LAPORAN PERANCANGAN 2
ANALISIS EFISIENSI RADIATOR PADA MOBIL KIJANG 5K
Disusun Oleh :
MUHAMMAD YUSUF YULIANTO ( 40040220650054 )
Laporan ini disusun sebagai bagian dari Mata Kuliah Perancangan II pada
Kurikulum Program Studi Sarajana Terapan Rekayasa Perancangan Mekanik
Semester V
PROGRAM STUDI
SARJANA TERAPAN REKAYASA PERANCANGAN MEKANIK
SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2022
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI...........................................................................................................II
BAB I.......................................................................................................................4
I.I. Latar Belakang..........................................................................................4
I.II. Tugas.........................................................................................................5
I.III. Manfaat......................................................................................................5
I.IV. Tujuan........................................................................................................5
I.V. Aplikasi Literatur......................................................................................6
I.VI. Komunikasi dan Bahasa............................................................................6
BAB II......................................................................................................................7
2.1. Judul Tugas................................................................................................7
2.2. Batasan Masalah........................................................................................7
2.3. Data Teknis................................................................................................7
BAB III....................................................................................................................8
3.1. Perhitungan Kalkulasi serta Analisa Perhitungan dalam Radiator............8
3.3.3. Analisa Perpindahan Panas pada Radiator............................................8
BAB IV..................................................................................................................21
4.1. Data penelitian.........................................................................................21
Perhitungan 1......................................................................................................21
4.1. Pembahasan hasil....................................................................................23
BAB V……………………………………………………………………………23
Kesimpulan………………………………………………………………………23
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................25
II
BAB I
PENDAHULUAN
I.I. Latar Belakang
Salah satu komponen sistem pendingin pada mesin pembakaran
dalam adalah alat penukar kalor kompak jenis radiator. Performansi suatu
radiator berdampak besar terhadap sistem pendinginan mesin. Secara tidak
langsung, radiator yang memiliki performansi tinggi akan meningkatkan
efisiensi bahan bakar kendaraan melalui pengurangan bobot radiator.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji performansi radiator secara
eksperimental dan perhitungan teoritis
Gangguan-gangguan yang sering terjadi pada sistem pendinginan
adalah kebocoran, gangguan dari kotoran, gangguan kotoran yang
mengendap sehingga aliran air tidak maksimal. Analisis gangguan
diperlukan untuk mengetahui kerusakan yang terjadi pada sistem
pendinginan Toyota Kijang sehingga mampu mengatasi gangguan-
gangguan tersebut. Usaha yang perlu diperhatikan untuk mencegah
terjadinya kerugian akibat kerusakan komponen mesin adalah dengan
merawat dan memeriksa kondisi mesin secara berkala. Untuk itu perlu
diperhatikan dalam melakukan perawatan pada sistem pendinginan yang
antara lain usahakan untuk selalu mengontrol volume air pendingin dalam
radiator, supaya jumlah air pendingin tidak berkurang atau di bawah batas
minimal, dan menggunakan anti karat agar sistem pendingin tidak cepat
rusak dan aus yang dapat mengganggu kerja dari komponen-komponen
sistem pendinginan dan mempercepat keausan pada bagian-bagian mesin
yang bergesekan.
4
I.II. Tugas
Tugas perancangan 2 ditujukan untuk meyelesaikan suatu rancang
bangun atau kalkulasi dari suatu alat. Dimana pengkalkulasian pada
perhitungan beban pendingin dan desain kabin atau dimensi ruang
penyimpanan.
Lingkup tugas yang harus diselesaikan adalah :
Bagaimana radiator dapat bekerja efektif untuk menjaga suhu air
yang keluar dari radiator tidak lebih besar atau sama dengan suhu
masuk kedalam radiator sehingga kerja dari pada mesin Toyota
Kijang tipe 5 K dapat optimal.
I.III. Manfaat
untuk mengetahui kerusakan yang terjadi pada sistem pendinginan
Toyota Kijang sehingga mampu mengatasi permasalahan pada system
pendingin.
I.IV. Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan laporan ini adalah untuk
menganalisis efektivitas radiator pada sebuah kendaraan dalam hal ini mobil
Toyota Kijang tipe 5K.
5
I.V. Aplikasi Literatur
Tugas yang dilakukan sesuai dengan kriteria yang merujuk pada
dokumen standard and code, text book, dan peraturan yang berlaku.
