0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
638 tayangan7 halaman

01 Loadingramp

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang prosedur standar operasional di stasiun loading ramp perkebunan kelapa sawit. Ia menjelaskan peralatan utama seperti loading ramp, conveyor, hopper, dan lori buah beserta fungsinya. Dokumen tersebut juga menyebutkan pentingnya pemeriksaan mesin sebelum operasi untuk menjamin keamanan dan kelancaran proses pengangkutan tandan buah segar.

Diunggah oleh

slamet supriyadi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
638 tayangan7 halaman

01 Loadingramp

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang prosedur standar operasional di stasiun loading ramp perkebunan kelapa sawit. Ia menjelaskan peralatan utama seperti loading ramp, conveyor, hopper, dan lori buah beserta fungsinya. Dokumen tersebut juga menyebutkan pentingnya pemeriksaan mesin sebelum operasi untuk menjamin keamanan dan kelancaran proses pengangkutan tandan buah segar.

Diunggah oleh

slamet supriyadi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

01 LOADINGRAMP.

doc PKS SUNGAI PURUN

JENIS DOKUMEN PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL


JUDUL LOADING RAMP
TANGGAL CETAK 6 November, 2020
NAMA FILE D:01LOADING RAMP.doc
Halaman 1 dari 7

LOKASI PT AGRO INDOMAS


PEMBUAT ISNAINI MUHARRAM
TANGGAL PENETAPAN 20/04/2007
FREKUENSI PENINJAUAN Setiap Tahun
PENINJAUAN BERIKUTNYA MARET 2008
DOKUMEN PENUNJANG:
JUDUL/KODE

REV # TGL PEMBUAT RIWAYAT REVISI

BARU 20/04/07 Isnaini Muharram HAL BARU

DIBUAT OLEH DIPERIKSA OLEH DISETUJUI OLEH

JABATAN Asst. Mgr. PROCESS MILL ENGINEER MILL MANAGER

NAMA ISNAINI MUHARRAM INDRA DAULAY POSMA SINURAT

TANDA
TANGAN / TGL

SANGAT RAHASIA DAN HANYA DIGUNAKAN DALAM LINGKUNGAN PT AGRO INDOMAS

1
01 LOADINGRAMP.doc PKS SUNGAI PURUN

JENIS DOKUMEN PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL


JUDUL LOADING RAMP
TANGGAL CETAK 6 November, 2020
NAMA FILE D:01LOADING RAMP.doc
Halaman 2 dari 7

STASIUN LOADING RAMP

I TUJUAN
Menjaga dan memelihara kondisi mesin serta peralatan di loading ramp station
tetap prima sehingga dapat beroperasi dengan aman dan memperlancar proses TBS di
stasiun berikutnya.

II MESIN – MESIN SERTA PERALATAN YANG DIPERGUNAKAN

1. Loading Ramp
2. Hydrolic truck tipper (HTT)
3. Fresh Fruit Bunch Conveyor (FFBC)
4. Fresh Fruit Bunch Hopper (FFBH)
5. Lori buah (cage)
6. Rail track
7. Transfer carriage
8. Undertow

Fungsi dari masing-masing peralatan dapat dijelaskan seperti dibawah ini.

1. Loading Ramp
Fungsi dari loading ramp adalah tempat untuk menerima TBS dari estate dan di
tempat ini dilakukan grading buah.
Tujuan dilakukan grading buah adalah untuk mengetahui kualitas TBS yang
diterima di PKS dan harus sesuai dengan standard yang telah ditentukan oleh
pihak Perusahaan. Kualitas TBS ini sangat menentukan produk yang akan
dihasilkan yaitu CPO dan Kernel (OER dan KER).
Untuk itu diperlukan kerjasama yang baik antara petugas grading buah dengan
operator loading ramp dalam mengatur pengisian buah kedalam FFBC.
Yang penting untuk diperhatikan adalah buah(TBS) yang pertama kali masuk ke
loading ramp harus yang pertama kali dimasukkan ke lori untuk diproses setelah
sebelumnya melewati FFBC.
Jumlah Operator : 1 orang/ line

INGAT : FIFO  FIRST IN FIRST OUT

2. Hydrolic Truck Tipper (HTT)

2
01 LOADINGRAMP.doc PKS SUNGAI PURUN

JENIS DOKUMEN PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL


JUDUL LOADING RAMP
TANGGAL CETAK 6 November, 2020
NAMA FILE D:01LOADING RAMP.doc
Halaman 3 dari 7

Fungsi HTT untuk mengangkat/ memiringkan truck (truk tang tidak mempunyai
hydrolic dump) sehingga isi di dalam bak (TBS) truck yang diangkat/dimiringkan
tersebut akan jatuh ke dalam loading ramp bay.
Untuk pengoperasian dan pemeriksaan sebelum operasional, petugas grading FFB
akan bertanggung jawab terhadap HTT, jika ada kerusakan atau indikasi
kerusakan maka petugas FFB grading akan menyampaikannya ke maintenance
assistant

3. FFB Conveyor (FFBC)


Fungsi dari FFB conveyor adalah untuk mentransfer buah (TBS) dari loading
ramp ke FFB hopper. Jenis FFB conveyor ini adalah scrapper conveyor.

