Anda di halaman 1dari 4

Khutbah Pertama (1)

Jamaah sidang Jum’at rahimakumullah


Marilah kita meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah ta’ala. Bertakwalah kepada
Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, dengan senantiasa mengingat Allah dalam banyak
kesempatan.

Jamaah sidang Jum’at rahimakumullah

Di dalam sebuah hadits yang shahih diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiallahu anhu,
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan bahwa Allah subhanahu wa
ta’ala berfirman:

َّ َ‫ َوالَ يَزَ ا ُل َع ْب ِدي يَتَقَرَّبُ ِإل‬،‫ي ِم َّما ا ْفتَ َرضْ تُهُ َعلَ ْي ِه‬
‫ي‬ َّ َ‫ي َع ْب ِدي بِ َش ْي ٍء َأ َحبَّ ِإل‬ َّ َ‫َّب ِإل‬
َ ‫ َو َما تَقَر‬،‫ب‬ ِ ْ‫َم ْن عَادَى لِي َولِيًّا فَقَ ْد آ َذ ْنتُهُ بِ ْال َحر‬
َّ َ َّ
،‫ َو ِرجْ لهُ التِي يَ ْم ِشي بِهَا‬،‫ َويَ َدهُ التِي يَ ْب ِطشُ بِهَا‬،‫ص ُر بِ ِه‬ َّ
ِ ‫ص َرهُ ال ِذي يُ ْب‬ َ َ‫ فَِإ َذا َأحْ بَ ْبتُهُ ُك ْنت َس ْم َعهُ ال ِذي يَ ْس َم ُع بِ ِه َوب‬،ُ‫بِالنَّ َوافِ ِل َحتَّى ُأ ِحبَّه‬
َّ ُ
ُ‫ َولَِئ ِن ا ْستَ َعا َذنِي ُأل ِع ْي َذنَّه‬،ُ‫َولَِئ ْن َسَألَنِي ُأل ْع ِطيَنَّه‬

“Siapa yang memusuhi wali-Ku maka telah Aku umumkan perang terhadapnya. Tidak ada
taqarrubnya seorang hamba kepada-Ku yang lebih Aku cintai kecuali beribadah dengan apa
yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hamba-Ku yang selalu mendekatkan diri kepada-Ku
dengan nawafil (perkara-perkara sunnah diluar yang fardhu) maka Aku akan mencintainya. Dan
jika Aku telah mencintainya maka Aku adalah pendengarannya yang dia gunakan untuk
mendengar, penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, tangannya yang digunakannya
untuk memukul dan kakinya yang digunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepadaku niscaya
akan Aku berikan dan jika dia minta perlindungan dari-Ku niscaya akan Aku
lindungi.” (Riwayat Bukhari).

Hadits ini menunjukkan kecintaan Allah ta’ala kepada hamba-Nya. Lantas bagaimana Allah
mencintai hamba-Nya? Adakalanya, seseorang sering melakukan kemaksiatan, namun rezekinya
lapang. Ia lalu beranggapan bahwa Allah tidak murka kepadanya, Allah tidak marah kepadanya.
Allah masih mencintainya karena Allah masih melapangkan rezekinya.

Al-Hakim dalam Mustadraknya yang disetujui oleh Imam Adz-dzahabi akan kesahihannya,


menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

‫الى يُب ِْغضُ ُك َّل عَالِ ٍم بِال ُّد ْنيَا َجا ِه ٍل بِاآْل ِخ َرة‬
َ ‫ِإ َّن هللاَ تَ َع‬
“Sesungguhnya Allah ta’ala membenci orang yang pandai dalam urusan dunia namun bodoh
dalam perkara akhirat”.
Orang seperti itu mirip dengan orang kafir yang Allah sebut dalam surat Ar-Rum:

َ‫يَ ْعلَ ُمونَ ظَا ِهرًا ِمنَ ْال َحيَا ِة ال ُّد ْنيَا َوهُ ْم َع ِن اَآْل ِخ َر ِة هُ ْم غَافِلُون‬

“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang
(kehidupan) akhirat adalah lalai.” (Ar-Rum: 7)

Jamaah sidang Jum’at rahimakumullah

Lantas apa ciri-ciri orang yang dicintai Allah? Pertama, dia dibimbing oleh Allah. Ketika Allah
mencintai seorang hamba, maka hamba tersebut akan berada dalam tuntunan Allah Ta’ala. Allah
Arahkan dia dalam kebaikan. Allah tidak ridho langkahnya menuju hal yang dibenci Allah. Allah
tidak Ridho matanya melihat apa yang dibenci oleh Allah. Allah tidak Ridha pendengarannya
mendengar apa yang dibenci Allah ta’ala. Apakah artinya dia maksum?

Dia tidak maksum. Dosa adalah sebuah keniscayaan, tetapi orang yang dicintai oleh Allah ketika
melakukan perbuatan dosa, dengan tuntunan Allah yang baik, kepadanya diarahkan kepada
kebaikan, maka dia dipercepat. Dia akan dibimbing oleh Allah untuk mudah sadar dan kembali
kepada-Nya dengan bertobat.

Lihatlah Bagaimana Allah ta’ala menjaga sahabat Ma’iz radiallahu anhu, sahabat yang dia
datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Ia mengatakan, “Ya Rasulullah sucikan
aku!” Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menanyakan kepada para sahabat apakah
sahabat Maiz sudah gila? Para sahabat mengatakan, “Tidak wahai Rasulullah! Sesungguhnya dia
dalam keadaan waras.”

Ma’iz disuruh pulang, namun hari berikutnya datang kembali kepada Rasulullah seraya
mengatakan “Ya Rasulullah, sucikan aku.” Ia berkata begitu karena telah melakukan perbuatan
zina. Rasulullah masih belum yakin dan memastikan apakah ia berbicara secara sadar.

