Anda di halaman 1dari 13

Storyboard adalah – Template, Fungsi, Tujuan, Proses & Contoh 

– Untuk pembahasan kali ini kami akan


mengulas mengenai Storyboard yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, spektrum, sifat dan
manfaat, untuk lebih memahami dan mengerti simak ulasan dibawah ini.

Siswi Jenius Jakarta Temukan Obat Bakar Lemak 7 Kg Sehari

PELAJARI LEBIH→

Apakah kalian mengetahui apa itu storyboard? mungkin saja bila kalian seorang yang sering
berkecimpung dalam dunia desain grafis pastinya sudah mengerti atau mengetahui istilah yang satu ini.

Karena Storyboard berhubungan dengan gambar menggambar,, misalnya seperti sketsa gambar
kajadian-kejadian pada cerita suatu film atau video pendek.

Dalam hal ini tentunya dalam pembuatan film storyboard sangatlah penting lohh,,,, terutama film
animasi maupun dalam video pendek. Jika kalian ingin memahami mengenai “apa itu Storyboard” maka
kaki akan memberikan ulasan mengenai Storyboard agar kalian dapat memahaminya.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait :  101 Pengertian Dan Macam-Macam Seni Menurut Para Ahli

Pengertian Storyboard

Baca Cepat  tampilkan 

Storyboard adalah suatu sketsa gambar yang disusun secara berurutan sesuai naskah cerita, dengan
storyboard maka pembuat cerita dapat menyampaikan ide cerita secara lebih mudah kepada orang lain,

karena dengan storyboard maka pembuat cerita dapat membuat seseorang membayangkan suatu cerita
mengikuti gambar-gambar yang sudah tersaji, sehingga dapat menghasilkan persepsi yang sama dengan
ide cerita yang dibuat.

Storyboard juga dapat di artikan sebagai naskah yang disajikan dalam bentuk sketsa gambar yang
berurutan,,berguna untuk memudahkan pembuatan alur cerita maupun pengambilan gambar.

Sejarah Storyboard

Storyboard pertama kali di kembangkan di studio Walt Disney,pada tahun 1930.Perkembangan


storyboard di disney di berawal dari revolusi buku-buku komikyang terbentuk sketsa cerita yang telah di
buat. sejak tahun 1920 yang berujuan untuk menggambarkan konsep mata pelajaran kartun animasi
pendek.
Dalam buku The Story Of Walt Disney (Hendry Holt 1956 )Diane disney miller menjelaskan bahwa
storyboard pertama di ucapkan pada tahun 1933. Storyboard pertama kali di buat oleh seorang
animator bernama Webbsmitt.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait :  14 Pengertian Media Menurut Para Ahli Terlengkap

Ideu tersebut di ambilnya dari gambar adengan pada lembaran kertas yang terpisah lalu di susunnya
pada papan buletin untuk membuat urutan cerita.

Selanjutnya Studio Waltherlantz production pada awal tahun 1935 menjadi studio kedua yang mulai
mengembangkan sketsa ceriat menjadi storyboard.

Pada tahun 1936 Halman, Ising dan Leon SCHLESINGER juga menerapkan konsep storyboard. Akhirnya
,sejak tahun 1937-1938 hampir semua studio menggunakan storyboard sebagai pengganti sketsa cerita.

Dan hal yang perlu di perhatikan dalam pembuatan Storyboard antara lain :

1. Mengidentifikasi kebutuhan pembuatan projek

2. Menentukan bentuk projek yang akan di buat

3. Menentukan topik yang akan di angkat

4. Apa yang menjadi sasaran atau tujuan pembuatan produk tersebut

5. Apa kelebihan produk tersebut

6. Syarat khusus yang dari clien

7. Berapa banyak produk yang tampil pada tiap scene

8. Perasaan apa yang di harapkan oleh audience

9. Budget

10. Dan Mengumpulkan data sebanyak mungkin

Setelah proses diatas terlaksana  maka lanjut pada proses  pembuatan script atau naskah ,kemudian ke
proses pembuatan Storyboard.

Dalam proses pengumpulan data kita dapat melakukannya dengan cara :


1. Wawancara

2. Observasi,dan

3. Study litoratur

Fungsi Storyboard

Fungsi umum dari Storyboard yakni sebagai suatu konsep dan ungkapan yang kreatif dalam
menyampaikan ide atau gagasan. Pada storyboard juga seseorang dapat menambahkan arahan-arahan
seperti arahan audio, letak atau arahan informasi lainnya. Adapun beberapa fungsinya lainnya seperti:

 Dalam pembuatan suatu fiolm misalnya storyboard berguna untuk menggambarkan alur cerita
berdasarkan garis besarnya saja dari bagian awal,, tengan dan akhir.

