Anda di halaman 1dari 62

LAPORAN AWAL

MANAJEMEN KEPERAWATAN DI RUANG


PERAWATAN AR-RAHMAN RSP IBNU SINA YW-UMI
MAKASSAR

Disusun Oleh:
Kelompok IV
Yutia Ferianti 144 2021 2174
Della Relyana 144 2021 2166
Nur Intan Ana 144 2021 2169
Hasfirani Taher 144 2021 2171
Anisah Laide 144 2021 2175
Fera Mustika 144 2021 2132
Putri Panguriseng 144 2021 2194
Putri Diah Utami 144 2021 2104
Nola 144 2021 21 00

Ci Lahan Ci Institusi

(……….……....) (………………....)

DEPERTEMEN MANAJEMEN KEPERAWATAN


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI
NERS
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

i
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
2022

ii
Kata Pengantar

Assalamualaikum Wr. Wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan hidayahnya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan
kegiatan praktik klinik profesi Ners Ang. XIV departemen manajemen
keperawatan di ruang perawatan Ar-Rahman lantai 3 RS. Ibnu Sina YW-
UMI Makassar sebagai salah satu syarat untuk melengkapi laporan hasil
kegiatan kami di lahan selama menjalani proses kegiatan praktik klinik.
Laporan ini disusun untuk mengetahui adanya kesenjangan antara
teori yang kami dapatkan selama proses perkuliahan dengan yang kami
dapatkan selama proses kegiatan praktik klinik di lahan.
Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu penyusun baik secara langsung maupun tidak langsung
dalam menyelesaikan laporan ini. Dalam kesempatan ini kami mengucapkan
banyak terima kasih:
1. Direktur Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar beserta staf.
2. Kepala Ruangan perawatan Ar-Rahman lantai 3 Rumah Sakit Ibnu Sina
makassar beserta perawat.
3. Dr. Samsu Alam S.Km., S.Kep,. Ns,. M.Kes. Selaku pembimbing institusi.
4. Anisah, S.Kep,. Ns. Sebagai pembimbing klinik.
5. Responden (pasien) perawatan Ar-Rahman Lantai 3 RS. Ibnu Sina
Makassar.
6. Teman-teman Profesi Ners Universitas Muslim Indonesia Angkatan XIV

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan hasil kegiatan


praktik klinik profesi ners departemen manajemen keperawatan masih jauh
dari kata sempurna. Olehnya itu diperlukan kritik dan saran guna

iii
Penyempurnaan laporan di masa yang akan datang. Kami berharap semoga
laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.
Wasalamualaikum Wr.Wb

Makassar, 13 Oktober 2022

Kelompok IV

iv
DAFTAR ISI

Kata Pengantar..........................................................................................................Ii
Daftar Isi..................................................................................................................Iv

Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang................................................................................................1
B. Tujuan Praktik................................................................................................3
C. Manfaat Praktik..............................................................................................4
D. Ruang Lingkup Kegiatan................................................................................5
E. Tempat Dan Waktu.........................................................................................5
F. Tahap Pelaksanaan.........................................................................................5
G. Tahap Pembuatan Laporan Dan Presentasi Hasil...........................................6

Bab II Tinjauan Pustaka


A. Konsep Dasar Manajemen Keperawatan .......................................................7
B. Model Asuhan Keperawatan Profesional.....................................................11

Bab III Hasil Pengkajian


A. Sejarah Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar....................................................18
B. Geografis......................................................................................................18
C. Lokasi...........................................................................................................19
D. Visi Dan Misi Rumah Sakit Ibnu Sinayw-Umi............................................19
E. Jumlah Tenaga Kerja....................................................................................19
F. Gambaran Umum Ruang Perawatan Ar-Rahman........................................20
G. Tingkat Ketergantungan Pasien....................................................................22
H. Sarana Dan Prasarana...................................................................................29
I. Hasil Pengkajian Dan Analisa......................................................................33
Daftar Pustaka
Lampiran

v
Daftar Lampiran

Lampiran 1 Kuesioner Manajemen Pelayanan Perawatan


Lampiran 2 Kuesioner Kepuasan Kerja Perawat
Lampiran 3 Kuesioner Untuk Kepala Ruangan
Lampiran 4 Kuesioner Untuk Ketua Tim A
Lampiran 5 Kuesioner Untuk Ketua Tim B
Lampiran 6 Kuisioner Kepuasan Pasien/Keluarga

vi
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Rumah Sakit merupakan organisasi yang sangat kompleks dan
merupakan komponen yang sangat penting dalam upaya peningkatan status
kesehatan bagi masyarakat. Salah satu fungsi rumah sakit adalah
menyelenggarakan pelayanan dan asuhan keperawatan yang merupakan
bagian dari system pelayana kesehatan dengan tujuan memelihara kesehatan
masyarakat seoptimal mungkin. Pelayanan keperawatan merupakan bagian
integral dari pelayanan kesehatan. Dalam pelayana kesehatan, keberadaan
perawat merupakan posisi kunci yang dibuktikan oleh kenyataan bahwa 40-
60% pelayanan rumah sakit merupakan pelayanan keperawatan dan hampir
semua pelayanan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit baik di rumah
sakit maupun tatanan pelayanan kesehatan lain dilakukan oleh perawat
(Nursalam, 2016).
Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar merupakan suatu rumah sakit yang
sangat strategis terletak di bagian tengah kota Makassar dan sangat mudah
dicapai dengan menggunakan transportasi umum yaitu di jalan letnan jendral
urip Sumoharjo Km.5 No. 264 Makassar. Rumah sakit Ibnu Sina merupakan
salah satu satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Provinsi Sulawesi Selatan.
RS Ibnu Sina Makassar merupakan rumah sakit milik Yayasan Wakaf UMI.
Sebelumnya bernama Rumah Sakit “45” milik yayasan Andi Sose yang
didirikan berdasarkan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi
Selatan No. 6783/DKIJSK/TV.1/X188, tanggal 5 Oktober 1988 dan pada hari
senin tanggal 16 Juni 2003 telah dilakukan penyerahan kepemilikan dari
Yayasan Andi Sose kepada Yayasan Badan Wakaf UMI, yang ditandatangani
oleh ketua Yayasan Andi Sose yaitu Dr. H. Andi Sose dan Ketua Yayasan
Badan Wakaf UMI Bapak prof. Dr. Abdurrahman, Se, Msi. Berdasarkan atas
hak kepemilikan tersebut, maka rumah sakit “Ibnu Sina” kemudian direnovasi
dan dioperasikan. Tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan
keperawatan di rumah sakit dirasakan sebagai suatu fenomena yang harus
direspon oleh perawat. Oleh karena itu pelayanan keperawatan ini perlu
mendapat prioritas dalam pengembangan ke masa depan

1
yang harus dikelola secara professional. Hal inilah yang mendasari mengapa
perlu adanya manajemen keperawatan (Mamik, 2015).
Manajemen keperawatan adalah proses bekerja melalui anggota staf
keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan secara professional.
Proses manajemen keperawatan di Rumah Sakit Ibnu Sina sejalan dengan
proses keperawatan sebagai suatu metode pelaksanaan asuhan keperawatan
secara professional, sehingga diharapkan keduanya saling menopang.
Sebagaimana yang terjadi di dalam proses keperawatan, di dalam manajemen
keperawatan Rumah Sakit Ibnu Sina juga terdiri dari pengumpulan data,
identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi hasil. Karena
manajemen keperawatan mempunyai kekhususan terhadap mayoritas tenaga
seorang pegawai, maka setiap tahapan di dalam proses manajemen lebih rumit
jika dibandingkan dengan proses keperawatan (S. Agus Et Al., 2020).
Ruang perawatan Ar-Rahman terletak di gedung baru lantai 3 yang
merupakan salah satu ruang perawatan di Rumah Sakit Ibnu Sina dan terdiri
dari 5 kamar perawatan (301, 302, 303, 304, 310 dan 311/iso). Ruangan
perawatan Ar-Rahman memiliki 16 orang petugas kesehatan yang terdiri dari
1 kepala ruangan, 2 kepala tim dan dan 13 perawat pelaksana. Manajemen
keperawatan dalam ruang perawatan Ar-Rahman menggunakan metode
modifikasi tim- primer. Metode modifikasi tim-primer adalah gabungan makp
primer dan metode tim dalam melaksanakan asuhan keperawatan untuk
pemenuhan kebutuhan pasien (Nursalam, 2017).
Manajemen adalah proses untuk melaksanakan pekerjaan melalui upaya
orang lain. Manajemen berfungsi untuk melakukan semua kegiatan yang perlu
dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas-batas yang telah
ditentukan pada tingkat administrasi. Sementara itu, Liang Lie menyatakan
bahwa manajemen adalah suatu ilmu dan seni perencanaan, pengarahan,
pengorganisasian, dan pengontrolan dari benda dan manusia untuk mencapai
tujuan yang ditentukan sebelumnya (Suni, 2018).
Proses manajemen keperawatan sejalan dengan proses keperawatan
sebagai satu metode pelaksanaan asuhan keperawatan secara professional,
sehingga di harapkan keduanya dapat saling mendukung. Model Asuhan
Keperawatan Profesional (MAKP) merupakan suatu kerangka kerja yang
mendefinisikan empat unsur yaitu standar, proses keperawatan, pendidikan
2
keperawatan dan sistem makp. jika perawat tidak memiliki nilai-nilai tersebut
sebagai sesuatu pengambilan keputusan yang independen, maka tujuan
pelayanan kesehatan/keperawatan dalam memenuhi kepuasan pasien tidak
akan dapat terwujud (Nursalam, 2016).
Berdasarkan hal tersebut di atas, kami mahasiswa program studi profesi
Ners angkatan X1V Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar,
melaksanakan praktik di bidang Manajemen Keperawatan di RS Ibnu Sina
Makassar khususnya di ruangan Ar-Rahman. Sehingga, perlu menampilkan
proses manajemen keperawatan sesuai dengan Model Praktik Keperawatan
Profesional (MPKP).
B. Tujuan Praktik
1. Tujuan Umum
Setelah melaksanakan praktek klinik profesi Ners stase Manajemen
Keperawatan, mahasiswa diharapkan mampu mengelola model pelayanan
keperawatan profesional tingkat dasar, bertanggung jawab serta
menunjukkan sikap kepemimpinan yang profesional dalam memberikan
pelayanan dan asuhan keperawatan pada pasien di RS.
2. Tujuan Khusus
a. Menggambarkan sketsa denah ruang perawatan Ar-Rahman.
b. Menghitung kebutuhan tenaga keperawatan di ruang perawatan Ar-Rahman
c. Mengetahui jenjang pendidikan dan lama masa kerja perawat di
ruang perawatan Ar-Rahman
d. Mengetahui gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat
tidur di ruang perawatan Ar-Rahman
e. Mengetahui jumlah dan kualitas alat yang tersedia sesuai standar
depkes 2001 di ruang perawatan Ar-Rahman
f. Membuat catatan alat-alat kesehatan di ruang perawatan Ar-Rahman

