Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Puji Tuhan, terima kasih Saya ucapkan atas bantuan Tuhan yang telah mempermudah dalam
pembuatan Makalah ini, hingga akhirnya terselesaikan tepat waktu. Tanpa bantuan dari Tuhan,
Saya bukanlah siapa-siapa. Selain itu, Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada orang
tua, keluarga, serta rekan yang sudah mendukung hingga titik terakhir ini.

Banyak hal yang akan disampaikan kepada pembaca mengenai “Makalah Alat Berat”. Dalam hal
ini, akan membahas tentang alat baik segi fungsi maupun mengetahui spesifikasi dari alat berat
tersebut.

Saya menyadari jika mungkin ada sesuatu yang salah dalam penulisan, seperti menyampaikan
informasi berbeda sehingga tidak sama dengan pengetahuan pembaca lain. Saya mohon maaf
yang sebesar-besarnya jika ada kalimat atau kata-kata yang salah. Tidak ada manusia yang
sempurna kecuali Tuhan.

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...........................................................................................................


DAFTAR ISI..........................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................
1.1. Latar Belakang.........................................................................................................
1.2. Rumusan Masalah ...................................................................................................
1.3. Tujuan Penulisan .....................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................................
2.1. Alat Dalam Bidang Konstruksi ..............................................................................
2.2. Daftar Alat Berat Yang Sering Digunakan ...........................................................
2.2.1. Wheel Loader .............................................................................................
2.2.2. Dump Truck ...............................................................................................
2.2.3. Motor Greder .............................................................................................
2.2.4. Crene ...........................................................................................................
2.2.5. Ready Mix (Truck Mixer) .........................................................................
2.3. Distributor Alat Berat Indonesia ...........................................................................
2.4. Daftar Distributor Alat Berat Indonesia ...............................................................
2.5. Survey Harga Jual Alat Berat Di Indonesia..........................................................
2.6. Informasi Tentang Perhitungan Alat Berat,Siclus Time dan Efisiensi Alat ......
BAB III PENUTUP ...............................................................................................................
3. Kesimpulan ......................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Alat-alat berat adalah alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam
melakukan pekerjaan yang volume pekerjaannya besar seperti pembangunan suatu
gedung dan lain-lain. Tujuan penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk
memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya sehingga hasil yang
diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah pada waktu yang relatif lebih singkat.

Pemilihan alat berat yang akan dipakai merupakan salah satu faktor penting
dalam keberhasilan suatu proyek. Alat berat yang dipilih haruslah tepat sehingga
proyek berjalan lancar. Kesalahan di dalam pemilihan alat berat dapat mengakibatkan
proyek menjadi tidak lancar. Dengan demikian keterlambatan penyelesaian proyek
dapat terjadi yang menyebabkan biaya akan membengkak. Jadi dalam pemilihan alat
pekerja harus mengetahui apa saja kegunaan alat tersebut baik untuk menggusur,
menggali, mengangkut, dan memadatkan. Sebagai salah satu contoh yaitu Bulldozer
yang merupakan salah satu alat berat yang memiliki kegunaan untuk menggusur.

1.2 Rumusan Masalah

1) Alat apa saja yang ada dalam bidang konstruksi?


2) Bagaimana cara kerja dari setiap alat gusur?

1.3 Tujuan Penulisan

Agar mahasiswa/i atau para pembaca dapat mengetahui jenis-jenis dari alat berat
serta cara kerja dari setiap alat tersebut beserta harga .
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Alat Dalam Bidang Konstruksi

Dalam hal ini bidang konstruksi yang kita kerjakan adalah pekerjaan DAM (
Bangunan Pengendali Banjir) . Dimana alat konstuksi yang kita butuhkan
dalam proses kegiatannya adalah
 Crane, Dump Truck
 Loader
 Ready Mix (Truck Mixer)
 Motor Greder

2.2. Daftar Alat Berat Yang Sering Digunakan

Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat
yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan
pembangunan suatu struktur bangunan. Alat berat merupakan faktor
penting didalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi maupun
pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar.

Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan


manusia dalam mengerjakan pekerjaannya, sehingga hasil yang diharapkan
dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat.

Alat berat yang umum dipakai dalam proyek kostruksi ini antara lain :

2.2.1. Wheel Loader

Pengertian Dan Fungsi Wheel Loader. Wheel Loader merupakan alat


pemuat beroda karet (ban), penggunaannya hampir sama dengan Dozer
Shovel. Perbedaannya terletak pada landasan kerjanya, dimana landasan kerja
untuk whell loader relatif rata, kering dan kokoh. Dipergunakan terutama pada
pengoperasian yang dituntut agar tidak merusak landasan kerja.

Secara Umum Wheel Loader adalah alat yang digunakan untuk mengangkat
material yang akan dimuat kedalam dumptruck atau memindahkan material ke
tempat lain. Saat loader menggali, bucket didorongkan pada material, jika
bucket telah penuh maka traktor mundur dan bucket diangkat ke atas untuk
selanjutnya dipindahkan.
Fungsi Wheel Loader
Fugsi utamanya adalah untuk memuat material ke dalam alat pengangkut
dimana hampir sama dengan dozer shovel yang berfungsi untuk mengangkut
dari stock pile ke atas dump truck, mengisi hopper pada AMP, Batching plant
dan Crushing Plant. Penggunaannya pada areal yang datar.

Fungsi Lain Dari Wheel Loader Adalah


1. Pembersihan lapangan atau lokasi pekerjaan (land clearing).
2. Penggusuran tanah dalam jarak dekat.
3. Meratakan timbunan tanah dan mengisi kembali galian-galian tanah.
4. Menyiapkan bahan-bahan dari tempat pengambilan material.
5. Mengupas tanah bagian yang jelek (stripping)
6. Meratakan permukaan atau menghaluskan permukaan bidang rata disebut
finishing.

Metode Kerja Wheel Loader


Terdapat tiga metode Kerja Wheel Loader dalam mengisi muatan ke dalam
truck, antara lain adalah :
1. Metode “shape loading” yaitu truck bergerak maju saat wheel loader
mengambil material dari stock pile, dan truck bergerak mundur saat truck
akan dimuati oleh loader;
2. Metode “V-shape loading” pada metode ini truck tidak bergerak, pada saat
pengisian material sampai penuh dan wheel loader bergerak maju mundur
membentuk huruf V dari arah pengambilan material keposisi truck;
3. Metode “pass loading” metode ini di gunakan apabila wheel loader tersedia
dua unit atau lebih, truck bergerak dari loader ke loader yang lain sampai
terisi penuh.

2.2.2. Dum Truck

Dum Truck merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan


material hasil galian dari lokasi quary ke lokasi proyek. Alat tersebut biasanya
digunakan untuk mengangkut material lepas (loose material) baik berupa
pasir, gravel/kerikil, tanah, dan material mineral/batubara yang digunakan di
dunia konstruksi dan pertambangan

Secara umum Dump truck (dump truk) adalah alat yang isinya dapat
dikosongkan tanpa penanganan. Dump truk biasa digunakan untuk
mengangkut barang semacam pasir, kerikil atau tanah untuk keperluan
konstruksi. dump truk dilengkapi dengan bak terbuka yang dioperasikan
dengan bantuan hidrolik, bagian depan dari bak itu bisa diangkat keatas
sehingga memungkinkan material yang diangkut bisa melorot turun ke tempat
yang diinginkan.

Fungsi Dump Truck


Penggunaan dump truck tidak terbatas untuk mengangkut bahan hanya
diperlukan di lokasi konstruksi, namun truk ini juga digunakan untuk berbagai
keperluan lain seperti membawa alat-alat berat atau hal-hal lain yang
dibutuhkan oleh perusahaan konstruksi. Tanpa truk itu akan menjadi mustahil
untuk industri konstruksi untuk tumbuh.

