Asuhan Kebidanan Kehamilan Ny. I di Metro
Asuhan Kebidanan Kehamilan Ny. I di Metro
I
DI UPTD PUSKESMAS MULYOJATI
KOTA METRO
Disusun Oleh :
ii
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTIK
PENULIS :
PEMBIMBING PRAKTIK
TANDA TANGAN
iii
LEMBAR KONSULTASI
iv
KATA PENGANTAR
Penulis
v
DAFTAR ISI
HALAMAN DEPAN........................................................................................ i
LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................. ii
LEMBAR KONSULTASI ............................................................................... iii
KATA PENGANTAR...................................................................................... iv
DAFTAR ISI.................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................................................ 1
B. Tujuan......................................................................................................... 2
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................................ 34
B. Saran........................................................................................................... 34
DAFTAR PUSTAKA
vi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kehamilan adalah fertilisasi atau penyatuan dari sprematozoa dan ovum
dilanjutkan dengan nidasi dan implantasi. Kehamilan terbagi dalam 3 trimester.
Trimester I: berlangsung 12 minggu (minggu 1-12), trimester II: berlangsung 15
minggu (minggu 13-27), trimester III: berlangsung 13 minggu (minggu 28-40).
(Prawirohardjo, Sarwono:2014 dan Rustam Mochtar:2013)
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di
Indonesia masih tinggi Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Ibu Indonesia
(SDKI) tahun 2018, AKI mencapi 359 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB
mencapai 32 per 1000 kelahiran hidup
Sementara itu, laporan dari daerah yang diterima Kementerian Kesehatan
menunjukkan jumlah ibu yang meninggal karena kehamilan dan persalinan pada
2013 sebanyak 5019 Sedangkan jumlah bayi yang meninggal di Indonesia
berdasarkan estiminasi SDKI 2012 mencapai 160.681 anak
Pelayanan antenatal (ANC) merupakan upaya preventif program
pelayanan kesehatan obstetric untuk optimalisasi luaran maternal dan neonatal
melalui serangkaian kegiatan rutin selama kehamilan meliputi 10 standar.
Timbang berat badan dan ukur tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah, tentukan
status gizi, tentukan tinggi fundus uteri, tenhtukan presentasi janin dan denyut
jantung janin, skrining status imunisasi tetanus, pemberian tablet zat besi minimal
90 tablet selama kehamilan,tes laboratorium, tata laksana kasus, dan temu wicara
(konseling). (Bidan dan Dosen Bidan Indonesia: 2017)
Tujuan utama ANC adalah menurunkan atau mencegah kesakitan, serta
kematian maternal dan perinatal. Adapun tujuannya adalah sebagai berikut :
memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh
kembang janin, meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan
sosial ibu, mengenali dan mengurangi secara dini adanya penyulit-penyulit atau
komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara
umum, kebidanan dan pembedahan, mempersiapkan persalinan cukup bulan dan
1
persalinan yang aman dengan trauma seminimal mungkin, membina hubungan
saling percaya antara ibu dan bidan dalam rangka mempersiapkan ibu dan
keluarga secara fisik, emosional, dan logis untuk menghadapi kelahiran serta
kemungkinan adanya komplikasi, dan menyiapkan ibu bagar masa nifas berjaan
normal dan berhasil memberikan ASI eksklusif.(Bidan dan Dosen Indonesia:
2017)
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil
2. Tujuan Khusus
a. Mampu menguraikan konsep teori tentang kehamilan meliputi definisi,
tanda gejala kehamilan
b. Mampu melakukan pengkajian data subyektif dan obyektif
c. Mampu mengidentifikasikan diagnosa, masalah, kebutuhan,
diagnosa/masalah potensial serta kebutuhan segera/kolaborasi pada ibu
hamil
d. Mampu melaksanakan asuhan kebidanan kehamilan dengan sesuai
rencana asuhan yang diprioritaskan
e. Mampu mengevaluasi asuhan kebidanan kehamilan yang diberikan
2
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Kehamilan
Kehamilan adalah fertilisasi atau penyatuan spermatozoa dan ovum
kemudian dilanjutkan dengan implantasi atau nidasi. Kehamilan normal akan
berlangsung selama 40 minggu atau 9 bulan menurut kalender internasional jika
dihitung dari fertilisasi sampai bayi lahir. Kehamilan dibagi menjadi 3 trimester
yaitu trimester pertama mulai dari 0-12 minggu, trimester kedua 13-27 minggu,
dan trimester ketiga 28-40 minggu. (Saifuddin: 2014)
Kehamilan merupakan suatu proses yang alamiah dan fisiologis. Masa
kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya bayi dengan lama 280 hari atau
40 minggu yang dihitung dari hari pertama haid terakhir. Terbagi dalam 3
triwulan yaitu tirwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai tiga bulan, triwulan
kedua dari bulan keempat sampai enam bulan dan trimester ketiga bulan ketujuh
sampai bulan ke sembilan.
Asuhan kehamilan difokuskan pada intervensi yang telah terbukti
bermanfaat mengurangi angka kesakitan dan angka kematian ibu dan bayi baru
lahir. (Bidan dan Dosen Indonesia: 2017 )
Menurut federasi obstetric ginekologi international, kehamilan
didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum
kemudian dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. (Prawirohardjo, Sarwono:
2014)
B. Proses Kehamilan
1. Konsepsi
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi, konsepsi adalah pertemuan antara
ovum matang dan sperma sehat yang memungkinkan terjadinya kehamilan.
Konsepsi ini dapat terjadi jika terpenuhi beberapa kriteria, yaitu:
a. Senggama harus terjadi pada bagian siklus reproduksi wanita yang tepat.
b. Ovarium wanita harus melepaskan ovum sehat pada saat ovulasi.