3
g. Meningkatkan pelaksanaan asuhan keperawatan Di Ruang perawatan Ar-Rahman
h. Sebagai pengembangan imajinasi dan penghayatan yang dilakukan
dengan memerankannya pada role play pre-post conference, hand over
dan ronde keperawatan di ruang perawatan Ar-Rahman
C. Manfaat Praktik
1. Bagi Mahasiswa
a. Tercapainya pengalaman dalam pengeleloaan suatu ruang rawat
sehingga dapat memodifikasi metode penguasaan yang akan di
laksanakan
b. Mahasiswa dapat mengumpulkan data dalam penerapan model Mpkp
yang di aplikasikan di ruang perawatan Ar-Rahman Rsp Ibnu Sina
Makassar
c. Mahasiswa dapat mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan penerapan
model Mpkp di ruang perawatan Ar-Rahman Rsp Ibnu Sina Makassar
d. Mahasiswa dapat menganalisis masalah dan menyusun rencana strategi
pemecahan masalah
e. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman dalam menerapkan model
praktik keperawatan professional ruang perawatan Ar-Rahman Rsp Ibnu
Sina Makassar
2. Bagi Perawat Ruangan
a. Melalui manajemen praktik keperawatan professional dapat di ketahui
masalah-masalah yang ada di ruang perawatan Ar-Rahman di Rumah
Sakit Makassar yang berkaitan dengan pelaksanaan Mpkp
b. Tercapainya tingkat kepuasan kerja yang optimal
c. Terbinanya hubungan yang baik antara dengan perawat, perawat dengan
tim kesehatan lain, dan perawat dengan pasien serta keluarga
d. Tumbuh dan terbinanya akuntabilitas dan disiplin diri perawat
3. Bagi Pasien Dan Keluarga
a. Pasien dan keluarga mendapatkan pelayanan keperawatan yang
memuaskan

4
b. Tingkat kepuasan pasien dan keluarga tinggi terhadap pelayanan
keperawatan
4. Bagi Institusi Dan Pendidikan
a. Sebagai bahan masukan dan gambaran tentang pengelolaan ruangan
dengan pelaksanaan model modifikasi tim-primer
D. Ruang Lingkup Kegiatan
1. Pelaksanaan kegiatan praktik manajemen keperawatan (Activity Execution
Program The Perfect Of Management);
2. Pengelolaan dan evaluasi manajemen pelayanan keperawatan (Management
And Evaluating Of Nursing Service); Perencanaan (Planning),
Pengorganisasian (Organization), Penggerak (Actuating) Dan Pengawasan
(Controling);
3. Pengelolaan asuhan keperawatan (Managemet Of Nursing Care).

E. Tempat Dan Waktu


1. Waktu : 10-29 Oktober 2022
2. Tempat : Ruang Perawatan Ar-Rahman Lt. 3 Rs Ibnu Sina Makassar.

F. Tahap Pelaksanaan
1. Tahap Orientasi
a. Perkenalan dengan koordinator bidang kemahasiswaan, kepala ruangan,
preceptor lahan didampingi oleh pembimbing institusi;
b. Diskusi dengan kepala koordinator bidang kemahasiswaan keperawatan,
kepala ruangan, preceptor lahan dan staf;
c. Mengumpulkan data terhadap input, proses dan output dari aspek
manajemen keperawatan yang akan dikaji.
2. Tahap Identifikasi Permasalahan
a. Mengidentifikasi permasalahan yang didapatkan dari pengkajian;
b. Identifikasi masalah dilakukan dengan pembuatan dan penyebaran
kuesioner, kemudian divalidasi dengan melalui observasi langsung dan
wawancara.

5
3. Tahap Pemecahan Masalah Dan Implementasi
a. Melakukan analisa data;
b. Penentuan prioritas masalah aspek pengkajian manajemen dari input
proses dan output yang telah disepakati bersama staf di ruangan, yang
dilanjutkan dengan penetapan tujuan dan seleksi alternatif pemecahan
masalah yang dirumuskan dalam bentuk pertanyaan mencakup apa, siapa,
berapa lama, tujuan yang akan dicapai;
c. Presentasi hasil pengkajian dan sosialisasi kegiatan;
d. Implementasi kegiatan (pemecahan masalah);
e. Tahap evaluasi.

G. Tahap Pembuatan Laporan Dan Presentasi Hasil


1. Presentasi hasil akhir dari praktik
2. Penyerahan laporan pelaksanaan praktik pada kepala ruangan perawatan
bedah Ar-Rahman Rsp Ibnu Sina Kota Makassar dan preceptor.

6
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Dasar Manajemen Keperawatan
1. Definisi Manajemen Keperawatan
Manajemen adalah berasal dari bahasa perancis kuno, menagement,
yang memiliki arti “Seni melaksanakan dan mengatur”. Sedangkan dalam
bahasa inggris manajemen berasal dari kata kerja “To Manage” yang dalam
bahasa indonesia dapat berarti mengurus, mengemudikan, mengelola,
menjalankan, membina, dan memimpin. Sama halnya dengan administrasi,
kata manajemen juga berasal dari bahasa latin, yaitu dari asal kata mantis
yang berarti tangan dan agree yang berarti melakukan.
Dapat simpulkan bahwa manajemen keperawatan kita akan mengenal
istialh poac : Planning (perencanaan), Organization (organisasi), Actuating
(kegiatan), dan Controlling (pengawasan). Manajemen kita.
Kata manajemen berasal dari bahasa prancis kuno menagement, yang
memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen suatu
pendekatan yang dinamis dan proaktif dalam menjalankan suatu kegiatan
organisasi. Manajemen mencakup kegiatan poac (Planing, Organizing.
Actuating, Controlling) terhadap staf sarana dan prasarana dalam mencapai
tujuan organisasi (Nursalam, 2016).
Manajemen pelayanan keperawatan adalah pelayanaan dirumah sakit
yang di kelola oleh bidang perawatan melalui 3 tingkatan manajerial yaitu
manajemen puncak (Kepala Bidang Keperawatan), Manajemen menengah
(Kepala Unit Pelayanan Atau Supervisior) dan manajemen bawah atau
kepala ruang keperawatan. Dapat disimpulkan bahwa manajemen
keperawatan merupakan proses pencapaian tujuan keperawatan melalui
sumber daya keperawatan melalui perencanaan, perorganisasian,
pengarahan, dan pengendalian serta terjaganya standar asuhan keperawatan.

7
2. Ruang Lingkup Manajemen Keperawatan
Lingkup manajemen keperawatan adalah manajemen operasioal dan
manajemen asuhan keperawatan.
a. Manajemen Operasional
Pada manajemen operasional, pelayanan keperawatan dirumah sakit di
kelolah oleh bidan keperawatan yang terdiri dari 3 tingkatan yaitu
manajemen puncak, manajemen menengah, dan manajemen bawah.
b. Manajemen Asuhan Keperawatan
Lingkup manajemen asuhan keperawatan adalah terlaksananya asuhan
keperawatan yang berkualitas kepada klien. Perawat pelaksana sebagai
kunci keterampilan dalam keperawatan pasien adalah komunikasi
koordinasi, konsultasi, pengawasan, dan pendelegasian. Dalam praktek
manajemen asuhan keperawatan dilaksanakan melalui pendekatan proses
keperawatan yang terdiri dari 5 langkah yaitu pengkajian, diagnosa,
perencanaan, implementasi, dan evaluasi (Muhasidah, 2014).
3. Prinsip Manajemen Keperawatan
Ada beberapa prinsip yang mendasari manajemen keperawatan yaitu :
a. Manajemen keperawatan berlandaskan perencanaan, karena melalui
fungsi perencanaan pimpnan dapat menurunkan resiko pengambilan
keputusan, pemecahan masalah yang efektif dan terencana;
b. Manajemen keperawatan dilaksanakan melalui penggunaan waktu yang
efektif;
c. Manajemen keperawatan yang melibatkan pengambilan keputusan;
d. Memenuhi kebutuhan asuhan keperawatan pasien merupakan fokus
perhatian manajer perawat dengan mempertimbangkan apa yang pasien
lihat yakini dan ingini. Kepuasan pasien merupakan poin utama dari
tujuan keperawatan;
e. Manajemen keperawatan penorganisasian;
f. Pengarahan merupakan elemen kegiatan manajemen keperawatan yang
meliputi proses pendelegasian, supervisi, koordinasi dan pengendalian
pelaksanaan rencana yang telah diorganisasikan;

8
g. Devisi keperawatan yang baik memotivasi kariawan untuk
memperlihatkan penampilan kerja yang baik;
h. Manajemen keperawatan menggunakan komunikasi yang efektif;
i. Pengendalian merupakan elemen manajemen keperawatan yang meliputi
penilaian tentang pelaksaan rencana yang telah di buat, pemberian
intruksi dan menetapkan prinsip-prinsip melalui penetapan standar.
4. Fungsi Manajemen Keperawatan
a. Perencanaan (Planning)
Perencanaan merupakan suatu proses yang berkelanjutan yang diawali
dengan merumuskan tujuan dan rencana tindakan yang akan
dilaksanakan, menentukan personal, merancang proses dan memberikan
umpan balik dan memodifikasi rencana yang di perlukan.
1) Tujuan Perencanaan
a) Meningkatkan keberhasilan untuk mencapai sasaran dan tujuan
b) Mengefektifkan penggunaan personel dan fasiltas yang tersedia
dapat di gunakan untuk melakukan kontrol yang efektif
2) Jenis Perencanaan
a) Perencaan Strategi
Merupakan suatu proses berkesinambungan, sistematis dalam
pembuatan dan pengambilan keputusan.
b) Perencanaan Operasional
Merupakanp Penguraian aktivitas dan prosedur yang akan di
gunakan serta menyusun jadwal, waktu, tujuan dan prosedur
b. Organizing (Pengorganisasian)
Pengorganisasian merupakan keseluruhan pengelompokan orang- orang,
alat, tugas, kewenangan, dan tanggung jawab sehingga tercipta suatu
organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kegiatan yang di tetapkan.
1) Prinsip (Pengorganisasian)
a) Rantai Komando (Chain Of Comand)
Kepuasan anggota efektif dan sukses mencapai tujuan organisasi di
tetapkan sesuai dengan kewenangan.

9
b) Uniti Of Comand
Karyawan merupakan satu supervisor dan satu pimpinan dengan
satu perencanaan untuk sekelompok kegiatan dengan tujuan yang
sama.
c) Span Of Control
Prinsip pembimbing di mana seorang supervisor dapat membimbing
secara efektif dalam hal jumlah dan fungsi.
d) Specialization : Setiap orang memiliki keahlian tertentu.
c. Pengarahan (Direkting)
Pengarahan merupakan proses memberikan bimbingan kepada staf agar
mereka mampu bekerja secara optimal dalam melaksanakan tugas sesuai
dengan keterampilan yang dimiliki.
1) Fungsi Pengarahan
a) Merumuskan tujuan perawatan yang realistis;
b) Memberikan prioritas utama untuk kebutuhan pasien;
c) Melaksanakan koordinasi;
d) Bertanggung jawab untuk seluruh kegiatan yang dilakukan oleh
staf perawatan;
e) Memberikan perawatan yang aman dan berkesinambungan;
f) Mempertimbangkan kebutuhan dan pengembangan staf keperawatan;
g) Memberikan kepemimpinan terhadap anggota staf dalam hal
pengajaran, konsultasi, dan evaluasi.

