BASIC SKILL
ETAP (Electric Transient Analysis Program)
Supriyanto and Team
MODUL PEMBELAJARAN ETAP
I. Pengenalan Program ETAP 12.6.0
Gambar I.1 Tampilan layar awal ETAP 12.6.0
Gambar I. 1 memperlihatkan tampilan awal ketika membuka perangkat lunak
ETAP 12.6.0
Gambar I.2 Tampilan membuka lembar kerja baru
Gambar I.2 merupakan langkah dari membuat lembar kerja baru pada perangkat
lunak dengan mengklik new project pada menu bar file. Kemudian akan muncul
Create New Project File.
Gambar I.3 Create new project file
Gambar I.3 merupakan tampilan dari Create New Project File yang diperuntukkan
untuk menulis nama file, memilih sistem yang akan digunakan yaitu english atau
metric serta menentukan tempat untuk penyimpanan file yang telah dibuat.
Gambar I.4 User information
Gambar I.4 merupakan user information sebagai pelengkap data informasi file
diantaranya input data full name serta deskripsi file yang akan dibuat.
Gambar I.5 Tampilan memulai lembar kerja
Gambar I.5 memperlihatkan lembar kerja pada OLV1 (Edit Mode). Pada OLV1
semua komponen dipasang dan di uji. Untuk project editor digunakan untuk men
setting nilai dan jenis pada saat pengujian dilakukan.
Protection and
Measurement Element
Mode Menu Toolbar Main Toolbar
Systems Toolbar
Elements Toolbar
AC Elements
System Wizard
DC Elements
Gambar I.5 Tampilan penuh lembar kerja
Gambar I.5 menampilkan beberapa toolbar yang digunakan dalam merancang one
line diagram pada lembar kerja. Setiap toolbar mempunyai fungsinya masing-
masing.
MODUL II
MEMBUAT SINGLE LINE DIAGRAM MENGGUNAKAN SOFTWARE
ETAP
II. Membuat Single Line Diagram Menggunakan Software ETAP
1. Pada pembuatan single line diagram akan menggunakan elemen seperti pada
gambar II.1
Gambar II.1 Elemen Pada Program ETAP
2. Kemudian gambarkan elemen-elemen tersebut pada halaman berwarna putih
seperti pada gambar II.2
Gambar II.2 Halaman Untuk penggambaran Single Line Diagram
3. Dalam proses pembuatan single line diagram, dapat juga ditambahkan garis
bantu pada halaman berwarna putih untuk memudahkan penggambaran, dengan
memilih menu “Show Grid Line” seperti pada gambar II.3
Gambar II.3 Menu Show Grid Line
4. Pada pembuatan single line diagram langkah yang pertama yaitu power grid.
Klik kemudian letakan pada halaman berwarna putih dimanapun.
Gambar II.4 Power Grid
5. Kemudian penambahan transmission line, lalu letakan pada halaman berwarna
putih.
Gambar II.5 Transmission Line
6. Penambahan Transformer. Pada trafo terdapat trafo jenis two-winding
transformer( lingkaran berwarna merah) dan three winding transformer
(lingkaran berwarna biru).
Gambar II.6 Transformator
7. Kemudian penambahan kabel.
Gambar II.7 Kabel
8. Penambahan Load / Beban. Pada software ETAP terdapat lumped load
(lingkaran berwarna merah) dan static load (lingkaran berwarna biru).
Gambar II.8 Load (Beban)
9. Kemudian penambahan bus untuk menghubungkan Power Grid dan
Transmission line. Lalu bus 2 untuk menghubungkan transmission line menuju
trafo, bus 3 menghubungkan trafo dan kebal lalu bus 4 menghubungkan kabel
pada beban. Dalam penambahanna, agar memudahkan yaitu double klik pada
ikon bus lalu tempatkan, jadi tidak perlu untuk mengklik kembali ikon bus.
Gambar II.9 Bus
10. Setelah itu hubungkan elemen yang sudah dipilih dengan klik satu persatu
sampai muncul warna lalu drag pada elemen berikutnya.
