Anda di halaman 1dari 76

3.

Stoikiometri larutan
Kimia Dasar 1A
Dr. Rukman Hertadi

Prodi Kimia FMIPA ITB


Course Learning Outcome
Setelah mempelajari materi konsep dan stoikiometri larutan, diharapkan mahasiswa mampu:
1. Mengidentifikasi keberlangsungan reaksi dalam air
2. Memahami hubungan kelarutan dan sifat elektrolit larutan ion

3. Memahami konsep asam basa dan reaksinya


4. Memahami konsep reaksi metatesis dan aplikasinya pada sintesis garam
5. Menerapkan konsep mol pada stoikiometri larutan

6. Menerapkan metode titrasi pada analisis kuantitatif

2/76
1. Larutan

3/76
Larutan
· Larutan = zat terlarut + pelarut

· Fokus pelarut adalah air

4/76
Peran air sebagai pelarut
Berdasarkan strukturnya, air dapat memanfaatkan potensi ikatan hidrogen dan dipol
untuk berinteraksi dengan zat terlarut.

Ikatan hidrogen Dipol

5/76
Konsentrasi larutan
Untuk menerangkan komposisi larutan digunakan istilah konsentrasi, yaitu rasio zat terlarut
dan pelarut dalam larutan.

g zat terlarut g zat terlarut


Konsentrasi = atau
g pelarut g larutan

Konsentrasi dapat juga dinyatakan dalam persen konsentrasi atau %(w/w)

g zat terlarut
% konsentrasi = × 100%
100 g larutan

6/76
Latihan
Konsentrasi gula darah normal biasanya dikisaran 90.0 mg/dL. Berapakah persen
konsentrasi massa glukosa dalam darah dengan asumsi kerapatan darah sebesar 1.06
g/mL

A. 95.4%

B. 0.0954%

C. 8.49%

D. 0.0849%

E. 1.18%
Submit
Show Hint
Show Answer
Clear

7/76
Latihan
Berapakah konsentrasi dalam %(w/w) untuk larutan yang mengandung 23 gram NaCl dalam
556 g larutan?

A. 24.2%

B. 0.242%

C. 0.0414%

D. 0.414 %

E. 4.14%
Submit
Show Hint
Show Answer
Clear

8/76
Kelarutan
Pembagian larutan berdasarkan konsentrasi zat terlarut:

1. larutan tidak jenuh: zat terlarut dibawah konsentrasi jenuh

2. larutan jenuh: konsentrasi zat terlarut sudah mencapai konsentrasi kesetimbangan antara
kondisi terlarut dan mengendap. Penambahan zat terlarut berikutnya akan menyebabkan
pengendapan.

3. larutan super-jenuh. Bila tambahan zat terlatur sedikit di atas kondisi jenuh belum
mengendapkan zat terlarut.

Kelarutan biasanya dinyatakan sebagai banyaknya gram zat terlarut pada kondisi jenuh
dalam 100 gram pelarut pada temperatur tertentu.

ZAT RUMUS KELARUTAN (g/100 g AIR)

Natrium klorida NaCl 35.7 pada 0o C dan 39.1 pada 100o C

Natrium hidroksida NaOH 42 pada 0o C dan 347 pada 100o C

Kalsium Karbonat CaCO


3
0.0015 pada 25o C

9/76
Larutan superjenuh
· Larutan superjenuh mengandung zat terlarut melebihi konsentrasi jenuhnya pada
temperatur tertentu.

· Dibuat dengan mendinginkan larutan jenuh

· Larutan superjenuh tidak stabil, mudah mengkristal ketika bibit kristal ditambahkan.

10/76
2. Sifat elektrolit dan reaksi ionik

11/76
Identifikasi zat terlarut dari sifat elektrolit
Zat terlarut berupa molekul yang tidak terdiosiasi, seperti gula, bersifat non-
elektrolit. Zat terlarut berupa garam yang mudah terdisosiasi menjadi ion-ionnya, akan
menghasilkan larutan elektrolit.

(A) Larutan tembaga sulfat adalah konduktor listrik yang kuat, sehingga CuSO
4
tergolong
elektrolit kuat. (B) Gula maupun air bukan elektrolit, sehingga tidak bersifat konduktor.

12/76
Sifat elektrolit larutan
· Kemampuan menghantarkan listrik (sifat konduktor) dapat digunakan untuk
mengidentifikasi sukar mudahnya senyawa ion terdisosiasi.