B. Model Asuhan Keperawatan Profesioanal (Makp)


Mpkp adalah suatu metode keperawatan yang dilaksankan dalam proses
pelayanan asuhan keperawatan yang memberi kesempatan kepada perawat
profesional untuk menerapkan otonominya dalam merencanakan, melaksanakan
dan mengevaluasi asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien. (Trio
Erdiyanto, 2018). Pemilihan metode asuhan keperawatan

10
1. Dasar Pertimbangan Makp
a. Sesuai dengan visi misi rumah sakit;
b. Dapat di terapkannya proses keperawatan;
c. Efesien dan efektif dalam penggunaan biaya;
d. Terpenuhinya kepuasan pasien dan kinerja perawat;
e. Terlaksananya komunikasi yang adekuat antara perawat dan tim
kesehatan lainnya.
2. Jenis Makp
a. Metode Fungsional (Makp Fungsional)
Metode fungsional dilaksanakan oleh perawat dalam pengelolaan asuhan
keperawatan

KEPALA
RUANGAN

PERAWAT PERAWAT PERAWAT PERAWAT


PENGOBATAN LUKA PENGOBATAN PENGOBATAN

PASIEN - KLIEN

Bagan 2.1 Makp Fungsional (Nursalam, 2014)


Kelebihan :
1) Manajemen klasik yang menekan efesiensi, pembagian tugas yang
jelas dan pengawasan yang baik;
2) Sangat baik untuk rumah sakit yang kekurangan tenaga
Kelemahan:
1) Tidak memberikan kepuasan kepada pasien maupun perawat
2) Pelayanan keperawatan terpisah tidak dapat menerapkan proses
keperawatan

11
3) Persepsi perawat cenderung pada tindakan yang berkaitan dengan
keterampilan saja.
b. Makp Tim
Metode ini menggunakan tim yang terdiri atas anggota yang berbeda-beda
dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap pasien. Metode ini biasa
di gunakan pada pelayanan keperawatan di unit rawat inap, rawat jalan,
dan rawat darurat.

Kepala ruangan

KETUA TIM KETUA TIM KETUA TIM

STAF PERAWAT STAF PERAWAT STAF PERAWAT

Bagan 2.2 Makp Tim (Nursalam, 2014)

Kelebihan :
1) Memungkinkan pelayanan keperawatan yang menyeluruh;
2) Mendukung pelaksanaan proses keperawatan;
3) Memungkinkan komunikasi antar tim sehingga konflik mudah di atasi
dan adanya kepuasan kepada anggota tim.
Kelemahan :
1) Memberikan asuhan keperawatan kepada pasien;
2) Tanggung jawabnya;
3) Kerjasama dengan anggota tim dan antar tim;
4) Memberi laporan.
Tanggung jawab ketua tim:
1) Membuat perencanaan;
2) Membuat penugasan, supervisi dan evaluasi;
3) Mengetahui kondisi pasien dan menilai kebutuhan pasien;

12
4) Pengembangan kemampuan anggota dalam menyelenggarakan
konferensi.
Tanggung jawab kepala ruangan :
1) Perencanaan
a) Menunjuk ketua tim yang akan bertugas di ruangan masing-masing
b) Mengikuti serah terima pada sift sebelumnya;
c) Mengidentifikasi tingkat ketergantungan pasien, gawat, transisi dan
persiapan pulang bersama ketua tim;
d) Mengidentifikasi jumlah perawat yang dibutuhkan;
e) Merencanakan strategi pelaksanaan keperawatan;
f) Mengikuti visite dokter dan mendiskusikan denga dokter tentang
tindakan yang akan di lakukan kepada pasien;
g) Mengatur dan mengendalikan asuhan keperawatan.
2) Pengorganisasian
a) Merumuskan metode penugasan yang digunakan;
b) Merumuskan tujuan metode penugasan;
c) Membuat rincian tugas ketua tim dan anggota tim secara jelas;
d) Mengatur dan mengendalikan tenaga keperawatan;
e) Mengatur dan mengendalikan logistik ruangan;
f) Mendelegasikan tugas kepada ketua tim saat kepala ruangan tidak
ada;
g) Memberikan wewenang kepada tata usaha untuk mengurus
a dministrasi pasien.
3) Pengarahan
a) Memberi pengarahan tentang penugasan kepada ketua tim;
b) Memberikan pujian kepada anggota tim;
c) Memberi motivasi dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan,
dan sikap;
d) Menginformasikan hal-hal penting yang berhubungan dengan
asuhan keperawatan kepada pasien;
e) Meningkatkan kolaborasi dengan anggota tim;

13
f) Membimbing bawahan yang mengalami kesulitan dalam
melaksanakan tugas.
4) Pengawasan
a) Melalui komunikasi;
b) Melalui suverfisi langsung.

c. Makp Primer
Metode penugasan dimana seorang perawat penugasan bertanggung
jawab penuh selama 24 jam terhadap asuhan keperawatan mulai dari
pasien masuk sampai keluar rumah sakit

Kepala ruangan Kepala ruangan Kepala ruangan

perawat primer

Pasien – klien

Perawat pelaksana Perawat pelaksana Perawat pelaksana jika


sore malam diperlukan setiap hari

Bagan 2.3 Makp Primer (Nursalam, 2014)

Konsep Dasar Metode Primer :


1) Ada tanggung jawab dan tanggung gugat;
2) Ada otonomi;
3) Ada keterlibatan pasien dan keluarga
Kelebihan :
1) Bersifat kontinuitas dan komperensif;
2) Perawat primer mendapatkan akuntabilitas dan tinggi terhadap hasil
dan memungkinkan pengembangan diri.

14
Kelemahan :
1) Hanya dapat dilakukan oleh perawat yang memiliki pengalaman dan
pengetahuan yang memadai dengan kriteria self direction, kemampuan
mengambil keputusan, menguasai keperawatan klinis serta
berkolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu.
Tujuan Perawat Primer :
1) Mengkaji kebutuhan pasien secara konperensif;
2) Membuat tujuan dan rencana keperawatan;
3) Mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan pelayanan yang di
berikan oleh perawat lain;
4) Mengevaluasi keberhasilan;
5) Menyiapan rencana untuk pulang;
6) Membuat jadwal perjanjian klinis.

d. Makp Kasus
Setiap perawat di tugaskan untuk melayani seluruh kebutuhan pasien,
pasien akan di rawat oleh perawat yang berbeda untuk setiap sift dan tidak
ada jaminan bahwa pasien akan di rawat oleh orang yang sama di hari
berikutnya. Metode penugasan kasus biasa di terapkan satu pasien satu
perawat, dan hal ini umumnya di laksanakan untuk perawat private dalam
memberikan asuhan keperawatan khusus seperti kasus isolasi dan
perawatan intensife.

Kepala ruangan

perawat primer perawat primer perawat primer

pasien klien pasien klien pasien klien

Bagan 2.4 Makp Kasus

15
Kelebihan:
1) Perawat lebih memahami kasus per kasus;
2) Sistem evaluasi dari manajerial lebih
mudah. Kelemahan:
1) Belum dapat di identifikasikan perawat penanggung jawab;
2) Perlu tenaga yang cukup banyak dan mempunyai kemampuan dasar
yang sama.

16
BAB III

HASIL PENGKAJIAN

A. Sejarah Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar


Rumah Sakit Ibnu Sina UMI merupakan rumah sakit umum swasta, dahulu
bernama rumah sakit 45 yang di dirikan pada tahun 1988 berdasarkan
keputusan gubernur kepala daerah tingkat I sulawesi selatan no.6783/dk1/sk/tv
1/x/88. tanggal 5 oktober 1988. Pada hari senin 16 juni 2003 telah di lakukan
penyerahan kepemilikan berdasarkan akta jual beli no.751/pnk/jb/vii/2003 dari
yayasan andi sose kepada yayasan wakaf umi, yang di tanda tangani oleh ketua
yayasan bapak dr.andi sose dan ketua yayasan wakaf umi bapak alm prof. dr.
h.abdurahman a basalamah,se,msi berdasarkan surat permohonan dari yayasan
wakaf umi kepada dinas kesehatan provinsi sulawesi selatan, menerbitkan surat
izin uji coba penyelenggaraan operasional rumah sakit ibnu sina yw-umi pada
tanggal 23 oktober 2003, no.6703a/dk-vi/pts- tk/2/ix/2003, dan pada hari senin
17 mei 2004 rumah sakit ibnu sina yw- umi diresmikan oleh gubernur sulawesi
selatan bapak h.m.amin syam serta rumah sakit ibnu sina yw-umi memperoleh
surat izin penyelenggaraan rumah sakit dari departemen kesehatan republik
indonesia, berdasrkan depkes ri no. ym 0204354187 tanggal 26 oktober 2005.
sebagai mana diketahui bahwa umi sejak tahun 1992 telah memiliki fakultas
kedokteran dan telah menghasilkan dokter, maka keberadaan Rumah Sakit Ibnu
Sina YW-UMI akan lebih menambah dan melengkapi saran atau fasilitas
kedokteran.
B. Geografis
Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI terletak di Jln.urip sumoharjo 264 km
panakkukang makassar sulawesi selatan. dengan data geografis 5° 08'21.0
lintang selatan dan 119°26'46.9 bujur timur sebelah utara berhadapan dengan
kampus umi, sebelah barat berhadapan dengan menara umi, sebelah timur
berhadapan dengan gedung pt bosowa berlian motor, sebelah selatan
berhadapan dengan sungai tallo makassar.

17
C. Lokasi
1. Terletak 1 km dari kampus II umi;
2. Terletak 2 km dari kantor gubernur sulawesi selatan;
3. Terletak 3 km dari kantor dprd provinsi sulawesi selatan;
4. Terletak 500 m dari unibos;
5. Terletak 10 m dari menara kampus umi.