11. Selanjutnya jika ingin melakukan sinkronisasi lain, contoh jika ingin
menambahkan kabel dan beban yang lain dapat menjadikannya sebagai
template yang digunakan beberapa kali. Langkah nya ditunjuan pada gambar.
Drag elemen yang akan dijadikan template. Kemudian klik ikon “Add To OLV
Template” (lingkaran berwarna merah).
Kemudian dapat menyimpan template tersebut. Setelah itu jika kita ingin
menambahkan kabel dan beban kembali, klik ikon “Get Template” seperti pada
gambar.
Setelah klik ok, elemen kabel dan load akan ditampilkan seperti pada gambar.
12. Kemudian jika ingin menghapus elemen-elemen tersebut pada template, yaitu
dengan cara drag elemennya lalu klik kanan pilih menu “ungroup”.
13. Selanjutnya jika kita ingin menambahkan elemennya kembali setelah dihapus
maka dapat ditampilkan melalui ikon “System Dumpster”. Contoh mengahapus
elemen load.
Kemudian menampilkan elemen loadyang telah dihapus, setelah itu untuk
menampilkannya kembali pada single line diagram dilakukan dengan cara copy
“CTRL+C” lalu paste “CTRL+V”
14. Selanjutnya jika kita mempunyai sistem yang besar, dan ingin
menambahkannya sebagai netwrok ( jaringan ). Klik ikon “Composite
Network”.
Kemudian hubungkan composite network pada single line diagram.
Pada composite network menampilkan 4 titik. Kita dapat menambahkan
diagram garis apapun yang kita ingin hubungkan. Contoh kita ingin
menambahkan load, maka klik “Template”
Selanjutnya klik OK dan ingin menghubungkan dengan bus 3. Maka load akan
terhubung dengan titik atas dan bus 3.
Maka pada composite network, dapat menambahkan beberapa elemen dalam
jaringan dan menghubungkannya.
MODUL PEMBELAJARAN ETAP
III. Penambahan Rating pada Komponen
Gambar III.1 Single line diagram
Gambar III. 1 memperlihatkan gambar single line diagram yang telah
dibuat. Seluruh keterangan bernilai 0 karena belum adanya penambahan serta
pengaturan rating pada setiap komponen single line diagram.
III. 1 Rating pada Grid
Gambar III.2 Grid
Grid merupakan pembangkit utama yang menyuplai seluruh susunan
penyaluran energi listrik. Penambahan rating dilakukan dengan klik kanan pada
bagian komponen untuk mengedit pada grid editor. Berikut beberapa hal yang
perlu diinput dalam rating grid diaplikasi ETAP.
Gambar III.3 Power Grid Editor-Info
Gambar III.3 menampilkan power grid editor sebagai tempat untuk
mengedit serta menambah rating pada grid. Berikut beberapa nilai rating yang
penting untuk diinput serta diubah dalam power grid editor pada bagian info :
a. ID : Nama dari komponen pembangkit
b. Bus : Nama bus yang terpasang pada pembangkit/grid
c. Connection : Memperlihatkan grid terpasang pada rangkaian 3 atau 1
fasa
d. Mode : Operasi mode yang dipakai
Gambar III.4 Power Grid Editor-Rating
Gambar III.4 memperlihatkan rating pada power grid editor dan biasanya
pada proses awal memenentukan nilai dari kV pada grid pada bagian Rated Kv.
Selain itu memperlihatkan nilai sistem yang akan dipakai yaitu balanced atau
unbalanced.
Gambar III.5 Power Grid Editor-Short Circuit
Gambar III.5 memperlihatkan data short circuit pada power grid editor.
Dalam bagian ini kita dapat memilih rangkaian antara grounding atau tidak. Input
data yang dimasukan pada bagian ini biasanya pada MVAsc dan nilai X/R. Nilai
input yang lainnya akan langsung disesuaikan secara otomatis dari sistem ETAP.