Dokumen tersebut yaitu : TOYOTA NEW STEP BOOK
I.VI. Komunikasi dan Bahasa
Semua dokumen menggunakan Bahasa Indonesia kecuali kata atau
suku kata Bahasa Asing yang sudah dianggap lazim digunakan dalam
bahasa teknis.
6
BAB II
BASIS DESAIN
2.1. Judul Tugas
Judul tugas Perancangan II ini adalah “ Analisa Efisiensi Radiator
mobil Toyota Kijang 5k“
2.2. Batasan Masalah
Mesin yang digunakan yaitu Toyota Kijang tipe 5K.
Pengambilan data pada kondisi putaran mesin stasioner.
2.3. Data Teknis
Data teknis yang dipakai dalm tugas ini adalah sebagai berikut :
2.3.1. Input
Perencanaan, yang meliputi kalkulasi kapasitas pembebanan, daya,
dan sizing (penentuan dimensi) mesin showcase ini, menggunakan basis
design output sebagai berikut :
Kapasitas Mesin sebesar 1500 cc pada 1700,2000,2500 RPM
3.3.2. Output
Efektivitas suatu radiator berdampak besar terhadap sistem pendinginan
mesin oleh karena itu penulis tertarik untuk menganalisis tingkat
keberhasilan yang dicapai radiator dengan cara menjaga suhu air yang
masuk kedalam mesin tidak lebih tinggi atau sama dengan suhu air yang
keluar dari mesin sehingga kerja mesin dapat optimal.
2.3.3. Penggerak
Sumber pendingin yang digunakan dalam rancangan ini adalah
coolant Yang jadi salah satu sumber pendinginan.
2.3.5. Kriteria Fungsi
7
Untuk menjaga suhu air yang keluar dari radiator tidak lebih besar
atau sama dengan suhu masuk kedalam radiator sehingga kerja dari pada
mesin Toyota Kijang tipe 5 K dapat optimal.
BAB III
ANALISIS
3.1. Perhitungan Kalkulasi serta Analisa Perhitungan dalam Radiator
3.3.3. Analisa Perpindahan Panas pada Radiator
Berikut ini adalah persamaanpersamaan yang digunakan dalam analisa
perpindahan panas pada radiator.
Laju perpindahan panas sisi udara
(qc) [5] 𝑞𝑐 = 𝑚𝑐 ̇ 𝑐𝑝,𝑐(𝑇𝑐,𝑜 − 𝑇𝑐,𝑖)
Laju perpindahan panas sisi air (qh)
𝑞ℎ = 𝑚̇ℎ𝑐𝑝,ℎ(𝑇𝑐,𝑜 − 𝑇𝑐,𝑖)
Penyimpangan kesetimbangan energi (%EB)
qc
%𝐸𝐵 = (1 − ) 𝑥 100 %
qh
Bilangan Nusselt sisi udara (Nuc)
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
0,27 −0,14 −0,29 −0,23 −0,28 −0,05
0,51 1 θ Fp Fl Td ¿ 0,68
Tp Ft
Nuc=ℜ Prc
Lp 3 90 Lp Lp Lp Lp Lp Lp
8
Bilangan Nusselt sisi air (Nuh)
𝑁𝑢ℎ
¿ ( fi8 )( ReD −1000 Pr )
ht h
√
fi
8
2
3
Dht 2
1+ 12,7 ( )( Pr h −1) 1+( ¿ )
3[ ]
Koefisien perpindahan panas sisi udara (hc)
kc . Nuc
hc=
Lp
Koefisien perpindahan panas sisi air (hh)
Nuh . kh
ℎℎ =
Dht
Koefisien perpindahan menyeluruh (U)
1
𝑈=
Rtot x A
Tahanan termal total (Rtot)
[( ) ]
1 1
𝑅𝑡𝑜𝑡 = 1 1 1
+ RtSnPb+ +
hhAh+ Rtwall ηo , chcAf [ hc (Ac− Af ) ]
9
Rangkaian termal ekuivalen untuk pipa hingga ke susunan sirip
menunjukkan rangkaian tahanan termal yang ada pada alat penukar kalor
kompak jenis radiator.
