
d. Peserta didik akan berpartisipasi dan berinteraksi dengan aktif karena
harus memberi respon terhadap pertanyaan dan latihan yang
disusun.
e. Dapat mengurangi penjelasan yang tidak perlu;

5. Profil pembelajaran

Pendidik perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang kondisi


peserta didik yaitu tentang bagaimana mereka belajar, kondisi sosial
ekonomi keluarga. Hal ini akan sangat membantu Pendidik untuk
merancang pengalaman belajar jarak jauh yang lebih optimal.
Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh Pendidik sebagai berikut:
a. Mengetahui peserta didik yang dapat menyelesaikan tugas sekolah
dengan baik sesuai waktu yang ditentukan maupuan yang masih

19
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
belum bisa menyelesaikannya.
b. Menentukan strategi pembelajaran yang terbaik untuk peserta didik.
c. Mengetahui peserta didik yang dapat bekerja secara mandiri dan
yang membutuhkan lebih banyak bimbingan dan dukungan belajar
dari jarak jauh;
d. Mengidentifikasi peserta didik yang merasa nyaman menggunakan
teknologi dan yang membutuhkan lebih banyak bantuan;
e. Mengidentifikasi peserta didik yang dapat membantu teman sekelas
dengan kegiatan belajar menggunakan teknologi;

6. Kondisi dan Kebutuhan Peserta Didik


Memahami lingkungan rumah dan kondisi psikososial peserta didik akan
membantu pendidik dalam menetapkan tujuan yang realistis.
Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh Pendidik sebagai berikut:
a. Memahami lokasi dan lingkungan rumah tinggal peserta didik,
ditinjau dari aspek kenyamanan, keamanan, ketersediaan kebutuhan
dasar yang memadai.
b. Memahami kondisi mental dan emosi peserta didik (apakah cemas
atau takut) sehubungan dengan ketersediaan jaringan yang kuat di
dalam rumah atau di dalam komunitasnya.
c. Memahami ketersedian akses teknologi untuk pembelajaran jarak
jauh: jenisnya, frekwensi penggunaan, lama penggunaan, biayanya,
cara mengakses materi pembelajaran, komunikasi antar pengguna,
dan prioritas pemberian bantuan dalam hal akses.
d. Memahami orang tua peserta didik dan anggota keluarga yang dapat
membantu dalam menyelesaikan tugas sekolah.
Dukungan Keluarga yaitu orang tua atau wali peserta didik memainkan
peran besar dalam membantu keberhasilan peserta didik dalam
pembelajaran jarak jauh. Mengingat orangtua bukan Pendidik terlatih,
maka dibutuhkan banyak dorongan dari Pendidik. Untuk mendukung
kedua hal di atas, yang perlu diperhatikan oleh Pendidik sebagai
berikut:
1) Mengidentifikasi bantuan yang diperlukan orang tua atau wali
peserta didik.
2) Memastikan bahwa panduan belajar dapat disampaikan dan
dipahami dengan jelas oleh orang tua.
20
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
3) Menggunakan pola komunikasi dan memberikan umpan balik yang
baik kepada orangtua dengan menyepakati waktu untuk
berkomunikasi.
4) Memberikan dukungan, dorongan, dan motivasi kepada orang tua
atau wali peserta didik untuk tetap termotivasi.
5) Lakukan pengumpulan informasi terlebih dahulu mengenai
kesiapan orangtua dalam mendampingi peserta didik melakukan
pembelajaran jarak jauh.
6) Sediakan waktu berbincang bebas dengan orangtua dan peserta
didik untuk mendapatkan gambaran kondisi yang mereka alami.
7) Memperkirakan durasi maksimal 80% dari jam belajar normal untuk
pengerjaan tugas yang akan diberikan.
8) Membangun kesepakatan dengan orang tua terkait cara
pengerjaan tugas peserta didik, jadwal dan durasi konferensi
Pendidik.

D. METODE DAN MEDIA PELAKSANAAN BELAJAR DARI RUMAH


Pelaksanaan pembelajaran selama ini menggunakan Sistem Paket
yaitu sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya
diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang
sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang
berlaku. Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang
dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui
sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak
terstruktur. Semua itu dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi
lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik. Beban
belajar selama masa pendemi Covid-19 merupakan keseluruhan kegiatan
yang harus diikuti peserta didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu
tahun pembelajaran.
Perlu disiapkan modul untuk pembelajaran. Modul yang
dikembangkan memberi pemahaman mendalam melalui penjelasan kasus
dan evaluasi melalui pengenalan soal-soal Higher Order of Thingking.
Pembelajaran Jarak Jauh harus didukung oleh Bahan Ajar yang bisa
memfasilitasi siswa belajar mandiri dengan mengikukti instruksi pembelajaran
yang terdapat di dalam modul yang dikembangkan guru. Dengan demikian
pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan daring atau luring menjadi
21
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
tidak membebani peserta didik dan orang tuanya.
Adapun kebijakan pada saat pandemi adalah memastikan
kompetensi pembelajaran yang ingin dicapai dan tidak memaksakan
penuntasan kurikulum dengan menambahkan pendidikan kecakapan hidup.
Berikut ini adalah Metode berserta media dalam melaksanakan
kegiatan BDR :
1. DARING
a. Persiapan
1) Siswa
a) Memiliki program BDR secara tertulis dalam bentuk jadwal
pelajaran
b) Memiliki petunjuk pelaksanaan Daring atau Luring.
c) Memiliki modul teori dan praktek yang dilengkapi langkah-
langkah pembelajaran yang jelas lengkap dengan alat evaluasi
d) Memiliki alat komunikasi dan kemampuan akses Internet
e) Memiliki kontak person guru atau teknisi sekolah jika terjadi
kesulitan belajar.
2) Guru
a. Menyiapkan program pembelajaran BDR selama satu semester
b. Memiliki bahan ajar yang berorientasi pada pengembangan
keterampilan berpikir tingkat tinggi dan literasi baik untuk teori
maupun praktek di bengkel / laboratorium
c. Memiliki alat evaluasi dalam bentuk soal-soal HOTS.
d. Memiliki media pembelajaran multimedia dengan memanfaatkan
berbagai media di Internet.
e. Menggunakan model pembelajaran yang direkomendasikan
pada kurikulum 2013
3) Kepala Sekolah dan Manajeman Sekolah
a) Membentuk tim pengembang kurikulum BDR
b) Menentukan teknik pembelajaran daring
c) Menetapkan protokol kesehatan pembelajaran pada masa
BDR.
d) Mengalokasikan biaya pelatihan pembuatan media
pembelajaran
e) Melakukan supervisi pembelajaran daring

22
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
f) Menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran secara
daring
4) Orang tua siswa
a) Mengalokasikan anggaran untuk kuota Internet bagi
yang mampu.
b) Memiliki edaran program dan jadwal pelaksanaan
BDR
c) Memiliki kontak person guru/wali kelas atau teknisi
sekolah
5) Infrastrukutur
a) Alat komunikasi
b) Jaringan Internet
c) Ruangan nyaman untuk belajar
d) Bahan Ajar dan media belajar

b. Pelaksanaan
1). Siswa
a) Sebelum belajar siswa melakukan pembiasaan dalam rangka
pembentukan karakter misalnya; menyanyikan lagu Indonesia
raya, literasi, dhuha, berdoa dll
b) Melaksanakan instruksi pembelajaran sesuai dengan
pendekatan dan model pembelajaran yang dikembangkan guru
c) Melaksanakan pembelajaran dengan menganalisis, sintesis,
evaluasi dan mencipta terhadap materi belajar yang tersedia
dalam modul.
d) Melakukan komunikasi dua arah dengan guru melalui media
komunikasi yang disediakan dan disepakati oleh guru.
e) Melakukan evaluasi pembelajaran dengan mengerjakan soal
HOTS atau unjuk kerja secara virtual.
2). Guru
a) Mengecek kehadiran peserta didik
b) Melakukan dan mengarahkan kegiatan pembiasan Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)/ Gerakan Masyarakat Sehat
dalam pengembangan Pendidikan Karakter

23
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
c) Menjelaskan langkah-langkah pembelajaran dalam
mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang harus
dilakukan siswa
d) Menjelaskan hasil yang harus dicapai siswa
e) Membahas jawaban hasil evaluasi yang dikerjakan siswa.
f) Membuka ruang dialog sebagai bahan untuk umpan balik
pembelajaran berikutnya.
3) Kepala Sekolah dan Manajeman Sekolah
a. Melakukan monitoring terhadap guru dalam melaksanakan
BDR
b. Melakukan monitoring terhadap kehadiran peserta didik dalam
kegiatan BDR.
c. Melakukan evaluasi periodik terhadap kendala pelaksanaan
BDR guru dan siswa.
d. Membangun komunikasi dengan komite sekolah dan orang tua
e. Membuat laporan periodik kepada pihak dinas melalui
pengawas pendidikan.
4) Orang tua siswa
a. Mendampingi peserta didik selama BDR berlangsung
b. Mengawas peserta didik selama BDR
c. Memotivasi peserta didik untuk belajar mandiri dan
bertanggung jawab
d. Membantu kesulitan teknis belajar peserta didik melalui
komunikasi dengan guru

5) Infrastrukutur
a. Memiliki jaringan Internet yang memadai
b. Alat komunikasi berfungsi dengan baik
c. Memiliki bahan ajar/modul daring
6) Kurikukulum
a. Mengajarkan kompetensi inti dalam kurikulum 2013 berfokus
pada pendidikan karakter mandiri, tangung jawab, disiplin,
gorong royong, religius, dan keterampilan berpikir kritis.
b. Pendekatan kolaboratif atau tematik.
c. Menggunakan multimedia dan aplikasi pembelajaran Learning
Manajement System
24
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
d. Durasi Pembelajaran maksimal 6 x 45 JP per hari.
7) Proses pembelajaran
a. Melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi
b. Melatih komunikasi
c. Melatih kreativitas
d. Melatih kemampuan menuangkan ide ke dalam karya tulis
e. Membuat produk karya kreatifitas berbasis multimedia dan
Internet
f. Mempublikasikan karya di media sosial Internet.
8) Media pembelajaran
a. Video tutorial di lntenet
b. Aplikasi belajar berbasis Learning Manajement System
c. Televisi streaming
d. Radio streaming
9) Penilaian hasil pembelajaran
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian :
a. Penilaian formatif.
1) Cara memantau, menilai, dan memfasilitasi kemajuan belajar
dari jarak jauh untuk menilai tugas yang diberikan pada
kegiatan pembelajaran.
2) Menentukan alat penilaian yang digunakan untuk
memberikan tanggapan rutin kepada peserta didik dan
menjaga pekerjaan peserta didik selaras dengan tujuan
pembelajaran.
3) Memberikan kesempatan kepada peserta didik melakukan
refleksi apa yang mereka pelajari dan menyampaikannya
kepada teman sekelas.
b. Penilaian sumatif.
Menentukan dan membuat alat penilaian sumatif yang dapat
digunakan untuk memberikan penilaian peserta didik sesuai
dengan materi pembelajaran yang diberikan.

