0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
629 tayangan13 halaman

Investasi Obligasi - Kelompok 5

Dokumen tersebut membahas tentang definisi, pengelompokan, karakteristik, keuntungan, pengukuran, dan pengakuan investasi obligasi. Investasi obligasi dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu dimiliki hingga jatuh tempo, diperdagangkan, dan tersedia untuk dijual. Karakteristik obligasi meliputi nilai nominal, masa jatuh tempo, kupon, dan peringkat. Keuntungan investasi obligasi antara lain mendapatkan kupon secar

Diunggah oleh

Diandra Oliviani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
629 tayangan13 halaman

Investasi Obligasi - Kelompok 5

Dokumen tersebut membahas tentang definisi, pengelompokan, karakteristik, keuntungan, pengukuran, dan pengakuan investasi obligasi. Investasi obligasi dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu dimiliki hingga jatuh tempo, diperdagangkan, dan tersedia untuk dijual. Karakteristik obligasi meliputi nilai nominal, masa jatuh tempo, kupon, dan peringkat. Keuntungan investasi obligasi antara lain mendapatkan kupon secar

Diunggah oleh

Diandra Oliviani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KELOMPOK 5

(2 AC B)
Nama Anggota :
Cici Rospita Sari (195154037)
Lutfhi Ramdani Fathurrohman (195154048)

INVESTASI OBLIGASI

A. DEFINISI
1. Sekuritas hutang (obligasi) adalah instrumen yang menunjukkan hubungan
kreditor dengan perusahaan. Sedangkan, obligasi merupakan janji tertulis untuk
membayarkan sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa yang akan
datang beserta bunga setiap tanggal tertentu. Dalam PSAK 50 tentang akuntansi
efek tertentu, dinyatakan bahwa investasi obligasi harus dikelompokkan ke dalam
salah satu dari tiga kelompok berikut : [1] Dimiliki hingga jatuh tempo (held to
maturity), [2] diperdagangkan (trading), [3] tersedia untuk dijual (available for
sale).
2. Motivasi perusahaan melakukan investasi dalam bentuk sekuritas hutang atau
obligasi antara lain: untuk mendapatkan tingkat pengembalian yang tinggi, untuk
mengamankan operasi atau perjanjian tertentu dengan pihak lain.
3. Terkait investasi dalam obligasi terdapat dua tujuan manajemen dan pendekatan
penilaiannnya yaitu tidak berencana untuk menjual dan berencana untuk menjual.
4. Investasi obligasi dikategorikan sebagai kontrak pembayaran pada tanggal
tertentu yang terdiri dari pokok yang diterima dan bunga dari sisa pinjaman.
B. PENGELOMPOKAN
Investasi dalam sekuritas hutang obligasi dikelompokkan menjadi tiga kategori
terpisah:
1. Dimiliki hingga jatuh tempo: Sekuritas utang yang tujuan investasinya positif dan
akan dimiliki sampai tanggal jatuh tempo.

1
2. Diperdagangkan: Sekuritas yang dimiliki dengan tujuan untuk dijual kembali
dalam jangka waktu pendek untuk memperoleh penghasilan.
3. Tersedia untuk dijual: Sekuritas utang yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam
held-to-maturity atau trading
C. KARAKTERISTIK OBLIGASI
1. Nilai Nominal
Nilai nominal merupakan nilai utang pokok yang harus dibayarkan oleh
penerbit obligasi pada saat jatuh tempo. Biasanya nilai ini tercantum di dalam
lembar obligasi. Pihak penerbit harus menjelaskan dan mencantumkan besar dana
yang dibutuhkan, atau dikenal dengan jumlah emisi obligasi. Penentuan besar
dana tersebut didasari oleh cashflow, besar kebutuhan penerbit, dan kinerja bisnis.
2. Masa Jatuh Tempo
Jangka waktu jatuh tempo obligasi ada di rentang 1 tahun hingga 10 tahun.
Biasanya jatuh tempo obligasi ada pada minimal angka 5 tahun. Namun, ada pula
obligasi yang masa jatuh temponya 10 tahun, 15 tahun, bahkan 30 tahun.
Kebanyakan pendana lebih menyukai investasi obligasi jangka pendek
dibandingkan jangka panjang. Hal itu karena dianggap investasi obligasi jangka
pendek memiliki tingkat risiko yang lebih kecil.
3. Klaim Aset dan Klaim Pendapatan Perusahaan
Jika suatu saat pihak penerbit mengalami kebangkrutan dan gagal bayar, satu-
satunya pertanggungjawaban yang bisa dilakukan adalah menjual aset/aktiva
penerbit. Setelah itu, memberikan hasil penjualannya kepada pemegang obligasi.
Klaim terhadap aset yaitu mendapat hak untuk didahulukan ketika terjadi
penjualan aset. Sementara klaim terhadap pendapatan perusahaan, maksudnya
pemegang obligasi memiliki hak untuk didahulukan daripada dividen lain.
4. Coupon Rate
Dalam investasi obligasi akan mendapatkan kupon secara berkala di waktu
yang telah ditentukan oleh penerbit. Kupon di sini sama saja dengan bunga yang
akan didapatkan. Waktu pemberian kupon bisa setiap 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan,

