Laporan Prakerin di Nissan
Laporan Prakerin di Nissan
(PRAKERIN)
DI NISSAN DATSUN SM RAJA
TANGGAL 2 JUNI 2021 SAMPAI 2 SEPTEMBER 2021
LAPORAN INI DIAJUKAN SEBAGAI SALAH SATU SYARAT
UNTUK MENGIKUTI UJIAN KOMPETENSI KEAHLIAN (UKK)
DAN UJIAN AKHIR SEKOLAH(UAS)
Disusun oleh:
i
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI
DI NISSAN DATSUN SM RAJA
Tanggal 2 JUNI 2021 Sampai 2 SEPTEMBER 2021
Mengetahui:
ii
IDENTITAS SISWA
Sipoholon,24 September,2021
Siswa
Reinhard N. Panjaitan
NISN. : 0041670007
iii
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha esa yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis laporan ini, sehingga penulisan
LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) DI NISSAN DATSUN SM
RAJA dapat terlaksana dengan baik.
Laporan ini dapat terselesaikan dengan bantuan dan bimbingan dari semua pihak.
Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu
dalam penyelesaian laporan ini, terutama kepada :
1. Bapak Drs. Jasman Sinaga, selaku Kepala SMK St NAHANSON PARAPAT
2. Bapak Daniel Lumban Tobing, A.Md, selaku Kepala Program Keahlian Teknik
Kendaraan Ringan otomotif serta Guru pembimbing saya dalam penyusunan
Laporan ini.
3. Bapak Fahmit Aritonang,S.T selaku waka DU/DI.
4. Seluruh guru-guru SMK St.NAHANSON PARAPAT SIPOHOLON yanjg tidak
dapat saya ucapkan satu persatu.
5. Bapak Andhika Pratama ,selaku Kepala bengkel di perusahaan tersebut.
6. Seluruh karyawan/karyawati di NISSAN DATSUN SM RAJA
7. Orang tua terbaik saya yang telah membiayai saya selama PRAKERIN ,dan
sekaligus doa dan dorongan dari mereka.
8. Serta semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu yang telah
membantu dalam proses penyususnan laporan ini.
Sipoholon,,24 September2021
Penyusun
Reinhard N. Panjaitan
DAFTAR ISI
iv
HALAMAN JUDUL .................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................... ii
IDENTITAS SISWA .................................................................................... iii
KATA PENGANTAR .................................................................................. iv
DAFTAR ISI.................................................................................................. v
BAB I :PENDAHULUAN ............................................................... 1
A. Latar Belakang Praktek Kerja Industri .......................... 1
B. Visi dan Misi SMK St.NAHANSON PARAPAT ......... 2
C. Tujuan Praktek Kerja Industri ....................................... 3
BAB II :URAIAN KEGIATAN ........................................................ 4
A. Sejarah Perusahaan ........................................................ 5
B. Area bengkel................................................................... 6
C. Struktur Organisasi ........................................................ 6
D. Proses Produksi ............................................................. 7-8
E. .Teori Dasar.................................................................... 9-17
F. Pemasaran ...................................................................... 18
G. Pengolahan Limbah ....................................................... 18
BAB III :PENUTUP ........................................................................... 19
A. Kesimpulan .................................................................... 20
B. Saran-saran .................................................................... 21
LAMPIRAN :
- Sertifikat
- Foto copy Buku Jurnal Kegiatan
v
BAB I
PENDAHULUAN
1
B. VISI dan MISI SEKOLAH
A.Visi
Mewujudkan SMK St. Nahanson Parapat Sipoholon sebagai basis pendidikan
dan pelatihan perkembangan teknologi otomotif dan Komputer Jaringan secara
profesional
B.Misi
Menyiapkan seluruh sumber daya yang ada pada sekolah untuk:
2
C. Tujuan Praktik Kerja Industri
Tujuan dilaksanakannya PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) adalah
sebagai berikut :
1. Memberi pengalaman dan pengetahuan kepada siswa dalam dunia usaha atau
industri.
2. Memberi kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan segala sesuatu
yang diajarkan di sekolah ke dunia kerja atau dunia industri.
3. Melatih kerjasama siswa dalam bekerja.
4. Melatih kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
5. Mempersiapkan siswa smk untuk memasuki dunia kerja agar dapat menjadi
lulusan yang terjun ke dunia usaha maupun dunia Industri.
6. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan, pelatihan tenaga kerja yang
berkualitas dan profesional.
7. Sekolah memperoleh tambahan wacana untuk tambahan pengembangan
silabus dan proses belajar mengajar agar sesuai dengan tuntutan dunia
industri serta mendapat peluang yang lebih besar dalam pemasaran tamatan.
8. Mampu menyesuaikan diri,bersikap baik,melatih diri dan berdisplin dalam
bekerja di dunia usaha maupun di dunia industri dan sebagainya.
3
BAB II
URAIAN KEGIATAN
A. SEJARAH PERUSAHAAN
4
B.AREA BENGKEL
5
C.STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN
MANAGER
- Adhika Pratama
Kepala Regu
-Puerwanto
MEKANIK:
- Ipan Gunawan
- Dwi parmono
- Andre Gunawan
6
D.PROSES PRODUKSI
7
4 Fasilitas Konsumen Saat mobil diservice, customer akan dipersilahkan menunggu
diruang tunggu. Untuk menunggu mobilnya yang sedang di service dan free wifi.
5 Setelah mobil selesai di servis, mekanik memberikan WO (work order) kepada
Foreman .
6 Dan tugas Foreman selanjutnya adalah melakukan test drive bersama mekanik
terhadap mobil yang telah selesai di servis tersebut, test drive dilakukan apabila
mobil tersebut servicenya dinilai berat (misal : turun mesin, ada bunyi-bunyian,
mesin tak bertenaga, rem blong dsb.) Setelah selesai test drive maka WO dan mobil
akan di serahkan ke SA.
7 Setelah mobil selesai di servis, customer akan dipanggil untuk melakukan
administrasi. Kemudian mobil di serahkan ke customer melalui SA (service advisor).
8
1.TEORI DASAR
(SERVIS BERKALA)
Nissan Grand Livina
A. PENGERTIAN SERVIS BERKALA
Dalam hal perawatan kendaraan dikenal juga yang dinamakan service berkala, Service
berkala adalah suatu kegiatan service yang dilakukan secara berkala dan sudah ter-
jadwal-kan dalam suatu kurun waktu yang relatif cukup lama atau setelah melewati
beberapa kali melakukan service rutin.
Service berkala perlu sekali dilakukan walaupun kendaraan masih dalam keadaan fit,
dan seakan-akan tidak ada masalah. Karena tujuan dilakukan service berkala adalah
untuk mengganti beberapa atau sebagian komponen penting kendaraan yang sudah
waktunya diganti, sebelum terjadi kerusakan lain yang mungkin juga bisa berakibat fatal
pada mesin kendaraan.
Dalam melakukan service berkala biasanya juga di ukur dengan jumlah jarak tempuh
atau kilometer yang sudah dilaluinya. Jumlah jarak tempuh yang diperlukan kendaraan
untuk dilakukannya service berkala tidak selalu sama pada tiap kendaraan, hal ini
dipengaruhi oleh karakter mesin kendaraan itu sendiri, jenis dan kualitas komponen
yang digunakan, serta desain mesin.
Akan tetapi jenis komponen yang harus diganti pada saat melakukan service berkala
pada dasarnya hampir sama pada tiap kendaraan, karena pada dasarnya hampir semua
mesin mobil memiliki cara kerja yang sama. Adapun perbedaannya hanya terletak pada
modifikasi dan inovasi tiap merk saja yang berlainan, tapi itu hanya sebagian kecil saja,
dalam arti tidak ada perubahan pada prinsip dasar kerja mesin.
