Prinsip Relativitas dan Transformasi Fisika
Prinsip Relativitas dan Transformasi Fisika
relativistik, serta kesetaraan energi dengan massa suatu partikel yang bergerak dengan
kecepatan relativistik.
Relativitas
Mempelajari
Perhatikan gambar di atas! Gambar tersebut menunjukkan galaksi yang dianggap sebagai
objek sangat besar. Tahukah Anda bahwa alam semesta ini semakin mengembang? Fakta
tentang alam semesta semakin mengembang dapat dibuktikan dengan menggunakan efek
Doppler relativistik. Efek Doppler relativistik digunakan untuk mengukur pergeseran
frekuensi cahaya yang dipancarkan oleh objek luar biasa besar yang bergerak. Cahaya yang
dipancarkan oleh atom-atom (berada pada daerah warna violet) mengalami pergeseran
menuju ujung merah dari spektrum atom-atom di galaksi lain. Hal ini menunjukkan bahwa
galaksi-galaksi menjauh dari kita dan menandakan alam semesta mengembang. Efek
Doppler relativistik merupakan salah satu penerapan relativitas. Apakah yang dimaksud
dengan relativitas itu? Ikutilah penjelasannya dalam bab ini dengan saksama.
164 Relativitas
A. Relativitas
Suatu benda dianggap bergerak jika telah ditetapkan suatu kerangka khusus yang
dianggap sebagai acuan. Contohnya saat pengendara sepeda motor melewati orang
yang sedang duduk di pinggir jalan. Dari keadaan tersebut, pengendara sepeda motor
sedang bergerak terhadap orang yang duduk, tetapi diam terhadap sepeda motornya.
Jadi, keadaan diam atau bergerak adalah relatif. Untuk lebih memahami gerak relatif,
lakukan kegiatan di bawah ini.
2. Prosedur
a. Amatilah peristiwa gerak relatif pada gambar yang disediakan.
b. Analisislah gerak benda sesuai dengan acuan.
3. Diskusi
a. Berdasarkan pengamatan Anda pada gambar di atas, siapakah yang
bergerak? Apakah orang di stasiun atau kereta?
b. Siapakah yang menjadi acuan dari pertanyaan pada poin A?
c. Berdasarkan analisis Anda, apakah yang dimaksud dengan gerak relatif?
4. Laporan dan dan kesimpulan
Tulislah hasil diskusi Anda dalam bentuk laporan singkat. Presentasikan di
depan kelas dan bahaslah bersama dengan guru Anda.
Setelah Anda melakukan kegiatan di atas, Anda dapat menyimpulkan tentang gerak
relatif. Dalam suatu kejadian terdapat pengamat dan kerangka acunan. Kejadian
merupakan suatu peristiwa fisika yang terjadi dalam suatu ruang dan waktu tertentu.
Pengamat melakukan pengukuran terhadap suatu kejadian. Kerangka acuan merupakan
suatu sistem koordinat yang digunakan pengamat untuk menentukan posisi kejadian
dalam suatu ruang. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai relativitas, ikuti
pembahasan berikut.
Perhatikan Gambar 7.3a dan Gambar 7.3b. Pada gambar tampak orang di
dalam mobil melempar koin ke luar. Pada peristiwa ini berlaku hukum gravitasi
yang sama dan hukum-hukum gerak yang sama dalam kedua kerangka acuan
inersial. Gambar 7.3a mobil sebagai kerangka acuan, koin tidak memiliki kecepatan
awal horizontal. Menurut orang di dalam mobil, koin menempuh lintasan lurus
vertikal dan jatuh di atas permukaan jalan tepat vertikal di bawah kedudukan awal
koin. Gambar 7.3b orang yang diam di luar mobil sebagai kerangka acuan. Koin
memiliki kecepatan awal horizontal dan hukum-hukum mekanika memperkirakan
bahwa koin akan menempuh lintasan parabola.
2. Transformasi Galileo
Transformasi Galileo di-
Y S Y′ S′
tunjukkan dengan Gambar 7.4.
