Anda di halaman 1dari 2

PENDIDIKAN KESEHATAN

SENAM ERGONOMIK









Disusun oleh :
Mahasiswa
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
STIKES AISYIYAH SURAKARTA
2014

PENDAHULUAN
Penyakit asam urat terjadi akibat adanya
peningkatan kadar asam urat dalam darah. Kadar
asam urat berlebih membuat ginjal tidak mampu
mengeluarkannya sehingga kristal asam urat
menumpuk di persendian. Akibatnya sendi terasa
nyeri, bengkak dan meradang.
Olahraga adalah salah satu cara penting
untuk tetap hidup sehat. Namun, bila gerakan yang
terlalu energik dapat menimbulkan rasa nyeri pada
penderita asam urat, maka olahraga seperti senam
ergonomik merupakan aktivitas yang dapat
dilakukan oleh penderita asam urat. Selain dapat
membantu dalam bergerak dan proses pembakaran
lemak, senam juga tidak akan terlalu memberatkan
bagi penderita asam urat karena gerakannya yang
tidak terlalu sulit.
PENGERTIAN
Senam ergonomik adalah suatu teknik
senam untuk mengembalikan atau membetulkan
posisi dan kelenturan sistem saraf dan aliran darah,
memaksimalkan suplai oksigen ke otak, membuka
sistem kecerdasan, sistem keringat, sistem
pemanas tubuh, sistem pembakaran asam urat,
kolesterol, gula darah, asam laktat, sistem
kesegaran tubuh, dan sistem kekebalan tubuh.
MANFAAT SENAM
a. Mengoptimalkan metabolisme
b. Mencegah sakit pinggang dan menjaga syaraf
memori (daya ingat).
c. Melancarkan BAK dan BAB dan melancarkan
pencernaan.
d. Meningkatkan, mempertahankan suplai darah,
dan oksigenasi otak secara optimal.
e. Mengoptimalkan suplai darah dan oksigenasi
otak, serta optimalisasi fungsi organ paru,
jantung, ginjal, lambung, usus, dan liver.

WAKTU SENAM
Sebaiknya untuk senam
dilakukan pagi hari dan
usahakan hindari sumber
polusi udara di sekitar
dalam melaksanakan senamnya.




GERAKAN SENAM
1. Gerakan lapang dada (3x)





Berdiri tegak, dua lengan diputar ke
belakang semaksimal mungkin. Rasakan
keluar dan masuk napas dengan rileks. Saat
dua lengan di atas kepala, jari kaki jinjit.

2. Tunduk syukur

Dari posisi berdiri tegak dengan menarik
napas dalam secara rileks, tahan napas
sambil membungkukkan badan ke depan
(napas dada) semampunya. Tangan
berpegangan pada pergelangan kaki sampai
punggung terasa tertarik/teregang. Wajah
menengadah sampai terasa tegang/panas.
Saat melepaskan napas, lakukan hal itu
dengan rileks dan perlahan.
3. Duduk perkasa




Menarik napas dalam (napas dada) lalu
tahan sambil membungkukkan badan ke
depan dan dua tangan bertumpu pada
paha. Wajah menengadah sampai terasa
tegang/panas. Saat membungkuk, pantat
jangan sampai menungging.
4. Duduk pembakaran

Posisi kaki duduk pembakaran dilanjutkan
berbaring pasrah. Punggung menyentuh
lantai/alas, dua lengan lurus di atas kepala,
napas rileks dan dirasakan (napas dada),
perut mengecil. Apabila tidak mampu
menekuk kaki, maka kaki bisa diposisikan
pada keadaan lurus.
5. Berbaring Pasrah






Posisi kaki Duduk Pembakaran dilanjutkan
Berbaring Pasrah. Punggung menyentuh
lantai/alas, dua lengan lurus di atas kepala,
napas rileks dan dirasakan (napas dada),
perut mengecil.