Anda di halaman 1dari 31

MAKALAH

“Analisis Karya Seni Rupa 2 Dimensi dan 3 Dimensi”

Disusun oleh :

Kezia Nelvina Christy (19)


Wimeida Aliya Rachma (36)

XII MIPA 2
SMAN 2 BONDOWOSO
2022/2023

1
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI..................................................................................................................2
BAB I.............................................................................................................................4
1.1 Latar Belakang..........................................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................................5
1.3 Tujuan Penulisan......................................................................................................5
BAB II............................................................................................................................6
2.1 Pengertian Analisis Karya Seni Rupa.........................................................................6
2.1.1 Teknik Analisis Karya Seni Rupa......................................................................6
2.1.2 Aspek-aspek Formal Dalam Karya Seni............................................................6
2.1.3 Tahapan dalam Analisis Karya Seni Rupa.........................................................7
2.2 Pengertian Karya Seni Rupa 2 Dimensi.....................................................................8
2.3 Unsur-unsur dan Prinsip Karya Seni Rupa 2 Dimensi................................................8
2.4 Pengertian Karya Seni Rupa 3 Dimensi...................................................................12
2.5 Unsur-unsur dan Prinsip Karya Seni Rupa 3 Dimensi..............................................12
BAB III.........................................................................................................................14
3.1 Karya Seni Rupa 2 Dimensi.....................................................................................14
3.1.1 Starry Night.....................................................................................................14
3.1.2 Christina’s World............................................................................................16
3.1.4 The Potato Eaters............................................................................................17
3.1.5 Kakak dan Adik...............................................................................................18
3.1.6 Potret Diri dan Topeng-topeng Kehidupan..........Error! Bookmark not defined.
3.1.7 Terrace Café at Night......................................................................................20
3.2 Karya Seni Rupa 3 Dimensi.....................................................................................21
3.2.1 Liberty.............................................................................................................21
3.2.2 Garuda Wisnu Kencana...................................................................................23
3.2.3 Sura dan Baya.................................................................................................26
3.2.4 Christ the Redeemer........................................................................................27
3.2.5 Patung Merlion Singapura...............................................................................29

2
BAB IV.........................................................................................................................31
4.1 Kesimpulan.............................................................................................................31
4.2 Saran......................................................................................................................31

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seni lukis merupakan salah satu cabang dari seni rupa. Bisa diartikan
bahwa definisi seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari
menggambar. Seni lukis termasuk jenis seni rupa 2 dimensi yang biasa
menggunakan media kanvas, kertas, papan, atau bidang tertentu yang dijadikan
media ekspresi bagi pelukisnya. Seni lukis menjadi bentuk ekspresi jiwa dan
emosi dari pelukisnya. Fungsi seni lukis juga bisa memiliki tujuan lain, seperti
untuk fungsi religius, fungsi komersial, dan fungsi simbolis. Lukisan juga bisa
hanya memiliki fungsi estetis untuk nilai keindahan, sehingga bisa tergolong
sebagai seni rupa murni juga. Aliran seni lukis terus berkembang dari zaman ke
zaman. Terdapat banyak aliran seni lukis yang terkenal misalnya sepertialiran
kubisme, aliran naturalisme, aliran romantisme, aliran surealisme, aliran
impresionisme, aliran abstrakionisme, dan lain-lain. Tiap jenis aliran seni lukis
memiliki ciri-ciri dan karakteristik yang berbeda-beda. Perkembangan zaman juga
mendorong perubahan pada aliran-aliran seni lukis tersebut, baik dari gaya atau
teknik seni lukisnya. Umumnya tiap pelukis menekuni satu atau beberapa aliran
seni lukis.

Mengevaluasi sebuah karya seni lukis, banyak sekali permasalahan terkait


kelebihan sertakekurangan yang bisa diungkap, seperti masalah ide, konsep,
bentuk, media dan teknik. Senirupa secara tidak langsung merupakan wilayah
keilmuan yang sarat dengan ide kreatif yangdidukung kemampuan praktikal
dalam menyusun atau membuat visualisasi estetis yang dipengaruhi oleh
perasaan, psikologis, maupun keadaan lingkungan seniman. Selain
haltersebut seni juga merupakan miniatur dari sebuah realita yang besar, seperti
pendapat ErichKahler, yang dikutip Humar Sahman, mengatakan bahwa: “Seni
juga merupakan kegiatan manusia yang menjelajahi dan dengan ini
menciptakanrealitas baru dalam suatu cara yang di luar akal dan berdasarkan
penglihatan serta menyajikanrealita itu secara perlambang atau kiasan sebagai
sebuah kebulatan dunia kecil yang mencerminkan sebuah kebulatan dunia besar”.
(Sahman, 1993)

Menganalisis karya seni rupa merupakan suatu kegiatan yang bisa jadi
cukup membingungkan bagi beberapa kalangan. Namun, sebetulnya kita dapat
memulainya dengan mengapresiasinya dengan baik terlebih dahulu. Saat kita
mampu mengapresiasinya dengan baik, maka kita akan mulai melihat berbagai

4
sisi yang selama ini belum kita temukan. Namun apresiasi sendiri kadang kala
tidak semudah itu untuk dilakukan. Apalagi jika karya yang ingin kita apresiasi
tidak menarik perhatian kita. Oleh sebab itu, memilih karya yang menarik
perhatian kita merupakan salah satu cara untuk melatihnya. Jika kita menyukai
karya yang kita amati, maka akan jauh lebih mudah bagi kita untuk
mengapresiasinya secara penuh. Oleh karena itu, kita harus mampu
mengklasifikasikan karya berdasarkan fungsinya pula pada saat menganalisis
karya seni rupa. Hal ini untuk memastikan bahwa kita benar-benar mengetahui
fungsi dibalik karya yang kita analisis.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah yang dimaksud dengan Analisis Karya Seni Rupa?
2. Apakah yang dimaksud dengan karya seni rupa 2 dimensi?
3. Apa saja unsur dan prinsip dari karya seni rupa 2 dimensi?
4. Apakah yang dimaksud dengan karya seni rupa 3 dimensi?
5. Apa saja unsur dan prinsip dari karya seni rupa 3 dimensi?
6. Apakah makna dari setiap karya seni rupa yang akan dianalisis?
7. Bagaimanakah analisis dari karya seni rupa 2 dimensi dan seni rupa 3 dimensi?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui pengertiap dari analisis karya seni rupa.


2. Untuk mengetahui pengertian dari karya seni rupa 2 dimensi.
3. Untuk mengetahui unsur-unsur dan prinsip dari karya seni rupa 2 dimensi.
4. Untuk mengetahui pengertian dari karya seni rupa 3 dimensi.
5. Untuk mengetahui unsur-unsur dan prinsip dari karya seni rupa 3 dimensi.
6. Untuk mengetahui makna dari setiap karya seni rupa yang akan dianalisis.
7. Untuk mengetahui analisis dari karya seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi.

5
BAB II
KAJIAN TEORI

2.1 Pengertian Analisis Karya Seni Rupa

Karya seni adalah sebuah wujud yang diciptakan oleh seniman untuk
menyampaikan ide, gagasan atau nilai yang dimiliki oleh seorang seniman. Salah
satu karya seni yang banyak diciptakan oleh seniman adalah karya seni rupa.
Secara umum, seni rupa dibagi menjadi dua jenis, yaitu seni rupa murni dan seni
rupa terapan. Kedua karya seni ini tentunya mengandung ide dan gagasan dari
penciptanya.

Setiap karya seni membutuhkan apresiasi, kritik dan juga saran akar dapat
dikembangkan. Untuk itu, dibutuhkan sebuah wadah yang mempertemukan para
seniman dan penikmat seni. Contohnya seperti pameran seni. Adapun hal yang
perlu diperhatikan oleh para penikmat seni dalam memberikan penilaian terhadap
suatu karya seni, yakni teknik menganalisis suatu karya seni.

2.1.1 Teknik Analisis Karya Seni Rupa


Dikutip dari buku Seni Budaya (Seni Rupa) Paket C Setara SMA/MA
Kelas XII yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
analisis karya seni merupakan bagian terpenting dalam melakukan sebuah
apresiasi atau kritik terhadap karya seni.

