Anda di halaman 1dari 6

ARTIKEL: seputar anak kembar

Posted by Idy-Arief June 9, 2009

Kelahiran anak kembar sangat disambut dengan penuh sukacita oleh seluruh keluarga, termasuk kenalan dan handaitaulan. Umumnya, mereka ingin segera mengetahui wajah dan kesehatan si bayi kembar, begitu mendengar kelahiran mereka. Mbakyu Djoko putranya kembar, ya, jeng? Iya, Ih, lucu sekali deh! Persis seperti pinang dibelah dua! Oh, ya? Mirip siapa, ibunya atau ayahnya? Ya, salah satu! Pokoknya tidak mirip tetangga! Demikian terdengar celoteh gembira ibu-ibu anggota arisan di RT 007. Ramai dan senang. Umumnya semua menyambut hangat kehadiran bayi kembar. Ini terjadi di zaman sekarang. Zaman ketika kelahiran kembar begitu disyukuri dengan rasa bahagia sebagai karunia Tuhan Yang Maha Kuasa. Bahkan, kemudian kelahiran anak-anak kembar itu juga menduduki tempat yang begitu terhormat dalam berbagai penelitian ilmiah, khususnya sering memberikan sumbangan berharga bagi pengetahuan di bidang psikologi dan kedokteran. Sir Francis Galton adalah orang yang pertama kali menunjukkan peran penting akan kehadiran anak kembar bagi penelitian ilmiah, khususnya dalam hal pengaruh faktor-faktor bawaan dan lingkungan bagi perkembangan seorang manusia, melalui bukunya yang terkenal The History of Twins as a Criterion of the Relative Powers of Nature and Nurture tahun 1875. Sejak saat itu, para ahli mulai tertarik untuk mengadakan berbagai penelitian guna mengungkap lebih dalam lagi hal-hal di bidang psikologi dan kedokteran dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki anak kembar. Saat ini terbentuk himpunan para ahli yang giat melakukan berbagai penelitian pada anak kembar dengan berpusat di Kota Roma, kota yang konon didirikan oleh si kembar Romulus dan Remus. Himpunan tersebut adalah International Society for Twins Studies yang secara teratur senantiasa mengadakan kongres setiap tiga tahun sekali di berbagai kota besar di dunia. Yang Negatif Dalam masyarakat primitif, menurut mitos dan legenda, para kembar sering dipandang dengan penuh rasa takut dan curiga. Oleh masyarakat, orang kembar sering dikaitkan dengan kekuatan supranatural, kemudian diusir dari masyarakat karena dianggap sebagai makhluk jahat. Hal itu tentu saja mendatangkan kesedihan bagi para ibu yang melahirkan anak kembar saat itu. Di beberapa suku di Afrika, misalnya, kembar dianggap terjadi secara tidak wajar, seolah merupakan akibat dari perzinahan atau titisan setan sehingga kemudian harus dimusnahkan. Selain itu juga dikatakan