- Senyawa ion yang mudah terdisosiasi dalam air (mudah larut) akan memiliki sifat
konduktor lebih kuat (elektrolit kuat).

- Senyawa ion sedikit terdisosiasi (sukar larut) akan memiliki sifat konduktor lebih lemah
(elektrolit lemah).

Contoh klasifikasi larutan berdasarkan sifat elektrolitnya

NON ELEKTROLIT ELEKTROLIT LEMAH ELEKTROLIT KUAT

C H O HF NH Cl
6 12 6 4

CH OH AgCl KOH
3

C H OH HC H O HCl
2 5 2 3 2

13/76
Uji kekuatan elektrolit

14/76
Disosiasi senyawa ion
Cara untuk menyatakan disosiasi senyawa
ion adalah dengan menuliskan persamaan
disosiasinya:
+ −
NaCl(s) ⟶ Na (aq) + Cl (aq)

Simbol (aq) menyatakan bahwa ion


mengalami hidrasi (dikelilingi oleh molekul
air) ketika terdisosiasi.

15/76
Reaksi ionik
Ketika larutan ionik dicampurkan ada kemungkinan pertukaran pasangan ion akan
menghasilkan reaksi kimia, yang dicirikan dengan:

1. Pembentukkan endapan

· Contoh: Pb(NO3 )2 (aq) + 2 KI(aq) ⟶ PbI (s) + 2 KNO (aq)


2 3

2. Reaksi asam basa

· Contoh: HCl(aq) + NaOH(aq) ⟶ NaCl(aq) + H O(ℓ)


2

3. Terbentuk elektrolit lemah dari reaktan yang bersifat elektrolit kuat

· Contoh: NH4 F(aq) + HCl(aq) ⟶ HF(aq) + NH Cl(aq)


4

4. Terbentuk gas

· Contoh: HCl(aq) + NaHCO3 (aq) ⟶ NaCl(aq) + H CO (aq)


2 3

· H CO (aq) ⟶ H O(ℓ) + CO (g)


2 3 2 2

16/76
Aturan kelarutan senyawa ion dalam air
Ketentuan untuk senyawa yang larut dalam air

· Semua senyawa yang mengandung logam alkali (golongan 1 atau IA) larut dalam air.

· Semua garam yang mengandung ion NH


+
4
, NO

3
, ClO

4
, ClO

3
dan C2 H3 O

2
larut dalam
air.

· Semua klorida, bromida dan iodida (garam yang mengandung ion ) larut dalam
− − −
Cl , Br ,I

air, kecuali jika kationnya adalah Ag+ , Pb dan Hg2+ .


2+

· Semua sulfat (garam yang mengandung SO 2−


4
) larut dalam air, kecuali jika kationnya adalah
dan Hg2+ .
2+ 2+ 2+ 2+
Pb , Ca , Ba , Sr
2

17/76
Aturan kelarutan senyawa ion dalam air
Ketentuan untuk senyawa yang sukar larut dalam air

· Semua logam hidroksida (senyawa ion yang mengandung OH



) dan semua logam oksida
(senyawa ion yang mengandung O ) tidak larut dalam air, kecuali jika kationnya dari
2−

golongan 1 atau 1A dan Ca2+ , Sr2+ , Ba2+


· Semua garam yang mengandung ion PO
3−
4
, CO
2−
3
, SO
2−
3
dan S
2−
tidak larut dalam air,
kecuali jika kationnya golongan 1 atau 1A dan NH +
4
.

18/76
Contoh Reaksi pengendapan

19/76
Persamaan reaksi ionik
Ketika dua senyawa ionik yang larut dicampurkan terkadang terbentuk endapan. Ada 3 cara
untuk menjelaskan pembentukan endapan

1. Persamaan molekul: rumus reaktan dan produk ditulis dengan lengkap

· Contoh: Pb(NO3 )2 (aq) + 2 KI(aq) ⟶ PbI (s) + 2 KNO (aq)


2 3

2. Persamaan ion: semua senyawa ion terlarut ditulis sebagai komponen ionnya.

· Contoh:
2 + − + − + −
Pb (aq) + 2 NO3 (aq) + 2K (aq) + 2 I (aq) ⟶ PbI (s) + 2K (aq) + 2 NO3 (aq)
2

· spectator adalah ion yang tidak terlibat dalam reaksi. Pada contoh di atas
+ −
K , NO3

adalah spectator.
3. Persamaan ion bersih: persamaan yang mengeliminasi spectator atau hanya
menekankan pada ion-ion yang terlibat dalam reaksi saja.