Analisis karya seni yang biasa dilakukan adalah analisis formal, yaitu
suatu tahapan dalam kritik karya seni untuk menelusuri sebuah karya seni
berdasarkan struktur formal atau unsur-unsur pembentuknya. Pada tahap ini
seorang kritikus harus memahami unsur-unsur seni rupa dan prinsip-prinsip
penataan atau penempatannya dalam sebuah karya seni. Dengan adanya analisis
suatu karya seni, seseorang dapat memberikan pandangan atau penilaiannya
terhadap suatu karya seni.

2.1.2 Aspek-aspek Formal Dalam Karya Seni


Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, analisis karya seni sangat
memperhatikan aspek-aspek formal yang dimiliki oleh sebuah karya seni. Analisis
karya seni fokus pada penilaian terhadap kualitas penyusunan (komposisi) unsur-
unsur visual seperti warna, garis, tekstur, dan sebagainya yang terdapat dalam
karya tersebut. Analisis ini juga berkaitan juga dengan kualitas teknik dan bahan
yang digunakan dalam berkarya seni. Adapun beberapa aspek-aspek formal dalam
suatu karya seni, yakni titik, garis, raut, bidang/ruang, warna, dan gelap-terang.

6
2.1.3 Tahapan dalam Analisis Karya Seni Rupa
Menurut Winna Mardani, M.Pd. dan Ary Trisna Oktavierasasi M.Sn
dalam buku Analisa Karya Seni Rupa Tiga Dimensi, berikut beberapa tahap serta
kemampuan yang dibutuhkan untuk menganalisis karya seni, yakni

1. Memperhatikan Prinsip Komposisi.

Seorang apresiator atau kritikus harus memiliki kemampuan menganalisis


komposisi dari sebuah karya seni dan bagaimana karya seni tersebut dibuat atau
disusun berdasarkan:

 Keseimbangan baik pada warna, bentuk dan tekstur yang tersusun baik dan
saling menunjang sehingga menciptakan daya efek keseimbangan atau
harmonis beberapa elemen tersebut.
 Kontras, yang dapat dijumpai dalam penggunaan berbagai bentuk atau kontur.
 Proporsi, dengan memperhatikan beberapa ukuran elemen pada karya seni
tersebut sesuai. Seorang apresiator atau kritikus harus memiliki kemampuan
menganalisis komposisi dari sebuah karya seni dan bagaimana karya seni
tersebut dibuat.

Seorang apresiator atau kritikus harus memiliki kemampuan menganalisis


komposisi dari sebuah karya seni dan bagaimana karya seni tersebut dibuat.

2. Menganalisis Fokus dari Suatu Karya Seni

Biasanya, suatu karya seni memiliki sejumlah elemen yang menjadi fokus
perhatian pandangan mata ketika memperhatikan suatu karya seni. Seorang
apresiator atau kritikus harus memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi
bagian mana yang menjadi fokus dan pusat perhatian dalam karya seni tersebut

3. Menemukan Tema dalam Karya Seni.

Penentuan tema berdasarkan analisis dan interpretasi juga sangat dibutuhkan agar
maksud dan tujuan dari seorang seniman dapat diperkirakan. Selain itu, seorang
apresiator juga harus memperhatikan si senimannya dalam penggunaan elemen
desain yang terkandung (warna, ruang, bentuk dan garis). Tema biasanya
mencakup dalam penggunaan skema warna yang mampu memberikan suasana
atau makna tertentu juga simbolisme dan citra religius atau mitos yang terkandung
dalam karya seni tersebut.

7
2.2 Pengertian Karya Seni Rupa 2 Dimensi

Seni rupa 2 dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki batas dua sisi, yaitu
sisi panjang dan sisi lebar. Seni rupa 2 dimensi tidak memiliki ruang karena tidak
memiliki ketebalan atau ketinggian. Dalam kehidupan sehari-hari kita bisa
menemui banyak contoh karya seni rupa 2 dimensi, misalnya lukisan, poster, foto,
banner, logo, kaligrafi, mozaik, batik, karikatur, dll.

2.3 Unsur-unsur dan Prinsip Karya Seni Rupa 2 Dimensi

 Unsur

a. Titik /Bintik

Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil. Semua wujud
objek dihasilkan mulai dari titik. Titik dapat pula menjadi pusat perhatian, bila
berkumpul atau berwarna beda. Titik yang membesar biasa disebut bintik.

b. Garis

Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda, ruang, bidang, warna,
texture, dan lainnya. Garis mempunyai dimensi memanjang dan mempunyai arah
tertentu. Garis mempunyai berbagai sifat, seperti pendek, panjang, lurus, tipis,
vertikal, horizontal, melengkung, berombak, halus, tebal, miring, patah-patah, dan
masih banyak lagi sifat-sifat yang lain. Kesan lain dari garis ialah dapat
memberikan kesan gerak, ide, simbol, dan kode-kode tertentu, dan lain
sebagainya. Pemanfaatan garis dalam desain diterapkan guna mencapai kesan
tertentu, seperti untuk menciptakan kesan kekar, kuat simpel, megah ataupun juga
agung. Beberapa contoh symbol ekspresi garis serta kesan yang ditimbulkannya,
dan tentu saja dalam penerapannya nanti disesuaikan dengan warna-warnanya.

c. Bidang

Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk
dari hubungan beberapa garis. Bidang memiliki dimensi panjang dan lebar,
sedangkan bentuk memiliki dimensi panjang, lebar, dan tinggi. Atau dengan kata
lain bidang bersifat pipih, sedangkan bentuk memiliki isi atau volume. Dari
bentuknya bidang maupun bentuk terdiri dari beberapa macam, yakni; bidang
geometris, bidang biomorfis (organis), bidang bersudut, dan bidang tak beraturan.
Bidang dapat terbentuk karena kedua ujung garis yang bertemu, atau dapat pula
terjadi karena sapuan warna. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi,
menyatakan permukaan, dan memiliki ukuran. Bidang dasar dalam seni rupa

8
antara lain, bidang segitiga, segiempat, trapesium, lingkaran, oval, dan segi
banyak lainnya.

d. Bentuk

Bentuk dalam pengertian bahasa, dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis
(form). Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos, seperti yang terlihat oleh
mata, sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat, persegi, ornamental, tak teratur
dan sebagainya. Sedang bentuk plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa
karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut, contohnya lemari. Lemari
hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat, akan
tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya.

e. Tekstur

Tekstur merupakan sifat permukaan sebuah benda. Sifat permukaan dapat


berkesan halus, kasar, kusam, mengkilap, licin, berpori dan sebagainya. Kesan-
kesan tersebut dapat dirasakan melalui penglihatan dan rabaan. Ada dua jenis
tekstur, yaitu :

• tekstur nyata, yaitu sifat permukaan yang menunjukkan kesan sebenarnya antara
penglihatan mata dan rabaan.

