Anda di halaman 1dari 26

Laporan Pendahuluan Asuhan Keperawatan Antenatal

Nama Mahasiswa: Rosa Amelia Tgl : 7 Juni 2021

NIM : 202015015 Tempat Praktik : Ponek / RSUD CIBINONG

LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN ANTENATAL

A. Definisi Antenal
Antenatal Care adalah pengawasan sebelum persalinan terutama ditujukan pada
pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim (Haen Forer, 2009).

Kehamilan adalah suatu keadaan dimana janin dikandung di dalam tubuh wanita, yang
sebelumnya diawali dengan proses pembuahan dan kemudian akan diakhiri dengan proses
persalinan. Kehamilan merupakan suatu keadaan fisiologis, akan tetapi pentingnya
diagnosis kehamilan tidak dapat diabaikan (Cunningham, 2010).

B. Tanda dan Gejalan Antenatal


Menurut Haen Forer, (2009) beberapa tanda dan gejala antenatal yaitu :
1. Tanda Tidak Pasti/Tanda Mungkin Kehamilan
a. Persumtif Sign ( subyektif)
1) Amenorhoe ( tidak mendapat haid)
2) mual muntah (morning sicknes) merupakan respon awal terhadap tingginya
kadar progesterone dan menghilang setelah tiga bulan.
3) letih,sakit kepala
4) merasakan gerakan janin terjadi sekitar 22 minggu gestasi atau 20 minggu
pada wanita hamil pertama.
5) perubahan pada mamae
6) frekuensi berkemih meningkat karena adanya kongesti darah pada organ-
organ pelvic sehingga meningkatkan sensitivitas jaringan, tekanan uterus
pada kandung kencing menstimulasi saraf sehingga BAK.
7) lekore/keputihan peningkatan sekresi vaginal oleh efek stimulasi hormone
estrogen dan progesterone pada kelenjar dan peningkatan suplay darah ke
pelvic .
b. Probabilitas ( objektif)
1. Pembesaran uterus
a) melunaknya daerah isthmus uteri (hegar sign) diketahui melalui
pemeriksaan bimanual dan mulai terlihat pada minggu ke 6 dan menjadi
nyata pada minggu ke 7-8.
b) Servik terasa lebih lunak (tanda Goodell”s) diketahui melalui pemeriksaan
bimanual
c) tanda ballotemen : pantulan yang terjadi saat jari pemeriksa mengetuk
janin yang mengapung dalam uterus,bayi menjauh kemumudian ke posisi
semula.
d) Kontraksi Braxton hicks yaitu kontraksi intermiten yang mungkin terjadi
selama hamil dan tidak terasa sakit.
2. Perubahan warna kulit oleh
Chloasma : warna kulit yang kehitam-hitaman pada dahi,punggung hidung dan
kulit daerah tulang pipi terutama pada warna kulit hitam hal ini disebabkan
oleh stimulasi MSH ( Melanosyt Stimulating Hormone). Striae gravidarum ;
regangan kulit abdomen terlihat garis tak teratur.
3. Hcg(Human Chronic Gonadotropin) meningkat

c. Tanda positif kehamilan


1. Terdengar DJJ. DJJ dapat didengar dengan stetoskop laenec pada minggu 17-
18. Dengan stetoskop ultrasonik (doppler), DJJ dapat didengarkan lebih awal
lagi, sekitar minggu ke-12. Normal DJJ 120-160 kali permenit.
2. Adanya gerakan janin pada palpasi
3. Teraba bagian janin pada palpasi
4. Adanya kantong kehamilan (gestasional sac) dalam rongga uterus pada
pemeriksaan USG ,adanya skelet janin pd gmbr X Ray.

d. Tes Kehamilan
Tes hCG ( hormone chorionic gonadotropin). Dilakukan dengan mendeteksi
hormone hCG dalam urin.kadar terendah yang memberi hasil positif yaitu 0,5
hCG per ml urin, kadar tertinggi 500 SI hCG.
C. Perubahan dan Adaptasi Fisiologi pada Masa Kehamilan
1. Perubahan Fisik Pada Ibu Hamil
Ketika hamil, seorang wanita akan mengalami beberapa perubahan. Menurut George
Adriaanz (2008), perubahan yang terjadi ketika hamil antara lain:
a. Uterus
Pembesaran uterus merupakan perubahan anatomi yang paling nyata pada ibu hamil.
Peningkatan konsentrasi hormon estrogen dan progesteron pada awal kehamilan akan
menyebabkan hipertrofi miometrium. Hipertrofi tersebut dibarengi dengan
peningkatan yang nyata dari jaringan elastin dan akumulasi dari jaringan fibrosa
sehingga struktur dinding uterus menjadi lebih kuat terhadap regangan dan distensi.
Hipertrofi myometrium juga disertai dengan peningkatan vaskularisasi dan pembuluh
limfatik. Peningkatan vaskularisasi, kongesti dan edema jaringan dinding uterus dan
hipertrofi kelenjar serviks menyebabkan berbagai perubahan yang dikenali sebagai
tanda Chadwick, Goodell dan Hegar.
b. Payudara
Konsentrasi tinggi estrogen dan progesteron yang dihasilkan oleh plasenta
menimbulkan perubahan pada payudara (tegang dan membesar), pigmentasi kulit dan
pembesaran uterus. Adanya chorionic gonadotropin (hCG) digunakan sebagai dasar
uji imunologik kehamilan. Chorionic somatotropin (Human Placental Lactogen/HPL)
dengan muatan laktogenik akan merangsang pertumbuhan kelenjar susu di dalam
payudara dan berbagai perubahan metabolik yang mengiringinya.