Selain dari industri konstruksi Anda juga dapat menemukan penggunaan dump
truck untuk berbagai keperluan lain seperti membuang limbah industri, sampah
dumping dan sebagainya. Berikut manfaat lain adalah bahwa di sekitarnya tetap
bersih dan akhirnya hasil dalam perlindungan lingkungan. Truk ini dikatakan
menjadi kusir untuk pembuangan limbah.

2.2.3. Motor Greder


Motor grader terdiri dari enam bagian utama, yaitu penggerak (prime
mover), kerangka (frame), pisau (moldboard), sacrifier, circle dan drawbar Alat
penggerak motor grader adalah roda ban yang terletak di belakang. Frame
menghubungkan penggerak dan as depan. Letak frame cukup tinggi untuk
memudahkan maneuver alat. Dalam pengoperasiannya, motor grader
menggunakan pisau yang disebut moldboard yang dapat digerakkan sesuai
dengan kebutuhan bentuk permukaan. Panjang blade biasanya berkisar antara 3
sampai 5 meter.

Sacrifier adalah unit motor grader yang dikontrol secara hidrolis. Bagian ini
mempunyai gigi yang berfungsi untuk menghancurkan material. Sacrifier
digerakkan dengan mendorong atau menarik unit ini. Circle adalah bagian
motor grader yang berbentuk seperti cincin dengan bagian dalam luar bergigi.
Fungsi dari circle adalah untuk menggerakkan blade agar dapat berputar.
Drawbar bagian motor grader yang berbentuk V atau T. Drawbar
menghubungkan circle dengan bagian depan grader.
Moldboard /pisau dapat digerakkan seperti blade pada dozer, yaitu tilt, pitch,
dan angle dengan fleksibilitas yang lebih besar. Gerakan pitching ke depan
biasanya untuk pekerjaan finishing dan pencampuran. Sedangkan gerakan
pitching ke belakang dilakukan untuk meningkatkan pemotongan.

Fungsi Motor Greder


Motor grader merupakan sebuah alat perata yang mempunyai
bermacam-macam kegunaan. Pada umumnya grader digunakan dalam proyek
dan perawatan jalan dan dengan kemampuannya dalam bergerak, motor grader
sering digunakan dalam proyek lapangan terbang.
2.2.4. Crane

Crane Beroda Crawler (Crawler Mounted Crane)

Tipe ini mempunyai bagian atas yang dapat bergerak 360° dengan
adanya turntable. Dengan roda crawler maka crane tipe ini dapat bergerak di
dalam lokasi proyek saat melakukan pekerjaannya namun pergerakkannya
sangat terbatas. Pada saat crane akan dipindahkan maka crane diangkut dengan
menggunakan lowbed trailer. Pada saat crane akan dipindahkan maka crane
diangkut dengan menggunakan lowbed trailer. Pengangkutan ini dilakukan
dengan membongkar boom menjadi beberapa bagian untuk mempermudah
pelaksanaan pengangkutan.
Pengaruh permukaan tanah terhadap alat tidak akan menjadi masalah karena
lebar kontak antara permukaan dengan roda cukup besar artinya crane dapat
berdiri dengan stabil, kecuali jika permukaan merupakan material yang sangat
jelek. Pada saat pengangkatan material, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah
posisi alat pada waktu pengoperasian harus benar-benar water level,
keseimbangan alat dan penurunan permukaan tanah akibat beban dari alat
tersebut. Pada permukaan yang jelek atau permukaan dengan kemungkinan
terjadinya penurunan maka alat harus berdiri di atas suatu alas atau matras.
Keseimbangan alat juga dipengaruhi oleh besarnya jarak roda crawler. Pada
beberapa jenis crane, crane mempunyai crawler yang lebih panjang untuk
mengatasi keseimbangan alat.