III. 2 Rating pada Saluran Transmisi
Gambar III. 6 Trasmission Line
Transmisi line merupakan saluran transmisi yang dirangkai pada gambar
single line diagram. Berikut penambahan rating pada saluran transmisi :
Gambar III.6 Transmission Line Editor-Info
Gambar III.6 menampilkan trasmission line editor sebagai tempat untuk
mengedit serta menambah rating pada saluran transmisi. Berikut beberapa nilai
rating yang penting untuk diinput serta diubah dalam trasmission line editor pada
bagian info :
a. ID : Nama dari saluran transmisi
b. From-To : Menjelaskan asal bus serta tujuan bus dari pemasangan
transmisi line tersebut.
c. Length : Data masukan ukuran panjang transmisi yang disertai
dengan pemilihan unit diantaranya ft, mile, m, km dengan batas
toleransi yang ditentukan.
Gambar III.7 Transmission Line Editor-Parameter
Gambar III.7 memperlihatkan data parameter pada transmission line
editor. Dalam bagian ini kita menentukan jenis konduktor pada bagian fasa,
pembumian dengan mengklik conductor library pada bagian kanan.
Gambar III.8 Library Quick Pick - Transmission Line (Phase Conductor)
Gambar III.8 memperlihatkan tampilan library quick pick pada
transmission line (Phase Conductor). Pada bagian ini kita bisa menentukan sistem
unit yang dipakai, frekuensi, dan tipe konduktor yang tertera pada bagian atas.
Selain itu, menentukan source name serta jenis ukuran standar transmisi yang
ditentukan. Setelah mengklik ok, nilai input lain akan menyesuaikan sesuai
dengan sistem pada ETAP.
Gambar III.9 Library Quick Pick - Transmission Line (Ground Wire)
Gambar III.8 memperlihatkan tampilan library quick pick pada
transmission line (Ground Wire). Pada bagian ini kita bisa menentukan sistem
unit yang dipakai, frekuensi, dan tipe konduktor yang tertera pada bagian atas.
Selain itu, menentukan source name serta jenis ukuran standar transmisi yang
ditentukan. Setelah mengklik ok, nilai input lain akan menyesuaikan sesuai
dengan sistem pada ETAP.
Gambar III.9 Transmission Line Editor – Configuration
Gambar III.9 memperlihatkan tampilan configuration pada transmission
line editor. Pada bagian ini kita bisa menentukan jenis konfigurasi yang dipasang.
Biasanya dilakukan pemasangan dalam 2 jenis tipe yaitu tipe konfigurasi
horizontal atau konfigurasi vertikal. Kemudian, mengasumsikan nilai dari
ketinggian (height) dan jarak (spacing) pada setiap fasa. Selain itu, menentukan
jumlah dari pentanahan (number of ground wires) serta jarak yang terpasang pada
pentanahan.
III. 3 Rating pada Transformer
Gambar III. 10 Transformer
Transformer atrau trafo merupakan komponen pada ETAP ynga
digunakan untuk menaikan atau menurunkan nilai tegangan. Berikut penambahan
rating pada trafo
Gambar III. 11 2-Winding transfomer editor-Info
Gambar III.11 menampilkan 2-Winding transfomer editor sebagai tempat
untuk mengedit serta menambah rating pada trafo. Berikut beberapa nilai rating
yang penting untuk diinput serta diubah dalam 2-Winding transfomer editor-T1
pada bagian info :
a. ID : Nama dari trafo
b. Prim : Menjelaskan bagian primer trafo terpasang pada nomor
bagian bus (biasanya terspasang dari asal).
c. Sec : Menjelaskan bagian sekunder trafo terpasang pada nomor
bagian bus (biasanya terpasang ke tujuan).
d. Standard : Bagian ini memperlihatkan bagian sekandar ANSI dan
IEC.
Gambar III. 12 2-Winding transfomer editor -Rating
Gambar III.12 memperlihatkan tampilan rating pada 2-Winding
transfomer editor. Pada bagian ini kita mengisi nilai rating tegangan (voltage
rating) baik pada bagian primer maupun pada bagian sekunder. Selain itu kita
mengisi rating daya (power rating) dengan satuan yang dapat disesuaikan MVA
atau kVA. Secara otomatis nilai dari FLA (Full Load Ampere) akan muncul
setelah mengisi rating tegangan dan rating daya.
