Anda di halaman 1dari 17

Makalah Fisika

Aplikasi Gaya Magnetik

oleh :

KELOMPOK 6

FLORA SITORUS
NELLY SINAGA
SURTIKA TAMBUNAN
DESPIONA SIBUEA
PANGIHUTAN BUTAR-BUTAR

YP. BINAGUNA TANAH JAWA


2021/2022
Kata pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
limpahan rahmat dan karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik
dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami membahas mengenai “Hukum Lenz dan
Penerapan gaya magnet”
 Makalah ini dibuat dengan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu
menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu,
penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini yang merupakan salah satu tugas dari mata
pelajaran fisika. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada
makalah ini. Oleh karena itu, kami berharap pembaca untuk memberikan saran serta yang
dapat memberi semangat lebih bagi kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami
harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat
memberi manfaat bagi semua orang.
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang


Pada tahun 1835 seorang ilmuwan jenius yang di lahirkan di Estonia, Heinrich Lenz
(1804-1865) menyatakan bahwa:
arus induksi elektromagnetik dan gaya akan selalu berusaha untuk saling meniadakan
(gaya aksi dan reaksi)
 Sebagai contoh, jika suatu penghantar di berikan gaya untuk berputar dan memotong garis-
garis gaya magnetik, maka pada penghantar tersebut akan timbul tegangan induksi (hukum
faraday). Kemudian jika pada ujung-ujung penghantar tersebut saling di hubungkan maka
akan mengalir arus induksi, dan arus induksi ini akan menghasilkan gaya pada penghantar
tersebut (hukum ampere-biot-savart). Yang akan diungkapkan oleh Lenz adalah gaya yang di
hasilkan tersebut berlawanan arah dengan arah gerakan penghantar tersebut, sehingga akan
saling meniadakan. Hukum Lenz ini lah yang menjelaskan mengenai prinsip kerja dari mesin
listrik dinamis (mesin listrik putar) yaitu generator dan motor.
Magnet adalah suatu obyek yang mempunyai medan magnet. Pada saat ini, suatu
magnet adalah suatu materi yang mempunyai suatu medan magnet. Materi tersebut bisa
dalam wujud magnet tetap atau wujud  tidak tetap. Magnet yang ada sekarang ini hampir
semuanya adalah magnet buatan.
                 Magnet selalu memiliki dua kutub yaitu: kutub utara (north/N) dan kutub selatan
(south/S). Walaupun magnet itu dipotong-potong, potongan magnet kecil tersebut akan tetap
memiliki dua kutub.
                 Magnet dapat menarik benda lain. Beberapa benda bahkan tertarik lebih kuat dari
yang lain, yaitu bahan logam. Namun tidak semua logam mempunyai daya tarik yang sama
terhadap magnet. Besi dan baja adalah dua contoh materi yang mempunyai daya tarik yang
tinggi oleh magnet.

B.     Rumusan masalah


Adapun inti dari permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
1.       Apa itu hukum lenz dan penerapan gaya magnet?
2.       Bagaimana mengetahui penerapan gaya magnet?
3.       Apa itu penerapan gaya magnet?
C.    Tujuan penulisan
1.      Untuk mengenal lebih jauh tentang  hukum lenz dan penerapan gaya maganet
2.      Untuk mengetahui cara kerja hukum lenz dan macam macam penerapan gaya magnet
3.      Untuk mengetahui fungsi magnet
D.    Manfaat penulisan
1.      Agar untuk memberikan ilmu pengetahuan tentang hukum lenz dan penerapan gaya
magnet
2.      Untuk dipelajari dan menambah wawasan
BAB II
 HUKUM LENZ DAN PENERAPAN GAYA MAGNET