seperti halnya Tune-Up, PMS juga memiliki fungsi yang sama dengan Tune-Up yaitu
mengembalikan kondisi mesin pada keadaan seperti semula. Namun, perbedaannya PMS
merupakan salah satu servis yang memiliki perbedaan pada setiap intervalnya sedangkan
Tune-Up, komponen yang diperiksa hanya itu-itu saja. Periodic Maintenance Service
atau disingkat PMS adalah servis yang dilakukan pada setiap kendaraan NISSAN yang
tergantung menurut jarak yang telah ditempuh oleh kendaraan tersebut atau setiap 6
bulan sekali. Periodic Maintenance Service atau PMS ini bisa juga disebut sebagai servis
berkala yang dilakukan untuk menjaga mesin agar performanya tidak berkurang. Setiap
10.000 km sekali atau 6 bulan sekali mobil akan di service sesuai dengan standar yang
dikeluarkan oleh NISSAN, servis pertama yang dilakukan adalah servis 1000 km,
kemudian 10.000 km, 20.000 km dan seterusnya. Setiap interval servis yang dilakukan
memiliki perbedaan servis, misalnya servis 1000 km dengan 10.000 km memiliki
perbedaan dalam penggantian oli mesin, didalam servis 10.000 km dilakukan
penggantian oli mesin sedangkan pada servis 1000 km tidak dilakukan penggantian oli
mesin.
9
1. Pekerjaan yang dilakukan disetiap interval
a. Servis Interval 1000 km
1) Pemeriksaan interior
a) Fungsi washer dan wiper.
b) Parking brake.
c) Brake pedal free play.
d) Fungsi park dan neutral switch (A/T).
e) Kinerja tuas select lever.
f) Lampu penerangan, lampu sein, dll.
2) Pemeriksaan ekterior
a) Pemeriksaan Hood (periksa pengunci hood dan mekanisme lain),
b) Seluruh pintu, mulai dari posisi driver (buka tutup).
c) Door lock dan hinge.
d) Fungsi seluruh seat belt.
e) Back door lock (SUV, AUV dan Wagon) dan hinge.
3) Pemeriksaan bagian bawah kendaraan (under body) :
a) Pemeriksaan engine dan transmisi (kebocoran oli).
b) Oli transmisi A/T.
c) Brake pipe and fuel pipe.
d) Parking brake cable.
e) Brake fluid (fluid level dan kondisinya).
f) Momen baud-baud yang berada di bawah kendaraan dengan menggunakan kunci
momen dengan momen 90 N, untuk baud shock belakang momennya 130 N.
4) Final Inspection
a) Mengukur tekanan ban (35 Psi)
b) Moment baut roda (120 N.m)
c) Analisa engine dengan consult-II
10
c. Servis interval 20.000 km
1. Pemeriksaan interior & eksterior
2. Pemeriksaaan bagian bawah kendaraan (under body)
3. Final inspection
4. Ganti oli & Oil Filter
5. Clean Throotle body
6. Pemeriksaan Rem
11
16. Obeng (-) besar
17. Air gun beserta selang udara
18. Impact wrench beserta Selang impact
12
c) Kunci momen berfungsi untuk memastikan bahwa tidak ada baud yang longgar,
mulai dari baud roda sampai dengan baud-baud yang berada dibawah kendaraan seperti
baud mounting dll.
d) Kunci shock 14 dan 17 untuk mobil jenis Grand Livina serta kunci shock 21 untuk
baud roda.
e) Majun untuk membersihkan bagian-bagian yang kotor atau bila saat mengisi air-air
ada yang tumpah, maka dibersihkan atau dikeringkan dengan majun.
f) Air biasa untuk mengisi tangki washer.
g) Air accu untuk mengisi air accu dan reservoir tank apabila kurang.
c) Pemeriksaan suspension dan roda depan serta roda belakang. Periksa roda beserta
permukaan roda, apakah ada yang sudah aus atau belum, periksa juga shocknya apakah
ada yang rembes atau tidak.
13
d) Pemeriksaan bagian bawah kendaraan. Pemeriksaan ini harus dilakukan dibawah
kendaraan yang sebelumnya telah dinaikkan terlebih dahulu oleh “car lift”, lalu mulai
memeriksa bagian bawah kendaraan yang meliputi:
1) Pemeriksaan engine dan transmisi (kebocoran oli).
2) Oli transmisi A/T.
3) Power steering fluid level dan kondisinya (bagi mobil yang menggunakannya).
4) Brake pipe and fuel pipe.
5) Parking brake cable.
6) Brake fluid (fluid level dan kondisinya).