3
c. Pria harus mengeluarkan sperma yang cukup normal dan seh\hat selama
ejakulasi.
d. Tidak ada barrier atau hambatan yang mencegah sperma mencapai,
melakukan penetrasi, dan sampai akhirnya membuahi ovum.
Agar terjadi kehamilan sebaiknya senggama dilakukan sebelum tepat di
hari wanita ovulasi karena sperma dapat hidup sempai tiga hari didalam vagina,
sedanngkan ovum hanya bertahan 12-24 jam setelah dikeluarkan dari ovarium
(ovulasi). Kapan wanita mengalami ovulasi dapat dikenali melalui bentuk cairan
vagina keluar. Jika terlihat bening, banyak, dan licin, maka kemungkinan besar
wanita dalam keadaan subur, cairan vagina secara bertahap akan menjadi kental
dan berwarna putih keruh setelah melewati masa ovulasi. Selain mengamati
karakter cairan vagina, ovulasi dapat juga diprediksi melalui perhitungan siklus
menstruasi. Wanita mengalami ovulasi pada hari ke-12 sampai ke-14 siklus
menstruasi, namun cara ini kurang dapat digunakan pada wanita dengan siklus
menstruasi yang tidak teratur.
Diperkirakan ada 300 juta sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi dan
dapat ditampung oleh bagian belakang vagina, namun dalam perjalanannya hanya
beberapa ribu saja yang dapat mencapai tuba falopii. Lingkungan vagina yang
asam dan adanya daya fagosit dari uterus membuat sebagian besar sperma tidak
mampu untuk bertahan hidup, yang akhirnya dikeluarkan lagi melalui vagina.
(Sulatyawati Ari. 2011)
2. Fertilisasi
Merupakan kelanjutan dari proses konsepsi, yaitu sperma bertemu dengan
ovum, terjadi penyatuan sperma dengan ovum, sampai terjadi perubahan fisik dan
kimiawi ovum-sperma sehingga menjadi buah kehamilan. Gambaran proses dari
konsepsi sampai dengan dengan fertilisai adalah sebagai berikut:
a. Sperma memasuki vagina
Sperma diejakulasikan di forniks vagina saat koitus, menuju ke ampula
tuba sehingga tempat fertilisasi.
b. Proses kapasitasi
Sperma mengalami perubahan biokimiawi agar lebih kuat untuk mencapai
ampula tuba.
4
c. Reaksi akromosom
Sperma mengadakan pengeluaran cairan hyaluronidase dan tripsin agar
bisa menembus lapisan Oosit/ovum.
d. Sperma memasuki zona pellusida dan corona radiata
Zat yang dikeluarkan melalui reaksi akromosom akan mengencerkan
corona radiata dan zona pellusida.
e. Reaksi granula kortikal
Granula kortikol merupakan sel-sel granulose yang berada di sekitar oosit
yang akan menutup setelah satu buah sperma masuk ke dalam oosit, sehingga
mencegah sperma yang lain untuk masuk.
f. Fertilisasi
1) Kepala sperma membesar dan inti sel sperma membentuk pronukleus pria.
2) Inti sel ovum membentuk pronukleus wanita.
3) Kedua pronukleus berfusi
Dalam proses ini akhirnya kedua pronukleus bersatu dan membentuk zigot
yang terdiri atas bahan genetik dari wanita dan pria. Dalam beberapa jam
setelah konsepsi, mulailah terjadi proses pembelahan zigot. Setelah
pembelahan sel terjadi, maka pembelahan-pembelahan selanjutnya akan
berjalan dengan lancar dan akhirnya dalam waktu tiga hari terbentuk suatu
kelompok sel-sel yang sama besarnya, disebut morulla. Proses selanjutnya
adalah perubahan morulla menjadi blastula. Hasil konsepsi tiba ke dalam
kavum uteri pada tingkat blastula. (Sulatyawati Ari. 2011)
g. Implantasi (Nidasi)
Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam
endometrium. Blastula diselubungkan oleh suatu simpai, disebut trofoblast, yang
mampu menghancurkan atau mencairkan jaringan. Ketika blastula mencapai
rongga rahim, jaringan endometrium berada dalam fase sekresi. Blastula dengan
bagian yang berisi massa sel dalam (inner cell mass) akan mudah masuk kedalam
desidua, menyebabkan luka kecil yang kemudian sembuh dan menyatu lagi. Itulah
sebabnya kadang-kadang pada saat nidasi terjadi sedikit perdarahan akibat luka
desidua yang disebut dengan tanda heartman. Umunya nidasi terjadi pada dinding
depan atau belakang rahim (korpus) dekat fundus uteri. Dalam peringkat nidasi
5
trofoblast dihasilkan hormon human chorionic gonadotropin (HCG). (Sulatyawati
Ari. 2011)
C. Tanda-Tanda Kehamilan
Untuk menegakkan diagnosa kehamilan, ditetapkan dengan melakukan
penilaian terhadap beberapa tanda dan gejala kehamilan:
1. Tanda Dugaan Kehamilan (Presumtif)
a. Amenore/tidak mengalami menstruasi sesuai siklus (terlambat haid)
b. Nausea (mual), anoreksia (tidak nafsu makan), emesis, dan hipersaliva
c. Pusing
d. Miksing/sering buang air kecil
e. Obstipasi
f. Hiperpigmentasi: striae, cloasma
g. Varises
h. Payudara menegang
i. Perubahan perasaan
j. BB bertambah
6
Bila uterus dirangsang mudah berkontraksi, tanda ini khas untuk uterus
dalam masa hamil.