A.    HUKUM LENZ


Pada tahun 1835 seorang ilmuwan jenius yang dilahirkan di Estonia, Heinrich Lenz
(1804-1865) menyatakan bahwa:
“arus induksi elektromagnetik dan gaya akan selalu berusaha untuk saling meniadakan
(gaya aksi dan reaksi)”
Sebagai contoh, jika suatu penghantar di berikan gaya untuk berputar dan memotong garis-
garis gaya magnetik, maka pada penghantar tersebut akan timbul tegangan induksi (hukum
faraday). Kemudian jika pada ujung-ujung penghantar tersebut saling di hubungkan maka
akan mengalir arus induksi, dan arus induksi ini akan menghasilkan gaya pada penghantar
tersebut (hukum ampere-biot-savart). Yang akan di ungkapkan oleh Lenz adalah gaya yang di
hasilkan tersebut berlawanan arah dengan arah gerakan penghantar tersebut, sehingga akan
saling meniadakan. Hukum Lenz ini lah yang menjelaskan mengenai prinsip kerja dari mesin
listrik dinamis (mesin listrik putar) yaitu generator dan motor
Hukum Faraday hanya menunjukkan besarnya GGL induksi pada kumparan, dan
belum dapat menunjukkan arah arus induksi dalam kumparan. Hukum Lens berbunyi :
“Arus induksi mengalir pada penghanta
r atau kumparan
dengan arah berlawanan dengan gerakan yang menghasilkannya” atau “medan magnet  yang
ditimbulkannya melawan perubahan fluks magnet yang menimbulkannya”.

Hukum Lenz menjelaskan mengenai arus induksi, yang berarti bahwa hukum tersebut
berlaku hanya kepada rangkaian penghantar yang tertutup. Hukum ini dinyatakan oleh
Heinrich Friedrich Lenz (1804 - 1865), yang sebenarnya merupakan suatu bentuk hukum
kekekalan energi. Hukum Lenz menyatakan bahwa:
“ggl induksi selalu membangkitkan arus yang medan magnetnya berlawanan dengan asal
perubahan fluks”.
 Perubahan fluks akan menginduksi ggl yang menimbulkan arus di dalam kumparan, dan
arus induksi ini membangkitkan medan magnetnya sendiri.
 
Gambar 2.1 Penerapan Hukum Lenz pada arah arus induksi
Gambar 2.4 menunjukkan penerapan Hukum Lenz pada arah arus induksi. Pada Gambar 2(a)
dan 2(d), magnet diam sehingga tidak ada perubahan fluks magnetik yang dilingkupi oleh
kumparan.
Pada Gambar 2(b) menunjukkan fluks magnetik utama yang menembus kumparan
dengan arah ke bawah akan bertambah pada saat kutub utara magnet didekatkan kumparan.
Arah induksi pada Gambar 2(c), 2(e), dan 2(f ), juga dapat diketahui dengan menerapkan
Hukum Lenz.

 Sehingga didapat rumus :

                   = GGL induksi


            N          = Jumlah lilitan
    = Laju perubahan fluks magnetic tanda negatif sesuai
                          Hukum lenz

B.     PENGERTIAN HUKUM LENZ


Hukum Lenz merupakan hukum fisika yang memebrikan pernyataan tentang GGL (Gaya
Gerak Listrik) Induksi. Hukum lenz memberikan penjelasan tentang arah arus induksi yang
terjadi karena terjadinya GGL Induksi tersebut. Hukum Lenz ditemukan oleh ilmuwan fisika
Friederich Lenz pada tahun 1834.
  Hukum Lenz
Berdasarkan hukum Faraday, telah kita ketahui bahwa perubahan fluks magnetik akan
menyebabkan timbulnya beda potensial antara ujung kumparan. Apabila kedua ujung
kumparan itu dihubungkan dengan suatu penghantar yang memiliki hambatan tertentu
akan mengalir arus yang disebut arus induksi dan beda potensial yang terjadi disebut ggl
induksi. Faraday pada saat itu baru dapat menghitung besarnya ggl induksi yang terjadi,
tetapi belum menentukan ke mana arah arus induksi yang timbul pada
rangkaian/kumparan. Arah arus induksi yang terjadi baru dapat dijelaskan oleh Friederich
Lenz pada tahun 1834 yang lebih dikenal dengan hukum Lenz.