4. FFB Hopper
FFB hopper berfungsi untuk menampung sementara TBS yang ditransfer oleh
FFB conveyor. Kapasitas FFB hopper ini adalah 5 ton, ada dua unit FFB hopper
di setiap line, setelah kedua hopper ini penuh maka operator akan membuka pintu
sliding di bawah sehingga seluruh TBS akan masuk ke dalam lori sesuai kapasitas
lori 10 ton.
Jumlah operator : 1 orang/line
5. Lori Buah
Fungsi dari lori buah adalah tempat untuk memuat buah (TBS) yang akan
diproses di stasiun sterilizer. Lori buah di Perusahaan ini di desain untuk dapat
memuat buah sekitar 10 ton/lori. Dan yang perlu diperhatikan dalam pengisian
buah kedalam lori adalah isi lori harus penuh dan rata, karena apabila isi lori
kurang penuh akibatnya kapasitas produksi 90 ton/jam tidak akan tercapai.
Sedangkan apabila isi lori tidak diratakan (misal tinggi dibagian tengahnya) ini
akan mengakibatkan lori sukar masuk kedalam sterilizer karena buahnya
tersangkut pada steam sprayder dan dapat merusakkan steam sprayder sterilizer.
Lebih jauh lagi apabila isi lori terlalu tinggi dan dipaksakan untuk masuk kedalam
sterilizer maka body/shell dari sterilizer dapat bergeser.

6. Rail Track
Fungsi dari rail track adalah jalur yang akan dilewati oleh lori buah.
Yang perlu diperhatikan disini adalah jalur ini harus dalam keadaan bersih baik
dari minyak, buah (TBS) yang terjatuh dan tanah, karena hal ini untuk mencegah
agar lori buah tidak keluar dari rel atau berat pada saat ditarik dengan trolley.

7. Transfer Carriage
Fungsi transfer carriage adalah untuk memindahkan lori-lori buah ke jalur rail
track. Kapasitas transfer carriage di desain untuk dapat membawa lori buah
sebanyak 2 lori. Transfer carriage ini digerakkan oleh tenaga hidraulik yang
dirubah menjadi energi mekanik, untuk itu kebersihan dari peralatan ini harus

3
01 LOADINGRAMP.doc PKS SUNGAI PURUN

JENIS DOKUMEN PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL


JUDUL LOADING RAMP
TANGGAL CETAK 6 November, 2020
NAMA FILE D:01LOADING RAMP.doc
Halaman 4 dari 7

betul-betul dijaga. Karena peralatan hidraulik sangat sensitive terhadap kotoran


(misal: pasir, tanah, fiber dll) ini akan mengakibatkan tersumbatnya pipa-pipa oli
dan akan mengurangi tenaga dari transfer carriage.
Jumlah operator : 1 orang

8. Undertow
Undertow adalah sebuah sistem transportasi lori dari dan ke sterilizer. Sistem
undertow ini menggunakan trolley untuk mendorong lori masuk dan keluar
sterilizer. Ada dua tipe trolley yang dipergunakan pada sistem undertow ini,
trolley tipe A dipergunakan untuk mendorong dan menarik lori pada jalur masuk
disetiap sterilizer. Trolley tipe B dipergunakan di jalur pengisian buah. Masing-
masing trolley baik itu tipe A maupun B digerakkan oleh hydrolic driven.

III PEMERIKSAAN SEBELUM OPERASIONAL


Sebelum melakukan aktifitas kerja di stasiun loading ramp, operator harus
melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap mesin-mesin dan peralatan guna
memastikan bahwa peralatan tersebut aman untuk digunakan/dioperasikan. Pemeriksaan
awal ini penting dilakukan karena untuk mengidentifikasi peralatan guna mencegah
kerusakan yang lebih fatal apabila ada peralatan yang kondisinya tidak layak
dioperasikan.
Pemeriksaan awal yang harus dilakukan operator Loading Ramp, sebagai berikut :

a. Check Level Oli


Level oli untuk gearbox harus selalu diperiksa dan levelnya dapat dilihat pada gelas
penduga, bila levelnya kurang segera laporkan ke shift supervivor/mandor agar
ditindak lanjuti. Bila oli gearbox kurang/habis dapat merusakkan roda gigi gearbox
tersebut, karena perlu diketahui bahwa salah satu fungsi dari oli adalah untuk
mengurangi gesekan antara logam dengan logam (sebagai pelumas/membentuk
lapisan pada permukaan logam).
Disamping itu, di stasiun loading ramp ada peralatan yang digerakkan oleh tenaga
dari oli/mesin hidraulik (misal : pintu loading ramp dan transfer carriage serta hydrolic
truck tipper) bila level oli kurang dari yang ditentukan akan mengurangi tenaga dari
mesin tersebut.
Peralatan hidraulik ini harus dijaga kebersihannya jangan sampai tanki oli
kemasukakan air atau pasir dan kotoran lainnya.

