Anda di halaman 1dari 8

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

SEKRETARIAT JENDERAL
KEPUTUSAN KEPALA PUSAT PEMBINAAN PROFESI KEUANGAN
NOMOR: KEP- 11 /PPPK/2020
TENTANG
PEDOMAN PEMERIKSAAN TERHADAP AKUNTAN PUBLIK, KAP, CABANG KAP,
AKUNTAN BERPRAKTIK, KJA DAN CABANG KJA
DALAM MASA PANDEMI COVID-19

Menimbang : a) Bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 51


Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2011 tentang Akuntan
Publik dan Pasal 39 Peraturan Menteri Keuangan Nomor
154/PMK.01/2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan
Akuntan Publik, Pasal 23 Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 216/PMK.01/2017 tentang Akuntan Beregister,
dan Pasal 12 Peraturan Menteri Keuangan Nomor
55/PMK.01/2017 tentang Prinsip Mengenali Pengguna
Jasa Bagi Akuntan dan Akuntan Publik, Pusat
Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) melakukan
pemeriksaan terhadap Akuntan Publik (AP), KAP, cabang
KAP, Akuntan Berpraktik (AB), KJA dan cabang KJA;
b) bahwa Kepala PPPK telah menetapkan Keputusan Nomor
KEP-17/PPPK/2019 tentang Pedoman Pemeriksaan bagi
Akuntan Publik, Kantor Akuntan Publik dan/atau
cabang Kantor Akuntan Publik;
c) Bahwa penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-
19) telah dinyatakan sebagai pandemi oleh Pemerintah
Indonesia dan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health
Organization);
d) Bahwa untuk efektifitas pelaksanaan pemeriksaan dan
mencegah penyebaran COVID-19, perlu penyesuaian
metode dalam pelaksanaan pemeriksaan terhadap AP,
KAP, cabang KAP, AB, KJA dan cabang KJA;
e) bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c dan huruf d,
perlu menetapkan Keputusan Kepala PPPK tentang
Pedoman Pemeriksaan terhadap AP, KAP, cabang KAP,
AB, KJA dan cabang KJA dalam Masa Pandemi COVID-
19.
-2-

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun


2011 tentang Akuntan Publik;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2015 tentang
Praktik Akuntan Publik;
3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 154/PMK.01/2017
tentang Pembinaan dan Pengawasan Akuntan Publik;
4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 216/PMK.01/2017
tentang Akuntan Beregister;
5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 55/PMK.01/2017
tentang Prinsip Mengenali Pengguna Jasa Bagi Akuntan
dan Akuntan Publik sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 155/PMK.01/2017;
6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 217/PMK.01/2018
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian
Keuangan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Menteri Keuangan Nomor 229/PMK.01/2019; dan
7. Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor SE-
15/MK.1/2020 tentang Pelaksanaan Work From Home
(WFH) dan Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar
Negeri/Kota serta Cuti Dalam Rangka Pencegahan
Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) bagi Pegawai di
Lingkungan Kementerian Keuangan.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSAT PEMBINAAN PROFESI


KEUANGAN TENTANG PEDOMAN PEMERIKSAAN
TERHADAP AKUNTAN PUBLIK, KAP, CABANG KAP,
AKUNTAN BERPRAKTIK, KJA DAN CABANG KJA DALAM
MASA PANDEMI COVID-19.
PERTAMA : Menetapkan Pedoman Pemeriksaan terhadap Akuntan
Publik, KAP, cabang KAP, Akuntan Berpraktik, KJA dan
cabang KJA dalam Masa Pandemi COVID-19.