  Pernyataan Hukum Lenz

“Jika ggl induksi timbul pada suatu rangkaian, maka arah arus induksi yang dihasilkan
sedemikian rupa sehingga menimbulkan medan magnetik induksi yang
menentang perubahan medan magnetik (arus induksi berusaha mempertahankan fluks
magnetik totalnya konstan)”

Gambar 2.2 medan magnet menjauhi kumparan dan mendekati kumparan

 Arah arus induksi berdasarkan hukum Lenz (a) magnet mendekati kumparan, (b) magnet
menjauhi kumparan.

Untuk lebih memahami hukum Lenz, perhatikan gambar di atas. Ketika kedudukan
magnet dan kumparan diam, tidak ada perubahan fluks magnet dalam kumparan. Tetapi
ketika kutub utara magnet di gerakkan mendekati kumparan, maka timbul perubahan fluks
magnetik. Dengan demikian pada kumparan akan timbul fluks  magnetik yang menentang
pertambahan fluks magnetik yang menembus kumparan. Oleh karena itu, arah fluks induksi
harus berlawanan dengan fluks magnetik. Dengan demikian fluks total yang dilingkupi
kumparan selalu konstan. Begitu juga pada saat magnet di gerakkan menjauhi kumparan,
maka akan terjadi pengurangan fluks magnetik dalam kumparan, akibatnya pada kumparan
timbul fluks induksi yang menentang pengurangan fluks magnet, sehingga selalu fluks
totalnya konstan. Arah arus induksi dapat ditentukan dengan aturan tangan kanan yaitu jika
arah ibu jari menyatakan arah induksi magnet maka arah lipatan jari-jari yang lain
menyatakan arah arus.         

  Percobaan Hukum Lenz

Apabila magnet digerakkan mendekati kumparan, ke mana arah arus listrik yang terjadi
pada hambatan R? Karena magnet digerakkan mendekati kumparan, maka pada kumparan
akan timbul ggl induksi yang menyebabkan timbulnya arus induksi pada kumparan, sehingga
menyebabkan timbul medan magnet yang menentang medan magnet tetap, maka arah arus
dalam kumparan/hambatan dari B ke A seperti dalam pernyataan hukum lenz tersebut.
C.    PENERAPAN GAYA MAGNET
Gaya magnet berasal dari magnet. Apakah sebenrnya magnet itu ? istilah magnet
berasal dari kata “magnesia”. Magnesia itu adalah nama sebuah daerah kecil di asia.
Dahulu,di tempat itulah orang pertama kali menemukan batu yang mampu menarik besi. Batu
itu kemudian dinamakan magnet. Kini , batu itu tergolong magnet alam. Setelah manusia
makin menguasai teknologi, dibuatlah magnet buatan berbagai benda mampu ditarik oleh
magnet tersebut. Namun demikian hanya benda-benda tertentu yang mampu ditarik oleh
magnet. Apa sebenarnya sifat magnet itu ?