· Contoh: Pb2 + (aq) + 2 I− (aq) ⟶ PbI (s)


2

20/76
Latihan
Gunakan aturan kelarutan untuk menentukan senyawa mana yang larut dalam air

1. Ca(NO3 )2

2. AgNO3

3. FeCl2

4. BaSO 4

5. Ni(OH)2

Submit
Show Hint
Show Answer
Clear

21/76
Latihan
Gunakan aturan kelarutan untuk menentukan senyawa mana yang larut dalam air

1. CuCO 3

2. HgBr2

3. Hg2 Br2

4. Pb(C2 H 3 O 2 )

5. PbI 2

Submit
Show Hint
Show Answer
Clear

22/76
Latihan
Apa rumus endapan yang terbentuk ketika larutan barium klorida dicampurkan dengan
larutan kalium kromat?

A. BaCrO4

B. KCl
C. K 2 Ba

D. K 2 CrO4

E. BaCl2
Submit
Show Hint
Show Answer
Clear

23/76
Latihan
Ion manakan yang akan menjadi spektator pada campuran ion berikut:
+ 2− 2+ −
K (aq), SO (aq), Ba (aq), NO 3 (aq)
4

A. Ba2+ dan SO
2−
4

B. Ba2+ dan K
+
(aq)

C. Ba2+ dan NO

3

D. K
+ 2−
dan SO 4

E. K + dan NO −
3

Submit
Show Hint
Show Answer
Clear

24/76
· Soal-1· solusi-1

Perak bromida sukar larut dalam air.


(A) Apa arti konsentrasi Ag+ dan Br− dalam larutan jenuh AgBr?
(B) Jelaskan mengapa endapan AgBr terbentuk jika larutan garam AgNO
3
dan NaBr

dicampur?

25/76
· Soal-2· solusi-2

Soda pencuci mengandung Na2 CO 3 .10H 2 O . Jelaskan, dengan menggunakan persamaan


reaksi, bagaimana zat ini dapat menghilangkan ion Ca2+ dari air sadah.

26/76
· Soal-3· solusi-3

Ramalkan apakah reaksi akan terjadi atau tidak? Bila terjadi tuliskan persamaan reaksinya
1. Pb(NO3 )2 (aq) + Ca(OH)2 (aq) ⟶

2. BaCl2 (aq) + Na2 CO3 (aq) ⟶

3. Na3 PO4 (aq) + Hg2 (NO3 )2 (aq) ⟶

4. NaCl(aq) + Ca(NO3 )2 (aq) ⟶

27/76
3. Asam dan Basa

28/76
Definisi Arrhenius
Asam adalah zat yang bereaksi dengan air menghasilkan ion hidronium, H 3 O +

+ −
HA(aq) + H O(ℓ) ⟶ H O (aq) + A (aq)
2 3

Basa adalah zat yang bereaksi dengan air menghasilkan ion hidroksida, OH


B(aq) + H O(ℓ) ⟶ HB(aq) + OH (aq)
2

29/76
Pembentukan ion hidronium oleh asam
Secara umum, asam adalah zat yang bereaksi dengan air menghasilkan ion, salah satunya
ion hidronium, H 3 O + . Contoh: ketika gas HCl dialirkan pada air, maka ion hidrogen, H + , dari
HCl akan ditransfer ke molekul air menghasilkan ion hidronium dan ion klorida.

+ −
HCl(g) + H O(ℓ) ⟶ H O (aq) + Cl (aq)
2 3

Reaksi ini adalah reaksi ionisasi karena membentuk ion yang sebelumnyatidak ada.
Karena larutan mengandung ion, maka larutan asam bersifat elektrolit.

Tidak semua atom hidrogen dalam senyawa asam dapat ditransfer ke molekul air
membentuk ion hidronium, H O
3
+
. Contohnya asam asetat, HC H O
2 3 2
. Hanya satu ion
hidrogen yang dapat ditransfer ke molekul air. Berdasarkan konsensus atom hidrogen yang
dapat ditransfer ditulis di awal rumus molekul.

