0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
88 tayangan2 halaman

Penilaian Risiko dan Pengujian Kontrol Internal

Bab ini membahas mengenai perencanaan program audit yang mencakup pengujian pengendalian, pengujian substantif transaksi, prosedur analitis substantif, dan pengujian rincian saldo. Terdapat empat fase utama dalam proses audit yaitu perencanaan audit, pelaksanaan pengujian pengendalian dan substantif transaksi, pelaksanaan prosedur analitis, dan penyelesaian audit serta pelaporan.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
88 tayangan2 halaman

Penilaian Risiko dan Pengujian Kontrol Internal

Bab ini membahas mengenai perencanaan program audit yang mencakup pengujian pengendalian, pengujian substantif transaksi, prosedur analitis substantif, dan pengujian rincian saldo. Terdapat empat fase utama dalam proses audit yaitu perencanaan audit, pelaksanaan pengujian pengendalian dan substantif transaksi, pelaksanaan prosedur analitis, dan penyelesaian audit serta pelaporan.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Rangga Dhia Majduddin

CHAPTER 11 - PENILAIAN RISIKO PENGENDALIAN DAN PELAPORAN PENGENDALIAN INTERNAL

A. Mendapatkan dan mendokumentasikan pemahaman dari pengendalian internal

Sebagai bagian dari prosedur penilaian risiko auditor, auditor menggunakan prosedur untuk memperoleh
pemahaman, yang melibatkan pengumpulan bukti tentang desain dari pengendalian internal dan apakah
mereka telah diimplementasikan, dan kemudian menggunakan informasi itu sebagai dasar untuk menilai risiko
pengendalian dan untuk keperluan audit yang terintegrasi. Terdapat tiga jenis dokumen terkait hal ini yaitu:
narasi, diagram alir, dan kuesioner internal kontrol.

B. Menilai Resiko Pengendalian

Pada bagian ini, dilakukan proses evaluasi efektivitas dari pengendalian internal dalam mencegah dan
mengetahui salah saji yang material pada laporan keuangan. Langkah dalam penilaian tersebut sebagai
berikut: Mempertimbangkan pengetahuan yang diperoleh dari prosedur untuk memperoleh pemahaman,
mengidentifikasi salah saji potensial, mengidentifikasi pengendalian yang diperlukan, melaksanakan pengujian
pengendalian, evaluasi bukti dan membuat penilaian.

C. Pengujian Pengendalian

Ada empat prosedur untuk melaksanakan pengujian pengendalian yaitu: Pengajuan pertanyaan kepada para
karyawan klien, Pengamatan terhadap karyawan klien dalam melaksanakan tugasnya, Melakukan inspeksi
dokumen, catatan, dan laporan, Mengulang kembali pelaksanaan pengendalian oleh auditor.

D. Memutuskan Rencana Risiko Deteksi

Auditor menggunakan penilaian risiko pengendalian dan hasil pengujian pengendalian untuk menentukan
risiko deteksi yang direncanakan dan pengujian substantif terkait untuk audit laporan keuangan.

E. Merancang Pengujian Substantif

Pengujian substantif menyediakan bukti mengenai kewajaran setiap asersi laporan keuangan yang signifikan.
Perancangan pengujian substantif meliputi penentuan: Sifat pengujian, Waktu pengujian, Luas pengujian
substantif.

F. Pelaporan Auditor atas Pengendalian Internal

Auditor wajib untuk melakukan komunikasi terkait kelemahan yang materialitas secara tertulis kepad pihak
yang bertanggung jawab, selain itu auditor juga dapat memberikan management letter yang juga berisi
mengenai kelemahan pengendalian internal klien dan saran perbaikannya. Tipe opini dibagi menjadi :
unqualified opinion, adverse opinion, qualified or disclaimer of opinion.

G. Evaluasi, pelaporan, dan pengujian pengendalian internal perusahaan nonpublic dan UMKM

Meliputi lima hal, yaitu : kebutuhan pelaporan, luas pengendalian internal yang diperlukan, perlu pemahaman
yang luas, menilai resiko pengendalian, perluasan pengujian pengendalian.