 Lalu berguna untuk membuat perencanaan pada film.

 Dan secara keseluruhan dapat memudahkan dalam membuat dan memahami alur film. Saat ini
Storyboard juga berguna dalam pembuatan suatu game,, misalnya membuat sketsa alur game
tersebut dari awal sampai selesai.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait :  1000 Pengertian Komunikasi Lengkap Menurut Para Ahli

Tujuan Dari Storyboard

Adapun tujuan dari Storyboard yaitu:

 Sebagai panduan bagi orang-orang yang terlibat didalamnya,, mulai dari sutradara, penulis
cerita, lighting dan kameramen.

 Memungkinkan seorang pembuat film untuk mempresvisualisasikan ide-idenya.

 Sebagai alat untuk mengkomunikasi ide keseluruhan film

 Menjelaskan tentang alur narasi dari sebuah cerita.

 Berperan dalam pewaktuan “timing” pada sequence,, percobaan-percobaan dengan sudut


padang kamera,, perpindahan dan kesibambungan “continuty” antara elemen-elemen dalam
sebuah frame.

Penggunaan storyboard

Berikut ini terdapat beberapa penggunaan stroyboard, diantaranya adalah:

1. FILM
Sebuah storyboard film pada dasarnya besar komik dari film atau beberapa bagian dari film yang
diproduksi terlebih dahulu untuk membantu direktur film yang, sinematografer dan televisi komersial
periklanan klien mem-visualisasi-kan adegan dan menemukan masalah potensial sebelum mereka
terjadi. Seringkali storyboard termasuk panah atau instruksi yang menunjukkan gerakan.

Dalam menciptakan sebuah film dengan tingkat kesetiaan untuk naskah , storyboard menyediakan tata
letak visual dari peristiwa yang harus dilihat melalui lensa kamera. Dan dalam kasus media interaktif, itu
adalah tata letak dan urutan di mana pengguna atau penampil melihat konten atau informasi.

Dalam proses storyboard, rincian yang paling teknis yang terlibat dalam kerajinan film atau proyek
media interaktif dapat digambarkan secara efisien baik dalam gambar, atau teks tambahan.

Beberapa sutradara film live-action, seperti Joel dan Ethan Coen , gunakan storyboard ekstensif sebelum
mengambil pitch penyandang dana untuk mereka, yang menyatakan bahwa hal ini membantu mereka
untuk mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan, karena mereka bisa menunjukkan persis di mana
uang akan digunakan.

Alfred Hitchcock ‘s film yang sangat diyakini telah banyak story ke detail terbaik oleh mayoritas
komentator selama bertahun-tahun, meskipun kemudian penelitian menunjukkan bahwa ini adalah
berlebihan untuk tujuan publisitas.

Akira Kurosawa dikenal, terutama di tahun kemudian, telaten detail dalam storyboard, untuk tingkat
bahwa lukisan storyboard untuk Ran (untuk mana ia story setiap tembakan) dianggap sebagai karya seni
baik dalam diri mereka. Direktur lain hanya storyboard adegan tertentu, atau tidak sama sekali.

2. Animasi

Dalam animasi dan efek khusus bekerja, tahap storyboard mungkin akan diikuti oleh disederhanakan
mock-up yang disebut “animatics” untuk memberikan ide yang lebih baik tentang bagaimana adegan itu
akan terlihat dan merasa dengan gerak dan waktu.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait :  “Animasi” Pengertian & ( Jenis – Bentuk – Teknik
Pembuatan – Prinsip )

Pada sederhana, sebuah animatik adalah serangkaian gambar diam bersama-sama diedit dan
ditampilkan secara berurutan. Lebih umum, sebuah kasar dialog dan jalur suara kasar ditambahkan ke
urutan gambar diam (biasanya diambil dari storyboard) untuk menguji apakah suara dan gambar yang
bekerja secara efektif bersama-sama.

Hal ini memungkinkan animator dan direktur untuk bekerja keluar setiap skenario, posisi kamera, daftar
menembak dan masalah waktu yang mungkin ada dengan storyboard saat ini.

Storyboard dan soundtrack diubah jika perlu, dan animatik baru dapat dibuat dan terakhir dengan
direktur sampai storyboard disempurnakan.