+ −
HC H O (aq) + H O(ℓ) −

↽− H O (aq) + C H O (aq)
2 3 2 2 3 2 3 2

30/76
Klasifikasi asam
Berdasarkan jumlah ion hidrogen (proton) yang dapat ditransfer, asam dikelompokan ke
dalam kelompok asam monoprotik dan asam poliprotik.

Contoh asam monoprotik: HCl, HC 2 H 3 O 2 , HNO 3

Contoh asam poliprotik:

· Asam diprotik: H 2 C2 O 4 , H SO , H S
2 4 2

· Asam triprotik: H 3 PO4 , H C H O


3 6 5 7

31/76
Keasaman oksida nonlogam
Zat yang berisfat asam umumnya memiliki proton (ion hidrogen) yang dapat ditransfer
ke molekul air.

Oksida nonlogam meskipun tidak memiliki proton tetapi dapat menghasilkan zat yang
bersifat asam ketika dilarutkan dalam air. Contoh: SO3 , CO , N O
2 2 5

SO (g) + H O(ℓ) ⟶ H SO (aq)


3 2 2 4

N O (g) + H O(ℓ) ⟶ 2 HNO (aq)


2 5 2 3

CO (g) + H O(ℓ) ⟶ H CO (aq)


2 2 2 3

Oksida nonlogam di atas disebut asam anhidrida.

32/76
Pembentukan ion hidroksia
Zat yang mengandung ion OH − atau O 2− Senyawa molekul yang bereaksi dengan
air menghasilkan ion hidroksida
Contoh: NaOH, Ca(OH)
2
keduanya akan
menghasilkan ion hidroksida ketika Contoh: amonia dan metil amin
dilarutkan dalam air
NH (aq) + H O(ℓ) ⟶
3 2
H2 O
+ − + −
NaOH(s) −−−→ Na (aq) + OH (aq) NH (aq) + OH (aq)
4

H2 O
2 + − CH NH (aq) + H O(ℓ) ⟶
Ca(OH) (s) −−−→ Ca (aq) + 2 OH (aq) 3 2 2
2
+ −
CH NH (aq) + OH (aq)
Oksida logam merupakan basa 3 3

anhidrida karena ketika bereaksi dengan air


akan menghasilkan ion hidroksida. Contoh:
kalsium oksida

CaO(s) + H O(ℓ) ⟶ Ca(OH) (aq)


2 2

33/76
· Soal-4· solusi-4

Trietilamin, (C H ) N
2 5 3
, dan hidroksilamin, HONH
2
, adalah basa dalam air. Tuliskan
reaksinya dengan air.

34/76
Asam dan basa kuat
Asam/basa kuat adalah asam/basa yang terdisosiasi ~100% dalam air, sehingga merupakan
elektrolit kuat.

ASAM KUAT NAMA SENYAWA · Basa kuat adalah basa terdisosiasi nyaris
HClO (aq)
4
asam perklorat sempurna di dalam air.
HClO (aq)
3
asam klorat - Contoh:
+ −
HCl(aq) asam hidroklorida KOH(aq) ⟶ K (aq) + OH (aq)

HBr(aq) asam hidrobromida · Semua logam hidroksida yang larut


HI(aq) asam hidroiodida dalam air merupakan basa kuat.
asam nirat
- Logam hidroksida golongan 1: LiOH,
HNO (aq)
3

H SO (aq)
2 4
asam sulfat NaOH, KOH, RbOH, CsOH

- Logam hidroksida golongan 2:


Ca(OH) , Sr(OH) , Ba(OH)
2 2 2

35/76
Asam lemah
Asam lemah adalah asam/basa yang relatif sukar terdisosiasi dalam air, sehingga hanya sedikit
ion yang dihasilkan. Oleh karena itu, asam/basa lemah merupakan elektrolit lemah.

Sebagian besar asam organik merupakan asam lemah, atau tidak terionisasi 100%, sehingga
merupakan elektrolit lemah

Contoh: Asam asetat (HC 2 H 3 O 2 ), asam oksalat (H 2 C2 O 4 ) dll.

+ −
HC H O (aq) + H O(ℓ) −

↽− H O (aq) + C H O (aq)
2 3 2 2 3 2 3 2

36/76
Mengapa asam lemah tidak terdisosiasi sempurna?

37/76
Basa lemah
Sama seperti asam, sebagian besar basa organik juga merupakan basa lemah.