bahwa seorang ibu tidak pantas mempunyai anak lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan karena dianggap sama saja dengan hewan yang melahirkan beberapa anak sekaligus dalam waktu yang sama. Yang Positif Sebaliknya, di beberapa tempat ada yang memperlakukan bayi kembar dengan lebih baik. Misalnya, di kalangan orang Indian di Amerika. Beberapa suku memberikan pakaian yang istimewa kepada bayi-bayi kembar, sementara suku lainnya memberikan penghargaan besar kepada para ibu yang melahirkan bayi kembar. Mereka diperlakukan sangat istimewa karena si kembar dianggap datang dari surga dan membawa keberuntungan. Sehingga, kalau si kembar merasa tidak senang berada di dunia, mereka pun akan kembali lagi ke surga. Hal yang sama juga dijumpai di suatu daerah di Afrika Barat yang selalu merayakan kelahiran si kembar dengan pesta telur dan buncis. Dalam pesta itu telur dan buncis direbus bersama dedaunan dan ramuan khusus, lalu diberikan kepada semua ibu yang telah lama maupun baru saja melahirkan bayi kembar. Selain itu, juga dilakukan berbagai upacara khusus dengan memainkan lagu Mars Kembar, memberikan rasa penghormatan kepada bayi-bayi kembar yang telah dilahirkan. Mitologi Dalam mitologi Romawi, pasangan kembar yang paling terkenal adalah kembar Romulus-Remus. Mereka berdua dikenal sebagai anak kembar dari pasangan dewa Mars dan gadis bernama Sylvia. Oleh suatu sebab, bayi kembar itu dihanyutkan ke Sungai Tiber, namun keranjang tempat bayi mereka tersangkut di tepi sungai dan ditemukan oleh seekor serigala betina. Selanjutnya mereka disusui dan diasuh oleh serigala tersebut. Meskipun pasangan kembar itu memiliki hubungan yang sangat dekat satu sama lain, dikatakan bahwa dalam perjalanan hidupnya hubungan mereka berakhir pada saat Romulus membunuh Remus karena suatu perselisihan pendapat. Akhirnya, Romulus mendirikan Kota Roma dan memimpinnya selama bertahun-tahun. Patung yang menggambarkan dua bayi Romulus dan Remus sedang menyusu pada serigala betina itu sampai sekarang masih dapat disaksikan di Museum Kota Roma. Dalam kisah Mahabarata juga dikenal pasangan anak kembar, yaitu Nakula dan Sadewa. Kedua ksatria kembar itu lahir sebagai putra Pandu Dewanata dan Dewi Madrim, dan mereka adalah anak bungsu dari Pandawa Lima yang terdiri dari Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Sewaktu kanak-kanak, Nakula dan Sadewa bernama Pinten dan Tangsen. Mereka terkenal sangat cinta damai dan tidak suka berperang. Kesetiaan mereka berdua kepada ketiga saudaranya yang lebih tua tidak pernah goyah sampai akhir hayatnya. Namun, Nakula-Sadewa kemudian digunakan menjadi nama yayasan yang menghimpun kegiatan para kembar di Indonesia, yaitu Yayasan Nakula-Sadewa. Pengertian

Secara umum dapat diartikan bahwa kembar adalah dua orang anak atau lebih yang dilahirkan bersama-sama dalam suatu persalinan. Dalam hal ini dikenal adanya dua jenis kembar, yaitu kembar identik atau monozygotic (MZ) atau kembar satu telur, dan kembar fraternal atau non-identik atau dizygotic (DZ) atau kembar dua telur. Kembar identik adalah jenis kembar yang pada awal masa kehamilan sama dengan awal kehamilan anak tunggal biasa, yaitu satu sel telur yang telah dibuahi oleh satu sperma menjadi satu zigot. Namun, kemudian oleh suatu sebab yang belum diketahui sampai saat ini, sel telur yang telah dibuahi itu membelah menjadi dua zigot yang identik. Dua zigot itulah yang kelak akan lahir menjadi sepasang bayi kembar identik. Pada kembar identik, karena berasal dari gen yang sama, dapat dipastikan akan berjenis kelamin sama pula. Pada mereka akan dijumpai ciri-ciri jasmaniah yang mirip satu sama lain, seperti mata, hidung, mulut, rambut, bentuk wajah, dan sebagainya. Dalam hal ini bukan berarti kembar identik tidak bisa dibedakan sama sekali karena pada mereka tetap dijumpai adanya perbedaan yang lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti gizi, aktivitas yang dilakukan, dan sebagainya. Menurut penelitian, kemungkinan kejadian kembar identik rata-rata adalah antara 3-4 dari setiap 1.000 kelahiran. Sedangkan kemungkinan kejadian kelahiran kembar umumnya sekitar 10 dari setiap 1.000 kelahiran. Pada kejadian kembar fraternal, dimungkinkan karena pada suatu siklus haid seorang ibu dapat dihasilkan dua sel telur sekaligus yang siap dibuahi. Karena berasal dari dua sel telur, sebenarnya kedua bayi kembar itu seperti kakak beradik biasa yang lahir pada saat yang sama. Kembar jenis itu dapat pula terjadi melalui pembuahan pada saat yang berbeda, namun tetap dalam satu siklus haid yang sama. Kejadian itu sering disebut sebagai super fekundasi. Penampilan kembar fratenal umumnya tidak semirip pasangan kembar identik, tidak ubahnya seperti penampilan saudara sekandung biasa. Kembar fraternal dapat mempunyai jenis kelamin yang sama, yaitu laki-laki semua atau perempuan semua, dan dapat juga mempunyai jenis kelamin yang berbeda, yaitu laki-laki dan perempuan (dampit). Dari hasil penelitian ditunjukkan bahwa sekitar 50 persen dari kembar fraternal adalah kembar dampit. Para orangtua sering bertanya-tanya, bagaimana cara mengetahui anak kembar itu identik atau fraternal? Katanya, kalau satu ari-ari itu pasti satu telur atau identik. Tetapi, kenapa anak kembar saya tidak mirip? demikian keluh Ibu Made. Sebaliknya anak saya lahir berjarak sekitar dua jam. Katanya, kalau jaraknya lama pasti bukan satu telur. Tetapi, nyatanya mirip sekali! kata Ibu Susanto pula.