7) Momen baud-baud yang berada di bawah kendaraan dengan menggunakan kunci
momen dengan momen 90 N, untuk baud shock belakang momennya 130 N.
e) Final Inspection atau pemeriksaan akhir. Yang dilakukan pada saat final inspection
adalah mengukur tekanan ban (tek.ban Grand Livina 35 psi), putaran mesin dan waktu
pengapian dengan menggunakan CONSULT-III.
b. Service 10.000 km
Pemeriksaan yang dilakukan pada servis interval 10.000 km ini adalah tidak jauh
berbeda dengan service 1000 km. Masih terdapat pemeriksaan eksterior, interior,
pemasangan cover set dan floor mat, dll. Bedanya, servis 10.000 km ini hanya
menambahkan ganti oli berserta oil filter dalam pekerjaannya, jenis dan banyaknya oli
yang digunakan tergantung dengan jenis kendaraan, misalnya Grand Livina
membutuhkan 3 liter oli sedangkan X-Trail membutuhkan 4,6 liter oli. Bukan hanya oli
yang berbeda tetapi oil filter juga berbeda misalnya Navara ukuran oil filternya lebih
besar daripada oil filter yang terdapat pada mobil jenis Grand Livina, X-trail, March, dll.
Cara penggantian oli beserta oil filter :
1. Alat yang digunakan :
a) Oil Suction (dispenser oli) big
b) Car lift c) Kunci shock L 14 d) SST oli filter
e) Sliding handle kecil
f) Majun
g) Seal tip
h) Kunci moment
14
2. Langkah Kerja :
a) Pasangkan dan paskan car lift pada titik bagian bawah mobil
b) Naikkan mobil pada ketinggian underbody
c) Siapkan oil suction
d) Kendorkan drain plug oli menggunakan kunci shock L 14
e) Letakkan oil suction tepat dibawah drain plug oli
f) Lepaskan drain plug oli, tunggu sampai semua olinya keluar
g) Lepaskan oil filter menggunakan SST oil filter dan sliding handle
h) Bersihkan daerah sekitar oil filter dan lubang drain plug oli menggunakan
majun
i) Pasangkan oil filter yang baru lalu kencangkan
j) Pasang seal tip pada baut drain plug oli
k) Pasang dan kencangkan baut drain plug oli dengan menggunakan kunci
moment, dengan momen sebesar 35 N.m l) Bersihkan kembali daerah sekitar oil
filter dan drain plug oli m) Simpan oil suction pada tempatnya n) Turunkan mobil
o) Masukan oli baru
p) Periksa ketinggian oli yang baru (untuk memastikan)
q) Lepaskan car lift
c. Service 20.000 km
Servis 20.000 km ini meliputi servis 10.000 km. Yang jadi pembeda adalah, pada servis
20.000 km dilakukan pemeriksaan terhadap rem, baik itu rem depan (cakram) maupun
rem belakang (tromol). Cara perawatan rem
1. Alat yang digunakan
a) Kunci pas-ring 14
b) Palu karet
c) Baki
d) Hampelas
e) Grease
f) Obeng (-) besar
g) Air gun beserta selang udara
h) Impact wrench beserta Selang impact
15
i) Car lift
2. Langkah kerja
a) Rem cakram
1) Pasang car lift
2) Naikkan mobil sampai melayang
3) Buka ban menggunakan impact wrench (simpan baut roda di baki)
4) Buka baut caliper menggunakan pas-ring 14
5) Buka caliper, lepaskan pegas pengembali dan lepaskan brake pad dari
dudukannya
6) Periksa ketebalan brake pad apakah kurang dari limit sebesar 2 mm
7) Apabila belum mencapai limit, ratakan brake pad dengan hampelas
8) Semprot menggunakan udara bertekanan dari air gun
9) Beri grease pada unjung-unjung brake pad yang bersinggungan dengan besi
10) Beri grease pada pin caliper bagian atas dan bawah
11) Semprot juga caliper menggunakan udara bertekanan dari air gun
12) Pasangkan kembali brake pad beserta pegasnya
13) Pasang caliper
14) Pasang baut caliper
15) Kencangkan lalu momen dengan momen 35 N.m
16) Pasangkan ban
b) Rem tromol
1) Buka ban menggunakan impact wrench (simpan baut roda di baki)
2) Buka tromol dengan dipukul menggunakan palu karet
3) Periksa ketebalan brake shoe, apakah belum mencapai limit atau belum (limit
2 mm)
4) Apabila belum mencapai limit, ratakan dengan hampelas
5) Hampelas juga tromolnya
6) Semprot brake shoe beserta tromolnya menggunakan udara bertekanan dari air
gun
7) Beri grease pada bagian belakan brake shoe yang bersinggungan dengan
backing plat
8) Pasang kembali tromolnya
9) Setel rem menggunakan obeng (-) besar.