5) Ballottement positif
Jika dilakukan pemeriksaan palpasi di perut ibu dengan caa
menggoyangkan-goyangkan di salah satu sisi, maka akan terasa
“pantulan” disisi yang lain.
c. Tes Urine kehamilan (tes hCG) positif
Tes urine dilaksanakan minimal satu minggu setelah terjadi pembuahan.
Tujuan dari pemeriksaan ini adalah mengetahui kadar hormon
gonadotropin dalam urine. Kadar yang melebihi ambang normal,
mengidentifikasikan bahwa wanita mengalami kehamilan.
7
Jika penambahan ukuran TFU per tiga jari, apat dicermati dalam tabel
berikut ini:
Usia Kehamilan (Minggu) Tinggi Fundus Uteri (TFU)
12 1-2 Jari di atas simfisis
16 Pertengahan pusat-simfisis
20 3 jari di bawah pusat
24 Setinggi pusat
28 3 jari di atas pusat
32 Pertengahan pusat-px
36 3 jari di bawah px
40 Pertengahan pusat-px
(Sulatyawati Ari. 2011)
Ukuran uteri dan fundus uteri yang diukur menggunakan palpasi abdomen:
a. Kehamilan 1 bulan: sebesar telur ayam
b. Kehamilan 8 minggu: sebesar telur angsa
c. Kehamilan 12 minggu: sebesar telur angsa atau 1-2 jari atas simfisis
d. Kehamilan 16 minggu: pertengahan antara simfisis pusat
e. Kehamilan 20 minggu: 3 jari bawah pusat
f. Kehamilan 24 minggu: setinggi pusat
g. Kehamilan 28 minggu: 3 jari atas pusat
h. Kehamilan 32 minggu: pertengahan prossesus xypoideus-pusat
i. Kehamilan 36 minggu: 3 jari dibawah prossesus xypoideus
j. Kehamilan 40 minggu: pertengahan antara prossesus xypoideus-pusat
(Bidan dan Dosen Indonesia: 2017)
2. Ovarium
Ovulasi berhenti selama kehamilan dan pematanga folikel ditunda.
Biasanya hanya satu corpus luteum kehamilan dapat ditemukan di dalam ovarium
wanita hamil dan hanya berfungsi maksimal sampai 6-7 minggu pertama
kehamilan dan selanjutnya fungsinya menurun sampai akhirnya pada minggu ke-
16 kehamilan fungsinya digantikan oleh plasenta untuk menghasilkan estrogen
dan progesterone.
8
3. Vagina dan Perineum
Perubahan yang terjadi pada vagina selama kehamilan antara lain
terjadinya peningkatan vaskularitas dan hiperemia (tekanan darah meningkat)
pada kulit dan otot perineum, vulva, pelunakan pasa jaringan ikat, munculnya
tanda chadwick yaitu warna kebiruan pada daerah vulva dan vagina yang
disebabkan hiperemia, serta adanya keputihan karena sekresi serviks yang
meningkat akibat stimulasi estrogen.
4. Payudara
Kadar estrogen dan progesterone yang tinggi yang dihasilkan oleh plasenta
mememberikan perubahan terhadap jaringan payudara dan pigmentasi kulit.
Hormone human placental lactogen (hPL) bersifat lactogenic sehingga perannya
menstimulasi pertumbuhan payudara dan sejumlah perubahan metabolic
diantaranya menstimulasi sintesis kasein, dan laktalbumin di alveoli. Estrogen
meningkatkan jumlah duktus glandular sedangkan progesterone meningkatkan
jumlah alveoli pada payudara.
Bersama dengan hPL, estrogen, dan progesterone menyebabkan
perubahan pembesaran payudara, payudara terasa tegang, pembesaran putting
perubahan warna areola mamae menjadi lebih gelap diduga efek estrogen dan
progesterone yang menstimulasi melanosit, munculnya kolostrum yang biasanya
dapat dikeluarkan minggu ke-12 hipertrofi alveoli payudara sehingga teraba
nodular dan adanya tuberkel yang merupakan kelenjar sebasea pada areola mamae
yang keduanya teraba pada dua bulan pertama kehamilan.
5. Sistem Respirasi
Perubahan anatomi toraks ini menjamin terpenuhinya aliran udara
disempanjang percabangan bronkus untuk menkompensasi penurunan kapasitas
vital pernapasan sehingga fasilitas untuk proses transver kejanin terpenuhi,
menyebabkan volume tidal pada ibu hamil meningkat. Selain itu faktor
peningkatan metobelisme basal pada wanita hamil serta pertambahan ukuran
tubuh, meningkatkan kebutuhan total oksigen dalam tubuh. Peningkatan volume
9
tidal menyebabkan tekanan parsial karbon dioksida (PCO 2) menurun sebesar 15-
20% dan tekanan parsial oksigen (PO2) meningkat sedikit.
Perubahan paru dalam kehamilan yakni anatomi toraks berubah, volume
tidak meningkat, kapasitas vital menurun, kapasitas residu fungsional menurun,
PCO2 menurun 15-20%, PO2 meningkat, ekskresi bikarbonat meningkat atau
alkalosis respiratorik ringan.
6. Sistem Perkemihan
Peningkatan progesteron selama kehamilan yang menyebabkan
vesodilatasi perifer pembuluh terjadi pula fase dilatasi pada saluran kemih.
Peningkatan volume darah serta plasenta dan vasodilatasi pembuluh darah
menyebabkan peningkatan aliran darah keseluruh organ termasuk ginjal
meningkat sebesar 60-70%. Selain itu efek aldosteron termasuk terhadap retensi
natrium dan air memberikan efek peningkatan natrium yang terfilterasi
diglomerulus sebesar 60-70%.