Contoh: amoniak dan kelompok senyawa amina


+ −
NH (aq) + H O(ℓ) −

↽− NH (aq) + OH (aq)
3 2 4

+ −
CH NH (aq) + H O(ℓ) −

↽− CH NH (aq) + OH (aq)
3 2 2 3 3

38/76
Reaksi basa lemah dengan air

39/76
Ionisasi asam poliprotik
Ionisasi asam diprotik:

− +
H SO (aq) + H O(ℓ) −

↽− HSO (aq) + H O (aq)
2 3 2 3 3

− 2 − +
HSO (aq) + H O(ℓ) −

↽− SO (aq) + H O (aq)
3 2 3 3

Ionisasi asam triprotik:


+ −
H PO (aq) + H O −

↽− H O (aq) + H PO (aq)
3 4 2 3 2 4

− + 2 −
H PO4 (aq) + H O(ℓ) −

↽− H O (aq) + HPO (aq)
2 2 3 4

2 − + 3 −
HPO (aq) + H O(ℓ) −

↽− H O (aq) + PO (aq)
4 2 3 4

40/76
· Soal-5· solusi-5

Tulsikan tahapan reaksi ionisasi asam sitrat, H 3 C6 H 5 O 7 , dalam air

41/76
Reaksi netralisasi asam kuat dan basa kuat
Persamaan molekul:

2 HCl(aq) + Ca(OH) (aq) ⟶ 2 H O + CaCl (aq)


2 2 2

Reaksi ionik:

+ − 2 + − 2 + −
2H (aq) + 2 Cl (aq) + Ca (aq) + 2 OH (aq) ⟶ 2 H O + Ca (aq) + 2 Cl (aq)
2

Persamaan ion bersih:

+ −
H (aq) + OH (aq) ⟶ H O
2

42/76
Reaksi asam lemah dan basa kuat
Persamaan molekul:

HC H O (aq) + NaOH(aq) ⟶ H O + NaC H O (aq)


2 3 2 2 2 3 2

Persamaan ion:

+ − + −
HC H O (aq) + Na (aq) + OH (aq) ⟶ H O + Na (aq) + C H O 2 (aq)
2 3 2 2 2 3

Persamaan ion bersih:

− −
HC H O (aq) + OH (aq) ⟶ H O + C H O (aq)
2 3 2 2 2 3 2

43/76
Netralisasi asam kuat oleh basa sukar larut
Persamaan molekul:

Mg(OH) (s) + 2 HCl(aq) ⟶ MgCl (aq) + 2 H O


2 2 2

Persamaan ion:

+ − 2 + −
Mg(OH) (s) + 2 H (aq) + 2 Cl (aq) ⟶ Mg (aq) + 2 Cl (aq) + 2 H O
2 2

Persamaan ion bersih:

+ 2 +
Mg(OH) (s) + 2 H (aq) ⟶ Mg (aq) + 2 H O
2 2

44/76
Netralisasi asam kuat oleh oksida logam sukar larut
Persamaan molekul:

Al O (s) + 6 HCl(aq) ⟶ 2 AlCl (aq) + 3 H O


2 3 3 2

Persamaan ion:

+ − 3 + −
Al O (s) + 6 H (aq) + 6 Cl (aq) ⟶ 2 Al (aq) + 6 Cl (aq) + 3 H O
2 3 2

Persamaan ion bersih:

+ 3 +
Al O (s) + 6 H (aq) ⟶ 2 Al (aq) + 3 H O
2 3 2

45/76
Reaksi asam kuat dengan basa lemah
Persamaan molekul:

NH (aq) + HCl(aq) ⟶ NH Cl(aq)


3 4

Persamaan ion:

+ − + −
NH (aq) + H (aq) + Cl (aq) ⟶ NH (aq) + Cl (aq)
3 4

Persamaan ion bersih:

+ +
NH (aq) + H (aq) ⟶ NH (aq)
3 4

46/76
· Soal-6· solusi-6

Tuliskan persamaan ion bersih untuk campuran reaktan-reaktan berikut:


(A) HNO3 (aq) + Ca(OH)2 (aq) ⟶

(B) N 2 H 4 (aq) + HI(aq) ⟶

(C) CH 3 NH2 (aq) + HC 4 H 7 O 2 (aq) ⟶

(D) NaOH(aq) + HF(aq) ⟶

(E) NH3 (aq) + CH 3 COOH(aq) ⟶

(F) Mg(OH)2 (s) + 2 HC 2 H 3 O 2 (aq) ⟶

47/76
4. Reaksi Metatesis

48/76
Metatesis dan reaksi pembentukan gas
Reaksi metatesis adalah reaksi yang melibatkan pembentukan ion yang menggiring ke arah
pembentukan gas.

