0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
3K tayangan22 halaman

Prinsip Relativitas dan Transformasi Fisika

1. Bab ini membahas prinsip relativitas, transformasi Lorentz, dan kesetaraan massa, momentum, dan energi relativistik. 2. Prinsip relativitas menyatakan hukum fisika berlaku sama dalam kerangka acuan inersial. Transformasi Lorentz menjelaskan kontraksi panjang dan pengembungan waktu pada gerak relativistik. 3. Massa, momentum, dan energi suatu partikel berubah ketika bergerak pada kecepatan relativistik sesuai dengan kesetaraan E

Diunggah oleh

RezaNadhaza
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
3K tayangan22 halaman

Prinsip Relativitas dan Transformasi Fisika

1. Bab ini membahas prinsip relativitas, transformasi Lorentz, dan kesetaraan massa, momentum, dan energi relativistik. 2. Prinsip relativitas menyatakan hukum fisika berlaku sama dalam kerangka acuan inersial. Transformasi Lorentz menjelaskan kontraksi panjang dan pengembungan waktu pada gerak relativistik. 3. Massa, momentum, dan energi suatu partikel berubah ketika bergerak pada kecepatan relativistik sesuai dengan kesetaraan E

Diunggah oleh

RezaNadhaza
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Setelah mempelajari bab ini, Anda memahami prinsip relativitas, transformasi pada gerak

relativistik, serta kesetaraan energi dengan massa suatu partikel yang bergerak dengan
kecepatan relativistik.

Relativitas

Mempelajari

Relativitas Newton Transformasi Lorentz Massa, Momentum, dan


Energi Relativistik
Menjelaskan Menjelaskan Menjelaskan

• Relativitas Newton • Transformasi Lorentz • Massa relativistik


• Transformasi Gallielo untuk kecepatan • Momentum relativistik
• Percobaan Michelson- • Penjumalahan kecepat- • Energi relativistik
Morley an relativistik
• Postulat Einstein dan • Panjang relativistik
teori relativitas khusus • Waktu relativistik
• Paradoks kembar

Fisika Kelas XII 163


Sumber : Cambridge University Press

Gambar 7.1 Galaksi

Perhatikan gambar di atas! Gambar tersebut menunjukkan galaksi yang dianggap sebagai
objek sangat besar. Tahukah Anda bahwa alam semesta ini semakin mengembang? Fakta
tentang alam semesta semakin mengembang dapat dibuktikan dengan menggunakan efek
Doppler relativistik. Efek Doppler relativistik digunakan untuk mengukur pergeseran
frekuensi cahaya yang dipancarkan oleh objek luar biasa besar yang bergerak. Cahaya yang
dipancarkan oleh atom-atom (berada pada daerah warna violet) mengalami pergeseran
menuju ujung merah dari spektrum atom-atom di galaksi lain. Hal ini menunjukkan bahwa
galaksi-galaksi menjauh dari kita dan menandakan alam semesta mengembang. Efek
Doppler relativistik merupakan salah satu penerapan relativitas. Apakah yang dimaksud
dengan relativitas itu? Ikutilah penjelasannya dalam bab ini dengan saksama.

1. Relativitas Newton dan transformasi Galileo • Relativitas


2. Transformasi Lorentz, kontraksi panjang, dan peng- • Penggembungan waktu
gembungan waktu • Panjang relativistik
3. Massa, momentum, dan energi relativistik • Massa relativistik
• Momentum relativistik
• Energi relativistik

164 Relativitas
A. Relativitas
Suatu benda dianggap bergerak jika telah ditetapkan suatu kerangka khusus yang
dianggap sebagai acuan. Contohnya saat pengendara sepeda motor melewati orang
yang sedang duduk di pinggir jalan. Dari keadaan tersebut, pengendara sepeda motor
sedang bergerak terhadap orang yang duduk, tetapi diam terhadap sepeda motornya.
Jadi, keadaan diam atau bergerak adalah relatif. Untuk lebih memahami gerak relatif,
lakukan kegiatan di bawah ini.

Menyelidiki Gerak Relatif


1. Pengamatan
Amatilah gambar berikut.

Sumber: Dokumen Penerbit


Gambar 7.2 Gerak kereta

2. Prosedur
a. Amatilah peristiwa gerak relatif pada gambar yang disediakan.
b. Analisislah gerak benda sesuai dengan acuan.
3. Diskusi
a. Berdasarkan pengamatan Anda pada gambar di atas, siapakah yang
bergerak? Apakah orang di stasiun atau kereta?
b. Siapakah yang menjadi acuan dari pertanyaan pada poin A?
c. Berdasarkan analisis Anda, apakah yang dimaksud dengan gerak relatif?
4. Laporan dan dan kesimpulan
Tulislah hasil diskusi Anda dalam bentuk laporan singkat. Presentasikan di
depan kelas dan bahaslah bersama dengan guru Anda.

Setelah Anda melakukan kegiatan di atas, Anda dapat menyimpulkan tentang gerak
relatif. Dalam suatu kejadian terdapat pengamat dan kerangka acunan. Kejadian
merupakan suatu peristiwa fisika yang terjadi dalam suatu ruang dan waktu tertentu.
Pengamat melakukan pengukuran terhadap suatu kejadian. Kerangka acuan merupakan
suatu sistem koordinat yang digunakan pengamat untuk menentukan posisi kejadian
dalam suatu ruang. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai relativitas, ikuti
pembahasan berikut.

