Nama : Imam Maulana Al’arief
Kelas : Sistem Komputer Sore 19.2 Siliwangi Microcontroller III
NIM : 888 740 109 190 186
Function Block Diagram pada ESP32
Mencari Singkatan dan penjelasan dalam ESP32 Function Blok Diagaram :
Embadded Flash
SPI (Serial Peripheral Interface)
SPI adalah standar komunikasi sinkron data serial yang dikenalkan oleh Motorola
yang bekerja pada mode full duplex. SPI merupakan high-speed synchronous serial
input/output (I/O) port yang memungkinkan untuk pengaturan lebar data yang akan
digeser masuk atau keluar dari device dan juga memungkinkan pengaturan pada
kecepatan transfer data [5]. Port SPI memiliki empat jalur sinyal yaitu MOSI, MISO,
SCK, dan SS.
● MOSI (Master Out Slave In) adalah pin ketika piranti dikonfigurasi sebagai master,
maka pin MOSI ini sebagai output, tetapi jika piranti sebagai slave, pin MOSI ini
sebagai input.
● MISO (Master In Slave Out) adalah pin ketika piranti dikonfigurasi sebagai master,
maka pin MISO ini sebagai input, tetapi jika piranti sebagai slave, pin MISO ini
sebagai output
● SCK (Serial Clock) adalah pin ketika piranti dikonfigurasi sebagai master, maka pin
SCK ini sebagai output atau pembangkit clock, tetapi jika piranti sebagai slave maka
pin SCK sebagai penerima clock dari periferal master.
● SS (Slave Select) adalah pin yang berguna untuk mengkonfigurasi piranti
mikrokontroler, berfungsi sebagai master atau slave. Jika pin SS diberi logika high
maka piranti tersebut dikonfigurasi sebagai master, dan sebaliknya.
I2C (Inter-Integrated Circuit)
I2C adalah protokol interface yang dikembangkan oleh Philips Semiconductor dengan
konsep dasar komunikasi dua arah antar IC menggunakan dua kabel. Protokol ini
mengizinkan desain sistem untuk saling terkoneksi sampai 128 piranti yang berlainan
hanya dengan 2 jalur dua arah, satu untuk serial clock (SCL), dan satunya untuk serial
data (SDA) [6]. Setiap piranti yang terhubung dalam I2C memiliki alamat yang unik
yang dapat diakses secara perangkat keras dengan protokol master/slave. Setiap
piranti slave mempunyai alamat dan piranti master dapat memilih slave mana yang
akan menerima data atau men transmitt data.
I2S Interface
ESP32-S2 menyertakan antarmuka I²S standar. Itu dapat beroperasi dalam mode
master atau slave, dalam dupleks penuh dan setengah dupleks mode komunikasi, dan
dapat dikonfigurasi untuk beroperasi dengan resolusi 8-/16-/24-/32-/48-/64-bit sebagai
saluran masukan atau keluaran. Frekuensi clock BCK, dari 10 kHz hingga 40 MHz,
didukung. Saat antarmuka I²S dikonfigurasi dalam mode master, jam master dapat
dikeluarkan ke DAC/CODEC eksternal.
SDIO
SDIO adalah antarmuka ekspansi tipe SD. Selain dapat disambungkan ke kartu SD,
juga bisa disambungkan ke perangkat yang mendukung antarmuka SDIO. Tujuan
soket tidak hanya untuk memasukkan kartu memori. PDA dan laptop yang
mendukung antarmuka SDIO dapat dihubungkan ke penerima GPS, adaptor Wi-Fi
atau Bluetooth, modem, adaptor LAN, pembaca kode batang, radio FM, penerima TV,
pembaca otentikasi frekuensi radio, Atau kamera digital dan perangkat lain yang
menggunakan SD antarmuka standar. Protokol SDIO dikembangkan dan ditingkatkan
dari protokol kartu SD. Banyak tempat mempertahankan protokol baca dan tulis kartu
SD. Pada saat yang sama, protokol SDIO menambahkan perintah CMD52 dan
CMD53 ke protokol kartu SD. Karena itu, perbedaan penting antara spesifikasi kartu
SDIO dan SD adalah penambahan standar kecepatan rendah. Aplikasi target kartu
kecepatan rendah dimulai dengan perangkat keras terkecil untuk mendukung
kemampuan I / O kecepatan rendah. Kartu berkecepatan rendah mendukung aplikasi
seperti modem, pemindai kode batang, dan penerima GPS. Kartu berkecepatan tinggi
mendukung kartu jaringan, kartu TV dan kartu "combo", dll. Kartu kombinasi
mengacu pada memori + SDIO. Perbedaan penting lainnya antara SDIO dan kartu SD
SPEC adalah penambahan standar kecepatan rendah. Kartu SDIO hanya
membutuhkan SPI dan mode transmisi SD 1-bit. Aplikasi target dari kartu kecepatan
rendah adalah untuk mendukung kemampuan I / O kecepatan rendah dengan
pengeluaran perangkat keras yang minimal. Kartu berkecepatan rendah mendukung
aplikasi seperti MODEM, pemindai batang, dan penerima GPS. Untuk kartu
kombinasi, kecepatan penuh dan operasi 4BIT adalah persyaratan wajib untuk memori
internal dan bagian SDIO dari kartu. Pada perangkat SDIO non-gabungan, kecepatan
maksimum hanya boleh mencapai 25M, dan kecepatan maksimum kartu gabungan
sama dengan kecepatan maksimum kartu SD, yang lebih tinggi dari 25M.