b. Check Kondisi Lori


Pemeriksaan kondisi lori ini meliputi : periksa roda-roda lori yang rusak/macet,
periksa cantolan lori masih bagus atau tidak dan periksa body lori kemungkinan ada yang
koyak/lepas lasannya.

4
01 LOADINGRAMP.doc PKS SUNGAI PURUN

JENIS DOKUMEN PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL


JUDUL LOADING RAMP
TANGGAL CETAK 6 November, 2020
NAMA FILE D:01LOADING RAMP.doc
Halaman 5 dari 7

Roda lori yang macet akan menimbulkan masalah pada saat lori ditarik pakai undertow,
tarikan akan menjadi berat dan kemungkinan yang terjadi rantai bisa putus atau undertow
tidak mampu menarik karena hydrolic drivennya trip .
Bila ada kondisi lori yang tidak layak pakai, beri tanda lori tersebut dan segera lapor ke
Shift Supervisor/Mandor untuk segera dipindahkan ke cage repair area dan diperbaiki.

c. Check Kondisi Rantai


Untuk menarik lori dengan undertow kita menggunakan rantai yang akan diputar oleh
driven hydrolic undertow. Pemeriksaan rantai ini perlu dilakukan karena untuk
mengantisipasi terjadinya kecelakaan kerja dan menghindarkan tertundanya proses
pengolahan.

d. Check Kebocoran oli di selang/pipa hidraulik


Pemeriksaan kemungkinan adanya selang/pipa hidraulik yang bocor ini harus selalu
dilakukan dengan tujuan bila ada pipa yang bocor, mesin (power pack) cepat dimatikan
agar oli didalam tanki tidak cepat habis. Disamping itu, dengan adanya kebocoran oli,
tenaga yang dihasilkan mesin hidraulik (power pack) tidak bisa maksimal karena tekanan
oli terbuang lewat pipa yang bocor tersebut.

e. Check Peralatan Listrik


Pemeriksaan peralatan listrik ini sangat penting dilakukan karena ini menyangkut
keselamatan dalam bekerja. Yang perlu diperiksa seperti Panel On-Off, emergency
switch.
Periksa Panel On-Off di panel control, apakah lampu indikatornya menyala atau tidak
dan apakah tombol On-Off tidak rusak.
Periksa emergency switch dengan cara hidupkan mesin dan selanjutnya tekan tombol
emergency switch, bila mesin mati berarti alat tersebut bekerja dengan baik dan bila
mesin tidak mati berarti adalah masalah dan segera lapor kepada Shift
Supervisor/Mandor (emergency switch berada pada masing – masing peralatan).

IV OPERASIONAL
a. Prosedur pengoperasian hydrolic truck tipper
1. Sebelum truk naik ke atas HTT jaring yang terdapat di truk harus dilepas
2. Naikkan truk ke atas HTT, posisi belakang (bak ) yang terlebih dahulu masuk
ke atas HTT, posisikan truk sehingga ban yang paling belakang menempel di
HTT
3. Ikat/ cantolkan hook pengaman yang terdapat di HTT ke rangka depan truk
4. Buka pintu bak
5. Tekan handle/ tuas yang terdapat di power pack HTT secara perlahan

5
01 LOADINGRAMP.doc PKS SUNGAI PURUN

JENIS DOKUMEN PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL


JUDUL LOADING RAMP
TANGGAL CETAK 6 November, 2020
NAMA FILE D:01LOADING RAMP.doc
Halaman 6 dari 7