Wanita hamil cenderung lebih sering berkemih di malam hari karena saat
berbaring menyebabkan mobilisasi cairan sangat lancar kearah ginjal dan
kemudian mengekskresikannya, sedangkan pada siang hari wanita hamil
mengakumulasi air dalam bentuk edema dependen pada tungkai akibat tekanan
uterus pada pembuluh darah panggul dan vena kava inferior.
7. Metabolisme
Menurut Manuaba (2010) perubahan metabolisme pada kehamilan:
a. Metabolisme basal naik sebesar 15-20% dari semula, teru-tama pada
trimester ketiga.
b. Keseimbangan asam basa mengalami penurunan dari 155 mEq per liter
menjadi 145 mEq per liter disebabkan hemo-delusi darah dan
kebutuhan mineral yang diperlukan janin.
c. Kebutuhan protein wanita hamil makin tinggi untuk pertumbuhan dan
perkembangan janin, perkembangan organ kehamilan, dan persiapan
laktasi. Dalam makanan diperlukan protein tinggi sekitar 0,5 g/kg berat
badan atau sebutir telur ayam sehari.
10
d. Kebutuhan kalori didapat dari karbohidrat, lemak dan protein.
e. Kebutuhan zat mineral untuk ibu hamil:
1) Kalsium, 1,5 gram setiap hari, 30-40 gram untuk pemben-tukan
tulang janin.
2) Fosfor, rata – rata 2 gram dalam sehari.
3) Zat besi, 800 mg atau 30-50 mg per hari.
4) Air, ibu hamil memerlukan air cukup banyak dan dapat terjadi
retensi air.
f. Berat badan ibu hamil bertambah. Berat badan ibu hamil akan
bertambah antara 6,5-16,5 kg selama hamil atau terjadi kenaikan berat
badan 0,5 kg/ minggu.
11
F. Keluhan Kehamilan pada Trimester II
1. Pusing
Pusing merupakan timbulnya perasaan melayang karena peningkatan
volume plasma darah yang mengalami peningkatan hingga 50%. Peningkatan
volume plasma akan meningkatkan sel darah merah sebesar 15-18%. Peningkatan
jumlah sel darah merah akan mempengaruhi kadar haemoglobin darah, sehingga
jika peningkatan volume dan sel darah merah tidak diimbangi dengan kadar
haemoglobin yang cukup, akan mengakibatkan terjadinya anemia.
Perubahan pada komposisi darah tubuh ibu hamil terjadi mulai minggu ke
24 kehamilan dan akan memuncak pada minggu ke 28-32. Keadaan tersebut akan
menetap pada minggu ke 36.
Bidan sebagai pemberi asuhan yang berpusat pada pemenuhan kebutuhan
wanita harus dapat memberikan asuhan yang tepat guna. Terkait keluhan pusing,
lemas dan mudah lelah yang ibu alami, bidan harus dapat melakukan penapisan
terhadap anemia. Jika telah diyakini bahwa keluhan yang terjadi merupakan efek
dari perubahan fisiologi yang terjadi, anjurkan ibu untuk cukup istirahat baik
dimalam hari maupun disiang hari, sehingga stamina tubuh tetap terjaga. Gejala
ini dapat dikurangi dengan menghindari berdiri secara tiba-tiba dari keadaan
duduk, hindari berdiri dalam waktu lama, jangan lewatkan waktu makan dan
berbaring dalam keadaan miring serta waspadai keadaan anemia. Selain itu,
anjurkan ibu untuk menghindari melakukan gerakan secara tiba-tiba, semisal
berdiri secara tiba-tiba dari keadaan berbaring atau duduk. Anjurkan ibu untuk
melakukannya secara bertahap dan perlahan.
2. Sering Berkemih
Keluhan sering berkemih karena tertekannya kandung kemih oleh uterus
yang semakin membesar dan menyebabkan kapasitas kandung kemih berkurang
serta frekuensi berkemih meningkat. Dalam menangani keluhan ini, bidan dapat
menjelaskan kepada ibu bahwa sering berkemih merupakan hal yang normal
akibat dari perubahan yang terjadi selam kehamilan, menganjurkan ibu
mengurangi asupan cairan 2 jam sebelum tidur agar istirahat ibu tidak akan
terganggu, menyarankan untuk latihan kegel, tidak menyarankan ibu untuk
12
mengurangi minum, menyarankan ibu untuk buang air kecil secara teratur jangan
menahan BAK dan menyarankan ibu untuk menghindari menggunakan pakaian
ketat karena dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi kandung kemih.
3. Nyeri Punggung
Rasa nyeri pada bagian punggung atau low back pain dialami oleh 20%-
25% ibu hamil. Keluhan ini dimulai pada usia kehamilan 12 minggu dan akan
meningkat pada saat usia kehamilan 24 minggu hingga menjelang persalinan.
Rasa nyeri sering dirasakan ibu pada waktu malam hari. Hal ini diakibatkan oleh
pengaruh aliran darah vena kearah lumbal sebagai peralihan cairan dari
intraseluler kea rah ekstraseluler akibat dari aktivitas yang dilakukan ibu. (James
et al, 2006)
Robinson, dkk (2010) menyatakan bahwa selain pengaruh anatomis,
tingkat stress yang diakibatkan rasa kekhawatiran, tekanan dan pengaruh
psikologis lain selama hamil menjadi factor pendukung terjadinya nyeri punggung
ini. Rangsangan stress menstimulasi otot-otot menjadi menegang sehingga
memicu timbulnya nyeri.