UART (Universal Asynchronous Receiver-Transmitter)
UART adalah sebuah perangkat di dalam mikrokontroler yang digunakan untuk
melakukan komunikasi data serial. Perangkat keras UART dibagi ke dalam tiga
bagian/blok besar yaitu transmitter, receiver dan clock (clock generator). Blok
transmitter melakukan pengiriman data melalui pin TX. Sedangkan bagian receiver
melakukan penerimaan data melalui pin RX. Pada blok clock generator berhubungan
dengan setting kecepatan transfer data (baud rate).
CAN
CAN, nama lengkapnya adalah "Jaringan Area Pengontrol", yaitu, Jaringan Area
Pengontrol, yang merupakan salah satu bus lapangan yang paling banyak digunakan
di dunia. Awalnya, CAN dirancang sebagai komunikasi mikrokontroler di lingkungan
otomotif, pertukaran informasi antara berbagai perangkat kontrol elektronik ECU di
dalam kendaraan, membentuk jaringan kontrol elektronik otomotif. Misalnya,
perangkat kontrol CAN tertanam dalam sistem manajemen mesin, pengontrol
transmisi, peralatan instrumentasi, dan sistem tulang punggung elektronik.
Dal
am satu jaringan yang terdiri dari bus CAN, secara teori, node yang tak terhitung
jumlahnya dapat dihubungkan. Dalam aplikasi praktis, jumlah node dibatasi oleh
karakteristik kelistrikan perangkat keras jaringan. Misalnya, saat menggunakan
Philips P82C250 sebagai transceiver CAN, 110 node diizinkan untuk dihubungkan di
jaringan yang sama. CAN dapat menyediakan kecepatan transmisi data hingga 1Mbit /
dtk, yang membuat kontrol waktu nyata menjadi sangat mudah. Selain itu, fitur
verifikasi kesalahan perangkat keras juga meningkatkan kemampuan CAN untuk
menahan interferensi elektromagnetik.
Fitur CAN bus:
1) Dapat bekerja dalam mode multi-master. Setiap node di jaringan dapat secara aktif
mengirim informasi ke node lain di jaringan kapan saja, terlepas dari master dan
slave, dan mode komunikasinya fleksibel.
2) Node pada jaringan dapat dibagi menjadi beberapa prioritas berbeda untuk
memenuhi kebutuhan waktu nyata yang berbeda.
3) Mekanisme struktur bus arbitrase bit non-destruktif diadopsi. Ketika dua node
mengirimkan informasi ke jaringan pada saat yang sama, node dengan prioritas lebih
rendah secara aktif menghentikan transmisi data, sedangkan node dengan prioritas
lebih tinggi dapat terus mengirimkan data tanpa terpengaruh.
4) Data dapat diterima dalam beberapa mode transmisi: point-to-point, point-to-
multipoint dan siaran global.
5) Jarak komunikasi langsung maksimum bisa mencapai 10km (kecepatan di bawah
4Kbps).
6) Kecepatan komunikasi dapat mencapai hingga 1MB / s (jarak terjauh saat ini
adalah 40m).