Efektivitas radiator
Cc(Tc , o−Tc , i)
𝜀=
Cmin(Th , i−Tc , i)
NTU [3]
UA
𝑁𝑇𝑈 =
Cmin
3.2. Motor Bakar
Jika ditinjau dari cara memperoleh sumber energi termal, jenis mesin
kalor dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu mesin pembakaran luar
(external combustion engine) dan mesin pembakaran dalam (internal
combustion engine). Yang dimaksud Jurnal Online Poros Teknik Mesin
Volume 4 Nomor 2 142 dengan mesin pembakaran luar adalah mesin
dimana proses pembakaran 2.4.1 Prinsip Kerja Motor Bakar Bensin Motor
bensin bekerja dengan gerakan torak bolak balik (bergerak naik turun pada
motor tegak). Motor bensin bekerja menurut prinsip 4 langkah dan 2
langkah. Yang dimaksud dengan istilah “langkah” disini adalah perjalanan
10
torak dari titik mati atas (TMA) ke titik mati bawah (TMB). - Langkah
Hisap - Langkah Kompresi - Langkah Kerja - Langkah Buang
3.3. Metode Perhitungan
Metode perhitungan pada penelitian ini menggunakan rumus metode
efektifitas pendinginan. Efektifitas penukar kalor (Heat Exchange
Effectiveness) didefinisikan sebagai berikut :
Perpindahan kalor nyata
ε=
Perpindahan kalor maksimum
Perpindahan kalor yang sebenarnya (actual) dapat dihitung dari energi
yang dilepaskan oleh fluida panas/energi yang diterima oleh fluida dingin
untuk penukar kalor aliran lawan arah.
q=mh c h ( T h 1−T h 2 )=mc c c ( T c1 −T c 2 )
q= perpindahan panas (Watt)
m = laju aliran massa (3,5 m3 /s)
c h= kalor spesifik fluida panas (0,28 kg/s)
c c = kalor spesifik fluida dingin (0,0939 kg/s)
T h 1= suhu masuk fluida panas (80C)
T h 2= suhu keluar fluida panas (40C)
T c1 = suhu masuk fluida dingin (30C)
T c2 = suhu keluar fluida dingin (70C)
∆ T =80−70=10
∆ T 2=40−30=10
∆ Tmax=80−40=40
Ch=0,067 x 4,178
Cc=0,0939
0,0939
Cr= =0,0033
0,28
11
40
ϵ= =10,64
0,0939 x 40
¿¿
ln¿ ¿ ¿
¿
NTU =303 x [ 10,64 ]=3223
Perpindahan kalor yang dimungkinkan dinyatakan :
q mak =( mc )min ( T h masuk −T cmasuk )
Perhitungan efektivitas dengan fluida yang menunjukkan nilai mc
yang minimum untuk penukar kalor lawan arah maka :
Secara umum efektivitas dapat dinyatakan sebagai :
∆ T (fluida minimum)
ε=
beda suhu maksimum pada alat penukar kalor
Jika fluida dingin ialah fluida minimum, maka :
T c 2−T c 1
ε=
T h 1−T c 1
12
3.4. Komponen – Komponen dalam Radiator
1. Radiator
Radiator berfungsi sebagai alat untuk mendinginkan air pendingin
yang menyerap panas dari mesin dengan cara membuang panas tersebut
melalui siripsirip radiator. Air dari radiator tersebut dikirim ke bagian yang
didinginkan melalui selang radiator, baik dari radiator ke blok silinder
ataupun dari blok silinder ke radiator.
Konstruksi radiator terdiri dari :
a. Tangki Atas Tangki atas berfungsi untuk menampung air panas dari
mesin. Tangki ini juga dilengkapi dengan lubang pengisian, pipa
pembuangan dan saluran masuk air dari mesin. Pipa pembuangan
berhubungan dengan tangki reservoir untuk membuang kelebihan air
sehingga tidak terdapat gelembung air dalam sistem.
b. Inti Radiator Inti radiator berfungsi untuk membuang panas dari air ke
udara agar temperatur menjadi lebih rendah dari sebelumnya. Inti
radiator terdiri dari pipapipa air untuk mengalirkan air dari tangki atas ke
tangki bawah dan sirip-sirip pendingin untuk membuang panas air yang
ada pada pipa.
13
c. Tangki Bawah
Tangki bawah berfungsi untuk menampung air yang telah didinginkan oleh
inti radiator dan selanjutnya disalurkan ke mesin melalui kerja pompa.