Truk Crane (Truck Mounted Crane)

Crane jenis ini dapat berpindah tempat dari satu proyek ke proyek
lainnya tanpa bantuan dari alat pengangkutan. Mobilitas alat cukup tinggi
dengan kecepatan maksimum mencapai 55 km/jam. Akan tetapi beberapa
bagian dari crane tetap harus dibongkar untuk mempermudah perpindahan.
Sebelum menuju suatu proyek tertentu, rute perjalanan perlu dikenal untuk
mengetahui adanya rintangan seperti kabel listrik yang rendah, overpass rendah,
jembatan kecil, dan lain-lain. Seperti halnya crawler crane, truk crane ini juga
mempunyai bagian atas yang dapat berputar 360°.

Untuk menjaga keseimbangan alat, truck crane memiliki kaki (outrigger).


Dalam pengoperasiannya kaki tersebut harus dipasangkan dan roda diangkat
dari tanah sehingga keselamatan pengoperasian dengan boom yang panjang
akan terjaga. Semakin keluar outrigger maka crane akan semakin stabil, Hal
tersebut perlu menjadi perhatian karena crane jenis ini sangat tidak stabil. Selain
itu, kondisi di mana crane bekerja juga harus ideal, yaitu tanpa guncangan,
permukaan tanah yang datar (water level), dan cuaca tanpa angin.

Wheel Mounted Crane

Wheel mounted crane merupakan crane dengan penggerak roda ban .


Lengan crane tipe ini adalah boom hidrolis. Crane ini juga dikenal sebagai
hydraulic crane atau telescopic crane. Struktur atas crane jenis ini dilengkapi
dengan telescopic boom, silinder hidrolis tunggal untuk pengangkat dan kait.
Boom crane jenis ini dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai dengan
kebutuhan tanpa perlu adanya pembongkaran boom. Crane ini mampu bergerak
dan fleksibel sehingga dapat dikemudikan di jalan.

Fungsi Crane

Fungsi Crane Sebagai Alat Pengangkut Material. Crane termasuk di


dalam kategori alat pengangkut material karena alat ini dapat mengangkut
material secara vertikal dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada
jarak jangkau yang relatif kecil. Untuk pengangkutan material lepas ( loose
material ) dengan jarak tempuh yang relatif jauh, alat yang digunakan dapat
berupa belt, truck dan wagon. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu
memuat material ke dalamnya.

Tower crane merupakan jenis crane yang statis, namun ada beberapa jenis crane
yang mempunyai penggerak. Karakteristik operasional semua crane yang
bergerak pada prinsipnya sama, dengan perbedaan pada penggeraknya. Crane
dengan penggerak artinya crane tersebut dapat melakukan mobilisasi dari satu
tempat ke tempat lain. Jarak perpindahan tersebut tergantung pada jenis
penggeraknya yaitu roda ban atau roda crawler. Crane yang mempunyai
kemampuan bergerak ini terdiri atas tiga jenis yaitu Crawler Mounted Crane,
Truck Mounted Crane, dan Wheel Mounted Crane.

2.2.5. Ready Mix (Truck Mixer)

Fungsi Truk Molen (Truk Mixer)

Truk Molen (Truk Mixer) adalah merupakan kendaraan yang


digunakan untuk mengangkut adukan beton ready mix dari tempat
pencampuran beton kelokasi proyek dimana selama dalam pengangkutan
mixer terus berputar dengan kecepatan 8-12 putaran permenit agar beton tetap
homogen serta tidak mengeras.

Fungsi Alat concrete mixer truck. Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan
mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Hasil dari alat
ini misalnya adalah batuan bergradasi, semen, beton, dan aspal. Yang
termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. Alat yang
dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat
pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant.

2.3. Distributor Alat Berat di Indonesia

Apa yang dimaksud dengan distributor? Secara umum, pengertian


distributor adalah pihak yang membeli produk secara langsung dari produsen dan
menjualnya kembali ke retailer/ pengecer, atau bisa juga menjual langsung ke
konsumen akhir (end user).

Pendapat lain mengatakan, pengertian distributor adalah suatu badan usaha atau
perorangan yang bertanggungjawab untuk mendistribusikan atau menyalurkan
produk perdagangan, baik itu barang maupun jasa, ke retailer atau konsumen
akhir. Dalam hal ini, distributor hanya mengambil produk yang sudah jadi dan
siap digunakan tanpa perlu memodifikasinya.
Dalam perdagangan, distributor adalah rantai pertama setelah produsen. Distributor bisa
dalam bentuk perorangan atau perusahaan yang membeli produk secara langsung dari
produsen dalam jumlah yang sangat besar.