Rasa nyeri fisiologis ini dapat dikurangi bahkan dicegah dengan
melakukan latihan-latihan tubuh selama hamil, yaitu dengan senam hamil. Selain
senam hamil beberapa hal lain yang dapat dilakukan yaitu dengan terapi pijat,
akupuntur, komunikasi yang akan menimbulkan rasa senang dan tenang pada ibu,
menjaga cara mobilisasi dan sikap tubuh yang baik (Sadr, et al. 2012). Peran
bidan dalam membantu mengurangi keluhan nyeri pinggang yaitu dengan :
a. Memberitahu ibu untuk menjaga posisi tubuhnya (body mechanic)
b. Menganjurkan ibu untuk melakukan exercise selama hamil untuk melatih otot-
otot tubuh serta membantu dalam menyesuaikan dengan perubahan fisiologi
yang terjadi
c. Menganjurkan ibu untuk mengurangi aktivitas serta menambah waktu istirahat
jika diperlukan
13
4. Sesak Nafas
Sesak nafas disebabkan oleh meningkatnya usaha bernafas yang
meningkat dikarenakan oleh rahim yang membesar sesuai dengan kehamilan
sehingga menyebabkan peningkatan kerja pernafasan. Keluhan sesak nafas juga
dapat terjadi karena adanya perubahan pada volume paru yang terjadi akibat
perubahan anatomi toraks selama kehamilan. Berdasarkan penelitian ditemukan
bahwa volume darah pada saat kehamilan telah cukup bulan rata-rata berkisar
antara 40-45% diatas volume darah wanita dalam keadaan tidak hamil.
Peningkatan volume darah selama kehamilan dapat terkait dengan usaha
pemenuhan kebutuhan kadar O2 ke uterus, dimana sistem vaskular yang juga
mengalami peningkatan volume organ (hipertrofi) mengakibatkan kerja jantung
untuk memompa darah menjadi lebih berat dan secara tidak langsung akan
berpengaruh pada frekuensi pernafasan ibu hamil. Mekanisme yang paling
penting adalah hiperventilasi yang disebabkan oleh peningkatan kadar
progesteron.
Asuhan yang dapat dilakukan oleh bidan yaitu:
a. Menganjurkan ibu untuk mengurangi aktivitas yang berat dan berlebihan
b. Menganjurkan ibu untuk memperhatikan posisi pada saat duduk dan
berbaring, mengatur posisi duduk dengaan punggung tegak, jika perlu
disangga dengan bantal pada bagian punggung, menghindari posisi tidur
terlentang karena dapat mengakibatkan terjadinya ketidak seimbangan
ventilasi pervusi akibat tertekannya vena (suppin hipotension sindrom).
14
b. Hindari menggunakan pakaian ketat dan berdiri lama dan duduk tanpa
sandaran
c. Lakukan latihan ringan dan berjalan secara teratur untuk memfasilitasi
peningkatan sirkulasi
d. Kenakan penyokong abdomen maternal atau korset untuk menghilangkan
tekanan pada vena panggul
e. Menganjurkan ibu untuk menggunakan stoking untuk meringankan tekanan
yang memperberat kerja dari pembuluh vena
f. Lakukan senam kegel
g. Gunakan kompres es didaerah vulva
h. Lakukan mandi air hangat
i. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium dan
vitamin B.
Kram pada kaki biasanya berlangsung pada malam hari atau menjelang
pagi hari. Keadaan ini diperkirakan terjadi karena adanya gangguan aliran atau
sirkulasi darah pada pembuluh darah panggul yang disebabkan oleh tertekannya
pembuluh tersebut oleh uterus yang semakin membesar pada kehamilan lanjut,
kram juga disebabkan oleh meningkatnya kadar fosfat dan penurunan kadar
kalsium terionisasi dalam serum. Asuhan yang dapat dilakukan oleh bidan untuk
mengurangi keluhan yang dirasakan adalah:
a. Menyarankan ibu hamil untuk melaksanakan latihan ringan seperti
memposisikan kaki lebih tinggi dari tempat tidur sekitar 20-25cm, berjalan
untuk melancarkan sirkulasi
b. Menyarankan ibu hamil untuk mengkonsumsi vitamin B, C, D, Kalsium dan
fosfor. (Husin, Farid, 2014:139-140)
15
disebabkan ketidaknyamanan akibat uterus yang membesar. Asuhan yang dapat
dilakukan bidan yaitu:
a. Menganjurkan untuk mandi air hangat
b. Menganjurkan untuk minum air hangat
c. Lakukan aktivitas yang tidak menimbulkan stimulus sebelum tidur (Husin,
Farid, 2014:140-141)
8. Konstipasi
Sembelit atau konstipasi adalah suatu keadaan dimana sekresi dari sisa
metabolisme nutrisi tubuh dalam bentuk feces mengalami gangguan yang
menyebabkan feces menjadi keras dan menimbulkan kesulitan saat defekasi. Studi
yang dilakukan oleh Bradley tahun 2007 mendapatkan hasil bahwa konstipasi
terjadi pada trimester I sebanyak 24%, 26% pada trimester II dan 24% pada
trimester III, serta kejadiannya meningkat 4kali pada ibu dengan riwayat
konstipasi.