Bentuk Penilaian :
a. Evaluasi soal uraian CBT
b. Evaluasi soal pilihan ganda CBT
c. Unjuk kerja virtual
25
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
2. LURING
a. Persiapan
1) Siswa
a. Memiliki jadwal belajar BDR
b. Memiliki Bahan Ajar/Modul Teori dan Praktek
2) Guru
a. Menyusun Progam BDR satu semester.
b. Memiliki Bahan Ajar
c. Memiliki jadwal BDR
3) Kepala Sekolah dan Manajeman Sekolah
a. Menetapkan tim pengembang kurikulum luring
b. Menetapkan jadwal BDR
c. Menetapkan program monitoring BDR
d. Menetapkan Protokol Kesehatan layanan BDR luring
4) Orang tua siswa
a. Memiliki kontak person guru atau wali kelas
b. Menyediakan tempat belajar nyaman di rumah
c. Memiliki jadwal BDR
d. Memahami teknis belajar BDR melalui luring
5) Infrastrukutur
a. Tempat belajar luring
b. Bahan ajar
c. Alat evaluasi
d. Program belajar melalui televisi dan radio

b. Pelaksanaan
1. Siswa
a. Melakukan kegiatan pembiasaan
b. Melakukan pembelajaran melalui bahan ajar/modul.
2. Guru
a. Membuat petunjuk teknis kegiatan belajar luring mandiri
b. Memantau kegiatan belajar melalui kunjungan periodik
26
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
c. Melakukan dan mengarahkan kegiatan pembiasaan Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)/ Gerakan Masyarakat Sehat
dalam pengembangan Pendidikan Karakter
d. Menyediakan waktu berkumpul dengan peserta didik secara
terbatas saat praktek di bengkel/laboratorium
e. Melakukan evaluasi hasil pembelajaran siswa
f. Memberikan umpan balik kualitatif terhadap hasil belajar siswa.
3. Kepala Sekolah dan Manajeman Sekolah
a. Merencanakan kegiatan tatap muka terbatas
b. Melakukan monitoring kegiatan pembelajaran luring
c. Melakukan evaluasi periodik efektivitas kegiatan belajar luring
5. Orang tua siswa
a. Mendampingi belajar peserta didik
b. Mengkomunikasikan kegiatan belajar peserta didik
c. Memotivasi kegiatan belajar peserta didik

6. Infrastruktur
a. Sumber belajar
b. Media belajar
c. Ruangan Belajar teori dan praktek (bengkel/laboratorium)
memperhatikan protokol kesehatan
7. Kurikukulum
a. Mengajarkan kompetensi inti dalam kurikulum 2013 berfokus
pada pendidikan karakter mandiri, tangung jawab, disiplin, gorong
royong, religius, dan keterampilan berpikir.
b. Pendekatan kolaboratif, tematik, blok.
c. Menggunakan multimedia dan aplikasi pembelajaran Learning
Management System
d. Durasi Pembelajaran maksimal 4 x 45 JP per hari.
8. Proses pembelajaran
a. Melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi
b. Melatih komunikasi
c. Melatih kreativitas
d. Melatih kemampuan menuangkan ide ke dalam karya tulis dan
produk
9. Media pembelajaran
27
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
a. Televisi
b. Radio
c. Alat tulis cetak
10. Penilaian hasil pembelajaran
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian :
a. Penilaian formatif.
1) Menentukan alat penilaian yang digunakan untuk memberikan
tanggapan rutin kepada peserta didik dan menjaga pekerjaan
peserta didik selaras dengan tujuan pembelajaran.
2) Memberikan kesempatan kepada peserta didik melakukan
refleksi apa yang mereka pelajari dan menyampaikannya
kepada teman sekelas.
b. Penilaian sumatif.
Menentukan dan membuat alat penilaian sumatif yang dapat
digunakan untuk memberikan penilaian peserta didik sesuai
dengan materi pembelajaran yang diberikan.

Bentuk Penilaian :
a. Penilaian uraian paper soal-soal HOTS
b. Penilaian pilihan ganda soal-soal HOTS
c. Angket
d. Daftar Ceklis

E. STANDAR PROSES PEMBELAJARAN

1. Perencanaan Pembelajaran Jarak Jauh


Mengacu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 34
Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) pada lampiran
III Standard proses bahwa Guru membuat perencanaan pembelajaran
dalam bentuk RPP dan/atau perangkat pembelajaran lain yang mengacu
kepada silabus yang dikembangkan oleh SMK/MAK dan kurikulum.
a. Silabus
Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran
untuk setiap mata pelajaran yang juga memuat kerangka konseptual
program keahlian dan kompetensi keahlian. Silabus dikembangkan
berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi untuk
28
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
satuan pendidikan dasar dan menengah sesuai dengan pola
pembelajaran pada setiap tahun ajaran tertentu. Silabus digunakan
sebagai acuan dalam pengembangan rencana pelaksanaan
pembelajaran. Silabus memuat tentang:
1) Identitas mata pelajaran (khusus SMP/MTs/SMPLB/Paket B dan
SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket C/ Paket C Kejuruan);
2) Identitas sekolah meliputi nama satuan pendidikan dan kelas;
3) Kompetensi inti, merupakan gambaran secara kategorial
mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan
keterampilan yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu
jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran;
4) kompetensi dasar, merupakan kemampuan spesifik yang
mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait
muatan atau mata pelajaran;
5) Materi pokok, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang
relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan
rumusan indikator pencapaian kompetensi;
6) pembelajaran, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan
peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan;
7) penilaian, merupakan proses pengumpulan dan pengolahan
informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta
didik;
8) alokasi waktu sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam struktur
kurikulum untuk satu semester atau satu tahun; dan
9) sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik,
alam sekitar atau sumber belajar lain yang relevan.
.

b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Tujuan dibuatnya RPP adalah untuk mengarahkan kegiatan


pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi
Dasar (KD) sehingga guru wajib membuat RPP. Tersedianya RPP
yang baik maka pembelajaran dapat berlangsung secara interaktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta
didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup
29
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat,
minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Penyusunan RPP bukan merupakan pekerjaan yang bersifat
administratif, melainkan bagian dari tugas profesi seorang guru
sebagaimana tercantum pada pasal 20 Undang-Undang Nomor 14
tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. RPP dikembangkan dari
silabus dan bertujuan untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran
peserta didik dalam upaya mencapai kompetensi;
Sesuai dengan Surat Edaran Mendikbud Nomor 14 tahun
2019, dijelaskan bahwa terdapat 3 (tiga) komponen inti pada RPP
yaitu meliputi 1) Tujuan Pembelajaran, 2) Langkah-langkah
(kegiatan) Pembelajaran, 3) Penilaian Pembelajaran (assessment)
yang wajib dilaksanakan oleh Pendidik, sedangkan komponen
lainnya bersifat pelengkap. Tujuan pembelajaran ditulis dengan
merujuk kepada kurikulum dan kebutuhan belajar murid. Kegiatan
belajar dan asesmen dalam RPP ditulis secara efisien. RPP boleh
dibuat satu lembar atau lebih. Sekolah, kelompok guru mata
pelajaran sejenis di tingkat sekolah, kelompok guru mata pelajaran
sejenis di tingkat kabupaten/kota/provinsi, dan individu Pendidik
secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan
mengembangkan format RPP secara mandiri untuk keberhasilan
belajar peserta didik.
Dalam menyusun RPP hendaknya memperhatikan prinsip-
prinsip sebagai berikut:

1) Perbedaan individual peserta didik antara lain kemampuan awal,


tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar,
kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus,
kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau
lingkungan peserta didik.
2) Partisipasi aktif peserta didik.

3) Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat


belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi
dan kemandirian.
4) Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang
untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman
30
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk
tulisan.
5) Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat
rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan,
pengayaan, dan remedi.
6) Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi
pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indicator pencapaian
kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan
pengalaman belajar.
7) Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan
lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman
budaya.
8) Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara
terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan
kondisi.

2. Desain dan Implementasi Pembelajaran Jarak jauh


a. Penilaian Diri Pendidik
1) Pendidik harus kreatif, inovatif dan fleksibel dengan tetap teguh
pada prinsip pengajaran yang baik dan pembelajaran inklusif.
2) Membangun kekuatan pribadi dan profesional, menerima
tantangan dan mengatasinya, serta mengulurkan tangan kepada
sesama pendidik untuk bantuan dan bimbingan.
Hal-hal yang diperhatikan pendidik adalah sebagai berikut:
1) Siap mengikuti perubahan secara fisik, intelektual, mental dan
emosional.