      Magnet menarik benda–benda tertentu


Tidak semua benda dapat di tarik oleh magnet. Benda yang dapat di tarik oleh magnet
adalah benda yang terbuat dari bahan logam tertentu, yaitu besi, nikel, dan kobalt. Jika suatu
benda mengandung salah satu dari bahan logam tersebut maka benda itu dapat di tarik oleh
magnet. Benda itu di namakan benda magnetis. Jadi, benda magnetis adalah benda yang
dapat di tarik oleh magnet benda lainnya tidak dapat di tarik oleh magnet karena tidak
mengandung salah satu dari bahan logam besi, nikel, atau kobalt tersebut. Benda ini di
namakan benda tidak magnetis atau benda non magnetis.
      . Kekuatan gaya magnet
Gaya magnet mampu menembus penghalang, yaitu benda non magnetis. Gaya tarik
magnet masih berpengaruh terhadap benda magnetis di balik penghalang tersebut. Namun
demikian, jika penghalang itu terlalu tebal, maka pengaruh magnet bisa hilang. Dengan
demikian, kekuatan gaya tarik magnet di pengruhi oleh ketebalan penghalang antara magnet
dan benda magnetis. Makin dekat jarak benda ke magnet, maka makin kuat gaya tarik magnet
tersebut. Gaya tarik magnet ini menyebabkan magnet harus di simapan dengan hati-hati.
Hindarkan magnet dari peralatan elektronika yang rumit. Gaya tarik magnet bisa merusak
fungsi benda tersebut. Kekuatan gaya tarik magnet tidak lah merata di seluruh sisi atau
bagiannya. Gaya magnet terkuat berada di kedua kutubnya. Pada magnet batang, gaya
magnet terkuat berada di kedua ujungnnya, yaitu kutub-kutubnya. Jika beberapa benda
magnetis di dekatkan magnet, maka benda tersebut cenderung untuk segera di tarik ke kutub-
kutub tersebut. Daerah tertentu di sekitar magnet yang dipengaruhi oleh gaya tarik magnet di
sebut medan magnet. Medan inilah yang menyebabkan terbentuknya pola tertentu. Pola
tersebut di sebut garis gaya magnet. Garis tersebut saling bertemu di ujung kedua kutub
magnet.

D.    FUNGSI MAGNET


Magnet, pasti kita sudah sering mendengar nama benda yang satu ini. Magnet adalah
sebuah logam yang mempunyai gaya tarik terhadap logam lain misalnya besi.
Dalam pelajaran disekolah pasti pernah membahas tentang fungsi magnet, tapi kalau
teman-teman lupa mari kita bahas lagi disini secara umunya saja. Dalam kehidupan sehari-
hari banyak sekali perangkat elektronika yang menggunakan prinsip kerja magnet
didalamnya.

Contoh sederhana dapat dilihat pada speaker, fungsi magnet pada speaker adalah sebagai
pembangkit getaran sehingga akan mengerakkan membran speaker yang selanjutnya akan
menghasilkan bunyi. Jadi dapat dikatakan kalau magnet pada speaker adalah pengubah
gelombang elektromagnet menjadi gelombang suara.

Penerapan lain dari magnet adalah pada terapi kesehatan. Dalam ilmu kesehatan kadang
orang menggunakan metode terapi dengan menggunakan bantuan magnet untuk
menyembuhkan penyakit tertentu. Metode terapi medan magnet ini biasa dikategorikan
sebagai metode pengobatan alternatif.

E.     JENIS-JENIS MAGNET


Magnet dibedakan atas dua kelompok utama, yakni magnet alami dan magnet buatan.
Khusus untuk magnet buatan, dibedakan lagi berdasarkan bahan dan sifat kemagnetannya,
misalnya: paramagnetik, diamagnetik, dan ferromagnetik.
F.     HUKUM COULOMB UNTUK MAGNET
Dalam pembahasan tentang magnet, berlaku pula hukum Coulomb. Pengaruh yang
diperlihatkan oleh dua buah magnet berbanding lurus dengan kekuatan masing-masing kutub
dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak yang memisahkan dua magnet tersebut.

G.    MEDAN MAGNET


Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, jika dua buah magnet di dekatkan satu sama
lain, maka akan terjadi dua kemungkinan, tolak menolak atau tarik menarik. Gaya tolakan
atau tarikan ini bekerja disekitar tubuh sebatang magnet dan daenrah yang terkena akbiat dari
gaya ini disebut dengan medan magnet. Tentunya medan magnet ini tidak bisa terlihat secara
kasat mata. Tetapi, dengan sebuah percobaan sederhana dapat menunjukkan cara kerja dari
medan magnet ini. Letakkan selembar kertas di atas sebuah magnet batang, kemudian taburi
dengan serbuk besi, maka dengan mudah akan terlihat medan magnet berupa formasi garis
-garis gaya disekitar magnet batang tersebut.
Gejala kemagnetan terkait erat dengan kelistrikan. Listrik dapat menyebabkan medan
magnet. Ketika sebuah kompas diletakkan di dekat kawat berarus, maka jarum kompas
tersebut akan mengalami penyimpangan.