Mengedit film pada tahap animatik dapat menghindari animasi dari adegan yang akan diedit dari film.
Animasi biasanya proses mahal, sehingga harus ada minimal “dihapus adegan” jika film ini akan selesai
dalam anggaran.

Seringkali storyboard animasi dengan membesarkan sederhana dan panci untuk mensimulasikan
gerakan kamera (menggunakan non-linear editing software).

Animasi ini dapat dikombinasikan dengan animatics tersedia, efek suara dan dialog untuk membuat
presentasi tentang bagaimana sebuah film bisa menembak dan dipotong bersama-sama. Beberapa film
DVD fitur khusus termasuk animatics produksi.

Animatics juga digunakan oleh biro iklan untuk membuat iklan menguji murah. Variasi A, “rip-o-matic”,
terbuat dari adegan film yang ada, program televisi atau iklan, untuk mensimulasikan tampilan dan
nuansa komersial yang diusulkan. Rip, dalam pengertian ini, mengacu pada merobek-off sebuah karya
asli untuk membuat yang baru.

3. Photomatic

Sebuah photomatic (mungkin berasal dari ‘animatik’ atau foto-animasi) adalah serangkaian masih foto-
foto diedit bersama dan disajikan pada layar dalam urutan .

Biasanya, suara-over , soundtrack danefek suara yang ditambahkan ke bagian untuk membuat
presentasi untuk menunjukkan bagaimana sebuah film bisa menembak dan dipotong bersama-sama.

Semakin digunakan oleh pengiklan danbiro iklan untuk penelitian efektivitas storyboard yang diusulkan
mereka sebelum melakukan ke ‘full up’ iklan televisi.
Para photomatic biasanya alat penelitian, mirip dengan sebuah animatik , dalam hal ini mewakili bekerja
untuk tes penonton sehingga komisaris dari pekerjaan dapat mengukur efektivitasnya.

Awalnya, foto-foto yang diambil menggunakan film negatif warna. Sebuah seleksi akan dibuat dari
lembaran kontak dan mencetak dibuat.

Jejak akan ditempatkan pada mimbar dan direkam ke videomenggunakan standar kamera video. Setiap
bergerak, panci atau membesarkan harus dibuat dalam kamera. Adegan ditangkap kemudian bisa diedit.

Fotografi digital , akses web untuk fotografi saham dan non-linear editing program memiliki dampak
yang ditandai pada cara ini pembuatan film juga mengarah pada istilah ‘digimatic’.

Gambar dapat ditembak dan diedit dengan sangat cepat untuk memungkinkan keputusan kreatif
penting yang harus dibuat ‘hidup’. Foto komposit animasi dapat membangun adegan yang rumit yang
biasanya berada di luar anggaran banyaknya tes Film.

4. Buku-Buku Komik

Beberapa penulis telah menggunakan jenis gambar storyboard (meskipun agak samar) untuk scripting
buku komik mereka, sering menunjukkan pementasan tokoh,

latar belakang dan penempatan balon dengan instruksi untuk seniman yang diperlukan sering ditulis
dalam bentuk margin dan dialog atau keterangan ditunjukkan. John Stanley dan Carl Barks (ketika ia
menulis cerita untuk SMP Woodchuck judul) diketahui telah menggunakan gaya scripting.

5. Bisnis

Storyboard yang digunakan saat ini oleh industri untuk perencanaan kampanye iklan, iklan, sebuah
usulan atau presentasi bisnis lain yang dimaksudkan untuk meyakinkan atau memaksa untuk bertindak.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait :  6 Pengertian Teknologi Informasi Menurut Para Ahli

Perusahaan konsultan mengajarkan teknik untuk staf mereka untuk menggunakan selama
pengembangan presentasi klien, sering mempekerjakan “teknik kertas coklat” dari merekam mock-up
slide presentasi dengan sepotong besar kertas kraft yang dapat digulung untuk transportasi mudah.
Storyboard awal dapat yang sederhana seperti judul slide pada Post-It catatan, yang kemudian diganti
dengan slide presentasi rancangan sebagaimana mereka diciptakan.

Storyboard juga ada dalam akuntansi dalam Sistem ABC (Sistem Biaya Berbasis Aksi) untuk
mengembangkan diagram alur proses rinci yang secara visual menunjukkan semua kegiatan dan
hubungan antar kegiatan.

Mereka digunakan dalam cara ini untuk mengukur biaya sumber daya yang dikonsumsi, mengidentifikasi
dan menghilangkan non-nilai-tambah biaya, menentukan efisiensi dan efektivitas dari semua kegiatan
utama, dan identitas dan mengevaluasi kegiatan baru yang dapat meningkatkan kinerja masa depan.