2) Mengatasi segala kekhawatiran atau ketakutan untuk mengajar


jarak jauh dan menyiapkan diri dengan lebih baik.
3) Menyiapkan sarana teknologi dan sumber daya yang tersedia
dan dapat digunakan secara optimal.
4) Menyadari kemampuan diri terhadap teknologi, mengikuti
pelatihan ekstra untuk pengajaran jarak jauh jika diperlukan
sesuai dengan kebutuhan pribadi.
5) Menyiapkan sumber daya dan membuat alat sesuai dengan
waktu yang tersedia dan target kurikulum yang telah
ditetapkan. 25
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
b. Dukungan Pendidik
Dukungan pendidik yang diperlukan adalah :
1) Dukungan profesional
2) Dukungan Emotional
3) Dukungan teknis
Hal-hal yang diperhatikan pendidik adalah sebagai berikut:
1) Memastikan jenis dukungan apa yang diperlukan.
2) Mencari informasi saluran resmi untuk dukungan pendidik seperti
hotlines, helpdesk, atau grup online.
3) Melakukan komunikasi dengan kelompok pendidik di sekolah
sendiri atau kelompok pendidik sejenis terkait dengan dukungan
teknologi atau motivasi yang diperlukan.
4) Memastikan pendidik sudah memiliki kelompok yang akan
memberikan dukungan baik dari sekolah sendiri maupun dengan
pendidik dari sekolah lain.
5) Memastikan dan mencari model pembelajaran jarak jauh yang
sudah berhasil dilaksanakan secara efektif selama masa pandemi
Covid-19 yang dapat dijadikan contoh.

c. Sumber Daya
Dalam hal penyiapan sumber daya, yang perlu diperhatikan pendidik
adalah sebagai berikut:
1) Memastikan teknologi, platform, peralatan dan sumber daya yang
tersedia bagi pendidik dan peserta didik misalnya cetak, audio dan
radio, video dan TV, berbasis komputer, berbasis Internet dan
berbasis telepon.
a) Memilih dan menentukan sumber daya yang dapat digunakan
oleh semua atau sebagian besar peserta didik dan yang
termudah untuk digunakan berkomunikasi, instruksi langsung,
diskusi, berbagi pekerjaan dan penilaian.
b) Menentukan peserta didik yang tidak memiliki akses ke
telepon, komputer, dan internet.
2) Memastikan materi pengajaran dan pembelajaran yang dapat

26
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
diadaptasikan untuk pembelajaran jarak jauh, bebas diakses
dan berkualitas.
d. Menyusun Skenario Pembelajaran
Pendidik menyusun struktur pembelajaran jarak jauh
bergantung pada konten materi, peserta didik, kemampuan pribadi
dan sumber daya yang tersedia.
Untuk alternatif Skenario pembelajaran tersedia beberapa
skenario sebagai berikut :

Skenario A Skenario B Skenario


C
Lengkap, Lengkap, Konten pembelajaran
pelajaran pelajara dan kegiatan yang
terstruktur n terstruktur dipilih untuk membantu
mengikuti difokuskan peserta didik mengatasi
kurikulum standar pada krisis pandemi
pengetahuan Covid-19
dan
keterampilan inti
Pendidik perlu untuk menyusun kembali Seperti skenario A dan
rencana pembelajaran tatap muka B, dengan
menjadi pembelajaran jarak jauh. mengingat
bahwa tujuan
utama adalah untuk
mendukung peserta
didik melalui krisis
pandemi Covid-
19.

27
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
Hal-hal yang perlu diperhatikan Hal-hal yang perlu
Pendidik sebagai berikut: diperhatikan Pendidik
1) Mengadakan kelas jarak jauh dan sebagai berikut:
memastikan jadwal 1) Membahas krisis
proses pandemi Covid-19
pembelajaran dilaksanakan, alat dengan peserta didik
untuk berkomunikasi satu sama lain, agar bisa membantu
mempertimbangkan biaya, pola mereka
pelaksanaan secara serentak (pada menghadapi
saat yang sama) atau asinkronus kebingungan,
(tidak pada saat yang sama) atau kecemasan atau
campuran keduanya. ketakutan.
2) Instruksi langsung dan sumber daya. 2) Memilih sumber
Memastikan bahan pengajaran daya, peralatan dan
berupa presentasi yang sesuai aktifitas yang tepat
dengan materi kurikulum disiapkan untuk ditawarkan
dengan cara mengadopsi atau kepada peserta didik
mengadaptasi dari bahan lain atau agar memiliki
mengembangkan baru. pemahaman yang
lebih baik tentang
krisis pandemi
Covid-19 dan
membantu agar
mereka merasa
normal dan terbiasa,
serta membuat
mereka merasa
aman.
3) Memastikan jumlah
tugas
dan waktu yang
diberikan

28
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
Skenario A Skenario B Skenario C
kepada peserta didik
tanpa menciptakan
stress lebih banyak
bagi mereka dan
keluarganya.
4) Memilih cara terbaik
berkomunikasi
dengan orang tua
atau wali peserta
didik untuk mencapai
tujuan .
5) Menyiapkan diri
untuk lebih sadar,
tanggap, dan
mendukung
Kegiatan dan tugas. Rencanakan dan
Disiapkan dengan cara laksanakan tugas yang
menyederhanakan kegiatan lama atau mendukung pada setiap
membuat yang baru untuk dikerjakan fase.
peserta didik sendiri atau dengan Sebelum:
pengawasan dari orang tua atau wali • mengklarifikasi tugas
peserta didik. Memilih cara yang terbaik dan mengelola hasil
dalam proses belajar melalui self- yang diharapkan
direction, penemuan, penyelidikan, dan Selama:
kolaborasi. Memastikan waktu yang  memantau
akan diberikan untuk setiap kegiatan kemajuan
yang akan dikerjakan baik secara pembelajaran
individu atau dalam kelompok. melalui refleksi
secara berkala
 memberikan umpan
balik dan dukungan
secara terus
menerus
Setelah:
• mengelola

29
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
penilaian sumatif
dan memberikan
umpan balik dari
proses
pembelajaran

30
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
Skenario A Skenario B Skenario C
Hal yang perlu
diperhatikan Pendidik:
1) Menentukan cara
terbaik untuk
mendukung
pembelajaran
peserta didik dengan
mencari jenis
bantuan yang
diberikan kepada
peserta didik untuk
membimbing
mereka melalui
berbagai tugas
belajar.
2) Memilih
saluran komunikasi
yang harus
digunakan secara
maksimal sehingga
peserta didik
mendapat umpan
balik secara tepat
waktu
3) Memberikan
dukungan kepada
peserta didik secara
mental dan
emosional agar
menjaga peserta
didik tetap terlibat
dan termotivasi
untuk belajar, serta
membantu mereka
mengatasi

31
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
kecemasan dan
ketakutan.
4) Memberikan
dorongan kepada
peserta didik untuk
belajar dan saling
mendukung
se
sama peserta didik.

32
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
Skenario A Skenario B Skenario C
Fasilitasi.
Memberikan panduan kepada peserta
didik secara individu, dalam kelompok
kecil atau keseluruh kelas.
Berkominukasi dengan orang tua atau
wali peserta didik untuk meminta
kerjasamanya agar dapat bekerja
secara efektif dan membuat
kemajuan dalam pembelajarannya.
Kesejahteraan (well-being)
psikososial.
1) Memberikan dukungan kepada
peserta didik secara mental dan
emosional saat menghadapi
tantangan pembelajaran jarak jauh.
2) Jumlah pekerjaan yang diberikan
kepada peserta didik harus
mempertimbangkan keseimbangan
kesejahteraan psikososial peserta
didik dengan tuntutan kurikulum.
3) Menentukan sumber daya dan alat
yang dapat ditawarkan kepada
peserta didik untuk membantu
mengatasi
permasalahan.
Keterbatasan Sumber Daya
Memastikan bahwa semua peserta didik
dapat berpartisipasi dalam
pembelajaran jarak jauh. Apabila ada
peserta didik dengan keterbatasan atau
tidak memiliki akses ke internet atau
telepon, maka disiapkan:
1) pola komunikasi dan jadwalnya
dengan alternatif pola
pembelajaran instruksi
langsung, media dan sumber
belajar
33
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
Skenario A Skenario B Skenario C
luring, kegiatan, dan penilaian untuk
peserta didik
2) Memfasilitasi pembelajaran peserta
didik, mendukung secara mental dan
emosional, dan memeriksa
kemajuan peserta didik.
3) Menentukan alternatif yang
diperlukan untuk peserta didik
dengan melibatkan kepala sekolah,
orang tua, atau
pendidik.

F. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

1. Beban Belajar Selama Pandemi Covid-19


Beban belajar dengan menggunakan Sistem Paket yaitu sistem
penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan
mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah
ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang
berlaku. Beban belajar setiap mata pelajaran pada Sistem Paket
dinyatakan dalam satuan jam pembelajaran.
Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan
oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem
tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.
Semua itu dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan
dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik.
Beban belajar selama masa pendemi Covid-19 merupakan keseluruhan
kegiatan yang harus diikuti peserta didik dalam satu minggu, satu
semester, dan satu tahun pembelajaran.
a. Beban belajar di Sekolah dinyatakan dalam jam pembelajaran per 2
(dua) minggu;

b. Satu jam tatap muka adalah 45 menit;


c. Beban belajar per 2 (dua) minggu Kelas X adalah 46 jam pelajaran
(nasional) dan ditambah 2 jam pelajaran untuk Muatan Lokal Bahasa
Daerah.;
34
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
d. Beban belajar satu minggu Kelas XI dan XII dan XIII adalah 48 jam
pelajaran (nasional) dan ditambah 2 jam pelajaran untuk muatan lokal
Bahasa Daerah sehingga jumlah seluruhnya menjadi 50 jam pelajaran
per 2 (dua) minggu;

e. Beban Belajar di semester ganjil bagi Kelas X, Kelas XI dan Kelas XII
dalam satu semester minimal 18 minggu atau setara dengan 9 minggu
persemester karena per 2 (dua) minggu.

2. Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh


a. Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh menyesuaikan dengan
jadwal pelajaran yang disusun oleh masing-masing sekolah. (Contoh
Terlampir);

b. Untuk pembelajaran yang memerlukan kegiatan praktikum


dibengkel/lab sekolah maka untuk sementara waktu difasilitasi
dengan menggunakan tutorial berbasis audio visual;

c. Tutorial pembelajaran berbasis audio visual bisa dibuat oleh guru


yang mengampu mata pelajaran tersebut atau dari sumber lain;

d. Karena luasnya ruang lingkup materi agar tidak terlalu memberatkan


peserta didik maka tutorial yang berbasis audio video bisa dibuat tiap
bagian sehingga durasinya tidak terlalu panjang;

G. PENILAIAN
Penilaian harus direncanakan dan disatukan dalam kegiatan pembelajaran
dengan pertimbangan :
• Memungkinkan pendidik memonitor dan memfasilitasi kemajuan belajar
peserta didik, dan membantu peserta didik mengelola pembelajaran
mereka sendiri.
• Cara pendidik menilai hasil pembelajaran.
• Metode penilaian yang digunakan menyesuaikan pada tujuan
pembelajaran.

35
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
• Menemukan keseimbangan antara yang efektif dan yang layak untuk
dilakukan dari jarak jauh.

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh satuan pendidikan


dilakukan dalam bentuk Ujian Sekolah/Madrasah, UPK, RPL, ulangan
akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dan/atau bentuk lain yang
sesuai.
Instrumen penilaian terdiri atas tes dan nontes. Instrumen tes dapat
berupa instrument tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik. Instrumen
nontes dapat berupa kuesioner, lembar pengamatan, dan/atau bentuk
lain yang sesuai.

H. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR DARING


1. Rumah Belajar oleh Pusdatin Kemendikbud.
https://belajar.kemdikbud.go.id
2. TV edukasi Kemendikbud. https://tve.kemdikbud.go.id/live/
3. Pembelajaran Digital oleh Pusdatin dan SEAMOLEC. Kemendikbud.
http://rumahbelajar.id
4. Tatap muka daring program sapa duta rumah belajar Pusdatin
Kemendikbud. pusdatin.webex.com.
5. LMS SIAJAR oleh SEAMOLEC, Kemendikbud. http://lms.seamolec.org
6. Guru berbagi http://guruberbagi.kemdikbud.go .id
7. Membaca digital http://aksi.puspendik.kemdikbud
.go.id/membacadigital/
8. Video pembelajaran http://video.kemdikbud.go.id/
9. Suara edukasi Kemendikbud https://suaraedukasi.kemdikbud. go.id/
10. Radio edukasi Kemendikbud https://radioedukasi.kemdikbud. go.id/
11. Sahabat keluarga -- Sumber Informasi dan bahan ajar pengasuhan dan
pendidikan keluarga https://sahabatkeluarga.kemdik bud.go.id/laman/
12. Buku sekolah elektronik https://bse.kemdikbud.go.id/ 15.
13. Mobile edukasi - Bahan ajar multimedia
https://medukasi.kemdikbud.go.id/meduka si/
14. Sumber bahan ajar siswa SD, SMP, SMA, dan SMK.
https://sumberbelajar.seamolec. org/ 36
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
15. Kursus daring untuk Guru dari SEAMOLEC. http://mooc.seamolec.org/
16. Repositori Institusi Kemendikbud http://repositori.kemdikbud.go.id
17. Jurnal daring Kemendikbud https://perpustakaan.kemdikbud
.go.id/jurnal-kemendikbud
18. Buku digital open-access http://pustakadigital.kemdikbud.go.id
19. EPERPUSDIKBUD (Google Play) http://bit.ly/eperpusdikbud

I. PENUTUP
Kegiatan pembelajaran jarak jauh baik menggunakan dalam
jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring) pada awal tahun pelajaran
baru memberikan pengalaman yang baru kepada peserta didik, orang
tua/wali maupun guru. Kondisi yang tidak pernah terduga ini memberikan
banyak hikmah sekaligus tantangan khususnya kepada guru untuk terus
belajar dan meningkatkan kompetensinya;

Indikator keberhasilan pendidik dalam melaksanakan


Pembelajaran Jarak Jauh diantaranya mampu: (1) Memberikan
pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, tanpa terbebani
tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum kenaikan kelas maupun
kelulusan. (2) Memfokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain
mengenai pandemi Covid-19. (3) Memberikan variasi aktivitas dan tugas
pembelajaran belajar dari rumah antarpeserta didik, sesuai minat dan
kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan
akses/fasilitas belajar dari rumah. (4) Memberikan umpan balik terhadap
bukti atau produk aktivitas belajar dari rumah yang bersifat kualitatif dan
berguna bagi Pendidik, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kualitatif.

Selanjutnya tersedianya panduan ini diharapkan dapat


mempermudah para guru untuk melaksanakan proses pembelajaran dan
penilaian jarak jauh secara optimal dalam rangka memberikan layanan
Pendidikan yang terbaik untuk anak bangsa, SMK Bisa Hebat.

37
Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
J. LAMPIRAN
a. Kalender Pendidikan Provinsi
b. Contoh Rincian Pekan Efektif
c. Contoh Program Tahunan
d. Contoh Program Semester
e. Contoh Silabus
f. Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
g. Contoh Jadwal Pelajaran

Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
Lampiran 1.
KALENDER PENDIDIKAN PROVINSI

Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Pembinaan PSMK Dinas Pendidikan Prov.
KEPUTUSAN
KEPALA DINAS PENDIDIKAN
PROVINSI JAWA TIMUR
NOMOR: 420/2042/101.1/2020

TENTANG

HARI EFEKTIF,HARI EFEKTIF FAKULTATIF,


DAN HARI LIBUR
BAGI SATUAN PENDIDIKAN
DI PROVINSI JAWA TIMUR
TAHUN PELAJARAN 2020/2021

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR


DINAS PENDIDIKAN
Jl. Gentengkali No. 33 Surabaya
Kode Pos 60275
HARI EFEKTIF SEKOLAH, HARI EFEKTIF FAKULTATIF DAN HARI LIBUR SEKOLAH/MADRASAH DI PROVINSI JAWA TIMUR
TAHUN PELAJARAN 2020/2021
UNTUK TKLB, SDLB, SMPLB,SMA/SMALB/SMK DAN SEDERAJAT

10 16 17 20 26 27 30
15
19 25 35
45 49 51 52 S7 S9
lCTS :ws :ws 7S 79 85
89 91 92 93 9S 96 97 105
115 119 120 125 LS1 LS1 LS1 LS1
LS1 15 19 21
25 27 35 39 45
49 50 51 52 53 S7 S9 6S
74 75 79 85 89 91 92 93 9S
96 97 105 107
108 109 110 115 119 LS2 LS2 LS2 LS2 LS2 LS2 LS2 LS2 LS2
LS2 LS2 LS2 LS2 LS2 LS2 LS2 LS2 LS2
KETE RANGAN
LHB : Libur Hari Besar LPP : Libur Permulaan Puasa Semester Ganjil :l3l hari
LU : Libur Umum LHR : Libur Sekitar Hari Raya Semester Genap :123 hari
LSl : Libur Semester 1” EF : Hari Efektif F akultatif Hari Efektif F akultatif :3 hari
LS2 : Libur Semester 2” KTS : Kegiatan Tengah Semester KTS :3 hari
CB : Cuti Bersama

Libur Hari Besar 31Juli 2020 : Hari Raya Idul Adha 1Januari.2021 : Tahun Baru Masehi ” Libur Semester untuk peseta didik
17 Agustus. 2020 : Proklamasi K emerdekaan RI l2Februari202l : Tahun Baru Imlek 2572
20-21Agustus 2020 : Tahun Baru Hidriyah 1442 H 11Maret2021 : Isro’Miroj 1442H
2B-30 Oktober 2020 : Maulud Nabi Muhammad SAW l4Maret202l : Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1943
24-25 Desember 2020 : Hari RayaNatal 2April2020 : Wafat Isa Al-Masih
lMei202l : Hari Buruh Internasional
13 Mei202l : K enaikan Isa Almasih
13-l4Mei202l : Hari Raya Idhul Fitri 1441H
26Mei202l : Hari Raya Waisak 2575
lJuni202l : Hari Lahir P ancasila
Lampiran 2.
CONTOH RINCIAN PEKAN
EFEKTIF
CONTOH
PENGEMBANGAN PERANGKAT EMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ)
MASA PANDEMI COVID-19
MATA PELAJARAN :
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KWARGANEGARAAN (PPKn)

A. Rincian Pekan Efektif dan Program Tahunan


1. Mata Pelajaran PPKn merupakan Kelompok Mata Pelajaran Muatan Nasional
atau masuk pada Kelompok A;
2. Dalam Struktur Kurikulum memiliki alokasi waktu:
a. Kelas X, semester 1 dan 2: 2 jam pelajaran per minggu
b. Kelas XI, semester 3 dan 4: 2 jam pelajaran per minggu
c. Kelas XII, semester 5 dan 6: 2 jam pelajaran per minggu
3. Untuk masa pandemi Covid-19 ini dapat digunakan alokasi waktu:
a. Jadwal Pelajaran digunakan siklus 2 mingguan.
b. Pada mata pelajaran PPKn dapat ditambahkan jumlah jam pelajaran, untuk
kelas X, XI dan XII atau bisa juga jumlah jam pelajaran tetap sesuai struktur
kurikulum;
4. Dengan mengacu poin 2 dan 3 serta Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran
2020/2021 dapat disusun Rincian Pekan Efektif (RPE).
Contoh pada halaman berikut adalah RPE Mata Pelajaran PPKn untuk Semester
Ganjil dan Genap.
5. Kemudian berdasarkan RPE semester Ganjil dan semester Genap maka dapat
disusun Program Tahuan (PROTA).
Sebagai Contoh adalah Program Tahunan (PROTA) Mata Pelajaran PPKn kelas
X seperti pada halaman berikut.
RINCIAN PEKAN EFEKTIF SEMESTER GANJIL
TAHUN PELAJARAN. 2020-2021
SMK ........................................
Mata Pelajaran : PPKn
A. Alokasi Waktu
JUMLAH MINGGU
No BULAN KETERANGAN
YANG ADA TIDAK EFETIF EFEKTIF
1 Juli 2020 3 1 2 MPLS
Peringatan HUT RI &
2 Agustus 2020 4 1 3
LHB-Cuti Bersama
3 September 2020 5 5
4 Oktober 2020 4 1 3 KTS & Cuti Bersama
5 Nopember 2020 4 4
Libur Semester Ganjil
6 Desember 2020 5 1 4
(1 M)
JUMLAH MINGGU EFEKTIF 21

B. Rincian Minggu Efektif


NORMAL NEW NORMAL
NO URAIAN
X XI XII X XI XII
1 Jumlah Jam Perminggu (JP/M) 2 2 2

Alokasi Tatap Muka/Materi dan (M) 19 19 19


2
Ulangan Harian/UH (JP) 38 38 38 20 20 20
UAS Utama-SusuIan,dan Pengolahan nilai
3 2 2 2 2 2 2
(M)
4 Rincian Tatap Muka dan PH (JP)
a. MPLS kelas X / Orientasi Mapel kelas XI
2 2 2
dan XII
b. Tatap Muka (materi) 22 22 22 12 12 12
c. Penilaian Harian/PH 6 6 6 4 4 4
d. Penilaian Harian Bersama/PHB 4 4 4 2 2 2
e. Remidi/Pengayaan 4 4 4 2 2 2
Jumlah 38 38 38 20 20 20

Keterangan:
1. Pelaksanaan Pembelajaran sebaiknya diatur dalam pertemuan, 1 pert. = 2 JP.
2. Waktu satu jam pelajaran (1 JP) menyesuaiakan keadaan:
a. Waktu normal 1 JP - 45 menit
b. PTM waktu New Normal 1 JP = 30 menit
c. PJJ waktu New Normal 1 JP = 45 atau 60 menit