2
bahkan 1 tahun. Tergantung kesepakatan antara kamu dengan pihak penerbit
obligasi. Biasanya, besarnya kupon sudah ditentukan di awal perjanjian obligasi.
5. Indenture (Kontrak)
Dalam investasi obligasi, terdapat indenture atau kontrak antara penerbit
obligasi dengan wakil pemegang obligasi (wali amanat). Kontrak ini berisi hak
dan kewajiban dari penerbit dan pemegang obligasi. Dalam kontrak obligasi juga
tertera ketentuan-ketentuan dan batasannya yang dirancang untuk melindungi
pemegang obligasi. Seperti larangan pembelian atau penjualan aset tetap
perusahaan, larangan penjualan piutang perusahaan, batasan penarikan pinjaman
tambahan, dan batasan pembayaran dividen.
6. Current Yield
Current Yield merupakan keuntungan dari kupon (bunga) yang diterima
selama satu tahun terhadap harga obligasi. Dapat dikatakan, bahwa current yield
dihitung berdasarkan bunga tahunan terhadap harga obligasi, hasilnya nanti
berupa persentase (%). Ada lagi yang disebut Yield to Maturity, yaitu tingkat
pengembalian yang akan didapatkan jika memegang obligasi tersebut sampai
pada waktu jatuh tempo.
7. Rating (Peringkat)
Dalam investasi obligasi sendiri terdapat peringkat yang mencerminkan risiko
obligasi. Peringkat obligasi biasanya terdiri dari dua atau tiga huruf disertai
dengan simbol atau angka, misalnya AAA, AA+, AA-, BBB+, dan seterusnya.
Semakin tinggi peringkat, maka semakin rendah bunga yang ditawarkan dan
risikonya semakin kecil. Penentuan peringkat dilakukan oleh lembaga
pemeringkat. Faktor-faktor yang mempengaruhi peringkat yaitu profit
perusahaan, tingkat kepastian pendapatan, proporsi modal terhadap utang,
besarnya perusahaan, dan sebagainya.
D. KEUNTUNGAN INVESTASI OBLIGASI
1. Memperoleh Kupon (bunga) Secara Berkala

3
Baik setiap bulan, tiga bulan, atau enam bulan sekali. Kupon tersebut terbagi
menjadi dua, yaitu kupon fixed (tetap) dan kupon floating (mengambang/tidak
tetap).
2. Mendapat Capital Gain Saat Menjual Obligasi Kepada Investor Umum di pasar
Sekunder
Capital gain adalah keuntungan yang akan didapatkan, dihitung dari selisih harga
jual dikurangi dengan harga beli suatu obligasi.
3. Pasti Dibayarkan Kembali dengan Tambahan Return (kupon).
Jika yang dimiliki adalah obligasi negara terbitan pemerintah Republik Indonesia,
maka sudah dijamin keamanannya. Perihal obligasi sendiri, juga sudah tercantum
dalam UU No. 24 Tahun 2002 Tentang Surat Utang Negara dan UU No. 19
Tahun 2008 Tentang Surat Berharga Syariah Negara.
4. Keuntungan Kupon Obligasi Lebih Tinggi Daripada Bunga Deposito
Hal ini tentu menjadi pertimbangan kamu dalam berinvestasi agar dapat
menerima keuntungan semaksimal mungkin. Banyak orang yang tertartik
membeli Surat Berharga Negara atau Obligasi pemerintah karena tawaran
keuntungan yang lebih tinggi dari rata-rata bunga deposito.
E. PENGUKURAN
1. Secara umum, pengukuran investasi dalam utang yaitu:
 Biaya yang diamortisasi
 Fair value
2. Secara rinci pengukuran terdiri dari:
a. Pengukuran Awal:
 Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi: Nilai wajar
(biaya transaksi dibebankan)
 Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo: Nilai wajar + biaya transaksi
 Diperdagangkan: Nilai wajar + biaya transaksi
 Tersedia untuk dijual: Nilai wajar + biaya transaksi

