Literasi Digital
Literasi digital berfungsi untuk meningkatkan kemampuan
kognitif sumber daya manusia di Indonesia agar keterampilannya
tidak sebatas mengoperasikan gawai
Literasi digital juga merupakan kemampuan untuk secara kreatif
terlibat dalam praktek sosial [Link] mengasumsikan
identitas sosial yang tepat dan untuk membentuk atau
mempertahankan berbagai hubungan sosial diruang digital
Kompetensi literasi digital tidak hanya terlibat dari kecakapan
menggunakan media digital (digital skill), namun juga berbudaya
menggunakan media digital (digital safety)
Terdapat tiga pilar utama dalam Indonesia digital nation, yaitu
Bermartabat, berkeadilan dan berdaya saing
Pemerintah digital
Regulasi, Pengendalian, Kbijakan
Masyarakat Digital
Aktivitas Digital, Aplikasi, infrastruktur
Ekonomi Digital
SDM Digital, Teknologi Penunjang, Riset dan Inovasi
Implementasi Literasi Digital
Kerangka literasi digital terdiri dari digital skill, digital culture,
digital etnhics, dan digital safety
Kerangka literasi digital digunakan sebagai metode pengukuran
tingkat kompetensi kognitif dan afektif masyarakat yang
menguasai teknologi digital
4 kompetensi Literasi Digital (Kominfo)
a. Digital skill, merupakan kemampuan individu dalam
memahami dan menggunakan perangkat keras dan piranti
lunak TIK serta system operasi digital dalam kehidupan
sehari-sehari
b. Digital safety, merupakan user dalam mengenali,
mempolakan, menerapkan, menganalisis menimbang dan
meningkatkan kesadaran perlindungan data pribadi dan
keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari.
c. Digital culture merupakan kemampuan individu dalam
membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan
membangun wawasan kebangsaan, nilai pancasila dan
bhineka tunggal ika dalam kehidupan sehari-hari dalam
digitalisasi kebudayaan melalui pemanfaatn TIK
d. Digital ethics merupakan kemampuan individu dalam
menyadari, menyontohkan, menyesuaikan diri,
merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan
tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari
Hak Digital
Adalah hak asasi manusia yang menjamin tiap warga Negara untuk
mengakses menggunakan, membuat, dan menyebarluaskan media
digital
Terdiri dari hak untuk mengakses, hak untuk berekspresi dan hak
untuk merasa aman
Pilar literasi Digital
Etika Bermedia Digital
a. Tiga Tantangan dalam menimbang urgensi penerapan etika
bermedia digital
b. Penetrasi internet yang sangat tinggi dalam kehidupan
sehari-hari masyarakat Indonesia, bukan hanya jumlah dan
aksesnya yang bertambah, durasi penggunaannya juga
meningkat
c. Perubahan perilaku masyarakat yang berpindah dari media
konvensional ke media digital
d. Instensitas orang berintegrasi dengan gawai semakin tinggi
Etika Bermedia Sosial
a. Mampu memahami batasan kebebasan berekspresi dengan
perundungan siber, ujaran kebencian, pencemaran nama
baik atau provokasi yang mengarah pada segregasi sosial
(perpecahan/polarisasi) diruang digital
b. Mampu membedakan keterbukaan informasi public dengan
pelanggaran privasi diruang digital
c. Mampu membedakan misinformasi, disinformasi, dan
malinformasi