Secara spesifik, estrogen akan merangsang pertumbuhan sistem penyaluran air susu
dan jaringan payudara. Progesteron berperan dalam perkembangan sistem alveoli
kelenjar susu. Hipertrofi alveoli yang terjadi sejak 2 bulan pertama kehamilan
menyebabkan sensasi noduler pada payudara. Chorionic somatotropin dan kedua
hormon ini menyebabkan pembesaran payudara yang disertai dengan rasa penuh atau
tegang dan sensitif terhadap sentuhan (dalam dua bulan pertama kehamilan),
pembesaran puting susu dan pengeluaran kolostrum (mulai terlihat atau dapat
diekspresikan sejak kehamilan memasuki usia 12 minggu). Hipertrofi kelenjar sebasea
berupa tuberkel Montgomery atau folikel disekitar areola mulai terlihat jelas sejak dua
bulan pertama kehamilan. Pembesaran berlebihan dari payudara dapat menyebabkan
striasi (garis-garis hipo atau hiperpigmentasi pada kulit). Selain membesar, dapat pula
terlihat gambaran vena bawah kulit payudara.
c. Kulit
Walaupun tidak diketahui secara pasti tetapi pigmentasi kulit terjadi akibat efek
stimulasi melanosit yang dipicu oleh peningkatan hormon estrogen dan progesteron.
Bagian kulit yang paling sering mengalami hiperpigmentasi adalah puting susu dan
areola disekitarnya serta umumnya pada linea mediana abdomen, payudara, bokong
dan paha. Chloasma gravidarum adalah hiperpigmentasi pada area wajah (dahi,
hidung, pipi dan leher). Area atau daerah kulit yang mengalami hiperpigmentasi akan
kembali menjadi normal setelah kehamilan berakhir. Pengecualian terjadi pada striae
dimana area hiperpigmentasi akan memudar tetapi guratan pada kulit akan menetap
dan berwarna putih keperakan
d. Sistem gastrointestinal
Hal lain yang terkait dengan perubahan hormonal dan dikaitkan dengan tanda
kehamilan adalah rasa mual dan muntah yang berlebihan atau hiperemesis. Walaupun
demikian, kondisi ini juga tidak dapat dikategorikan sebagai tanda pasti kehamilan
karena berbagai penyebab metabolik lain dapat pula menimbulkan gejala yang serupa.
Hiperemesis pada kehamilan digolongkan normal apabila terjadinya tidak lebih dari
trimester pertama.