4
b. Pengukuran setelah pengakuan awal:
 Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi: Nilai wajar
 Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo: biaya perolehan yang
diamortisasi
 Diperdagangkan: Nilai wajar
 Tersedia untuk dijual: Nilai wajar, Instrumen ekuitas yang tidak ada
kuotasi pasar aktif dan nilai wajar tidak dapat diukur dengan  andal maka
dapat menggunakan Biaya perolehan
c. Pengukuran Setelah pengakuan awal aset keuangan (investasi obligasi)
yaitu:
 Dimiliki sampai jatuh tempo: keuntungan atau kerugian kepemilikan yang
belum direalisasi tidak diakui. Bunga pada saat dihasilkan: keuntungan
atau kerugian dari penjualan.
 Diperdagangkan: keuntungan atau kerugian kepemilikan yang belum
direalisasi diakui dalam laba bersih. Bunga pada saat dihasilkan:
keuntungan atau kerugian dari penjualan. Jika ada diskon dan premi,
diamortisasi.
 Tersedia untuk dijual: keuntungan atau kerugian kepemilikan yang belum
direalisasi diakui sebagai laba komprehensif lainnya dan sebagai
komponen terpisah dari ekuitas pemegang saham. Bunga pada saat
dihasilkan: keuntungan atau kerugian dari penjualan.
F. PENGAKUAN
1. Pengakuan Awal: Entitas mengakui Investasi Obligasi sebagai aset keuangan,
jika dan hanya jika menjadi salah satu pihak pada kontrak instrumen tersebut
2. Penentuan harga Investasi Obligasi: harga obligasi ditentukan oleh tingkat
bunga obligasi. Semakin besar bunganya, harga obligasi semakin tinggi dan
sebaliknya semakin kecil bunga obligasi semakin rendah harganya. Jika

5
presentase bunga oblogasi melebihi tingkat bunga di pasar (agio), tetapi bila tarif
bunga obligasi rendah dari pada tingkat bunga di pasar (disagio).
3. Penjualan obligasi sebelum tanggal jatuh tempo: Apabila obligasi yang
dimiliki dengan tujuan penanaman modal jangka panjang dijual sebelum tanggal
jatuh temponya maka perhitungan laba atau rugi penjualan didasarkan pada
jumlah uang yang diterima dengan nilai buku obligasi. Nilai buku obligasi
dihitung dengan cara sebagai berikut: harga perolehan obligasi ditambah dengan
akumulasi disagio sampai tanggal penjualan atau haraga perolehan obligasi
dikurangi amortisasi agio sampai dengan tanggal penjualan.
4. Pelunasan obligasi sebelum tanggal jatuh tempo: Obligasi yang dapat dilunasi
kembali sebelum tanggal jatuh tempo biasanya dengan memberikan agio pada
pemegang obligasi pada waktu pelunasan itu terjadi. Akumulasi disagio atau
amortisasi agio dalam buku investor tidak lagi dicatat dengan cara garis lurus
tetapi menggunakan cara amortisasi yang dipercepat.
5. Pertukaran obligasi: Apabila obligasi yang dimiliki ditukarkan dengan surat
berharga lain, maka rekening investasi obligasi ditutup dan dibuka rekening
penanaman modal yang baru. Surat berharga yang diterima dicatat sebesar
harganya di bursa, dan selisihnya dengan nilai buku dihitung dengan laba atau
rugi.