16
10) Pasang roda
11) Turunkan car lift pada keadaan ban mobil menempel pada lantai.
12) Moment semua baut roda dengan menggunakan kunci moment sebesar 120
N.m
13) Lepaskan car lift
D. Service 40.000 km
Pada servis 40.000 km, item pekerjaannya pada dasarnya sama saja dengan servis 20.000
km yang membedakan antara servis 20.000 km dengan service 40.000 km adalah tidak
adanya penggantian belt dan air filter pada servis 20.000 km. Belt yang retak walaupun
hanya sedikit, bisa menjadi parah apabila terus dibiarkan, oleh karena itu penggatian belt
pada servis 40.000 km ini harus dilakukan karena dapat membahayakan bagi pengguna
kendaraan itu sendiri. Air filter pun jika sudah sangat kotor ataupun rusak harus segera
diganti, karena apabila terus dibiarkan maka udara yang masuk kedalam ruang bakar
tidak akan tersaring dengan sempurna dan bisa saja menyebabkan benda asing yang
tidak diinginkan masuk kedalam ruang bakar dan menyebabkan pembakaran kurang
maksimal.
1. Speed Sensor Belakang : mendeteksi kecepatan roda pada masing-masing roda depan.
2. Switch Lampu Rem : mendeteksi tanda pengereman dan mengirimkan signal ke ABS
computer.
3. Anti-Lock Warning Light : lampu menyala sebagai peringatan bahwa pada ABS ada
yang tidak berfungsi.
4. ABS Actuator : mengontrol tekanan minyak rem pada masing-masing wheel cylinder
dengan signal dari ABS computer.
5. ABS Computer : dengan signal-signal dari masing-masing speed sensor komputer
menghitung jumlah akselerasi dan deselerasi, dan mengirim signal ke ABS
actuator.
17
G.PEMASARAN
Bengkel NISSAN DATSUN SM RAJA merupakan bengkel dengan service yang
memadai dibarengi dengan mekanik yang sudah berpengalaman dalam bekerja.
Untuk menawarkan kepada konsumen, Bengkel NISSAN DATSUN SM RAJA
menawarkan beberapa fasilitas yang diberikan kepada customer diantaranya sebagai
berikut :
1. Customer akan mendapat service plus yaitu cuci mobil
H.PENGOLAHAN LIMBAH
1. Limbah Oli
Oli-oli bekas yang sudah tidak digunakan akan disimpan pada sebuah kaleng
drem besar. Apabila semua drum penampung oli sudah penuh, maka oli akan
diambil oleh pembeli oli yang sudah menjadi langganan bengkel.
a. Filter Oli Bekas
Filter oli bekas dari kendaraan yang sudah tidak terpakai akan dikumpulkan dan
kemudian filter oli tersebut di jual ke pengepull filter oli bekas/pengepul barang
bekas.
b. Sampah – sampah yang tidak terpakai
Sampah – sampah yang tidak terpakai akan dibuang ke dalam tempat sampah.
Sampah – sampah yang telah buang tersebut akan di pilah dan yang masih
mempunyai nilai jual akan di jual kembali, contohnya : Botol oli, kaleng injector
cleaner, botol minyak rem, baut bekas, timbel,Dll
18
BAB III
PENUTUP
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat TUHAN YANG MAHA KUASA atas
segala karunia dan limpahan rahmat-Nya. Sehingga penyusunan laporan Praktek Kerja
Industri (Prakerin) yang saya laksanakan di Bengkel NISSAN DATSUN SM RAJA
dapat terselesaikan. Laporan ini saya susun berdasarkan atas segala yang saya peroleh
selama melaksanakan Praktek Kerja Industri (Prakerin) di Bengkel NISSAN DATSUN
SM RAJA. Saya sangat menyadari bahwa penyusunan laporan ini masih banyak terdapat
kekurangan dan bisa dikatakan jauh dari sempurna, untuk itu saya meminta maaf apabila
di dalam laporan ini banyak terdapat kesalahan-kesalahan dalam hal materi, tata tulis dan
lain sebagainya, dan saya akan selalu dengan senang hati menerima kritik dan saran dari
Bapak Guru/Pembimbing Di Sekolah. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada
Bengkel NISSA DATSUN SM RAJA atas diberikannya tempat dan kepercayaannya
kepada saya dalam menjalankan pekerjaan selama Praktek Kerja Industri.