2. Perubahan Fisik pada Trimester I


a. Morning Sickness, mual dan muntah.
Hampir 50% wanita hamil mengalami mual dan biasanya mual dimulai sejak awal
kehamilan. Mual muntah di usia kehamilan muda disebut morning sickness tetapi
mual muntah ini dapat terjadi setiap saat. Mual ini biasanya akan berakhir pada 14
mingggu kehamilan. Pada beberapa kasus dapat berlanjut sampai kehamilan
trimester kedua dan ketiga.
b. Pembesaran Payudara
Payudara akan membesar dan mengencang, karena terjadi peningkatan hormon
kehamilan yang menimbulkan pelebaran pembuluh darah dan untuk
mempersiapkan pemberian nutrisi pada jaringan payudara sebagai persiapan
menyusui.
c. Sering buang air kecil
Keinginan sering buang air kecil pada awal kehamilan ini dikarenakan rahim yang
membesar dan menekan kandung kencing. Keadaan ini akan menghilang pada
trimester II dan akan muncul kembali pada akhir kehamilan, karena kandung
kemih ditekan oleh kepala janin.
d. Konstipasi atau Sembelit
Keluhan ini juga sering dialami selama awal kehamilan, karena peningkatan
hormon progesteron yang menyebabkan relaksasi otot sehingga usus bekerja
kurang efisien. Adapun keuntungan dari keadaan ini adalah memungkinkan
penyerapan nutrisi yang lebih baik saat hamil.
e. Sakit Kepala/Pusing
Sakit kepala atau pusing sering dialami oleh pada ibu hamil pada awal kehamilan
karena adanya peningkatan tuntutan darah ke tubuh sehingga ketika akan
mengubah posisi dari duduk / tidur ke posisi yang lain (berdiri) tiba-tiba, sistem
sirkulasi darah merasa sulit beradaptasi. Sakit kepala / pusing yang lebih sering
daripada biasanya dapat disebabkan oleh faktor fisik maupun emosional. Pola
makan yang berubah, perasaan tegang dan depresi juga dapat menyebabkan sakit
kepala.
f. Kram Perut
Kram perut saat trimester awal kehamilan seperti kram saat menstruasi di bagian
perut bawah atau rasa sakit seperti ditusuk yang timbul hanya beberapa menit dan
tidak menetap adalah normal. Hal ini sering terjadi karena adanya perubahan
hormonal dan juga karena adanya pertumbuhan dan pembesaran dari rahim dimana
otot dan ligamen merenggang untuk menyokong rahim.
g. Meludah
Keinginan meludah yang terjadi pada ibu hamil yang terus menerus dianggap
normal sebab hal ini termasuk gejala morning sickness.
h. Peningkatan Berat Badan
Pada akhir trimester pertama wanita hamil akan merasa kesulitan memasang
kancing / rok celana panjangnya, hal ini bukan berarti ada peningkatan berat badan
yang banyak tapi karena rahim telah berkembang dan memerlukan ruang juga, dan
ini semua karena pengaruh hormon estrogen yang menyebabkan pembesaran rahim
dan hormon progresteron yang menyebabkan tubuh menahan air.
3. Perubahan Fisik pada Trimester II
a. Perut semakin membesar
Setelah usia kehamilan 12 minggu, rahim akan membesar dan melewati rongga
panggul. Pembesaran rahim akan tumbuh sekitar 1 cm setiap minggu. Pada
kehamilan 20 minggu, bagian teratas rahim sejajar dengan pusar (umbilicus).
Setiap individu akan berbeda-beda tapi pada kebanyakan wanita, perutnya akan
mulai membesar pada kehamilan 16 minggu.
b. Sendawa dan buang angin
Sendawa dan buang angin akan sering terjadi pada ibu hamil hal ini sudah biasa
dan normal karena akibat adanya perenggangan usus selama kehamilan. Akibat
dari hal tersebut perut ibu hamil akan terasa kembung dan tidak nyaman.
c. Rasa panas di perut
Rasa panas diperut adalah keluhan yang paling sering terjadi selama kehamilan,
karena meningkatnya tekanan akibat rahim yang membesar dan juga pengaruh
hormonal yang menyebabkan rileksasi otot saluran cerna sehingga mendorong
asam lambung kearah atas.
d. Pertumbuhan rambut dan kuku
Perubahan hormonal juga menyebabkan kuku bertumbuh lebih cepat dan rambut
tumbuh lebih banyak dan kadang di tempat yang tidak diinginkan, seperti di wajah
atau di perut. Tapi, tidak perlu khawatir dengan rambut yang tumbuh tak
semestinya ini, karena akan hilang setelah bayi lahir.
e. Sakit perut bagian bawah
Pada kehamilan 18-24 minggu, ibu hamil akan merasa nyeri di perut bagian bawah
seperti ditusuk atau tertarik ke satu atau dua sisi. Hal ini karena perenggangan
ligamentum dan otot untuk menahan rahim yang semakin membesar. Nyeri ini
hanya akan terjadi beberapa menit dan bersifat tidak menetap.
f. Pusing
Pusing menjadi keluhan yang sering terjadi selama kehamilan trimester kedua,
karena ketika rahim membesar akan menekan pembuluh darah besar sehingga
menyebabkan tekanan darah menurun.
g. Hidung dan Gusi berdarah
Perubahan hormonal dan peningkatan aliran darah ke seluruh tubuh termasuk ke
daerah hidung dan gusi selama masa kehamilan akan menyebabkan jaringan
disekitarnya menjadi lebih lembut dan lunak. Akibatnya, hidung dan gusi akan bisa
berdarah ketika menyikat gigi. Keluhan ini akan hilang setelah melahirkan.
h. Perubahan kulit
Perubahan kulit timbul pada trimester ke-2 dan 3, karena melanosit yang
menyebabkan warna kulit lebih gelap. Timbul garis kecoklatan mulai dari pusar ke
arah bawah yang disebut linea nigra. Kecoklatan pada wajah disebut chloasma atau
topeng kehamilan. Tanda ini dapat menjadi petunjuk kurangnya vitamin folat.
Strecth mark terjadi karena peregangan kulit yang berlebihan, biasanya pada paha
atas, dan payudara. Akibat peregangan kulit ini dapat menimbulkan rasa gatal,
sedapat mungkin jangan menggaruknya. Strecth mark tidak dapat dicegah, tetapi
dapat diobati setelah persalinan. Kulit muka juga akan menjadi lebih berminyak
sehingga dapat menimbulkan jerawat
i. Payudara
Payudara akan semakin membesar dan mengeluarkan cairan yang kekuningan yang
disebut kolostrum. Putting dan sekitarnya akan semakin berwarna gelap dan besar.
Bintik-bintik kecil akan timbul disekitar putting, dan itu adalah kelenjar kulit.
j. Sedikit Pembengkakan
Pembengkakan adalah kondisi normal pada kehamilan, dan hampir 40% wanita
hamil mengalaminya. Hal ini karena perubahan hormon yang menyebabkan tubuh
menahan cairan. Pada trimester kedua akan tampak sedikit pembengkakan pada
wajah dan terutama terlihat pada kaki bagian bawah dan pergelangan kaki.
Pembengkakan akan terlihat lebih jelas pada posisi duduk atau berdiri yang terlalu
lama.