D. Visi Dan Misi Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI


a. Visi
Menjadi rumah sakit dengan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang
islami, unggul, dan terkemuka di indonesia.
b. Misi
1) melaksanakan dan mengembangkan pelayanan kesehatan yang unggul
dan menjunjung tinggi moral dan etika;
2) melaksanakan dan mengembangkan Pendidikan kedokteran dan
profesional kesehatan lainnya kepada masyarakat;
3) melangsungkan pelayanan dakwa dan bimbingan spiritual kepada pasien,
keluarga, dan karyawan rumah sakit.
E. Jumlah Tenaga Kerja
Jumlah seluruh personil dalam rumah sakit ibnu sina yw-umi sebanyak 567
orang yang terdiri dari:
1. Tenaga medis : 118 orang
Dokter umum : 20 orang
dokter spesialis : 93 orang
dokter gigi : 5 orang
2. Tenaga keperawatan: 211 orang
perawat : 190 orang
Bidan : 21 orang
3. Tenaga penunjang : 92 orang
4. Tenaga non klinis : 147 orang
F. Gambaran Umum Ruang Perawatan Ar-Rahman
Ruang perawatan Ar-Rahman merupakan salah satu bagian dari beberapa
gedung perawatan Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI makassar ruang perawatan
Ar-Rahman adalah ruangan keperawatan rawat inap bedah yang melayani
perawatan gabungan dan melayani pasien bpjs, askes, umum, jamkesmas, dan
18
jankstis.
1. Sketsa Ruangan Ar-Rahman

KOMPOSISI TENAGA BESERTA KARAKTERISTIKNYA


NO NAMA JK PENDIDIKAN JABATAN LAMA KERJA
1 ANISAH, S. KEP., NS P NERS KARU 13 THN
2 MEKKAWATI, S. KEP., NS P NERS PP 8 THN
3 TIRZADI, S. AMD. KEP L S1 KEP PA 3 THN
4 A.BAKHRIADI, S. KEP P NERS PA 3 THN
5 MUTMAINNAH, S. KEP P NERS PA 13 THN
6 LISNAWATY MARMAN, S. P NERS PA 3 THN
KEP., NS
7 NURAISYAH, AMK P D III KEP PP 11 THN
8 EMMY NUR ALIYAH, AMD. P D III KEP PA 5 THN
KEP
9 FITRIANI, S. KEP., NS P NERS PA 3 THN
10 HARMIA S. KEP P S1 KEP PP 13 THN
11 SRI MUSDALIFA, AMD. KEP P D III KEP PA 5 THN
12 MARDIAH, AMK P D III KEP PA 12 THN
13 PUTRI PUSPITASARI S. KEP., P NERS PA 5 THN
NS
14 YUSNITA, AMK P D III KEP PP 12 THN
15 JUMARNI, AMK P D III KEP PA 12 THN
16 RADIKA, AMK L D III KEP PA 10 THN
17 ERIANTI, AMD. KEP P D III KEP PA 5 THN

19
Dari hasil table diatas didapatkan perawat degan tingkat pendidikan DIII
dan S1 dengan masa kerja 1-10 tahun sebanyak 5 orang dan dengan tingkat
Pendidikan DIII Kepdan S1 Kep dengan masa kerja 11-15 tahun ada 5 orang.
Sedangkan perawat dengan tingkat pendidikan NERS dengan masa kerja 1-10
tahun 5 orang dan perawat dengan tingkat pendidikan NERS dengan masa kerja
11-20 tahun sebanyak 2 orang.

STRUKTUR ORGANISASI

20
HARI SENIN, 10 OKTOBER 2022
DAFTAR PASIEN BERDASARKAN TINGKAT KETERGANTUNGNNYA
Pada Hari Senin, 10 Oktober 2022
No Tingkat Ketergantungan Jumlah Pasien
1 Minimal Care 1 pasien
a. Tidak terpasang infus (siap-siap pulang)
b. Dapat memerlukan kebersihan diri sendiri seperti
mandi dan ganti pakaian
c. Makan dan minum dilaukan sendiri
d. Pengawasan dalam ambulasi atau gerakan
e. Observasi tanda vital setiap shif
f. Pengobatan minimal status psikologis stabil
2 Partial Care 7 pasien
a. Terpasang infus dan katetr urin serta intake outpur
dipantau/dicatat
b. Dibantu dalam kebersihan diri makan dan minum,
ambulasi
c. Observasi tanda vital tiap 4jam
d. Pengobatan lebih dari sekali
e. Pakai kateter poli
f. Pasien dengan kateter urin, intake dan output
dicatat/dihitung
g. Persiapan pengobatan yang memerlukan prosedur
3 Total Care 6 pasien
a. Dibantu segala sesuatunya, posisi di atur
b. Observasi tanda vital tiap 2 jam (ataupin setiap 15
menit diruang intensif)
c. Pemakaian selang NGT
d. Dilakukan penghisapan lendir/suction
e. Kondisi gelisah/disorientasi atau tidak sadar

21
KEBUTUHAN TENAGA PERAWAT TIAP SHIFF BERDASARKAN TINGKAT
KETERGANTUNGAN MENURUT DOUGLAS 1984
Hari Pertama, Senin 10 oktober 2022
Tingkat Jumlah Waktu Dinas
No Jumlah Perawat
Ketergantungan Pasien Pagi Siang Malam

0,17 x 2 = 0,14 x 2= 0,07 x 2 =


1 Minimal Care 2 0,76
0,34 0,28 0,14

0,27 x 7 = 0,15 x 7= 0,10 x 7=


2 Partial Care 7 3,64
1,89 1,05 0,7
0,36 x 6 = 0,30 x 6= 0,20 x 6 =
3 Total Care 6 5,16
2,16 1,8 1,2
Jumlah Perawat Yang dibutuhkan 4,39 (4) 3,13 (3) 2,04 (2) 9,56

Total tenaga perawat


Pagi : 4 orang
Sore : 3 orang
Malam : 2 orang
9 orang
Jumlah tenaga lepas dinas per hari :
Diketahui :
78 (Jumlah hari libur atau lepas dinas dalam 1 tahun)
52 (Jumlah hari minggu dalam 1 tahun) + 12 (Cuti) + 14 (Hari besar)
287 (Jumlah hari kerja efektif dalam 1 tahun)
365 (Jumlah hari dalam 1 tahun) + 78 (Jumlah hari libur atau lepas dinas dalam 1
tahun)
Ditanya : Tenaga perawat lepas dinas ?
Jawab :

78 x 9 = 702 = 2,44 (2 perawat )


287 287
Jadi, jumlah perawatan yang dibutuhkan untuk bertugas pada hari Senin 10
Oktober 2022 di ruang Ar-Rahman RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar adalah 9
perawat pelaksana + 2 perawat lepas dinas + 1 kepala ruangan + 3 perawat
primer= 15 perawat.

22
DAFTAR ANALISA JUMLAH PERAWAT HASIL PERHITUNGAN DAN SHIFT

Hasil Shift
No Waktu Perhitungan
Jumlah Keterangan
Dinas (Douglas Tim 1 Tim 2 Tim 3 Tim 4
1984)
Tim 1 :
1 Pagi 4 1 1 1 1 4 1 orang lepas malam
Tim 2 :
1 orang lepas malam,
1 orang cuti
2 Siang 3 1 1 1 - 3 melahirkan
Tim 3 :
1 orang lepas malam
Tim 4 :
1 orang Cuti, 1 orang
3 Malam 2 1 - 1 1 3 lepas malam

Jumlah 9 3 2 3 2 10

Kesimpulan :

Menurut Douglass 1984 dari 14 pasien yang dirawat diharuskan 9 perawat


yang shift pada hari senin 10 Oktober 2022 dengan formasi 4 perawat dinas pagi,
3 perawat dinas sore dan 2 perawat dinas malam dan yang lepas dinas 2 orang
perawat, ini berbanding dengan shift yang ada dirungan yaitu 10 perawat yang
shift dengan formasi 4 perawat dinas pagi, 3 perawat dinas siang dan 3 perawat
dinas malam dimana setiap hari ada 4 perawat yang libur lepas malam, 1 orang
perawat yang cuti, 1 perawat cuti melahirkan.

23
HARI SELASA, 11 OKTOBER 2022
DAFTAR PASIEN BERDASARKAN TINGKAT KETERGANTUNGNNYA
No Tingkat Ketergantungan Jumlah Pasien
1 Minimal Care 2 pasien
a. Tidak terpasang infus (siap-siap pulang)
b. Dapat memerlukan kebersihan diri sendiri
seperti mandi dang anti pakaian
c. Makan dan minum dilaukan sendiri
d. Pengawasan dalam ambulasi atau gerakan
e. Observasi tanda vital setiap shif
f. Pengobatan minimal status psikologis stabil
2 Partial Care 15 pasien
a. Terpasang infus dan katetr urin serta intake
outpur dipantau/dicatat
b. Dibantu dalam kebersihan diri makan dan
minum, ambulasi
c. Observasi tanda vital tiap 4jam
d. Pengobatan lebih dari sekali
e. Pakai kateter poli
f. Pasien dengan kateter urin, intake dan
output dicatat/dihitung
g. Persiapan pengobatan yang memerlukan
prosedur

3 Total Care 6 pasien


a. Dibantu segala sesuatunya, posisi di atur
b. Observasi tanda vital tiap 2 jam (ataupin
setiap 15 menit diruang intensif)
c. Pemakaian selang NGT
d. Dilakukan penghisapan lendir/suction
e. Kondisi gelisah/disorientasi atau tidak sadar

24
Hari Kedua, Selasa, 11 Oktober 2022

Tingkat Waktu Dinas Jumlah


No Jumlah Pasien
Ketergantungan Pagi Siang Malam Perawat

0,14 x 2= 0,07 x 2 =
1 Minimal Care 2 0,17 x 2 = 0,34 0,76
0,28 0,14
0,27 x 15 = 0,15 x15= 0,10 x 15=
2 Partial Care 15 7,8
4,05 2,25 1,5
0,36 x 6 = 0,30 x 6= 0,20 x 6 =
3 Total Care 6 5,16
2,16 1,8 1,2
Jumlah Perawat Yang dibutuhkan 6,55 (7) 4,33 (4) 2,84 (3) 13,72 (14)

Total tenaga perawat


Pagi : 7 orang
Sore : 4 orang
Malam : 3 orang
14 orang

Jumlah tenaga lepas dinas per hari :

Diketahui : 78 (Jumlah hari libur atau lepas dinas dalam 1 tahun)

52 (Jumlah hari minggu dalam 1 tahun) + 12 (Cuti) + 14 (Haribesar)

287 (Jumlah hari kerja efektif dalam 1 tahun)

365 (Jumlah hari dalam 1 tahun) + 78 (Jumlah hari libur atau lepas dinas dalam 1 tahun)

Ditanya : Tenaga perawat lepas dinas ?

Jawab :

78 x 14 = 1092 = 3,80 ( 4 perawat )

287 287

Jadi, jumlah perawatan yang dibutuhkan untuk bertugas pada hari Selasa Oktober 2022
di ruang Ar-Rahman RSP Ibnu Sina YW-UMI Makassar adalah 14 perawat pelaksana +
4 perawat lepas dinas + 1 kepala ruangan + 3 perawat primer = 22 perawat.