Asuhan yang dapat dilakukan bidan terkait ketidaknyamanan yang
ditimbulkan akibat melambatnya proses pencernaan dan mencegah terjadinya
konstipasi, yaitu :
a. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan mengandung serat
b. Anjurkan ibu untuk memenuhi kebutuhan hidrasinya, dengan minum paling
sedikit 8-10 gelas air dalam sehari serta menghindari minuman yang dapat
memperberat kerja system pencernaan seperti teh dan atau kopi
16
c. Anjurkan ibu untuk melakukan olahraga ringan secara rutin, baik dengan
mengikuti kegiatan senam hamil atau sekedar berjalan ringan (trackmild)
disetiap harinya
d. Jika ibu mengalami konstipasi dan sedang, tunda pemberian Fe untuk
beberapa har, karena berdasarkan review chocrane, 2009 pemberian Fe lebih
dari 45mg/hari dapat meningkatkan konstipasi hingga 4kali dari ibu yang tidak
mengkonsumsi Fe. (Bradley, 2007)
e. Jika konstipasi tidak dapat diatasi, penatalaksanaan dilakukan oleh dokter
dengan pemberian obat-obatan yang dapat memperingan keluhan
Menurut Obtetri UNPAD, 1983 nasehat yang diberikan pada ibu hamil yaitu :
b. Obat – Obatan
Pemberian obat obatan saat hamil harus memperhatikan apakah obat tersebut
berpengaruh atau tidak terhadap tumbuh kembang janin.. Perlu diperhatikan
mana yang lebih besar manfaatnya dibandingkan bahayanya terhadap janin,
oleh karena itu harus dipertimbangkan pemakaina obat-obatan tersebut.
c. Pekerjaan
Pekerjaan rutin dapat dilakukan tetapi harus sesuai dengan kemampuan dan
dengan semakin tua kehamilan pekerjaan semakin dibatasi dan dikurangi.
17
Jangan terlalu lama dan melelahkan, Duduk lama atau statis vena (vena
stagnasi) menyebabkan tromboflebitis dan kaki bengkak.
d. Pakaian
1. Pakian harus longgar, bersih, tidak ada ikatan yang ketat pada daerah
perut dan terbuat dari katun sehingga mempunyai kemampuan menyerap
terutama pakaian dalam.
e. Istirahat
Wanita hamil harus mengurangi semua kegiatan yang melelahkan, tapi tidak
boleh digunakan sebagai alasan untuk menghindari pekerjaan yang tidak
disukainya. Wanita hamil juga harus menghindari posisi duduk, berdiri dalam
waktu yang sangat lama. Ibu hamil harus mempertimbangkan pola istirahat dan
tidur yang mendukung kesehatan sendiri, maupun kesehatan bayinya.
Kebiasaan tidur larut malam dan kegiatan-kegiatan malam hari harus
dipertimbangkan dan kalau mungkin dikurangi hingga seminimal mungkin.
Tidur malam + sekitar 8 jam/ istirahat/ tidur siang ± 1 jam.
f. Perawatan payudara
1. Kompres puting susu bagian areola mammae dengan kapas yang telah
dibasahi minyak selama 2-3 menit. Tahap ini bertujuan untuk
18
memperlunak kotoran atau kerak yang menempel pada puting susu
sehingga mudah untuk dibersihkan.
2. Olesi ibu jari dan jari telunjuk dengan minyak
3. Pegang putting susu dengan ibu jari dan telunjuk ,diputar 5-10 kali keluar
dan 5-10 kali kearah luar.
4. Pegang kedua puting susu ditarik sebanyak 5-10 kali. ( Huliana,2017)
g. Personal hygiene
h. Koitus
Pada hamil muda hubungan seksual sedapat mungkin dihindari, bila terdapat
keguguran berulang atau mengancam kehamilan dengan tanda infeksi,
pendarahan, mengeluarkan air. Pada kehamilan tua sekitar 14 hari menjelang
persalinan perlu dihindari hubungan seksual karena dapat membahayakan. Bisa
terjadi bila kurang higienis, ketuban bisa pecah, dan persalinan bisa terangsang
karena, sperma mengandung prostaglandin.
i. Eliminasi
Masalah buang air kecil tidak mengalami kesulitan, bahkan cukup lancar,
untuk memperlancar dan mengurangi infeksi kandung kemih yaitu minum dan
menjaga kebersihan sekitar kelamin perubahan hormonal mempengaruhi
aktivitas usus halus dan besar, sehingga buang air besar mengalami obstipasi
(sembelit). Sembelit dapat terjadi secara mekanis yang disebabkan karena
menurunnya gerakan ibu hamil, untuk mengatasi sembelit dianjurkan untuk
19
meningkatkan gerak, banyak makan makanan berserat (sayur dan buah-
buahan). Sembelit dapat menambah gangguan wasir menjadi lebih besar dan
berdarah.
j. Senam Hamil
Secara umum, tujuan utama persiapan fisik dari senam hamil sebagai berikut :
k. Imunisasi
l. Dukungan psikologis
Dukungan psikologis pada ibu untuk menghadapi persalinan dan keyakinan
dalam keberhasilan dalam menyusui. Persiapan psikologis ibu untuk menyusui
20
pada saat kehamilan sangat berarti, karena keputusan atau sikap yang positif
harus sudah terjadi pada saat kehamilan atau bahkan jauh sebelumnya. Banyak
ibu yang memiliki masalah. Oleh karenanya bidan harus dapat membuat ibu
tertarik dan simpati.