• tekstur semu (maya), yaitu kesan permukaan benda yang antara penglihatan dan
rabaan dapat berbeda kesannya

f. Warna

Teori warna berdasarkan cahaya dapat dilihat melalui tujuh spectrum warna
dalam ilmu Fisika seperti halnya warna pelangi. Secara teori warna dapat
dipelajari melalui dua pendekatan salah satunya adalah teori warna berdasarkan
pigmen warna (Goethe) yakni butiran halus pada warna. Beberapa istilah yang
perlu diketahui dalam teori warna pigmen diantaranya:

• Warna Primer, yakni warna dasar atau warna pokok yang tidak dapat diperoleh
dari campuran warna lain. Warna primer terdiri dari merah, kuning, dan biru,

• Warna Sekunder, yaitu warna yang diperoleh dari campuran kedua warna
primer, misalnya warna ungu, oranye (jingga) , dan hijau,

• Warna Tersier, yakni warna yang merupakan hasil percampuran kedua warna
sekunder,

9
• Warna analogus, yaitu deretan warna yang letaknya berdampingan dalam
lingkaran warna, misalnya deretan dari warna ungu menuju warna merah, deretan
warna hijau menuju warna kuning, dan lain-lain,

• Warna komplementer, yakni warna kontras yang letaknya berseberangan dalam


lingkaran warna, misalnya, kuning dengan ungu, merah dengan hijau, dan
lainlain.

g. Gelap Terang

Dalam karya seni rupa dua dimensi gelap terang dapat berfungsi untuk
beberapa hal, antara lain: menggambarkan benda menjadi berkesan tiga dimensi,
menyatakan kesan ruang atau kedalaman, dan memberi perbedaan (kontras).
Gelap terang dalam karya seni rupa dapat terjadi karena intensitas (daya pancar)
warna, dapat pula terjadi karena percampuran warna hitam dan putih.

h. Ruang (kedalaman)

Ruang dalam karya tiga dimensi dapat dirasakan langsung oleh pengamat
seperti halnya ruangan dalam rumah, ruang kelas, dan sebaginya. Dalam karya
dua dimensi. ruang dapat mengacu pada luas bidang gambar. Unsur ruang atau
kedalaman pada karya dua dimensi bersifat semu (maya) karena diperoleh melalui
kesan penggambaran yang pipih, datar, menjorok, cembung, jauh dekat dan
sebagainya.

 Prinsip
Prinsip seni rupa adalah prinsip yang menunjang bagaimana beberapa unsur
dalam sebuah karya digabungkan sehingga memiliki nilai seni. Prinsip seni rupa
sedikitnya ada 8, yaitu:

a. Kesatuan

Kesatuan (unity) adalah prinsip yang menunjang bagaimana unsur-unsur dalam


seni rupa saling berpadu satu sama lain sehingga saling menunjang dalam
membangun sebuah komposisi yang menarik dan indah. kesatuan yang
menjadikan sebauh karya seni bernilai estetis.

b. Keselarasan

Suatu kesatuan unsur-unsur karya seni rupa hanya akan dikatakan indah dan
memiliki nilai estetis bila berpadu dan selaras. Keselarasan atau harmonis adalah
kaitan kedekatan unsur-unsur yang berbeda baik bentuk, pencahayaan, warna
dalam menciptakan keindahan.

10
c. Penekanan

Penekanan (kontras) adalah prinsip yang mendasari kesan perbedaan dari dua
unsur yang berlawanan dan saling berdekatan. Penekanan akan membuat sebuah
karya seni tidak monoton. Dengan memberikan perbedaan yang mencolok pada
bentuk, warna, dan ukuran sebuah karya seni akan terlihat lebih menarik.

d. Irama

Irama (rythm) adalah prinsip yang mendasari pengulangan satu atau lebih unsur
secara teratur. Pengulangan unsur-unsur seni rupa yang diatur bisa berupa garis,
bentuk, atau variasi warna. Pengulangan yang dilakukan secara bervariasi akan
menghasilkan irama harmonis yang dapat meningkatkan nilai estetika karya seni.

e. Gradasi

Gradasi adalah susunan warna yang didasari pada tingkatan tertentu pada
sebuah karya seni. Gradasi paling sering diterapkan dalam pembuatan mozaik,
karikatur, lukisan, dan karya seni rupa lainnya. Gradasi membuat sebuah karya
menjadi lebih hidup.

f. Kesebandingan

Kesebandingan (Proporsi) adalah prinsip seni rupa yang mengacu pada


keteraturan dan penyesuaian dari wujud karya seni rupa yang diciptakan.
Contohnya, dalam menggambar manusia, pelukis harus menyesuaikan ukuran
organ tubuh manusia tersebut.

g. Komposisi

Komposisi menjadi prinsip yang paling penting dalam mendasari keindahan


sebuah karya seni. Komposisi merupakan organisasi dari unsur-unsur seni rupa
yang disusun menjadi teratur, serasi, dan menarik.

h. Keseimbangan

Keseimbangan (balance) adalah prinsip yang bertanggungjawab pada kesan


dari suatu susunan unsur-unsur seni rupa. Unsur-unsur seni rupa yang diatur
sedemikian rupa melalui prinsip keseimbangan akan menjadi daya tarik bagi para
penikmat karya seni.

11
2.4 Pengertian Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Karya seni rupa tiga dimensi merupakan karya seni rupa yang memiliki
dimensi panjang, lebar dan tinggi, atau karya yang memiliki volume dan
menempati ruang. Contoh karya seni tiga dimensi diantaranya adalah : seni
patung, seni kriya, seni keramik, seni arsitektur dan berbagai desain produk.
Selain sebagai benda hias karya senirupa tiga dimensi juga dapat berupa benda
pakai yang memiliki nilai praktis sekaligus juga nilai keindahan. Misalnya pada
sebuah kursi yang berfungsi sebagai tempat duduk sekaligus juga sebagai
keindahan dengan ukiran yang ada pada kursi tersebut.

Seni rupa tiga dimensi adalah seni rupa yang memerlukan ruang, karena
mempunyai ukuran panjang, lebar, dan tebal. Karena seni rupa tiga dimensi tidak
mempunyai bidang datar dan tidak datar, sehingga penempatannya berdiri lepas
artinya tidak tergantung pada dinding sebagai dasarnya, sebagai contohnya
patung, seni bangunan, (arsitektur) dan seni terapan misalnya perabotan rumah
tangga.

Seni rupa Dua dimensi dan seni rupa tiga dimensi ini hampir sama ,cuma yang
membedakan adalah bentuk penambilan di mana karya seni rupa dimensi hanya
mencolok pada keindahannya sehingga karya seni rupa tiga dimensi bisa di
katakan bahwa seni rupa ini dapat lebih berarti fungsinya dibanding karya seni
rupa dua dimensi.

2.5 Unsur-unsur dan Prinsip Karya Seni Rupa 3 Dimensi

 Unsur

Seni rupa 3 dimensi memiliki unsur yang membentuk kesatuan sehingga


mempunyai nilai estetika. Unsur-unsur yang membentuk adalah bidang, garis,
titik, tekstur, dan bentuk.

1. Bidang

Unsur ini terbentuk dari beberapa garis yang menjadi satu kesatuan. Bidang
mempunyai dimensi panjang dan lebar. Adapun beberapa jenis bidang di
antaranya bidang geometris, bidang simetris, bidang organis, dan lainnya.

2. Garis

Garis dapat terbentuk dari gabungan beberapa titik. Garis biasanya berbentuk
memanjang dengan arah tertentu. Unsur ini memiliki beberapa sifat seperti
pendek, panjang, vertikal, horizontal, tebal, dan tipis.

12
3. Titik

Titik adalah unsur seni rupa yang paling dasar dan sederhana. Dari titik, kita
bisa membuat sebuah garis atau bidang.

4. Tekstur

Tekstur adalah sifat permukaan sebuah benda. Sifatnya bisa kasar, halus,
lembut, licin, mengkilap, dan berpori. Berdasarkan dari jenisnya tekstur terbagi
menjadi dua jenis, yaitu tekstur nyata dan tekstur semu. Tekstur nyata mempunyai
kesesuaian kandungan dari apa yang ditangkap oleh indera mata dan indera
peraba, sedangkan tekstur semu sebaliknya.

5. Bentuk

Bentuk dibedakan menjadi dua jenis, yaitu bangun dan plastis. Bangun
mempunyai bentuk yang polos sedangkan plastis memiliki nilai dan maknanya.
Contoh bentuk plastis ialah lemari baju yang memiliki kegunaan untuk
meletakkan pakaian.

