Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Alat-alat berat yang dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil adalah alat yang

digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu


struktur. Alat berat merupakan faktor penting di dalam proyek, terutama proyek-proyek
konstruksi dengan skala yang besar. Tujuan penggunaan alat-alat berat tersebut untuk
memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya sehingga hasil yang
diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah pada waktu yang relatif lebih singkat.
Alat berat yang umum dipakai di dalam proyek konstruksi antara lain dozer, alat gali
(excavator) seperti backhoe, front shovel, clamshell; alat pengangkut seperti loader,
truck dan conveyor belt; alat pemadat tanah seperti roller dan compactor; dan lain-lain.
Pada saat suatu proyek akan dimulai, kontraktor akan memilih alat berat yang
akan digunakan di proyek tersebut. Pemilihan alat berat yang akan dipakai merupakan
salah satu faktor penting dalam keberhasilan suatu proyek. Alat berat yang dipilih
haruslah tepat sehingga proyek berjalan lancar. Kesalahan di dalam pemilihan alat berat
dapat mengakibatkan proyek menjadi tidak lancar. Dengan demikian keterlambatan
penyelesaian proyek dapat terjadi yang menyebabkan biaya akan membengkak.
Produktivitas yang kecil dan tenggang waktu yang dibutuhkan untuk pengadaan alat
lain yang lebih sesuai merupakan hal yang menyebabkan biaya yang lebih besar.
Produktivitas alat berat dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu kapasitas alat,
waktu siklus dan faktor koreksi. Faktor koreksi atau faktor efisiensi terdiri dari berbagai
hal, diantaranya adalah kondisi medan tempat alat bekerja, kondisi mesin, dan tingkat
keahlian operator. Tingkat keahlian operator akan sangat mempengaruhi produktivitas
alat berat. Pengkategorian operator alat berat yang selama ini dilakukan dibedakan
menjadi 3, yaitu sangat baik, rata-rata baik dan kurang yang berlaku umum untuk semua
jenis alat berat.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.

Alat Pemindahan Material

Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan
sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat
kealat yang lain. Loader adalah salah satu alat pemindahan material
Loader adalah alat yang umum dipakai dalam proyek konstruksi untuk
pekerjaan pemuatan material hasil penggalian ke dalam truk atau membuat timbunan
material. Jarak tempuh loader biasanya tidak terlalu jauh. Pada bagian depan loader
terdapat bucket sehingga alat ini umumnya disebut ront- end loader.
2.2.

Loader
Loader Alat penggerak dapat diklasifikasikan sebagai roda crawler atau ban.

Loader beroda crawler atau crawler-tractor-mounted mempunyai roda yang mirip


dengan dozer hanya dipasang lebih maju ke depan untuk menstabilkan alat pada saat
mengangkut material. Loader beroda ban atau wheel-tractor-mounted terdiri atas 4wheel-drive dan rear-wheel drive. Rearwheeldrive bisa dipakai untuk menggali dan
4-wheel-drive cocok untuk membawa bucket bermuatan penuh. Setiap jenis penggerak
mempunyai kegunaan yang berbeda, tergantung pada kondisi jalan.
Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek, bila digunakan
sebagai alat pengangkut maka loader dapat bekerja lebih baik dari buldozer, karena
dengan menggunakan loader tidak ada material yang tercecer.
Loader baik yang beroda ban ataupun beroda crawler dapat dipakai untuk
mengangkat material. Namun bagian bawah material harus mempunyai ketinggian
setinggi permukaan dimana alat tersebut berada. Pengangkatan yang lebih dalam
memerlukan ramp (sebuah jalur). Selain itu material yang diangkat haruslah material
yang lepas. Karena di bagian bawah loader tidak terdapat alat pemutar maka pada saat
pembongkaran muatannya loader harus melakukan banyak gerakan.
Loader diberi tambahan attachment seperti bucket, forklift and backhoe sehingga
penambahan alat pada proyek konstruksi dapat dikurangi. Bucket yang dipasangkan
pada loader dapat berupa general purpose bucket dan multipurpose bucket. Pada
multipurpose bucket, bucket terdiri dari dua bagian yang dapat dibuka dibagian
tengahnya seperti clamshell.
Contoh gerakan loader : pada waktu menggali bucket didorong pada material,
jika bucket sudah penuh traktor mundur dan bucket diangkat untuk selanjutnya material
dibongkar di tempat yang dikehendaki
Bucket digunakan untuk menggali, memuat tanah atau material yang granular,
mengangkatnya dan kemudian di angkut untuk dibuang (dumping) pada suatu
ketinggian pada dump truck dan sebagainya. Loader juga dapat berfungsi sebagai alat