Mengetahui, Surabaya, Juli 2020


Kepala SMK Guru PPKn
Lampiran 3
CONTOH PROGRAM TAHUNAN
(PROTA)
PROGRAM TAHUNAN (PROTA)

Mata Pelajaran : FISIKA


Kelas X
Tahun Pelajaran : 2020/2021

SMT KD KOMPETENSI NORMAL NEW NORMAL KETERANGAN


DASAR/MATERI TM PH/R-P TM/JJ PH/R-P
1 Hakekat Fisika 4 2
4 2 KD DIGABUNG
2 Pengukuran dan besaran 6 6 2
3 Vektor 6 4 4 3 PENILAIAN
GANJIL

HARIAN
4 Kinematika gerak lurus 8 4 6 2 BERSAMA
5 Gerak Parabola 6 4 4 2
6 Gerak Melingkar 6 2 4 2
MPLS
36 18 26 11

7 Hukum Newton 8 4 7 3
8 Gravitasi 6 3 4 3 PENILAIAN
HARIAN
GENAP 9 Usaha dan Energi 8 3 6 2 BERSAMA
10 Impuls dan Momentum 7 3 5 2
11 Gerak Harmonis 7 3 5 2
Orientasi Mapel 2 2
38 16 29 12

Surabaya, Juni 2020


Mengetahui : Guru Fisika
Kepala SMK …...........
Lampiran 4.
CONTOH PROGRAM SEMESTER
PROGRAM SEMESTER (PROMES)
Nama Sekolah : SMK …......................................
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X
Komp. Keahlian :
Tahun Pelajaran : 2020/2021

NO. KD PERT. TOPIK/MATERI NEW JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOPEMBER DESEMBER
NORMAL
NORMAL
1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5
Menerapkan hakikat Hakekat Fisika
ilmri Fisika, metode
Hakekat dan ruang
iln iah, dan 1 2 1 2
lingkup fisika
3.1 keselamatan kerja di
Metode Ilmiah dan
laboratorium serta 2 2 1 2
Keselamatan kerja
peran Fisika dalam
kehidupan. Penugasan
Membuat prosedur Proyek
keqa ilmiah dan
4.1 keselamatan keqa n Cek Penugasan
isalnya pada
pengrikuran kalor 4 0 2 0

Pengukuran
Menerapkan prinsip-

MPLS
prinsip pengrikuran Besaran dan
3 2 2 2
besaran fisis, pengukuran
3.2
ketepatan, ketelitian, Angka penting dan
4 2 2 2
daFI angka penting, analisa data
serta notasi ilmiah 5 2 2 2
Menggunakan alat ukur
Menyajikan hasil Penugasan
pengukuran besaran
fisis benkut Tes 2 2 2
ketelitiannya dengan
menggunakan Remidial dan Pengayaan 2 2
4.2 peralatan dan teknik
yang tepat serta
mengikuti kaidah
angka penting untuk 6 4 6 2
suatu penyelidikan
ilmiah
PROGRAM SEMESTER (PROMES)
Nama Sekolah : SMK …....................................
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X
Tahun Pelajaran : 2020/2021

NO. KD PERT. TOPIK/MATERI NEW JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOPEMBER DESEMBER
NORMAL
NORMAL
1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5
Menganalisis gerak Gerak Parabola
parabola dengan 13 Lintasan Gerak Parabola 2 2 2
menggunakan vektor,
3.5 benkut makna fisisnya dan Titik tertinggi dan terjauh
14 2 1 2
penerapannya dalam gerak parabola
kehidupan sehari-han 15 Percobaan gerak parabola 2 1 2
Penugasan
Mempresentasikan data
hasil percobaan gerak Tes 3.5 2 1 2
4.5 parabola dan makna Remidial dan Pengayaan 2 1 2
fisisnya
6 4 4 2
Gerak Melingkar
Menganalisis besaran fisis Kinematika gerak
16 2 1 2
3.6 pada gerak melingkar melingkar
dengan laju konstan (tetap) 17 Hubungan roda-roda 2 1 2
dan penerapannya dalam
18 Gaya sentripetal 2 2 2
Melakukan percobaan
benkut presentasi hasilnya Penugasan
tentang gerak melingkar,
Tes 3.6 2 2 2
4.6 makna fisis dan
pemanfaatannya Remidial dan Pengayaan 2 2
6 8 4 6
Ulangan Akhir Semester
TOTAL ALOKASI WAKTU 36 20 26 11

Mengetahui : Surabaya, Juli 2020


Kepala SMK …… Guru Fisika
PROGRAM SEMESTER (PROMES)
(MASA PANDEMI COVID-19)
Nama Sekolah : SMK …...............................................
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X
Tahun Pelajaran : 2020/2021

NO. KD PERT. TOPIK/MATERI NEW JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOPEMBER DESEMBER
NORMAL
NORMAL
1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5
Hakekat Fisika
Menerapkan hakikat
ilmri Fisika, metode iln Hakekat dan ruang lingkup
1 2 1 1
iah, dan keselamatan fisika
3.1
kerja di laboratorium
2 Metode Ilmiah dan 2 1 1
serta peran Fisika
Keselamatan kerja
dalam kehidupan.
Penugasan
Membuat prosedur Proyek
keqa ilmiah dan
4.1 keselamatan keqa n Cek Penugasan
isalnya pada
pengrikuran kalor 4 0 2 0

Menerapkan prinsip- Pengukuran

MPLS
prinsip pengrikuran
3 Besaran dan pengukuran 2 2 2
besaran fisis,
3.2 Angka penting dan analisa
ketepatan, ketelitian, 4 2 2 2
daFI angka penting, data
serta notasi ilmiah 5 Menggunakan alat ukur 2 2 2
Menyajikan hasil Penugasan
pengukuran besaran
fisis benkut Tes 2 2 2
ketelitiannya dengan
menggunakan Remidial dan Pengayaan 2 2
4.2
peralatan dan teknik
yang tepat serta
mengikuti kaidah angka 6 4 6 2
penting untuk suatu
penyelidikan ilmiah
PROGRAM SEMESTER (PROMES)
(MASA PANDEMI COVID-19)
Nama Sekolah : SMK …...............................
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X
Tahun Pelajaran : 2020/2021

NO. KD PERT. TOPIK/MATERI NEW JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOPEMBER DESEMBER
NORMAL
NORMAL 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5
Gerak Parabola
Menganalisis gerak parabola Lintasan Gerak
13 2 2 2
dengan menggunakan vektor, Parabola
3.5 benkut makna fisisnya dan
Titik tertinggi dan
penerapannya dalam 14 2 1 1
terjauh gerak parabola
kehidupan sehari-han
Percobaan gerak
15 2 1 1
parabola
Penugasan
Mempresentasikan data hasil Tes 3.5 2 1 1
4.5 percobaan gerak parabola Remidial dan
dan makna fisisnya 1 1 1
Pengayaan
6 3 4 2
Gerak Melingkar
Kinematika gerak
Menganalisis besaran fisis 16 2 1 1
3.6 melingkar
pada gerak melingkar dengan 17 Hubungan roda-roda 2 1 1
laju konstan (tetap) dan
penerapannya dalam 18 Gaya sentripetal 2 2 2
Melakukan percobaan benkut Penugasan
presentasi hasilnya tentang
Tes 3.6 2 1 1
gerak melingkar, makna fisis
4.6 dan pemanfaatannya Remidial dan
1 1 1
Pengayaan
6 3 4 2
Ulangan Akhir Semester
TOTAL ALOKASI WAKTU 36 18 26 11

Mengetahui : Surabaya, Juli 2020


Kepala SMK …… Guru Fisika
Lampiran 5.
CONTOH SILABUS
CONTOH SILABUS
Nama Sekolah : SMK …………………………………..
Mata Pelajaran : Fisika Kelas
/ semester : X / GANJIL

Kompetensi Materi Kegiatan Alokasi


Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Penilaian Sumber belajar
Dasar Pembelajaran Pembelajaran waktu
3.2. Menerapkan Bagian 1 Bab 2  Mendiskusikan
prinsip- IPK Penunjang: Pengukuran prinsip-prinsip Penugasa 4 x 2JP  Buku Teks Fisika X
prinsip 3.2.1. Menentukan jenis besaran pengukuran
berdasarkan satuannya. 1. Besaran (ketepatan, n Tes ….
pengukuran
besaran fisis, dan Pengukuran ketelitian, dan  Youtube
ketepatan, IPK Kunci: angka penting), Tulis Tes ………………
3.2.2. Menentukan satuan besaran turunan dalam a. Besaran, cara menggunakan
ketelitian, satuan, dan
sistem internasional. alat ukur, cara Lisan
dan angka alat ukurnya
3.2.3. Membedakan ketepatan dan ketelitian suatu membaca skala,
penting, hasil pengukuran. b. Ketepatan cara menuliskan
serta notasi hasil pengukuran
dan ketelitian
ilmiah. IPK Pengayaan:  Mengolah data
3.2.4. Menyimpulkan pengaruh alat ukur dan hasil pengukuran
pencahayaan terhadap hasil pengukuran. dalam bentuk
penyajian data,
Bagian 2 membuat grafik,
IPK Penunjang: menginterpretasi
3.2.5. Menentukan angka penting hasil 2. Angka penting data dan grafik,
pengukuran. dan analisa dan menentukan
data ketelitian
IPK Kunci: a. Angka penting pengukuran, serta
3.2.6. Menentukan hasil operasi angka penting menyimpulkan
dari hasil suatu pengukuran. b. Analisa data
hasil interpretasi
data
IPK Pengayaan:  Membuat laporan
3.2.7. Menyimpulkan hubungan antar besaran tertulis dan
berdasarkan grafik yang diperoleh dari hasil mempresentasika
pengukuran. n hasil
pengukuran
Kompeten Materi Kegiatan Alokasi
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Penilaian Sumber belajar
si Pembelajara Pembelajara waktu
Dasar n n
Bagian 3 3. Menggunakan
IPK Kunci: alat ukur
3.2.8. Menentukan hasil bacaan pengukuran a. Jangka sorong
dengan jangka sorong. b. Mikrometer
3.2.9. Menentukan hasil bacaan pengukuran
c. Neraca
dengan mikrometer.
3.2.10. Menentukan hasil bacaan pengukuran
dengan neraca O’Hauss.
4.2. Menyajikan
hasil IPK Pengayaan:
pengukuran 3.2.11. Menyimpulkan perbedaan ketelitian hasil
besaran fisis pengukuran menggunakan jangka sorong
berikut dengan mikrometer.
ketelitiannya
dengan Bagian 3 Menggunakan alat Kinerja
menggunaka Keterampila ukur
n peralatan n:
dan teknik Kinerja: Melakukan percobaan pengukuran dengan
yang tepat alat ukur jangka sorong dan mikrometer.
serta
mengikuti Masa Pandemi
kaidah Kinerja : Melakukan pengukuran luas meja dengan
angka dua mistar/meteran yang memiliki
penting ketelitian berbeda.
untuk suatu
penyelidikan
ilmiah.
Lampiran 6.
Contoh
Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMK ……………………