Gambar III. 13 2-Winding transfomer editor-Impedance
Gambar III.13 memperlihatkan tampilan impedance pada 2-Winding
transfomer editor. Pada bagian ini kita bisa melakukan input data impedansi
secara mandiri. Adapun yang lebih mudah dengan meklik typical Z& X/R sebagai
typical data yang secara otomatis memunculkan data impedansi yang telah
disesuaikan dengan data rating masukan sebelumnya. Selain itu, tidak lupa juga
dengan mengklik typical value untuk mengisi secara otomatis data pada bagian No
Load Test Data.
III. 4 Rating pada Kabel
Gambar III. 14 Cable
Kabel merupakan saluran yang dirangkai pada gambar single line diagram
terutama menghubungkan jaringan pada load atau beban. Berikut penambahan
rating pada kabel pada bagian info:
Gambar III. 15 Cable Editor-Info
Gambar III.15 menampilkan trasmission line editor sebagai tempat untuk
mengedit serta menambah rating pada saluran transmisi. Berikut beberapa nilai
rating yang penting untuk diinput serta diubah dalam trasmission line editor pada
bagian info :
a. ID : Nama dari kabel
b. From-To : Menjelaskan asal bus serta tujuan bus dari pemasangan
kabel tersebut.
c. Length : Data masukan ukuran panjang kabel yang disertai dengan
pemilihan unit diantaranya ft, mile, m, km dengan batas toleransi yang
ditentukan.
d. Library : Menentukan jenis kabel yang akan digunakan
Gambar III. 16 Cable editor-library quick pick
Gambar III.16 memperlihatkan tampilan library quick pick pada cabel
editor. Pada bagian ini kita harus menentukan jenis konduktor yang sesuai untuk
digunakan dengan cara mengklik standar pada bagian atas. Standar yang dipilih
juga harus disesuaikan dangan unit yang ada serta tegangan yang sebelumnya
telah diinput pada nilai grid atau trafo. Kemudian, menentukan ukuran kabel (size)
yang akan digunakan pada bagian bawah.
III. 5 Rating pada Beban
Gambar III. 17 Lumped load
Lumped load merupakan jenis beban eban yang banyak mengandung
motor listrik, sehingga dapat mempengaruh tegangan sistem ketika start.
Gambar III. 18 Lumped load editor-Info
Gambar III.18 memperlihatkan tampilan info pada lumped load editor.
Pada bagian ini menentukan nama jenis beban pada ID. Bus memberikan
keterangan pada bagian mana beban terkain terpasang.
Gambar III. 19 Lumped load editor-Info
Gambar III.18 memperlihatkan tampilan nameplate pada lumped load
editor. Pada bagian ini biasanya memasukan nilail MW serta power factor (%PF).
Secara otomatis, nilai dari MVA, Mvar dan Amp akan terisi dengan
menyesuaikan.
III. 5 Rating pada Generator Sinkron
Gambar III. 19 Synchronous Generator
Generator sinkron merupakan mesin listrik arus bolak balik yang
menghasilkan tegangan serta arus bolak balik atau AC (Alternating Current)
dengan cara kerja yaitu mengubah energi gerak menjadi energi listrik dengan
adanya induksi medan magnet
Gambar III. 20 Synchronous generator editor-info
Gambar III.20 memperlihatkan tampilan info pada synchronous generator
editor. Pada bagian ini menentukan nama jenis beban pada ID. Bus memberikan
keterangan pada bagian mana generator sinkron terpasang. Selain itu, kita
menentukan mode operasi (operation mode) untuk memudahkan dalam analisis
sistem.
Gambar III. 21 Synchronous generator editor-rating
Gambar III.21 memperlihatkan tampilan rating pada synchronous
generator editor. Pada bagian ini biasanya memasukan nilai MW. Secara
otomatis, nilai dari kV, MVA, serta data Prime mover rating akan disesuaikan
baik dari sistem perangkat lunak maupun data sistem yang telah diinpu pada grid
sebelumnya. Selanjutnya, kita menentukan berapa nilai MW pada kategori
generator (Gen.Category). Salah satu contohnya adalah pada poin 1 dan 2, dengan
menentukan nilai MW pada design ataupun keadaan normal.