KEDUA : Uraian pedoman sebagaimana dimaksud pada diktum


PERTAMA ditetapkan dalam Lampiran yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan Kepala Pusat
ini.
-3-

KETIGA : Keputusan Kepala Pusat ini mulai berlaku pada tanggal


ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 20 April 2020

KEPALA PUSAT PEMBINAAN


PROFESI KEUANGAN

Ditandatangani secara elektronik


FIRMANSYAH N. NAZAROEDIN
-4-

LAMPIRAN
KEPUTUSAN KEPALA PUSAT
NOMOR: KEP- 11 /PPPK/2020 TENTANG
PEDOMAN PEMERIKSAAN TERHADAP
AKUNTAN PUBLIK, KAP, CABANG KAP,
AKUNTAN BERPRAKTIK, KJA DAN
CABANG KJA DALAM MASA PANDEMI
COVID-19

PEDOMAN PEMERIKSAAN TERHADAP AKUNTAN PUBLIK, KAP, CABANG KAP,


AKUNTAN BERPRAKTIK, KJA DAN CABANG KJA
DALAM MASA PANDEMI COVID-19

A. Latar Belakang

Bahwa pelaksanaan pemeriksaan merupakan prosedur yang harus


dilaksanakan dalam menerbitkan Laporan Hasil Pemeriksaan sebagaimana
diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 154/PMK.01/2017
tentang Pembinaan dan Pengawasan Akuntan Publik, Peraturan Menteri
Keuangan Nomor 216/PMK.01/2017 tentang Akuntan Beregister dan
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 55/PMK.01/2017 tentang Prinsip
Mengenali Pengguna Jasa Bagi Akuntan dan Akuntan Publik.
Pemeriksaan sebagaimana dimaksud meliputi pemeriksaan berkala,
pemeriksaan sewaktu-waktu, evaluasi pelaksanaan sistem pengendalian
mutu, dan pemantauan terhadap tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap
Akuntan Publik (AP), Kantor Akuntan Publik (KAP), cabang KAP, Akuntan
Berpraktik (AB), Kantor Jasa Akuntan (KJA) dan cabang KJA.
Dengan adanya penetapan status pandemi COVID-19 yang kemudian
ditindaklanjuti dengan imbauan kepada seluruh sektor, baik pemerintahan
maupun swasta untuk menerapkan metode Bekerja dari Rumah atau Work
From Home (WFH), sangat dimungkinkan adanya keterbatasan pelaksanaan
pemeriksaan dan keterbatasan hubungan dengan pemangku kepentingan
dalam proses pemeriksaan.
Berkenaan dengan hal tersebut, dalam rangka efektivitas pemeriksaan dan
untuk mencegah penyebaran COVID-19 diperlukan penyesuaian metode
dalam pelaksanaan pemeriksaan terhadap AP, KAP, cabang KAP, AB, KJA
dan cabang KJA, sehingga diambil kebijakan dengan menetapkan
Keputusan Kepala Pusat tentang Pedoman Pemeriksaan terhadap Akuntan
Publik, KAP, cabang KAP, Akuntan Berpraktik, KJA dan cabang KJA dalam
Masa Pandemi COVID-19.

B. Maksud dan Tujuan

1. Fungsi pemeriksaan terhadap terhadap AP, KAP, cabang KAP, AB, KJA
dan cabang KJA dapat berjalan efektif meskipun terdapat keterbatasan
dalam masa pandemi COVID-19.
-5-

2. Meningkatkan pencegahan penyebaran COVID-19 dan perlindungan


terhadap AP dan AB serta Tim Pemeriksa PPPK dari risiko penularan
COVID-19.
3. Memberikan panduan bagi Tim Pemeriksa PPPK dalam pelaksanaan
pemeriksaan terhadap AP, KAP, cabang KAP, AB, KJA dan cabang KJA
dalam masa pandemi COVID-19.

C. Dasar Hukum

1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik (UU);


2. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2015 tentang Praktik Akuntan
Publik (PP 20/2015);
3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 154/PMK.01/2017 tentang
Pembinaan dan Pengawasan Akuntan Publik (PMK 154/2017);
4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 216/PMK.01/2017 tentang
Akuntan Beregister (PMK 216/2017);
5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 55/PMK.01/2017 tentang Prinsip
Mengenali Pengguna Jasa Bagi Akuntan dan Akuntan Publik (PMK
55/2017);
6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 155/PMK.01/2017 tentang
Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 55/PMK.01/2017
tentang Prinsip Mengenali Pengguna Jasa Bagi Akuntan dan Akuntan
Publik (PMK 155/2017));
7. Keputusan Kepala Pusat Nomor KEP-17/PPPK/2019 tentang Pedoman
Pemeriksaan Bagi Akuntan Publik, Kantor Akuntan Publik dan/atau
cabang Kantor Akuntan Publik;
8. Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) – Standar Pengendalian
Mutu 1 dan Standar Audit (SA);
9. Standar Profesi Jasa Akuntan (SPJA); dan
10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan jasa
yang diberikan.