Memang, menentukan apakah anak kembar itu identik atau fraternal tidaklah mudah. Suatu cara sederhana adalah memeriksa dan membandingkan keadaan fisik mereka. Pertama, bila salah satu laki-laki dan satunya perempuan, sudah dapat dipastikan itu bukan kembar identik karena kembar identik pasti memiliki jenis kelamin sama. Kedua, bila jenis kelamin mereka sama, yaitu laki-laki semua atau perempuan semua, jajarkan dan periksa dengan cermat. Amati ciri-ciri fisik seperti warna dan bentuk mata, bentuk rambut (keriting atau lurus), dan cara munculnya pusar kepala (Jawa: unyeng-unyeng) di kepala, serta bentuk hidung dan mulut. Bila semuanya sama berarti kembar identik, meskipun mungkin berat dan tingginya berbeda. Namun, apabila terdapat perbedaan fisik pada ciri-ciri di atas, hampir dapat dipastikan kembar tersebut adalah fraternal. Apabila dua bayi kembar yang diduga identik memiliki berat badan yang amat berbeda sehingga mempengaruhi taraf perkembangan masing-masing, maka diperlukan waktu sekitar dua tahun untuk melihat perbedaan tersebut memudar. Apabila tetap sulit diperoleh kepastian, selanjutnya dapat dilakukan tes darah untuk melihat apakah mereka berasal dari kelompok darah yang sama atau tidak. Cara lain adalah melalui skin graft, yaitu dilakukan apabila dibutuhkan pertolongan medis. Dikatakan, manusia akan menolak jaringan kulit lain selain jaringan kulitnya sendiri. Namun pada kembar identik, mereka dapat menerima jaringan kulit masing-masing saudara kembarnya, karena mereka berasal dari satu telur. Lalu ada pula pertanyaan dari ibu Sasongko: Bagaimana halnya dengan kembar siam, kembar yang bagaimana pula itu? Kembar Siam Kembar siam adalah kembar yang salah satu anggota badannya saling menempel. Bisa kepalanya, dada, perut, atau anggota badan yang lain. Istilah kembar siam itu muncul, setelah terkenal adanya sepasang anak kembar dari negeri siam yang bernama Chang dan Eng, yang berarti kiri dan kanan. Mereka berdua dilahirkan di kota Meklong, Muangthai, pada 11 Mei 1811 dari kedua orangtua keturunan Cina. Ketika dilahirkan, tubuh mereka di satukan oleh suatu lapisan jaringan di antara dada mereka, dan keadaan ini berlangsung terus sampai akhir hayatnya. Namun, mereka tetap dapat hidup secara normal dan aktif. Mereka hidup bahagia dengan menikahi dua wanita kakak beradik, Sarah dan Yates, di California Utara, Amerika Serikat. Dari perkawinan itu Chang dikaruniai 10 anak dan Eng memperoleh 12 anak. Mereka meninggal dunia dalam usia 62 tahun pada tanggal 17 Januari 1874, dalam jarak tiga jam satu sama lain. Selain itu, di Inggris, juga dikenal kembar siam bernama Eliza Chulkhurst dan Mary Chulkhurst yang lahir tahun 1100 di kota Kent. Tubuh mereka bersatu pada bagian lengan dan kakinya. Mereka sangat