13
BAB III
ANALISIS KARYA

3.1 Karya Seni Rupa 2 Dimensi

3.1.1 Starry Night

Judul Lukisan : Starry Night


Pelukis : Vincent van Hogh
Medium : Kanvas dan Cat Minyak
Tahun Pembuatan : 1889
Dimensi Karya : 74 cm x 92 cm
Dalam lukisan “Starry Night” menggambarkan pemandangan sebuah desa
pada malam hari dengan langit yang dihiasi cahaya bintang dan bulan. Karya yang
menggunkana teknik lukis plakat ini mempunyai objek yang ditonjolkan yaitu
gambar naga dan barong. Unsur yang menonjol dalam lukisan ini adalah unsur
warnanya yaitu unsur gelap atau terang. Serta kita bisa melihat bagian yang
menarik perhatian adalah gradasi warnanya karena lukisan ini terlihat begitu
mewah dan berwarna berkat gradasi di latar untuk menggambarkan situasinya
maupun gradasi di objek yang digambarkan. Makna yang bisa kita ambil dari
lukisan ini adalah kemarahan dan pertikaian, karena lukisan ini digambarkan
dengan 2 buah objek yang bermuka garang dan marah dan ditegaskan lagi dengan
latar berwarna merah kekuning – kuningan.

14
Menurut interpretasi kami, simbol – simbol dalam karya seni rupa ini
diantaranya :

1. Garis yang cenderung berantakan dan tidak teratur,


menggambarkan kekalutan dan kekacauan yang melingkupi
pertikaian kedua objek dalam lukisan itu.
2. Warna merah yang menyala – nyala, menggambarkan puncak
kemarahan dalam pertikaian tersebut.

Lukisan itu dibuat saat Van Gogh menjalani perawatan di Rumah Sakit
Jiwa Saint-Paul-de-Mausole setelah ia memotong telinga kirinya. Makna lukisan
the starry nightThe Starry Night yang disimpan di M use u m of Modern Art New
York ini banyak menyita pandangan mata siapa saja yang melihatnya hampir
semua karya Van Gogh memiliki kecenderungan warna-warna yang cerah untuk
orang yang memiliki jiwa Seni yang tinggi maka akan mengetahui apa makna dari
lukisan tersebut dan. The Starry Night yang disimpan di Museum of Modern Art
New York ini banyak menyita pandangan mata siapa saja yang melihatnya hampir
semua karya Van Gogh memiliki kecenderungan warna-warna yang cerah untuk
orang yang memiliki jiwa Seni yang tinggi maka akan mengetahui apa makna dari
lukisan tersebut dan perasaan terasa ikut jauh menyelami.

Dalam salah satu suratnya kepada Theo adiknya Van Gogh menuliskan
bahwa makna Starry Night baginya adalah Sesuatu. Walaupun semasa hayatnya
Van Gogh hanya menjual sebuah lukisan namun kerja-kerja lukisannya dikatakan
sangat hebat dan besarStarry Night merupakan sebuah karya yang paling terkenal.
Dalam salah satu suratnya kepada Theo, adiknya, Van Gogh menuliskan bahwa
makna Starry Night baginya adalah, "Sesuatu yang sederhana dan menjelaskan
banyak hal mengerikan dalam hidup yang sekarang membuat kita terpana dan
terluka. Jika hidup mempunyai bentuk lain, yang tidak terlihat tapi nyata, tentang
sebuah tanah di mana orang meninggal. Harapan ada pada bintang, namun bumi
adalah sebuah planet, demikian juga sebuah bintang atau bola langit."

15
3.1.2 Christina’s World

Christina's world merupakan sebuah karya seni modern yg di publish pada


abad 20. Lukisan ini di buat oleh seniman Andrew Wyeth dengan membawa
unsur abstracts expression serta minimalist. Terhitung sudah hampir 1 abad
setelah Lukisan dibuat namun hingga saat ini pun masih menuai ulasan dan kritik.
Christina's world memiliki unsur misterius yg dipercaya dapat
membangkitkan intuisi dan perasaan yg kuat dari notalgia masa lampau. Unsur di
dalam lukisan ini menggambarkan kehidupan gembala pedesaan Amerika yg
memang sesuai dengan jiwa zaman saat itu. Dalam lukisan itu juga
menggambarkan ttg daerah pedesaan yg lekat dengan sebuah tempat pelarian.
Selain itu, lukisan ini juga menggambarkan ttg gadis yg sedang bersusah payah
merangkak menuju rumah diujung ladang pertanian yg menyelipkan makna
bahwa dia ingin kembali kerumah setelah sekian lama. Gadis itu seakan
membawa kita larut kedalamnya, dia bernama Christina.
Tentunya kita tidak bisa mengabaikan aspek paling menarik didalamnya
yaitu: sosok gadis yg sedang merangkak. Dilukisan tersebut Kita tdk bisa melihat
wajah si gadis, Kita hanya fokus pada detail dan posisi dari tubuhnya. Selain itu
kita dapat dengan jelas melihat jari" nya yg berwarna kelabu, rambutnya yg kusut,
gaun berwarna pink dan sepatu yg polos. Setelah mencermati secara seksama
lukisan tersebut mungkin ada pertanyaan yg mengganggu di benak kita. Siapa
sebenarnya Christina ? Mengapa dia merangkak di ladang ? Siapa atau apa yg ia
pandangi disana ?
Kemudian para Freudian menganalisis lukisan Christina's world dan
berpendapat bahwa: gadis tersebut berada di ladang dengan ekspresi tubuh seperti
itu untuk membebaskan emosinya dari trauma setelah mengalami pelecehan
seksual di masa lalu, Gadis itu takut melihat kebelakang akan sebuah angan" yg
tak pernah menemui kebenaran. Pada intinya lukisan ini memberi pelajaran
berharga dimana keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk mencapai
kepuasan secara spiritual sedangkan kebanyakan orang memilih untuk putus asa
selagi fisiknya sempurna

16
3.1.3 The Potato Eaters

Pemakan kentang (The Potato Eaters) sering dianggap sebagai mahakarya


pertama Van Gogh. Dilukis saat tinggal di antara para petani dan buruh di Nuenen
di Belanda, Van Gogh berusaha untuk menggambarkan orang-orang dan
kehidupan mereka dengan jujur. Vincent Van Gogh memperlihatkan kondisi
hidup para petani yang kurang sejahtera dengan warna yang gelap. Dia
menampilkan adegan itu dalam palet yang hampir monokrom, pucat dan kurang
menggugah mata. Layaknya kehidupan petani yang hanya mampu untuk
menyantap kentang saja untuk bertahan hidup dan menjalani kehidupannya.

Potret mereka tampak sudah tua dan lemah lalu dibandingkan dengan
hanya satu orang yang masih muda itupun wajahnya tidak tampak. Penggambaran
tersebut di dramatisir lagi oleh penggambaran keluarga petani yang berkumpul di
di meja makan dan satu sumber cahaya dari lentera kecil yang memberi
penerangan minim. Kentang yang tersediapun terhitung sedikit untuk jumlah
keluarga mereka. Meskipun lukisan ini adalah salah satu penciptaan terbaiknya,
karya ini tidak dianggap berhasil atau diapresiasi sebagai mana mestinya hingga
kematian Van Gogh.

Pada saat karya ini dilukis, Impresionis telah mendominasi pasar seni
dunia. Tidak mengherankan bahwa Theo, merasa tidak akan mampu untuk
menjual lukisan ini pada periode penciptaannya. Namun, karya ini tidak hanya
menunjukkan kehebatan Van Gogh membuat adegan yang emosional, tetapi juga
mulai membangun gagasan yang akan Van Gogh gunakan sepanjang karirnya.

17
3.1.4 Kakak dan Adik

Title : "Kakak dan Adik"

Artist : Basuki Abdullah

Year : 1971

Cat minyak pada kanvas.

Ukuran : 65 x 79 cm.

Lukisan Basuki Abdullah yang berjudul “Kakak dan Adik” (1978) ini
merupakan salah satu karyanya yang menunjukkan kekuatan penguasaan teknik
realis. Dengan pencahayaan dari samping, figur kakak dan adik yang dalam
gendongan terasa mengandung ritme drama kehidupan. Dengan penguasaan
proporsi dan anatomi, pelukis ini menggambarkan gerak tubuh mereka yang
mengalunkan perjalanan sunyi. Suasana itu, seperti ekspresi wajah mereka yang
jernih tetapi matanya menatap kosong. Apabila dengan pakaian mereka yang
bersahaja dan berwarna gelap, sosok kakak beradik ini dalam selubung keharuan.
Dari berbagai fakta tekstur ini, Basuki Abdullah ingin mengungkapkan empatinya
pada kasih sayang dan kemanusiaan.

