Anda di halaman 1dari 5

UNIVERSITAS PERTAHANAN

TUGAS FILSAFAT ILMU PERTAHANAN (FIP)

PERTAHANAN SEMESTA

Dosen:

Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Heridadi, M.Sc 

Disusun Oleh:

Lexi Jalu Aji (NIM. 120200301014)

Tugas ini ditulis untuk Memenuhi Sebagian Tugas


pada Mata Kuliah FIP

FAKULTAS KEAMANAN NASIONAL


PROGRAM STUDI MANAJEMEN BENCANA
JAKARTA
2020
Pertanyaan:
Manajemen Pertahanan di Indonesia merupakan pertahanan semesta dengan
melibatkan seluruh Warga Negara, melalui pertahanan militer dan nirmiliter dalam
menghadapi ancaman. Pertanyaan:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pertahanan semesta dan bagaimana
"cara"nya
2. Pertahanan semesta melibatkan seluruh warga negara Indonesia. Siapa "Aktor-
aktor" utamanya dan apa peran masing-masing? jelaskan

Jawaban:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pertahanan semesta dan bagaimana
"cara"nya!
Mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2002
tentang Pertahanan Negara, Sistem pertahanan negara adalah sistem pertahanan
yang bersifat semesta yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber
daya nasional lainnya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan
diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, dan berlanjut untuk menegakkan
kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala
ancaman.
Berdasarkan penjelasan pada Undang-undang RI diatas, dapat dikatakan
bahwa Pertahanan Semesta adalah pertahanan yang melibatkan peran serta
seluruh Warga Negara Indonesia dengan melibatkan seluruh kapasitas Sumber
Daya Nasional yang sudah tersusun, terencana dan terprogram oleh Pemerintah
dan pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan arah dan tujuan secara bersama dan
berkesinambungan demi Kepentingan Pertahanan dan Keamanan Nasional.
Berdasarkan Pasal Undang – undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang
Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN), tedapat
4 bentuk pilihan upaya bela negara yang diberikan kepada masyarakat sesuai
dengan profesi yang sedang dijalaninya, yaitu:
1) Pendidikan kewarganegaraan;
2) Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib;
3) Pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara
sukarela atau secara wajib;
4) Pengabdian sesuai dengan profesi.
Penyelenggaraan pertahanan negara didasarkan pada kesadaran atas hak dan
kewajiban warga negara serta keyakinan pada kekuatan sendiri. Setiap warga
negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara. Kesadaran untuk
melakukan bela negara dalam rangka pertahanan semesta akan tumbuh jika ada
jiwa nasionalisme dan cinta tanah air dari seluruh komponen pertahanan. Halkis
(2020) memaparkan, untuk menunjang keterlaksanaannya hal tersebut, perlu
dilakukan beberapa langkah penting berikut, yaitu:
1) Mengembangkan program pelatihan bela negara sebagai bagian dari
kurikulum pendidikan pada tingkat sekolah dan universitas
2) Melakukan sosialisasi dan mengembangkan program pelatihan bela negara
di kementerian dan lembaga negara.
3) Memperkuat militer atau TNI beserta alutsista pertahanannya.
4) Pembangunan yang merata sehingga masyarakat akan tersadar telah
diperhatikan pemerintah, sehingga tumbuh jiwa – jiwa nasionalisme.
5) Pengelolaan kawasan – kawasan perbatasan dengan menjadikan
masyarakat sebagai mata dan telinga terhadap ancaman luar.

2. Pertahanan semesta melibatkan seluruh warga negara Indonesia. Siapa "Aktor-


aktor" utamanya dan apa peran masing-masing? Jelaskan!
Dalam Undang-
Undang Republik Indonesia
Nomor 3 Tahun 2002
tentang Pertahanan Negara
pasal 7 menyebutkan bahwa
Penyelenggaraan pertahanan
negara diselenggarakan oleh pemerintah dan dipersiapkan secara dini dengan
sistem pertahanan negara.
Menurut Undang – Undang Nomer 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan
Negara di dalam pasal 1 ayat 5, ayat 6 dan ayat 7 disebutkan bahwa komponen
pertahanan negara terdiri dari komponen utama, komponen cadangan dan
komponen pendukung (Halkis, 2020).
a. Komponen utama (Komut)
Dalam menghadapi “Ancaman Militer” Tentara Nasional Indonesia (TNI)
ditempatkan sebagai komponen utama yang disiapkan sebagai alat pertahanan
untuk melaksanakan tugas-tugas pertahanan di garda terdepan. TNI sebagai
komponen utama diatur melalui Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004
tentang Tentara Nasional Indonesia.
Sedangkan dalam menghadapi “Ancaman Nonmiliter” lembaga
pemerintah di luar bidang pertahanan ditempatkan sebagai unsur utama, jenis
lembaga pemerintah disesuaikan dengan bentuk dan sifat ancaman yang
dihadapi dengan didukung oleh unsur-unsur lain dari kekuatan bangsa.
Contoh: Dalam menghadapi ancaman nonmiliter pandemi COVID-19,
Lembaga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ditempatkan
sebagai komponen utama. Dalam pelaksanaanya, BNPB dapat dibantu oleh
lembaga terkait seperti Kemenkes, BIN, POLRI dll.
b. Komponen cadangan (Komcad)
Komcad adalah komponen yang dipersiapkan secara dini untuk
mendukung, memperbesar kemampuan dan kekuatan dari komponen utama
yang siap dimobilisasi atau dikerahkan oleh negara. Komponen cadangan
terdiri dari warga negara, sumber daya alam, sumber daya buatan, infrastruktur
serta sarana dan prasarana nasional yang disiapkan secara dini untuk
dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat komponen
utama.
Contoh: Masyarakat umum yang sudah mendapatkan pendidikan dan
pelatihan bela negara dapat dikerahkan jika diperlukan untuk memperbesar dan
memperkuat komponen utama.
c. Komponen pendukung (Komduk)
Komduk adalah komponen yang diersiapkan secara dini untuk
mendukung, memperbesar kemampuan dan kekuatan dari komponen utama
dan komponen cadangan. Yang menjadi komponen pendukung sistem
pertahanan semesta adalah warga negara, sumber daya alam, sumber daya
buatan, fasilitas, infrastruktur serta sarana dan prasarana nasional yang secara
langsung maupun tidak langsung dapat meningkatkan kekuatan serta
kemampuan komponen utama dan komponen cadangan.
Contoh: Pembangunan dan pengembangan jalan raya penghubung antar
daerah, untuk mempermudah distribusi logistik bagi komponen utama dan
cadangan.

Daftar Pustaka
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. (2015). Buku Putih Pertahanan
Indonesia. Kemhan: Jakarta.
Halkis, Muhammad. (2020). Filsafat Ilmu Pertahanan: Suatu Pengantar. Bogor: UNHAN
Press
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2002. Tentang Pertahanan
Negara
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional
untuk Pertahanan Negara