D. Ruang Lingkup

Keputusan Kepala Pusat ini memuat pedoman pelaksanaan pemeriksaan


terhadap AP, KAP, cabang KAP, AB, KJA dan cabang KJA bagi Tim
Pemeriksa PPPK selama berlangsungnya masa pandemi COVID-19 yang
ditetapkan oleh Pemerintah.

E. Metode Pemeriksaan

1. Prosedur pelaksanaan pemeriksaan terhadap AP, KAP, cabang KAP, AB,


KJA dan cabang KJA secara umum tetap mengacu pada PMK No
154/PMK.01/PMK.01/2017, PMK No 216/PMK.01/2017, PMK No
55/2017 sebagaimana telah diubah dengan PMK 155/PMK.01/2017
serta Keputusan Kepala Pusat Nomor KEP-17/PPPK/2019 tentang
Pedoman Pemeriksaan bagi Akuntan Publik, Kantor Akuntan Publik
-6-

dan/atau cabang Kantor Akuntan Publik atau Pedoman/Standar


Operasional Prosedur (SOP) lainnya yang berlaku.
2. Dalam kondisi pandemi COVID-19, metode pemeriksaan terhadap AP,
KAP, cabang KAP, AB, KJA dan cabang KJA dilakukan dengan prosedur
sebagai berikut:

a. Persiapan Pemeriksaan
1) Surat Pemberitahuan Pemeriksaan dan Surat Tugas Pemeriksaan
ditandatangani oleh Kepala Pusat dengan menggunakan tanda
tangan elektronik (Digital Signature/DS). Sementara belum
tersedianya template naskah dinas/surat Kepala Pusat atas nama
Menteri dalam aplikasi tata naskah dinas Kemenkeu (Nadine),
Surat Pemberitahuan Pemeriksaan dan Surat Tugas Pemeriksaan
ditandatangani oleh Kepala Pusat bukan atas nama Menteri.
2) Tim Pemeriksa menyampaikan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan
dan Surat Tugas Pemeriksaan kepada KAP/KJA dalam bentuk
softcopy melalui e-mail.

b. Pelaksanaan Pemeriksaan
1) Pertemuan Pembuka (Opening Meeting), Permintaan Keterangan,
pembahasan Simpulan Sementara Hasil Pemeriksaan (SSHP) dan
Pelaksanaan Pendampingan Penggunaan Aplikasi E-Monitoring
serta Pertemuan Penutup (Closing Meeting) dilaksanakan dengan
metode Work From Home (WFH), secara online melalui video
conference sepanjang kondisi memungkinkan, kecuali Permintaan
Keterangan sifatnya opsional.
2) Surat Permintaan Dokumen dan Lampirannya, Surat Undangan
Permintaan Keterangan, Surat Undangan pembahasan Simpulan
Sementara Hasil Pemeriksaan (SSHP) dan Lampirannya (SSHP)
serta Surat Undangan Pelaksanaan Pendampingan Penggunaan
Aplikasi E-Monitoring ditandatangani oleh Koordinator (Kepala
Bidang Pemeriksaan Profesi Akuntansi)/Ketua Tim (Kepala
Subbidang Pemeriksaan Profesi Akuntansi) dengan menggunakan
tanda tangan elektronik (Digital Signature/DS), disampaikan
kepada KAP/KJA melalui e-mail.
3) AP, KAP, cabang KAP, AB, KJA atau cabang KJA menyampaikan
data-data/dokumen-dokumen yang diminta oleh Tim Pemeriksa
melalui e-mail atau media elektronik lainnya.
4) Dokumen Pakta Integritas, SSHP, Berita Acara Pemeriksaan, dan
Berita Acara Pelaksanaan Pendampingan Penggunaan Aplikasi E-
-7-