ETH (Ethernet MAC Interface)
Media Access Controller (MAC) yang sesuai dengan IEEE-802.3-2008 disediakan
untuk komunikasi LAN Ethernet. ESP32 memerlukan perangkat antarmuka fisik
eksternal (PHY) untuk terhubung ke bus LAN fisik (twisted-pair, fiber,dll.). PHY
terhubung ke ESP32 melalui 17 sinyal MII atau 9 sinyal RMII. Dengan Ethernet
MAC (EMAC), fitur berikut didukung:
• Kecepatan 10 Mbps dan 100 Mbps
• Pengontrol DMA khusus yang memungkinkan transfer berkecepatan tinggi antara
SRAM khusus dan MAC Ethernet
• Bingkai MAC yang ditandai (dukungan VLAN)
• Operasi half-duplex (CSMA/CD) dan full-duplex
• Sublapisan kontrol MAC (frame kontrol)
• Pembuatan dan penghapusan CRC 32-bit
• Beberapa mode penyaringan alamat untuk alamat fisik dan multicast (alamat
multicast dan grup)
• Kode status 32-bit untuk setiap frame yang dikirim atau diterima
• FIFO internal untuk buffer mengirim dan menerima frame. FIFO pengirim dan FIFO
penerima keduanya 512
kata-kata (32-bit)
• Hardware PTP (protokol waktu presisi) sesuai dengan IEEE 1588 2008 (PTP V2)
•keluaran jam 25 MHz/50 MHz
IR (Infrared Remote Controller)
Pengontrol jarak jauh inframerah mendukung delapan saluran transmisi dan
penerimaan jarak jauh inframerah. Melalui pemrograman bentuk gelombang pulsa,
mendukung berbagai protokol inframerah. Delapan saluran berbagi 512 x 32-bit blok
memori untuk menyimpan bentuk gelombang transmisi atau penerima.
PWM (Pulse Width Modulation)
ESP32 memiliki 16 kanal PWM independen yang dapat dikonfigurasi untuk
menghasilkan sinyal PWM dengan pengaturan yang berbeda – beda. Semua pin yang
dapat menjadi keluaran dapat dipergunakan sebagai pin PWM (kecuali GPIO 34
hingga 39)
Untuk mengatur sinyal PWM, perlu ditentukan terlebih dahulu parameter – parameter
berikut pada program
Frekuensi gelombang;
Duty cycle;
Kanal PWM;
GPIO mana yang dipergunakan sebagai keluaran gelombang.
Temperature Sensor
Sensor suhu menghasilkan tegangan yang bervariasi dengan suhu. Tegangan diubah
secara internal melalui sebuah ADC menjadi nilai digital.Sensor suhu memiliki
kisaran –20 °C hingga 110 °C. Ini dirancang terutama untuk merasakan suhu
perubahan di dalam chip. Nilai suhu tergantung pada faktor-faktor seperti frekuensi
clock mikrokontroler atau I/O memuat. Umumnya, suhu internal chip lebih tinggi dari
suhu sekitar.
Touch Sensor
ESP32-S2 memiliki 14 GPIO penginderaan kapasitif, yang mendeteksi variasi yang
disebabkan oleh menyentuh atau mendekati GPIO dengan jari atau benda lain. Sifat
desain dengan kebisingan rendah dan sensitivitas sirkuit yang tinggi memungkinkan
bantalan yang relatif kecil untuk digunakan. Array bantalan juga dapat digunakan,
sehingga area yang lebih besar atau lebih banyak titik dapat dideteksi. Performa
penginderaan sentuh dapat lebih ditingkatkan dengan desain tahan air dan digital
Digital to Analog Converter (DAC)
ESP32-S2 memiliki dua saluran DAC 8-bit yang mengubah dua sinyal digital menjadi
dua keluaran sinyal tegangan analog. Kedua saluran DAC mendukung konversi
independen. Struktur desain terdiri dari terintegrasi rangkaian resistor dan penyangga.
DAC ganda ini mendukung catu daya VDD3P3_RTC_IO sebagai tegangan input
referensi
Analog to Digital Converter (ADC) :
ESP32-S2 mengintegrasikan dua ADC SAR 12-bit dan mendukung pengukuran pada
20 saluran (pin yang mendukung analog).Koprosesor ULP di ESP32-S2 juga
dirancang untuk mengukur tegangan. ULP dapat beroperasi saat utama CPU dalam
mode Deep-sleep, yang memungkinkan konsumsi daya total yang sangat rendah. CPU
dapat dibangunkan dengan pengaturan ambang batas dan/atau melalui pemicu lainnya.