untuk memindahkan suatu material dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya.
Bucket yang dipasangkan pada loader dapat berupa general purpose bucket, rock
bucket, side dump bucket, dan multi purpose bucket. Ukuran bucket berkisar antara 0,15
m3 sampai 15 m3. Ukuran yang paling sering digunakan adalah 6 m3.

Gambar 2.1. Loader


Penggunaan loader yang lain adalah untuk menggali pondasi basement, dengan
syarat ruangnya memungkinkan untuk bekerjanya loader. Disamping itu juga dapat
digunakan untuk memuat material yang telah diledakkan, misalnya pada pembuatan
terowongan, pada daerah pengambilan batu (quarrying). Loader juga dapat digunakan
untuk menggali butiran-butiran lepas bebatuan untuk dibongkar grizly hopper pada
crusher plant (pemecah batu).
2.3.

Jenis-Jenis Loader
Dalam pemilihan loader sebagai alat pengangkut, hal yang perlu diperhitungkan

adalah beban harus diperhitungkan jangan sampai berat muatan melebihi berat dari
loader itu sendiri, sebab ada kemungkinan loader dapat terjungkal ke depan, lebih-lebih
jika menggunakan wheel loader. Fungsi utama alat berat loader pada pekerjaan
konstruksi adalah sebagai alat pemuat, terutama untuk memuat material ke dalam dump
truck. Alat ini juga sering digunakan di stock pile untuk memindahkan material hasil
pemecahan dari stone crusher. Loader menggunakan prime mover tractor, dan dikenal
ada dua macam loader, yaitu :
Loader dengan penggerak crawler tractor (traxcavator)
Loader dengan penggerak wheel tractor (wheel loader)
a.

Crawler Loader

Loader jenis ini menggunakan ban dari besi (track) yang cocok digunakan pada
daerah dengan kondisi medan berat dengan permukaan tanah yang tidak rata. Loader
jenis ini dapat beroperasi dengan baik di medan berat karena kontruksi penggeraknya di
desain untuk jalan yang tidak rata dan berbatu. Di bawah ini merupakan gambar 2.2 dari
crawler loader.

Gambar 2.2. Crawler Loader


b.

Wheel Loader
Wheel loader menggunakan ban karet sehingga memiliki mobilitas yang lebih

tinggi dibandingkan dengan crawler loader. Loader jenis ini menggunakan penggerak
karet, sehingga dapat bermanuver dengan mudah, tanpa mengurangi kekuatan yang
dihasilkan untuk melakukan suatu pekerjaan. Loader jenis ini lebih banyak digunakan
pada kondisi tanah yang relatif rata dan keras, kering, tidak licin karena traksi daerah
basah akan rendah, tetapi tidak mampu mengambil tanah sendiri tanpa dibantu
dozing/stock pilling terlebih dahulu dengan bulldozer.
Wheel loader adalah alat yang digunakan untuk mengangkat material yang akan
dimuat kedalam dump truck atau memindahkan material ke tempat lain. Saat loader
menggali, bucket didorongkan pada material, jika bucket telah penuh maka traktor
mundur dan bucket diangkat ke atas untuk selanjutnya dipindahkan.
Pada dasarnya wheel loader memiliki kegunaan-kegunaan sebagai berikut :

Pembersihan lapangan atau lokasi pekerjaan (land clearing).

Penggusuran tanah dalam jarak dekat.