G. AKUNTANSI UNTUK INVESTASI OBLIGASI


Akuntansi untuk investasi obligasi, berfokus pada bagaimana membuat ayat
jurnal untuk:
1. pencatatan pembelian,
2. bunga,
3. amortisasi diskon dan premium serta
4. penjualan investasi obligasi.

6
Dan diasumsikan investor menggunakan prinsip-prinsip biaya untuk mencatat
investasi tersebut. Jadi ada 2 bagian pembahasan akuntansi untuk investasi obligasi
ini, yaitu:
 Bagian a : Pembelian, Bunga, dan Amortisasi
 Bagian b : Penjualan Obligasi
a. Akuntansi Investasi Obligasi – Pencatatan Pembelian dan Bunga
Obligasi dapat dibeli baik secara langsung dari perusahaan penerbitnya
maupun melalui bursa obligasi. Bursa obligasi menerbitkan catatan harga obligasi
harian. Catatan harga tersebut biasanya mencakup informasi mengenai:
 suku bunga obligasi
 tanggal jatuh tempo
 volume penjualan
 harga penutupan
 harga tertinggi dan terendah .
Harga obligasi dicatat dalam persentase nilai nominal. Dengan demikian
harga obligasi senilai Rp 1.000.000 yang dicatat pada 99,5 adalah sebesar Rp
995.000. Sementara harga obligasi yang dicatat pada 104,25 adalah sebesar Rp
1.042.500. Sama seperti aset lainnya, biaya investa si obligasi mencakup seluruh
biaya yang terkait dengan pembeliannya. Sebagai contoh, untuk obligasi yang
dibeli melalui bursa, jumlah yang dibayarkan sebagai komisi pialang harus
dimasukkan sebagai bagian dari biaya investasi. Ketika obligasi dibeli di antara
tanggal pembayaran bunga. Maka pembeli biasanya membayar kepada penjual
sejumlah bunga yang terutang dari tanggal pembayaran bunga terakhir sampai
tanggal pembelian. Jumlah bunga yang dibayarkan akan di debit ke akun
Pendapatan Bunga. Karena jumlah tersebut akan dilawankan dengan jumlah yang
akan diterima pada tanggal pembayaran bunga berikutnya. Sebagai contoh:
Misalnya seorang investor membeli obligasi senilai Rp 1.000.000 pada 102
ditambah imbalan jasa pialang sebesar Rp 5.300 dan bunga terutang sebesar Rp

7
10.200. Investor mencatat transaksi tersebut dengan ayat jurnal pembelian
obligasi sebagai berikut:

Investasi pada Obligasi PT XXX (D) Rp 1.025.300


Pendapatan Bunga (D) Rp 10.200
Kas (K) Rp 1.035.500
b. Akuntansi Investasi Obligasi – Pencatatan Diskon, Premium, dan Amortisasi

Investasi obligasi pada harga diskon adalah obligasi yang dibeli ketika suku
bunga pasar lebih tinggi daripada suku bunga kontrak. Sedangkan investasi obligasi
pada harga premium adalah investasi yag dibeli ketika suku bunga pasar lebih rendah
daripada suku bunga kontrak. Premium atau diskon atas investasi obligasi dicatat
dalam akun investasi selama sisa periode obligasi. Biaya obligasi dicatat dalam satu
akun investasi. Nilai nominal obligasi dan premium (atau diskon) tidak dicatat dalam
akun yang terpisah. Hal ini berbeda dari akuntansi untuk UTANG obligasi. Akun
premium dan diskon yang terpisah biasanya tidak digunakan oleh investor karena
mereka tidak menyimpan investasi obligasi hingga jatuh tempo. Saat obligasi yang
disimpan sebagai investasi jangka panjang dibeli pada harga selain nilai nominal.
Maka premium atau diskon harus diamortisasi selama sisa periode obligasi.
Amortisasi premium dan diskon memengaruhi akun investasi dan bunga seperti
ditunjukkan berikut ini:
Amortisasi Premium:

Pendapatan Bunga (D) XXX


Investasi Obligasi (K) XXX

Amortisasi Diskon:

Investasi Obligasi (D) XXX


Pendapatan Bunga (K) XXX

Jumlah amortisasi dapat ditentukan dengan menggunakan metode garis lurus


maupun metode suku bunga.Tidak seperti utang obligasi, amortisasi premium dan

8
diskon atas investasi obligasi biasanya dicatat pada akhir periode, bukan saat
BUNGA diterima.
contoh akuntansi untuk investasi obligasi berikut:

Pada tanggal 1 Juli 2019 PT Manajemen Keuangan Development membeli obligasi


dengan harga obligasi senilai Rp 50.000.000. Dengan bunga 8% dari PT Bening
Xidev Jaya yang akan jatuh tempo dalam waktu 8  tahun 9 bulan. PT Manajemen
Keuangan Development membeli obligasi secara langsung dari PT Bening Xidev
Jaya dengan suku bunga efektif 11%. Pembayaran bunga dilakukan setiap 1 April dan
1 Oktober.

Harga pembelian adalah sebesar Rp 41.706.000 ditambah bunga sebesar:

= Rp 50.000.000 X 8% X (3/12)
= Rp 1.000.000

Yang terutang dari tanggal 01 April 2019 yang merupakan tanggal pembayaran bunga
semesteran yang terakhir.

Ayat jurnal dalam akun PT Manajemen Keuangan Development pada saat pembelian.

Dan untuk sisa periode fiskal yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah
sebagai berikut:

1) Membeli investasi obligasi ditambah bunga yang terutang:

Perhitungan:

Biaya Obligasi PT Bening Xidev Jaya = Rp 41.706.000

Bunga yang terutang:


= Rp 50.000.000 x 8% x 3/12 = Rp 1.000.000

Total:
= Rp 41.706.000 + Rp 1.000.000 = Rp 42.706.000

Jurnalnya:

Investasi Pada Obligasi (D) Rp 41.706.000


Pendapatan Bunga (D) Rp 1.000.000
Kas (K) Rp 42.706.000

9
2) Menerima pembayaran bunga semesteran untuk periode 1 April sampai 1
Oktober:

Perhitungannya:

= Rp 50.000.000 x 8% x 6/12 = Rp 2.000.000


Jurnalnya:

Kas (D) Rp 2.000.000


Pendapatan Bunga (K) Rp 2.000.000

3) Menghitung piutang bunga obligasi untuk periode 1 oktober sampai 31


Desember:

Perhitungan:
= Rp 50.000.000 x 8% x 3/12 = Rp 1.000.0000

Jurnalnya:

Piutang Bunga (D) Rp 1.000.000


Pendapatan Bunga (K) Rp 1.000.000

4) Amortisasi diskon dari tanggal 1 Juli sampai 31 Desember:

Perhitungan:

Nilai nominal obligasi = Rp 50.000.000


Biaya investasi obligasi =Rp 41.706.000
Diskon atas investasi obligasi = Rp 8.294.000

Jumlah bulan sampai ke tanggal jatuh tempo:


= 105 bulan

Amortisasi bulanan:
= Rp 8.294.000/105 bulan = Rp 79.000 (dibulatkan)

Amortisasi untuk 6 bulan:


= (Rp 79.000 x 6 bulan) = Rp 474.000

Jurnalnya:

10
Investasi pada obligasi (D) Rp 474.000
Pendapatan Bunga (K) Rp 474.000

Banyak investasi obligasi jangka panjang dijual sebelum tanggal jatu


temponya. Saat terjadi penjualan obligasi sebelum jatuh tempo, penjual menerima
harga penjualan (dikurangi komisi dan biaya penjualan lainnya). Ditambah bunga
yang terutang sejak tanggal pembayaran bunga terakhir. Sebelum mencatat hasil kas
yang diterima, penjual harus meng-amortisasi diskon atau premium untuk periode
berjalan sampai tanggal penjualan. Laba atau rugi atas penjualan kemudian dicatat
ketika mencatat hasil yang diterima. Laba dan rugi semacam itu dilaporkan pada
bagian Pendapatan dan Beban lain-lain di Laporan Laba Rugi.