Mata Pelajaran : Fisika
Kelas / Semester : X/1
Materi Pokok : Pengukuran dan Besaran Fisika
Alokasi Waktu : 3 jam pelajaran x 2

A. Tujuan Pembelajaran
Melalui proses pembelajaran materi Pengukuran dan Besaran Fisika dengan
menggunakan Model Discovery, peserta didik diharapkan jujur dan teliti dalam
menerapkan prinsip-prinsip pengukuran besaran fisis, ketepatan, ketelitian, dan angka
penting, serta notasi ilmiah sesuai dengan ide-ide baru berdasarkan berbagai sumber
belajar. Peserta didik juga diharapkan teliti dan okjektif, mampu bekerja sama, serta
terampil dalam melakukan pengukuran dengan alat ukur, menyajikan data hasil pengukuran,
menganalisa data hasil pengukuran, menyusun simpulan, dan mengomunikasikannya dalam
bentuk laporan tertulis.
B. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke-/Topik
Tahapan Materi
Pert 1. Besaran dan Pert 2. Angka Pert 3.
pengukuran (2JP) Penting dan Analisa Menggunakan
data (2JP) alat ukur (2JP)
Berdoa, menyiapkan pererta didik dan motivasi, apersepsi,
Pendahuluan
menyampaikan tujuan, dan menjelaskan garis besar kegiatan.
Model Discovery Model Discovery Model Discovery
1. Stimulus
2. Identifikasi masalah
Kegiatan Inti 3. Pengumpulan data
4. Pengolahan data
5. Verifikasi/ pembuktian
6. Menarik simpulan
Menyusun simpulan, refleksi/umpan balik, mendiskusikan tugas,
Penutup
menjelaskan rencana pertemuan berikutnya.
Media/ Lembar Aktivitas:
Lembar Aktivitas: …… Lembar Aktivitas:
Alat&bahan ……
Sumber belajar Youtube: …………… …… Youtube: ……………
Youtube: ……………
C. Penilaian Hasil Belajar
(1) Penilaian Sikap : Observasi dan hasilnya dicatat dalam Jurnal Sikap
(2) Penilaian Pengetahuan : Tes Tulis dan Penugasan
(3) Penilaian Keterampilan : Kinerja
Surabaya, ............. 2020
Yang Mengesahkan Penyusun
Kepala SMK ………….. Guru Fisika

………………………… ………………………
NIP. …………………… NIP. ……………….
CONTOH LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN PJJ DARING (DALAM JARINGAN)
Lampiran : RPP 3.2&4.2 Pengukuran dan Besaran Fisika
Langkah-langkah Pembelajaran Pert. Ke-1: Model Discovery
KEGIAT WK STRATEGI PJJ DARING WKT
AN T
Pendahuluan
Berdoa, menyiapkan pererta didik dan motivasi, apersepsi, menyampaikan 15’
tujuan, dan
menjelaskan garis besar kegiatan.
Kegiatan Inti
Mengamati Media: Zoom 30’
stimulus Klasikal
1. Peserta didik diarahkan untuk mengamati stimulus berupa gambar
orang yang sedang mengukur jalan raya secara klasikal. 10’
Mengidentifikasi masalah
2. Peserta didik diarahkan untuk merumuskan pertanyaan/menerima
pertanyaan
terkait hasil pengamatan stimulus dan tujuan pembelajaran tentang
besaran dan pengukuran secara klasikal.
Mengumpulkan data
3. Peserta didik melakukan kegiatan pengumpulan inforamasi/data terkait Mencari informasi dipandu Lembar Akt.
20’ (LA): 30’
materi besaran dan pengukuran secara mandiri/berkelompok
………………..
dibimbing guru.
Youtube: ……………………
Individu/mandiri
Mengolah data Berdiskusi dalam kelompok dipandu LA:
4. Peserta didik melakukan diskusi untuk mengolah informasi/data terkait 20’ …………………………… 30’
materi Media: Video/WA Call dalam
besaran dan pengukuran di dalam kelompoknya dengan bimbingan kelompoknya
guru.
Memverifikasi
5. Secara berkelompok, peserta didik melakukan verifikasi hasil pengolahan
Media: Video/WA Call dalam kelompok
data 15’
bersama guru
materi besaran dan pengukuran kepada guru.
Menyimpulkan Konfirmasi ke kelompok berupa tanya 30’
jawab (tes lisan) yang dapat mengecek
6. Guru mengarahkan semua peserta didik untuk menyusun simpulan.
pemahaman setiap siswa
Penutup
Menyusun simpulan, refleksi/umpan balik, mendiskusikan tugas, menjelaskan 10’
rencana
pertemuan berikutnya.

CONTOH LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN PJJ LURING (LUAR JARINGAN)


Lampiran 1: RPP 3.2&4.2 Pengukuran dan Besaran Fisika
Langkah-langkah Pembelajaran Pert. Ke-1: Model Discovery
KEGIAT WK STRATEGI PJJ LURING WKT
AN T
Pendahuluan
Media: Video Guru
Berdoa, menyiapkan pererta didik dan motivasi, apersepsi, menyampaikan 15’
Strategi :
tujuan, dan
menjelaskan garis besar kegiatan.  Menyaksikan video guru melalui Laptop
atau TV
Kegiatan Inti
Media: Lembar Aktivitas
Mengamati stimulus
Strategi 2: Muatan LA:
30’
1. Peserta didik diarahkan untuk mengamati stimulus berupa gambar orang
 Membaca Doa, motivasi, tujuan dan
yang sedang mengukur jalan raya secara klasikal.
10’ garis besar kegiatan hari ini.
Mengidentifikasi masalah
 Mengamati sajian gambar.
2. Peserta didik diarahkan untuk merumuskan pertanyaan/menerima pertanyaan
 Mencermati pertanyaan-pertanyaan
terkait hasil pengamatan stimulus dan tujuan pembelajaran tentang besaran
dan
pengukuran secara klasikal.
Mengumpulkan data Mencari informasi dipandu Lembar Akt. (LA):
3. Peserta didik melakukan kegiatan pengumpulan inforamasi/data terkait materi ………………………
besaran dan pengukuran secara mandiri/berkelompok dibimbing guru.
20’
. Video: Guru 30’
Individu/mandiri Mengajar
LA: Ringkasan materi
Mengolah data
4. Peserta didik melakukan diskusi untuk mengolah informasi/data terkait materi Mengolah data dengan dipandu LA: ......
20’ 30’
besaran dan pengukuran di dalam kelompoknya dengan bimbingan guru. Media: Panduan Video guru

Memverifikasi
Verifikasi dan simpulan:
5. Secara berkelompok, peserta didik melakukan verifikasi hasil pengolahan data
Disampaikan berupa laporan hasil kerja yang
materi
15’ dituangkan dalam LA.
besaran dan pengukuran kepada guru.
Cara penyampaiannya dapat melalui kurir atau
orang tua datang ke sekolah dengan waktu
30’
Menyimpulkan
6. Guru mengarahkan semua peserta didik untuk menyusun simpulan. yang ditentukan.
Penut
Kegiatan ditutup dengan DOA.
Menyusun simpulan, refleksi/umpan balik, mendiskusikan tugas, menjelaskan 10’
rencana
pertemuan berikutnya.
Lampiran
Ringkasan Materi

BESARAN DAN PENGUKURAN

A. Besaran dan satuan


1. Faktual : Lebar lantai = 15 ubun
Besaran = lebar lantai
Satuan = ubin sebagai pembanding
Konseptual : Besaran didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat diukur da dinyatakan
dalam angka.
Satuan adalah sesuatu yang dijadikan sebagai pembanding dalam
pengukuran.
2. Berdasarkan satuannya, besaran dibagi menjadi dua seperti berikut.
Konseptual : Besaran pokok dan besaran turunan
a. Besaran pokok
Besaran pokok, yaitu besaran satuannya telah
ditentukan. Besaran ini ada tujuh macam seperti pada
tabel berikut.

Tabel Daftar Tujuh Besaran Pokok

No Besaran Notas Satuan Alat ukur Cara mengukur


i (SI)
1 Panjang  meter
2 Massa m kilogram
3 Waktu t sekon
4 Kuat arus I ampere
5 Suhu T kelvin
6 Intensitas Cahaya I kandela
7 Jumlah zat n mol

b. Besaran tutunan
Besaran turunan, yaitu besaran yang satuannya diturunkan dari beberapa sauna pokok.

Contoh besaran ini dapat dituliskan pada tabel berikut.