Meratakan timbunan tanah dan mengisi kembali galian-galian tanah.

Menyiapkan bahan-bahan dari tempat pengambilan material.

Mengupas tanah bagian yang jelek (stripping)

Meratakan permukaan atau menghaluskan permukaan bidang rata disebut finishing.

Gambar 2.3. Wheel Loader


2.4. Komponen-Komponen Utama Wheel Loader

Gambar 2.4. Komponen-Komponen Utama Wheel Loader


1. Cab
Cab adalah bagian dari wheel loader dari mana operator menjalankan mesin. Ini
biasanya memiliki pintu, duduk, dan mengendalikan loader. Ini biasanya terlihat seperti
sebuah bilik kaca dipasang di tengah loader dan mungkin tidak tertutup.
2.

Lift Arm
Lift Arm terpasang di depan loader. Inilah yang berguna untuk mengangkat

bucket depan ke atas dan ke bawah.


3. Bucket
Bucket adalah bagian yang paling penting dari sebuah wheel loader. Berbentuk
sekop besar. Sering kali, satu mesin memiliki beberapa jenis bucket yang dapat

ditambahkan jika sedang dibutuhkan. Misalnya, beberapa wheel loader datang dengan
fungsi bucket yang berbeda, satu bucket untuk membawa batu, dan yang satu lagi untuk
membawa batubara.
4.

Backward Bucket
Backward bucket terpasang di bagian belakang wheel loader, dan digunakan

terutama untuk menggali.


5. Boom
Boom terpasang ke backward bucket, dan membuatnya bergerak naik dan turun.
2.5.

Perlengkapan Kerja Loader


Bucket merupakan perlengkapan yang terdapat pada sebuah Wheel Loader.

Fungsi utama bucket pada sebuah wheel loader sama dengan yang terdapat pada alatalat yang lain, seperti dozer shovel maupun excavator, yaitu untuk menggali (digging)
dan memuat (loading) material tanah, batu, kayu, dan lain-lain. Berikut ini ditunjukkan
berbagai macam tipe dari bucket yang digunakan pada wheel loader :
1. General Purpose bucket (Stockpile)
General purpose bucket digunakan untuk memuat material-material timbunan
(stockpile product), seperti crushed rock atau bahan-bahan konstruksi lainnya.
General purpose bucket (excavating) Bucket ini digunakan untuk menggali dan
memuat batu-batu bekas ledakan (balsted rock) atau untuk menggali tanah biasa.
Bucket ini memiliki sebuah flat blade, straight cutting edge, dan dilengkapi dengan
konstruksi yang kokoh dan anti aus.
2. Light Material Bucket
Light material bucket digunakan untuk memuat material-material ringan (specific
grafity: dibawah 1.2 t/m3), seperti salju, pupuk atau makan ternak. Bucket ini
serupa dengan general purpose bucket dengan konstruksi yang lebih lebar, sehingga
dapat memuat lebih banyak material. Bucket ini juga dapat digunakan untuk
memuat batu bara ringan (specific gravity : dibawah 0.89 t/m3).
3. Spade-Nose Rock Bucket (V-edge type)
Spade-nose rock bucket ini digunakan untuk memuat batu-batu bekas ledakan,
bucket ini dirancang dengan cukup kokoh dan tahan terhadap keausan.
4. Heavy Duty Bucket
Heavy duty bucket sangat berguna untuk menggali dan memuat batu-batu bekas
ledakan. Konstruksinya sangat kokoh dan memiliki gigi-gigi besar kelas satu.
5. Chip Bucket