G. Asuhan Trimester II
Dasar asuhan pemantauan trimester II kehamilan yaitu pada usia 13-26
minggu, diantaranya:
1. Pemantauan penambahan berat badan berdasarkan pada IMT ibu
2. Pemeriksaan tekanan darah
3. Pemeriksaan tinggi fundus pada usia kehamilan 24 minggu
4. Melakukan palpasi abdominal
5. Melakukan pemeriksaan denyut jantung janin
6. Pemeriksaan lab urine untuk mendeteksi secara dini kelainan tropoblas yang
terjadi serta diabetes gestasional
7. Deteksi anemia akibat haemodilusi
8. Deteksi terhadap masalah psikologis dan berikan dukungan selama kehamilan
9. Kebutuhan exercise ibu yaitu dengan senam hamil
10. Deteksi pertumbuhan janin terhambat baik dengan pemeriksaan palpasi dan
atau pemeriksaan kolaborasi dengan USG
11. Pemberian vaksinasi TT untuk mencegah terjadinya tetanus neonatorum pada
bayi
12. Mengurangi keluhan akibat ketidaknyamanan yang terjadi pada trimester II
13. Memenuhi kebutuhan kalsium dan asam folat ibu, multivitamin dan suplemen
lain hanya diberikan jika terdeteksi terjadinya pemenuhan yang tidak adekuat
pada ibu
14. Deteksi dini komplikasi yang terjadi pada trimester II dan melakukan tindakan
kolaborasi dan atau rujukan secara tepat
15. Melibatkan keluarga dalam setiap asuhan
21
H. Tanda Bahaya dalam Kehamilan
a. Perdarahan Vagina
Perdarahan vagina dalam kehamilan adalah jarang yang normal. Pada
masa awal kehamilan, ibu mungkin akan mengalami perdarahan yang
sedikit atau spotting di sekitar waktu pertama terlambat haid. Hal ini
karena terjadinya implantasi. Pada waktu lain dalam kehamilan,
perdarahan ringan mungkin pertanda dari serviks yang rapuh (erosi),
mungkin normal atau disebabkan oleh infeksi.
Perdarahan vagina yang terjadi pada wanita hamil dapat dibedakan
menjadi 2 bagian :
1) Pada awal kehamilan : abortus, mola hidatidosa, dan kehamilan
ektopik terganggu.
22
periode 3 jam. Biasanya diukur dalam waktu selama 12 jam yaitu
sebanyak 10 kali.
e. Keluar Air Ketuban Sebelum Waktunya (Ketuban Pecah Dini)
Dapat diidentifikasi dengan keluarnya cairan mendadak disertai bau yang
khas. Adanya kemungkinan infeksi dalam rahim dan persalinan
prematuritas yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu dan
bayi.
f. Muntah Terus-menerus (Hiperemesis Gravidarum)
g. Terdapat muntah yang terus-menerus yang menimbulkan gangguan
kehidupan sehari-hari dan dehidrasi.
Gejala-gejala hiperemesis lainnya :
1) Nafsu makan menurun.
5) Lidah kering.
h. Demam
Demam tinggi terutama yang diikuti dengan tubuh menggigil, rasa sakit
seluruh tubuh, sangat pusing biasanya disebabkan oleh malaria.
i. Kejang
Kejang pada ibu hamil merupakan gejala lanjut dari preeklampsi.
23
b. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu
dan bayi.
c. Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang
mungkin terjadi selama kehamilan, termasuk riwayat penyakit secara
umum.
d. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu
maupun bayinya.
e. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI
eksklusif.
f. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi
agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan normal.
24
a. Kebutuhan zat besi trimester I ±1 mg/hari dengan kehilangan basal
0,8 mg/hari ditambah 30-40 mg untuk kebutuhan janin dan sel
darah merah.
b. Kebutuhan zat besi trimester II ±5 mg/hari dengan kehilangan
basal 0,8 mg/hari ditambah kebutuhan sel darah merah 300 mg dan
kebutuhan janin 115 mg.
c. Kebutuhan zat besi trimester III ±5 mg/hari dengan kehilangan
basal 0,8 mg/hari ditambah kebutuhan sel darah merah 150 mg dan
janin 223 mg.
8. Tes laboratorium ( rutin dan khusus)
a. Pemeriksaan golongan darah
b. Pemeriksaan kadar hemoglobin darah (Hb)
c. Pemeriksaan protein dalam urine
d. Pemeriksaan kadar gula darah
e. Pemeriksaan darah malaria
f. Pemeriksaan sifilis
g. Pemeriksaan HIV
h. Pemeriksaan BTA ( tuberculosis)
9. Tata laksana kasus. Yaitu setiap kelainan yang diperoleh dari hasil
pemeriksaan harus ditangani sesuai standar.
10. Temu wicara (konseling), termasuk perencanaan persalinan dan
pencegahan komplikasi (P4K) serta KB pasca-persalinan. Untuk
memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehamilan.
Dilakukan pada setiap kunjungan ibu hamil, dengan anjuran:
a. Kesehatan ibu hamil
b. Perilaku hidup bersih dan sehat
c. Peran suami/keluarga dalam kehamilan dan perencanaan persalinan
d. Tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas serta kesiapan
menghadapi komplikasi
e. Asupan gizi seimbang
f. Gejala penyakit menular dan tidak menular
25
g. Penawaran untuk melakukan tes HIV dan konseling di daerah epidemic
meluas dan terkonsentrasi atau ibu hamil dengan IMS dan TB di daerah
epidemic rendah
h. Inisiasi menyusu dini (IMD) dan pemberian ASI eksklusif
i. KB pasca-persalinan
j. Imunisasi
26
BAB III
ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN FISIOLOGIS TERHADAP Ny. I
DI UPTD PUSKESMAS MULYOJATI KOTA METRO
TAHUN 2020
3. Riwayat menstruasi
HPHT : 24-04-2020
TP : 30-01-2021
Siklus : ± 28 hari
Masalah : Tidak ada
4. Riwayat perkawinan
Perkawinan ke :1
Usia saat kawin : 23 tahun
Lama perkawinan : 1 tahun
27
6. Riwayat kehamilan saat ini
Kunjungan pertama : G1P0A0 , usia kehamilan 8 minggu
Masalah yang pernah dialami : Tidak ada
7. Riwayat imunisasi
TT1 : saat bayi TT3 : suntik catin
TT2 : saat SD TT4 : saat usia kehamilan 10minggu
11. Riwayat KB
Belum pernah ber-KB
28
N : 80 x/menit
RR : 20 x/menit
S : 36,3 0C
BB sebelum hamil : 49 kg
BB sekarang : 60 kg
TB : 157 cm
IMT : 24,3 kg/m2
LILA : 25 cm
2. Pemeriksaan fisik
a. Kepala dan wajah : normal, simetris tidak ada kelainan
b. Leher : tidak ada pembengkakan pada kelenjar tiroid
c. Payudara : areola bersih, puting susu menonjol, tidak ada
benjolan atau massa
d. Abdomen : tidak ada striae atau bekas luka operasi
Pemeriksaan Leopold
Leopold I : teraba bagian lunak, bulat, tidak melenting yaitu
bokong. Fundus uteri teraba pada
Leopold II : teraba bagian datar, keras, memanjang seperti
papan yang berarti punggung disebelah kanan
(puka), dan disebelah kiri teraba bagian kecil-
kecil janin yaitu ekstremitas.