Gambar III. 22 Synchronous generator editor-Imp/Model
Gambar III.21 memperlihatkan tampilan Imp/Model pada synchronous generator
editor. Pada bagian ini kita mengisi nilai impedansi bisa dilakukan secara manual
atau cara mudah dengan klik typical data yang nantinya akan menyesuaikan.
Selain itu menentukan tipe generator, tipe rotor, serta exciter type.
III. 6 Rating pada Network
Gambar III.23 Network
Gambar III.24 Gambar layar
Gambar III.24. Merupakan representasi dari dalam network yang gambar
III.23. Masukan masih sama seperti kabel dan beban yang sebelumnya telah
dijelaskan.
III. 7 Cabel Manager
Gambar III.25 Cable Manager
Gambar III.26 Cable manajer-cabel selection
Gambar III.26 merupakan cable manager yang menentukan pemilihan
beberapa sistem. Kita bisa menentukan AC, DC, AC dan DC, 3 fasa atau 1 fasa,
dan nilai rating tegangan kabel.
MODUL IV
LOAD FLOW AND TYPE OF BUSES IN ETAP
Load flow adalah studi aliran beban yang digunakan untuk memberikan solusi pada
power sistem. Misalnya untuk single line diagram yang telah dibuat, dengan load flow
analisis kita dapat mengetahui nilai tegangan, sudut fasa, daya yang mengalir pada
seluruh sistem.
Tujuan:
1. Dapat digunakan untuk menapilkan hasil numerik pada power sistem
2. Dapat digunakan untuk menghitung keadaan voltage dan sudut fasa
3. Dapat digunakan untuk menghitung daya nyata dan daya reaktif aliran daya
4. Load flow juga membantu merancang gardu, pemilihan kabel, jalur transmisi,
insulator dan circuit breaker.
Teknik Iterasi pada Load Flow
1. Metode Gauss Seidel
2. Metode Newton Raphsom
3. Metode Fast Decoupled
MODUL PEMBELAJARAN ETAP
IV.1 Load Flow
Load flow merupakan suatu analisis pada perangkat lunak ETAP yang
digunakan untuk:
1. Menyediakan solusi numerik pada sistem tenaga kita. Sebegai contok
memeriksa nilai-nilai yang dimasukan pada sistem single line diagram
yang dibuat.
2. Menghitung keadaan tunak tegangan serta sudut fasa.
3. Menghitung aliran daya real dan daya reaktif memalui sebuah sistem
tenaga.
4. Membantu merancang percabangan, pemilihan kabel, saluran transmisi,
isulator, dan pemutus sirkuit.
IV. 2 Load Flow Iteration Techniques
Terdapat beberapa metode yang digunakan pada analisis load flow,
diantaranya :
1. Metode Gaus Siedel
2. Metode Newton Raphson
3. Metode Fast decoupled
IV. 3 Tipe pada BUS
a. Beban bus atau PQ bus : kita mengetahui bahwa P dan Q diserap oleh bus,
tetatpi kita tidak mengetahui nilai tegangan serta sudut fasa.
b. Generator bus ata PV bus : kita tahu bahwa P atau daya aktif dan nilai
tegangan, tetapi kita tidak mengetahui daya daya reaktif dan sudut fasa.
c. Swing bus atau reference bus : kita tahu tegangan dan sudut fasa, tetapi
kita tidak mengetahui daya reaktif maupun daya aktif.
MODUL V
LOAD FLOW ANALYSIS USING ETAP
V. Load Flow Analysis Menggunakan ETAP
1. Contoh pada single line diagram dibawah ini. Load flow analisis dilakukan
dengan cara klik ikon seperti pada gambar.
2. Setelah klik ikon tersebut maka akan muncul nilai-nilai seperti pada gambar
Nilai yang ditunjukan dengan warna merah tersebut mewakili nilai yang kita
lihat. Misalnya terdapat nilaidaya aktif dan daya reaktif. Maka untuk
menampilkannya kita dapat meng klik ikon “Unit”
Pada ikon “Unit” dapat menampilkan satuan yang ada pada load flow tersebut.