25
DAFTAR ANALISA JUMLAH PERAWAT HASIL PERHITUNGAN DAN SHIFT
Hasil Shift
N
Waktu Perhitungan
o Jumlah Keterangan
Dinas (Douglas Tim 1 Tim 2 Tim 3 Tim 4
1984)
Tim 1 :
1 orang lepas malam
1 Pagi 7 1 1 1 1 4 Tim 2 :
1 orang lepas malam,
1 orang cuti
melahirkan

2 Siang 4 1 1 1 - 3 Tim 3 :
1 orang lepas malam
Tim 4 :
1 orang Cuti, 1
orang lepas malam
3 Malam 3 1 - 1 1 3

Jumlah 14 3 2 3 2 10

Menurut Douglass 1984 dari 23 pasien yang dirawat diharuskan 14 perawat


yang shift pada hari Selasa 11 Oktober 2022 dengan formasi 7 perawat dinas pagi,
4 perawat dinas sore dan 3 perawat dinas malam, ini tidak berbanding dengan
shift yang ada dirungan yaitu 10 perawat dimana shift pagi dengan formasi 4
perawat dinas pagi, 3 perawat dinas siang dan 3 perawat dinas malam dimana
setiap hari ada 4 perawat yang libur lepas malam, 1 orang perawat yang cuti dan 1
perawat cuti melahirkan.

26
HARI RABU, 12 OKTOBER 2022
DAFTAR PASIEN BERDASARKAN TINGKAT KETERGANTUNGNNYA
No Tingkat Ketergantungan Jumlah Pasien
1 Minimal Care 3 pasien
a. Tidak terpasang infus (siap-siap pulang)
b. Dapat memerlukan kebersihan diri sendiri
seperti mandi dang anti pakaian
c. Makan dan minum dilaukan sendiri
d. Pengawasan dalam ambulasi atau gerakan
e. Observasi tanda vital setiap shif
f. Pengobatan minimal status psikologis stabil
2 Partial Care 11 pasien
a. Terpasang infus dan katetr urin serta intake
outpur dipantau/dicatat
b. Dibantu dalam kebersihan diri makan dan
minum, ambulasi
c. Observasi tanda vital tiap 4jam
d. Pengobatan lebih dari sekali
e. Pakai kateter poli
f. Pasien dengan kateter urin, intake dan
output dicatat/dihitung
g. Persiapan pengobatan yang memerlukan
prosedur
3 Total Care 12 pasien
a. Dibantu segala sesuatunya, posisi di atur
b. Observasi tanda vital tiap 2 jam (ataupin
setiap 15 menit diruang intensif)
c. Pemakaian selang NGT
d. Dilakukan penghisapan lendir/suction
e. Kondisi gelisah/disorientasi atau tidak sadar

27
Hari Ketiga, Rabu 12 Oktober 2022
Tingkat Jumlah Waktu Dinas Jumlah
No
Ketergantungan Pasien Pagi Siang Malam Perawat
0,17 x 3 = 0,07 x 3=
1 Minimal Care 3 0,14 x 3= 0,42 1,14
0,51 0,21
0,27 x 11 = 0,15x11= 0,10 x 11=
2 Partial Care 11 5,72
2,97 1,65 1,1
0,36 x 12 = 0,30 x12= 0,20 x 12=
3 Total Care 12 10,32
4,32 3,6 2,4
Jumlah Perawat Yang dibutuhkan 7,8 (8) 5,67 (6) 3,71(3) 17,18 (17)

Total tenaga perawat


Pagi : 8 orang
Sore : 6 orang
Malam : 3 orang
17 orang
Jumlah tenaga lepas dinas per hari :
Diketahui : 78 (Jumlah hari libur atau lepas dinas dalam 1 tahun)
52 (Jumlah hari minggu dalam 1 tahun) + 12 (Cuti) + 14 (Hari besar)
287 (Jumlah hari kerja efektif dalam 1 tahun) 365 (Jumlah hari dalam 1 tahun) + 78
(Jumlah hari libur atau lepas dinas dalam 1 tahun)
Ditanya : Tenaga perawat lepas dinas ?

Jawab :
78 x 17 = 1326 = 4,62 (5 perawat)
287287
Jadi , jumlah perawatan yang dibutuhkan untuk bertugas pada hari Selasa Oktober
2022 di ruang Ar-Rahman RSP Ibnu Sina YW-UMI Makassar adalah 17 perawat
pelaksana + 5 perawat lepas dinas + 1 kepala ruangan + 3 Perawat primer= 26
perawat.

28
DAFTAR ANALISA JUMLAH PERAWAT HASIL PERHITUNGAN DAN SHIFT
Hasil Shift

No Waktu Perhitungan
Jumlah Keterangan
Dinas (Douglas Tim 1 Tim 2 Tim 3 Tim 4
1984)
Tim 1 :
1 orang lepas
1 Pagi 8 1 1 1 1 4 malam
Tim 2 :,
1 orang cuti
melahirkan

2 Siang 6 1 1 1 1 4 Tim 3 :
1 orang lepas
malam
Tim 4 :
1 orang Cuti, 1
3 Malam 3 1 1 1 - 3 orang lepas malam

Jumlah 17 3 2 3 2 11

Menurut Douglass 1984 dari 26 pasien yang dirawat diharuskan 17 perawat yang shift
pada hari Rabu 12 Oktober 2022 dengan formasi 8 perawat dinas pagi, 6 perawat dinas
sore dan 3 perawat dinas malam, ini tidak berbanding dengan shift yang ada dirungan
yaitu 11 perawat yang shift dengan formasi 4 perawat dinas pagi, 4 perawat dinas siang
dan 3 perawat dinas malam dimana setiap hari ada 3 perawat yang libur lepas malam, 1
orang perawat yang cuti dan 1 perawat cuti melahirkan.

29
PERHITUNGAN BOR (ANGKA PENGGUNAAN TEMPAT TIDUR)
Senin, 10 Oktober 2022
Rumus BOR : Jumlah hari perawatan pada periode tertentu
X 100%
Jumlah tempat tidur (TT) x Jumlah hari pada periode yang sama
: 14 X 100%
31 x 1
: 14 X 100%
31
: 1400
31
: 45,16 % dibulatkan menjadi 45%
Keterangan :
- Jumlah pasien dirawat pada hari Senin, 10 Oktober 2022 yaitu 14 pasien
- Jumlah tempat tidur 31 bed
- Jumlah periode yang dihitung 1 hari
Jadi, Nilai BOR untuk hari Senin, 10 Oktober 2022 rendahnya tingkat pemakaian
tempat tidur karena 45%.
Nilai ideal dari BOR yaitu 60%-85% menurut Depkes RI 2005 sehingga data
menunjukkan bahwa penggunaan tempat tidur di hari Senin, 10 Oktober 2022 rendah
tingkat pemakaian tempat tidur.

PERHITUNGAN BOR (ANGKA PENGGUNAAN TEMPAT TIDUR)


Selasa 11 Oktober 2022
Rumus BOR : Jumlah hari perawatan pada periode tertentu
X 100%
Jumlah tempat tidur (TT) x Jumlah hari pada periode yang sama
: 23 X 100%
31 x 1
: 23 X 100% : 2300
31 31
: 74,19 % dibulatkan menjadi 74%

30
Keterangan :
- Jumlah pasien dirawat pada hari Selasa, 11 Oktober 2022 yaitu 23 pasien
- Jumlah tempat tidur 31 bed
- Jumlah periode yang dihitung 1 hari
Jadi, Nilai BOR untuk hari Selasa 11 Oktober 2022 hampir mencapai nilai ideal
dari BOR karena 74%.
Nilai ideal dari BOR yaitu 60%-85% menurut Depkes RI 2005 sehingga data
menunjukkan bahwa penggunaan tempat tidur di hari Selasa, 11 Oktober 2022
mencapai nilai ideal dari nilai ideal BOR.

PERHITUNGAN BOR (ANGKA PENGGUNAAN TEMPAT TIDUR)


Rabu 12 Oktober 2022
Rumus BOR : Jumlah hari perawatan pada periode tertentu
X 100%
Jumlah tempat tidur (TT) x Jumlah hari pada periode yang sama
: 26 X 100%
31 x 1
: 26 X 100%
31
: 2600
31
: 83,87 % dibulatkan menjadi 84%

Keterangan :
- Jumlah pasien dirawat pada hari Rabu 12 Oktober 2022 yaitu 26 pasien
- Jumlah tempat tidur 31 bed
- Jumlah periode yang dihitung 1 hari
Jadi, Nilai BOR untuk hari Rabu 12 Oktober 2022 hampir mencapai nilai ideal
dari BOR karena 84%.
Nilai ideal dari BOR yaitu 60%-85 menurunt Depkes RI 2005 sehingga data
menunjukkan bahw penggunaan tempat tidur di hari Rabu 12 Oktober 2022
mencapai nilai ideal dari BOR.

31
a. Kebutuhan tenaga perawat tiap shift berdasarkan tingkat ketergantungan
menurut PPNI
Hari pertama Senin, 10 Oktober 2022

(Rata-rata jam perawatan per hari X 52 minggu) X 7 hari (TT X Bor) X 125%
41 Minggu X 40 Jam
(4 X 52) X 7 (31 X 45%) X 125%
41 X 40
25.389
= 15,48 (Dibulatkan menjadi 15 Perawat)
1.640

Jadi, jumlah perawat yang dibutuhkan untuk bertugas pada hari senin, 10 Oktober
2022 di ruangan Ar-Rahman Rs Ibnu Sina Makassar adalah 15 orang.

Hari kedua Selasa, 11 Oktober 2022

(Rata-rata jam perawatan per hari X 52 Minggu) X 7 Hari (TT X Bor) X 125%
41 Minggu X 40 Jam
(4 X 52) X 7 (31 X 58%) X 125%
41 X 40
41.750,8
= 25,8 (Dibulatkan menjadi 25 Perawat)
1.640

Jadi, jumlah perawat yang dibutuhkan unutk bertugas pada hari selasa 11 Oktober
2022 di ruangan Ar-Rahman Rs Ibnu Sina Makassar adalah 25 orang .

32
Hari ketiga Rabu, 12 Oktober 2022

(Rata-rata jam perawatan per hari X 52 Minggu) X 7 Hari (TT X Bor) X 125%
41 Minggu X 40 Jam

(4 X 52) X 7 (31 X 74%) X 125%


41 X 40

47.392,8
= 28,89 (Dibulatkan menjadi 29 perawat)
1.640

Jadi, jumlah perawat yang dibutuhkan untuk bertugas pada hari rabu 12
Oktober 2022 di ruangan Ar-Rahman Rs Ibnu Sina Makassar adalah 29 orang.

b. Kebutuhan tenaga perawat tiap shift berdasarkan tingkat ketergantungan


menurut Gillies
Hari pertama Senin, 10 Oktober 2022

Rata-rata jam perawatan per hari X (Bor X TT) X 365


(365 hari – jumlah hari libur) X jam kerja efektif per hari

4 X (45% X 31) X 365

(365 – 78) X 8

20.367
= 8,87 (Dibulatkan menjadi 9 perawat)
2.296

Jadi, jumlah perawat yang dibutuhkan untuk bertugas pada hari senin 10
Oktober 2022 di ruangan Ar-Rahman Rs Ibnu Sina Makassar adalah 9
orang.