4. Perubahan Fisik pada Trimester III


a. Sakit bagian tubuh belakang
Sakit pada bagian tubuh belakang (punggung-pinggang), karena meningkatnya
beban berat dari bayi dalam kandungan yang dapat memengaruhi postur tubuh
sehingga menyebabkan tekanan ke arah tulang belakang.
b. Konstipasi
Pada trimester ini sering terjadi konstipasi karena tekanan rahim yang membesar
kearah usus selain perubahan hormon progesteron.
c. Pernafasan
Karena adanya perubahan hormonal yang memengaruhi aliran darah ke paru-paru,
pada kehamilan 33-36 minggu, banyak ibu hamil akan merasa susah bernapas. Ini
juga didukung oleh adanya tekanan rahim yang membesar yang berada di bawah
diafragma. Setelah kepala bayi turun kerongga panggul ini biasanya 2-3 minggu
sebelum persalinan pada ibu yang baru pertama kali hamil akan merasakan lega
dan bernapas lebih mudah, dan rasa panas diperut biasanya juga ikut hilang, karena
berkurangnya tekanan bagian tubuh bayi dibawah diafragma/tulang iga ibu.
d. Sering buang air kecil
Pembesaran rahim ketika kepala bayi turun ke rongga panggul akan makin
menekan kandungan kencing ibu hamil.
e. Varises
Peningkatan volume darah dan alirannya selama kehamilan akan menekan daerah
panggul dan vena di kaki, yang mengakibatkan vena menonjol, dan dapat juga
terjadi di daerah vulva vagina. Pada akhir kehamilan, kepala bayi juga akan
menekan vena daerah panggul yang akan memperburuk varises. Varises juga
dipengaruhi faktor keturunan.
f. Kontraksi perut
Braxton-Hicks atau kontraksi palsu ini berupa rasa sakit di bagian perut yang
ringan, tidak teratur, dan akan hilang bila ibu hamil duduk atau istirahat.
g. Bengkak
Perut dan bayi yang kian membesar selama kehamilan akan meningkatkan tekanan
pada daerah kaki dan pergelangan kaki ibu hamil, dan kadang membuat tangan
membengkak. Ini disebut edema, yang disebabkan oleh perubahan hormonal yang
menyebabkan retensi cairan.

5. Perubahan Psikologis Pada Ibu Hamil


Menurut Sulistyawati,2009, perubahan psikologis pada ibu hamil menurut trimester
adalah:
1. Perubahan Psikologis pada Trimester I (Periode Penyesuaian)
a. Ibu merasa tidak sehat dan kadang-kadang merasa benci dengan kehamilannya
b. Kadang muncul penolakan, kecemasan dan kesedihan. Bahkan kadang ibu berharap
agar dirinya tidak hamil saja
c. Ibu akan selalu mencari tanda-tanda apakah ia benar-benar hamil. Hal ini dilakukan
sekedar untuk meyakinkan dirinya
d. Setiap perubahan yang terjadi dalam dirinya akan selalu mendapat perhatian dengan
seksama
e. Oleh karena perutnya masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seseorang yang
mungkin akan diberitahukannya kepada orang lain atau bahkan merahasiakannya
Berikut ini adalah perubahan-perubahan psikologis lain yang dapat terjadi:
a. Reaksi – reaksi psikologis dan fokus perhatiannya, perasaan “Well being”
menyadari bahwa kehamilan akan mudah dikenal orang lain.
b. Penerimaan terhadap kehamilan.
“Ambivalence” sebagian besar dapat teratasi dan kehamilan dapat diterima.
c. Maternal role atteinment
Reflikasi berlanjut, peran model yang diperlukan untuk pergerakan janin,
internalisasi dan fantasi.
d. Fantasi
Berlanjut, membantu untuk mengenal perannya.
e. Hubungan dengan ibu
Semakin erat dan penting, tukar pengalaman, perlu penerimaan ibunya yang
membutuhkan support.
f. Hubungan dengan janin
Sadar dengan adanya pergerakan janin, memulai perilaku kontak dengan janin,
gerak janin diartikan sebagai “Bentuk komunikasi yang rutin”.
g. Body image
Janin merupakan bagian yang terpisah dari ibu, tanda-tanda kehamilan mulai dapat
diobservasi.
h. Waktu dan jarak
Kehamilan tidak akan lama lagi berakhir, ibu berfokus pada janinnya, ibu mungkin
menarik diri dari orang lain.
2. Perubahan Psikologis pada Trimester II (Periode Kesehatan Yang Baik)
a. Ibu merasa sehat, tubuh ibu sudah terbiasa dengan kadar hormone yang tinggi
b. Ibu sudah bisa menerima kehamilannya
c. Merasakan gerakan anak
d. Merasa terlepas dari ketidaknyamanan dan kekhawatiran
e. Libido meningkat
f. Menuntut perhatian dan cinta
g. Merasa bahwa bayi sebagai individu yang merupakan bagian dari dirinya
h. Hubungan sosial meningkat dengan wanita hamil lainnya atau pada orang lain yang
baru menjadi ibu
i. Ketertarikan dan aktivitasnya terfokus pada kehamilan, kelahiran, dan persiapan
untuk peran baru
3. Perubahan Psikologis pada Trimester IIII
a. Rasa tidak nyaman timbul kembali, merasa dirinya jelek, aneh, dan tidak menarik
b. Merasa tidak menyenangkan ketika bayi tidak lahir tepat waktu
c. Takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang timbul pada saat melahirkan, khawatir
akan keselamatannya
d. Khawatir bayi akan dilahirkan dalam keadaan tidak normal, bermimpi yang
mencerminkan perharian dan kekhawatirannya
e. Merasa sedih karena akan terpisah dari bayinya
f. Merasa kehilangan perhatian
g. Perasaan mudah terluka (sensitif)
h. Libido menurun
Berikut ini adalah perubahan psikologis yang dapat dialami oleh ibu dan ayah
selama trimester III:
1) Perubahan Psikologis Ibu
a. Penerimaan terhadap janin meningkat
b. Fantasi terhadap perubahan peran
c. Rasa cemas akan keadaan janin meningkat
d. Fokus perhatian pada persalinan
e. Menaruh perhatian pada persalinan
2) Perubahan Psikologis Ayah
a. Butuh perhatian, kecemasan meningkat, merasa kehilangan, personal freedom,
covvod sindrom berat
b. Parent hood, fantasi, bicara dengan calon ayah lain