Kita dapat mengganti satuan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan disesuaikan
dengan yang ada pada software ETAP. Kemudian pada gambar ditampilkan
nilai 100%, 98% dan lainnya nilai tersebut mewakili nilai tegangan. Contoh
pada nilai 98%, merupakan nilai tegangan dari titik yang dilewati dari teganga
asli sehingga memiliki drop tegangan yang kecil sebesar 0,02%.
3. Kemudian pada ikon “% V” dapat menampilkan voltage presentase.
Pada ikon tersebut jika kita mengklik dan ditekan lama, maka menampilkan
satuan yang berbeda dan dapat diubah seperti pada gambar dibawah ini. Dari
satuan kilo volt atau volt.
Kemudian pada ikon tersebut dapat mengganti satuan seperti pada gambar
dibawah ini. Misalnya jika kita memilih satuan kilowatt maka pada tampilan
aliran load flow hanya akan ditampilkan nilai dengan satuan kilo watt.
4. Kemudian pada menu “Display Option” menampilkan tegangan bus yang dapat
diganti satuannya. Kemudian dapat menampilkan power flows, Tampilan AC
dan DC seperti gambar dibawah ini.
5. Lalu pada ikon “ Load Terminal Voltage” menampilkan tegangan pada terminal
generator.
6. Pada ikon “ Load Analysis” akan menampilkan kategori pemuatan pada
elemen-elemen.
Contoh pada Loading Category kita dapat menggantinya sesuai dengan
spesifikasi yang ada pada ETAP, yang akan muncul pada elemen-elemen jika
kita klik dua kali pada kategori yang diinginkan. Kemudian terdapat juga power
faktor pada beberpa opsi yang dapat membantu untuk menganilisis sistem.
7. Kemudian pada menu “ Report Manager” menampilkan hasil dan summary
yang kita inginkan pada sistem. Seperti pada gambar dibawah ini.
Contohnya jika ingin menampilkan seluruh nilai dari aliran beban kita dapat
melihat dan menampilkannya dalam bentuk file pdf, docs, excel dan lainnya
sesuai dengan yang terdapat pada ETAP. Seperti pada gambar dibawah ini,
untuk menampilkannya kita memilih menu Result kemudian pilih Load Flow
Report.
Kemudian setelah memilih Load Flow Report, akan menampilkan hasil nya
pada file yang kita inginkan. Seperti pada gambar dibawah ini. Pada bagian bus
terdapat nomor bus, lalu menampilkna besar tegangan, beban dan lainnya.
8. Kemudian pada ikon “ Allert View” dapat menunjukan keadaan sistem jaringan
dalam keaadan normal atau tidak.
Pada menu allert view akan memunculkan marginal dan critical errors. Jika
mada allert view terdapat menu critical, maka terdapat kesalahan yang harus
segera diperbaiki pada single line dan parameter yang telah dibuat. Jika terdapat
marginal error, sistem masih dapat bekerja dengan baik, tetapi lebih baik jika
diperbaiki.
9. Kemudian pada ekemen genarator, jika klik dua kali maka akan muncuk
parameter seperti pada gambar dibawah ini.
Ketika kita merancang generator dapat menentukan rating (MW, Mvar). Untuk
menginputkan data parameter pada Qmax dan Qmin dapat menggunakan
Capability Curve. Lalu akan menampilkan nilai Qmin dan Qmax dari generator.
10. Karena kita mengubah gerator, maka kita harus melakukan load analysis
kembali. Kemudian cek apakah terdapat marginal dan critical error pada “Allert
View”.
Pada menu “Allert View” tidak memiliki marginal dan critical error karena
pada generator kita harus menginputkan data Qmin dan Qmax dengan
menggunakan “Capability Curve” untuk memberikan eksitasi pada generator
tersebut.
11. Pada menu “Edit Study Cases” akan menampilkan metode analisis tergantung
apa yang akan digunakan. Kemudian menampilkan nomor maksimum iterasi
dalam menyelesaikan persamaan sistem tenaga. Pada nomor iterasi secara
default diisi 99 presesi kesalalahan (Precision) 0,001. Pada initial voltage dapat
menambahkan “User Defined Voltage.
12. Kemudian pada loading, dapat menentukan loading kategory dan juga kategori
pada generator.