Namun demikian, spirit keharuan kemanusian dalam lukisan ini tetap


dalam bingkai Romantisisime. Oleh karena itu, figur kakak beradik lebih hadir
sebagai idealisasi dunia utuh atau bahkan manis, daripada ketajaman  realitas
kemanusiaan yang menyakitkan. Pilihan konsep estetis yang demikian dapat
dikonfirmasikan pada semua karya Basuki Abdullah yang lain. Dari berbagai
mitologi, sosok-sosok tubuh yang telanjang, sosok binatang, potret-potret orang
terkenal, ataupun hamparan pemandangan, walaupun dibangun dengan

18
dramatisasi namun semua hadir sebagai dunia ideal yang cantik dengan penuh
warna dan cahaya.

Pada lukisan ini dapat dilihat bahwa warna coklat sangat mendominasi.
Selain itu, terdapat campuran warna-warna gelap lainnya seperti, hitam. Objek
dari lukisan ini dominan dengan warna coklat dan latar belakangnya pun juga
coklat namun lebih gelap. Hal itu menjadikan lukisan ini terlihat lebih menyatu
dan seimbang. Garis-garis yang digambarkan pada objek lukisan ini terihat
realistis, pelukis terlihat sangat menguasai dalam menggambarkan anatomi tubuh.
Objek terlihat sangat proporsional dan realistis. Dari segi keseimbangan dari
keseluruhan lukisan, lukisan ini sudah sangat seimbang. Gambaran kedua objek
tersebut dapat memenuhi bidang kanvas tersebut dan menjadi objek utama yang
menarik perhatian walaupun tema lukisan sangat sederhana.

Lukisan Basuki Abdullah yang berjudul "Kakak dan Adik” (1971) ini
merupakan salah satu karyanya yang menunjukkan kekuatan penguasaan teknik
realis. Dengan pencahayaan dari samping, figur kakak dan adik yang dalam
gendongan terasa mengandung ritme drama kehidupan. Dengan penguasaan
proporsi dan anatomi, pelukis ini menggambarkan gerak tubuh mereka yang
mengalunkan perjalanan sunyi. Suasana itu, seperti ekspresi wajah mereka yang
jernih tetapi matanya menatap kosong. Apabila dengan pakaian mereka yang
bersahaja dan berwarna gelap, sosok kakak beradik ini dalam selubung keharuan.
Dari berbagai fakta tekstur ini, Basuki Abdullah ingin mengungkapkan empatinya
pada kasih sayang dan kemanusiaan. Namun demikian, spirit keharuan
kemanusian dalam lukisan ini tetap dalam bingkai Romantisisime. Oleh karena
itu, figur kakak beradik lebih hadir sebagai idealisasi dunia utuh atau bahkan
manis, daripada ketajaman realitas kemanusiaan yang menyakitkan. Pilihan
konsep estetis yang demikian dapat dikonfirmasikan pada semua karya Basuki
Abdullah yang lain. Dari berbagai mitologi, sosok-sosok tubuh yang telanjang,
sosok binatang, potret-potret orang terkenal, ataupun hamparan pemandangan,
walaupun dibangun dengan dramatisasi namun semua hadir sebagai dunia ideal
yang cantik dengan penuh warna dan cahaya.

19
3.1.5 Terrace Café at Night

Lukisan ini di buat dengan media oil on canvas. yang di buat pada
pertengahan September 1888. Van Gogh melukis Cafe yang ada di Prancis ini,
karena cafe ini sering ia datangi di kala ia sedang membutuhkan suasana yang
hangat. Dalam cafe ini terdapat bangunan - bangunan tinggi yang ada di sekitar
cafe tersebut. lalu juga Van Gogh menggambarkan suasana di cafe tersebut.
dengan adanya seorang pelayan yang sedang melayani pelanggan, dan juga ada
seorang pelanggan yang malam itu tidak terlalu ramai. suasanan di cafe itu ada
beberapa kursi yang unik serta meja berbentuk bulat. ada lampu tempel di yang di
taruh di samping dinding. lampu itu melengkapi manisnya cafe di Prancis yang
sederhana namun menghadirkan kehangatan untuk para tamunya. bentuk dari cafe
tersebut pun sangat elegan tidak mewah namun sekali lagi cafe itu menarik. ada
gambar bunga pada awan yang seperti bintang.

Meski tidak dibubuhi tandatangan sang pelukis, van Gogh beberapa kali
menyebut lukisan ini dalam surat-suratnya. Tak ada yang meragukan keabsahan
lukisan ini sebagai buah karya dari van Gogh. Saat ini, “cafe Terrace at Night”
disimpan di Museum Kroller-Muller di otterlo, Belanda.

Dalam lukisan berjudul “Cafe Terrace at Night”, Vicent Van Gogh


memamerkan kehangatan warna dan kedalaman perspektif dari kafe Aries. warna
yang di gunakan sesuai ciri khas Van Gogh dengan di dominasi warna kuning,
orange, biru, dan merah. warna - warna itu selalu kita dapatkan pada lukisan Van
Gogh yang lain - lain. Di sini Van Gogh menggunakan warna analogus. ada
penggulangan bentuk pada lukisan Van Gogh tersebut. terdapat pada bentuk kursi,
meja, lampu dan pintu. garis yang digunakan Van Gogh juga tegas dan memiliki

20
karakter garis ciri khas dari Van Gogh sendiri. permainan gelap terang pada
lukisan ini juga sudah bagus di tunjukan oleh Van Gogh. terjadi pada gedung yang
terlihat jauh warna gelap dan yang dekat terlihat jelas warna terang. terjadi irama
yang senada ketika kita melihat dari sudut pandang depan seperti dari rendah ke
tinggi . bisa terlihat dari ahkir gedung yang tinggi. keseimbangan juga terdapat
dalam lukisan ini. antara gambar satu dengan yang lainnya seimbang maka terjadi
dominasi. ada keserasian pula yang ditambilakn pada gambar ini.

Lukisan ini dibat oleh Van Gogh karena dia sering datang pada cafe ini.
van Gogh sendiri sudah mengenal para pelayan yang sering melayani dia ketika
dia datang ke sini. Cafe ini menurutnya meurpakan rumah kedua bagi Van Gogh
karena disini dia merasam aman dan hangat. di sini pula Van Gogh mendapat
banyak inspirasi yang di daptkan hanya dengan dia duduk sembari minum kopi.
untuk itulah Van Gogh membuat cafe ini, karena dia ingin cafe ini menjadi salah
satu lukis terbaiknya. dengan itu pula cafe ini sampai saat ini di sebut cafe Van
Gogh. selain untuk mengenang van Gogh yang sudah tiada, cafe ini pula yang
telah menjadi saksi bisu Van Gogh selama berada dalam cafe tersebut.

3.2 Karya Seni Rupa 3 Dimensi

3.2.1 Liberty

Patung Liberty adalah sebuah karya monumental seni pahat yang


melambangkan kebebasan bagi seluruh dunia. Nama patung ini sebenarnya adalah
“Liberty Enlightening the World” atau Liberty yang menyinari dunia. Patung ini
di gambarkan sebagai seorang wanita yang sedang membebaskan diri dari
belenggu tirani dengan tangan kanan yang memegang sebuah obor dengan api
yang menyala, ini melambangkan kebebasan. Sementara tangan kirinya
memegang sebuah buku dengan tulisan “July 4, 1776” (dengan angka Romawi),

