Anda di halaman 1dari 4

MATERI

ISOMORFISME DAN SIFATNYA


( Dosen Pengampuh : Bapak Abdul Rachman Taufik,S.Pd.,M.Pd )

DISUSUN OLEH :

RIDHATUL MAS’ULA 202084202006


LEONILA CORAONYA YALUNIP 202084202004

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA

UNIVERSITAS MUSAMUS

MERAUKE

2022

ISOMORFISMA DAN SIFAT-SIFATNYA

Sebelum membahas tentang isomorfisma, perlu diingatkan kembali beberapa hal yang
berkaitan dengan pemetaan (fungsi), yaitu:
Definisi 1 :

a. fungsi f dari G ke G’ didefinisikan (a, b  G) a = b  f(a) = f(b)


b. fungsi f disebut onto/pada/surjektif jika f(G) = G’ atau dengan kata lain : (a’
G’)(a  G) sehingga a’ = f(a).
c. fungsi f disebut injektif (1 – 1) jika (a, b  G) f(a) = f(b)  a = b

d. fungsi f disebut bijektif (korespondensi 1–1) jika f injektif dan surjektif

Definisi 2.:
1. suatu homomorfisma dari G ke G’ yang injektif (1-1) disebut
monomorfisma.
2. suatu homomorfisma dari G ke G’ yang surjektif (pada/onto) disebut epimorfisma.
3. suatu homomorfisma dari G ke G’ yang bijektif (injektif dan surjektif) disebut
isomorfisma.
4. suatu homomorfisma dari G ke G’ dan G = G’ disebut endomorfisma
(suatu homomorfisma dari suatu grup G ke grup G itu sendiri)
5. endomorfisma yang bijektif disebut automorfisma.
6. Jika terdapat suatu homomorfisma dari G ke G’ maka dikatakan G dan G’
homomorfik
7. Jika terdapat suatu isomorfisma dari G ke G’ maka dikatakan G dan G’ isomorfik,
dinotasikan G ~ G’

Dalam matematika Isomorfisme adalah pemetaan pelestarian struktur antara dua struktur
dengan tipe yang sama yang dapat dibalik dengan pemetaan invers. Dua struktur matematika
adalah isomorfik apabila ada isomorfisme di antara keduanya.
Contoh 1:
Misalkan G = R – {0} adalah grup dari bilangan-bilangan real tak nol terhadap
perkalian, G‘ = {1, -1} juga grup terhadap perkalian. Telah ditunjukka suatu
homomorfisma f dari G ke G’ yang didefinisikan, x  G = R – {0} berlaku :
f ( x)  1 jika xbilangan positif
real

 1 jika xbilangan real negatif
Selanjutnya, karena bayangan f atau f(G) = {1, -1} = G’ maka f suatu fungsi surjektif
maka homomorfisma f adalah epimorfisma. Mudah untuk ditunjukkan bahwa f tidak
1-1, karena terdapat  dan /2 adalah bilangan real positif berbeda, tetapi f() = 1 =
f(/2). Jadi f tidak monomorfisma.
Contoh 2.:
Homomorfisma g dari Z ke Q – {0} yang didefinisikan g(x) = 2x, x  Z maka g
adalah monomorfisma, sebab :
x, y  Z jika f(x) = f(y) maka 2x = 2y berarti x = y, sehingga g fungsi injektif (1-
1).
Akan tetapi g tidak surjektif, karena terdapat 2/3 adalah bilangan rasional tetapi 2/3 ≠
2x = g(x), x  Z
Contoh 3.
Homomorfisma h dari Z ke 2Z didefinisikan : h(a) = 2a untuk a  Z. maka h
merupakan isomorfisma, sebab:
i. h injektif : a, b  Z, jika h(a) = h(b) maka 2a = 2b atau a = b

ii. h surjektif : x  2Z maka x = 2n = h(n), untuk suatu n  Z

Teorema 1. :
Jika f homomorfisma dari G ke G’ maka :
f monomorfisma jika dan hanya jika ker f = {e}, dengan e elemen identitas dari G
Bukti : sebagai latihan mahasiswa

Anda mungkin juga menyukai