H. Impak Lingkungan TI terhadap penilaian dan pengujian PI

Auditor mengggunakan tiga pendekatan untuk menguji efektivitas dari kontrol otomatis saat mengaudit via
komputer yaitu : pendekatan uji data, simulasi paralel dan embedded audit module approach.
CHAPTER 12 - STRATEGI AUDIT DAN AUDIT PROGRAM

A. Jenis-jenis Pengujian

Terdapat beberapa jenis pengujian yaitu : pengujian pengendalian, pengujian substantif atas transaksi,
prosedur analitis substantif, pengujian terinci atas saldo. Pengujian tersebut dilakukan untuk menentukan
apakah laporan keuangan disajikan secara wajar.

B. Pemilihan jenis pengujian yang akan dilakukan

Beberapa faktor mempengaruhi pilihan auditor atas jenis pengujian yang akan dipilih, termasuk ketersediaan
delapan jenis bukti, biaya relatif masing-masing jenis uji, efektivitas pengendalian internal, dan risiko yang
melekat. Dari beberapa hubungan antara prosedur audit dan jenis bukti terdapat beberapa hasil pengamatan
yaitu : Hanya pengujian rincian saldo yang melibatkan pemeriksaan fisik dan konfirmasi, Pertanyaan dari klien
dibuat untuk setiap jenis tes, Inspeksi digunakan dalam setiap jenis pengujian kecuali prosedur analitis
substantif, Reperformance digunakan dalam setiap jenis tes kecuali analitik substantif. Terkait pemilihan biaya
dapat diurutkan dari yang terendah sebagai berikut : Prosedur analitis substantif, Prosedur penilaian risiko, Tes
kontrol, Tes transaksi yang substansial, Tes rincian saldo.

C. Bauran bukti audit

Untuk mendapatkan bukti yang cukup dan tepat dalam menanggapi risiko yang diidentifikasi melalui prosedur
penilaian risiko, auditor menggunakan kombinasi dari berbagai jenis tes. Berikut untuk tabel penggunaan
jumlah tes :

Tes Pengendalian Tes Substantif Prosedur analitik Tes rincian saldo


transaksi substantif
Audit 1 Extentive amount Small amount Extentive amount Small amount
Audit 2 Medium amount Medium amount Extentive amount Medium amount
Audit 3 No testing Extentive amount Medium amount Extentive amount
Audit 4 Medium amount Extentive amount Extentive amount Extentive amount

D. Perancangan Program Audit

Dalam pelaksanaan program audit, terdapat tiga bagian yang dirancang yaitu : pengujian pengendalian dan
pengujian substantif atas transaksi, prosedur analitis substantif, dan tes rincian saldo.

Pada saat merancang program pada pengujian pengendalian dan pengujian substantif, auditor mengikuti
pendekatan empat langkah untuk mengurangi resiko pengendalian yang dinilai yaitu : Menerapkan tujuan
audit terkait transaksi ke kelas transaksi yang sedang diuji, Identifikasi pengendalian kunci yang dapat
mengurangi risiko pengendalian untuk setiap transaksi yang terkait, Kembangkan pengujian pengendalian yang
tepat untuk semua pengendalian internal yang digunakan, Untuk jenis potensi salah saji yang terkait dengan
setiap audit terkait transaksi merancang pengujian substantif yang tepat atas transaksi.

Metodologi perancangan audit pada tes rincian saldo : identifikasi resiko signifikan dari kesalahan material,
menentukan materialitas untuk piutang, menilai resiko pengendalian, Merancang dan melakukan pengujian
kontrol dan tes substantif, Merancang prosedur analitis, merancang tes detail untuk memenuhi tujuan audit.

E. Ikhtisara Bukti Utama dan Istilah Terkait Ikhtisar Proses Audit

Phase 1 = merencanakan dan mendesain tujuan dari audit, Phase 2 = melakukan pengujian pengendalian dan
substantif dari transaksi, phase 3 = melakukan prosedur analitik, phase 4 = menyelesaikan audit dan pelaporan

Anda mungkin juga menyukai