Selain itu tangki bawah juga berhubungan dengan saluran pembuangan
air pada saat dilakukan pengurasan air radiator.
2. Tutup Radiator
Fungsi tutup radiator antara lain :
a. Penutup radiator agar tidak terjadi kebocoran.
b. Membuat sistem menjadi bertekanan sehingga dapat mencegah terjadinya
penguapan air dalam sistem (fungsi relief valve) dan mempercepat
pencapaian suhu kerja mesin.
14
c. Untuk mengurangi tekanan apabila tekanan di dalam sistem berlebihan
sehingga dapat mencegah kerusakan dari bagian sistem.
d. Mengalirkan air dari radiator ke penampung atau reservoir dan
memasukkan kembali pada saat tekanan dalam radiator turun (fungsi
katub vacuum)
3. Pompa air
Pompa air berfungsi untuk mensirkulasikan air pendingin dari
radiator ke silinder mesin. Pompa air yang digunakan dalam sistem
pendingin Toyota Kijang adalah pompa tipe sentrifugal yang akan
dipasangkan pada bagian depan blok silinder. Gerak putar pompa diperoleh
dari putaran poros engkol melalui pully yang dihubungkan dengan belt.
Kelebihan dari pompa air mesin Toyota Kijang adalah mempunyai tekanan
yang tinggi. Kerugiannya apabila terjadi kerusakan maka harus dilakukan
penggantian satu unit pompa, sehingga jenis pompa ini tidak boleh
dilakukan pembongkaran. Dalam pemasangannya pada kepala silinder,
pompa ini dilengkapi dengan gasket yang berguna untuk mencegah
terjadinya kebocoran air pendingin.
Bagian-bagian pompa dari air :
a. Poros (shaft) Merupakan komponen utama pada pompa dimana bagian
depannya dihubungkan dengan puli untuk mendapatkan tenaga dari
putaran poros engkol sedangkan bagian belakang dihubungkan dengan
impeler pompa.
b. Impeler Impeler berfungsi untuk membuat perbedaan tekanan pada saat
pompa bekerja.
15
c. Water Pump seal Water pump seal berfungsi untuk mencegah kebocoran
air dari sistem pendingin pada poros pompa.
4. Kipas Pendingin
Untuk memastikan aliran udara yang benar melalui inti radiator dan sekitar
mesin, pasangkan kipas dengan engkol mesin dan roda-roda puli. Kipas ini
terdiri dari sebuah daun atau bilah yang terbuat dari baja tipis atau bahan
plastik. Ketika baling-baling berputar, bilah (blade) menggerakan udara ke
dalam unit mesin.
Kipas mempunyai tiga hal yang tidak menguntungkan yaitu :
a. Berisik
b. Menyerap tenaga mesin sebesar 2-3 tenaga kuda (tk)
c. Dalam keadaan panas atau dingin pendinginan tetap diperlukan, ketika
mesin dinyalakan dalam kondisi dingin, kipas angin dengan segera
menyebarkan udara dan menambah waktu pemanasan. Bilah kipas yang
fleksibel terbuat dari plastik sehingga ketika kecepatan bertambah
apabila sudut bilah digerakan oleh tekanan udara.
Metode ini mempunyai efek sebagai berikut:
a. Operasinya tenang pada saat mesin berkecepatan lebih tinggi
b. Sedikit tenaga yang diserap dengan kecepatan tinggi, bilah yang rata
menggantikan sedikit udara dan untuk itu sedikit usaha diperlukan untuk
memutar kipas.
16
c. Bilah plastik berbentuk lempeng, untuk mengurangi aliran udara di atas
mesin dan juga beban ditempatkan pada mesin oleh kipas
5. Tangki Cadangan
Tangki cadangan (reservoir tank) dihubungkan ke radiator dengan selang
over flow. Apabila tempertur dan tekanan air pendingin naik menyebabkan
cairan pendingin berekpansi. Saat tekanan dan volume melebihi kemampuan
kerja tutup radiator maka cairan pendingin yang berlebihan akan dikirim ke
reservoir. Apabila temperatur turun, maka cairan pendingin yang ada di
dalam tangki cadangan akan kembali ke radiator. Hal ini untuk mencegah
terbuangnya cairan pendingin saat diperlukan agar jumlahnya tetap. Pada
Toyota Kijang menggunakan reservoir tank berbahan dasar plastik dan
berwarna putih, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam pengecekan
volume air pendingin dalam radiator.
