Anda di halaman 1dari 20

KD

3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan

IPK

3.7.1 Menentukan orde reaksi berdasarkan data hasil percobaan

3.7.2 Menentukan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan


Pengertian Orde Reaksi

Dalam persamaan laju reaksi terdapat variabel orde reaksi. Orde reaksi menyatakan
seberapa besar pengaruh konsentrasi pereaksi terhadap laju reksi. Nilai orde reaksi tidak
selalu sama dengan koefisien reaksi zat yang bersangkutan. Orde suatu reaksi merupakan
penjumlahan dari orde reaksi setiap zat yang bereaksi. Berikut silahkan nanda pahami empat
jenis orde reaksi beserta grafiknya sebagai berikut :

a. Reaksi Orde Nol

Laju reaksi tidak dipengaruhi oleh besarnya konsentrasi pereaksi. Artinya seberapapun
peningkatan konsentrasi pereaksi tidak akan mempengaruhi besarnya laju reaksi. Secara
grafik, reaksi yang mempunyai orde nol dapat dilihat gambar di atas.

b. Reaksi Orde Satu

Laju reaksi dipengaruhi oleh besarnya konsentrasi pereaksi. Artinya jika konsentrasi
pereaksi dinaikkan dua kali semula, maka laju reaksi juga akan meningkat besarnya
sebanyak (2)1 atau 2 kali semula juga. Secara grafik, reaksi orde satu dapat dilihat pada
gambar di atas.
KD

3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan

IPK

3.7.1 Menentukan orde reaksi berdasarkan data hasil percobaan

3.7.2 Menentukan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan


c. Reakdi Orde Dua

Pada suatu reaksi orde dua, laju reaksi berubah secara kuadrat terhadap perubahan
konsentrasinya. Artinya, jika konsentrasi pereaksi dinaikkan 2 kali (2)2 atau 4 kali
semula. Apabila konsentrasi pereaksi dinaikkan 3 kali semula, maka laju reaksi akan
menjadi (3)2 atau 9 kali semula. Secara grafik, reaksi orde dua dapat dilihat pada gambar
di atas.
KD

3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan

IPK

3.7.1 Menentukan orde reaksi berdasarkan data hasil percobaan

3.7.2 Menentukan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan


Persamaan Laju Reaksi

Persamaan laju reaksi adalah persamaan yang menghubungkan antara reaksi dan
konsentrasi rektan dengan konstanta laju dapat dituliskan dalam bentuk persamaan reaksi,
yaitu Persamaan Laju Reaksi. Persamaan ini hanya dapat dinyatakan berdasarkan data
hasil percobaan. Berdasarkan data tersebut, ananda dapat menentukan orde reaksi dan
konstanta laju reaksi.

Persamaan laju reaksi dapat dituliskan sebagai konsentrasi awal setiap zat
dipangkatkan orde reaksinya. Orde reaksi bukanlah koefisien reaksi (walaupun keduanya
mungkin memiliki nilai yang sama). Perhatikan persamaan kimia berikut :

Untuk reaksi :

pA+qB→rC+sD
Persamaan laju reaksi
V = k [A]x [B]y

Keterangan : V = laju reaksi (M.s-1)


[A] = konsentrasi zat A (M)
[B] = konsentrasi zat B (M)
k = konstanta laju reaksi
x = orde reaksi terhadap A
y = orde reaksi terhadap B
KD

3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan

IPK

3.7.1 Menentukan orde reaksi berdasarkan data hasil percobaan

3.7.2 Menentukan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan


Hubungan Reaksi dengan Persamaan Laju Reaksi

a. Reakdi Orde Nol


Ketika suatu laju reaksi tidak dipengaruhi oleh konstanta pereaksi maka reaksi
kimia tersebut dinyatakan memiliki orde nol. Contohnya pada persamaan reaksi
berikut :
2NH3 (g) → N2 (g) + 3H2 (g)

Oleh karena itu, persamaan laju dapat dinyatakan dengan v = k [NH3]0. Artinya,
laju reaksi tidak bergantung pada konsentrasi NH3

b. Reaksi Orde Satu


Apabila besarnya laju reaksi berbanding lurus dengan besarnya konsentrasi
pereaksi, maka reaksi kimia tersebut dikatakan memiliki orde satu. Contohnya pada
persamaan reaksi :
2CO2 (g) → 2CO (g) + O2 (g)

Maka persamaan lajunya dapat dinyatakan dengan v = k [CO2]. Artinya, jika


konsentrasi pereaksi CO2 dinaikkan dua kali dari konsenrasi semula, maka laju reaksi
akan meningkat dua kali semula.