Chip bucket merupakan salah satu bucket yang besar dan digunakan untuk memuat
material-material ringan dengan specific gravity di bawah 0.55 t/m3, seperti
serpihan-serpihan kayu atau butiran butiran material ringan. Pada sisi belakang dan
atas bucket terbuat dari anyaman kawat yang bertujuan untuk mengurangi berat
bucket. Bucket ini sangat cocok dipakai di pabrik kertas atau penggergajian.
6. Skeleton Bucket
Skeleton bucket sangat cocok digunakan untuk menggali dan memuat batu-batu
bekas ledakan atau bekerja di crusher. Bucket ini dirancang memiliki kisi-kisi yang
berfungsi mengeluarkan tanah atau batu-batu kecil, sehingga hanya batu-batu
dengan ukuran tertentu saja yang termuat.
7. Side Dump Bucket
Bucket ini dapat membuang material dengan arah ke depan maupun ke samping,
sehingga sangat cocok digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan konstruksi.
8. Multi Purpose Bucket
Bucket ini adalah bucket serba guna yang dapat digunakan untuk beberpa variasi
pekerjaan, seperti scraping, dozing, scoping, dan loading. Grapple merupakan
salah satu peralatan yang dipasang pada bagian depan wheel loader, seperti halnya
bucket. Grapple ini digunakan untuk memuat kayu atau material yang sejenisnya.
Berikut akan diberikan beberapa contoh grapple yang digunakan pada wheel
loader.
9. Log Grapple
Log grapple digunakan untuk memuat batang kayu dengan berbagai variasi ukuran,
dari batang kayu pendek dengan diameter kecil sampai dengan batang kayu panjang
dengan diameter besar. Grapple ini dirancang sedemikian rupa, sehingga ketika
digunakan untuk memuat dan menumpahkan material, alat tetap dalam kondisi
stabil.

10. Log-Lumber Grapple


Log-lumber grapple digunakan untuk memuat potongan-potangan (serpihan)
batang kayu dengan berbagai ukuran, dari ukuran yang terkecil sampai yang
terbesar. Grapple ini memilki fork yang mirip dengan yang dimiliki forklift tetapi
tidak dapat digunakan seperti halnya fork pada forklift karena konstruksinya tetap.
11. Lumber Grapple
Grapple ini memilki bentuk L dan sangat cocok digunakan untuk memuat
potongan-potongan kayu dengan ukuran kecil (berdiameter kecil dan pendek).

Bagian kanan dan kiri dari fork dapat dilakukan pengaturan (adjustment) guna
menyesuaikan dengan ukuran kayu yang akan dimuat.
12. Pipe Grapple
Pipe grapple adalah sebuah log grapple dengan tambahan bantalan untuk
digunakan memuat pipa atau material yang sejenis.
13. Log Lumber Fork
Log lumber fork memiliki bentuk yang sama dengan log lumber grapple tetapi
tidak memiliki penjepit di bagian atas.
14. Dumping Fork
Dumping fork digunakan untuk memuat tumpukan serpihan kayu-kayu kecil ke
truck. Atau dapat juga digunakan untuk memuat batanganbatangan kayu dengan
diameter kecil dan pendek
2.6.

Cara Kerja Loader


Dalam pengoperasian loader, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Hal

yang berkaitan dengan pengisian bucket loader dan pembongkaran muatan loader
penting untuk diketahui agar alat bekerja dengan lebih efisien dalam suatu kondisi
tertentu.
Cara kerja loader ini sama seperti halnya alat berat pada umumnya, dimana alat
penggerak utamanya mengguanakan sistem hidrolik. Karena tenaga hidrolik
mempunyai daya atau tenaga yang sangat besar, sehingga bisa memungkinkan untuk
mengeruk, mengangkut material atau benda yang berukuran besar.
Untuk pengoperasian bucket dipakai kendali hidrolis (hydraulic controlled),
sedangkan kendali kabel (cabel controlled) sudah jarang digunakan pada excavatorloader. Penggunaan loader biasanya adalah untuk memuat material dan membawa,
serta membongkar. Jika daerah sekitar material yang dikerjakan datar, maka loader
dapat bergerak dengan leluasa dalam posisi yang menyenangkan.
Pengisian bucket oleh loader pertama-tama dilakukan dengan cara ujung bucket
menyentuh permukaan tanah. Kemudian loader maju secara perlahan sampai material
masuk dan bucket bergerak turun. Saat material masuk angkat bucket agar material tidak
keluar. Pembongkaran Muatan Bucket Loader Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya
bahwa loader digunakan untuk memuat material kedalam truk. Teknik pemuatan
material dari bucket ke dalam bak truk perlu memperhatikan hal-hal berikut:
a) Sambil bergerak maju, arm serta bucket diangkat
b) Bila bucket telah berada di atas truk maka bucket diputar perlahan ke bawah.
c) Setelah kosong putar bucket ke atas dan mundur perlahan.