Dengan pengaturan yang sesuai, ADC dapat dikonfigurasi untuk mengukur tegangan
hingga 20 pin.
a. Wi-Fi MAC, ESP32-S2 mengimplementasikan protokol MAC Wi-Fi 802.11 b/g/n
penuh. Ini mendukung Basic Service Set (BSS) STA dan operasi SoftAP di bawah
Fungsi Kontrol Terdistribusi (DCF).
b. Radio Wi-Fi dan Baseband ESP32-S2 mendukung fitur berikut:
• 802.11b/g/n
• 802.11n MCS0-7 dalam bandwidth 20 MHz dan 40 MHz
• 802.11n MCS32
• interval penjaga 802.11n 0,4 s
• Aliran tunggal, kecepatan data hingga 150 Mbps
• STBC RX (aliran spasial tunggal)
• Daya transmisi yang dapat disesuaikan
c. Pada Bluetooth Baseband cara kerja hampri sama dengan Wifibaseband hanya saja
disini menggunan jalur pita data dari Bluetooth
d. Untuk mengontrol jalur atau link blutooth yang digunakan dapat diatur melalui
Bluetooth link Controller.
Core and Memory
a. Dual or single core Xtensa 32-bit LX6 microprocessor, artinya microprocessor yang
digunakan bertipe 32bit LX6 yang terdiri dari satu atau 2 core didalmnya.
b. ROM ,disini sama dengan fungsi ROM pada umumnya, dengan kapasitas rata2 448kb
berfungsi untuk booting program dan core functions.
c. SRAM, dengan kapasitas rata-rata 520kb digunakan untuk menyimpan data intruksi
program.
Radio
a. RF Receive, Sebagai Penerima sinyal, mendemodulasi sinyal RF 2,4 GHz menjadi
sinyal pita dasar kuadratur dan mengubahnya menjadi domain digital dengan dua
resolusi tinggi dan ADC berkecepatan tinggi.
b. RF Transmit, sebagai Pemancar sinyal, memodulasi sinyal pita dasar kuadratur ke
sinyal RF 2,4 GHz, dan menggerakkan antena dengan penguat daya Complementary
Metal Oxide Semiconductor (CMOS) berdaya tinggi.
c. Clock Generator, berfungsi sebagai Generator jam menghasilkan sinyal jam kuadratur
2,4 GHz untuk penerima dan pemancar. Semua komponen generator jam terintegrasi
ke dalam chip,
d. ESP32-S2 mendukung keragaman chanel antena dengan Sakelar RF eksternal. Satu
atau lebih GPIO mengontrol RF beralih dan pilih chanel antena terbaik untuk
meminimalkan efek saluran yang memudar.
Cryptographic Hardware Acceleration
ESP32-S2 dilengkapi dengan akselerator perangkat keras dari algoritma umum,
dimana digunakan sebagai tingkat keamanan perangkat keras khusus, seperti : AES
(FIPS PUB 197), SHA (FIPS PUB 180-4), RSA, dan yang mendukung aritmatika
independen, seperti Perkalian Integer Besar dan Modular Integer Besar.
Perangkat keras tambahan sebagai fitur keamanan disediakan juga oleh RNG yaitu
Random Number Generator.
RTC and Low-Power subsystem
a. Power Management Unit (PMU)
Dengan penggunaan teknologi manajemen daya yang canggih, ESP32-S2 dapat beralih
di antara daya yang berbeda mode.
Mode aktif: CPU dan radio chip dihidupkan. Chip dapat menerima, mengirim, atau
mendengarkan.
Modem-sleep mode: CPU beroperasi dan kecepatan clock dapat dikurangi. Pita
dasar Wi-Fi dan radio dinonaktifkan, tetapi koneksi Wi-Fi dapat tetap aktif.
Mode tidur ringan: CPU dijeda.
Mode deep-sleep: Hanya memori RTC dan periferal RTC yang dihidupkan.
Mode hibernasi: Osilator internal 8-MHz dan co-prosesor ULP dinonaktifkan.
Pemulihan RTC memori dimatikan. Hanya satu pengatur waktu RTC pada jam
lambat dan GPIO RTC tertentu yang aktif. Itu
b. Ultra-Low-Power Co-processor
ULP dapat digunakan untuk melengkapi fungsi CPU dalam mode kerja normal, dan
dapat
juga menjadi pengganti yang baik dari CPU dalam mode tidur.
The ULP co-processor mengimplementasikan arsitektur RISC-V yang memiliki
beberapa fitur berikut:
• Dukungan untuk set instruksi IMC
• Register umum 32-bit
• Pengganda dan pembagi 32-bit
• Dukungan untuk interupsi
• Boot oleh CPU, atau timer khusus, atau RTC GPIO
c. Recovery Memory,
Merupakan pengaman pemulihan penyimpanan Ketika kondisi Low-Power subsystem