Gambar 2.5 jarum kompas


Jadi, arah penyimpangan jarum kompas ditentukan oleh arah arus listrik listriknya.
H.    PENGERTIAN GAYA
Gaya merupakan dorongan, tarikan dan putaran yang membuat benda bergerak lebih
cepat atau lebih lambat, berubah arah atau bentuk. Ketika gaya sedang mempengaruhi suatu
benda berarti kerja sedang dilakukan pada benda tersebut sebagai wujud perubahan dari
bentuk energi ke bentuk lain. Gaya dapat bekerja pada arah yang sama atau arah yang
berlawanan.
I.       HUBUNGAN GAYA DAN KECEPATAN
Percepatan adalah dampak gaya yang paling mudah diamati. Percepatan didefinisikan
sebagai perbandingan antara perubahan kecepatan dengan selang waktu terjadinya perubahan
itu. Memperbesar gaya pada suatu benda akan meningkatkan laju percepatannya. Hubungan
antara percepatan, gaya dan massa adalah bahwa gaya merupakan hasil kali massa dengan
percepatan.

Benda dengan massa tertentu yang dijatuhkan dari ketinggian akan dipengaruhi oleh gaya
gravitasi. Gaya gravitasi tersebut membuat benda semakin cepat ke permukaan bumi. Benda
itu mengalami percepatan karena pengaruh gaya gravitasi yang bekerja ke arah bawah.
Percepatan beda semakin tinggi jiha pada saat benda dijatuhkan ada gaya dorong ke bawah.

J.      Gaya Magnet


Gaya magnet adalah tarikan atau dorongan yang dilakukan oleh magnet. Contohnya besi
diatas meja akan tertarik oleh magnet saat didekatkan.
1.    Gaya Magnet pada Penghantar Berarus di Medan Magnet
Arus merupakan kumpulan muatan-muatan yang bergerak. Kita telah mengetahui bahwa
arus listrik memberikan gaya pada magnet, seperti pada jarum kompas. Eksperimen yang
dilakukan Oersted membuktikan bahwa magnet juga akan memberikan gaya pada kawat
pembawa arus.

Gambar 2.6 Kawat yang membawa arus I pada medan magnet.


Gambar 2.6 memperlihatkan sebuah kawat dengan panjang l yang mengangkut arus I
yang berada di dalam medan magnet B. Ketika arus mengalir pada kawat, gaya diberikan
pada kawat. Arah gaya selalu tegak lurus terhadap arah arus dan juga tegak lurus terhadap
arah medan magnetik. Besar gaya yang terjadi adalah:
a. berbanding lurus dengan arus I pada kawat,
b. berbanding lurus dengan panjang kawat l pada medan magnetik,
c. berbanding lurus dengan medan magnetik B,
d. berbanding lurus sudut θ antara arah arus dan medan magnetik.

Secara matematis besarnya gaya Lorentz dapat dituliskan dalam persamaan:


F = I . l . B sinθ .............................................. (1)
Apabila arah arus yang terjadi tegak lurus terhadap medan magnet (θ = 90o), maka diperoleh:
Fmaks = I. l. B .............................................................. (2)
Tetapi, jika arusnya paralel dengan medan magnet (θ = 0o), maka tidak ada gaya sama sekali
(F = 0).
2.    Gaya Magnetik pada Muatan Listrik yang Bergerak di Medan Magnet
Kawat penghantar yang membawa arus akan mengalami gaya ketika diletakkan dalam
suatu medan magnetik, yang besarnya dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan (1).
Karena arus pada kawat terdiri atas muatan listrik yang bergerak, maka berdasarkan
penelitian menunjukkan bahwa partikel bermuatan yang bergerak bebas (tidak pada kawat)
juga akan mengalami gaya ketika melewati medan magnetik.
3.    Garis Lurus (Tidak Dibelokkan)
Lintasan berupa garis lurus terbentuk jika arah kecepatan partikel bermuatan sejajar
baik searah maupun berlawanan arah dengan medan magnetik. Hal ini menyebabkan tidak
ada gaya Lorentz yang terjadi, sehingga gerak partikel tidak dipengaruhi oleh gaya Lorentz.
Lintasan gerak terlihat seperti pada Gambar 2.10