21
hari kemerdekaan Amerika. Dia mengenakan jubah yang menjuntai dan 7
bayangan dari paku besar pada mahkotanya melambangkan 7 samudra dan benua.
Patung Liberty memiliki tinggi kurang leih 46 m (151 ft)b. Jika di hitung
dari dasar, patung ini memiliki tinggi sampai 93 m (305 ft). Lapisan patung ini
terbuat dari lempengan tembaga tempa debnan ketebalan 2.4 mm (0.01 in) yang di
pasang pada rangka besi. Rangka besinya di buat oleh Insinyur Perancis, Gustave
Alexandre Eiffel, yang juga pembuat menara Eiffel di Paris. Alas patung ini di
desain menggunakan beton dan granit oleh arsitek Amerika, Richard Morris Hunt.
Sebuah dinding berbentuk bintang mengelilingi alas setinggi 47-m (154-ft) ini.
Dinding ini adalah bagian dari Fort Wood, tembok yang di bangun awal abad 19
untuk mempertahankan kota New York selama berlangsungnya perang 1812
(1812-1815).
Awalnya, patung Liberty di buat sebagai monumen untuk mengingatkan
adanya aliansi yang pernah terjadi antara Perancis dan Amerika selama terjadinya
Revolusi Amerika (1775-1783). Patung ini di deasin oleh pemahat Perancis,
Frédéric-Auguste Bartholdi dan selesai pada bulan Juli 1884. Rakyat Perancis
menyumbangkan uangnya untuk membangun patung ini. Pemerintah SAmerika
sendiri membangun landasan untuk patung ini dari dana yang di himpun oleh
pengusaha surat kabar yang bernama Joseph Pulitzer.
Patung ini pertamakali di pamerkan di Paris, kemudian di bongkar dan di
kirimkan ke New York, dan di pasang ulang seperti saat ini. Patung ini di resikan.
Patung Dewi kemerdekaan tersebut dipersembahkan oleh rakyat Prancis kepada
rakyat Amerika, sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan Amerika yang ke-100.
Setelah selesai dibuat di Prancis, patung tersebut dibongkar, dan dikemas dalam
200 muatan besar untuk dikirim ke Amerika. Patung Liberty selanjutnya disusun
kembali di Bedloe’s Island di mulut pelabuhan Kota New York. Sedemikian lama
proses pengepakan ini, hingga patung Liberty baru bisa diresmikan ,oleh presiden
Amerika, Grover Cleveland pada 28 Oktober 1886 sepuluh tahun setelah HUT
kemerdekaan Amerika yang ke-100.
Dengan tinggi 46 meter dan berat 204 ton, Patung Liberty berdiri diatas
landasan setinggi 46 meter. Bagian dalamnya diisi oleh rangka baja, sementara
bagian luarnya dibuat dari plat tembaga. Rangka baja patung Liberty, dibuat dan
dirancang oleh Gustave Eiffel, orang yang juga merancang dan membangun
Menara Eiffel.

22
3.2.2 Garuda Wisnu Kencana

Patung Garuda Wisnu Kencana diciptakan oleh I Nyoman Nuarta. Beliau


adalah salah satu pematung terbaik yang bangsa Indonesia miliki. I Nyoman
Nuarta mulai terkenal pada tahun 1979, saat beliau memenangkan perlombaan
membuat patung Proklamator Republik Indonesia. I Nyoman Nuarta membuat
patung, bagian demi bagian di tempat kerja beliau yang berada di Bandung.
Desain patung GWK terdiri dari 24 segmen dan di bentuk dalam modul yang
berjumlah 754. Bahan dari patung, terbuat dari bahan logam tembaga serta logam
kuningan. Untuk menyelesaikan patung utama, diperlukan 3.000 ton tembaga.
Untuk alas berdirinya patung, dibagun sebuah bangunan dan dalam bangunan
ditujukan untuk Ballroom. I Nyoman Nuarta adalah sang maestro di balik
mahakarya Garuda Wisnu Kencana.

Ia memulai proyek raksasa ini sejak 1989 atau 29 tahun lalu. Jalan berliku
ia tempuh untuk mewujudkan GWK. Sama sekali tak mulus. GWK sempat
belasan tahun mangkrak karena--terutama--ketiadaan dana dan dukungan
pemerintah. Gagasan GWK bermula dari permintaan Dirjen Pariwisata saat itu,
Joop Ave, kepada Nuarta untuk membuat patung setinggi lima meter guna
ditempatkan di Bandara Ngurah Rai. Namun Nuarta berpendapat, patung lima
meter saja amat tanggung. Menurut Nuarta, Bali mestinya memiliki ikon
pariwisata besar, sebab pariwisata adalah penyumbang devisa yang besar bagi
negara. Lagi pula, Nuarta merasa miris melihat banyak tempat ibadah (pura) di
Bali yang menjadi lokasi wisata. Tak jarang, peribadatan pun menjadi tontotan
turis. Satu tahun setelah gagasan GWK digulirkan, Nuarta bersama Joop Ave
yang saat itu telah menjadi Menteri Pariwisata, Gubernur Bali Ida Bagus Oka,
serta Menteri Pertambangan dan Energi Ida Bagus Sudjana, mengembangkan ide
pembangunan GWK. Jalan kian terang. Proyek GWK direstui Presiden Soeharto
pada 1993. Ia menjanjikan negara akan ikut membantu pengerjaannya. Empat
tahun kemudian, 9 Juni 1997, dilakukanlah peletakan batu pertama, menandai
dimulainya proses pembangunan GWK. Pengerjaan GWK terhenti ketika

23
Indonesia dihantam krisis moneter pada 1998. Bantuan dana untuk proyek GWK
pun tak kunjung tiba seiring lengsernya Soeharto. Pembangunan GWK
ditangguhkan saat patung baru selesai tiga potong--tubuh dan kepala Dewa
Wisnu, serta kepala Garuda yang terpisah dari tubuh sang Dewa. GWK lalu
mangkrak belasan tahun. Setelah anggaran terjamin, Nuarta mulai membangun
Garuda Wisnu Kencana dari nol. Tubuh dan kepala Dewa Wisnu, serta kepala
Garuda yang sudah jadi 15 tahun sebelumnya, ia biarkan di sisi timur GWK
Cultural Park. Tak disambung dengan bagian-bagian baru yang dibuat kemudian.
Alih-alih menggunakan tiga potongan patung lawas itu, Nuarta membuat baru
lagi-semua dari awal. Alasannya, biarlah potongan-potongan patung yang tak
selesai itu menjadi tanda betapa sulit dan lamanya pengerjaan GWK. Patung baru
GWK ditempatkan 300 meter di barat daya lokasi potongan patung lama, tentu
masih di area GWK Cultural Park. Meski dibangun di Bali, bagian-bagian patung
GWK dibuat di Bandung, di bengkel seni Nuarta. Potongan-potongan patung itu--
yang seluruhnya berjumlah 754-- kemudian diangkut ke Bali melalui jalur darat.
Untuk mengangkutnya, butuh 500 lebih truk tronton.

Terbuat dari tembaga dan kuningan yang ditopang 21.000 batang baja
seberat 2.000 ton, serta baut sebanyak 170.000 buah, patung Garuda Wisnu
Kencana (GWK) akhirnya diresmikan hari Sabtu malam (22 September) di desa
Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Bali. Seperti diketahui The Statue of Liberty
memiliki ketinggian mencapai 93 meter, sedangkan patung GWK berukuran 121
meter. Bila melihat data ini, sebenarnya patung GWK tercatat sebagai patung
tertinggi ke dua di dunia, sebab The Spring Temple Buddha di China berukuran
128 meter, sedangkan The Laykyun Sekkya Buddha di Myanmar tingginya
mencapai 116 meter, namun terhitung 130 meter bila dihitung dari dasarnya. Tapi
tak sekadar adu mendirikan patung tertinggi di dunia, tegaknya Garuda Wisnu
Kencana menjadi penting karena menjadi simbol kemampuan Indonesia untuk
melahirkan mahakarya yang baru, setelah karya besar peradaban masa lalu seperti
Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Garuda Wisnu Kencana merupakan
wujud dari Dewa Wisnu yang mengendarai seekor Garuda. Dalam agama Hindu,
Dewa Winu merupakan Dewa Pemelihara (Sthiti). Tak hanya memiliki nilai seni
tinggi, patung karya seniman Nyoman Nuarta itu juga dibangun dengan
mengolaborasikan teknologi. Pembuatan patung ini menjalani proses yang
panjang selama 28 tahun. Lokasi tempat dibangunnya Cultural Park GWK adalah
bekas lahan penambangan kapur liar yang sudah tidak produktif, sehingga
keadaannya lahan seluas 60 hektar tersebut kurang baik. Proses pembuatan patung
tembaga itu juga menggunakan teknik yang rumit dan melibatkan sekitar 1.000
pekerja, baik di Bandung dan Bali. Pembuatan keping-keping GWK juga
melibatkan 120 seniman.