Monitoring disampaikan kepada KAP/KJA dalam bentuk pdf,


kecuali dokumen Representasi Tertulis KAP/KJA disampaikan Tim
Pemeriksa kepada KAP/KJA dalam bentuk word. Kolom tanda
tangan Tim Pemeriksa pada dokumen-dokumen tersebut cukup
diberikan tanda “ttd”. AP/AB mencetak dokumen,
menandatangani, memberikan nomor dan tanggal surat serta
membubuhkan cap/stempel KAP/KJA (untuk dokumen
Representasi Tertulis KAP/KJA), melakukan scanning dokumen
dan menyampaikannya kepada Tim Pemeriksa melalui e-mail.
5) Dokumen Risalah Permintaan Keterangan (RPK) dan Risalah
Pembahasan Hasil Pemeriksaan (RPHP) disampaikan kepada
KAP/KJA dalam bentuk word melalui e-mail. Tim Pemeriksa dan
AP/AB melakukan pembahasan, AP/AB memberikan tanggapan,
mencetak dokumen RPK dan RPHP, menandatangani, memaraf
tiap halaman, melakukan scanning dokumen dan
menyampaikannya kepada Tim Pemeriksa melalui e-mail.
6) Tim Pemeriksa membuat surat pengantar yang ditandatangani
secara elektronik oleh Koordinator/Ketua Tim dengan lampiran
dokumen-dokumen administratif pemeriksaan tersebut setelah
pemeriksaan selesai dilaksanakan dan menyampaikannya kepada
KAP/KJA melalui e-mail.

c. Pelaporan Hasil Pemeriksaan


1) Tim Pemeriksa menyusun Laporan Hasil Pemeriksaan. Tanda
tangan Tim Pemeriksa pada dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan
cukup diberikan tanda “ttd”.
2) Surat Hasil Pemeriksaan ditandatangani oleh Kepala Pusat dengan
lampiran dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan (dalam bentuk pdf).
Sementara belum tersedianya template naskah dinas/surat Kepala
Pusat atas nama Menteri dalam aplikasi tata naskah dinas
Kemenkeu (Nadine), Surat Hasil Pemeriksaan ditandatangani oleh
Kepala Pusat dengan tanda tangan elektronik (Digital Signature).

d. Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan


Tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap AP, KAP, cabang KAP, AB,
KJA dan cabang KJA dapat berupa kewajiban untuk menyampaikan
rencana perbaikan (action plan) dan/atau sanksi. Kepala Bidang
Pemeriksaan Profesi Akuntansi menyampaikan Nota Dinas kepada
Kepala Pusat, apabila terdapat usulan sanksi, maka ditembuskan
kepada Kepala Bidang Perizinan dan Kepatuhan Profesi Akuntansi.
-8-

3. Alamat e-mail yang digunakan oleh Tim Pemeriksa untuk menyampaikan


data/dokumen/informasi kepada AP, KAP, cabang KAP, AB, KJA dan
cabang KJA adalah e-mail kedinasan, yaitu e-mail Kemenkeu
(@kemenkeu.go.id).
4. Kondisi yang memungkinkan dilakukannya video conference adalah
kondisi dimana AP/AB dalam kondisi sehat (tidak sedang sakit) atau
kondisi dimana tidak terdapat kendala jaringan internet, baik di lokasi
Tim Pemeriksa maupun di lokasi KAP/KJA.
5. Dengan adanya keterbatasan pemeriksaan selama pandemi COVID-19
berlangsung, baik keterbatasan akses ke lapangan maupun akses
terhadap pemangku kepentingan, maka Tim Pemeriksa diperbolehkan
menandatangani dokumen-dokumen administratif pemeriksaan tanpa
tanda tangan basah.

F. Penutup

1. Seluruh Tim Pemeriksa agar melaksanakan Keputusan Kepala Pusat ini


secara cermat, bertanggung jawab dan memperhatikan prinsip
kepatutan, kepantasan dan itikad baik dengan berlandaskan pada
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Keputusan Kepala Pusat ini berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai
dengan berakhirnya status pandemi COVID-19 di Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 20 April 2020

KEPALA PUSAT PEMBINAAN


PROFESI KEUANGAN

Ditandatangani secara elektronik


FIRMANSYAH N. NAZAROEDIN