d) Sebaiknya pembongkaran dilakukan di sisi pengemudi truk. Pada area yang datar
truk dapat diletakkan di dekat loader sehingga gerakan loader akan lebih mudah.
2.7.

Metode Pemuatan Material


Terdapat tiga metode pemuatan material dari loader ke dalam truk, yaitu :
a) I shape loading.

b) V shape loading.

c) Pass loading.

Pada metode I shape loading, truk bergerak maju pada saat loader mengambil
material dari timbunan dan kemudian mundur pada saat loader telah siap memindahkan
material ke dalam truk. Pada metode kedua, truk tidak bergerak sampai bak terisi penuh
dan loader melakukan gerakan V dari timbunan ke arah truk. Ada tiga posisi yang
mempengaruhi gerakan loader. Pada pass loading, truk bergerak menuju beberapa
loader yang bucket-nya telah terisi penuh.
Truk bergerak dari satu loader ke loader lainnya sampai bak truck terisi penuh.
Awalnya pemuatan material ke dalam alat pengangkut. Dilakukan oleh power shovel

atau front shovel, namun karena kapasitas loader makin besar maka penggunaan loader
menjadi lebih sering. Loader juga digunakan untuk memuat material hasil peledakan ke
dalam alat pengangkut. Sedangkan di quarry, loader digunakan untuk mengangkut
material ke dalam hopper yang selanjutnya diangkut ke crusher plant. Pada proses
pembersihan lahan loader juga digunakan untuk memindahkan semak, akar pohon, dan
lain-lain. Kapasitas angkat loader dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor
tersebut antara lain :
a) Berat mesin
Berat mesin perlu diketahui agar berat material tidak melampaui berat alat yang
dapat menyebabkan terjadinya jungkir.
b) Lokasi titik berat alat
Titik berat yang tidak tinggi menghidari terjadinya jungkir.
c) Panjang radius antara pusat putaran alat dan attachment
Daya angkat alat akan semakin kecil dengan semakin besarnya panjang radius.
d) Tenaga alat
Semakin besar tenaga alat semakin besar kemampuan angkat alat.
Pada Umumnya Loader ini juga memiliki kelebihan dan kekurangannya,
diantara lain sebagai berikut :
a. Kelebihan Loader
1. Mobilitas yang tinggi,
2. Manuver daerah pemuatan loading point lebih sempit dibanding dengan track
shovel dan,
3. Kerusakan permukaan loading point lebih kecil karena menggunakan ban karet.
b. Kekurangan Loader
1. Dalam menempatkan muatan ke dalam dump truck kurang merata bahkan
kadang-kadang bisa miring, walaupun faktor ini sangat dipengaruhi oleh skill
operator.
2.8.
Power Train pada Loader
2.8.1. Definisi
Power train merupakan suatu sistem yang meneruskan tenaga atau power dari
engine sampai ke penggerak akhir atau final drive.
2.8.2. Komponen Utama Power Train
Pada dasarnya komponen utama dalam rangkaian power train terdiri dari:
1. Flywheel clutch/torque converter
2. Direct drive/powershift transmission
3. Differential/bevel gear

4. Final drive
Pada beberapa tipe power train yang menggunakan sistem penggerak ganda (4
wheel drives), setelah transmission dipasang transfer gear.
2.8.2.1. Penghubung antara Engine dengan Transmission
Ada dua macam penghubung antara transmission pada loader yaitu:
1.

Flywheel clutch

2.

Torque converter

1.

Flywheel clutch
Flywheel clutch merupakan komponen yang menghubungkan engine dengan

transmission secara mekanikal. Hubungan tersebut dapat disambung atau diputus sesuai
kebutuhan operator.
2.