Sebuah ” kualitas storyboard “adalah alat untuk membantu memfasilitasi pengenalan dari proses
peningkatan kualitas menjadi sebuah organisasi.

Desain komik adalah jenis storyboard digunakan untuk menyertakan seorang pelanggan atau karakter
lain ke dalam narasi.

Desain komik yang paling sering digunakan dalam merancang situs web atau menggambarkan skenario
penggunaan produk selama desain.

Komponen–Komponen Storyboard

Pada umumnya penulisan storyboard dan storyline sering menjadi satu kesatuan yang saling
mendukung terdiri dari beberapa adegan yang tersusun dan didalamnya terdapat :

 Bentuk adegan atau potongan-potongan gambar sketsa

 Bentuk (alurcerita) untuk memperjelas gambar sketsa

 Bentuk dramatisasi (adegan yang berisi tentang adegan karak tertertentu)

Dengan Storyboard tidak hanya akan mempercepat proses pembuatan film, tetapi juga untuk
mewujudkan visi artistik produk Multimedia yang akan di buat. Sehingga dengan mengacu pada rencana
shooting dalam storyboard para pemain dan kru dapat mengerjakan tugas mereka masing-masing
dengan cepat atau tepat. Storyboard secara gamblang memberikan tataletak visual dari adegan seperti
yang terlihat melalui lensa kamera.
Gambar: Template Storyboard

Untuk itu terdapat kaidah yang harus ada dalam pembuatan storyboard. Format dan susunannya bisa
disesuaikan oleh masing-masing storyboarder. Komponen-komponen penyusun storyboard yang harus
ada pada template adalah berikut:

 Bagian Judul: Berisi tentang Judul, Episode, Scene, dan Halaman.

 Bagian Sub Judul:Berisi tentang Penjelasan Takeshot, Panel, Squence, Lokasi, danSetting Waktu.

 Bagian Visual: Berisi tentang Gambaran adegan dengan menyisipkan visual atau foto, grafis, dll.
Anda juga dapat mencakup teks yang akan ditampilkan di layar, atau Anda dapat membuat
bagian lain untuk teks.

 Bagian Audio: berisi tentang uraian audio yang akan melengkapi berupa nama dari file musik
atau rekaman, dan atau efek suara (SFX) yang akan bermain dilayar masing-masing.
 Bagian Dialog/Action : berisi detil action dan pergerakan kamera (framing, angle) serta dialog
adegan (jika ada).

 Bagian Properties : berisi tentang penjelasan artistic, property, wardrobe, dan Timing atau dur.

Ingat, semakin rapi, detil dan terbaca maka semakin bagus storyboard tersebut. Dan Bagian-bagian
tersebut penempatan dalam template bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing studio.

Prinsip Storyboard

Storyboard merupakan konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media untuk
menyampaikan pesan dan gagasan secara visual, termasuk audio dengan mengolah elemen desain grafis
berupa bentuk dan gambar,

huruf dan warna, serta tata letaknya, sehingga pesan dan gagasan dapat diterima oleh sasarannya.
Storyboard juga tidak terbatas hanya pada pembuatan animasi atau film saja karena produksi iklan,
game,

cd multimedia dan elearningpun menggunakan story board. Apa yang harus diperhatikan pada penulisan
storyboard?

Ada beberapa Prinsip dalam penyusunan storyboard antara lain:

 Pesan visual harus kreatif (asli, luwes dan lancar),

 Komunikatif,

 Efisien dan efektif,

 Sekaligus indah atau estetis.

Untuk memenuhi Prinsip prinsip tersebut maka konsep dan strategi yang harus dilakukan.

KONSEP 5 W + 1 H =‘What, Why, Who, Which, Where, How.’

Meliputi :

1. Ide cerita dan pesan apa yang disajikan dalam naskah

2. Apa jenis genre dan suasana yang hendak dicapai


3. Apa settingnya (lokasi dan waktu) dan bagaimana alurnya

4. Kepada siapa cerita ini diperuntukan (anak – anak, dewasa, atau segala usia)

5. Bagaimana cara pengambilan gambarnya (pemilihan warna, framing, dan angle)

6. Apa peluang dan target dari pembuatan film tersebut

7. Apa yang diperlukan untuk mendukung cerita (property, wardrobe,actor/aktris)

8. Kebiasaan, pola dan cara

9. Teknik Pendekatan komunikasi dan kreatif apa yang tepat untuk itu

Proses Pembuatan Storyboard

Berikut ini terdapat beberapa proses pembuatan storyboard, diantaranya adalah:

 Storyboard adalah visualisasi ide dari aplikasi yang akan dibangun, sehinggadapat memberikan
gambaran dari aplikasi yang akan dihasilkan atau tepat. Storyboard secara gamblang
memberikan tata letak visual dari adegan seperti yang terlihat melalui lensa.