Leopold III : teraba dibagian perut bawah, bulat, keras,
melenting yaitu kepala
Leopold IV : kepala belum masuk PAP (konvergen)
Mc Donald : 22 cm
DJJ : 153 x/menit
TBJ : (22 – 12) x 155 = 1.550 gram
e. Extermitas : tidak ada edema, tidak ada varises
f. Reflek patella : (+) kiri dan kanan
29
3. Pemeriksaan Penunjang
a. Hb : 12,2 gr/dL
b. HBsAg : (-) negative
c. HIV : (-) negative
C. ASSESMENT
Ny. I usia 24 tahun G1P0A0 Hamil 22minggu, janin tunggal hidup intrauteri,
punggung kanan, persentasi kepala, dengan kehamilan normal.
D. PLANNING
1. Pemeriksaan ANC
2. Edukasi hidup sehat bagi ibu dan janin
3. Edukasi tanda bahaya kehamilan
4. Fe preventif
5. Jadwal kunjungan ulang
E. LEMBAR IMPLEMENTASI
Waktu
Kegiatan Paraf
(tgl/jam)
Rabu, 23-09- 1. Pemeriksaan ANC
2020 / TD : 110/70 mmHg
09:45 WIB N : 80x/menit
P : 20x/menit
S : 36,3 oC
BB : 60 kg
TB : 157 cm
IMT : 24,3 kg/m2
LILA : 25 cm
Mc.Donald : 22 cm
TT : sudah melakukan TT sewaktu bayi 1x,
sewaktu SD1x, saat catin 1x dan saat usia
kehamilan 10mg 1x
Status gizi : ibu makanan makanan gizi seimbang
30
dan cukup
LAB : HB: 12.2 gr% , HIV: (-) negative , HBsAg :
(-) negative , DJJ : masih dalam batas normal
153x/menit.
31
terjadi pada ibu hamil lanjut dan itu adalah
sesuatu yang wajar
- Melakukan aktivitas fisik seperti senam hamil
sesuai dengan anjuran bidan
32
kehamilan.untuk mencegah anemia kebutuhan zat
besi pada terimester ke III ±5 mg/hari dengan
kehilangan basal 0,8 mg/hari ditambah kebutuhan
sel darah merah 150 mg dan janin 223mg. dan
meminumnya dianjurkan pada malam hari
untukmencegah anemia dan perdarahan pasca
persalinan,diminum sebelum tidur malam agar
tidak mual serta diimbangi dengan konsumsi
buah,sayur dan kacang-kacangan
seperti:bayam,tomat,bit,kedelai,kacang
merah,kurma,pisang ambon,markisa,dan
alpukat,dengan pengelola yang tepat.
33
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang didapat dari pengkajian data mengenai asuhan
kebidanan pada ibu hamil yaitu:
1. Berdasarkan data subjektif Ny. I datang ke Puskesmas Mulyojati untuk
melakukan pemeriksaan kehamilan dengan usia kehamilan 22 minggu.
2. Berdasarkan data objektif serta semua hasil pemeriksaan yang telah dilakukan
keadaan umum Ny. I dalam batas normal.
3. Berdasarkan data subjektif dan data objektif bahwa Ny. I G1P0A0 Umur
Kehamilan 22minggu tidak didapatkan masalah yang spesifik
4. Dari analisa data tersebut dapat melaksanakan perencanan asuhan kebidanan
yang sesuai dengan manajemen pelayanan kebidanan mengenai pada Ny. A
G1P0A0 Umur Kehamilan 22 minggu.
B. Saran
Diharapkan bagi pembaca khususnya kita sebagai Mahasiswa Kebidanan
dapat mengetahui dan memahami bagaimana cara pendokumentasiaan kebidanan
pada ibu hamil dan sebagai tolak ukur dalam praktek kebidanan selanjutnya
menjadi lebih baik lagi.
34
DAFTAR PUSTAKA
Bidan dan Dosen Kebidanan Indonesia. 2017. Kebidanan Teori dan Asuhan
Volume 1. Jakarta: EGC
Irianti Bayu, Mutiara Halida Reda, dkk.2015. Asuhan Kehamilan Berbasis Bukti.
Jakarta: Sagung Seto
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Buku Kesehatan Ibu dan Anak.
Jakarta: Kementerian Kesehatan dan JICA.
Manuaba, Prof.dr. Ida bagus Gde. 2010. Ilmu Penyakit Kandungan dan KB untuk
Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC
35