dikenal karena sifatnya yang amat dermawan. Setelah meninggal pabrik biskuit Chulkhurst menggunakan gambar mereka sebagai logo. Kembar siam tertua yang masih ada adalah kembar siam jenis craniopagus (berpadu pada bagian puncak kepala), bernama Yvon McCarter dan Yvette McCarter yang dilahirkan di Los Angeles, Amerika Serikat. Mereka tetap merasa bahagia dengan keadaannya yang seperti itu dan tetap menolak untuk dipisahkan. Kembar siam memang termasuk langka dan jarang terjadi. Penyebabnya adalah karena sel telur yang telah dibuahi (zigot) dalam perkembangannya menjadi kembar identik terlambat membelah sehingga anggota tubuhnya ada yang masih menyatu pada bagian-bagian tertentu. Dengan demikian, selalu dipastikan bahwa kembar siam adalah jenis kembar identik. Dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, kembar siam itu banyak yang berhasil dipisahkan melalui operasi. Pemisahan tubuh itu dapat dilakukan apabila organ tubuh penting mereka ada dua, sehingga pada saat pemisahan keduanya tetap memiliki organ tersebut yang berfungsi secara normal. Pemisahan kembar siam untuk pertama kalinya dalam sejarah dilakukan pada 14 Desember 1952 di Rumah Sakit Gunung Sinai, Cleveland, Ohio, di Amerika Serikat pada kembar siam jenis xiphopagus (bersatu pada tulang dada), oleh tim dokter yang dipimpin oleh Dr Jac S Geller. Di Indonesia, kembar siam yang cukup terkenal adalah pasangan kembar Pristian Yuliana dan Pristian Yuliani, putri dari Tulardji dan Hartini, yang lahir pada 30 Juli 1987. Pasangan kembar itu lahir dengan bagian kepala menempel, namun kemudian berhasil dipisahkan oleh tim dokter dari RSCM yang dipimpin oleh Prof Dr Iskandar Wahidiyat dan Prof Dr Padmosantjojo. Pemisahan bayi kembar siam itu tergolong sukses. Sampai saat ini Yuliana dan Yuliani dapat tumbuh dan berkembang secara normal sebagai gadis-gadis remaja yang sehat dan cerdas, bersekolah di Tanjung Pinang, Riau. Kulit Hitam Mengapa satu sel telur yang dibuahi bisa membelah menjadi dua, sampai saat ini belum pernah diketahui penyebabnya. Namun untuk kembar fraternal, dari penelitian disimpulkan bahwa memang ada kelompok wanita tertentu yang mempunyai peluang lebih besar untuk memiliki dua sel telur yang siap untuk dibuahi dalam satu siklus haid yang sama. Peluang mempunyai anak kembar identik memang lebih sedikit dibandingkan dengan peluang mempunyai anak kembar fraternal. Perbandingannya adalah sekitar 1:2 atau 1:3. Kemungkinan mendapatkan anak kembar fraternal dari setiap kelahiran amat bervariasi. Banyak faktor yang mempengaruhi, misalnya faktor ras, usia ibu, jenis obat tertentu, atau adanya faktor keturunan. Dari hasil penelitian, dikatakan ras kulit hitam memegang rekor tertinggi untuk melahirkan kembar fraternal. Tercatat pada orang Negro

Afrika, kembar fraternal yang lahir adalah 16 dari 1.000 kelahiran. Sementara orang kulit putih, termasuk orang Indian hanya setengahnya, yaitu 8 dari 1.000 kelahiran, dan orang Asia dikatakan hanya 4 dari 1.000 kelahiran. Perbandingan kelahiran terbanyak pernah ditemukan di desa Chungchon, Korea Selatan, pada bulan September 1981. Di antara 275 keluarga dijumpai 38 pasang anak kembar. oleh: DR SETO MULYADI (Psikolog)