Tabel Contoh Besaran Turunan

No Besaran Notas Satuan (SI)


i
1 Kecepatan v m/s
2 Percepatan a m/s2
3 Momentum p kg
4 Luas A m/s
5 Massa jenis  m2
kg/m3
B. Pengukuran
Konseptual : Pengukuran
1. Mengukur merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran dengan
satuan. Contoh kegiatan mengukur: mengukur panjang meja, satuannya
meter.
2. Ketepatan (akurasi) adalah kesesuaian data-data hasil pengukuran
berulang. Ketelitian (presisi) adalah tingkat kesamaan pengukuran
dengan nilai aslinya. Contoh:
Dua kelompok peserta didik melakukan pengukuran massa jenis air murni di laboratorium
fisika. Kedua kelompok tersebut melakukan pengukuran berulang dan diperoleh hasil
seperti pada tabel berikut.
Tabel Hasil pengukuran

Kelompo Massa jenis air murni dari 5 pengukuran


k
Anita 0,90 1,20 1,10 0,95 1,15

Faza 0,81 0,82 0,80 0,83 0,82

Dari data pada tabel dapat diketahui bahwa:


a. Hasil pengukuran kelompok Ani memiliki akurasi lebih tinggi daripada kelompok Faza
karena
hasilnya lebih dekat pada nilai sebenarnya (1,00 gram/cm3).
b. Hasil pengukuran kelompok Ani memiliki ketelitian lebih rendah daripada kelompok
Faza karena beda antar datanya lebih jauh.
3. Kesalahan pengukuran ada dua jenis, yaitu kesalahan sistematis dan kesalahan acak
(random).
a. Kesalahan sistematis merupakan kesalahan yang terkait dengan kesalatan
pengaturan alat, kalibrasi alat, dan pengaruh linkungan.
b. Kesalahan acak disebabkan oleh ketidak sempurnaan manusia dan alat.
Pada hasil pengukuran, kesalahan ini dinyatakan dalam tanda plus minus ().
Kesalahan ini dapat diperkecil pengaruhnya, contohnya dengan cara malakukan
pengukuran berulang.

o0o
Lampiran
Ringkasan Materi
ANGKA PENTING
A. Pengertian angka
penting

Faktual : hasil pengukuran panjang penghapus papan: 17,5 cm


Konseptual : Angka penting.
1. Semua angka hasil pengukuran merupakan angka penting.
2. Semua angka bukan nol merupakan angka penting.
3. Angka nol termasuk angka penting jika terletak di antara bukan nol/di
belakang koma.
4. Angka penting menunjukkan ketelitian suatu pengukuran.
B. Operasi angka penting
Faktual : bilangan dapat ditambah, dikurangi, dikalikan, dan dibagi
Konseptual : Konsep operasi angka penting
Operasi angka penting memenuhi sifat-sifat:
1. Operasi angka pasti dengan angka pasti akan menghasilkan angka pasti.
 Angka pasti ditambah/dikurangi angka pasti hasilnya adalah angka pasti.
 Angka pasti dikali/dibagi angka pasti hasilnya adalah angka pasti.
2. Operasi semua angka dengan angka taksiran akan menghasilkan angka taksiran.
 Semua angka ditambah/dikurangi angka taksiran hasilnya adalah angka
taksiran.
 Semua angka dikali/dibagi angka taksiran hasilnya adalah angka taksiran.
3. Perkalian dan pembagian angka penting dapat menggunakan aturan: “Hasil
perkalian atau pembagian angka penting akan memiliki jumlah angka
penting yang sama dengan bilangan yang angka pentingya lebih sedikit.
Misalnya bilangan A (memiliki 2 angka penting) dikalikan bilangan B
(memiliki 4 angka penting) maka hasilnya akan memiliki 2 (dua) angka
penting.
Prosedural : Prosedur operasi dua angka penting
a) Kedua angka penting tersebut dioperasikan secara matematika biasa
b) Angka hasil operasi yang merupakan angka taksiran diberikan tanda,
misalnya garis bawah.
c) Angka taksiran yang diperoleh dibulatkan hingga hanya mengandung 1
angka taksiran. Angka 5 atau lebih dibulatkan ke atas, angka kurang dari
5 dihilangkan.
d) Hasil akhir yang diperoleh merupakan angka hasil operasi angka penting.

o0o
Lampiran
Ringkasan Materi dan Penugasan

MENGGUNAKAN ALAT UKUR


A. Alat ukur
1. Alat ukur panjang
Contoh alat ukur panjang adalah mistar, jangka sorong dan mikrometer. Mistar (penggaris)
ada yang memiliki skala terkecil 1 mm berarti ketelitiannya 1 mm.
Jangka sorong

Jangka sorong dirancang memiliki rahang


tetap yang memuat skala utama dan
rahang geser yang memuat skala nonius.
Jangka sorong ada yang memiliki ketelitian
0,1 mm dan 0,05 mm sesuai dengan skala
noniusnya. Perhatikan gambar di bawah.
Hasil pengukurannya memenuhi rumus
berikut.
1
x = x + x.
o N
dengan: x = hasil pengukuran
xo = penunjukkan skala utama sebelum nol nonius
x = skala nonius yang segaris dengan skala
utama N = banyaknya skala nonius
Kelebihan jangka sorong adalah dapat mengukur (1) diameter luar pipa atau bola, (2)
diameter dalam pipa, dan (3) kedalaman.
Mikrometer

Makrometer dirancang
memiliki rahang tetap yang memuat
skala utama dan rahang putar yang
memuat skala nonius. Mikrometer
memiliki ketelitian 0,01 mm.
Perhatikan gambar.
Hasil pengukurannya memenuhi
rumus berikut.
x = xo + x. 0,01
dengan: x = hasil pengukuran
xo = skala utama sebelum rahang geser

x = skala nonius yang segaris sumbu skala utama


2. Alat pengukur massa

Alat pengukur massa dinamakan


neraca. Contoh: Neraca pegas (ketelitian 1
gr), neraca O’Hauss (ketelitian 0,01 gr),
neraca Analitis (ketelitian 1 mgr) dan
timbangan (ketelitian 1 ons). Gambar di
samping adalah neraca O’Hauss.
B. Mengukur massa jenis
Massa jenis benda memenuhi rumus:

m
V

Penugasan
Penilaian: Memahami, menerapkan, dan menganalisis

Tugas 1:
1. Sebutkan tujuh besaran pokok kemudian tentukan satuan (SI) dan alat pengukurnya!
2. Tentukan notasi, rumusan, dan satuan (SI) dari besaran percepatan, gaya, energi, daya,
momentum, dan usaha!
3. Tentukan hasil operasi angka penting
berikut . a. 345,70 + 24,5 c. 3,45 × 2,5
b. 27,6  1,57 d. 52,60 : 3,52
4. Seorang tukang memotong kaca dengan ukuran panjang 136,4 cm dan lebar 10,7 cm.
Gunakan aturan angka penting dan hitunglah keliling dan luas kaca tersebut!
5. Sebuah batu tak beraturan ditimbang massanya sebesar 135,2 gram dan volumenya diukur
dengan gelas ukur diperoleh 11,6 mL. Berapakah massa jenis batu tersebut?
6. Pada gambar di bawah ditunjukkan posisi skala nonius jangka sorong (a dan b) dan
mikrometer (c dan d) saat digunakan untuk mengukur tebal sebuah benda. Tentukan hasil
pengukuran dan jumlah angka pentingnya!
a. c.
2

2
0

b. d.

1
Lampiran: Tes Tulis
Tes Formatif
A. Kisi-kisi soal Tes Formatif
Indikator Pencapai Btk Leve No
KLP Indikator soal Kunc
Kompetansi soa l Soa
i
l Soa l
l
3.2.1. Menentukan Diberikan beberapa besaran,
jenis besaran peserta didik dapat
P 2 D 1
berdasarkan menentukan besaran yang
G
satuannya. termasuk besaran turunan.
3.2.2. Menentukan Diberikan beberapa satuan,
satuan besaran peserta didik dapat
turunan dalam menentukan satuan yang P 2 C 2
sistem termasuk dalam sistem G
internasional. internasional.
Diberikan data besaran,
P1 Besaran dan Pengukuran

satuan, dan alat ukurnya,


peserta didik dapat P 2 B 3
menentukan pasangan G
besaran, satuan, dan alat ukur
yang benar
3.2.3. Membedakan Diberikan data hasil
ketepatan dan pengukuran, peserta didik
ketelitian suatu dapat membedakan data 3
P C 4
hasil yang memiliki ketepatan lebih (HOT
G
pengukuran. tinggi dan data yang memiliki S)
ketelitian lebih tinggi
3.2.4. Menyimpulkan Diberikan data hasil
pengaruh alat pengukuran dengan
ukur dan menggunakan jangka sorong
pencahayaan dan mikrometer pada dua 3
P D 5
terhadap hasil situasi pencahayaan, peserta (HOT
G
pengukuran. didik dapat menyimpulkan S)
pengaruh alat ukur dan
pencahayaan terhadap
hasil pengukuran.
3.2.5. Menentukan Disajikan data hasil
angka penting pengukuran menggunakan
hasil jangka sorong, peserta didik
P 2 E 6
pengukuran. dapat menentukan jumlah
G
angka penting hasil
P2 Angka penting dan analisa data

pengukurannya
dengan benar.
Disajikan gambar
pengukuran mengunakan
mikrometer, perserta didik
P 2 B 7
dapat menentukan jumlah
G
angka penting hasil
pengukurannya
dengan benar.
3.2.6. Menentukan Diberikan data hasil
hasil operasi pengukuran panjang dan
angka penting lebar suatu bidang persegi
P 2 D 8
dari hasil suatu panjang, peserta didik dapat
G
pengukuran. menentukan keliling bidang
tersebut sesuai aturan
angka penting dengan benar.
Indikator Pencapai Btk Leve No
KLP Indikator soal Kunc
Kompetansi soa l Soa
i
l Soa l
l
Diberikan data hasil
pengukuran panjang dan lebar
suatu bidang persegi panjang,
P 2 E 9
peserta didik dapat
G
menentukan luas bidang
tersebut sesuai aturan angka
penting dengan benar.
Diberikan data hasil
pengukuran massa dan
volume suatu zat cair,
P 2 D 10
peserta didik dapat
G
menentukan massa jenis
cairan tersebut sesuai aturan
angka
penting dengan benar.
3.2.7. Menyimpulkan
hubungan antar Diberikan grafik yang
besaran diperoleh dari hasil
berdasarkan pengukuran, peserta didik 3
P D 11
grafik yang dapat menyimpulkan (HOT
G
diperoleh dari hubungan antar besaran S)
hasil berdasarkan grafik tersebut
pengukuran. sesuai kriteria penilaiannya.
3.2.8. Menentukan Disajikan gambar hasil
hasil bacaan pengukuran dengan jangka
pengukuran sorong, peserta didik dapat P 2 C 12
dengan jangka menentukan hasil G
sorong. pengukuran
tersebut dengan benar.
3.2.9. Menentukan Disajikan gambar hasil
hasil pengukuran dengan
bacaan mikrometer, peserta didik P 2 D 13
pengukura dapat menentukan hasil G
n dengan pengukuran
mikrometer. tersebut dengan benar.
3.2.10. Menentukan Disajikan gambar hasil
hasil pengukuran dengan neraca
P3 Menggunakan alat ukur

bacaa O'Hauss, peserta didik dapat P 2 D 14


n menentukan hasil G
pengukuran pengukuran
dengan tersebut dengan benar.
neraca
O’Hauss.
3.2.11. Menyimpulka
n Disajikan gambar dan data
perbedaa hasil pengukuran dengan
n ketelitian jangka sorong dan 3
P C 15
hasil mikrometer, peserta didik (HOT
G
pengukuran dapat menyimpulkan S)
menggunaka perbedaan pengukuran
n jangka dengan jangka sorong dan
sorong mikrometer.
dengan
mikrometer.
B. Soal Tes
Formatif TES FORMATIF
BAB 2. Pengukuran dan
Besaran