2.4. Daftar Distributor Alat Berat di Indonesia

1. PT. ALTRAK 1978


2. PT. AIRINDO SAKTI
3. PT. DAYA KOBELCO CONSTRUCTION MACHINERY
4. PT. ESSI PERKASA UTAMA
5. PT. EQUIPINDO PERKASA
6. PT. FAJAR MAS MURNI
7. PT. GAYA MAKMUR TRACTORS
8. PT. INDOTRUCK UTAMA
9. PT. INTRACO PENTA PRIMA SERVIS
10. PT. KOBEXINDO TRACTORS Tbk
11. PT. PROBESCO DISATAMA
12. PT. PUSAKA ANDALAN PERKASA
13. PT. RUTRAINDO PERKASA
14. PT. SUMBER MESIN RAYA
15. PT. SWADAYA TRAKTOR ADI PERKASA.
16. PT. TAT HONG HEAVYEQUIPMENT IND.
17. PT. TRAKINDO UTAMA
18. PT. UNITED TRACTORS Tbk
19. PT. UNITED EQUIPMENT INDONESIA
20. PT. VOLVO INDONESIA

2.5. Survey Harga Jual Alat Berat di Indonesia

Daftar Harga Dumb Truck

TIPE DUMP TRUCK GVWR HARGA

Hino Dutro 110 HD PS 7,50 Ton Rp. 258.800.000

Hino Dutro 130 HD 6.4 PS 8,25 Ton Rp. 274.400.000

Hino Dutro 130 HD 6.4 PTO PS 8,25 Ton Rp. 278.400.000

Hino Dutro 130 HD X Power 6.8 PS 8,25 Ton Rp. 277.000.000

Hino Dutro 130 HD X Power PTO 6.8 PS 8,25 Ton Rp. 281.000.000

Hino Dutro 130 HD LSD PS 8,25 Ton Rp. 299.400.000

Daftar Harga Crane


TIPE DUMP TRUCK GVWR HARGA

Crane Hydraulic BS 150 16,0 Ton Rp. 550.800.000

Crane Hydraulic BS 230 11,0 Ton Rp. 450.000.000

Crane Amco Veba 806N - Ton Rp. 200.000.000

Komatsu Rafter Crane LW250-5 - Ton Rp. 2.000.000.000

Daftar Harga Truck mixer

Mini Mix 3 m3(Tiga Meter Kubik) - Rp.355.000.000,- Rp.425.000.000,- Thn


2014-2015
Mixer Truck 6 m3(Enam Meter Kubik) - Rp.315.000.000,- Rp.415.000.000,-
Thn 2014-2015
Mixer Truck 7 m3(Tujuh Meter Kubik) - Rp.650.000.000,- Rp.850.000.000 -
Thn 2010-2014
Mixer Truck 8 m3(Delapan Meter Kubik) - Rp.675.000.000,-
Rp.950.000.000,- Thn 2010-2014

Daftar Harga Motor Greder

TIPE DUMP TRUCK GVWR HARGA

Crane Hydraulic BS 150 16,0 Ton Rp. 550.800.000

Crane Hydraulic BS 230 11,0 Ton Rp. 450.000.000

Crane Amco Veba 806N - Ton Rp. 200.000.000

Komatsu Rafter Crane LW250-5 - Ton Rp. 2.000.000.000

Daftar Harga LOADER


2.6. Informasi Tentang Hitugan Alat Berat, Siclus Time, Efisiensi Alat

LOADER
Alat untuk memuat material ke dump truck, atau memindahkan material,
penggalian ringan.
Produksi per jam (Q)

𝑞 𝑥 60 𝑥𝐸
𝑄=
𝐶𝑚
q = q1.k
Diamana :
q1 = Kapasitas Munjung
K = Factor Bucket
Q = produksi per-jam (m3 /jam)
q = produksi persiklus (m3 )
E = effisiensi kerja
Cm = waktu siklus (menit)