Setelah tiga kali datang dan dipastikan, maka Ma’iz dihukum rajam. Setelah kematiannya,
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

‫لقد تاب توبة لو قسمت بين أمة لوسعتهم‬

“Maiz betul-betul telah bertaubat yang sempurna. Seandainya taubat Maiz dapat dibagi-
bagikan di tengah-tengah ummat niscaya mencukupi buat mereka”.

Jadi, ciri pertama adalah dibimbing oleh Allah pada kebaikan. Ketika berbuat dosa, ia tidak
kebablasan, tetapi dibimbing untuk sadar dan bertobat kepada-Nya.

Jamaah sidang Jum’at rahimakumullah 


Kemudian ciri yang kedua dari orang yang dicintai Allah ta’ala adalah Allah Ta’ala akan
mengumpulkannya dengan orang yang mencintai dirinya karena Allah dan dia mencintai mereka
karena Allah Ta’ala

Cinta karena Allah Ta’ala adalah faktor yang menyebabkan kecintaan Allah kepada seseorang.
Oleh karena itu hati yang dipadu cinta bersama saudaranya karena Allah Ta’ala, akan mudah
melekat. Seiring dengan berjalannya waktu dia akan tetap melekat. berbeda dengan kecintaan
yang dibangun bukan atas dasar Allah ta’ala. Oleh karena itu dalam sebuah hadits sahih yang
diriwayatkan oleh imam muslim Rasulullah bersabda:

ِ‫ َو ْالحُبُّ فِي هللاِ َو ْالبُ ْغضُ فِي هللا‬،ِ‫ق ع َُرى اِإْل ي َما ِن ْال ُم َوااَل ةُ فِي هللاِ َو ْال ُم َعادَاةُ فِي هللا‬
ُ َ‫َأوْ ث‬

“Ikatan iman yang paling kuat adalah loyalitas karena Allah dan antipati karena Allah, serta
cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. Ath-Thabarani)

Contoh dalam masalah ini adalah Saad bin Muadz Radiallahu anhu. Ibnu Al Jauzi mengisahkan
ketika Saad bin Muadz sedang menderita sakit, maka beliau menangis karena melihat banyak
temannya yang dekat dengan dirinya tidak menjenguk, sehingga kemudian dia bertanya kepada
pembantunya, “Ada apa dengan teman-temanku ini? kenapa mereka tidak menjengukku?”

Maka pembantunya diminta untuk mencari sebabnya. Kemudian diketahui bahwa mereka tidak
menjenguk Saad bin Muadz Karena mereka malu akibat memiliki hutang kepadanya. Maka Saad
bin Muadz mengatakan, “Sungguh dunia telah memisahkan antara diriku dan para sahabatku
yang membangun cinta karena Allah Ta’ala.”

Saat kemudian memerintahkan pembantunya untuk mengumpulkan kantong sebanyak orang


yang berhutang kepadanya, kemudian kantong itu diisi dinar dan dirham. Kantong-kantong itu
kemudian dibagikan kepada orang yang berhutang kepadanya dan dia mengatakan semua utang
mereka bebas karena Allah Ta’ala.

Jamaah sidang Jum’at rahimakumullah

Kecintaan karena Allah Ta’ala tidak akan pudar dan sesungguhnya kecintaan kepada Allah
Ta’ala akan menyebabkan kecintaan dari Allah Azza wa Jalla. Kemudian ciri berikutnya di
antara tanda cinta Allah kepada hamba, yaitu diberi ujian oleh Allah.

Jangan memandang ujian sebagai hal yang negatif, karena ada di antara ujian yang Allah berikan
kepada hamba-Nya itu baik untuk dirinya. Ujian yang Allah berikan kepada hamba-Nya
merupakan bagian dari cara Allah menunjukkan rasa cintanya.

Oleh karena itu Ibnu Qayyim menyebutkan sesungguhnya dari sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala
adalah cinta dan cemburu. Allah cemburu jika hambanya sibuk jangan dunia sehingga fokusnya
hanya pada dunia saja, dan lupa kepada Allah ta’ala. Kecemburuan Allah ini ditunjukkan dengan
Allah memberikan ujian kepada-Nya, agar dia tahu ke mana dia pulang.
Dalam hal ini, para Nabi adalah orang-orang yang paling dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala
karena mereka diberikan banyak ujian oleh Allah ta’ala. Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi
Wasallam telah menyatakan kepada para sahabat bahwa beliau adalah orang yang paling besar
ujiannya di antara mereka.

Khutbah Kedua (2)

Di khutbah kedua ini , Mari kita sama-sama menabung untuk kepentingan pribadi kita sebagai
bekal di akhirat, dengan meluangkan waktu lima sampai sepuluh menit saja dari 24 jam waktu
yang diberikan Allah sebagai fasilitas hidup kita. Semoga kita dan keluarga kita termasuk orang
yang diberi pertolongan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk bisa menjalankan ibadah

agar selalu diberi kesadaran atas setiap dosa, sehingga kita menjadi orang yang bersegera untuk
bertobat kepada-Nya. Semoga kita didekatkan dengan orang-orang yang saleh dan berteman
dengan mereka, sehingga kita kelak dibangkitkan bersama mereka. Dan semoga kita senantiasa
diberikan kekuatan untuk sabar menghadapi setiap ujian, sehingga kita tetap di jalan-Nya dan
menjadi orang-orang yang dicintai-Nya. dan kelak kita semua meninggal dalam keadaan husnul
khatimah, aamiin. Untuk itu marilah kita sama-berdoa kepada Allah

Anda mungkin juga menyukai