100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
927 tayangan4 halaman

PPK Hipertensi

Panduan ini memberikan definisi hipertensi sebagai tekanan darah diastolik 140 mmHg atau lebih, dan menjelaskan gejala, diagnosis, dan penatalaksanaan hipertensi melalui perubahan gaya hidup dan pengobatan farmasi seperti diuretik, beta bloker, dan ACE inhibitor. Tujuannya adalah mengendalikan tekanan darah pasien di bawah 140/90 mmHg untuk mencegah komplikasi penyakit kardiovaskuler.

Diunggah oleh

noerx
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
927 tayangan4 halaman

PPK Hipertensi

Panduan ini memberikan definisi hipertensi sebagai tekanan darah diastolik 140 mmHg atau lebih, dan menjelaskan gejala, diagnosis, dan penatalaksanaan hipertensi melalui perubahan gaya hidup dan pengobatan farmasi seperti diuretik, beta bloker, dan ACE inhibitor. Tujuannya adalah mengendalikan tekanan darah pasien di bawah 140/90 mmHg untuk mencegah komplikasi penyakit kardiovaskuler.

Diunggah oleh

noerx
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PANDUAN PRAKTIK KLINIS

Jl. Semeru No. 1 Turen, Malang,


JawaTImur - 65175 HIPERTENSI
Telp. (0341) 827-295
Email : rsupindadt@gmail.com

1. Pengertian (definisi) Tekanan darah diastolik yang lebih besar atau sama
dengan140 mmHg atau peningkatan tekanan darah
diastolik yang lebih besar atau sama dengan 90 mmHg

2. Anamnesis - Sering tidak ada keluhan, tetapi bila ada biasanya


berupa rasa sakit pada kepala bagian belakang pada
pagi hari.
- Tanda dan gejala PJK, gagal jantung kongestfi,
TIA/CVA, PVD, DM, insufiensi ginjal : riwayat
hipertensi dalam keluarga, presepan dan pemberian
obat otc, kontrasepsi pil
- Kebiasaan buruk (merokok, obesitas, stress,
psikososial, diet asupan, makanan asin.

3. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik


Pasien tampak sehat, dapat terlihat sakit ringan-berat,
tekanan darah meningkat sesuai JNC VII, nadi dapat tidak
normal. Pasien juga diperiksa kondisi jantungnya (JVP,
batas jantung, bising jantung).

4. Kriteria Diagnosis Kategori Sistolik Diastolik


Normal <120 mmhg <80 mmhg
Prehipertensi 120-139 mmhg 80-89 mmhg
Hipertensi stage 1 140-159 mmhg 90-99 mmhg
Hipertensi stage 2 > 160 >100 mmhg
Klasifikasi tekanan darah berdasarkan JNC VII
5. Diagnosa Kerja Hipertensi
6. Diagnosa Banding a. Proses akibat white coat hypertension.
b. Proses akibat obat.
c. Nyeri akibat tekanan intraserebral.
d. Ensefalitis.
7. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang
Dilakukan pemeriksaan penunjang bila diperlukan :
urinalisis (proteinuri), tes gula darah, tes kolesterol, EKG.

8. Tatalaksana komprehensif 1. Pengobatan non farmakologis


Perubahan gaya hidup :
 Menurunkan berat badan bila ada obesitas
 Meningkatkan aktivitas fisik
 Mengurangi asupan Na+ < 100mmol per hari
 Berhenti Merokok
 RElaksasi dan mengursngi stress psikososial
2. Pengobatan farmakologis
a) Diuretika
 Hidrochlortriazid (HCT)
Dosis 6,25-12,5mg/hari
 Furosemid
Dosis 20-40mg/hari
 Spironolacton
Dosi 25-100mg/hari
b) Beta Bloker
 Atenolol
Dosis 1x25-100mg/hari
 Bisoprolol
Dosis 1x5-10mg/hari
 Propanolol
Dosis 2x20-40mg/hari
c) Kalsium Antagonis
 Nifedipin (golongan dihidropiridin)
Dosis 3x5-10mg/hari
Dosis yang Long acting ( Oros/Gits ) 1x20-
30mg/hari
 Amlodipin (golongan dihidropiridin)
Dosis 1x2,5-10mg/hari
 Diltiazem (golongan non dihidropiridin)
Dosis 3x30-60mg/hari
Dosis yang long acting 2x60-90mg/hari
atau 1x80mg/hari
 Verapamil (golongan non dihidropiridin)
Dosis 2x40-80mg/hari
Dosis long acting 1x360mg/hari
d) ACE Inhibitor/ARB
 Captopril
Dosis 2-3x12,5-25mg/hari
 Lisinopril
Dosis 1-2x5-10mg/hari
e) Alfa Bloker
 Prazosin
Dosis 2-3x1-4mg/hari
Dosis awal ½-1mg/hari sebelum tidur
malam dinaikkan secara titrasi untuk
mencegah terjadinya hipotensi postural.
 Daxsazosin
Dosis 1x1-6mg/hari
Dosis dinaikkan secara titrasi untuk
mencegah terjadinya hipotensi postural.
 Terazosin
Dosis 1x1-6mg/hari
Dosis dinaikkan secara titrasi untuk
mencegah terjadinya hipotensi postural.
f)  dan  - 1 Bloker
 Carvedilol
Dosi 1-2x6,25-25mg/hari
g) -2 Agonis (golongan agonis sentral)
 Clonidin
Dosis 1-2x0,1-0,8mg/hari
 Golongan agonis sentral lainnya adalah
methyldopa
Dosis 2x125-250mg/hari
9. Edukasi  Perubahan gaya hidup
 Hindari merokok dan minum alcohol
 Kurangi konsumsi Na+
10. Prognosis Ad vitam : Dubia ad donam
Ad sanationam : Dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam
Apabila tekanan darah terkontrol dengan pengoatan rutin.
11. Tingkat Evidence I
12. Tingkat Rekomendasi B
13. Indikator 1. Tekana darah target <140/90mmHg yang
berhubungan dnegan penurunan komplikasi
penyakit kardiovaskuler.
2. Tekanan darah target <130/80mmHg pada pasien
dengan diabetes dan penyakit ginjal
14. Taksiran Lama Perawatan
15. Kepustakaan JNC-7.(2003). The sevent report of the join national
committee on prevention, detection, evaluation and
treatment on high blood pressure.
Pedoman tata laksana hipertensi pada penyakit
kartdiovaskuler.(2015).PERKI

Mengetahui/Menyetujui,
Ketua Komite Medis

( )

Anda mungkin juga menyukai