Anda di halaman 1dari 4

TUGAS INDIVIDU

ANALISIS ISU KONTEMPORER DI INSTANSI


Nama : Nia Nuraeni S.Pd
NIP :199010142020122012
Angkatan/Kelompok : X(Sepuluh )/ IV (Empat)

1. Pengertian Analisis Isu Kontemporer

a. Rendahnya minat budaya Baca

Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia ini makin menyebabkan kualitas dan mutu pendidikan
di Indonesia juga hanya jalan di tempat (stagnan) dan cenderung mundur. Berdasarkan beberapa
penelitian, penyebab rendahnya budaya baca ini karena masyarakat Indonesia lebih suka menonton
televisi (TV), mendengarkan radio, dan bergelut pada dunia maya (internet dan media sosial)
dibandingkan membaca buku. Istilahnya, masyarakat Indonesia lebih suka mengirim SMS atau BBM-
an, Facebook-an atau Twitter-an dibandingkan membaca buku. Bila kondisi ini terus berlangsung dan
tak diantisipasi sejak dini, maka kita tidak bisa berharap banyak pada mutu dan kualitas sumber daya
manusia (SDM) Indonesia.

b. Bulliying di Sekolah Dasar


Beberapa siswa mungkin tidak menyadari akan perilaku bulliying. Padahal dampak yang
ditimbulkan karena perilaku bulliying sangat besar dan berpotensi merusak mental korbannya. Untuk
itu harus adanya Pendidikan kepada Anak mengenai pentingnya saling merhargai perbedaan.
c . Kurang efektifnya Pembelajaran Jarak Jauh,
Saat pandemi covid 19 proses pembelajaran jarak jauh yang digunakn dalam dunia Pendidikan
masih banyak kendala seperti siswa merasa terbebani dengan tugas yang diberikan karena pembelajran
yang kurang efektif, terbatas kuota atau kurangnya perhatian orang tua maupun kurikulum yang tidak
mendukung.

2. Teknik- Teknik Analisis Isu

No Kesimpulan
Isu A P K K
.

Rendahnya minat budaya √ √ √ Tidak memenuhi


1. Memenuhi syarat
Baca

Tidak Memenuhi
√ √ syarat
2. Bulliying di Sekolah
Dasar
Kurang efektif nya √ √ √ √ Memenuhi
3. syarat
pembelajaran jarak jauh

.
b. Teknik Fishbone
Setelah didapat satu Isu dari Teknik Tapisan, selanjutnya dilakukan analisis mendalam
dengan teknik Fishbone. Analisis tersebut dapat digambarkan pada diagram seperti berikut

Penyebab Akibat

Alat
Manusia

1. Tidak mempunya hp
2. Kouta internet Minat
belajar
anak
Kurang efektif
pembelajaran jarak
jauh

Guru yang Bimbingan


kurang yang Kurang
inovatif dan salah
Karena tidak oleh orang tua
memahami IT dan guru
Lingkungan
Cara
Berdasarkan Diagram tersebut dapat dianalaisis Beberapa Hal yaitu :
A. Penyebab Kurang Efektifnya Pembelajaran Jarak Jauh
Pembelajaran jarak jauh adalah pembelajaran dengan menggunakan suatu media yang
memungkinkan terjadi interaksi antara pengajar dan pembelajar. Dalam PJJ antara pengajar dan pembelajar
tidak bertatap muka secara langsung, dengan kata lain melalui PPJ dimungkinkan antara pengajar dan
pembelajar berbeda tempat. Namun pembelajaran jauh ini dinilai kurang efektif, hal itu disebabkan oleh
beberapa factor yaitu:
a. Pandemi Covid-19
Sejak Covid-19 menyebar ke seluruh provinsi di Indonesia, pemerintah bersama Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan untuk melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
melalui internet. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi resiko penyebaran virus di Sekolah.
b. Dukungan Orangtua
Pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui internet dukungan orangtua
menjadi sangat penting. Namun, tidak semua orangtua bisa mendampingi anaknya belajar. Banyak
factor yang mempengaruhi diantaranya tingkat kemiskinan keluarga yang menyebabkan kemampuan
teknologi orangtua rendah ataupun tuntutan pekerjaan orangtua yang tidak bisa diam di rumah.
c. Kurangnya Kemandirian Siswa dalam Belajar
Pembelajaran Jarak Jauh merupakan kegiatan yang menuntut kemandirian siswa untuk
belajar namun banyak siswa yang memupanyai motivasi rendah serta disiplin yang kurang baik
dalam belajar mandiri sehingga banyak siswa yang tidak mengikuti pembelajaran dengan baik.

d. Kurang Penguasaan teknologi Pendidik


Guru sebagai actor utama dalam pembelajaran yang harus mengemas pembelajaran agar
dapat diakses oleh semua siswa. Tetapi kenyataannya dilapangan banyak guru yang belum
menguasai IT terutama guru senior.
e Kurangnya Fasilitas Pembelajaran Jarak jauh
Pembelajaran Jarak Jauh dilakukan secara online sehingga membutuhkan jaringan internet
sampai fasilitas elektronik lain seperti gawai atau laptop. Media tersebut digunakan untuk interaksi
antara guru dan siswa serta media untuk pemberian dan pengumpulan tugas. Selain itu
dibutuhkannya kuota internet sebagai penunjang.

B. Dampak yang Timbul Bila Masalah Tidak Diselesaikan

1) Anak Berpotensi kehilangan kesempatan pendidikan karena kurangnya akses listrik maupun
internet. Yang mana akan disusul dengan menurunya kualitas pendidikan juga
2) Anak pun kekurangan ruang untuk berinteraksi sehingga tak dapat bersosialiasi. Selain itu, dari segi
psikososial juga terpengaruh.
3) Anak bisa merasa bosan, mungkin juga mudah stres sehingga kesehatan mentalnya terganggu,
semangatnya menurun, dan kemampuan belajarnya pun ikut menurun
C. Rekomendasi Strategi Penanganan Isu
a. Melakukan pola hidup sehat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan agar pandemic covid-
19 cepat usai.
b. Orangtua membimbing dan mengecek siswa secara rutin atau jika ada kendala bisa dikonsultsikan
dengan guru.
c. Untuk mendukung kemandirian siswa dalam belajar, guru dapat menggunakan metode belajar
yang dikolaborasikan dengan hal yang menyenangkan seperti bahan tayang yang interaktif, video
pembelajaran yang menarik dan lainnya.
d. Guru hendaknya menggunakan teknologi yang mayoritas sudah digunakan oleh siswa dan siswa
bisa mengakses teknologi tersebuut dengan mudah.
e. Melakukan inovasi pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan fasilitas sebaik mungkin,
semenarik mungkin.
f. Guru memberikan materi pembelajaran yang diprioritaskan untuk dipelajari siswa yang bisa
dilakukan atau dipraktikan di kehidupan sehari hari sehingga pembelajaran lebih aplikatif.
g. metode tatap muka dengan menggunakan sistem rolling atau bergantian, pada saat pembelajaran
tatap muka, siswa di ruang kelas tidak boleh melebihi dari enam belas dan dilakukan selama dua
hari sekali.
h. Sistem daring yaitu dengan cara bergantian dengan tatap muka yang dilaksanakan selama dua hari
sekali.
i. Adanya bantuan paket data internet dari pemerintah kepada guru dan siswa untuk menunjang
pembelajaran selama pandemi covid-19.