33
Hari Kedua Selasa, 11 Oktober 2022

Rata-rata jam perawatan per hari X (Bor X TT) X 365


(365 hari – jumlah hari libur) X jam kerja efektif per hari

4 X (74% X 31) X 365


(365 – 78) X 8

33.492,4
= 14,58 (Dibulatkan menjadi 15 perawat)
2.296

Jadi, jumlah perawat yang dibutuhkan untuk bertugas pada hari selasa 11
Oktober 2022 di ruangan Ar-Rahman Rs Ibnu Sina adalah 15 orang.

Hari Ketiga Rabu, 12 Oktober 2022

Rata-rata jam perawatan per hari X (Bor X TT) X 365


(365 hari – jumlah hari libur) X jam kerja efektif per hari

4 X (84% X 31) X 365


(365 – 78) X 8

38.018,4
= 16,55 (Dibulatkan menjadi 17 perawat)
2.296

Jadi, jumlah perawat yang dibutuhkan tiap untuk bertugas pada hari rabu
12 Oktober 2022 di ruangan Ar-Rahman Rs Ibnu Sina Makassar adalah 17
orang.

34
c. Kebutuhan tenaga perawat tiap shift berdasarkan klasifikasi
menurut Depkes
Pengkajian Hari Pertama Senin, 10 Oktober 2022

Rata-rata Rata-rata jam Jumlah jam


Kategori
pasien/hari perawatan/hari perawatan/hari

Px Bedah 14 4 75

Rumus :
Jumlah jam perawatan
Jam kerja efektif (Shift)

75
= 9.3
8
Loss Day :
(Hari minggu dalam 1 tahun + cuti + hari besar) X jumlah perawat tersedia

Jumlah hari kerja efektif

(52 + 12 + 14) X 10,71


=
287

835,38
= = 2,91
287

Faktor Koreksi:
(Jumlah tenaga perawat + Loss Day) X 25
100

(9.3 + 2.91) X 25
= = 3.05
100

35
Kesimpulan:
Jumlah tenaga perawat + perawat tersedia + faktor koreksi
9.3 + 2.91 + 3.05 = 15.26 (15 Perawat)

Hari Kedua Selasa, 11 Oktober 2022

Rata-rata Rata-rata jam Jumlah jam


Kategori
pasien/hari perawatan/hari perawatan/hari

Px Bedah 23 4 92

Rumus :
Jumlah jam perawatan
Jam kerja efektif (Shift)

92
= 11,5
8
Loss Day :
(Hari minggu dalam 1 tahun + cuti + hari besar) X jumlah perawat tersedia

Jumlah hari kerja efektif


(52 + 12 + 14) X 11,5
=
287

892
= = 3.12
287

Faktor koreksi:
(Jumlah tenaga perawat + Loss Day) X 25
100
(11,5 + 3,12) X 25
= = 3,65
100

28
Kesimpulan:
Jumlah tenaga perawat + perawat tersedia + faktor koreksi
11,5 + 3,12 + 3,65 = 28,35 (29 Perawat)

Hari Ketiga Rabu, 12 Oktober 2022

Rata-rata Rata-rata jam Jumlah jam


Kategori
pasien/hari perawatan/hari perawatan/hari

Px Bedah 26 4 104

Rumus :
Jumlah jam perawatan
Jam kerja efektif (Shift)

104
= 13 (13 perawat)
8
Loss Day :
(Hari minggu dalam 1 tahun + cuti + hari besar) X jumlah perawat tersedia

Jumlah hari kerja fektif

(52 + 12 + 14) X 13
=
287

1014
= = 3.53
287

Faktor koreksi:
(Jumlah tenaga perawat + Loss Day) X 25
100

(13 + 3.53) X 25
= = 4,13
100

29
Kesimpulan:
Jumlah tenaga perawat + perawat tersedia + faktor koreksi
13 + 3.53 + 34.13 = 20.66 (20 Perawat)

E. Analisa kesesuaian jumlah perawat yang harus dinas pagi, siang, dan
malam berdasarkan hasil hitung dengan membandingkan jumlah
perawat yang shiff menurut data diatas.
Hari Pertama Senin, 10 Oktober 2022
Waktu Hasil Jumlah
No Keterangan
Dinas Perhitungan Perawat
1 Pagi 5 5 Libur : 3
2 Sore 3 2 Cuti : 2
3 Malam 2 3
Jumlah 10 10

Keterangan :
Menurut Douglas 1984, dari 19 pasien yang dirawat diharuskan 10
perawat yang harus shiff pada senin, 04 april 2022 dengan formasi 5
perawat dinas pagi, 2 perawat dinas sore dan 3 perawat dinas malam, ini
sesuai dengan jumlah perawat shiff yang ada yaitu 10 perawat yang shiff,
dengan formasi 5 perawat pagi, 2 perawat sore dan 3 perawat malam.

Hari Kedua Selasa, 11 Oktober 2022


Waktu Hasil Jumlah
No Keterangan
Dinas Perhitungan Perawat
1 Pagi 5 3 Libur : 3
2 Sore 3 3 Cuti : 2
3 Malam 2 2
Jumlah 10 8

30
Keterangan :
Menurut Douglas 1984, dari 18 pasien yang dirawat diharuskan 10
perawat yang harus shiff pada selasa, 05 april 2022 dengan formasi 5
perawat dinas pagi, 3 perawat dinas sore dan 2 perawat dinas malam, ini
berbanding dengan shiff yang ada yaitu 8 perawat yang shiff dengan
formasi 3 perawat dinas pagi, 3 perawat dinas sore dan 2 perawat dinas
malam.

Hari Ketiga Rabu, 12 Oktober 2022


No Waktu Hasil Jumlah Keterangan
Dinas Perhitungan Perawat

1 Pagi 6 5 Libur : 3
Cuti : 1
2 Sore 4 3
3 Malam 2 2
Jumlah 12 10

Keterangan :
Menurut Douglas 1984, dari 23 pasien yang dirawat diharuskan 12
perawat yang harus shiff pada rabu, 06 april 2022 dengan formasi 6
perawat dinas pagi, 4 perawat dinas sore dan 2 perawat dinas malam, ini
berbanding dengan shiff yang ada yaitu 10 perawat yang shiff dengan
formasi 5 perawat dinas pagi, 3 perawat dinas sore dan 2 perawat dinas
malam.

DAFTAR ALAT DAN BAHAN DIRUANGAN MENURUT DEPKES 2001


No Nama Barang Jumlah Ratio Keterangan

1 Termometer 2 1:1 SOP thermometer pada ruangan


bedah ratio 1:1

2 Manset Anak 1 1:3 Tersedia manset anak diruangan

3 Baki 2 5/ ruangan Baki kurang dalam ruangan

4 Tempat sampah 1 4/ruangan Kurang dari SOP alat dan bahan

31
besar diruangan DEPKES 2001

5 Kursi Roda 1 2-3/ruangan Kurang dari SOP alat dan bahan


diruangan DEPKES 2001

6 Pispot 0 1: 1/2 Kurang dari SOP alat dan bahan


diruangan DEPKES 2001

G. Sarana Dan Prasarana


Didalam manajemen keperawatan sangat dibutuhkan adanya pengelolaan
peralatan sebagai faktor pendukung dan penunjang terlaksananya pelayanan
keperawatan. Peralatan kesehatan untuk pelayanan keperawatan adalah semua
bentuk alat kesehatan yang dipergunakan dalam melaksanakan tindakan untuk
menunjang kelancaran pelaksanaan asuhan keperawatan, sehingga diperoleh
tujuan keperawatan yang efisien dan efektif.

1. Alat Keperawatan
No Nama Barang Ratio Pasien : Alat Ruangan Rusak
1 Tensi Meter 2 / Ruangan 3 1
2 Stetoskop 2 / Ruangan 6
3 Timbangan Bb/Tb 1 / Ruangan 2
Cssd (Sesuai
4 Irigator Set 2 / Ruangan
Kebutuhan)
Cssd (Sesuai
5 Sterilisator 1 / Ruangan
Kebutuhan)
2 / Ruangan
(R. Bedah
6 Tabung O2 + Flow Meter 3/Ruang, Sentral
R.Peny.Dalam
6/Ruang)

32
Cssd (Sesuai
7 Vc Set 2 / Ruangan
Kebutuhan)
Cssd (Sesuai
8 Gunting perban 2 / Ruangan
Kebutuhan)
Cssd (Sesuai
9 Korentang dan semptung 2 / Ruangan
Kebutuhan)
Cssd (Sesuai
10 Bak instrumen besar 2 / Ruangan
Kebutuhan)
Cssd (Sesuai
11 Bak instrumen sedang 2 / Ruangan Kebutuhan)
Cssd (Sesuai
12 Bak instrumen kecil 2 / Ruangan
Kebutuhan)
Diresepkan
13 Blas spuit 2 / Ruangan Sesuai
Kebutuhan
Pasien
Cssd (Sesuai
14 Gliserin spuit 2 / Ruangan
Kebutuhan)

15 Bengkok 2 / Ruangan Cssd (Sesuai


Kebutuhan)
Cssd (Sesuai
16 Set angkat jahitan 1 : 1/2
Kebutuhan)
5 / Ruangan Cssd (Sesuai
17 Set ganti balutan
(R.Bedah 1 : 1/3 ) Kebutuhan)
5 / Ruangan
18 Thermometer 3 1
(R.Bedah 1 : 1 )
19 Standar infus 1:1 31
2 / Ruangan Diresepkan
20 Masker O2 R.Bedah 3/Ruang Sesuai
R.Peny Dlm 6/Ruang Kebutuhan
Pasien
21 Nasal kateter 2 / Ruangan Diresepkan
22 Oksimeter 1 / Ruangan 1
23 Syringe pump 1 / Ruangan 2
24 Bed monitor 1 / Ruangan Tidak Tersedia
25 Infus pump 1 / Ruangan Tidak Tersedia
26 Brankar 1 / Ruangan Tidak Tersedia

33
2. Alat Tenun

No Nama Ratio Pasien : Alat Ruangan Rusak


Barang
1 Gorden 1:2 12 Gorden
Dalam 6
Ruangan
50
2 Seprai besar 1:3
3 Manset dewasa 1 : 1/4 3
4 Manset anak 1 : 1/3 1
50
5 Sarung bantal 1:6
6 Vitrase 1:2 -
7 Masker 1 : 1/2 Diresepkan sesuai
kebutuhan pasien

3. Alat Rumah Tangga

No Nama Barang Ratio Pasien : Alat Ruangan


1 Kursi roda 3 / Ruangan 1
2 Lemari obat emergency 1 / Ruangan 1
3 Over bed table 3 / Ruangan 31
4 Standar infus 6 / Ruangan 31
5 Nampan 1:1 2
6 Tempat tidur fungsional 1 : 1/2 31
7 Troli obat 1 / Ruangan 2
8 Troli suntik 1 / Ruangan 1
9 Timbangan Bb/Tb 1 / Ruangan 1/1rusak
10 Dorongan O2 1 / Ruangan 1
11 Plato/Piring makan 1:1 1:1
12 Sendok 1:1 1:1
13 Keran air 1:1 13
14 Baki 5 / Ruangan 2
15 Tempat sampah pasien 1:1 11
16 Tempat sampah besar 4 / Ruangan 5
17 Ners Call 1 / Ruangan Tidak Berfungsi