D. Patofisiologi
Setiap bulan wanita melepaskan 1 atau 2 sel telur (ovum) dari indung telur (ovulasi), yang
di tangkap oleh umbai-umbai (fimbriae) dan masuk ke dalam sel telur, waktu
persetubuhan, cairan semen tumpah ke dalam vagina dan berjuta-juta sel mani (sperma)
bergerak memasuki rongga rahim lalu masuk ke saluran telur.
Pembuahan sel telur oleh sperma biasanya terjadi di bagian yang mengembang oleh tuba
falofi. Disekitar sel telur banyak berkumpul sperma yang mengeluarkan ragi untuk
mencairkan zat-zat yang melindungi ovum. Kemudian pada tempat yang paling mudah
dimasuki, masuklah salah satu sel mani dan kemudian bersatu dengan sel telur. Peristiwa
ini disebut pembuahan (konsepsi = fertilitas).
Ovum yang telah dibuahi ini segera membelah diri sambil bergerak (oleh rambut getar
tuba), menuju ruang rahim, peristiwa ini disebut nidasi (implantasi). Dari pembuahan
sampai nidasi diperlukan waktu 6 – 7 hari. Untuk menyuplai darah ke sel-sel makanan bai
mudligah dan janin, dipersiapkan uri (plasenta) jadi dapat dikatakan bahwa untuk setiap
kehamilan harus ada ovum (sel telur), spermatozoa (sel mani), pembuahan (konsepsi
(konsepsi = fertilitas), nidasi dan plasenta
II. PATHWAY ANC
Trimester I
Konsepsi

Fertilitas

Implantasi

Embryogenesis

Maturasi janin

Perubahan pada ibu

Perubahan psikologis Perubahan fisiologis

Krisis situasional, perub.psikologis, GIT Sist.kardio Sist.urinaria


ketidakstabilan hormon vascular
Instabilitas Penekanan vesika
hormone Peningkatan TD urinaria karena
Ansietas Perubahan peran pembesaran uterus
sebagai calon ibu Asam lambung Sakit kepala
meningkat Frekuensi BAK
Koping individu Nyeri meningkat
Perub.proses tdk efektif Rasa sebah/mual
keluarga Gangguan
Muntah eliminasi urin

Intake makanan Kebersihan genital


menurun menurun

Perub.nutrisi Kelembaban
kurang dari meningkat
kebutuhan
Resiko infeksi
Trimester II

TRIMESTER II

Perubahan fisiologis Perubahan


psikologis

Sist.endokrin Sist.kardiovaskular Sist.reproduksi Sist.integumen Sist.GIT Musculosceletal Sist.respirasi Krisis


situasional
Inotropik Sekresi aldosteron Vaskularisasi Estrogen Progesterone BB janin Desakan
meningkat serviks & meningkat meningkat meningkat uterus ke Proses
Hiperpegmintas vagina diafragma adaptasi
i Retensi H2O & Na+ Kulit Saliva & asam Postur tubuh
volume plasma Sensitifitas meregang lambung berubah Ekspansi Persiapan
Perub.body meningkat serviks meningkat paru tidak anggota baru
image meningkat Striae Lordosis maksimal dlam keluarga
TD meningkat gravidarum Peristaltic berlebihan
Perub.cardiac Rangsang menurun Gangguan Ansietas
output Sakit kepala seksual Perub.body Nyeri pola nafas Perub.peran
image Pengosongan
Resiko cidera Nyeri Perub.pola lambung lambat
janin & seksual
maternal Kembung, mual,
muntah