13. Pada menu “Allert” ketika kita ingin mengetahui kapan allert beropreasi.
Sebagai contoh jika pada generator mengalami error over excited atau under
excited akan memberikan “Allert” tergantung pada nilai yang diinpitkan.
14. Untuk bus voltage, pada input data tersebut jika mencapai 95% dari tegangan
berarti berada dalam critical position. Jika kita mencapai tegangan labih dari
105% juga merupakan critical error.
15. Selanjutnya contoh untuk Loading terdapat marginal dan critcal. Contoh untuk
pemuatas bus jika mencapai 100% maka merupakan critical, juga untuk kabel,
line dan lainnya. Lalu untuk marginal, marginal case dmulai dari 95-100. Jika
berada dalam nilai tersebut maka akan berada dalam posisi marginal.
Kita dapat mengubah nilai0nilai sesua dengan studi kasus. Misal loading bus
diganti menjadi 90%.
MODUL VII
SHORT CIRCUIT ANALYSIS FOR POWER SYSTEM
Short circuit anaylsis digunakan untuk :
1. Untuk dapat memilih peralatan switch gear seperti CB, fuse dan pengaman lainnya.
2. Untuk menyesuaikan setting relay yang dapat membedakan antara arus beban lebih dan
arus gangguan.
3. Digunakan dalam studi stabilitas sistem tenaga.
Jenis-jenis gangguan :
Gangguan hubung singkat simetris, yaitu :
1. Gangguan hubung singkat 3 ke tanah.
2. Gangguan hubung singkat 3 fasa.
Gangguan hubung singkat asimetris, yaitu :
1. Gangguan hubung singkat 2 fasa.
2. Gangguan hubung singkat 2 fasa ke tanah.
3. Gangguan hubung singkat 1 fasa ke tanah.
Penyebab dari gangguan dalam sistem tenaga listrik, yaitu :
1. Kegagalan isolasi kabel atau peralatan.
2. Gangguan sementara karena antar fasa saling menyentuh yang disebabkan oleh angina tau
pohon.
3. Pemotongan jalur transmisi atau distribusi.
4. Flashover oleh sambaran petir ke saluran transmisi.
Langkah Kerja :
1. Membuat rangkaian seperti gambar dibawah.
2. Memilih menu short circuit analysis.
3. Lalu memilih bus yang akan diberi gangguan, contohnya memilih bus 2, yaitu dengan cara
pilih bus klik kanan lalu pilih “Fault” lalu warna bus akan berubah menjadi merah.
4. Lalu memilih menu Run 3-Phase Device Duty (IEC 60909), selanjutnya mengisi nama file
contohnya SC1.
5. Setelah itu dapat menaplikan besar arus hubung singkatnya.
6. Selanjutnya cara mengetahui satuan yang dipakai yaitu pada tegangan dapat diganti
satuannya, seperti yang ditampilkan menggunakan satuan kilo volt. Lalu pada arus, kita
dapat memilih 3 fasa, nilai RMS simetris atau peak. Kemudian kita akan memilih nilai
RMS simetri dan beri centang pada bagian show link lalu klik OK.
7. Cara lain untuk memilih bus yang akan diberi gangguan hubung singkat yaitu dengan cara
memilij “Edit Study Cases” kemudian akan menampilkan bus selection, Fault dan Don’t
Fault. Jika bus yang akan diberi gangguan maka inputkan pada kolom Fault dan sebaliknya.
8. Contoh nya jika kita akan memilih bus 3 dan bus 4 yang tidak akan diberi gangguan maka
kita pindahkan ke kolom Don’t Fault dengan cara klik bus 3 lalu klik Fault>>. Sehingga
tersisa bus 2 yang akan diberi gangguan. Kemudian klik OK.
9. Kemudian “Run” short circuit berupa run line to ground, line to line, line tp line to ground
dan 3 fasa.
10. Untuk mengidentifikasi nilai apa yang kita dapat, maka kita dapat menampilkannya pada
report, dengam cara memilih short circuit report seperti pada gambar dibawah.
Setelah menampilkan short circuit repot kita bisa melihat besar arus gangguan pada setiap
bus yaitu ketika gangguan hubung singkat satu fasa tanah, tiga fasa dan impedansi urutan
positif dan nol