17
6. Mantel Pendingin
Mantel pendingin pada mesin Toyota Kijang mengelilingi silinder-silinder
dan kepala silinder, yang berfungsi untuk mendinginkan bagian-bagian
pendingin silinder dan ruang bakar secara efektif. Mantel pendingin pada
kepala silinder dan blok silinder berhubungan langsung dengan tangki
radiator bagian atas.
7. Thermostat
18
Thermostat pada mesin Toyota Kijang dipasang pada blok silinder bagian
atas atau lebih tepatnya pada water inlet housing dengan sambungan selang
yang menyalurkan air dari mesin ke radiator. Thermostat tidak bekerja pada
suhu di bawah 800 C. Pada suhu tersebut Thermostat menutup sehingga air
hanya beredar di sekeliling blok silinder tidak sampai ke radiator, dengan
demikian suhu motor dapat dikendalikan.) Fungsi Thermostat yaitu untuk
mengendalikan suhu mesin hingga mencapai suhu kerja. Jenis Thermostat
yang digunakan pada mesin Toyota Kijang adalah tipe wax pellet. Tipe wax
pellet ini menggunakan semacam lilin yang dapat mengembang pada saat
dipanaskan dan akan menyusut pada waktu dingin. Cara kerja: Pada saat air
pendingin panas kurang lebih pada suhu 80º C, Wax Pellet yang ada dalam
thermostat akan memuai dan mendorong katup untuk membuka. 18 Hal ini
disebabkan karena pemuaian lilin tersebut mampu menahan pegas,
thermostat. Pada saat temperatur air pendingin telah dingin, maka Wax Pellet
di dalam thermostat akan menyusut, sehingga pegas akan mendorong katup
thermostat untuk menutup kembali.
8. Pipa-Pipa Saluran (Selang)
Pemasangan saluran pendingin memerlukan pipa saluran yang fleksibel,
seperti saluran utama bagian atas dan bagian bawah radiator serta saluran
bypass dan saluran lainnya bisa digunakan untuk memindahkan zat
pendingin menuju atau keluar dari mesin. Saluran radiator membentuk suatu
hubungan fleksibel dengan mesin dan radiator, sehingga memungkinkan
untuk disirkulasikan dan meredam dari getaran mesin yang bergerak. Pipa
atau selang terbuat dari karet, agar dapat menjaga kestabilan temperatur, dan
tekanan dalam sistem.
Bagian luar selang dibalut dengan selang penjepit yanr berfungsi: membalut
permukaan, menjaga tekanan dalam sistem dengan menahan kelenturanya
dan menjadi peredam suhu dalam sistem pendinginan.
Macam-macam selang dalam sistem pendingin antara lain :
a. Selang Radiator atas Selang radiator atas berfungsi menghubungkan
bagian atas dari radiator ke pengeluar (outlet) ruang pengukur panas dan
menyalurkan air panas dari mesin ke radiator.
19
b. Selang radiator bawah Selang radiator bawah berfungsi menghubungkan
bagian lebih rendah pada ruang thermostat ke sisi jalan masuk pompa air
dan menyalurkan air hangat dari radiator ke mesin.
c. Selang bypass (ketika dipasang) Selang bypass (ketika dipasang)
berfungsi untuk menghubungkan bagian lebih rendah pada ruang
thermostat ke sisi jalan masuk pompa air dan menyediakan sirkulasi ke
pompa ketika thermostat tertutup.
d. Selang pemanas Selang pemanas biasanya digunakan untuk
mengedarkan air ke pemanas kendaraan atau saluran masuk pompa. Satu
selang menghubungkan bagian terendah ruang thermostat atau kepala
silinder dan melangsungkan air panas ke pemanas. Selang yang lain
menghubungkan ke sisi jalan masuk pada pompa air untuk menyalurkan
air hangat kembali ke mesin.
e. Selang penjepit Selang penjepit digunakan untuk melindungi kerapatan
selang untuk macam-macam hubungan (pada ujung selang). Beberapa
jenis dari selang penjepit pada kendaraan antara lain jubilee, tipe skrup,
dan tipe kancing atau spring.