Gambar 2.8 memperlihatkan lintasan yang ditempuh partikel bermuatan negatif yang
bergerak dengan kecepatan v ke dalam medan magnet seragam B adalah berupa lingkaran.
Kita anggap v tegak lurus terhadap B, yang berarti bahwa v seluruhnya terletak di dalam
bidang gambar, sebagaimana ditunjukkan oleh tanda x. Elektron yang bergerak dengan laju
konstan pada kurva lintasan, mempunyai percepatan sentripetal:

a = v2/r 
Berdasarkan Hukum II Newton, bahwa:
F = m.a
Maka, dengan menggunakan persamaan (7) diperoleh:
q.v.B = m.a
qvB = m (v2/r) ............................................................ (8)
atau R = mv / qB ......................................................... (9)
Persamaan di atas untuk menentukan jari-jari lintasan (R), dengan m adalah massa
partikel, v adalah kecepatan partikel, B menyatakan induksi magnetik, dan q adalah muatan
partikel.
5.      Spiral
Lintasan melingkar terjadi apabila kecepatan gerak muatan tegak lurus terhadap medan
magnetik. Tetapi, jika v tidak tegak lurus terhadap B, maka yang terjadi adalah lintasan
spiral. Vektor kecepatan dapat dibagi menjadi komponen-komponen sejajar dan tegak lurus
terhadap medan. Komponen yang sejajar terhadap garisgaris medan tidak mengalami gaya,
sehingga tetap konstan. Sementara itu, komponen yang tegak lurus dengan medan
menghasilkan gerak melingkar di sekitar garis-garis medan. Penggabungan kedua gerakan
tersebut menghasilkan gerak spiral (heliks) di sekitar garis-garis medan, seperti yang terlihat
pada Gambar 2.12
 

 
BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Hukum Lenz merupakan hukum fisika yang memebrikan pernyataan tentang GGL
(Gaya Gerak Listrik) Induksi. Hukum lenz memberikan penjelasan tentang arah arus induksi
yang terjadi karena terjadinya GGL Induksi tersebut. Hukum Lenz ditemukan oleh ilmuwan
fisika Friederich Lenz pada tahun 1834.

Tidak semua benda dapat ditarik oleh magnet. Benda yang dapat ditarik oleh magnet
adalah benda yang terbuat dari bahan logam tertentu,yaitu besi,nikel,dan kobalt. Jika suatu
benda mengandung salah satu dari bahan logam tersebut maka benda itu dapat ditarik oleh
magnet. Benda itu dinamakan benda magnetis. Jadi,benda magnetis adalah benda yang dapat
ditarik oleh magnet benda lainnya tidak dapat ditarik oleh magnet karena tidak mengandung
salah satu dari bahan logam besi,nikel,atau kobalt tersebut. Benda ini dinamakan benda tidak
magnetis atau benda nonmagnetis.

B.     SARAN
Marilah kita terus belajar untuk masa depan yang sukses, karena belajar adalah pintu
kesuksesan. Jadi janganlah kita bermalas-malasan untuk belajar dan sikap malas kita, kita
buang jauh-jauh
Contoh Soal dan Pembahasan Gaya Magnetik (Hukum Lenz)

Soal 1

Sebuah magnet batang akan digerakkan dalam suatu kumparan yang diam, yang dihubungkan
dengan galvanometer G, seperti pada gambar.
Jika arus listrik mengalir dari P ke Q maka jarum galvanometer akan bergerak ke kanan. (a)
Bagamanakah gerak jarum galvanometer ketika kutub utara gerakan masuk ke dalam
kumparan, berhenti sejenak, kemudian ditarik keluar dari kumparan? Dan (b) apa yang terjadi
dengan simpangan jarum galvanometer jika gerakan magnet masuk dan keluar tersebut anda
lakukan dengan lebih cepat?