Titik asal kedua kerangka
x
acuan berimpit. Selang waktu
yang dicatat oleh pengamat di vt′ x′
P
S dianggap sama dengan yang
dicatat oleh pengamat di
S′ (t′ = t). O O¢ X′ = X
Z Z′
Sumber: Dokumen Penerbit
Gambar 7.4 Transformasi Galileo
166 Relativitas
Setelah selang waktu t, koordinat titik P pada kerangka acuan S′ dinyatakan
dengan koordinat pada kerangka acuan S. Dengan demikian, transformasi Galileo
untuk koordinat dan waktu dituliskan sebagai berikut.
x ′ = x – vt
y′ = y
z′ = z
t′ = t
x = x′ + vt
y = y′
z = z′
t = t′
ux′ = ux – v
uy′ = uy
uz′ = uz
Transformasi kebalikannya:
ux = ux′ + v
uy = uy′
uz = uz′
Keterangan:
ux′ = komponen kecepatan benda sejajar sumbu X′ pada kerangka acuan S′
uy′ = komponen kecepatan benda sejajar sumbu Y′ pada kerangka acuan S′
uz′ = komponen kecepatan benda sejajar sumbu Z′ pada kerangka acuan S′
ax′ = ax
ay′ = ay
az′ = az
168 Relativitas
Dua kilatan petir menyambar ujung gerbong barang. Pada saat kejadian, ada dua
saksi. Anto berdiri di pinggir rel tepat di tengah-tengah gerbong dan seorang lagi Hutapea
yang saat itu di dalam gerbong sebagai awak gerbong. Untuk keperluan investigasi,
polisi memanggil kedua saksi dan ternyata pernyataan kedua saksi berbeda. Anto
menyatakan ujung gerbong terkena petir secara bersamaan. Sementara itu, Hutapea
menyatakan ujung gerbong depan terkena petir terlebih dahulu. Pernyataan siapakah
yang benar jika Anda salah satu anggota tim investigasi? Jelaskan!
B. Transformasi Lorentz
Transformasi Lorentz sebenarnya sejenis dengan transformasi Galileo. Kekeliruan
transformasi Galileo untuk kecepatan-kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya
merupakan anggapan bahwa selang waktu pada kerangka acuan S′ sama dengan selang
waktu pada kerangka acuan S. Untuk memasukkan konsep relativitas Einstein, selang
waktu tidaklah sama. Dengan menganggap transformasi ini linear maka hubungan
transformasinya akan mengandung suatu pengali γ yang disebut tetapan transformasi.
Koreksi transforamsi Lorentz juga akan mengoreksi transformasi Newton terkait
kontraksi panjang dan penggembungan waktu. Lakukan kegiatan berikut untuk
mengawali pembahasan kita pada subbab ini!
2. Prosedur
a. Amatilah roket dengan dua keadaan berbeda, yaitu sebelum meluncur
dan ketika meluncur.
b. Analisislah kondisi roket dengan dua keadaan berbeda.
3. Diskusi
a. Berdasarkan pengamatan Anda, apakah yang berbeda dari kedua gambar
di atas?
b. Mengapa hanya panjang yang searah pergerakan yang mengecil?
c. Peristiwa apakah yang ditunjukkan oleh gambar di atas?
4. Laporan dan dan kesimpulan
Tulislah hasil diskusi Anda dalam bentuk laporan singkat. Presentasikan di
kelas, lalu bahaslah bersama dengan guru Anda.
Berdasarkan kegiatan di atas, Anda telah mengetahui bagian benda yang mengalami
penyusutan akibat bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Hal ini
disebut dengan kontraksi panjang. Untuk memahaminya ikuti pembahasan berikut
dimulai dari tranformasi Lorentz yang merupakan koreksi dari tranformasi Galileo.