 Seorang pembuat Storyboard harus mampu menceritakan sebuah cerita yang Untuk
mencapainya, mereka harus mengetahui berbagai film, dengan pengertian tampilan yang bagus,
komposisi, gambaran berurut dan editing. Mereka harus mampu untuk bekerja secara sendiri
atau dalam sebuah bagian tim. Mereka harus mampu menerima arahan dan juga bersiap
membuat perubahan terhadap hasil kerja mereka.

 Sebelum membuat Storyboard, disarankan untuk membuat cakupan Storyboard terlebih dahulu
dalam bentuk rincian naskah yang kemudian akan dituangkan detail grafik dan visual untuk
mempertegas dan memperjelas tema. Batasan produksi terakhir akan dijelaskan supaya sesuai
dengan jenis produksi yang ditentukan, misalnya Storyboard akan digunakan untuk film, iklan,
kartun ataupun video.

 Untuk proyek tertentu, pembuat Storyboard memerlukan ketrampilan menggambar yang bagus
dan kemampuan beradaptasi terhadap gaya yang bermacam. Mereka harus mampu untuk
mengikuti desain yang telah dikeluarkan dan menghasilkan kerja konsisten, yang digambar pada
model.

Contoh Storyboard

1. Contoh storyboard dengan framing dan angle yang detil


 Untuk mempermudah membuat storyboard, maka harus dibuat sebuah rencana kasar sebagai
dasar pelaksanaan. Outline  dijabarkan dengan membuat point- point pekerjaan yang berfungsi
membantu untuk mengidentifikasi material apa saja yang harus dibuat, didapatkan, atau
disusun supaya pekerjaan dapat berjalan.

 Dengan menggunakan outline  saja sebenarnya sudah cukup untuk memulai tahapan


pelaksanaan produksi, tetapi dalam berbagai model proyek video, seperti iklan televisi, company
profile, sinetron, drama televisi, film cerita dan film animasi tetap membutuhkan skenario
formal yang berisi dialog, narasi, catatan tentang setting lokasi, action, lighting, sudut dan
pergerakan kamera, sound atmosfir, dan lain sebagainya.

Penggunaan Storyboard jelas akan mempermudah pelaksanaan dalam prosesproduksi nantinya. Format
apapun yang dipilih untuk Storyboard, informasiberikut harus dicantumkan:

1. Sketsa atau gambaran layar, halaman atau

2. Warna, penempatan dan ukuran grafik, jika

3. Teks asli, jika ditampilkan pada halaman atau


4. Warna, ukuran dan tipe font jika ada

5. Narasi jika

6. Animasi jika

7. Video, jika

8. Audio, jika

9. Interaksi dengan penonton, jika

10. Dan hal-hal yang perlu diketahui oleh staf produksi

Langkah – langkah dalam membuat storyboard sebagai berikut :

1. Catat poin-poin penting, ide, serta konsep yang akan di masukan didalam storyboard.

2. Storyboard anda harus pada dasarnya merupakan gambar serial, dan dilengkapi uraian semua
langkah dan keterangan yang diperlukan untuk menyelesaikan tujuan dibuatnya film .

3. Membuat sketsa kasar visual untuk semua frame

4. Visual dengan jelas menampilkan adegan utama,

5. Storyboard dapat dirancang menggunakan dikertas dengan coretan dan tulisan manual atau
dengan perangkat lunak seperti Microsoft Word

2. Contoh storyboard dengan kertas secara manual


Dari contoh diatas bisa diambil kesimpulan ,Jangan beranggapan bahwa Storyboard itu hal yang susah,
bahkan point-point saja asalkan bisa memberi desain besar bagaimana materi diajarkan sudah lebih dari
cukup.

Cara membuatnya juga cukup dengan software pengolah kata maupun spreadsheet yang kita kuasai,
tidak perlu muluk-muluk menggunakan aplikasi pembuat Storyboard professional.

Demikianlah pembahasan mengenai Storyboard adalah – Template, Fungsi, Tujuan, Proses &


Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian
semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Anda mungkin juga menyukai