Contoh pencatatan jurnal penjualan obligasi berikut ini:

Misalnya obligasi PT Bening Xidev Jaya dalam contoh sebelumnya dijual seharga Rp
47.350.000 ditambah bunga yang terutang pada tanggal 30 Juni 2024. Nilai tercatat
dari obligasi (biaya ditambah diskon yang diamortisasi) per 01 Januari 2024 (78
bulan setelah pembeliannya) adalah:

= [Rp 41.706.000 + (Rp 79.000 per bulan x 78 bulan)]


= Rp 47.868.000

Ayat jurnal untuk mencatat amortisasi diskon untuk tahun berjalan dan penjualan
obligasi adalah sebagai berikut:

Perhitungan:
= Rp 79.000 x 6 bulan (1/1-30/6) = 474.000

Nilai tercatat dari obligasi pada tanggal 1 Januari 2024 = Rp 47.868.000


Diskon yang diamortisasi 1 Januari sampai 30 Juni 2024 = Rp 474.000(+)
Nilai tercatat dari obligasi pada tanggal 20 Juni 2024 = Rp 48.342.000
Hasil yang diterima dari penjualan = Rp 47.350.000(-)
Rugi atas penjualan = Rp 992.000

11
Jurnal investasi obligasi:

Meng-amortisasi untuk tahun berjalan:

Investasi Pada Obligasi (D) Rp 474.000


Pendapatan Bunga (K) Rp 474.000

Menerima bunga dan hasil dari penjualan obligasi, bunga untuk periode 1 April
sampai 30 Juni:

= Rp 50.000.000 x 8% x 3/12
= Rp 1.000.000

Jurnal penjualan obligasi:

Kas (D) Rp 48.350.000


Rugi atas Penjualan Investasi (D) Rp 992.000
Pendapatan Bunga (K) Rp 1.000.000
Investasi pada obligasi (K) Rp 48.342.000

Contoh lain

Pada tanggal 1 Oktober 2019, PT Adil Makmur Loh Jinawi membeli obligasi senilai
Rp 10.000.000 dengan bunga 6% dari PT Semakin Bahagia  yang akan jatuh tempo
dalam waktu 9 tahun 3 bulan. Obligasi diberi pada harga Rp 8.341.000 ditambah
bunga sebesar Rp 150.000 (Rp 10.000.000 x 6% x 3/12) yang terutang dari tanggal 1
Juli 2019, tanggal pembayaran bunga semesteran yang terakhir

Ayat jurnal untuk mencatat pembelian obligasi, ditambah bunga yang terutang adalah
sebagai berikut:

01 Desember 2019:

Investasi Obligasi (D) Rp 8.341.000


Pendapatan Bunga (D) Rp 150.000
Kas (K) Rp 8.491.000

12
Sedangkan ayat jurnal untuk mencatat amortisasi diskon pada tanggal 31 Desember
(pembulatan) adalah sebagai berikut:

31 Desember 2019:

Investasi Obligasi (D) Rp 45.000


Pendapatan Bunga (K) Rp 45.000

H. PENGUNGKAPAN DAN PENYAJIAN:


Penyajian dan pengungkapan dalam laporan keuangan terkait Investasi obligasi
sebagai berikut:
Penyajian pada Laporan Posisi Keuangan:
1. Investasi obligasi yang diperdagangkan (trading) disajikan sebesar nilai wajar
keseluruhan sebagai bagian dari aset lancar.
2. Investasi obligasi yang dimiliki hingga jatuh tempo (held-to-matur) disajikan
dalam neraca dapat sebagai aset lancar atau aset tetap
3. Investasi obligasi yang tersedia untuk dijual (available-for-sale) disajikan dalam
neraca dapat sebagai aset lancar atau aset tetap
Penyajian pada Laporan Laba Rugi:
4. Kerugian dari penjualan investasi obligasi yang dijual (loss on sale investments)
dalam laporan laba rugi dilaporkan dalam bagian pendapatan dan beban lain-lain.
5. Unrealized gains and losses dalam laporan laba rugi dilaporkan dalam bagian
pendapatan dan beban lain-lain.

13

Anda mungkin juga menyukai