Ingat bahwa pada transformasi linear terdapat pengali γ.
x = γ (x′ + vt′)
y = y′
z = z′
Transformasi kebalikannya:
x′ = γ (x – vt)
y′ = y
z′ = z
170 Relativitas
Dari persamaan transformasi untuk x dan x′ dapat diperoleh:
1
γ= γ = konstanta Lorentz, nilai γ > 1
v2
1−
c2
Dengan memasukkan nilai γ ke dalam x dan x′ dapat diperoleh transformasi baru, yaitu:
1 1
x= (x′ + vt′) x′ = (x – vt)
v2 v2
1− 1−
c2 c2
y = y′ y′ = y
z = z′ z′ = z
vx′ vx′
t = γ (t′ + ) t′ = γ (t – )
c2 c2
u′x + v
ux = vux′
1+
c2
v2
u′y 1− 2
uy = c
vux′
1+
c2
v2
u′z 1− 2
uz = c
vu′x
1+
c2
Transformasi kebalikannya:
ux − v
ux′ = uxv
1−
c2
v2
uy 1− 2
c
uy′ = vux
1−
c2
v2
uz 1− 2
c
uz′ = vux
1−
c2
A B
Pengamat D
Menurut relativitas Newton, kecepatan vBD = vBA + vAD. Dengan persamaan ini,
maka sangat mungkin nilai vBD melebihi c, sementara batas kecepatan maksimum
adalah c. Oleh karena itu, diperlukan sebuah koreksi persamaan.
Kecepatan bola relatif terhadap D dapat dituliskan sebagai berikut.
vBA + vAD
vBD = ( vBA )( vAD )
1+
c2
Keterangan:
vAD = kecepatan mobil relatif terhadap pengamat D
vBA = kecepatan bola relatif terhadap mobil
vBD = kecepatan bola relatif terhadap pengamat D
172 Relativitas
3. Panjang Relativistik
Misalkan sebuah batang dengan panjang L0 pada sumbu X dari kerangka acuan
S. Batang tersebut kemudian melekat pada kerangka acuan S′ yang bergerak dengan
kecepatan v sejajar dengan arah memanjang batang terhadap kerangka S sehingga
panjang batang menjadi L. Sesuai dengan transformasi Lorentz, hubungan L
terhadap L0 dapat diturunkan sebagai berikut.
Tinjau panjang tongkat pada sumbu X dalam kerangka S′. Pengamat dalam kerangka
ini mengukur panjang relatif tongkat:
L0 = x′2 – x′1
Panjang relativistik tongkat terhadap orang yang berada dalam kerangka S adalah:
L = x2 – x1
Dengan menggunakan persamaan transformasi Lorentz:
x1 − vt x2 − vt
x′1 = 2
dan x′2 = 2
v v
1− 1−
c2 c2
sehingga:
L = x2 – x1
v2 v2
= (x′2 1− 2
) + vt – ((x′1 1− ) + vt )
c c2
v2 v2
= x′2 1− 2
+ vt – x′1 1− – vt
c c2
v2
= (x′2 – x′)
1 1−
c2
Oleh karena x′2 – x′1 tidak lain adalah L0, maka:
v2
L = L0 1−
c2
Keterangan:
L = panjang relativistik (m)
L0 = panjang sejati (m)
v = kecepatan pengamat bergerak terhadap benda dengan arah sejajar dengan arah memanjang
benda (m/s)
c = kecepatan cahaya = 3 × 10 8 m/s
Kita harus bisa membedakan antara panjang sejati dan panjang relativistik.
Panjang sejati merupakan panjang suatu benda yang diam terhadap kerangka acuan.
Panjang relativistik merupakan panjang benda yang bergerak terhadap kerangka
acuan.
Besarnya γ selalu lebih besar dari 1. Akibatnya, L selalu lebih kecil dari L0. Hal
ini berarti panjang relativistik selalu lebih pendek dari panjang sejati. Berkurangnya
panjang benda disebut penyusutan panjang atau kontraksi panjang.
D 10 cm C D C
9 cm v 9 cm v
A B A 8 cm B
4. Waktu Relativistik
Albert Einstein telah membuktikan bahwa waktu merupakan besaran relatif
untuk sistem benda yang bergerak dengan kecepatan cahaya. Bentuk persamaannya
sebagai berikut.
Δt = t2 – t1
vx′2 vx1′
= γ (t2′ + ) – γ (t1′ + )
c2 c2
vx′2 vx1′
= γ t2′ + γ 2 – γ t1′ – γ
c c2
vx′2 vx1′
= γ (t2′ – t1′) + γ ( – )
c2 c2
γv
= γ (t2′ – t1′) + (x2′ – x1′)( )
c2
Selang waktu ini diukur pada tempat yang sama (x2′ = x1′) dalam kerangka acuan
S′ sehingga:
Δt = γ (t2′ – t1′)
174 Relativitas
Sementara Δt0 = t2′ – t1′ (selang waktu sejati)
Δt0
Δt = γ Δ t0 =
v2
1−
c2
Keterangan:
Δt = selang waktu relativistik
Δt 0 = selang waktu sejati
Selang waktu sejati (Δt0) yaitu selang waktu yang diukur oleh pengamat yang
diam terhadap kejadian. Selang waktu relativistik (Δt) yaitu selang waktu yang
diukur oleh pengamat yang bergerak terhadap kejadian.
Oleh karena γ > 1, akibatnya Δt selalu lebih besar daripada Δt0. Hal ini berarti
selang waktu relativistik selalu lebih lama daripada selang waktu sejati. Peristiwa
ini disebut penggembungan waktu.
5. Paradoks Kembar
Kejadian yang menarik dari pemuluran yaitu paradoks kembar. Sebagai contoh,
ada dua anak kembar Arya dan Genta. Saat mereka berumur 25 tahun, Genta
melakukan perjalanan ke planet Y dari bumi dengan pesawat yang kecepatannya
mendekati kecepatan cahaya, sedangkan Arya tetap di bumi. Saat Genta kembali ke
bumi, Arya sudah berusia 60 tahun, sedangkan usia Genta hanya bertambah 10
tahun. Hal ini karena proses biologi dalam tubuh Genta mengalami perlambatan.
Menurut Genta, ia pergi selama Δt0. Akan tetapi menurut Arya, waktu pergi Genta
yaitu Δt. Perumusannya sebagai berikut.
tGenta = t + Δt0
tArya = t + Δt
Keterangan:
Δt 0 = selang waktu sebenarnya
Δt = selang waktu relativistik
t = umur kedua anak kembar saat Genta meninggalkan bumi
Kecepatan
0,2c 0,4c 0,6c 0,8c
Gambar 7.9 Massa relativistik
176 Relativitas
2. Prosedur
a. Amati grafik massa relativistik pada gambar yang disediakan.
b. Analisislah grafik di atas.
3. Diskusi
a. Berdasarkan pengamatan Anda, bagaimana sebuah benda bermassa yang
bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi mendekati kecepatan
cahaya?
b. Apa yang dapat Anda simpulkan dari grafik di atas?
4. Kesimpulan dan Laporan
Tulislah hasil diskusi Anda dalam bentuk laporan singkat. Presentasikan
hasil analisis Anda dalam forum diskusi kelas.
Anda telah mengetahui bahwa massa relativistik berbeda dengan massa diam benda.
Mengapa bisa demikian? Simak penjabarannya berikut ini.
1. Massa Relativistik
Einstein dapat menunjukkan bahwa massa suatu benda bertambah jika
kecepatannya bertambah menggunakan hukum Kekekalan Momentum pada benda
yang bergerak relatif. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut.
m0
m= = γ m0
v2
1−
c2
Keterangan:
m 0 = massa diam benda yang diukur dari kerangka acuan yang diam terhadap benda (kg)
m = massa relativistik yang diukur dari kerangka acuan yang bergerak terhadap benda (kg)
v = kecepatan relativistik benda (m/s)
c = kecepatan cahaya = 3 × 108 m/s
γ = tetapan transformasi ( γ > 1)
2. Momentum Relativistik
Benda yang bergerak dengan kecepatan relativistik memiliki massa benda tidak
tetap. Einstein kemudian menurunkan persamaan momentum relativistik.
m0v
p = mv = γ m0v = 2
1 − v2
c
Keterangan:
p = momentum relativistik (kg m/s)
3. Energi Relativistik
Benda yang bergerak dengan kecepatan relativistik memiliki massa benda yang
tidak tetap. Partikel yang memiliki massa m, berarti partikel itu memiliki energi total
yang dirumuskan sebagai berikut.
E = mc 2
v2 dx 2v
Misalkan x = 1 – maka =0–
c2 dv c2
c2
dv = dx
2v
v 3
− c2
Ek = m0 ∫ ( x ) 2 − dv
2v
0
v −3
m0c 2
=– 2 ∫ x 2 dx
0
v
m0 c 2
⎡ 1 −3 +1⎤
=– ⎢ 3 x 2 ⎥
2
⎢⎣ − + 1 ⎥⎦
2 0
v
m0c 2
⎡ 1 −1 ⎤
=– 2
⎢ 1 x 2⎥
⎢⎣ − 2 ⎥⎦
0
m0 c 2 ⎡ −1 ⎤
=– 2
(−2) ⎢ x 2 ⎥
⎣⎢ ⎦⎥
v2
Substitusi kembali x = 1 –
c2
v
⎡ 2 v2 − 2
1
⎤
EK = m0 c ⎢(1 − ) ⎥
v2
⎣ ⎦0
178 Relativitas
−1
⎡ v2 − 2
1
⎤
= m0 c 2 ⎢(1 − ) − (1) 2 ⎥
v2
⎣ ⎦
2 ⎛ 1 ⎞
= m0 c ⎜ 2
− 1⎟
v
⎜ 1− 2 ⎟
⎜ c ⎟
⎝ ⎠
Energi kinetik relativistik sebuah benda:
2 ⎛ 1 ⎞
Ek = m0 c ⎜ − 1⎟
v2
⎜ 1− 2 ⎟
⎜ c ⎟
⎝ ⎠
Hubungan energi total dengan momentum relativistik.
E = mc2
m0v
p=
v2
1− 2
c
Cari persamaan yang menghubungkan energi total dengan momentum.
E2 = m2c4
2 2
p2 = m0 v
v2
1−
c2
p2c2 =
m02 v 2 c 2
v2
1−
c2
m02 v 2 c 2
E2 – p2c2 = m2c4 –
v2
1−
c2
m02 m02 v 2 c 2
= c4 –
v2 v2
1− 1−
c2 c2
⎛ v2 ⎞
⎜ 1 2 ⎟
= m20c4 – ⎜ − c 2 ⎟
v2 v
⎜ 1 − c 2 1 − c2 ⎟
⎝ ⎠
⎛ v2 ⎞
⎜1− 2 ⎟
= m20c4 – ⎜ c ⎟
2
⎜ 1 − v2 ⎟
⎜ c ⎟
⎝ ⎠
E2 = m02c4
E 2 = m02c 4 + p 2c 2
E 2 = (m0c 2)2 + p 2c 2
E 2 = E02 + p 2c 2
Jika sebuah benda diam dengan massa m0 membelah secara spontan menjadi
m0 dan m0 , masing-masing bergerak dengan kecepatan v1 dan v2, akan berlaku
1 2
hukum kekekalan energi relativistik.
Menurut Anda, antara foton dan elektron manakah yang memiliki momentum
terbesar?
180 Relativitas
3. Ketika suatu benda bergerka dengan 5. Berapakah energi total dan momen-
tum partikel yang tidak memiliki
kecepatan 1 3c berpakah per-
2
massa diam dan bergerak dengan
bandingan massa relativistik dan kecepatan cahaya?
massa diamnya?
4. Tentukan pertambahan massa yang
dialami sebuah benda yang bergerak
dengan kecepatan 0,6c!
v2 m0 c 2
L = L0 = 1 − 2 m=
c v2
1−
4. Penggembungan waktu c2
Δt0
Δt =
v2
1−
c2
182 Relativitas
10. Setiap detik di matahari terjadi perubahan 5. Kubus berada di dalam pesawat ulang-
4 × 109 kg materi menjadi radiasi. Jika alik yang bergerak sejajar dengan salah
kecepatan cahaya adalah 3 × 108 m/s, satu rusuk kubus dan memiliki
daya yang dipancarkan matahari kecepatan 0,6c relatif terhadap bumi.
adalah . . . watt. Rusuk dan massa jenis kubus diukur di
a. 1,2 × 1018 dalam pesawat tersebut berurutan
b. 1,2 × 1016 adalah 9 cm dan 3.000 kg/m3. Menurut
c. 3,2 × 1016 pengamatan seorang ilmuwan yang
d. 3,6 × 1017 berada di laboratorium di bumi, berapa
e. 3,6 × 1026 massa jenis kubus?
6. Penggaris memiliki panjang 1 m.
B. Kerjakan soal-soal berikut! Tentukan kecepatan gerak penggaris
agar panjang penggaris menurut
1. Sebuah transformasi koordinat x ′ pada pengamat yang diam di laboratorium
transformasi Galileo dinyatakan menjadi 0,5 m!
dengan x ′ = x – vt. 7. Berapakah energi yang dihasilkan oleh
Buktikan bahwa transformasi Galileo 100 gram uranium jika kita mampu
untuk kecepatan adalah u′x = ux – v! mengubah massa menjadi energi listrik
2. Dua pesawat ulang-alik X dan Y seluruhnya? Kita anggap bahwa rumah
bergerak dalam arah berlawanan. tangga setiap hari membutuhkan energi
Berdasarkan pengamat di bumi, listrik 10 kWh. Berapa jumlah rumah
kecepatan pesawat ulang-alik X adalah tangga dapat terpenuhi kebutuhan
0,6c dan pesawat Y bergerak dengan energi listrik setiap harinya melalui
kecepatan 0,7c. Tentukan kecepatan energi uranium tersebut?
pesawat ulang-alik Y relatif terhadap 8. Benda diam bermassa 6 kg. Kemudian
pesawat ulang-alik X secara relativistik! benda bergerak dengan kecepatan
3. Rama dan Sinta bersahabat. Ketika 0,8c, tentukan:
Rama berumur 25 tahun dan Sinta a. massa bergeraknya;
berumur 20 tahun, Rama ikut serta b. energi diam benda;
dalam misi penjelajahan ke planet c. energi relativitas benda;
Cosmos yang berjarak 6 tahun cahaya d. energi kinetik benda.
dari bumi dengan menumpangi sebuah (c = 3 ×108 m/s)
pesawat antariksa berkecepatan 0,6c. 9. Diketahui massa diam proton
Sesaat setelah sampai di planet Cosmos, 1,6722 × 10–27 kg. Energi total proton
Rama langsung kembali pulang ke bumi adalah tiga kali energi diamnya.
dengan kecepatan sama. Tentukan Hitunglah:
umur Rama dan Sinta saat bertemu! a. energi diam proton (eV);
4. Antariksawan dalam sebuah wahana b. kecepatan proton;
antariksa melakukan perjalanan c. momentum relativistik proton.
menjauhi Bumi dengan v = 0,6c 10. Benda bermassa 1,6 × 10–12 kg mula-
beristirahat di ruang kendali. Mereka mula diam kemudian meledak menjadi
mengatakan bahwa akan menelepon dua bagian. Tiap-tiap bagian memiliki
kembali setelah 2 jam. Berapa lamakah massa diam sama M dan bergerak
selang waktu tersebut jika diukur di dengan kecepatan sama yaitu 0,8c
bumi? dengan arah berlawanan. Hitunglah
massa diam benda M!
Isilah angket ini dengan tanda cek ( ) sesuai tingkat pemahaman Anda setelah materi
mempelajari di bab ini.
Penilaian
Aspek yang Dinilai
Sangat Sangat
Kurang Sedang Baik
Kurang Baik
Apabila tanda cek ( ) yang Anda berikan pada kolom Kurang dan Sangat Kurang
lebih dari 2, sebaiknya Anda mempelajari materi ini kembali sebelum Anda
melanjutkan ke bab berikutnya. Anda dapat melanjutkan ke bab berikutnya jika tanda
cek ( ) pada kolom Kurang dan Sangat Kurang lebih kecil atau sama dengan 2.
184 Relativitas