1. Di antara kelompok besaran di bawah ini yang hanya terdiri dari besaran turunan saja dalah ….
A. kuat arus, massa, gaya
B. suhu, massa, volume
C. momentum, percepatan, waktu
D. usaha, momentum, percepatan
E. kecepatan, pepindahan, jumlah zat
2. Yang merupakan satuan gaya dan massa jenis menurut Sistem Internasional (SI) adalah ....
A. N dan kg/cm3
B. N dan kg/liter
C. kg m/s2 dan kg/m3
D. kg m2/s dan kg/m3
E. kg m/s2 dan kg/m2
3. Perhatikan tabel berikut ini!
Besaran Satuan Alat ukur
(SI)
1. Massa kg jangka sorong
2.Jarak cm mikrometer
3.Laju m/s speedometer
Dari tabel di atas yang mempunyai satuan dan alat ukur yang benar adalah besaran nomor ….
A. 1 saja D. 1 dan 2 saja
B. 3 saja E. 2 dan 3 saja
C. 1, 2, dan 3
4. Dua kelompok siswa diberikan tugas untuk mengukur percepatan gravitasi di ruang
laboratorium Fisika di sekolahnya. Hasil pengukuran percepatan gravitasi dari kedua kelompok
tersebut disajikan seperti pada tabel berikut.
Percepatan gravitasi (m/s2)
Klp
dari 5 pengukuran
k
A 9,1 9,5 9,9 10,2 10,5

B 8,2 8,3 8,1 8,5 8,2


Dari data pada tabel di atas, perbedaan yang tepat dari hasil kedua kelompok tersebut adalah ....
A. kelompok A lebih teliti dan akurat dibanding B.
B. kelompok A lebih teliti dari B tetapi kurang akurat dibanding B.
C. kelompok B lebih teliti dari A tetapi kurang akurat dibanding A.
D. kelompok B lebih teliti dan akurat dibanding A.
E. kelompok B tidak teliti dan kelompok A tidak akurat
5. Putra dan Putri diberikan tugas guru Fisikanya untuk melakukan pengukuran diameter kelereng
dengan menggunakan dua jenis alat ukur panjang dan pada tempat yang berbeda. Hasil
kegiatannya dicatat pada tabel berikut.

Diamete
Tempat
Alat ukur r
pengukura
kelereng
n
(mm)

Di dalam Jangk
16,2
kelas dengan a
lampu soron
kurang g
terang Mikrometer 16,25
Jangk
Di luar kelas yang 16,3
a
terang soron
g
Mikrometer 16,28

Dari data hasil pengukuran tersebut dapat disimpulkan ....


A. Pengukuran dengan berbagai alat ukur akan diperoleh hasil yang hampir sama.
B. Tempat pengukuran tidak mempengaruhi ketepatan dalam pengukuran.
C. Ketepatan pengukuran dapat dipengaruhi oleh tempat dan alat ukurnya.
D. Ketepatan pengukuran dapat dipengaruhi oleh pencahayaan dan alat ukurnya.
E. Ketepatan pengukuran tidak dipengaruhi oleh pencahayaan tetapi dipengaruhi oleh alat
ukurnya.
6. Hasil pengukuran panjang batang dengan jangka sorong berikut yang memilki satuan dan
angka penting dengan tepat adalah ….
Jumlah angka
Panjang
penting
A 54,50 cm 3
B 21,05 cm 3
C 53,60 3
mm
D 23,64 4
mm
E 12,20 4
mm
7. Tebal selembar kertas HVS dapat diukur dengan mikrometer. Penjelasan skalanya terlihat
seperti di bawah. Jumlah angka penting hasil pengukurannya adalah ….
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

8. Plat seng mempunyai panjang 45,73 cm dan lebar 1,5 cm. Keliling plat seng tersebut adalah ....
A. 94 cm D. 94,5 cm
B. 94,4 cm E. 95 cm
C. 94.46 cm
9. Hasil pengukuran panjang dan lebar suatu lantai adalah 12,61 m dan 5,2 m. Menurut aturan
angka penting luas lantai tersebut adalah ....
A. 65 m2 D. 65,6 m2
B. 65,5 m2 E. 66 m2
C. 65,572 m2
10. Sebuah zat cair ditimbang massanya sebesar 457 gr. Sedangk
an volumenya besar 25 Massa
jenis zat cair tersebut adalah ....
A. 18,28 gr/ml D. 18 gr/ml
B. 18,3 gr/ml E. 19 gr/ml
C. 18,0 gr/ml
11. Siswa kelas X-MIPA 1 diberikan tugas untuk melakukan percobaan tentang pengaruh massa
benda terhadap percepatan benda tersebut. Salah satu kelompok siswa siswa melakukan
analisis data hasil pengukurannya dengan menggambar grafik. Grafik hasil analisisnya
disajikan seperti pada gambar berikut.

Berdasarkan grafik di atas, simpulan yang paling benar adalah ….


A. percepatan maksimum terjadi pada massa terkecil
B. massa berbanding lurus dengan percepatan
C. percepatan berbanding lurus massa
D. percepatan berbanding terbalik massa
E. belum bisa disimpulkan
12. Seorang siswa melakukan pengukuran diameter dalam sebuah pipa berongga dengan
menggunakan jangka sorong. Skala yang ditunjukkan dari hasil pengukuran tampak pada
gambar.
Besarnya hasil pengukuran adalah ....
A. 2,04 cm
B. 2,20 cm
C. 2,24 cm
D. 2,40 cm
E. 2,60 cm
13. Gambar berikut menunjukkan pembacaan skala mikrometer sekrup yang digunakan untuk
mengukur diameter luar tabung kayu. Diameter luar tabung kayu tersebut adalah ….
A. 4,01 mm
B. 4,11 mm
C. 4,51 mm
D. 4,61 mm
E. 5,11 mm
14. Gambar berikut adalah pengukuran massa benda dengan menggunakan neraca O”Hauss tiga
lengan.

Hasil pengukuran massa benda yang benar adalah ....


A. 350 gram D. 173,0 gram
B. 321,5 gram E. 170,3 gram
C. 173gram
15. Pak Ari memberikah tugas pada lima siswa kelas X. Tiga siswa kelas X diberi jangka sorong
dengan skala nonius seperti gambar (a) dan dua siswa lain diberi mikrometer dengan skala
nonius seperti gambar (b).

(a) (b)
Kemudian kelima siswa tersebut ditugaskan untuk mengukur tebal buku. Hasil pengukurannya
dituliskan pada tabel berikut.

Nama Tebal
No Alat ukur
Siswa buku
(mm)
1 Budiman Jangka 5,48
sorong
2 Dhania Mikrometer 5,48
3 Amir Mikrometer 5,50
4 Putra Jangka 5,40
sorong
5 Faza Jangka 5,45
sorang

Dari hasil pengukuran di atas, Pak Ari dapat menyimpulkan ....


A. Budiman atau Dhania saling membantu dalam membaca skala.
B. Dhania salah membaca skala dan menentukan hasil pengukuran.
C. Budiman salah membaca skala dan menentukan hasil pengukuran.
D. Hasil pengukuran Putra dan Amir kurang tepat dalam penulisannya.
E. Hasil pengukuran Faza kurang tepat dalam perhitungannya.
Lampiran 7.
CONTOH JADWAL PELAJARAN
CONTOH POLA JADWAL PELAJARAN
(MASA PANDEMI COVID 19)

HARI WAKTU JAM X


KE MINGGU KE-1 MINGGKU KE-2
XTAV1 … XTITL1 XTKJ1 … XTPM1
06.30-07.15 1 C3.1 MAT C3.1 MAT
07.15-08.00 2 C3.1 MAT C3.1 MAT
SENIN

08.15-09.00 3 C3.1 MAT C3.1 MAT


09.00-09.45 4 MAT C3.1 MAT C3.1
10.00-10.45 5 MAT C3.1 MAT C3.1
10.45-11.30 6 MAT C3.1 MAT C3.1
06.30-07.15 1 FIS SD FIS SD
07.15-08.00 2 FIS SD FIS SD
SELASA

08.15-09.00 3 PAI MUL PAI MUL


09.00-09.45 4 PAI MUL PAI MUL
10.00-10.45 5 C2.1 C2.1 C2.1 C2.1
10.45-11.30 6 C2.1 C2.1 C2.1 C2.1
06.30-07.15 1 MUL PAI MUL PAI
07.15-08.00 2 MUL PAI MUL PAI
RABU

08.15-09.00 3 SD FIS SD FIS


09.00-09.45 4 SD FIS SD FIS
10.00-10.45 5 FIS PJOK FIS PJOK
10.45-11.30 6 FIS PJOK FIS PJOK
06.30-07.15 1 PJOK FIS PJOK FIS
07.15-08.00 2 PJOK FIS PJOK FIS
KAMIS

08.15-09.00 3 PKN SB PKN SB


09.00-09.45 4 PKN SB PKN SB
10.00-10.45 5 SEJ KIM SEJ KIM
10.45-11.30 6 SEJ KIM SEJ KIM
06.30-07.15 1 SB SEJ SB SEJ
JUM'AT

07.15-08.00 2 SB SEJ SB SEJ


08.15-09.00 3 KIM PKN KIM PKN
09.00-09.45 4 KIM PKN KIM PKN

KETERANGAN :

PAI : P. Agama dan Budi Pekerti PJOK : P. Jasmani Olahraga dan


Kesehatan
PKN : P. Pancasila dan Kwarganegaraan MAT : Matematika
BIN : Bahasa Indonesia BING : Bahasa Inggris dan Bahasa asing
lainnya
SEJ : Sejaraha FIS : Fisika
SB : Seni Budaya MUL : Muatan Lokal
SD : Simulasi Digital
KIM : Kimia C3.1 : …………..
C2.1 : ………… C3.2 : ……………
C2. 2 : …………
BIDANG PEMBINAAN PENDIDIKAN SMK
DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA
TIMUR

2020