Anda di halaman 1dari 17

“Bulldozer”

NAMA MAHASISWA :

DANDRI NATANAEL PAKPAHAN : 5193122003

DOSEN PENGAMPU : Prof.Dr.Siman M,Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
OKTOBER 2021
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kepada Tuhan yang maha kuasa Karena berkat karunia dan
rahmatNya, sehingga saya sebagai penulis bisa diberi hikmat dalam menyusun
makalah yang berjudul “ Alat Berat Bulldozer” dan bisa menyelesaikannya dengan
baik. Penulis sangat berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan
dan pengalaman bagi pembaca. Bahkan kami berharap lebih jauh lagi agar makalah
ini bisa bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai penyusun saya merasa bahwa masih banyak kekurangan dalam


penyusunan makalah ini. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran
yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Medan, Oktober 2021

Penulis
Daftar isi
KATA PENGANTAR ..................................................................................................

DAFTAR ISI.................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................

A.Latar belakang

B.Rumusan Masalah

c.Tujuan

BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………

BAB III PENUTUP………………………………………………………………

2.1 Kesimpulan ..........................................................................................

2.2 Saran………………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pekerjaan tanah dalam suatu proyek lahan pertambangan merupakan salah satu bagian yang
sangat vital. Pekerjaan tanah di sini meliputi pekerjaan galian, timbunan, pengangkutan, dan
pemadatan tanah. Pada umumnya pekerjaan tanah dikerjakan dengan bantuan alat berat. Tujuan
dari penggunaan alat – alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan
pekerjaannya sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebihmudah pada waktu yang
relatif lebih singkat. Manajemen alat berat sangat diperlukan, sehingga dapat menunjang
kelancaran dari pekerjaan tersebut. Sasaran dari manajemen alat berat yang merupakan bagian dari
manajemen proyek terdiri dari tiga faktor, yaitu; factor waktu, mutu, dan biaya. Dalam hal ini yang
diterapkan dalam manajemen alat berat adalah mengenai pemilihan, pengaturan, dan pengendalian
alat berat yang digunakan dalam suatu proyek.

Pada makalah ini, kami membatasi pada salah satu alat berat yaitu bulldozer. Pada dasarnya,
bulldozer adalah alat yang menggunakan traktor sebagai tempat dudukan dengan penggerak
utamanya yaitu attachment. Jadi bulldozer itu adalah traktor yang dilengkapi dengan dozer
attachment. Kerja bulldozer sangat dipengaruhi oleh pemilihan blade, ripper, dan alat geraknya
(mounted) yaitu roda karet dan roda rantai. Pada intinya, penggunaan bulldozer sangat bergantung
pada nilai ekonomisnya.

2. Rumusan Masalah
• Apa itu Alat berat Bulldozer ?

• Apa saja bagian-bagian dan spesifikasi alat berat Bulldozer ?

• Bagaimana cara kerja Alat berat Bulldoser ?

• Bagaimana produktivitas alat berat Bulldozer ?

3. Tujuan
• Menjelaskan Alat berat Bulldozer

• Menjelaskan bagian-bagian dan spesifikasi alat berat Bulldozer

• Menjelaskan cara kerja Alat berat Bulldoser

• Menjelaskan produktivitas alat berat Bulldozer


BAB II

PEMBAHASAN
A, Pengertian

Bulldozer adalah traktor yang mempunyai traksi besar. Unit ini dapat melakukan
pekerjaan menggali, menggusur, meratakan, menarik dan dapat dioperasikan pada
medan yang berlumpur, berbatu, berbukit dan di daerah yang berhutan. Pada saat
pembukaan lahan pertambangan yang baru, maka unit bulldozer inilah yang pertama
kali dipakai. Berikut penggunaan bulldozer dalam dunia pertambangan, yaitu:

• Proses land clearing yaitu pembersihan lahan pertambangan dari pohon-pohon,


kayu- kayu, dll.

• Melakukan pemotongan tanah yang mempunyai struktur yang keras (cutting hard
ground).

• Dozing (mendorong) material tanah yang akan dipindahkan.

• Melakukan smoothing operation (perataan permukaan tanah).

• Membuka jalan-jalan kerja darurat ke tempat pekerjaan.

• Menyebarkan material.

• Memindahkan material pada jarak pendek sampai dengan 100 m.

• Mengisi kembali saluran-saluran atau got.

• Finishing yaitu meratakan permukaan bidang rata, dll.


B.Bagian-bagian dan Spesifikasi
Pada saat pembukaan lahan pertambangan yang baru, maka unit bulldozer inilah yang
pertama kali diterjunkan untuk proses land clearing. Istilah bulldozer sering kali digunakan untuk
menggambarkan semua tipe alat berat (Eksavator, Loader, dsb) meskipun istilah ini tepatnya
hanya menunjuk ke traktor berantai yang dilengkapi dengan blade.

Selain blade sebagai perlengkapan standar Bulldozer, pada sisi belakang Bulldozer bisa
dipasang perlengkapan tambahan berupa :

1. Ripper untuk membongkar material yang tidak dapat digali menggunakan blade, biasanya
untuk pekerjaan pembuatan jalan atau pertambangan.

2. Winch untuk menarik material, sering digunakan pada pekerjaan pengeluaran kayu di
hutan. Umumnya bulldozer banyak digunakan di pekerjaan pertambangan, terutama untuk
pertambangan batubara. Bulldozer ini digunakan untuk meratakan tanah, menggali dan
menumbangkan pohon saat proses land clearing.

Fungsi bagian-bagian umum bulldozer

1. Di bagian depan bulldozer, terdapat blade yang berfungsi untuk mendorong dan
memotong permukaan tanah. Kemudian di bagian belakang unit terdapat ripper yang berfungsi
untuk menghancurkan structure permukaan tanah.

2. Bagian tengah unit terdapat frame tempat kedudukan track shoe, kemudian di atas track
frame terdapat komponen engine sebagai penggerak utama unit dan radiator yang digunakan
untuk mendinginkan engine.

3. Belakang engine, terdapat power train system yang berfungsi untuk mengatur pergerakan
unit saat travelling dan hydraulic system untuk mengatur pergerakkan dari attachment. Di atas
power train terdapat cabin sebagai tempat pengoperasian unit oleh operator. Dan di atas cabin,
dipasang ROPS cannopy yang digunakan untuk melindungi operator pada saat unit mengalami
insiden terguling.
ROPS = Roll Over Protective Strcuture
FOPS = Fall Object Protective Structure (melindungi operator pada saat ada material yang akan
terlempar/ merusak cabin).

Keterangan gambar samping:

1. Blade
2. Lift cylinder
3. Work lamp
4. Muffler
5. Precleaner
6. Cabin
7. ROPS Canopy
8. Fuel tank
9. Ripper tilt cylinder
10. Shank ripper
11. Ripper lift cylinder
12A. Ripper
12B. Shank protector
13. Point ripper
14. Arm ripper
15. Final drive
16. Teeth sprocket
17. Carrier roller
18. Track shoe
19. Track roller
20. Straight frame
21. Brace
22. Cutting edge
• Cara Kerja Pengoperasian Bulldozer Secara Umum Sebagai
Berikut

1. Masukan kunci kedalam kontak kunci dan putar ke kanan untuk menghidupkan mesin.
2. Cari tuas kontrol transmisi, biasanya ada di sisi kiri kursi pengemudi. Dorong kedepan
untuk mengubah transmisi ke forward atau tarik kembali untuk merubah transmisi ke
reverse.
3. Sesuaikan gigi transmisi dengan kecepatan yang dikehendaki
4. Kontrol blade dengan blade controller yang biasanya terlatak pada sisi kanan kursi
pengemudi. Dorong kontroler kedepan untuk menurunkan blade atau tarik untuk menaikan
blade.

Secara umum itulah cara kerja buldozer. Namun ada satu hal yang perlu dihindari saat
menggunakan buldozer. Hindari bekerja dalam keadaan miring kesamping secara terus menerus.
Hal ini dikarenakan bekerja dengan keadaan miring ke kiri akan memberikan beban kepada deretan
roller pada bagian kiri yang dampaknya merusak roller sebelah kiri. Begitu pula sebaliknya.

Cara kerja buldozer memang terlihat mudah secara teori, namun sebenarnya cukup sulit untuk
dilakukan. Dibutuhkan latihan khusus dengan orang yang lebih ahli sebelum menjalankan alat berat
ini. Melihat bentuk buldozer yang sangat besar serta blade pada buldozer yang dapat memotong
material, sehingga disarankan untuk tidak asal coba – coba apabila tidak memilki keahlian
menjalankan buldozer.

• Cara Kerja Pengoperasian Bulldozer Sesuai Pisau


Ada beberapa macam jenis pisau yang dipasangkan pada dozer. Pemilihan jenisnya tergantung pada
jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Jenis pisau yang umum dipakai adalah :

1. Straight blade (S-blade). S-blade biasanya digunakan untuk pekerjaan pengupasan dan
penimbunan tanah. Blade jenis ini dapat bekerja pada tanah keras.
2. Angle blade (A-blade). A-blade mempunyai lebar yang lebih besar 0.3 sampai 0.6 m
daripada S-blade. Blade jenis ini digunakan untuk menyingkirkan material ke sisinya,
penggalian saluran, dan pembukaan lahan.
3. Universal blade (U-blade). U-blade juga lebih lebar daripada Sblade. U-blade dipakai untuk
reklamasi lahan. Blade jenis ini mempunyai kemampuan untuk mengangkut material dalam
jumlah besar pada jarak tempuh yang relatif jauh. Umumnya material yang ditangani adalah
material yang ringan seperti tanah lepas.
4. Cushion blade (C-blade). C-blade umumnya dipasang pada traktor yang besar yang
digunakan untuk mendorong scraper. Blade jenis ini lebih pendek daripada S-blade.
Pemasangan blade mempengaruhi gerakannya yang bervariasi tergantung dari kebutuhan
pekerjaan. Gerakan blade terdiri dari tilt, pitch, dan angle. Jika ujung blade bergerak secara vertikal
maka gerakan ini disebut tilt. Biasanya sudut kemiringan gerakan ini maksimal 15°. Sedangkan
jika sisi atas blade bergerak menjauhi atau mendekati badan traktor maka gerakan ini disebut pitch.
Angling adalah gerakan blade pada sisi samping yang menjauhi atau mendekati badan traktor.
Gerakan miring secara horisontal ke kanan dan kiri ini sejauh kurang lebih 25°.

Teknik Pengoperasian dozer atau buldozer Dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi dengan
menggunakan dozer ada dua teknik yang sering digunakan, yaitu side by side dozing dan slot
dozing. Pada teknik side by side dozing, dua dozer bekerja bersama secara berdampingan. Pisau
kedua dozer dihimpitkan sedekat mungkin. Hal ini untuk menghindari spillage atau keluarnya
material dari pisau. Kelemahan dari teknik ini adalah manuver alat yang lama sehingga tidak praktis
untuk pemindahan berjarak kurang dari 15 m dan lebih dari 10 m. Sementara itu, pada teknik slot
dozing dibuat semacam penghalang di sisi pisau, yang berfungsi untuk menghindari adanya spillage
dari dozer. Penggunaan teknik ini dapat meningkatkan produktivitas.
Berikut adalah contoh model Bulldozer dari merk Caterpillar
Contoh salah satu spesifikasi lengkap model bulldozer merk
caterpillar
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Terdapat berbagai jenis alat berat salah satu bulldozer. Bulldozer banyak ditemukan dalam
berbagai pekerjaan terutama yang berhubungan dengan perpindahan tanah atau material. Fungsi
bulldozer adalah untuk pemerataan tanah atau material. Hal ini dikarenakan bulldozer memiliki
kekuatan dorongan yang sangat tinggi.

Untuk melaksanakan fungsinya, bulldozer biasanya terdiri dari beberapa komponen. Komponen
bulldozer diantaranya yaitu blade, lift cylinder, carier roller, main frame, straight frame, cab, dan
berbagai komponen lainnya. Setiap komponen bulldozer memiliki fungsi yang berbeda-beda.
Namun bertujuan agar bulldozer dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Cara kerja bulldozer pada umumnya sama seperti alat berat lainnya. Kerja bulldozer diatur
menggunakan traktor sebagai media penggerak agar bulldozer dapat mobilisasi secara mudah, serta
sistem hidrolik untuk menggerakkan berbagai perangkat kerja pada bulldozer sehingga dapat
berfungsi sebagaimana mestinya.

B.SARAN
Penulis mengharapan kritikan dan saran untuk makalah ini untuk mempebaiki kesalahan
dan mengembangankan laporan ini.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim,http://www.realminers.com/2012/12/teknik operasi-bulldozer.html

Anonim,http://infotambang.com/clients/infotambang/Dozer1.jpg/

Anonim http://hartono exca.blogspot.com/2012/08/troubleshooting bulldozer-dan-wheel_31.html

Anonim http://wibiparts.com/mengenal-jenis-blade-dan-fungsinya-pada-bulldozer/

Anonim http://wibiparts.com/category/caterpillar/html

Anonim, http://pertambangankita.wordpress.com/category/peralatantambang/

Anonim http://alatberat1985.blogspot.com/2012/12/bulldozer.html www.cat.com

Buku Alat-Alat berat

Anda mungkin juga menyukai