Torque converter
Torque converter merupakan komponen yang menghubungkan engine dengan

transmission secara hydraulic. Jadi tidak ada hubungan mekanikal langsung antara
engine dengan transmission.
Terdapat beberapa macam torque converter, antara lain:
1.

Torque converter, digunakan pada sebagian besar power shift machine, contohnya
wheel loader tipe kecil, track tipe tractor (D3-D5) dan yang lainnya.

2.

Torque divider, digunakan pada track tipe tractor (D6-D11)

3.

Variable capacity torque converter (VCTC), digunakan pada machine wheel loader
tipe besar.

4.

Torque converter dengan lock up, digunakan pada machine off high way truck,
articulated dump truck dan yang lainnya.

5.

Gabungan antara impeller clutch dengan lock up, digunakan pada machine wheel
loader tipe besar.

2.8.2.2. Transmission
Transmission berfungsi untuk:
-

Mengubah arah

Mengubah kecepatan

Mengubah daya atau torque


Loader mempunyai tiga jenis transmission yaitu:

Direct Drive Transmission

Power Shift Transmission

Hydrostatic Transmission

1.

Direct Drive Transmission


Direct Drive Transmission adalah transmission yang menggunakan flywheel

clutch sebagai media penghubung dan pemutus antara engine dengan transmission.
Clutch ini dioperasikan secara manual. Flywheel clutch berguna pada saat awal machine
akan bergerak dan pada saat perpindahan gigi (gear shifting).
Transmission ini dipergunakan pada mesin loader yang aplikasinya di medan
kerja yang relatif rata, tidak terlalu sering mengubah kecepatan ataupun arah dan beban
kerja yang relatif ringan. Contohnya pada traktor pertanian, motor grader dan
sebagainya.

2. Power Shift Transmission


Power Shift Transmission adalah transmission yang menggunakan clutch fluida
dimana perpindahan giginya langsung tanpa harus memutuskan hubungan antara engine
dengan transmission. Hal ini mempermudah pada saat pengoperasiannya.
Aplikasi dari sistem transmission ini adalah untuk mesin yang sering berubah
kecepatan dan arah maju mundurnya serta beban kerja yang relatif berubah-ubah dan
berat.
Dari cara perpindahan giginya transmission ada dua macam yaitu:
1. Power shift transmission (manual gear shifting)
2. Automatic transmission (automatic shifting)
Adapun jenis dari powershift transmission adalah sebagai berikut:
-

Planetary gear set: pengaturan kecepatan dan arah kerja dengan cara mengengaged-kan disc dan plate sehingga salah satu dari komponen planetary gear set
meneruskan tenaga ke output shaft dari transmission. Bagian-bagian dari planetary
gear set adalah sun gear, planet gear beserta carrier dan ring gear.

Counter shaft: menggunakan constant mesh seperti pada direct drive tetapi pada
jenis ini menggunakan clutch pack. Transmission jenis ini biasanya digunakan pada
machine backhoe loader.
Untuk meng-engaged-kan clutch dipakai transmission control valve, jenisnya

antara lain:
-

Konventional control valve

Electric control valve dengan on/off solenoid

Individual clutch modulation (ICM)

Electronic clutch pressure control (ECPC)

3.

Hydrostatic Transmission
Hydrostatic transmission menggunakan sistem hydrolic pada transmisinya

yang berfungsi untuk mengatur kecepatan dan arahnya. System ini menggunakan
pompa hydraulic dan motor sebagai aktuatornya. Cara kerjanya yaitu tenaga dari engine
langsung menggerakkan pompa hydraulic dan selanjutnya melalui rangkaian hydraulic
lainnya menggerakkan motor untuk mengkonversi menjadi energi mekanikal.
Transmission ini digunakan pada track tipe traktor kecil, track tipe loader dan hydraulic
excavator yang pergerakkan/perpindahan operasi machine relatif kecil.