Fisika Kelas XII 165


1. Relativitas Newton
Prinsip relativitas Newton dikemukakan oleh Galileo dan Newton. Prinsip ini
menyatakan bahwa hukum-hukum mekanika berlaku sama pada semua kerangka
acuan inersial. Kerangka acuan inersial yaitu suatu kerangka acuan yang berada
dalam keadaan diam atau bergerak terhadap acuan lainnya dengan kecepatan
konstan pada suatu garis lurus. Teori relativitas berhubungan dengan kejadian-
kejadian yang diamati dari kerangka acuan inersial.

Koin sebelum dijatuhkan Koin sebelum dijatuhkan

Koin dijatuhkan dari Koin dijatuhkan dari dalam mobil


dalam mobil

Sumber: Dokumen Penerbit

Gambar 7.3a Gambar 7.3b


Kerangka acuan mobil. Kerangka acuan orang yang diam di luar
Lintasan koin berbentuk mobil. Lintasan koin berbentuk lintasan pa-
garis vertikal ke bawah. rabola.

Perhatikan Gambar 7.3a dan Gambar 7.3b. Pada gambar tampak orang di
dalam mobil melempar koin ke luar. Pada peristiwa ini berlaku hukum gravitasi
yang sama dan hukum-hukum gerak yang sama dalam kedua kerangka acuan
inersial. Gambar 7.3a mobil sebagai kerangka acuan, koin tidak memiliki kecepatan
awal horizontal. Menurut orang di dalam mobil, koin menempuh lintasan lurus
vertikal dan jatuh di atas permukaan jalan tepat vertikal di bawah kedudukan awal
koin. Gambar 7.3b orang yang diam di luar mobil sebagai kerangka acuan. Koin
memiliki kecepatan awal horizontal dan hukum-hukum mekanika memperkirakan
bahwa koin akan menempuh lintasan parabola.
2. Transformasi Galileo
Transformasi Galileo di-
Y S Y′ S′
tunjukkan dengan Gambar 7.4.
Titik asal kedua kerangka
x
acuan berimpit. Selang waktu
yang dicatat oleh pengamat di vt′ x′
P
S dianggap sama dengan yang
dicatat oleh pengamat di
S′ (t′ = t). O O¢ X′ = X

Z Z′
Sumber: Dokumen Penerbit
Gambar 7.4 Transformasi Galileo

166 Relativitas
Setelah selang waktu t, koordinat titik P pada kerangka acuan S′ dinyatakan
dengan koordinat pada kerangka acuan S. Dengan demikian, transformasi Galileo
untuk koordinat dan waktu dituliskan sebagai berikut.

x ′ = x – vt
y′ = y
z′ = z
t′ = t

Sementara itu, transformasi kebalikannya:

x = x′ + vt
y = y′
z = z′
t = t′

Transformasi Galileo untuk kecepatan dengan menurunkannya terhadap waktu


dapat ditulis:

ux′ = ux – v
uy′ = uy
uz′ = uz

Transformasi kebalikannya:

ux = ux′ + v
uy = uy′
uz = uz′

Keterangan:
ux′ = komponen kecepatan benda sejajar sumbu X′ pada kerangka acuan S′
uy′ = komponen kecepatan benda sejajar sumbu Y′ pada kerangka acuan S′
uz′ = komponen kecepatan benda sejajar sumbu Z′ pada kerangka acuan S′

Dengan mendiferensialkan (menurunkan) kecepatan terhadap waktu dapat


diperoleh transformasi Galileo untuk percepatan. Persamaannya dapat dituliskan
sebagai berikut.

ax′ = ax
ay′ = ay
az′ = az

Fisika Kelas XII 167


3. Percobaan Michelson-Morley
Percobaan Michelson-Morley
dirancang untuk mengukur kecepatan
eter menggunakan interferometer. Eter
awalnya diyakini sebagai medium
perambatan cahaya sehingga dapat
sampai ke bumi.
Michelson dan Morley akan meng-
amati pola interferensi yang terjadi. Jika
eter itu ada, akan terjadi pergeseran pola
interferensi. Hasilnya menunjukkan
bahwa cahaya dalam arah tegak lurus
tidak ada perbedaan. Jadi, anggapan
bahwa bumi bergerak terhadap eter itu
tidak benar. Sebaliknya, jika eter di- Sumber: wpcontent.answers.com diunduh 22 Desember 2012
asumsikan bergerak bersama-sama Gambar 7.5 Interferometer Michelson
dengan bumi, maka tidak sesuai
kenyataan. Oleh karena menurut Bradley untuk dapat melihat bintang yang berada
di atas kepala dengan satu teropong, seseorang harus memasang teropong dengan
v
sudut α terhadap arah gerak bumi sehingga tan α = c .
Kesimpulan dari percobaan Michelson dan Morley sebagai berikut.
a. Eter tidak ada.
b. Cahaya merambat tanpa memerlukan medium.
c. Kecepatan cahaya sama besar ke dalam segala arah dan tidak tergantung dari
kerangka acuan pengamat.
4. Postulat Einstein untuk Teori Relativitas Khusus
Andaikan eter itu ada, eter dapat dijadikan sebagai kerangka acuan yang tetap.
Oleh karena eter tidak ada, kerangka acuan universal juga tidak ada. Terkait dengan
konsep ketiadaan eter, pada tahun 1905 Einstein mengumumkan teori relativitasnya.
Postulat pertama Einstein untuk teori relativitas khusus:
”Hukum-hukum fisika memiliki bentuk yang sama pada semua kerangka acuan inersial.”
Adanya postulat ini menepis anggapan tentang kerangka acuan universal dan
Einstein berhasil membuktikan bahwa sesungguhnya hukum-hukum listrik dan
magnet juga berlaku untuk semua kerangka acuan.
Dari percobaan Michelson-Morley telah diketahui tidak ada perbedaan waktu
antara cahaya yang merambat secara vertikal atau horizontal. Oleh karena itu,
Einstein mengemukakan postulatnya yang berbunyi:
”Cahaya merambat melalui ruang hampa dengan cepat rambat c = 3 × 108 m/s, yang tidak
bergantung dari kecepatan sumber cahaya maupun pengamatnya.”
Postulat kedua Einstein secara tidak langsung menentang adanya eter. Apabila
eter ada maka kecepatan cahaya tidak akan selalu sama dengan c.