24
Dalam patung “Garuda Wisnu Kencana” Karya I Nyoman Nuarta ini,
tentunya terdapat unsur seni rupa. Dalam karyanya ini terdapat unsur titik, garis,
tekstur, ruang, dan warna. Tekstur pada patung dapat dirasakan dengan indra
peraba atau kulit kita karena tekstur tersebut merupakan tekstur tiga dimensi,
terasa sedikit kasar. I Nyoman Nuarta tidak menggunakan warna buatan dalam
patung ini, warna patung masih asli dari bahan yang digunakan untuk membuat
patung. Unsur gelap terang terlihat jika sebagian patung tidak terkena cahaya.
Patung “Garuda Wisnu Kencana” ini memiliki ruang yang dapat dimasuki oleh
pengunjung.

Patung Garuda Wisnu Kencana bagi masyarakat Bali mengandung makna


simbolik, karena hampir pada setiap bangunan suci yang beruwujud Padmasana,
pada bagian belakangnya diberi lukisan atau pahatan burung garuda. Bahkan pada
usungan jenazah yang disebut “wadah” atau “Bade” juga selalu dibuat ornamen
berupa burung garuda. Cerita mengenai burung garuda sebagai sang pembebas
dari keterikatan duniawi telah mengilhami para seniman Bali sejak dulu hingga
sekarang untuk memberi tempat yang khusus bagi burung yang disucikan itu.

Garuda adalah simbol kebebasan dari belitan para naga, yang


menyimbolkan benda-benda duniawi. Dengan demikian garuda adalah simbol
tubuh manusia yang ingin mencari pembebasan.Untuk itulah garuda bersedia
menjadi kendaraan dewa, dalam hal ini Dewa Wisnu, simbol dari tugas kebijakan
yang diperintahkan Tuhan melalui ajaran agama, agar bisa mendapatkan amerta.

Dewa Wisnu sendiri tak lain adalah Hyang Widhi dalam fungsinya untuk
memelihara dunia dan segala isinya. Di dalam menjalankan tugasnya sebagai
pemelihara alam semesta, Dewa Wisnu didampingi oleh dua sakti beliau, yang
dalam mitologi dikenal bernama Dewi Sri atau Dewi Kemakmuran dan Dewi
Laksmi, Dewi Keberuntungan. Dengan demikian Garuda sebagai kendaraan dari
Dewa Wisnu adalah simbol manusia mengemban tugas dari Tuhan untuk
melestarikan alam. Dalam melaksanakan pelestarian itu, manusia boleh
menikmati kemakmuran dan keberuntungan, tetapi tidak boleh terikat dengan
pamrih untuk kepentingan pribadi.

25
3.2.3 Sura dan Baya

Letak Patung Sura dan Buaya berada di depan Kebun Binatang Surabaya
atau tepatnya berada di Jalan Diponegoro , Darmo, Wonokromo, Surabaya. Kisah
Patung Sura dan Buaya, Ikon Surabaya tak terlepas dari Cerita Rakyat yang seru
untuk didengarkan. Konon, di lautan yang sangat luas, terjadilah perkelahian
antara Hiu dan Buaya yang membuat Hiu kelelahan dan membuat kesepakatan
pembagian wilayah dengan Buaya yaitu lautan untuk Hiu dan Daratan untuk
Buaya.
Namun karena ikan di luatan sudah habis, Sang Hiu pun mencari mangsa
di sungai yang merupakan daerah kekuasaan buaya. Buaya yang mengetahui hal
itu murka kepada Hiu dan akhirnya pertarungan pun dimulai kembali. Hiu
mengigit ekor buaya dan buaya menggigit ekor Hiu hampir putus. Pertarungan
pun berakhir ketika Hiu kembali ke lautan dan Buaya tetap di daratan
mempertahankan kekuasaannya.
Terlepas dari cerita rakyat tentang perkelahian Hiu dan Buaya. Patung
Sura dan Baya dari Kota Jawa Timur ini merupakan lambang dari Kota Surabaya.
Ikan Sura (hiu) dan Baya (buaya) merupakan simbol dari sifat keberanian pemuda
Surabaya yang tidak gentar menghadapi bahaya.
Patung Sura dan Buaya terletak di depan KBS (Kebun Binatang Surabaya)
ini memiliki makna yang berbeda disamping legenda cerita rakyat tersebut. Kata
“Surabaya” diyakini memiliki arti filosofis yaitu “berjuang”. Kata “Surabaya”
berasal dari kata sura yang berarti “selamat” dan baya berbarti ‘bahaya’ , sehingga
arti Surabaya adalah Selamat dari Bahaya. Bahaya yang dimaksud adalah selamat
dari serangan tentara Tar-Tar yang berhasil dikalahkan oleh Raden Wijaya dimana
hari kemenangan itu ditetapkan sebagai hari jadi Kota Surabaya.
Patung Sura dan Buaya kota Sby Jawa Timur 60241 (di depan kebun
Binatang Surabaya), merupakan tempat berdirinya ikon Surabaya. Patung ini
dibangun dengan menggunakan bahan dasar semen, pasir, dan batu bata. Apabila
kamu lihat lebih teliti, sebenarnya ikon dari kota terbesar kedua di Indonesia ini

26
mungkin kelihatannya cukup sederhana. Hal itu disebabkan tidak adanya ornamen
apapun yang menghiasi sekeliling patung. Dan bahkan, mungkin patung ini bukan
merupakan hasil pahatan dari seniman yang mempunyai cita rasa seni yang cukup
tinggi. Namun, sebenarnya pembuat Patung Sura dan Buaya ini adalah Sigit
Margono yang merupakan seorang seniman patung dan dosen Sekolah Tinggi
Kesenian Wilwatika (STKW) Surabaya

3.2.4 Christ the Redeemer

Christ the Redeemer atau dalam bahasa Portugis disebut sebagai Cristo
Redentor adalah patung Yesus Kristus yang sangat populer dan berada di atas
gunung Corcovado. Dari arah manapun pengunjung Rio de Janeiro melihat patung
ini pasti akan terlihat. Sehingga patung ini menjadi ikon kota Rio de Janeiro,
Brasil.
Gunung Corcovado sebagai tempat pijakan patung setinggi 26 kaki (8 m)
dan panjang tangan telentang 92 kaki (28 m) dalam bahasa Portugis berarti
“bungkuk” merupakan gunug granit di barat pusat kota dengan puncak seluas 700
m dipilih sebagai tempat yang cocok untuk berdirinya sebuah patung yang tinggi
megah menjulang seolah-olah menyambut kedatangan para wisatawan di Rio de
Janeiro. Kawasan Gunung Corcovado berada di dalam Taman Nasional Hutan
Tijuca. Christ the Redeemer yang berarti Kristus sang Penebus digambarkan
dalam patung ini dalam keadaan dua tangan telentang membentuk salib yang
menjadi simbol kekristenan seluruh dunia. Karena berada di ketinggian berarti
membutuhkan kerangka patung yang kuat sehingga dipilihlah beton bertulang
dengan bahan batu soapstone.
Sebenarnya, jauh sebelum adanya rencana pembangunan patung Christ the
Redeemer di atas Gunung Corcovado, seorang Pendeta Vincentian, Pedro Maria
Boss membuat sebuah rencana pembangunan sebuah patung Kristen monumental
di atas Gunung Corcovado pada pertengahan 1850-an sebagai sebuah bentuk
penghormatan kepada Putri Isabel, pewaris takhta Kekaisaran Brasil yang