6. Pastikan isi bak truk (TBS) terjatuh ke luar dan masuk ke dalam loading ramp
bay, jika tidak jangan tambahkan penekanan tuas (ketinggian HTT), tarik
secara manual TBS yang terdapat di dalam bak truk
7. Setelah HTT mencapai tinggi/ kemiringan maksimal, pastikan semua TBS
yang terdapat di dalam bak telah habis keluar
8. Turunkan HTT, tutup pintu bak truk dan lepaskan hook pengaman
9.
b. Prosedur pengisian TBS ke dalam lori
1. Lori yang sudah kosong dari Tippler ditarik dengan undertow yang berada
di sebelah sterilizer kemudian disusun dibawah FFB hopper for cage filling.
Lori buah harus tepat dibawah ke dua pintu sliding yang terdapat di FFB
hopper for cage filling.
2. Hidupkan mesin hidraulik (Power Pack) dan FFBC dan isi lori dengan cara
membuka pintu loading ramp secara perlahan-lahan. Perlahan-lahan disini
artinya jangan sampai tiap segmen scrapper di FFBC memuat lebih atau pun
kurang dari kapasitasnya yaitu 6 – 11 TBS per segmen
3. FFBC akan mengantarkan TBS ke FFBH, pada saat ini pintu sliding dibawah
FFBH sudah ditutup rapat. Setelah kedua hopper penuh maka operator akan
segera mengosongkan FFBH dengan membuka kedua pintu tersebut sekaligus
sehingga buah akan jatuh bersamaan kedalam lori. Bila lori telah diisi, agar
segera ditarik dan dipindahkan ke transfer carriage untuk dimasukkan ke jalur
sterilizer.
4. Membersihkan TBS dan brondolan yang terjatuh dari FFBH pada saat
pengisian lori dan segera dimasukkan kedalam lori, sehingga pada saat
operasional keadaan stasiun tetap dalam keadaan bersih.
5. Pada saat pengisian buah dari pintu loading ramp, operator harus mengawasi
agar tidak ada barang-barang asing yang ikut bersama TBS seperti, karung,
pelepah sawit dan lain-lain, jika ada menemukan benda-benda asing maka
operator segera mematikan FFBC dan langsung mengambil benda asing
tersebut. Jangan mengambil benda-benda asing yang berada di FFBC
pada saat FFBC sedang berjalan !.

c. Prosedur pengoperasian Transfer Carriage


1. Setelah lori penuh dengan TBS, transfer carriage akan menarik lori tersebut
kedalam dan menunggu sehingga lori kedua selesai diisi di FFBH. Perlu
diperhatikan selama menunggu pengisiaan buah, lock hidrolik harus tetap
terpasang sehingga lori terhindar dari slip ketika hendak dimasukkan ke dalam
transfer carriage
2. Tekan tombol unlock sebelum mulai memindahkan lori ke jalur sterilizer,
geser dengan perlahan dan pindahkan transfer carriage dengan menekan stick
kearah mundur (reverse) kejalur sterilizer.

6
01 LOADINGRAMP.doc PKS SUNGAI PURUN

JENIS DOKUMEN PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL


JUDUL LOADING RAMP
TANGGAL CETAK 6 November, 2020
NAMA FILE D:01LOADING RAMP.doc
Halaman 7 dari 7

3. Tekan tombol lock, tarik keluar lori buah dari atas transfer carriage dengan
undertow.
4. Untuk memindahkan lori yang lain, lakukan hal yang sama seperti penjelasan
di atas.

d. Prosedur pengoperasian Undertow


1. Lakukan pemeriksaan awal, bila semua peralatan dalam kondisi baik maka kita
bisa mengoperasikan undertow.
2. Dorong lori di atas transfer carriage kedalam jalur sterilizer.
3. Panel undertow berada di depan pintu masuk setiap sterilizer, sehingga untuk
menarik buah yang telah didorong transfer carriage ke dalam rail track sterilizer
perlu kerjasama antara operator sterilizer yang menggerakkannya dengan
operator transfer carriage.
4. Setelah transfer carriage mendorong lori trolley harus sudah berada di posisi
paling dekat dengan take up driver sehingga trolley undertow dapat langsung
mendorong lori ke rail track
5. Setelah mendorong lori kearah sterilizer, undertow harus kembali keposisi
semula untuk menunggu datangnya lori dari transfer carriage lagi

V PENGHENTIAN OPERASIONAL
Sebelum operator melakukan overshift dengan shift berikutnya, operator loading
ramp harus melakukan aktifitas sebagai berikut:
1. Melakukan Pembersihan
Pembersihan dilakukan di daerah platform, power pack dan sekitar loading
ramp.
2. Melakukan pemeriksaan dan melaporkan kerusakan peralatan
Lakukan pemeriksaan peralatan seperti joystick pintu, bearing dan rantai
Sprocket,level oli hidraulik dan kebocoran pipa/selang hidraulik. Bila terdapat
kerusakan, laporkan ke Shift Supervisor/Mandor dan jangan lupa
memberitahukan ke operator shift berikutnya.
3. Membuat Laporan Kerja
Operator loading ramp harus membuat laporan kerja dengan mengisi blangko
yang telah disediakan, berapa jumlah lori yang telah diisi dan berapa lori
kosong yang belum diisi, serta memberikan estimasi buah yang ada di Loading
Ramp.
4. Pastikan semua peralatan dalam posisi Off
Sebelum meninggalkan stasiun loading ramp, pastikan sekali lagi Push - button
semua peralatan sudah dalam posisi Off.

Anda mungkin juga menyukai