c. Reaksi Orde Dua


Apabila besarnya laju reaksi merupakan pangkat dua dari peningkatan konsentrasi
pereaski maka reaksi kimia tersebut dikatakan memiliki orde dua. Contohnya pada
persamaan reaksi :
2HI (g) → H2 (g) + I2 (g)

Maka persamaan lajunya dapat dinyatakan dengan v = k [H]2. Artinya jiika


konsetrasi pereaksi HI dinaikkan dua kali semula, maka laju reaksi akan meningkat
empat kali semula.
KD

3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan

IPK

3.7.1 Menentukan orde reaksi berdasarkan data hasil percobaan

3.7.2 Menentukan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan


Penentuan Orde Reaksi dan Persamaan Laju Reaksi Berdasarkan Data Percobaan

Orde reaksi dapat ditentukan dengan cara membandingkan data laju reaksi
sebagai fungsi dari konsentrasi pereaksi, simaklah cara penentuan orde reaksi dan
persamaan laju reaksi pada reaksi pembentukan NO2, dengan persamaan reaksi dan data
hasil prcobaan sebagai berikut :

2NO (g) + O2 (g) → 2NO2 (g)

No. [NO]0 (M) [O2]0 (M) V0 (M.s-1)

1. 0,1 0,1 1,20 x 10-3


2. 0,2 0,1 4,80 x 10-3
3. 0,3 0,2 2,16 x 10-2
4. 0,2 0,3 1,44 x 10-2
5. 0,3 0,3 3,24 x 10-2

Dimisalkan, persamaan laju reaksi v = k [NO]x [O2]y. cara mencari orde reaksi
NO (x) adalah dengan memilih data konsentrasi O2 yang sama, yaitu data (1) dan (2) atau
data (4) dan (5).
𝑥 𝑦
𝑣0 (1) 𝑘(1) 𝑁𝑂(1) 𝑂2 (1)
= [ ] [𝑂 ] , harga k(1) = k(2) (karena suhu tetap) dan O2 (1) = O2 (2)
𝑣0 (2) 𝑘(2) 𝑁𝑂(2) 2 (2)
𝑦
𝑂2 (1)
sehingga [ ] , dapat dihilangkan (bernilai 1)
𝑂2 (2)

1,20 𝑥 10−3 𝑀.𝑠 −1 0,1 𝑀 𝑥 0,1 𝑀 𝑦 1 1 𝑥


= (0,2 𝑀) 𝑥 (0,1 𝑀) → = ( ) →x=2
4,80 𝑥 10−3 𝑀.𝑠 −1 4 2

Jadi, orde reaksi terhadap NO = 2

Untuk menentukan orde reaksi O2 (y), pilihlah data konsentrasi NO yang sama,
yaitu data nomor (2) dan (4) atau data nomor (3) dan (5).
𝑥 𝑦
𝑣0 (1) 𝑘(1) 𝑁𝑂(2) 𝑂2 (2)
= [ ] [𝑂 ]
𝑣0 (2) 𝑘(2) 𝑁𝑂(4) 2 (4)

4,80 𝑥 10−3 𝑀.𝑠 −1 0,2 𝑀 𝑥 0,1 𝑀 𝑦 1 1 𝑥


= (0,2 𝑀) 𝑥 (0,3 𝑀) → = ( ) →x=3
1,44 𝑥 10−3 𝑀.𝑠 −1 3 3

Jadi, orde reaksi terhadap O = 1.


KD

3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan

IPK

3.7.1 Menentukan orde reaksi berdasarkan data hasil percobaan

3.7.2 Menentukan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan


Orde reaksi total = orde reaksi NO + orde reaksi O2 = 2 + 1. Jadi, orde reaksi total dari
reaksi tersebut adalah 3.

Persamaan laju reaksi pembentukan NO2 dapat dituliskan sebagai berikut :

v = k [NO]2 [O2]
KD

3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan

IPK

3.7.1 Menentukan orde reaksi berdasarkan data hasil percobaan

3.7.2 Menentukan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan


Penentuan Orde Reaksi dan Persamaan Laju Reaksi Berdasarkan Data Percobaan

Bagaiman jika pada data percobaan yang sudah di dapat, kita harus mencari
konstanta reaksinya atau tetapan laju reaksinya? Ketika pada suatu reaksi sudah diketahui
konsentrasi suatu zat dan sudah diketahui laju serta orde reaksinya. Maka kita juga bisa
menentukan nilai konstanta ( nilai k ) suatu laju reaksi dari data-data tersebut. Cara
mencari konstanta laju reaksi ada kaitannya dengan orde dan persamaan laju reaksi.
Seperti contoh soal di bawah ini :

Reaksi gas Bromin dan gas Nitrogen Oksida sesuai dengan persamaan rekasi :

2NO (g) + Br (g) → 2NOBr (g)

Berdasarkan hasil percobaan diperoleh data sebagai berikut :

Konsentrasi Awal
Laju Reaksi Awal
No. (M)
(M/det)
[NO] [Br2]
1. 0,1 0,05 6
2. 0,1 0,2 12
3. 0,2 0,05 24
4. 0,3 0,05 54

Tentukan Harga tetapan reaksi (k)……

Penyelesaian :

Rumus persamaan laju reaksi adalah v = [NO]x [Br2]y

Orde reaksi terhadap NO, pilih konsentrasi Br2 yang tetap, yaitu percobaan 1 dan 3

𝑣1 𝑘 [𝑁𝑂]1 𝑥 [𝐵𝑟2 ]1 𝑦
=
𝑣2 𝑘 [𝑁𝑂]3 𝑥 [𝐵𝑟2 ]3 𝑦

6 𝑘 (0,1)𝑥 (0,05)𝑦
=
24 𝑘 (0,2)𝑥 (0,05)𝑦

1 1 𝑦
= () ≈𝑦=1
4 2

Jadi, orde reaksi terhadap Br2 adalah 1.

Rumus persamaan laju reaksi adalah v = k [NO]2 [Br2]

Orde reaksi total adalah = 2 +1 = 3


KD

3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan

IPK

3.7.1 Menentukan orde reaksi berdasarkan data hasil percobaan

3.7.2 Menentukan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan


Untuk menentukan harga k, pilih salah satu percobaan, missal percobaan 2 :

v2 = k . [NO]22 . [Br2]21

12 = k . (0,1)2 . (0,1)

12
k =
[0,01 𝑥 0,1]

k = 1,2 x 104 M
KD

3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan

IPK

3.7.1 Menentukan orde reaksi berdasarkan data hasil percobaan

3.7.2 Menentukan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan


Menentukan Nilai Laju Reaksi dari Data Percobaan

Setelah nanda mempelajari Materi Laju reaksi dari awal hingga mencari orde
reaksi, kemudian bagaimana jika kita ingin mencari nilai Laju Reaksi pada data
percobaan jika diketahui konsentrasi dari suatu reaksi tersebut bertambah atau berubah ?
seperti pada soal di bawah ini :

Reaksi gas Bromin dan gas Nitrogen Oksida sesuai dengan persamaan rekasi :

2NO (g) + Br (g) → 2NOBr (g)

Berdasarkan hasil percobaan diperoleh data sebagai berikut :

Konsentrasi Awal
Laju Reaksi Awal
No. (M)
(M/det)
[NO] [Br2]
1. 0,1 0,05 6
2. 0,1 0,2 12
3. 0,2 0,05 24
4. 0,3 0,05 54
5. 0,4 0,02 x

Tentukan harga x……..

Penyelesaian :

Rumus persamaan laju reaksi adalah v = [NO]x [Br2]y

Orde reaksi terhadap NO, pilih konsentrasi Br2 yang tetap, yaitu percobaan 1 dan 3

𝑣1 𝑘 [𝑁𝑂]1 𝑥 [𝐵𝑟2 ]1 𝑦
=
𝑣2 𝑘 [𝑁𝑂]3 𝑥 [𝐵𝑟2 ]3 𝑦

6 𝑘 (0,1)𝑥 (0,05)𝑦
=
24 𝑘 (0,2)𝑥 (0,05)𝑦

1 1 𝑦
= () ≈𝑦=1
4 2

Jadi, orde reaksi terhadap Br2 adalah 1.

Rumus persamaan laju reaksi adalah v = k [NO]2 [Br2]

Orde reaksi total adalah = 2 +1 = 3


KD

3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan

IPK

3.7.1 Menentukan orde reaksi berdasarkan data hasil percobaan

3.7.2 Menentukan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan


Untuk menentukan harga k, pilih salah satu percobaan, missal percobaan 2 :

v2 = k . [NO]22 . [Br2]21

12 = k . (0,1)2 . (0,1)

12
k =
[0,01 𝑥 0,1]

k = 1,2 x 104 M

Sehingga Persamaan Reaksinya menjadi :

v = k [NO]2 . [Br2]1

Untuk mencari nilai Laju Reaksi x Pada data ke-5 maka , kita masukkan konsentrasi data
baru ke dalam persamaan reaksi dan nilai tetapan reaksi, (k), orde reaksi yang sudah kita
cari tadi.

Sehingga :

v5 = k . [NO]52 . [Br2]51

v5 = 1,2 x 104 M . (0,4)2 . (0,02)1

v5 = 38 M/detik