27
menyandang gelar putri kekaisaran. Namun, rencana pembangunan ini tidak
disetujui oleh Putri Isabel. Pada tahun 1889, permintaan pembangunan ini secara
resmi ditolak saat negara berubah menjadi republik. Selain itu, karena adanya
pemisahan antara gereja dengan negara, gagasan ini dihentikan.
Beberapa puluh tahun kemudian, rencana pembangunan patung ini
kembali dibuka.pada tahun 1922 permintaan ini disetujui. Desain patung mulai
dibuat dan mulai menuai perdebatan mengenai bentuk patung. Mulai dari
penggambaran salib Kristen atau patung Yesus yang memegang bola dunia sambil
berdiri di atas tumpuan yang melambangkan dunia. Pada akhirnya, penggambaran
salib dipilih karena dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Kristus mengasihi
semua dan akan menerima semua yang akan datang kepada-Nya.
Untuk menopang patung, Da Silva Costa memilih untuk menggunakan
beton bertulang., tapi, karena bentuknya yang kasar menjadi penyebab
kekhawatiran Da Silva Costa bahwa patungnya akan jadi tidak sesuai dengan yang
diharapkan karena ia menginginkan kontur gambaran Kristus yang halus. Untuk
mengatasi kekhawatirannya, ia mencari inspirasi dan menemukannya di sebuah
air mancur sepanjang Champs Elysees di Paris. Ubin yang melapisi air mancur
menonjolkan lekukannya persis seperti yang diharapkan oleh Da Silva Costa
dalam rancangannya.
Setelah mendapat jalan keluarnya, ia memperbarui rencana proyek dan
dipilih soapstone sebagai lapisan luar yang memiliki kualitas bagus dan
kemudahan dalam penggunaannya. Ia mendapatkan batu-batu soapstone dari
Swedia. Konstruksi memakan waktu sembilan tahun, dari tahun 1922 sampai
1931 dan menghabiskan biaya setara dengan US $ 250.000 (setara dengan $
3.400.000 pada tahun 2016). Monumen ini diresmikan dan dibuka pada tanggal 12
Oktober 1931.
Semakin lama patung ini mengalami banyak perubahan karena faktor
cuaca. Pekerjaan pemeliharaan seharusnya dilakukan secara berkala mengingat
angin kencang penyebab erosi dan sambaran petir yang sewaktu-waktu
menyambar patung ini lagi. Batu yang digunakan selama restorasi patung yaitu
batu soapstone semakin lama semakin sedikit dan sudah sulit ditemukan. Batu ini
diambil dari tambang dekat dengan Ouro Preto. Saat ini, tambang tersebut telah
kering yang menyulitkan restorasi dalam mengganti soapstone. Diperkirakan
resorasi besar-besaran berikutnya pada tahun 2020 akan sangat sulit menemukan
batu soapstone yang asli.

28
3.2.5 Patung Merlion Singapura

Patung singa berbadan ikan merupakan salah satu ikon negara Singapura
yang sudah terkenal sampai ke penjuru dunia. Patung tersebut dinamakan Merlion
karena bentuknya menyerupai singa laut. Arti Merlion dalam bahasa Indonesia
yaitu "mer" (laut) dan "lion" (singa) berarti Singa Laut. Pembuatan patung
Merlion di Singapura tentu mempunyai latar belakang sejarahnya. Mulai dari
siapa pembuatnya, apa fungsi dan dimana lokasinya serta bagaimana legenda
Merlion yang cukup populer dikalangan masyarakat setempat. Menarik bukan?
Berikut ini penjelasannya.
Patung Merlion adalah ikon kota Singapura, digunakan sebagai simbol
untuk menyambut pengunjung turis asing yang datang untuk berlibur atau untuk
kepentingan lainnya. Menurut sejarahnya, patung singa berbadan ikan ini
dibangun pada tanggal 25 September 1972, oleh tokoh bernama Lim Nang Seng.
Desain patung Merlion merupakan rancangan dari Mr. Fraser Bruner yang
digunakan untuk logo Singapore Tourism Borad. Desain ini telah dipatenkan pada
tahun 1966, setelah sebelumnya digunakan dari tahun 1964.
Legenda Merlion cukup familiar di Singapura, yakni kemunculan singa
berbadan ikan di Temasek, pulau kecil ditengah lautan. Berdasarkan legenda-nya,
suatu ketika terjadi badai petir luar bisa besar dan hebat di daerah tersebut.
Penduduk pulau kemudian ketakutan dan meminta perlindungan agar
diselamatkan dari badai. Setelah meminta perlindungan, tiba-tiba air laut
menyeruak dan mengeluarkan sinar. Suara gemuruh seperti gendang yang sedang
mengiringi kedatangan raja pun terdengar.
Kemudian sesosok mahluk yang belum pernah terlihat muncul dari laut
yang memancarkan cahaya sinar. Mahluk tersebut berwujud kepala singa
memiliki ekor seperti ikan. Mahluk ini baru pertama kali muncul dan dilihat oleh
warga Temasek. Ukurannya sangat besar. Menurut ceritanya, mahluk misterius
inilah yang menghentikan badai besar di Temasek. Cara yang digunakan mahluk
ini untuk menghentikan badai adalah dengan memancarkan sinar yang keluar dari
matanya.

29
Sejarah pembuatan patung Merlion di Singapura. Patung Merlion dibuat
dengan bahan dari campuran semen, pelat porselen dan cangkir teh. Pada bagian
badan merupakan campuran semen, kemudian bagian kulit patung terbuat dari
pelat porselen, selanjutnya pada bagian matanya terbuat dari cangkir teh
berukuran kecil dengan warna merah. Berdasarkan desainnya, patung Merlion di
Singapura memiliki ukuran tinggi 8,6 meter, sementara bobotnya yaitu 70 ton.
Sulit untuk menyamakan ukuran makhluk tersebut dengan apa pun.
Setelah berhasil menghentikan badai dan petir, masyarakat kemudian
berterimakasih kepada mahluk tersebut. Namun mahluk berkepala singa tiba-tiba
menghilang tanpa diketahui oleh masyarakat disekitar kejadian. Nah itulah sedikit
cerita terkait dengan legenda Merlion (mahluk berkepala singa berbadan ikan).

30
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Seni Lukis adalah sebuah cabang dari seni visual yang mengutamakan
kerja manual. Kerja manual yang dimaksudkan adalah sebuah proses kerja fisik
dan hubungan langsung antara perupa/pelukis dengan karya yang dihasilkan.
Proses pengerjaan secara manual tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan hasil
yang eksklusif/satu-satunya. Menganalisis dan mengapresiasi karya seni rupa
merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran berseni kita dengan
karya karya eksklusif. Selain daripada hasil eksklusif yang diharapkan adalah
bagaimana kemudian latar belakang dan pemilihan teknik pengerjaaan karya
lukisan dapat menjadi sebuah pertimbangan dalam rangka kegiatan mengkoleksi
karya. Namun upaya plagiatisme/meniru/memalsu sebuah lukisan telah cukup
menjadi isu dan perilaku kejahatan yang mengganggu keberlangsungan kerja
kreatif tersebut.

4.2 Saran

Pengaturan secara sistematis mengenai pengakuan, penghargaan dan


perlindungan terhadap hak cipta belum lama dilakukan. Meskipun memiliki akar
budaya yang terpelihara serta pengaturan yang terstruktur dalam tatanan hukum
dan penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat, tampaknya masih perlu terus
diupayakan untuk ditingkatkan dan dikembangkan secara lebih intensif terhadap
perlindungan hak cipta, khususnya pada seni lukis. Berangkat dari kenyataan
dimana masih minimnya upaya serius dari pihak-pihak yang terkait untuk
melakukan penindakan terhadap pemalsuan lukisan, maka adalah menjadi
tanggung jawab seorang perupa untuk menjaga karyanya dari pemalsuan. Upaya
yang dapat dilakukan untuk menjaga sebuah karya dari pemalsuan dengan 41
mendokumentasikan karya, menggunakan meterial-material tertentu yang dapat
menjadi identitas karya, membuat sebuah sertifikat dalam proses jual beli lukisan,
dan yang terakhir melakukan pameran. Pameran selain dari pada dimaksudkan
untuk menjaga eksistensi seorang didunia seni lukis, namun juga dapat
dimaksudkan sebagai upaya untuk mempresentasikan karya ke publik dengan
maksud turut serta menjaga karya dari pemalsuan.

31

Anda mungkin juga menyukai