SOP Kalibrasi
I. UNIT KERJA TERKAIT
1. Bagian Penerimaan
2. Bagian Gudang
3. Dll….
II. TUJUAN
Prosedur Prosedur ini merupakan pedoman dalam pengendalian dan pengawasan kalibrasi
dan peralatan yang digunakan sebagai alat ukur dan monitoring
III. RUANG LINGKUP
Prosedur ini mencakup pengawasan dan identifikasi peralatan, kalibrasi dan akurasi serta
penanganan saat hasil kalibrasi atau akurasi peralatan ditemukan diluar toleransi
IV. REFERENSI
1. Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 21 Tahun 2021 tentang Sistem
Jaminan Keamanan dan Mutu Pangan Olahan di Sarana Peredaran
2. ……..
V. PROSEDUR
1. Identifikasi Alat Ukur
a. Melakukan identifikasi dan pendataan alat ukur (misalnya timbangan, thermometer,
data logger) yang digunakan untuk memantau keamanan dan mutu produk.
b. Identifikasi peralatan harus mencakup :
- Dibuatkan daftar alat monitoring, yang berisi nama alat, nomor identitas,
lokasinya dan tanggal jatuh tempo kalibrasi
- Diberikan tanda sesuai dengan persyaratan kalibrasinya (misalnya kode
identifikasi dan tanggal jatuh tempo kalibrasi)
- Tindakan perlindungan dari perubahan/ setting yang mungkin dilakukan oleh
petugas yang tidak berwenang (misal dengan menggunakan kunci atau
password)
- Tindakan perlindungan dari kemungkinan terjadi kerusakan akibat kesalahan
penggunaan melalui pelatihan staff
c. Penyimpanan alat ukur
- Disimpan di tempat yang ditetapkan dan dibuat agar temperature dan
kelembabannya sesuai dengan standar penyimpanan alat
- Penyimpanan dilakukan oleh petugas yang ditunjuk.
1
- Untuk alat ukur yang besar, misalnya timbangan besar, penyimpanan dapat
tetap dilakukan di tempat penggunaanya, misalnya area penerimaan atau
gudang, namun kondisi lingkungannya dalam keadaan kering
2. Kalibrasi dan Akurasi
a. frekuensi pemeriksaan
- Akurasi: dilakukan secara internal pada saat sebelum proses kerja dimulai, dan
pada saat setelah istirahat
- Kalibrasi: dilakukan secara eksternal (misal oleh badan metrology atau
laboratorium kalibrasi yang sudah diakreditasi), dan dapat dilakukan setiap satu
tahun satu kali
b. Menetapkan petugas pelaksana
- Akurasi: dilakukan oleh petugas yang telah dilatih
- Kalibrasi: dilakukan oleh petugas dari metrology/ laboratorium kalibrasi
3. Tindakan Koreksi
a. Melakukan “adjustment” pada alat yang ditemukan penyimpangan hasil pengukuran
b. Apabila tidak bisa dilakukan “adjustment”, maka dituliskan hasil kalibrasi dan
memberikan tanda “dilarang digunakan”
c. Mengirimkan peralatan yang rusak ke bagian maintenance untuk diperbaiki
d. Menggunakan alat pengukur pengganti untuk monitoring selama perbaikan
dilakukan
e. Setelah selesai diperbaiki, maka alat yang rusak tersebut kembali dikalibrasi
f. Apabila hasil kalibrasi sesuai dengan standar, maka alat ukur di-release untuk
digunakan kembali setelah diverifikasi oleh supervisor QC
g. Petugas pelaksana adalah karyawan yang telah diberikan pelatihan dan diverifikasi
adalah supervisor/ manajemen
h. Tindakan terhadap produk yang beresiko, sesuai dengan prosedur pengendalian
ketidaksesuaian produk
i. Catatan hasil akurasi/kalibrasi harus disimpan
VI. DOKUMEN TERKAIT
1. Form Daftar Alat Ukur
2. Form Checklist Akurasi
3. Form …
2
Dibuat Oleh Disetujui Oleh
Jabatan
Tandatangan
Nama
Tanggal
I.