168 Relativitas
Dua kilatan petir menyambar ujung gerbong barang. Pada saat kejadian, ada dua
saksi. Anto berdiri di pinggir rel tepat di tengah-tengah gerbong dan seorang lagi Hutapea
yang saat itu di dalam gerbong sebagai awak gerbong. Untuk keperluan investigasi,
polisi memanggil kedua saksi dan ternyata pernyataan kedua saksi berbeda. Anto
menyatakan ujung gerbong terkena petir secara bersamaan. Sementara itu, Hutapea
menyatakan ujung gerbong depan terkena petir terlebih dahulu. Pernyataan siapakah
yang benar jika Anda salah satu anggota tim investigasi? Jelaskan!

1. Apa yang dimaksud dengan gerak 10 km/jam. Tentukan kecepatan


relatif? botol terhadap orang diam di pinggir
2. Apa yang Anda ketahui tentang jalan jika arah lemparan botol
kerangka acuan inersial? berlawanan dengan arah sepeda
motor!
3. Apakah kesimpulan dari percobaan
Michelson dan Morley? 5. Edo berjalan di dalam kereta dari
gerbong 4 ke gerbong 3 dengan
4. Sepeda motor bergerak dengan
kecepatan 2 m/s. Pada saat itu kereta
kecepatan 60 km/jam. Seorang yang
melaju dengan kecepatan 108 km/jam.
membonceng melempar botol ke bak
Tentukan kecepatan Edo terhadap
sampah yang ada di pinggir jalan
pengamat yang diam di tepi rel!
dengan kecepatan lemparan

B. Transformasi Lorentz
Transformasi Lorentz sebenarnya sejenis dengan transformasi Galileo. Kekeliruan
transformasi Galileo untuk kecepatan-kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya
merupakan anggapan bahwa selang waktu pada kerangka acuan S′ sama dengan selang
waktu pada kerangka acuan S. Untuk memasukkan konsep relativitas Einstein, selang
waktu tidaklah sama. Dengan menganggap transformasi ini linear maka hubungan
transformasinya akan mengandung suatu pengali γ yang disebut tetapan transformasi.
Koreksi transforamsi Lorentz juga akan mengoreksi transformasi Newton terkait
kontraksi panjang dan penggembungan waktu. Lakukan kegiatan berikut untuk
mengawali pembahasan kita pada subbab ini!

Fisika Kelas XII 169


Menyelidiki Kontraksi Panjang
1. Pengamatan
Amatilah gambar berikut!

Gambar 7.6 Kontraksi panjang pada roket

2. Prosedur
a. Amatilah roket dengan dua keadaan berbeda, yaitu sebelum meluncur
dan ketika meluncur.
b. Analisislah kondisi roket dengan dua keadaan berbeda.
3. Diskusi
a. Berdasarkan pengamatan Anda, apakah yang berbeda dari kedua gambar
di atas?
b. Mengapa hanya panjang yang searah pergerakan yang mengecil?
c. Peristiwa apakah yang ditunjukkan oleh gambar di atas?
4. Laporan dan dan kesimpulan
Tulislah hasil diskusi Anda dalam bentuk laporan singkat. Presentasikan di
kelas, lalu bahaslah bersama dengan guru Anda.

Berdasarkan kegiatan di atas, Anda telah mengetahui bagian benda yang mengalami
penyusutan akibat bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Hal ini
disebut dengan kontraksi panjang. Untuk memahaminya ikuti pembahasan berikut
dimulai dari tranformasi Lorentz yang merupakan koreksi dari tranformasi Galileo.
Ingat bahwa pada transformasi linear terdapat pengali γ.

x = γ (x′ + vt′)
y = y′
z = z′

Transformasi kebalikannya:

x′ = γ (x – vt)
y′ = y
z′ = z

170 Relativitas
Dari persamaan transformasi untuk x dan x′ dapat diperoleh:

1
γ= γ = konstanta Lorentz, nilai γ > 1
v2
1−
c2

Dengan memasukkan nilai γ ke dalam x dan x′ dapat diperoleh transformasi baru, yaitu:

1 1
x= (x′ + vt′) x′ = (x – vt)
v2 v2
1− 1−
c2 c2

y = y′ y′ = y
z = z′ z′ = z
vx′ vx′
t = γ (t′ + ) t′ = γ (t – )
c2 c2

1. Transformasi Lorentz untuk Kecepatan


Kecepatan dapat diperoleh dari turunan pertama fungsi posisi terhadap waktu.
Dengan demikian dapat diperoleh transformasi Lorentz untuk kecepatan:

u′x + v
ux = vux′
1+
c2

v2
u′y 1− 2
uy = c
vux′
1+
c2

v2
u′z 1− 2
uz = c
vu′x
1+
c2

Transformasi kebalikannya:
ux − v
ux′ = uxv
1−
c2

v2
uy 1− 2
c
uy′ = vux
1−
c2

v2
uz 1− 2
c
uz′ = vux
1−
c2

Fisika Kelas XII 171


2. Penjumlahan Kecepatan Relativistik
Berdasarkan transformasi Lorentz tentang kecepatan, Einstein mengoreksi
kesalahan ini dengan memberikan persamaan untuk penjumlahan kecepatan
relativistik dalam gerak satu dimensi.
Perhatikan Gambar 7.7. Sebuah bola B dilempar oleh A yang arah dan kecepatan-
nya sama dengan mobil. Bola ini diamati oleh pengamat D yang berdiri di tepi jalan.