Perub.nutisi
kurang dari
kebutuhan
Deficit volume
cairan
Trimester III

TRIMESTER III

Perubahan fisiologis Perubahan


psikologis

Pembesaran uterus Sistem endokrin Persiapan


melahirkan
Retensi H2O & Na+
Perub.skelet & Menekan paru Primi:kurang
persendian pengetahuan
Ekspansi paru Urine output Vasokontriksi
Berat uterus menurun menurun, pembuluh darah Ansietas
menigkat volume plasma
Gangguan pola meningkat, TD meningkat
Perub.pusat nafas tekanan
gravitasi tubuh hidrostatik Hipertrofi
menurun ventrikel
Menekan saraf
sekitar Edema Penurunan
ekstremitas cardiac output
Pelepasan
mediator nyeri Kelebihan Resiko cidera
(prostaglandin, volume cairan janin &
histamin) maternal

Nyeri

E. Komplikasi Kehamilan
Macam-macam komplikasi kehamilan Menurut Depkes RI (2007) yaitu, jika tidak melaksanakan ANC sesuai aturan dikhawatirkan akan
terjadi komplikasi-komplikasi yang terbagi menjadi 3 kelompok sebagai berikut :
Komplikasi Obstetrik Langsung, meliputi :
1)   Perdarahan
2)   Pre-eklampsia/eklampsia
3)   Kelainan Letak (Letak Lintang/Letak Sungsang)
4)   Hidramnion
5)   Ketuban Pecah Dini

Komplikasi Obstetrik Tidak Langsung :


1)   Penyakit Jantung
2)   Tuberculosis
3)   Anemia
4)   Malaria
Komplikasi yang Tidak Berhubungan Dengan Obstetrik komplikasi akibat kecelakaan (kendaraan, keracunan, kebakaran) (Dewi, 2009).

F. Penatalaksanaan

Penatalaksanaan ibu hamil secara keseluruhan meliputi komponen- komponen sebagai berikut:
1. Informasi yang dapat diberikan
Kegiatan fisik dapat dilakukan dalam batas normal, kebersiha pribadi khususnya daerah genetalia harus lebih dijaga karena selama
kehamilan terjadi peningkatan secret vagina
2. Anamnesis
Pada wanita dengan haid terlambat dan diduga amil, ditanyakan hari pertama dan haid terakhir. Taksiran partus dapat ditentukan dari
HPHT diketahui dan siklus haidnya teratur + 28hari.
3. Pemeriksaan umum
Pada ibu hamil yang dating pertama kali lakukan penilaian keadaan umum, status gizi, dan tanda vital.Pada mata dilihat ada tidaknya
konjungtiva puvat, sclera ikterik, edema kelopak mata, dan kloasma gravidarum.Periksa gigi untuk melihat adanya infeksi
local.Periksa pula jantung, paru, mammae, abdomen, anggota gerak secara lengkap.

4. Pemeriksaan obstetric
Terdiri dari pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam.Sebelum pemeriksaan kosongkan kandung kemih, kemudian ibu diminta untuk
berbaring terlentang dan pemeriksaan dilakukan disisi kanan ibu (Sarwono, 2009).

G. Pemeriksaan Penunjang
Menurut (Mitayani, 2010) pemeriksaan penunjang sebagai berikut :
1. Pemeriksaan rontgen dilakukan setelah bulan ke VI, karena sebelumnya rangka janin belum tampak.
2. Pemeriksaan USG
Pemeriksaan USG digunakan untuk menentukan :

a. Jenis kelamin
b. Tafsiran kelahiran, tafsiran berat janin (TBJ)
c. Jumlah cairan amnion
3. Pemeriksaan laboratorium
a. Darah (Hb, Gol darah, glukosa, VDRL)
b. Urine (tes kehamilan, protein, glukosa, analisis
c. Pemeriksaan swab (lendir vagina dan serviks)