34
4. Alat Pencatatan Dan Pelaporan

No Nama Barang Ratio Pasien : Alat Ruangan


1 Formulir pengkajian awal 1:1 3 Rangkap
2 Formulir rencana keperawatan 1:5 3 Rangkap
Formulir catatan perkembangan 3 Rangkap
3 1 : 10
pasien
4 Formulir observasi 1 : 10 3 Rangkap
5 Formulir resume keperawatan 1:1 3 Rangkap
6 Formulir catatan pengobatan 1 : 10 3 Rangkap
7 Formulir medik lengkap 1:1 3 Rangkap
8 Formulir laboratorium lengkap 1:3 3 Rangkap
9 Formulir rontgen 1:2 3 Rangkap
10 Formulir permintaan darah 1:1 3 Rangkap
11 Formulir keterangan kematian 5 Lembar / Bulan 3 Rangkap
12 Resep 10 Buku / Bulan 3 Rangkap
13 Formulir konsul 1:5 3 Rangkap
14 Formulir permintaan makanan 1:1 3 Rangkap
15 Formulir permintaan obat 1:1 50 Lember
16 Buku register pasien 4 / Ruangan / Tahun 1
17 White board 1 / Ruangan 1
18 Perforator 1 / Ruangan 1
19 Steples 2 / Ruangan 1
20 Pensil biasa 5 / Ruangan 5
21 Pensil merah/Biru 2 / Ruangan 2
22 Spidol white board 6 / Ruangan 1

5. Alat Di Ruang Perawatan Ar-Rahman

Ruangan
No Nama Barang
301 302 303 304 310 311 /
Iso
1 Ac 2 2 2 1/Rusak 1/1rusak 1
2 Jam dinding 1 1 1 1/Rusak 1
3 Washtafel 2 2 2 2 2 1
4 Washtafel + Cermin 2 2 2 2 2 1
Tempat tidur
5 6 6 6 6 6 1
fungsional
6 Meja pasien 6 6 6 6 6 1

35
7 Over bed table 6 6 6 6 6 1
8 Kursi 6 6 6 6 6 1
9 Kamar mandi 2 2 2 2 2 1
10 Sampiran 6 6 6 6 6 1
11 Vitrase - - - - - -
12 Gorden 2 2 2 2 2 2
13 Lemari 6 6 6 6 6 1
Tempat sampah 1
14 1 1 1 1 1
pasien
16 Telepon 1 1 1 1 1 1
17 Standar infus 6 6 6 6 6 1
18 Tv - - - - - 1
19 Kulkas - - - - - 1

H. Hasil Pengkajian Dan Analisa


Proses manajemen keperawatan dilakukan dengan pendekatan sistem terbuka,
dimana masing-masing komponen saling berhubungan, berinteraksi diri dan
dipengaruhi oleh lingkungan terdiri dari :
a. Input
Input dari proses manajemen keperawatan antara lain informasi, personel,
peralatan dan fasilitas.
b. Proses
Proses adalah kelompok manajer atau dari tingkat pengelola keperawatan
tertinggi sampai ke perawat pelaksana yang mempunyai tugas dan
wewenang untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan
dan pengawasan dalam pelaksanaan dalam pelayanan keperawatan.
c. Output
Dari proses manajemen keperawatan adalah asuhan keperawatan
pengembangan staf dan riset.
d. Kontrol
Dalam proses manajemen keperawatan termasuk antara lain budget
keperawatan, evaluasi penampilan kerja perawat standar prosedur dan
akreditasi.

36
Untuk mengetahui semua masalah manajemen dalam proses
keperawatan, tahap awal yang dilakukan adalah melakukan pengkajian. Pada
praktek manajemen keperawatan saat ini dilakukan pengkajian yang berfokus
pada fungsi manajemen keperawatan. Pada proses pengkajian manajemen
keperawatan di ruang perawatan lantai 3 Ar- Rahman RS Ibnu Sina YW-UMI
mengacu pada metode kuesioner yang divalidasi dengan observasi dan
wawancara serta melibatkan kepala ruangan, perawat primer dan perawat
pelaksana serta pasien dan keluarga yang ada di ruang perawatan pada tanggal
10-12 Oktober 2022.

Analisa dilaksanakan dengan metode distribusi frekuensi data primer


yang diperoleh dari kuesioner serta observasi pada 11 responden yang terdiri
dari 8 perawat pelaksana 2 perawat primer dan 1 kepala ruangan. untuk
mendukung kesimpulan, dilakukan pembagian kuesioner yang divalidasi
dengan observasi langsung dan wawancara dengan kepala ruangan.
1. Input
a. Fasilitas
Wawancara : Sarana dan prasarana di ruang perawatan Ar-Rahman masih
belum memadai. menurut kepala ruangan untuk kelengkapan alat-alat
tersebut sudah diusulkan kepada pihak manajemen rumah sakit tetapi
masih menunggu realisasi dari pihak manajemen rumah sakit.

Observasi:

- Ruangan Ar-Rahman memiliki jumlah kamar perawatan yaitu


sebanyak 6 kamar dimana 3 kamar difungsikan untuk perawatan bedah,
2 kamar untuk pasien kemoterapi dan 1 kamar difungsikan sebagai
ruangan isolasi pasien immunosupresed pada pasien post kemoterapi.
Jumlah bed sebanyak 31 buah.
- Alat-alat yang belum tersedia di ruang Ar-Rahman yaitu monitor, infus
pump. Dan alat-alat yang masih kurang seperti kursi roda, trolly
emergency, dan ners call (ada tapi tidak berfungsi).
- Berdasarkan hasil perhitungan bor tanggal 10 oktober 2022, bor ideal
dengan persentase 45%, tanggal 11 oktober 2022 74% dan tanggal 12
oktober 2022 84%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bed di ruangan
Ar-Rahman sudah cukup ideal dan tidak melewati nilai ideal dari
37
penggunaan bor
- Masalah : Sarana dan prasarana di ruang perawatan Ar-Rahman belum
cukup memadai.
b. Informasi
Observasi : Dari hasil observasi tanggal 10-12 Oktober 2022
menunjukkan pelaksanaan universal precaution tergolong optimal pada
saat penerimaan pasien baru, keluarga pasien dan pasien diorientasi
tentang pencegahan infeksi atau universal precaution tentang cuci tangan
untuk mencegah infeksi nasokomial baik dari pasien ke penjenguk atau
penjenguk ke pasien.

Masalah : Telah optimal komunikasi efektif tentang pencegahan infeksi


pada saat penerimaan pasien baru.
2. Proses
a. Fungsi Perencanaan
Perencaan merupakan langkah awal dalam manajemen keperawatan
dimana dengan perencanaan yang baik dan tetap sasaran dapat tercapai
sesuai tujuan yang diharapakan adapun permasalahan utama yang
ditemukan pada fungsi perencanaan diruang perawatan Ar-Rahman RS
Ibnu Sina YW-UMI.
1) Visi Dan Misi Organisasi
Wawancara : Kepala ruangan mengatakan belum ada visi dan misi
ruangan namun yang ada yaitu visi dan misi Rumah Sakit Ibnu Sina,
yang mana visi dan misi ruangan Ar-Rahman mengacu pada visi dan
misi rumah sakit.
Observasi : Hasil pengamatan diruang Ar-Rahman terpajang visi dan
misi RS Ibnu Sina YW-UMI.
Masalah : Tidak ada masalah
2) Perencanaan Sdm
Kuesioner : Kepala ruangan telah melakukan perencanaan SDM tiap
tahun.
Observasi : Kepala ruangan menjalankan tugas mengelola tenaga
perawat diruang perawatan dengan mengatur jadwal dinas sesuai
dengan jumlah kuota pasien.
Masalah : Jumlah dan komposisi perawat masih belum sesuai dengan
38
kebutuhan tenaga perawat di ruangan. Sesuai data pengkajian yang
kami dapatkan yaitu terjadi peningkatan pasien sebanyak 26 pasien
pada tanggal 12 Oktober 2022. Berdasarkan perhitungan tenaga
perawat menggunakan rumus douglas, ppni, gillies dan depkes di
dapatkan kurangnya tenaga perawat atau tenaga perawat tidak sesuai.
b. Fungsi Pengorganisasian
Fungsi pengorganisasian merupakan fungsi manajemen kedua.
Pengorganisasian adalah rangkaian untuk mewujudkan proses kerja yang
berfungsi sebagai total system agar bergerak kearah tujuan yang sama
adapun fungsi manajemen pengorganisasian diruang perawatan Ar-
Rahman yaitu:
1) Struktur Organisasi
Wawancara : Struktur organisasi telah terbentuk dengan metode tim
modifikasi (terdiri dari 4 Tim yaitu setiap Tim dipimpin oleh satu
perawat primer). Tetapi struktur organisasi belum terpajang di ruangan.
observasi: Struktur organisasi belum ada yang terpajang. Tetapi
struktur organisasi sudah dibentuk dan sudah diperlihatkan kepada
mahasiswa.
Masalah : Struktur organisasi di ruangan Ar- Rahman sudah optimal
dan sesuai.
2) Metode Pemberian Asuhan Keperawatan
Wawancara : Kepala ruangan mengatakan metode pemberian asuhan
keperawatan yang digunakan di ruang Ar-Rahman yaitu metode tim
karena metode ini lebih efektif dengan mengacu pada uraian tugas
masing-masing yang telah dibuat.

Observasi : Hasil pengamatan ada 4 tim diruangan yang dibuat dengan


formasi setiap tim dimpimpin 1 perawat primer dan 3 perawat
Assosiete.

Masalah : Perawat primer masih ada yang jenjang Pendidikan DIII dan
S1 Keperawatan.

3) Uraian Tugas

Wawancara : Kepala ruangan mengatakan bahwa uraian tugas yang


diberikan sudah sesuai batas wewenang dan tanggung jawab yang
39
cukup jelas dan job deskripsinya masing-masing.

Kuesioner : Pembuatan jadwal dinas melibatkan semua staf perawat.

Masalah : Tidak ada masalah yang ditemukan.