Gas dengan kelarutan rendah akan hilang dari larutan, sehingga mendorong ke arah
penyelesaian reaksi.

Banyak senyawa mengandung anion yang dapat berubah menjadi gas, sehingga penambahan
asam yang mengandung ion ini cenderung akan menghasilkan gas.

49/76
Reaksi metatesis

50/76
· Soal-7· solusi-7

Tuliskan persamaan reaksi molekul, persamaan reaksi ion, dan persamaan reaksi
ion bersih untuk reaksi antara Li2 SO3 dengan asam format, HCHO2 .

51/76
Latihan
Manakah yang merupakan persamaan reaksi ion bersih untuk reaksi antara HCl dan
KHCO
3
?

A. HCl(aq) + KHCO3 (aq) ⟶ KCl(aq) + H CO (aq)


2 3

B. H
+ −
(aq) + HCO (aq) ⟶ H CO (aq)
3 2 3

C. HCl(aq) + KHCO3 (aq) ⟶ KCl(aq) + CO (g) + H O


2 2

D. H + (aq) + Cl
− + −
(aq) + K (aq) + HCO3 (aq) ⟶

+ −
K (aq) + Cl (aq) + CO (g) + H O
2 2

E. H + (aq) + HCO−
3
(aq) ⟶ CO (g) + H O
2 2

Submit
Show Hint
Show Answer
Clear

52/76
Latihan
Manakah yang merupakan persamaan reaksi ion bersih untuk reaksi antara HBr dan
K SO
2 3
?

A. H + (aq) + SO23 − (aq) ⟶ SO (g) + OH


2

(aq)

B. H
+ − + 2 −
(aq) + Br (aq) + 2 K (aq) + SO (aq) ⟶
3

+ −
2K (aq) + Br (aq) + SO (g) + H O(ℓ)
2 2

C. 2 H + (aq) + SO23 − (aq) ⟶ SO (g) + H O(ℓ)


2 2

D. HBr(aq) + K + (aq) ⟶ KBr(s)

E. H + (aq) + SO23 − (aq) ⟶ SO (g) + H O(ℓ)


2 2

Submit
Show Hint
Show Answer
Clear

53/76
Sintesis garam melalui reaksi metatesis
· Ada dua cara untuk mensintesis garam, dimana kedua cara ini memudahkan untuk
memperoleh senyawa yang dinginkan dari campuran.

(A) Bila garam yang diperoleh mengendap (B) Bila garam yang diperoleh larut dalam air

· Mulai dari reaktan yang larut dalam air · Gunakaan reaksi netralisasi asam-basa.

· Produk garam diperoleh dengan · Rekasi logam karbonat atau garam dengan
filtrasi. anion yang mudah berubah menjadi gas
dan asam.

· Produk diperoleh dengan menguapkan


air.

54/76
Contoh aplikasi reaksi metatesis pada sintesis garam
Target sintesis: NiSO 4

NiSO
4
merupakan garam yang larut dalam air.

Saran sintesis:

1. menggunakan reaksi asam dan basa

H SO (aq) + Ni(OH) (s) ⟶ NiSO (aq) + 2 H O(ℓ)


2 4 2 4 2

2. menggunakan asam + karbonat

H SO (aq) + NiCO (s) ⟶ NiSO (aq) + CO (g) + 2 H O(ℓ)


2 4 3 4 2 2

55/76
5. Konsentrasi dan Stoikiometri Larutan

56/76
Molaritas
Molaritas adalah mol zat terlarut per liter larutan.

Molaritas merupakan penghubung antara mol zat terlarut dengan volume larutan.

Larutan NaCl 0.1 M mengandung 0.1 mol NaCl dalam 1 L larutan. Konsentrasi yang sama dapat
diperoleh dengan melarutkan 0,010 mol NaCl dalam 0.1 L larutan

0.1 mol NaCl 0.01 mol NaCl


= = 0.1 M NaCl
1 L larutan NaCl 0.1 L larutan NaCl

57/76
Contoh perhitungan molaritas
Hitung molaritas (M) dari larutan yang dibuat dengan cara melarutkan 11.5 g NaOH (MM =
40.00 g/mol) dalam air untuk membuat 1.5 L larutan.