2.8.2.3. Transfer Gear


Transfer gear dipakai sebagai penerus tenaga ke differential bagian depan dan
belakang pada machine wheel loader.
2.8.2.4. Differential/Bevel Gear
Komponen ini berfungsi untuk menghantarkan tenaga dari transmission ke
final drive kiri dan kanan. Differential digunakan pada machine yang menggunakan
roda, sedangkan bevel gear dipasang pada machine yang menggunakan track seperti
track tipe traktor.
Jenis differential antara lain:
-

Konventional differential (standard differential)

Nospin differential

Limited slip differential

Differential lock

2.8.2.5. Final Drive


Final drive adalah komponen dari power train sebagai penggerak akhir yaitu
menuju roda atau track. Fungsinya adalah melipatgandakan torque yang paling akhir.

Gambar 2.5. Komponen Power Train pada Wheel Loader

Gambar 2.6. Komponen Power Train pada Track Tipe Tractor


2.9.

Produktivitas Loader
Salah satu faktor utama yang mempengaruhi produktivitas alat berat dalam

suatu pekerjaan konstruksi Teknik Sipil adalah faktor efisiensi kerja operator. Faktor
efisiensi untuk operator alat berat yang tersedia selama ini masih bersifat umum yang
dapat digunakan untuk seluruh alat berat. Terdapat perbedaan angka faktor efisiensi
operator alat berat secara umum dengan tingkat efisiensi operator khusus pada alat

wheel loader, yaitu untuk operator sangat baik, rata-rata baik dan kurang secara
berurutan didapatkan angka koreksi sebesar 1, 0.94 dan 0.85.
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penentuan produktivitas loader
adalah sebagai berikut :
a) Kondisi material.
b) Tipe bucket dan kapasitasnya.
c) Area untuk pergerakan loader.
d) Waktu siklus loader.
e) Waktu efisien loader.
Karena beberapa material menyebabkan alat tidak dapat mengangkut material
secara maksimal maka dibuat tabel untuk menentukan faktor pemuatan bucket.
Cara menghitung produktivitas adalah dengan menggunakan tabel-tabel waktu
yang tergantung pada beberapa faktor. Waktu muat tergantung pada jenis material yang
diangkut. Waktu berputar ditentukan sebesar 0,2 menit. Waktu bongkar ditentukan
berdasarkan tempat atau kemana material ditempatkan. Selain itu diperlukan koreksi
terhadap waktu siklus.
Tabel 2.1 Faktor Pemuatan Bucket

(Sumber: Construction Equipment Guide, 1991)


Tabel 2.2 Waktu Muat (Menit)

(Sumber: Caterpillar Performance Handbook, 1993)


Untuk meghitung waktu angkut (LT) dan waktu kembali (RT) digunakan grafik
yang berbeda untuk setiap jenis loader. Rumus yang digunakan untuk menghitung
produktivitas adalah:
Tabel 2.3 Faktor Penambahan dan Pengurangan Untuk CT (menit)
Uraian
Factor
Kondisi tanah:

Berbutir campuran
Diameter < 3 mm
Diameter 3-20 mm
Diameter 20-150 mm
Diameter 150 >
Kondisi tanah asli/lepas
Timbunan
Tinbunan dengan tinggi > 3 m
Tinbunan dengan tinggi < 3 m
Pembongkaran dari truck
Lain-lain
Pengoperasian tetap
Uraian

+0,02
+0,02
0,02
0
+0,03
+0,04

0,04
Factor

Lain-lain
Pengoperasian tetap
Pengoperasian tidak tetap
Target sedikit
Target berresiko

0,04
+0,04
+0,04
+0,05

0
+0,01
+0,02

Tabel 2.4 Waktu Buang (menit)


Pemuatan
Ditumpah di atas tanah
Dimuat ke dalam truck

DT
0,10
0,04-0,07

Tabel 2.5 Kapasitas Bucket

Rumus yang digunakan untuk menghitung produktivitas adalah :


Q = q x 60 x E
Cm
dimana :
Q

= produksi per-jam (m3/jam)

= produksi persiklus (m3)