4) Spiritual

Observasi : Saat dilakukan observasi dari tanggal 10-12 Oktober 2022


perawat cukup menerapkan unsur islami pada asuhan keperawatan
dengan memberikan motivasi kepada pasien seperti menganjurkan
pasien banyak berdoa, tetapi beberapa pasien mengatakan perawat
belum menerepkan unsur keperawatan islami diantaranya membantu
pasien beribadah dan menyediakan fasilitas ibadah
Masalah : Penerapan islami dalam perawatan belum terpenuhi.

c. Fungsi Ketenagaan
Ketengaan adalah aktivitas yang diambil untuk menarik, mempekerjakan
dan menggaji personil atau karyawan dukungan efektif dalam penjualan
dalam organisasi. Dalam keperawatan ketenagaan adalah pemilihan,
pelatihan. Memotivasi, dan mempertahankan personil dalam organisasi.
1) Kebutuhan Tenaga
Wawancara: Kepala ruangan mengatakan kebutuhan tenaga kerja di
ruangan Ar-Rahman sudah tercukupi namun ketika ada perawat yang
cuti atau sakit tidak ada tenaga perawat lain yang bisa menggantikan,
dan perawat tidak hanya merawat pasien tetapi merangkap juga
sebagai administrasi, register, ambulasi dan lain sebagainya yang
mengakibatkan beban tenaga perawat bertambah.
Observasi :
- Menurut hasil perhitungan tenaga kerja dengan menggunakan
rumus douglas, ppni, gilis, depkes didapatkan hasil bahwa
kebutuhan tenaga di ruangan Ar-Rahman sudah cukup terpenuhi,
tetapi perhitungan ini tidak cocok diterapkan di ruangan Ar-
Rahman, karena masih banyak perawat yang terlihat mengerjakan
tindakan yang diluar tindakan keperawatan, seperti mengantar
pasien diruang OK, mengambil hasil pemeriksaan, mengambil dan
memulangkan alat gv di cssd, mengantar resep obat pasien, dan lain

40
sebagainya.

- Pada tanggal 10-12 Oktober 2022, terjadi peningkatan sebanyak 26


pasien dengan 3 pasien Minimal care, 11 pasien Partial care, dan 12
pasien Total care.

- Masalah : Kebutuhan dan komposisi tenaga perawat di ruangan Ar-


Rahman belum tercukupi.
2) Kompetensi
Wawancara : Kepala ruangan mengatakan pengoptimalan kompetensi
tenaga perawat di ruang perawatan Ar-Rahman telah dilakukan
semaksimal mungkin melalui pendidikan dan pelatihan. Perawat
pelaksana diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan
mengikuti pelatihan. Tetapi dilakukan secara bergaintian karena dapat
menyebabkan pekerjaan atau pelayanan diruangan perawatan
terbengkalai.
Observasi : Tenaga perawat pelaksana di ruangan Ar-Rahman masih
ada yang memiliki jenjang pendidikan DIII keperawatan sebanyak 8
orang, perawat dengan jenjang pendidikan S1 keperwatan sebanyak 2
orang dan perawat ahli (Ners) sebanyak 7 orang sehingga harus ada
peningkatan jenjang pendidikan pada perawat DIII.
Kuesioner : Perawat yang kurang terlatih dan cukup terlatih sebanyak
9,1% dan sangat terlatih sebanyak 45,5%.
Masalah : Kompetensi perawat kemoterapi diruangan Ar-Rahman
belum optimal dan masih membutuhkan pelatihan.
d. Fungsi Pengarahan
1) Memotivasi kepada perawat
Wawancara : Kepala ruangan mengatakan peningkatan motivasi
dilakukan dalam bentuk lisan setiap perawat melakukan pencapaian.

Kuesioner : Dilakukan pemberian motivasi dalam bentuk lisan oleh


kepala ruangan kepada perawat pelaksana dalam bentuk lisan setiap
melakukan pencapaian.
Masalah: Tidak ditemukan masalah
2) Program Ronde Keperawatan
41
Wawancara : Kepala ruangan mengatakan ronde keperawatan biasa
dilakukan, terutama jika ada kasus yang tidak bisa terselesaikan.
Observasi : Berdasarkan hasil pengamatan pada tanggal 10-12 Oktober
2022, di ruang Ar-Rahman sudah dilakukan ronde keperawatan.

Masalah : Tidak ada masalah


3. Output
a. Kepuasan Kerja Perawat
Kepuasan kerja perawatan sangat dibutuhkan bagi perawat untuk
meningkatakan pelayanan kesehatan. Kepuasan kerja adalah keadaan
emosional yang menyenangkan atau positif yang dihasilkan penilaian
pekerjaan dari seseorang atau pengalaman kerja.
Wawancara :
- Kepala ruangan mengatakan selama ini belum ada insentif untuk para
perawat primer. Perlu adanya insentif karena beban kerja perawat
primer melebihi perawat pelaksana.
- Perawat primer mengatakan tidak adanya perbedaan insentif antara dan
perawat pelaksana.
- Perawat pelaksana mengatakan selama ini tidak ada kompensasi
ataupun jenjang karir yang pasti.
Masalah: Kepuasan kerja perawat diruangan Ar-Rahman belum terpenuhi.
b. Kepuasan Pasien
Observasi : Dibagikan kuesioner kepada setiap pasien di ruang Ar-
Rahman.
Kuesioner : Pasien merasa puas dengan pelayanan di ruangan Ar-
Rahman
Masalah : Tidak ada masalah
c. Universal Precaution/Pencegahan Infeksi
Universal precaution adalah tindakan pengendalian infeksi yang
dilakukan oleh seluruh tenaga kesehatan untuk mengurangi resiko
penyebaran infeksi dan didasarkan pada prinsip bahwa darah dan cairan
tubuh dapat berpotensi menularkan penyakit, baik berasal dari pasien
maupun petugas kesehatan. Dasar kewaspadaan universal meliputi,
pengelolaan alat kesehatan, cuci tangan guna mencegah infeksi silang,
pemakaian alat pelindung diri di antaranya cuci tangan untuk mencegah
42
kontak dengan darah serta cairan infeksius yang lain, pengelolaan jarum
dan alat tajam untuk mencegah perlukaan, pengelolaan lingkungan.
Wawancara : Kepala ruangan mengatakan Universal Precaution
diterapkan diruang perawatan Ar-Rahman.
Observasi : Dari hasil observasi sejak tanggal 10-12 Oktober 2021
didapatkan perawat menerapkan cuci tangan five moment.
Masalah : Tidak ada masalah.

4. Rumusan Masalah
Setelah dilakukan pengkajian dan analisa data maka ditemukan masalah-
masalah manajemen di ruang perawatan Ar-Rahman Lt. 3 RS Ibnu Sina
YW-UMI antara lain :

43
Poac Data Masalah Solusi
Planning - Alat-alat yang belum tersedia di ruang Saran dan prasarana di ruang Mengkoordinasikan antara kepala ruangan
Ar-Rahman yaitu monitor, infus pump perawatan Ar-Rahman belum memadai Ar-Rahman dengan bidang keperawatan
- Alat-alat yang masih kurang seperti untuk penyediaan sarana dan prasarana
kursi roda, troli emergency dan ners yang belum tersedia maupun yang masih
call (ada tapi tidak berfungsi). kurang.
Staffing - Perawat tidak hanya merawat pasien Kebutuhan dan komposisi tenagaMengkoordinasikan antara kepala ruangan
tetapi merangkap juga sebagai perawat di ruangan ar- rahman belumAr-Rahman dengan bidang keperawatan
administrasi, register, ambulasi dan lain tercukupi untuk penambahan perawat di ruang Ar-
sebagainya yang mengakibatkan beban Rahman
tenaga perawat bertambah.
- Berdasarkan perhitungan tenaga kerja
perawat menggunakan rumus douglas,
ppni, dan gillies dan depkes di
dapatkan kurangnya tenaga perawat
atau tenaga perawat tidak sesuai selain
itu masih banyak perawat yang terlihat
mengerjakan tindakan yang diluar
tindakan keperawatan, seperti
mengantar pasien diruang OK,
mengambil hasil pemeriksaan,
mengambil dan memulangkan alat gv
di cssd, mengantar resep obat pasien,

44
dan lain sebagainya.
- pada tanggal 14-15 april 2022, terjadi
peningkatan sebanyak 23 pasien
dengan 12 pasien bedah dan 11 pasien
kemoterapi.
- Perawat pelaksana diberi kesempatan - kompetensi perawat kemoterapi Mengkoordinasikan antara kepala
untuk mengikuti pelatihan-pelatihan. diruangan Ar-Rahman belum ruangan Ar-Rahman dengan bidang
Tetapi kompetensi perawat kemoterapi optimal dan masih membutuhkan keperawatan untuk memberikan
belum maksimal di karenakan baru 2 pelatihan. kesempatan kepada perawat di ruang
orang tenaga perawat yang pernah Ar-Rahman untuk mengikuti pelatihan
mengikuti pelatihan kemoterapi dari 17 – pelatihan seperti pelatihan
perawat yang ada di ruangan Ar- kemoterapi.
Rahman.
- Tenaga perawat pelaksana di ruangan
Ar-Rahman masih ada yang memiliki
jenjang pendidikan DIII keperawatan
sebanyak 8 orang, perawat dengan
Jenjang pendikan S1 keperawatan

45
Sebanyak 2 orang dan perawat ahli
(Ners) sebanyak 7 orang sehingga harus
ada peningkatan jenjang pendidikan
pada perawat DIII.
- Perawat yang kurang terlatih, terlatih
dan cukup terlatih sebanyak 9,1% dan
sangat terlatih sebanyak 45,5%.

- Selama ini belum ada insentif untuk - kompensasi gaji perawat diruangan Mengkoordinasikan antara kepala
para ketua tim. Ar-Rahman belum terpenuhi ruangan Ar-Rahman dengan bidang
- Tidak adanya perbedaan uang keperawatan untuk memberikan
tunjangan antara ketua tim dan kompensasi kepada perawat di
perawat pelaksana. ruang Ar-Rahman
- Selama ini tidak ada kompensasi
ataupun jenjang karir yang pasti.

46
Aktuating - Ronde keperawatan biasa dilakukan - Ronde keperawatan di ruang Diberikaannya contoh ronde
keperawatan oleh mahasiswa profesi
jika ada kasus yang tidak bisa perawatan Ar-Rahman belum
Ners UMI
terselesaikan / harus di rondekan, optimal
biasanya 2-3 kali dalam satu bulan
- Hasil pengamatan pada tanggal 04-
16 April 2022, di ruang Ar-Rahman
belum dilakukan ronde
keperawatan
Pengorganisasian Penerapan perawatan berbasis Memberikan contoh pelayanan
Beberapa pasien mengatakan keperawatan spiritual di ruang Ar-
spiritual dan Islami di ruang Ar-
perawat belum menerapkan Rahman oleh mahasiswa profesi Ners
Rahman belum optimal UMI
unsur keperawatan islami
diantaranya membantu pasien
beribadah dan menyediakan
fasilitas ibadah

47
DAFTAR PUSTAKA

Nursalam. 2014. Manajemen Keperawatan (Aplikasi Dalampraktik Keperawatan


Profesional) (4th Ed.). Jakarta: Salemba Medika.

Nursalam. 2016. Managemen Keperawatan (Aplikasi Dalam Praktik Keperawatan Profesional)


(5th Ed.). Jakarta: Salemba Medika.

Anda mungkin juga menyukai