Dengan adanya kegiatan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) ini, disamping
sebagai salah syarat untuk mengikuti Ujian Nasional, Saya juga merasakan berbagai
manfaat dan pengalaman yang berharga diantaranya yaitu : kemampuan kerja, motivasi
kerja, inisiatif, kreativitas, hasil kerja yang berkualitas, dan kedisiplinan, serta
produktivitas kerja. Selama Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) saya banyak
memperoleh pengalaman dan pelajaran berharga yang selama ini tidak diperoleh di
bangku sekolah. Saya juga berharap, semoga pelajaran berharga yang saya peroleh
selama Praktek Kerja Industri di bengkel NISSAN DATSUN SM RAJA dapat
bermanfaat dan menjadi salah satu bekal untuk saya dalam meraih suatu kesuksesan di
masa mendatang.
Demikianlah laporan Praktek Kerja Industri (Prakerin) yang saya susun, apabila terdapat
kata-kata yang tidak berkenan di hati pembaca, saya mohon maaf. Bagi semua pihak
yang membantu dan mendukung terlaksanakannya Praktek Kerja Industri (Prakerin) ini
saya ucapkan banyak terima kasih. Saya juga mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari pembaca.
19
A.KESIMPULAN
Dalam kegiatan selama praktek kerja industri di bengkel NISSAN DATSUN SM
RAJA, kami dapat mengambil kesimpulan baik atas apa yang telah kami peroleh
disana. Selama saya menjalankan praktek kerja industri kami mendapat banyak hal
yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya, antara lain adalah :
1) Selama praktek kerja industri siswa dapat merasakan bagaimana rasanya menjadi
seorang karyawan di dalam sebuah perusahaan, sehingga saya mendapatkan
suatu pengalaman kerja.
2) Dengan adanya praktek kerja industri siswa mendapatkan banyak ilmu yang
mungkin belum didapat selama di sekolah.
3) Dengan adanya praktek kerja industri siswa dapat mempelajari bagaimana untuk
membangun, mengembangkan, dan menjalankan suatu lapangan pekerjaan
dengan baik.
4) Dengan adanya praktek kerja industri siswa dilatih untuk menjadi seorang yang
mandiri, disiplin, percaya diri, professional dan bertanggung jawab.
5) Selama saya menjalankan praktek kerja industry juga saya dapat banyak
pengalam kerja bahkan dalam pergaulan .
20
B.SARAN-SARAN
Adapun beberapa saran saya setelah menyelesaikan kegiatan Praktek Kerja
Industri (Prakerin) yang mungkin dapat berguna baik bagi sekolah, para pembaca
maupun untuk kemajuan pendidikan bersama, yaitu
1) Sebaiknya guru pembimbing dari sekolah lebih aktif dalam mengawasi dan
meninjau siswa selama pelaksanaan praktek kerja industri.
2) Kami harap hubungan antara pihak sekolah, pihak industri dan pihak siswa dapat
terus berlanjut, tidak hanya sebatas selama kegiatan peaktek kerja industri saja.
3) Apabila terdapat informasi dari sekolah yang sekiranya penting bagi siswa,
dimohon pihak sekolah memberitahukan jauh hari kepada siswa yang sedang
menjalankan praktek kerja industri.
4) Menjaga nama baik sekolah, industri, diri sendiri maupun orang lain itu penting.
Demikian yang dapat saya paparkan mengenai materi yang menjadi pokok
bahasan dalam laporan Praktek Kerja Industri (Prakerin), tentunya masih banyak
kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya
atau referensi yang ada hubungannya dengan laporan ini.
Dimohon kritik dan saran yang membangun bagi penulis agar dapat mengoreksi
segala kekurangan dalam makalah yang telah saya buat ini. Semoga kedepannya
bisa menjadi lebih baik. Terimakasih.
21