= effisiensi kerja

Cm = waktu siklus (menit). Waktu siklus akan tergantung kepada metode pemuatan
yang dilakukan oleh loader, untuk
1. Pemuatan melintang : Cm = D/F + D/R + Z
2. Pemuatan bentuk V : Cm = [(D/F) x 2] + [(D/R) x 2] + Z
3. Muat Angkut : Cm = [(D/F) x 2] + Z
dimana :
Cm = waktu siklus (menit)
D

= jarak gusur (meter)

= kecepatan maju (meter/menit)

= kecepatan mundur (meter/menit)

= waktu tetap (menit)


BAB III
PENUTUP

3.1.

Kesimpulan
Loader alat penggerak dapat diklasifikasikan sebagai roda crawler atau ban.

Loader beroda crawler atau crawler-tractor-mounted mempunyai roda yang mirip


dengan dozer hanya dipasang lebih maju ke depan untuk menstabilkan alat pada saat
mengangkut material. Loader beroda ban atau wheel-tractor-mounted terdiri atas 4wheel-drive dan rear-wheel drive. Rearwheeldrive bisa dipakai untu menggali dan 4wheel-drive cocok untuk membawa bucket bermuatan penuh. Setiap jenis penggerak
mempunyai kegunaan yang berbeda, tergantung pada kondisi jalan.
Pada dasarnya komponen utama dalam rangkaian power train terdiri dari:
1. Flywheel clutch/torque converter
2. Direct drive/powershift transmission
3. Differential/bevel gear
4. Final drive
Pada beberapa tipe power train yang menggunakan sistem penggerak ganda (4
wheel drives), setelah transmission dipasang transfer gear.
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penentuan produktivitas loader
adalah sebagai berikut :
a) Kondisi material.
b) Tipe bucket dan kapasitasnya.
c) Area untuk pergerakan loader.
d) Waktu siklus loader.
e) Waktu efisien loader.

Rumus yang digunakan untuk menghitung produktivitas adalah :


Q = q x 60 x E
Cm
3.2.

Saran
Dalam pemilihan loader sebagai alat pengangkut, hal yang perlu diperhitungkan

adalah beban harus diperhitungkan jangan sampai berat muatan melebihi berat dari
loader itu sendiri, sebab ada kemungkinan loader dapat terjungkal ke depan, lebih-lebih
jika digunakan wheel loader.
DAFTAR PUSTAKA
http://indrachieez.wordpress.com/2011/04/06/altikel-alat-berat-loader/ diakses pada hari
Jumat, 5 Desember 2014 pukul 14.00 WIB
http://dunia-atas.blogspot.com/2012/03/wheel-loader.html diakses pada hari Jumat, 5
Desember 2014 pukul 14.00 WIB
http://saifoemk.lecture.ub.ac.id/files/2012/01/AB5.pdf diakses pada hari Jumat, 5
Desember 2014 pukul 14.05 WIB
https://adjisutama.files.wordpress.com/2014/02/ptm.pdf diakses pada hari Jumat, 5
Desember 2014 pukul 14.08 WIB
http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND._TEKNIK_MESIN/196908301998021SRIYONO/PENGAJARAN/ALAT_BERAT/BAHAN_AJAR_UNIT_
%28LOADER%29/Basic_Wheel_Loader.pdf diakses

pada hari Jumat, 5

Desember 2014 pukul 14.10 WIB


http://salmanisaleh.files.wordpress.com/2011/05/perhitungan-produksi-loader.pdf
diakses pada hari Jumat, 5 Desember 2014 pukul 14.10 WIB
http://library.um.ac.id/images/stories/bukudiktatdosen/DiktatSony/AlatBeratdanPemind
ahanTanahMekanis-Babpembagian%20alat berat.pdf diakses pada hari Jumat, 5
Desember 2014 pukul 14.15 WIB
http://kelompok5alatberat.blogspot.com/2013/11/dasar-dasar-power-traincaterpillar.html diakses pada hari Jumat, 5 Desember 2014 pukul 14.16 WIB