11.5 g NaOH
1 mol NaOH
[NaOH] = ×
1.5 L larutan
40.0 g NaOH

= 0.192 M

58/76
Contoh molaritas sebagai faktor konversi
Berapa mL larutan NaCl 0.250 M yang diperlukan untuk membuat larutan yang mengandung
0.1 mol NaCl?

1 L larutan NaCl 1000 mL larutan NaCl


V NaCl = 0.1 mol NaCl × ×
0.250 mol NaCl 1 L larutan NaCl

= 400 mL

59/76
Contoh perhitungan pada pembuatan larutan
Berapa gram stronsium nitrat, Sr(NO )
3 2
, yang diperlukan untuk membuat 250 mL larutan
Sr(NO )
3 2
0.10 M?

1L 0.10 mol Sr(NO ) 211.62 g Sr(NO )


3 2 3 2
m Sr(NO ) = 250 mL lar. Sr(NO ) × × ×
3 2 3 2
1000 mL 1 L lar. Sr(NO ) 1 mol Sr(NO )
3 2 3 2

= 5.29 g

60/76
Membuat larutan dengan pengenceran
Berapa volume H 2 SO4 16.0 M (dalam mL) yang harus disiapkan untuk meembuat 1.0 L larutan
H SO
2 4
2.0 M?

Dalam pengenceran jumlah mol zat terlarut tidak berubah.

(mol H SO )1 = (mol H SO )2
2 4 2 4

V1 × M1 = V2 × M2

M2
V1 = V2 ×
M1

2.0 M
= 1000 mL ×
16.0 M

= 125 mL

61/76
Stoikiometri larutan
Reaksi kimia sering dilakukan menggunakan reaktan dalam bentuk larutan. Stoikiometri
membantu untuk menentukan berapa volume reaktan untuk mendapatkan kuantitas tertentu
dari produk yang diinginkan.

Contoh:

Berapa volume H PO
3 4
0.0475 M dalam mililiter yang diperlukan untuk menetralkan 45.0 mL
larutan KOH 0.100 M?

Tahapan perhitungan:

1. Tuliskan reaksi yang terjadi

H PO (aq) + 3 KOH(aq) ⟶ K PO (aq) + 3 H O(ℓ)


3 4 3 4 2

62/76
2. Hitung mol KOH yang diperlukan

1 L KOH 0.1 mol KOH


−3
n KOH = 45.0 mL KOH × × = 4.50 × 10 mol
1000 mL KOH 1 L KOH

3. Hitung mol asam fosfat yang diperlukan

1 mol H 3 PO 4
−3 −3
n H 3 PO 4 = 4.5 × 10 mol KOH × × = 1.50 × 10 mol
3 mol KOH

4. Hitung volume asam fosfat yang diperlukan

1 L H 3 PO 4
1000 mL H 3 PO 4
−3
V H 3 PO 4 = 1.50 × 10 mol H 3 PO 4 × × = 31.6 mL
0.0475 mol H 3 PO 4 1 L

63/76
Metode perhitungan langsung
1 L KOH 0.1 mol KOH 1 mol H 3 PO 4
V H 3 PO 4 = 45.0 mL KOH × × × ×
1000 mL KOH 1 L KOH 3 mol KOH

1 L H 3 PO 4
1000 mL H 3 PO 4
× = 31.6 mL
0.0475 mol H 3 PO 4 1 L

64/76
Stokiometri persamaan ion
Berapakah konsentrasi setiap ion dalam larutan Na2 CO3 0.150 M?

Tahapan perhitungan:

1. Tuliskan reaksi ion

+ 2 −
Na CO (aq) ⟶ 2 Na (aq) + CO (aq)
2 3 3

2. Hitung konsentrasi masing-masing ion

0.150 mol Na2 CO 3 +


2 mol Na
+
[Na ] = × = 0.300 M
1L
1 mol Na2 CO 3

2−
0.150 mol Na2 CO 3 1 mol CO
2− 3
[CO ] = × = 0.150 M
3
1L
1 mol Na2 CO 3

65/76
Latihan
Bila konsentrasi larutan ion sulfat adalah 0.750 M, berapakah konsentrasi Al (SO )
2 4 3

dengan asumsi semua ion sulfat berasal dari alumunium sulfat?