Jawab;
(a) perhatikan garis-garis gaya sebuah magnet batang selalu keluar dari kutub utara dan
masuk ke kutub selatan, sehingga arah fluks magnetik utama, φU, yang dihasilkan oleh
magnet adalah berarah ke kanan, seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.
Kutub utara magnet digerakan memasuki kumparan.

Kutub U mendekati ujung kumparan sampai masuk ke dalam kumparan, fluks magnetik


utama φU, bertambah, fluks magnetik induksi φind harus berlawanan arah dengan φU. Karena
φU berarah ke kanan, maka φind haruslah berarah ke kiri ke kiri. Untuk φind berarah ke
kiri, kaidah tangan kanan pertama akan memberi arus dari P ke Q, jarum galvanometer dari
nol bergerak ke kanan.
Ketika kutub utara magnet berada dalam kumparan dan magnet berhenti sejenak, maka tidak
terjadi perubahan fluks magnetik yang dilingkupi oleh kumparan, ggl induksi
antara P dan Q timbul, jarum galvanometer kembali menunjuk nol.
Ketika kutub utara magnet berada dalam kumparan dan megnet berhenti sejenak, maka tidak
terjadi perubahan fluks magnetik yang dilingkupi oleh kumparan, ggl induksi
antara P dan Q tidak timbul, jarum galvanometer kembali menunjuk nol.
Ketika kutub utara magnet yang berada dalam kumparan anda tarik ke luar dari kumparan,
fluks utama φU berkurang, fluks induksi φind harus searah dengan φU adalah ke kanan. Kaidah
tangan kanan pertama akan memberi arus induksi , iind, dalam kawat PQ berarah dari Q ke P,
jarum galvanometer bergerak ke kiri.
Jadi, anda akan mengamati jarum galvaometer bergerak ke kanan, kembali menunjuknol,
kemudian bergerak ke kiri.

Soal 2
Sebuah kumparan kawat terdiri dari 500 lilitan dengan jari-jari 400 cm diletakkan di antara
kutub-kutub sebuah elektromagnetik kuat, dengan medan magnetik homogen B yang
membentuk 300 terhadap bidang kumparan (lihat gambar). Jika medan magnetik berkurang
dengan laju 0,3200 T/s, berapakah ggl induksi yang dihasilkan?

Jawab;

Jumlah lilitan N = 500; jari-jari r = 4,00 cm = 4,00 x 10-2 m, luas kumparan A = πr2 = π(4,00 x
10-2 m)2 = 16π x 10-4 m2; sudut antara arah normal n dengan B, ∠(n,B) = θ = 900 – 300 = 600.
Laju berkurangnya medan magnetik, ∆B/∆t = –0,200 T/s. Dalam kasus ini, ggl induksi, ε,
ditimbulkan oleh laju perubahan induksi magnetik yang konstan, sehingga ε dihitung dengan
persamaan,
ε = –NA(∆B/∆t) cos θ
   = – 500(16,0 x 10-4π s)(½)(–0,200 T/s)
ε = +8π x 10-2 Volt
tanda positif dari ε menunjukkan bahwa fluks induksi φind searah dengan fluks utama φU. Jadi,
arah fluks induksi adalah dari U ke S.

Contoh Soal 3

Sebuah Kumparan yang memiliki Jumlah Lilitan 100 dengan Waktu 0.01 detik, bisa
menimbulkan perubahan Fluks Magnet yang sebesar 10-4 Wb. Berapa Gaya Gerak Listrik
Induksi yang akan timbul pada Ujung – Ujung Kumparan tersebut ?.

Diketahui :

N = 100 Lilitan

dΦ/dt=10-4Wb per 0.01 sekon = 10-2 Wb/s.


Jawaban :

ε = -N (dΦ / dt)

ε = – 100 (10-2)

ε = -1 Volt

(Tanda Negatif tersebut hanya menunjukkan Arah dari Arus Induksinya).

Jadi total dari gaya gerak listrik induksi elektromagnet yang diperoleh dari ujung kumparan
diatas sebesar 1 Volt.

Anda mungkin juga menyukai