9. Water Temperature Switch
Water Temperature Switch terpasang pada saluran inlet sebelum
thermosta. Fungsi dari komponen ini yaitu mengukur suhu temperatur
mesin. Cara kerjanya yaitu apabila kunci kontak ON mesin bekerja namun
temperatur air masih dibawah 92o C, Water Temperature Swicth pada
keadaan ini tahanan pada water Temperature Swicth akan tinggi sehingga
jarum pada thermometer pada dash bord bergerak ke bawah.
Keuntungan pendingin dengan menggunakan coolant yaitu :
a. Air pendingin tidak dapat membeku.
b. Coolant bebas kapur, sehingga saluran-saluran selalu bersih.
c. Mencegah terjadi korosi pada komponen-komponen sistem
pendingin.
d. Melumasi thermostat dan pompa air sehingga tidak macet.
20
BAB IV
HASIL PENELITIAN
Dari hasil penelitian di Laboratorium Dasar Teknik Mesin Universitas
Sam Ratulangi didapatkan data eksperimen. Mesin yang digunakan dalam
pengambilan data penelitain ini ialah mesin Toyota Kijang 5K. Adapun
titik-titik yang ditinjau ialah suhu air yang menuju radiator, suhu air yang
keluar dari radiator, suhu udara yang menuju radiator, dan suhu udara yang
meninggalkan radiator. Dari data yang diperoleh digunakan untuk
menghitung efektivitas radiator dengan rumus :
21
Waktu untuk melakukan penahanan (holding time) pada penelitian ini
selama 15 menit dengan rincian pembagian. Untuk putaran mesin 1700 rpm.
4.1. Data penelitian
Perhitungan 1
Dikarenakan metode perhitungan efektivitas serta efektivitas rata-rata
diperiode maupun putaran berikutnya Jurnal Online Poros Teknik Mesin
Volume 4 Nomor 2 145 menggunakan rumus yang sama, maka nilai
efektivitas dan efektivitas ratarata berikutnya dimuat dalam tabel.
Tabel 4.1. Data eksperimen pada debit aliran air 0,021 m3 /menit(putaran
1700 rpm)
22
Tabel 4.2. Data eksperimen pada debit aliran air 0,025 m3 /menit (putaran
2000 rpm)
Tabel 4.3. Data eksperimen pada debit aliran air 0.031 m3 / menit (putaran
2500 rpm)
Tabel 4.4. Data hasil pengolahan data
23
4.1. Pembahasan hasil
Poses pengambilan data yang dilakukan pada tiga titik putaran (1700,
2000 dan 2500) rpm atau pada debit aliran (0.021, 0.025 dan 0.031) m 3
/menit. Pengambilan data dimulai pada saat suhu air yang masuk pada
radiator sebesar C. Pada data penelitian terlihat bahwa semakin tinggi
putaran suatu mesin maka debit aliran fluida pada radiator akan semakin
meningkat pula.
Proses pendinginan ataupun penurunan temperatur fluida yang terjadi
didalam radiator berlangsung pada saat udara yang dihasilkan oleh kipas
menghembus radiator, dengan demikian akan terjadi selisih antara suhu
udara dibelakang radiator dengan suhu udara didepan radiator yang cukup
besar.
Pengambilan data dengan menggunakan penahanan (holding time)
dalam waktu 15 dengan pengamatan tiap kelipatan tiga menit terjadi
kenaikan yang seimbang, sesuai dengan kenaikkan debit aliran fluida,
seperti terlihat pada grafik, hal ini menunjukkan adanya kestabilan nilai
efektivitas radiator.
BAB V
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian analisis efektivitas radiator pada mesin Toyota
Kijang tipe 5K, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
Efektivitas suatu radiator terletak pada kemampuan suatu radiator itu
sendiri menjaga suhu air pendingin yang keluar ataupun menginggalkan
radiator yang kembali menuju mesin tidak sama atau tidak lebih tinggi saat
air pendingin masuk kedalam radiator.
Dari pengolahan data pada putaran 1700 rpm diperoleh nilai
efektivitas 0.502, dan pada putaran 2000 rpm diperoleh 0.54 serta pada
putaran 2500 rpm diperoleh 0.584.
24
DAFTAR PUSTAKA
https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/poros/article/download/9781/9367
http://lib.unnes.ac.id/2574/1/3468.pdf
https://talenta.usu.ac.id/jsti/article/download/482/309
25