A. 0.750 M
B. 2.25 M
C. 0.250 M

D. 1.50 M
E. 0.500 M
Submit
Show Hint
Show Answer
Clear

66/76
· Soal-8· solusi-8

Berapakah volume KOH 0.500 M dalam mL yang diperlukan untuk bereaksi sempurna dengan
60.0 mL FeCl2 0.250 M untuk membuat padatan Fe(OH)2 ?

67/76
· Soal-9· solusi-9a· solusi-9b

Berapa gram PbI


2
yang akan terbentuk bila 20.0 mL larutan FeI
3
0.800 M dicampurkan
dengan 50.0 mL larutan Pb(NO3 )2 0.3 M?

(MM PbI 2 = 461.0 g/mol, FeI3 = 436.5 g/mol, Pb(NO3 )2 = 269.2 g/mol)

68/76
6. Analisis kimia

69/76
Tipe analisis kimia
Analisis kualitatif menentukan zat apa yang terkandung dalam sampel

Analaisis kuantitatif menentukan berapa jumlah zat dan komposisinya dalam sampel.

Metode analisis:

1. Menentukan kandungan unsur apa saja yang terdapat dalam sampel (analisis kualitatif)

2. Mengubah semua unsur yang ada dalam sampel menjadi senyawa yang diketahui rumus
kimianya.
3. Menghitung kandungan setiap unsur berdasarkan senyawa hasil konversi.

70/76
· Soal-10· solusi-10

Latihan metode analisis: penentuan klor


Sebanyak 1 gram sampel insektisida yang mengandung klor didekomposisi sehingga seluruh
klor diubah menjadi Cl− (aq). Perak nitrat kemudian ditambahkan untuk mengendapkan
seluruh ion klor menjadi AgCl(s). Setelah endapan disaring dan dikeringkan, diperoleh massa
sebesar 2.022 g. Tentukan persen massa klor dalam insektisida.

71/76
Titrasi
Titrasi adalah metode penentuan
konsentrasi sampel dengan cara
menambahkan reaktan yang diketahui
konsentrasinya (titran) ke analit yang
konsentrasinya belum diketahui hingga
seluruh analit habis bereaksi (titik
ekivalen).

Pada prakteknya, indikator ditambahkan


untuk mengetahui ketercapain titik ekivalen.

72/76
· Soal-11· solusi-11

Latihan metode analisis: titrasi asam oksalat


Misalkan 25.00 mL larutan asam oksalat, H 2 C2 O 4 yang merupakan hasil ekstraksi dari sampel
daun suatu tanaman dititrasi dengan NaOH(aq) 0.500 M. Titik akhir titrasi dicapai setelah 37.5
mL larutan basa ditambahkan ke dalam larutan asam. Tentukan konsentrasi larutan asam
oksalat tersebut.

73/76
Tutorial

74/76
· Soal-T1· solusi-T1A· solusi-T1B· solusi-T1C

Dalam suatu eksperimen, 40.0 mL barium hidroksida 0.270 M dicampurkan dengan 25.0 mL
aluminium sulfat 0.330 M.
(A) Tuliskan persamaan reaksi yang berlangsung.
(B) Tentukan massa total endapan yang diperoleh.
(C) Tentukan konsentrasi molar ion-ion yang tetap ada dalam larutan ketika reaksi telah
berlangsung sempurna.

75/76
· Soal-T2· solusi-T2A· solusi-T2B

Diketahui sampel campuran garam mengandung KNO


3
dan K SO
2 3
. Sebanyak 0.486 g
campuran garam tersebut dilarutkan dalam air dan diencerkan hingga volume akhir 50.00 mL.
Ke dalam larutan ini kemudian ditambahkan 50 mL HCl 0.150 M (HCl berlebih) setelah itu
dipanaskan untuk membebaskan seluruh SO2 yang terbentuk sebagai hasil reaksi dengan
asam. Kemudian 25 mL campuran reaksi dititrasi dengan KOH 0.100 M dan diperlukan 13.11
mL larutan basa untuk mencapai titik akhir titrasi.
(A) Tuliskan reaksi metatesis yang berlangsung
(B) Tentukan persen massa K 2 SO3 dalam sampel awal campuran garam.

76/76

Anda mungkin juga menyukai