Waktu siklus akan tergantung kepada metode pemuatan yang dilakukan oleh
loader, untuk
1. Pemuatan melintang :
Cm = D/F + D/R + Z
2. Pemuatan bentuk V :
Cm = [(D/F) x 2] + [(D/R) x 2] + Z
3. Muat - Angkut :
Cm = [(D/F) x 2] + Z

Cm = waktu siklus (menit)


D = jarak gusur (meter)
F = kecepatan maju (meter/menit)
R = kecepatan mundur (meter/menit)
Z = waktu tetap (menit)

Dump Truck

Dimana :
P = produksi per jam (m3/jam); C = produktivitas per siklus (m3);
Et = faktor efisiensi; Cmc = waktu siklus dump truck;
M = jumlah dump truck yang bekerja (unit).
q1 = kapasitas bucket munjung (m3);
Cms = waktu siklus dari loader (menit);
Es = efisiensi kerja loader;
K = faktor bucket.

Cmt = waktu muat + waktu angkat + waktu buang dan stand by waktu kembali
waktu tunggu;
Cmt = waktu siklus dump truck (menit);
n = jumlah siklus loader untuk mengisi dump truck (kali);
Cms = faktor siklus loader (menit);
D = jarak angkut dump truck (meter);
V1 = kecepatan maksimum bermuatan (km/jam);
V2 = kecepatan maksimum tanpa beban (km/jam);
t1 = waktu buang + waktu stand by sampai saat pembuangan atau dumping
dimulai (menit);
t2 = waktu untuk pengisian dan untuk loader mulai mengisi (menit).
Jumlah siklus alat muat,

Dimana :
n = jumlah siklus loader untuk mengisi dump truck (kali);
C1 = kapasitas muat dump truck (m3);
q1 = kapasitas bucket loader (m3);
K = faktor bucket.
𝑊𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑆𝑖𝑘𝑙𝑢𝑠 𝐷𝑢𝑚𝑝 𝑇𝑟𝑢𝑐𝑘
𝑀=
𝑊𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑀𝑢𝑎𝑡 𝐷𝑢𝑚𝑝 𝑇𝑟𝑢𝑐𝑘
Motor Grader

Dimana :
QA = luas operasi per jam (m2/jam); Le = panjang blade efektif (m);
V = kecepatan kerja (km/jam); Lo = lebar tumpang tindih/overlap (m);
E = faktor efisiensi.

Dimana :
w = lebar total untuk pekerjaan leveling (m);
N = jumlah trip yang dibutuhkan untuk mencapai permukaan yang
dikehendaki;
Le = panjang blade efektif (m);
Lo = lebar tumpang tindih/overlap (m);
n = jumlah siklus motor grader.

Faktor Efisiensi

` Efisiensi kerja tergantung pada banyak faktor seperti, topografi,


keahlian operator, pemeliharaan dan sebagainya yang menyangkut operasi alat.
Dalam kenyataannya memang sulit untuk menentukan besarnya efisiensi kerja,
tetapi dengan pengalaman-pengalaman dapat ditentukan effisiensi kerja yang
mendekati kenyataan.

Efisiensi operator tergantung dari keahlian atau ketrampilan operator dalam


mengoperasikan peralatan pada saat melaksanakan pekerjaan. Ketrampilan ini
biasanya diperoleh dari pendidikan atau pengalaman kerja. Semakin sempurna
ketrampilan operator semakin tinggi nilai faktor efisiensinya. Salah satu
pedoman yang dapat diambil untuk penentuan faktor efisiensi operator adalah
seperti yang terlihat pada Data 1 .
Faktor pada tabel ini berlaku umum untuk semua jenis alat berat.
BAB III
PENUTUP

3. Kesimpulan

Kesimpulannya adalah kita mengetahui alat berat yang digunakan dalam Proyek DAM
dan harga alat berat maupun harga operasional alat tersebut.