H. Asuhan Keperawatan pada Ibu Hamil


a. Pengkajian
1. Anamnesa
a) Ciptakan hubungan terapeutik perawat dank lien
b) Ada Planing terlebih dahulu
c) Tujuan komunikasi pada topik tertentu : untuk mengumpulkan data, interpretasi pasien terhadap status kesehatan ( data
Subyektif), hasil observasi perawat.
d) Subyektif data meliputi :identitas, Keluhan utama ,HPHT,riwayat kesehatan saat ini, Riwayat kehamilan saat ini, riwayat
persalinan yang lalu,riwayat kontrasepsi,riwayat kesehatan keluarga,riwayat psikososial,persiapan persalinan.
e) Pemerikasaan fisik Ibu Hamil
1. penampilan umum (postur tubuh,penampilan,kesadaran)
2. TTV (TD,Nadi,RR,BB,TB)
3. Wajah dan kepala
a. Wajah : ada tidaknya edema, cloasma gravidarum
b. Mata : ada tidaknya anemis pada konjungtiva, ikhterik pada sclera.
c. Mulut : bibir pucat/tidak, kelembaban bibir, stomatitis,ginggivitis, adakah gigi yang tanggal, caries gigi, bau mulut.
4. Leher : ada pembesaran kelenjar thyroid/tidak, pembesaran slauran limfe.
5. Dada
a. Paru : kaji keadaan paru-paru pasien
b. Jantung :kaji keadaan jantung pasen
c. Payudara : adakah benjolan/tidak,ksimetrisan, putting susu menonjol/datar/masuk, ASI sudah keluar/belum, kebersihan
areola mamae.
6. Abdomen
Sebelum memulai pemeriksaan abdomen, ibu dianjurkan untuk mengosongkan kandung kemihnya bila perlu.
a. Periksa bentuk perut (melintang,memanjang,asimetris), linea alba,striae gravidarum,luka bekas operasi,gerakan janin,DJJ)
b. Pemeriksaan palpasi leopod I - IV
7. Ekstremitas
Atas : oedem, refleks bisep/trisep, skin fold,tonus otot
Bawah : oedem, reflek patella, reflek homman sign, kekuatan tonus otot,kram
8. Vulva- vagina
Luka/benjolan,Edema pd vulva/vagina,leukore,keluaran cairan/darah dr jalan lahir,hemoroid,tanda Chadwick,godell sign,hegar sign.
f. Persiapan persalinan
g. Obat-obatan yang di pakai saat ini
h. Hasil pemeriksaan penunjang

b. Diagnosa Keperawatan Yang Mungkin Muncul


1. Trimester I
a) Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
b) Ansietas
c) Perubahan pola eliminasi urin
d) Perubahan pola seksual
e) Kekurangan volume cairan
f) Perubahan proses keluarga
g) Koping individu tidak efektif
2. Trimester II
a) Gangguan citra tubuh
b) Gangguan pola nafas
c) Kurang pengetahuan
d) Resiko cidera janin
3. Trimester III
a) Nyeri akut
b) Perubahan eliminasi urin
c) Gangguan pola tidur
d) Intoleransi aktifitas
e) Kelebihan volume cairan

c. Intervensi Keperawatan

Dx Tujuan Dan Kriteria Hasil Intervensi Ttd


Keperawata
n
Tri semester Tujuan : Manajemen Nutrisi
i Setelah dilakukan intervensi
Perubahan  Anjurkan masukan kalori sesuai
keperawatan selama 2x24 jam kebutuhan
nutrisi
kurang dari kekurangan nutrisi klien  Ajari klien tentang diet yang benar
kebutuhan sesuai kebutuhan tubuh
tercukupi  Monitor catatan makanan yang
Kriteria hasil : masuk atas kandungan gizi dan
jumlah kalori
Nafsu makan klien meningkat  Timbang berat badan secara teratur
 Anjurkan penambahan intake
Klien tidak mual dan muntah protein, zat besi dan vit C yang
sesuai
Nilai laboratorium (transferin,
 Pastikan bahwa diet mengandung 
albumin, dan elektrolit) dalam makanan yang berserat tinggi untuk
mencegah sembelit
batas normal  Beri makanan protein tinggi , kalori
tinggi dan makanan bergizi yang
sesuai
 Pastikan kemampuan klien untuk
memenuhi kebutuhan gizinya.

NOC: kontrol kecemasan dan


ansietas Penurunan kecemasan
coping, setelah dilakukan
Aktifitas:
perawatan selama 2x24 jam
1. Bina Hub. Saling percaya
cemas ps hilang atau berkurang
2. Libatkan keluarga
dg:
3. Jelaskan semua Prosedur
Indikator:
4. Hargai pengetahuan ps
Ps mampu:
tentang penyakitnya
 Mengungkapkan cara
5. Bantu ps untuk
mengatasi cemas
mengefektifkan sumber
 Mampu menggunakan
support
coping
 Dapat tidur
 Mengungkapkan tidak Berikan reinfocement untuk
ada penyebab fisik yang menggunakan Sumber Coping
dapat menyebabkn cemas yang efektif

Kebutuhan volume cairan


Kekurangan terpenuhi. Setelah dilakukan a. tentukan frekuensi/beratnya
volume tindakan keperawatan selama 2 x mual/muntah.
cairan 24 jam dengan kriteria hasil :
 Tidak ada mual muntah b. Tinjau ulang riwayat
 Turgor kulit DBN kemungkinan masalah medis lain
 Tidak ada tanda dehidrasi (ex ; ulkus peptikum, gastritis,
 Pasien mau makan dan kolesistitis)
minum
 TTV dalam batas normal c. Kaji suhu dan turgor kulit,
membrane mukosa, TD, suhu,
masukan/haluran.

d. Anjurkan klien
mempertahankan
masukan/haluaran, tes urin dan
penurunan BB setiap hari.

e. Anjurkan peningkatan masukan


minuman berkarbonat, makan
enam kali sehari dengan jumlah
yang sedikit dan makanan tinggi
karbohidrat (popcorn, roti kering
sebelum bangun tidur.