A B

Pengamat D

Sumber: Dokumen Penerbit


Gambar 7.7 Bola B dilempar dari mobil yang melaju

Menurut relativitas Newton, kecepatan vBD = vBA + vAD. Dengan persamaan ini,
maka sangat mungkin nilai vBD melebihi c, sementara batas kecepatan maksimum
adalah c. Oleh karena itu, diperlukan sebuah koreksi persamaan.
Kecepatan bola relatif terhadap D dapat dituliskan sebagai berikut.

vBA + vAD
vBD = ( vBA )( vAD )
1+
c2

Keterangan:
vAD = kecepatan mobil relatif terhadap pengamat D
vBA = kecepatan bola relatif terhadap mobil
vBD = kecepatan bola relatif terhadap pengamat D

Beda kecepatan relatif berlaku persamaan:


vAD = –vDA, vBA = –vAB, dan vBD = –vDB
Jika arah kecepatan ke kanan, maka kecepatan bertanda (+), sedangkan jika arah
kecepatan ke kiri disepakati diberi tanda (–).
Jika vBA pada gambar berarah ke kiri, maka:
vBA = –vAB
= –(–vBA)
= vBA
vBA + vAD
sehingga persamaan menjadi vCD = ( vBA )( vAD ) .
1+
c2

172 Relativitas
3. Panjang Relativistik
Misalkan sebuah batang dengan panjang L0 pada sumbu X dari kerangka acuan
S. Batang tersebut kemudian melekat pada kerangka acuan S′ yang bergerak dengan
kecepatan v sejajar dengan arah memanjang batang terhadap kerangka S sehingga
panjang batang menjadi L. Sesuai dengan transformasi Lorentz, hubungan L
terhadap L0 dapat diturunkan sebagai berikut.
Tinjau panjang tongkat pada sumbu X dalam kerangka S′. Pengamat dalam kerangka
ini mengukur panjang relatif tongkat:
L0 = x′2 – x′1
Panjang relativistik tongkat terhadap orang yang berada dalam kerangka S adalah:
L = x2 – x1
Dengan menggunakan persamaan transformasi Lorentz:
x1 − vt x2 − vt
x′1 = 2
dan x′2 = 2
v v
1− 1−
c2 c2

sehingga:
L = x2 – x1
v2 v2
= (x′2 1− 2
) + vt – ((x′1 1− ) + vt )
c c2

v2 v2
= x′2 1− 2
+ vt – x′1 1− – vt
c c2

v2
= (x′2 – x′)
1 1−
c2
Oleh karena x′2 – x′1 tidak lain adalah L0, maka:

v2
L = L0 1−
c2

Keterangan:
L = panjang relativistik (m)
L0 = panjang sejati (m)
v = kecepatan pengamat bergerak terhadap benda dengan arah sejajar dengan arah memanjang
benda (m/s)
c = kecepatan cahaya = 3 × 10 8 m/s

Kita harus bisa membedakan antara panjang sejati dan panjang relativistik.
Panjang sejati merupakan panjang suatu benda yang diam terhadap kerangka acuan.
Panjang relativistik merupakan panjang benda yang bergerak terhadap kerangka
acuan.
Besarnya γ selalu lebih besar dari 1. Akibatnya, L selalu lebih kecil dari L0. Hal
ini berarti panjang relativistik selalu lebih pendek dari panjang sejati. Berkurangnya
panjang benda disebut penyusutan panjang atau kontraksi panjang.

Fisika Kelas XII 173


Penyusutan panjang hanya terjadi pada komponen panjang benda yang sejajar
dengan arah gerak. Semua komponen panjang yang tegak lurus terhadap arah gerak
tidak mengalami penyusutan panjang. Perhatikan Gambar 7.8.

D 10 cm C D C

9 cm v 9 cm v

A B A 8 cm B

Sumber: Dokumen Penerbit


Gambar 7.8
Ukuran persegi yang semula berukuran 10 cm × 9 cm menjadi 8 cm × 9 cm ketika persegi
bergerak searah AB. Penyusutan hanya dialami sisi yang searah dengan kecepatan v yaitu sisi
AB dan DC.

Luas dan Volume Relativistik


Anda telah mengetahui proses kontraksi panjang berdasarkan transformasi Lorentz.
Bagaimana persamaan untuk luas relativistik dan volume relativistik? Turunkanlah
kedua persamaan tersebut. Kerjakan tugas ini secara individu di rumah. Kemudian,
kumpulkan kepada guru Anda pada pertemuan selanjutnya.

4. Waktu Relativistik
Albert Einstein telah membuktikan bahwa waktu merupakan besaran relatif
untuk sistem benda yang bergerak dengan kecepatan cahaya. Bentuk persamaannya
sebagai berikut.
Δt = t2 – t1
vx′2 vx1′
= γ (t2′ + ) – γ (t1′ + )
c2 c2
vx′2 vx1′
= γ t2′ + γ 2 – γ t1′ – γ
c c2
vx′2 vx1′
= γ (t2′ – t1′) + γ ( – )
c2 c2
γv
= γ (t2′ – t1′) + (x2′ – x1′)( )
c2
Selang waktu ini diukur pada tempat yang sama (x2′ = x1′) dalam kerangka acuan
S′ sehingga:
Δt = γ (t2′ – t1′)

174 Relativitas
Sementara Δt0 = t2′ – t1′ (selang waktu sejati)
Δt0
Δt = γ Δ t0 =
v2
1−
c2

Keterangan:
Δt = selang waktu relativistik
Δt 0 = selang waktu sejati
Selang waktu sejati (Δt0) yaitu selang waktu yang diukur oleh pengamat yang
diam terhadap kejadian. Selang waktu relativistik (Δt) yaitu selang waktu yang
diukur oleh pengamat yang bergerak terhadap kejadian.
Oleh karena γ > 1, akibatnya Δt selalu lebih besar daripada Δt0. Hal ini berarti
selang waktu relativistik selalu lebih lama daripada selang waktu sejati. Peristiwa
ini disebut penggembungan waktu.

5. Paradoks Kembar
Kejadian yang menarik dari pemuluran yaitu paradoks kembar. Sebagai contoh,
ada dua anak kembar Arya dan Genta. Saat mereka berumur 25 tahun, Genta
melakukan perjalanan ke planet Y dari bumi dengan pesawat yang kecepatannya
mendekati kecepatan cahaya, sedangkan Arya tetap di bumi. Saat Genta kembali ke
bumi, Arya sudah berusia 60 tahun, sedangkan usia Genta hanya bertambah 10
tahun. Hal ini karena proses biologi dalam tubuh Genta mengalami perlambatan.
Menurut Genta, ia pergi selama Δt0. Akan tetapi menurut Arya, waktu pergi Genta
yaitu Δt. Perumusannya sebagai berikut.

tGenta = t + Δt0
tArya = t + Δt

Keterangan:
Δt 0 = selang waktu sebenarnya
Δt = selang waktu relativistik
t = umur kedua anak kembar saat Genta meninggalkan bumi

Perusahaan penyedia pariwisata ke luar angkasa mempekerjakan astro-


naut untuk menjadi awak pesawat. Awak pesawat dibayar berdasarkan
lamanya waktu yang mereka habiskan pada saat melakukan perjalanan luar
angkasa. Setelah melakukan berjalanan dengan kelajuan mendekati kecepatan
cahaya, manakah keadaan yang akan dipilih awak pesawat (lama waktu di
bumi atau di pesawat) jika menginginkan bayaran yang lebih besar?

Fisika Kelas XII 175


Kerjakan soal-soal berikut! 4. Saat berumur 20 tahun Aldo melaku-
1. Tentukan kecepatan gerak sepotong kan penelitian ke luar angkasa
mistar di laboratorium dengan dengan pesawat antariksa. Kembaran-
panjang diam 1 m agar panjangnya nya yang bernama Aldi menetap di
teramati sebesar 50 cm! bumi untuk memantau perjalanan
2. Pesawat terbang bergerak dengan kembarannya di pusat penelitian.
kelajuan 300 m/s. Berapa waktu Setelah 14 tahun, Aldo kembali dan
yang diperlukan supaya lonceng ternyata Aldi sudah berumur 70
dalam pesawat berbeda 1 detik tahun. Berapakah kecepatan
dengan lonceng di bumi? pesawat yang ditumpangi Aldo?
3. Tentukan perbandingan peng- 5. Ketut adalah pilot pesawat tempur
gembungan waktu untuk sistem P yang mengejar musuh di pesawat
yang bergerak pada kecepatan 0,8c tempur Q menjauhi bumi. Menurut
dengan sistem yang begerak dengan pengamat yang diam di bumi,
kecepatan 0,6c! kecepatan pesawat P 0,6c sedangkan
pesawat Q 0,8c. Tentukan kecepatan
pesawat tempur Q menurut Ketut!

C. Massa, Momentum, dan Energi Relativistik


Teori massa, momentum, dan energi relativistik datang dari prediksi teori Newton
yang tidak relevan menjelaskan benda bermassa yang bergerak dengan kecepatan sangat
tinggi. Menurut teori terdahulu, jika benda bergerak dengan kecepatan tak hingga, massa
dan energi kinetiknya menjadi tak hingga. Akan tetapi, pada kenyataannya tidak ada
kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya. Relativitas massa ini untuk mengoreksi
anggapan yang demikian. Untuk mengawali pembahasan massa, momentum, dan energi
relativistik benda, lakukan lebih dahulu kegiatan berikut.

Menyelidiki Massa Relativistik


1. Pengamatan
Amatilah grafik berikut.
Massa

Kecepatan
0,2c 0,4c 0,6c 0,8c
Gambar 7.9 Massa relativistik

176 Relativitas
2. Prosedur
a. Amati grafik massa relativistik pada gambar yang disediakan.
b. Analisislah grafik di atas.
3. Diskusi
a. Berdasarkan pengamatan Anda, bagaimana sebuah benda bermassa yang
bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi mendekati kecepatan
cahaya?
b. Apa yang dapat Anda simpulkan dari grafik di atas?
4. Kesimpulan dan Laporan
Tulislah hasil diskusi Anda dalam bentuk laporan singkat. Presentasikan
hasil analisis Anda dalam forum diskusi kelas.

Anda telah mengetahui bahwa massa relativistik berbeda dengan massa diam benda.
Mengapa bisa demikian? Simak penjabarannya berikut ini.
1. Massa Relativistik
Einstein dapat menunjukkan bahwa massa suatu benda bertambah jika
kecepatannya bertambah menggunakan hukum Kekekalan Momentum pada benda
yang bergerak relatif. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut.
m0
m= = γ m0
v2
1−
c2

Keterangan:
m 0 = massa diam benda yang diukur dari kerangka acuan yang diam terhadap benda (kg)
m = massa relativistik yang diukur dari kerangka acuan yang bergerak terhadap benda (kg)
v = kecepatan relativistik benda (m/s)
c = kecepatan cahaya = 3 × 108 m/s
γ = tetapan transformasi ( γ > 1)

2. Momentum Relativistik
Benda yang bergerak dengan kecepatan relativistik memiliki massa benda tidak
tetap. Einstein kemudian menurunkan persamaan momentum relativistik.
m0v
p = mv = γ m0v = 2
1 − v2
c

Keterangan:
p = momentum relativistik (kg m/s)

3. Energi Relativistik
Benda yang bergerak dengan kecepatan relativistik memiliki massa benda yang
tidak tetap. Partikel yang memiliki massa m, berarti partikel itu memiliki energi total
yang dirumuskan sebagai berikut.
E = mc 2

Energi diam partikel dituliskan sebagai berikut.


E0 = m0c 2

Fisika Kelas XII 177


Untuk menurunkan persamaan energi kinetik relativistik, simak uraian berikut.
x2 x2
dp
W= ∫ Fdx = ∫ dt
dx
x1 x1

Lakukan turunan momentum terhadap waktu terlebih dahulu.


dv
⎛ ⎞ m ( )
dp d ⎜ m0 v ⎟ 0 dt
= ⎜ 2 ⎟ = 3
dt dt v v2
⎜ 1− 2 ⎟ (1 − 2 ) 2
⎜ c ⎟ c
⎝ ⎠
Substitusi ke persamaan sebelumnya. Ingat bahwa dx = vdt
t m ( dv )vdt v
0 v
W= ∫ dt
3
= m0 ∫ 3
dv
0 (1 − v2 2 0 (1 − v ) 2
2
)
c2 2 c

Batas integral dari 0 – t diubah menjadi 0 – v karena variabelnya berubah dari t


menjadi v. Hal ini digunakan dengan asumsi partikel bermassa bergerak dari
keadaan diam hingga mencapai kelajuan akhir v.
v v
v 2 −3
Ek = m0 ∫ 3
dv = m0 ∫ v(1 − v2 ) 2 dv
v2 c
0 (1 − ) 2 0
c2

v2 dx 2v
Misalkan x = 1 – maka =0–
c2 dv c2
c2
dv = dx
2v
v 3
− c2
Ek = m0 ∫ ( x ) 2 − dv
2v
0
v −3
m0c 2
=– 2 ∫ x 2 dx
0

v
m0 c 2
⎡ 1 −3 +1⎤
=– ⎢ 3 x 2 ⎥
2
⎢⎣ − + 1 ⎥⎦
2 0
v
m0c 2
⎡ 1 −1 ⎤
=– 2
⎢ 1 x 2⎥
⎢⎣ − 2 ⎥⎦
0

m0 c 2 ⎡ −1 ⎤
=– 2
(−2) ⎢ x 2 ⎥
⎣⎢ ⎦⎥
v2
Substitusi kembali x = 1 –
c2

v
⎡ 2 v2 − 2
1

EK = m0 c ⎢(1 − ) ⎥
v2
⎣ ⎦0

178 Relativitas
−1
⎡ v2 − 2
1

= m0 c 2 ⎢(1 − ) − (1) 2 ⎥
v2
⎣ ⎦

2 ⎛ 1 ⎞
= m0 c ⎜ 2
− 1⎟
v
⎜ 1− 2 ⎟
⎜ c ⎟
⎝ ⎠
Energi kinetik relativistik sebuah benda:

2 ⎛ 1 ⎞
Ek = m0 c ⎜ − 1⎟
v2
⎜ 1− 2 ⎟
⎜ c ⎟
⎝ ⎠
Hubungan energi total dengan momentum relativistik.
E = mc2
m0v
p=
v2
1− 2
c
Cari persamaan yang menghubungkan energi total dengan momentum.
E2 = m2c4
2 2
p2 = m0 v
v2
1−
c2

p2c2 =
m02 v 2 c 2
v2
1−
c2
m02 v 2 c 2
E2 – p2c2 = m2c4 –
v2
1−
c2
m02 m02 v 2 c 2
= c4 –
v2 v2
1− 1−
c2 c2
⎛ v2 ⎞
⎜ 1 2 ⎟
= m20c4 – ⎜ − c 2 ⎟
v2 v
⎜ 1 − c 2 1 − c2 ⎟
⎝ ⎠

⎛ v2 ⎞
⎜1− 2 ⎟
= m20c4 – ⎜ c ⎟
2
⎜ 1 − v2 ⎟
⎜ c ⎟
⎝ ⎠

E2 = m02c4

Fisika Kelas XII 179


Dengan menyusun persamaan energi total dan momentum diperoleh persamaan
baru sebagai berikut.

E 2 = m02c 4 + p 2c 2
E 2 = (m0c 2)2 + p 2c 2
E 2 = E02 + p 2c 2

Jika sebuah benda diam dengan massa m0 membelah secara spontan menjadi
m0 dan m0 , masing-masing bergerak dengan kecepatan v1 dan v2, akan berlaku
1 2
hukum kekekalan energi relativistik.

Energi relativistik awal = Energi relativistik akhir


m0c 2 = γ1m0 c 2 + γ2m0 c 2
1 2
m0 = γ1m0 + γ2m0
1 2

Keterangan: E 0 = energi diam (joule)


E = energi total (joule)
E k = energi kinetik (joule)

Energi dan Momentum Partikel Tak Bermassa


Adakah partikel yang tidak memiliki massa diam? Bagaimana dengan
momentumnya? Lakukan studi literatur untuk menjawab pertanyaan tersebut. Sebagai
pengantar bahwa menurut mekanika klasik partikel harus memiliki massa diam supaya
memiliki momentum. Tinjaulah energi dan momentum partikel tak bermassa dengan
pandangan relativitas.

Menurut Anda, antara foton dan elektron manakah yang memiliki momentum
terbesar?

Kerjakan soal-soal berikut! 2. Elektron memiliki energi kinetik 5 keV.


1. Massa partikel menjadi empat kali Tentukan massanya dinyatakan
massa diamnya. Berapakah momen- dalam massa diamnya!
tum relativistik partikel tersebut?

180 Relativitas
3. Ketika suatu benda bergerka dengan 5. Berapakah energi total dan momen-
tum partikel yang tidak memiliki
kecepatan 1 3c berpakah per-
2
massa diam dan bergerak dengan
bandingan massa relativistik dan kecepatan cahaya?
massa diamnya?
4. Tentukan pertambahan massa yang
dialami sebuah benda yang bergerak
dengan kecepatan 0,6c!

1. Gerak relatif adalah gerak yang 5. Massa relativistik


mengacu pada suatu acuan. Benda
m0
yang bergerak terhadapa satu acuan m=
belum tentu bergerak pula jika v2
1−
ditinjau dari acuan yang lain. c2
2. Kerangka acuan inersial adalah
6. Momentum relativistik
suatu kerangka acuan yang berada
dalam keadaan diam atau bergerak m0 v
p=
terhadap acuan lainnya dengan v2
kecepatan konstan pada suatu garis 1−
c2
lurus.
3. Kontraksi panjang 7. Energi relativistik

v2 m0 c 2
L = L0 = 1 − 2 m=
c v2
1−
4. Penggembungan waktu c2
Δt0
Δt =
v2
1−
c2

Kecepatan pedagang asongan menurut


A. Pilihlah jawaban yang tepat!
pengamat yang diam di tepi jalan
1. Bus ber ge ra k de ng an k e ce patan adalah . . . km/jam.
60 km/jam. Seorang pedagang asongan a. 1 d. 60
di dalam bus berjalan dari depan ke b. 10 e. 61
belakang dengan kecepatan 1 km/jam. c. 59

Fisika Kelas XII 181


2. Pada lintasan lurus balap motor, Rossi 6. Seorang astronaut mengamati sebuah
memacu sepeda motornya dengan pesawat luar angkasa yang berbentuk
kecepatan konstan 240 km/jam. Pedro lingkaran berjari-jari R sedang diam di
membuntuti Lorenzo dengan kecepatan angkasa. Apabila kapsul pesawat luar
konstan 60 m/s. Pernyataan yang benar angkasa tersebut bergerak mendekati
adalah . . . astronaut dengan kecepatan relatif 0,5c,
a. Menurut Pedro, Rossi bergerak penampang kapsul luar angkasa
mendekatinya. tersebut akan berbentuk . . . .
b. Menurut Pedro, Rossi bisa terkejar a. lingkaran dengan jari-jari < R
di lintasan lurus tersebut. b. lingkaran dengan jari-jari > R
c. Menurut Pedro, jaraknya dengan c. lingkaran dengan jari-jari = R
Rossi makin pendek. d. oval dengan diameter besar = R dan
d. Menurut Rossi, Pedro bergerak diameter kecil < R
menjauhinya. e. oval dengan diameter kecil = R dan
e. Menurut Lorenzo, Pedro akan diameter besar > R
mampu menyalipnya.
7. Morgan dan Yusuf adalah sepasang
3. Partikel A bergerak ke kanan dengan anak kembar. Yusuf berkelana di
kecepatan 0,5c terhadap X. Partikel B antariksa dengan pesawat berkecepatan
bergerak dengan kecepatan 0,4c ke 0,6c. Setelah 12 tahun berkelana
kanan terhadap partikel A. Kecepatan akhirnya Yusuf pulang ke bumi.
partikel B relatif terhadap X adalah Menurut Morgan perjalanan Yusuf telah
.... berlangsung selama . . . tahun.
a. 0,2c d. 1,4c a. 8 d. 15
b. 0,75c e. 0,38c b. 10 e. 20
c. 0,95c c. 12
4. Pesawat antargalaksi bergerak dengan 8. Akibat benda yang bergerak mendekati
kecepatan 0,4c terhadap pengamat di kecepatan cahaya sebagai konsekuensi
bumi. Menurut pengamat di bumi teori relativitas khusus yang di-
pesawat tersebut melepaskan roket ungkapkan oleh Einstein adalah . . . .
dengan kecepatan 0,5c searah gerak a. waktu benda semakin cepat
pesawat. Kecepatan roket menurut b. panjang benda bertambah
pilot pesawat pada . . . . c. panjang benda menyusut
a. 0,1c d. 0,75c d. waktu benda bertambah
b. 0,125c e. 0,9c e. waktu benda tetap
c. 0,67c
9. Sebuah elektron yang mempunyai
5. Garis tengah sebuah asteroid menurut massa diam m 0 bergerak dengan
seorang pilot yang berada di dalam kecepatan 0,6c. Energi kinetik elektron
pesawat ruang angkasa yang sedang tersebut sebesar . . . .
bergerak dengan kecepatan 0,6c adalah a. 0,25 m0c2
100 m. Panjang garis tengahnya jika b. 0,36 m0c2
diukur oleh seseorang yang berhasil c. m0c2
mendarat di asteroid adalah . . . m. d. 1,8 m0c2
a. 0,6 d. 80 e. 2,8 m0c2
b. 0,8 e. 125
c. 60

182 Relativitas
10. Setiap detik di matahari terjadi perubahan 5. Kubus berada di dalam pesawat ulang-
4 × 109 kg materi menjadi radiasi. Jika alik yang bergerak sejajar dengan salah
kecepatan cahaya adalah 3 × 108 m/s, satu rusuk kubus dan memiliki
daya yang dipancarkan matahari kecepatan 0,6c relatif terhadap bumi.
adalah . . . watt. Rusuk dan massa jenis kubus diukur di
a. 1,2 × 1018 dalam pesawat tersebut berurutan
b. 1,2 × 1016 adalah 9 cm dan 3.000 kg/m3. Menurut
c. 3,2 × 1016 pengamatan seorang ilmuwan yang
d. 3,6 × 1017 berada di laboratorium di bumi, berapa
e. 3,6 × 1026 massa jenis kubus?
6. Penggaris memiliki panjang 1 m.
B. Kerjakan soal-soal berikut! Tentukan kecepatan gerak penggaris
agar panjang penggaris menurut
1. Sebuah transformasi koordinat x ′ pada pengamat yang diam di laboratorium
transformasi Galileo dinyatakan menjadi 0,5 m!
dengan x ′ = x – vt. 7. Berapakah energi yang dihasilkan oleh
Buktikan bahwa transformasi Galileo 100 gram uranium jika kita mampu
untuk kecepatan adalah u′x = ux – v! mengubah massa menjadi energi listrik
2. Dua pesawat ulang-alik X dan Y seluruhnya? Kita anggap bahwa rumah
bergerak dalam arah berlawanan. tangga setiap hari membutuhkan energi
Berdasarkan pengamat di bumi, listrik 10 kWh. Berapa jumlah rumah
kecepatan pesawat ulang-alik X adalah tangga dapat terpenuhi kebutuhan
0,6c dan pesawat Y bergerak dengan energi listrik setiap harinya melalui
kecepatan 0,7c. Tentukan kecepatan energi uranium tersebut?
pesawat ulang-alik Y relatif terhadap 8. Benda diam bermassa 6 kg. Kemudian
pesawat ulang-alik X secara relativistik! benda bergerak dengan kecepatan
3. Rama dan Sinta bersahabat. Ketika 0,8c, tentukan:
Rama berumur 25 tahun dan Sinta a. massa bergeraknya;
berumur 20 tahun, Rama ikut serta b. energi diam benda;
dalam misi penjelajahan ke planet c. energi relativitas benda;
Cosmos yang berjarak 6 tahun cahaya d. energi kinetik benda.
dari bumi dengan menumpangi sebuah (c = 3 ×108 m/s)
pesawat antariksa berkecepatan 0,6c. 9. Diketahui massa diam proton
Sesaat setelah sampai di planet Cosmos, 1,6722 × 10–27 kg. Energi total proton
Rama langsung kembali pulang ke bumi adalah tiga kali energi diamnya.
dengan kecepatan sama. Tentukan Hitunglah:
umur Rama dan Sinta saat bertemu! a. energi diam proton (eV);
4. Antariksawan dalam sebuah wahana b. kecepatan proton;
antariksa melakukan perjalanan c. momentum relativistik proton.
menjauhi Bumi dengan v = 0,6c 10. Benda bermassa 1,6 × 10–12 kg mula-
beristirahat di ruang kendali. Mereka mula diam kemudian meledak menjadi
mengatakan bahwa akan menelepon dua bagian. Tiap-tiap bagian memiliki
kembali setelah 2 jam. Berapa lamakah massa diam sama M dan bergerak
selang waktu tersebut jika diukur di dengan kecepatan sama yaitu 0,8c
bumi? dengan arah berlawanan. Hitunglah
massa diam benda M!

Fisika Kelas XII 183


Pembahasan tentang relativitas banyak menyelesaikan kasus/fenomena yang
terjadi di alam. Jika tidak ditemukan ilmu ini maka manusia tidak akan dapat
menyelesaikan berbagai fenomena yang berhubungan kecepatan sangat tinggi.
Sementara ilmu mekanika klasik hanya mampu menjelaskan kasus-kasus dengan
kecepatan sangat rendah. Relativitas menjadi pintu masuk ilmu-ilmu yang mempelajari
gelombang elektromagnetik yang memiliki kecepatan sama dengan kecepatan cahaya.
Berkat relativitas, teknologi pun berkembang seperti teknologi GPS dan nuklir yang
sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Isilah angket ini dengan tanda cek ( ) sesuai tingkat pemahaman Anda setelah materi
mempelajari di bab ini.

Penilaian
Aspek yang Dinilai
Sangat Sangat
Kurang Sedang Baik
Kurang Baik

Saya dapat memahami konsep gerak


relatif.
Saya mampu menganalisis kontraksi
panjang pada benda yang bergerak
dengan kecepatan relativistik
Saya mampu menganalisis peng-
gembungan waktu yang terjadi pada
gerak relativistik
Saya memahami dengan baik para-
doks kembar
Saya mampu menganalisis massa,
momentum, dan energi pada benda
yang bergerak dengan kecepatan
relativistik

Apabila tanda cek ( ) yang Anda berikan pada kolom Kurang dan Sangat Kurang
lebih dari 2, sebaiknya Anda mempelajari materi ini kembali sebelum Anda
melanjutkan ke bab berikutnya. Anda dapat melanjutkan ke bab berikutnya jika tanda
cek ( ) pada kolom Kurang dan Sangat Kurang lebih kecil atau sama dengan 2.

184 Relativitas

Anda mungkin juga menyukai