Tri Semester Setelah dilakukan tindakan Airway management


ii keperawatan selama 1x24 jam,  Posisikan klien u/
Gangguan diharapkan : memaksimalkan ventilasi
pola nafas a.       Tidak ada retraksi dinding  Identifikasi klien perlunya
dada pemasangan alat jalan nafas
buatan
b.      Tidak menggunkan otot  Lakukan fisioterpi dada jika
bantu pernafasan perlu
 Keluarkan sekret
c.       Bunyi paru vasikuler  Dengan batuk atau suction
 Auskultasi suara nafas, catat
d.      Menunjukkan jalan nafas adanya suara tambahan
yang paten RR 16-20 x/m

Tri Semester Klien dapat toleransi terhadap Manajemen energi


iii aktivitas setelah dilakukan 1. Observasi kemampuan
Intoleransi tindakan keperawatan 1 x 24 klien
aktivitas jam , dengan kriteria hasil 2. Bantu klien dalam
 Klien mampu memenuhi pemenuhan ADL
aktivitas sehari-hari 3. Ajarkan pada keluarga
 Pasien mengerti akifitas tentang pentingnya perawatan
apa saja yang boleh diri
dilakukan selama 4. Observasi TTV
kehamlan sebelum dan sesudah aktivitas
 Ttv dalam batas normal 5. Kolaborasi pada
 Hb dalam batas normal keluarga pemberian
 Tidak ada anemis pengawasan ekstra
6. tentukan siklus tidur
bangun yang normal dan
komitmen terhadap pekerjaan,
keluarga, komunitas dan diri
sendiri.
7. Anjurkan tidur siang 1
sampai 2 jam setiap hari.
8. Pantau kadar Hb.
Jelaskan peran zar besi dalam
tubuh ; anjurkan mengkonsumsi
Kelebihan Kelebihan volume cairan teratasi suplemen zat besi setiap hari,
volume setelah dilakukan tindakan sesuai indikasi.
cairan keperawatan 2 x 24 jam , dengan
kriteria hasil :
 Indeks massa tubuh dalam
batas normal a.Pantau berat badan secara
 TTV dalam batas normal teratur.
 Tidak ada tanda-tanda
Hak b. Kaji adanya tanda-tanda HAK,
perhatikan tekanan darah, pantau
lokasi/luasnya edema, masukan
atau haluaran cairan.

c. Berikan informasi tentang diet


(mis ; peningkatan protein, tidak
menambahkan garam meja,
menghindari makanan dan
minuman tinggi natrium).

Perubahan Pasien mengerti akan terjadi d. Anjurkan meninggikan


eliminasi perubahan eliminasi urin selama ekstremitas secara periodic selama
urin kehamilan , Setelah dilakukan sehari.
tindaka keperawatan
Dengan kriteria hasil :
 Klien mengerti tentang a. Berikan informasi tentang
perubahan perkemihan perubahan perkemihan
selama kehamilan denga sehubungan dengan trimester
tri semester ketiga ketiga.
 Pasien mengerti perlunya
masukan cairan sesuai b. Berikan informasi mengenaia
kebutuhan perlunya masukan cairan 6 – 8
gelas sehari.

c. Berikan informasi mengenai


bahaya menggunakan diuretic dan
penghilangan natrium dan diet.

d. Anjurkan klien untuk


melakukan posisi miring kiri saat
tidur, perhatikan keluhan-keluhan
nokturia.

e. Anjurkan klien untuk


menghindari posisi tegak atau
supine dalam waktu yang lama.
DAFTAR PUSTAKA

Asrinah, dkk. (2010). Asuhan kebidanan : masa kehamilan, Graha Ilmu, Yogyakarta.

George Andriaanz. (2008). Asuhan Antenatal. http://www.pkmi-online.com/download/ASUHAN%20-ANTENATAL.pdf. Diakses tanggal 18


januari 2014. Pukul 19.14 WIB.

Hadi, RA (2009, Kupas tuntas kehamilan dan melahirkan, Vivo Publisher, Ungaran.

Haen Forer. (2009). Perawatan Maternitas Edisi 2: Jakarta: EGC.

Handerson, C (2006), Buku ajar konsep kebidanan, EGC, Jakarta.

Israr, Yayan, dkk (2009). Makalah Antenatal Care dan Preeklampsia.

Mitayani. 2010, Asuhan Keperawatan Maternitas. Jakarta : Salemba medika

Muchtar Rustam.(2008). Sinopsis Obstetri fisiologi Obstetri Patologi Edisi: 2. Jakarta: EGC.
Manuaba, IBG. (2008). Buku ajar patologi obstetri untuk mahasiswa kebidanan, EGC, Jakarta

Wilkinson, Judith M. (2006). Buku Saku Diagnosis Keperawatan dengan Intervensi NIC dan Kriteria Hasil NOC. Diterjemahkan oleh:
Widyawati, dkk. Jakarta. EGC.

Laporan Pendahuluan ini telah diperiksa:

Tanda Tangan Nama Preseptor Klinik:


Catatan Preseptor:
Hari/Tanggal: