FORM PORTOFOLIO PKPA RUMAH SAKIT (ONLINE)
CPMK 3
Konseling
KELOMPOK D
PEMBIMBING apt. Dr. Vitarani Dwi Ananda Ningrum, M. Si.
TAHUN 2020 PERIODE PKPA APRIL-MEI
Anggota Kelompok dan Peran yang dilakukan
NIM Nama Peran
19811022 Yoga Febriana Mencari informasi terkait KIE Enema,
menyusun dan membuat naskah
konseling, studi literatur, mencari
bahan untuk membuat video animasi,
membuat video animasi dan
berperan sebagai Pasien
19811075 Sarah Kulsum T S Mencari indormasi terkait KIE Enema,
menyusun dan membuat skenario
KIE, membuat dialog naskah KIE,
mencari informasi dan bahan
membuat video animasi, berperan
sebagai Apoteker
Urainan Kegiatan:
1. Membuat video tentang konseling obat khusus
Kegiatan Aspek yang dinilai
Konseling Mahasiswa dapat membuat video dengan konten dan tahapan
1. Menuliskan skenario permasalahan pasien dan enyelesaikan
permasalahan terapi pasien
2. Konten konseling pasien dengan lengkap
3. Menuliskan dokumentasi konseling
4. Menuliskan referensi
5. Video jelas, menarik, dan mudah dipahami
A. Skenario Pasien
Seorang Ibu hamil datang dengan membawa resep untuk dirinya dengan keluhan
sulit buang air besar sudah sejak seminggu yang lalu. Adapun resepnya adalah
sebagai berikut:
dr. Qonita
Praktek : Rumah Sakit Sehat Sentosa
SIP : 023/123/SIP-TU/II/2015
Jl. Kaliurang KM 14,5 No. 41
Telepon (0274) 12345
Sleman, 02 April 2020
R/ Microlax gel 5 mL tube 1
s 0,5 enema per rectal ante defecation
Pro : Ny. Danik (33 tahun)
Alamat: Jl. Kaliurang km 15
Obat yang disiapkan:
Microlax gel 1 tube (5 ml)
NASKAH KONSELING
(Point pengumpulan data dan informasi : verifikasi data diri pasien)
Apoteker: Panggilan obat atas nama Ibu Danik.
Pasien: (Beranjak menghampiri apoteker).
Apoteker: Assalamualaikum Ibu, perkenalkan saya apoteker Sarah yang bertugas
hari ini.
Saya cek terlebih dahulu ya bu,
Apa benar resep atas nama Ibu Danik (33 tahun) dan alamatnya di Jalan Kaliurang
15?
Pasien: Iya mba betul.
Apoteker: Sebelumnya mau menanyakan ya Bu, apakah resep ini baru atau ulangan?
Pasien: Oh ini resep baru mba.
Apoteker: Baik Bu Danik, berarti baru pertama kali menggunakan obat ini ya?
Pasien: Iya mba
Apoteker: Mohon maaf mau bertanya sebelumnya bu, apakah Ibu Danik punya
riwayat alergi obat sebelumnya?
Pasien: Tidak ada
Apoteker: Ibu Danik sepertinya sedang hamil ya?
Pasien: Iya mba, saya sedang hamil masuk bulan ke-8, anak pertama.
Apoteker: Baik Bu Danik kehamilan sudah cukup besar ya, nantinya semisal ibu
merasa sulit dalam penggunaannya dapat meminta tolong kepada keluarga untuk
mengaplikasikannya.
Pasien: Oh iya mba nanti saya minta tolong sama suami saya saja.
Apoteker: Apakah Ibu punya rutin mengkonsumsi buah-buahan atau sayur-sayuran?
Pasien: Saya tidak suka makan sayur, kalaupun makan buah jarang sekali
(Point pengumpulan data dan informasi : 3 prime Question)
Apoteker: Baik Bu Danik, bolehkah saya meminta waktu Ibu sekitar 10-15 menit,
untuk menanyakan dan menjelaskan beberapa informasi terkait obat yang akan Ibu
terima. Tujuan dari pemberian informasi ini adalah agar ibu lebih faham mengenai
penggunaan obat tersebut sehingga tujuan terapi tercapai. Comment [L1]: Apakah tidak sebaikn
terkait kesediaan waktu dan pilihan tem
Pasien: Iya mba, boleh. konseling yang nyaman ditanyakan di aw
ya..sebelum 3 prime?
Apoteker: Apakah Ibu Danik nyaman disini atau membutuhkan tempat khusus untuk
penyampaian informasi ini?
Pasien: Disini saja boleh mba
Apoteker: Baik Bu Danik, kira-kira apakah sebelumnya sudah dijelaskan oleh dokter
terkait obat yang akan diterima?
Pasien: Belum, dokter menyampaikan obat ini membantu saya untuk BAB.
Apoteker: Baik, apakah sudah dijelaskan juga terkait cara penggunaan obat ini?
Pasien: Dokter menyampaikan obatnya digunakan melalui anus
Apoteker: Apakah sudah dijelaskan oleh dokter terkait harapan setelah
menggunakan obat ini?
Pasien: Iya mba, Cuma dibilang nanti langsung lancar aja BABnya.
(Point penyelesaian masalah)
Apoteker: Baik Ibu Danik terimakasih informasinya, untuk selanjutnya saya akan
jelaskan informasi mengenai obat ini ya Bu:
- Identitas Obat: Nama obatnya yang diterima adalah Microlax gel dengan bentuk
sediaan enema. Tujuan dari penggunaanya adalah untuk membantu melancarkan
BAB yang cukup cepat memberikan efek. Untuk pemakaiannya cukup 1x saja
dalam sehari.
- Cara Penggunaan :
1. Cuci tangan terlebih dahulu menggunakan sabun (untuk orang yang
memasangkan)
2. Buka tutup enema
3. Keluarkan sedikit isi enema dengan memencet enema perlahan
4. Balurkan isi enema tersebut ke seluruh bagian aplikator
5. Pasien yang akan menggunakan enema diharapkan untuk mengatur posisi
badan agar membaringkan badan menyamping (ke kanan atau kiri)
6. Salah satu kaki yang terletak diatas diharapkan untuk ditekuk kearah perut
untuk memudahkan memasukkan enema ke bagian anus
7. Angkat pantat bagian atas, kemudian masukkan enema ke anus sampai
seluruh bagian aplikator tidak terlihat dan tekan enema sampai seluruh isi
enema habis
8. Tarik perlahan aplikator keluar dari anus dengan posisi enema masih ditekan
9. Luruskan kaki, dan tunggu 5 – 10 menit agar obat benar – benar masuk ke
dalam
10.Cuci tangan menggunakan sabun (untuk orang yang mengaplikasikan)
11.Buang wadah enema yang telah digunakan
- Potensi Efek Samping Obat: Memungkinkan menyebabkan banyak cairan yang
keluar sehingga sebelum penggunaan obat, dapat mengkonsumsi air putih
terlebih dahulu, tapi tidak perlu khawatir Bu Danik sebab karena efek obat ini
bersifat lokal sehingga potensi efek sampingnya minimal.
- Penyimpanan: Bu Danik diresepkan 1 tube. Sebelum digunakan nanti malam,
obat ini disimpan pada suhu ruang (tidak perlu di dalam kulkas), kering, dan
terlindung dari cahaya matahari langsung. Selain itu, sisa enema juga tidak dapat
disimpan sehingga sebaiknya langsung dibuang.
- Terapi Non Farmakologi: Untuk menunjang pengobatan yang diterima dapat
disertai dengan:
1. Meningkatkan konsumsi makanan berserat ya bu seperti sayur dan buah-
buahan sebab selain kebiasaan ibu dalam kurang mengkonsumi serat,
keluhan sulit BAB juga dapat dipicu karena peningkatan hormon esterogen
yang diproduksi selama kehamilan (Dipiro et al., 2015; Farghali et al,. 2016)
2. Menambah asupan cairan (Dipiro et al., 2015);
3. Mengatur kebiasaan defekasi pada waktu yang dianggap tepat dan cukup;
4. Sebisa mungkin menghindari mengejan;
5. Menghindari makanan atau obat-obatan yang menyebabkan sulit BAB, salah
satunya mungkin seperti CTM yang merupakan obat antihistamin dan
biasanya terkandung dalam obat flu (Dipiro et al., 2015).
- Keamanan: Selain itu, enema juga aman digunakan untuk Ibu hamil
- Perhatian: Setelah penggunaan enema, disarankan kepada pasien agar tidak
beraktifitas di luar rumah dahulu karena enema ini akan bereaksi cepat
menimbulkan rasa ingin buang air besar.
(Point Verifikasi)
Apoteker: Sampai sini apakah penjelasan yang saya berikan dapat dipahami dengan
baik Bu? Apakah ada yang hendak ditanyakan kembali?
Pasien: Sudah mba, Insya Allah cukup.
Apoteker: Oh iya Bu, karena kehamilan sudah cukup besar, tadi bu Danik
menyampaikan hendak minta bantuan suami saat menggunakannya?
Pasien: Iya mba, susah mba nanti saya minta tolong suami saya saja.
Apoteker: Baik Bu, jika sudah tidak ada informasi lain yang bu Danik butuhkan,
apakah saya boleh meminta Ibu Danik untuk mengulangi kembali informasi yang
sudah saya jelaskan untuk memastikan informasi yg saya berikan sudah dipahami
oleh ibu?
Pasien: (SHOW AND TELL)
Apoteker: (Mengapresiasi pasien) Ya betul, informasi yang ibu sampaikan sudah
lengkap , sehingga saya anggap ibu Danik sudah paham ya bu terkait penggunaan
obatnya.
(Point Monitoring dan Evaluasi)
Apoteker: Untuk selanjutnya apakah saya boleh meminta nomor ibu untuk mungkin
sekitar 1 hari kedepan akan dilihat perkembangan pengobatan yang diterima. Selain Comment [L2]: Karena hanya
diresepkan 1 tube..mungkin cukup 1-2 h
itu juga saya sertakan nomor telfon saya yang bisa ibu hubungi jika menemukan ya?
kesulitan atau permasalah pada penggunaan obat ini.
Pasien: Baik mba
Apoteker: Silahkan Ibu Danik ini obatnya, Terimakasih, Semoga sehat selalu!
B. Permasalahan Terapi Pasien
Pasien memiliki kesulitan Buang Air Besar (BAB)/Konstipasi, sedangkan pasien dalam
kondisi hamil besar sekaligus pasien tidak menyukai sayur-sayuran
C. Rancangan Konseling Pasien
1. Melakukan pengumpulan data dan informasi : verifikasi data diri pasien (Seperti
nama, umur, alamat, alergi obat, kehamilan, dst)
2. Melakukan pengumpulan data dan informasi : 3 prime Question
- Menanyakan apakah sudah dijelaskan terkait obat tersebut oleh dokter
- Menanyakan apakah dokter sudah menjelaskan cara pakai obat tersebut
- Menanyakan apa harapan dokter setelah pasien menggunakan obat tersebut
3. Menyampaikan informasi terkait penyelesaian masalah:
- Menjelaskan terkait informasi obat:
a. Nama Obat: Microlax gel
b. Bentuk sediaan: Enema
c. Indikasi: untuk membantu melancarkan BAB yang cukup cepat
memberikan efek
d. Aturan Pakai: 1x dalam 1 hari
- Menjelaskan cara pakai obat tersebut:
a) Cuci tangan terlebih dahulu menggunakan sabun (untuk orang yang
memasangkan)
b) Buka tutup enema
c) Keluarkan sedikit isi enema dengan memencet enema perlahan
d) Balurkan isi enema tersebut ke seluruh bagian aplikator
e) Pasien yang akan menggunakan enema diharapkan untuk mengatur
posisi badan agar membaringkan badan menyamping (ke kanan atau kiri)
f) Salah satu kaki yang terletak diatas diharapkan untuk ditekuk kearah
perut untuk memudahkan memasukkan enema ke bagian anus
g) Angkat pantat bagian atas, kemudian masukkan enema ke anus sampai
seluruh bagian aplikator tidak terlihat dan tekan enema sampai seluruh
isi enema habis
h) Tarik perlahan aplikator keluar dari anus dengan posisi enema masih
ditekan
i) Luruskan kaki, dan tunggu 5 – 10 menit agar obat benar – benar masuk
ke dalam
j) Cuci tangan menggunakan sabun (untuk orang yang mengaplikasikan)
k) Buang wadah enema yang telah digunakan (NHS Foundation Trust, 2018;
King’s College Hospital, 2019)
- Menjelaskan Potensi Efek Samping Obat: Memungkinkan menyebabkan banyak
cairan yang keluar sehingga sebelum penggunaan obat, dapat mengkonsumsi air
putih terlebih dahulu, Namun pasien tidak perlu khawatir sebab karena efek
obat ini bersifat lokal sehingga potensi efek sampingnya minimal (British Medical
Journal, 2000).
- Menjelaskan Penyimpanan: Obat ini disimpan pada suhu ruang (tidak perlu di
dalam kulkas), kering, dan terlindung dari cahaya matahari langsung. Selain itu,
sisa enema juga tidak dapat disimpan sehingga sebaiknya langsung dibuang.
- Menjelaskan Terapi Non Farmakologi: Untuk menunjang pengobatan yang
diterima dapat disertai dengan:
1. Meningkatkan konsumsi makanan berserat seperti sayur dan buah atau yang
cukup setiap harinya. Keluhan sulit BAB juga dapat dipicu karena pengaruh
peningkatan hormon esterogen yang diproduksi selama kehamilan (Dipiro et
al., 2015; Farghali et al,. 2016)
2. Menambah asupan cairan (Dipiro et al., 2015);
3. Mengatur kebiasaan defekasi (BAB) pada waktu yang dianggap tepat dan
cukup;
4. Sebisa mungkin menghindari mengejan;
5. Menghindari makanan atau obat-obatan yang menyebabkan sulit BAB, salah
satunya mungkin seperti CTM yang merupakan obat antihistamin dan
biasanya terkandung dalam obat flu (Dipiro et al., 2015).
- Menjelaskan terkait Keamanan: Enema aman digunakan untuk Ibu hamil
- Menjelaskan Perhatian terkait Obat: Setelah penggunaan enema, disarankan
kepada pasien agar tidak beraktifitas di luar rumah dahulu karena enema ini
akan bereaksi cepat menimbulkan rasa ingin buang air besar.
D. Melakukan verifikasi: Pasien diminta untuk mengulang apa yang telah dijelaskan
Apoteker terkait terapi yang didapatkan: “penggunaan enema yang baik dan benar”
E. Melakukan rencana monitoring dan evaluasi: dengan meminta izin kepada pasien
untuk menghubungi 1 hari selanjutnya setelah pengobatan dilakukan. Hal ini
bertujuan untuk mengetahui atau mengevaluasi apakah pengobatan yang diberikan
sudah efektif atau belum.
F. Dokumentasi Konseling
Formulir Konseling
No 01 Tanggal 4-April-2020 Waktu 10.10 WIB
1. Identitas
Nama Ny, Danik No. Telp 08194626440
Status : Pasien / Keluarga Pasien / Petugas Kesehatan
2. Data Pasien
Umur : 33 tahun; Tinggi : - cm; Berat : - kg; Jenis kelamin : Laki-laki/Perempuan )*
Kehamilan : Ya (30 minggu)/Tidak )* Menyusui :Ya/Tidak )*
3. Permasalahan yang diajukan
Jenis permasalahan:
Identifikasi Obat Stabilitas Farmakokinetika
Interaksi Obat Dosis Farmakodinamika
Harga Obat Keracunan Ketersediaan Obat
Kontra Indikasi Efek Samping Obat Lain-lain
Penggunaan
Cara Pemakaian Terapeutik …………………..
4. Rekomendasi apoteker
- Menjelaskan terkait informasi obat:
a. Nama Obat: Microlax gel
b. Bentuk sediaan: Enema
c. Indikasi: untuk membantu melancarkan BAB yang cukup cepat memberikan efek
d. Aturan Pakai: 1x dalam 1 hari
- Memberikan rekomendasi terkait cara penggunan enema yang baik dan benar:
a. Cuci tangan terlebih dahulu menggunakan sabun (untuk orang yang
memasangkan)
b. Buka tutup enema
c. Keluarkan sedikit isi enema dengan memencet enema perlahan
d. Balurkan isi enema tersebut ke seluruh bagian aplikator
e. Pasien yang akan menggunakan enema diharapkan untuk mengatur posisi badan
agar membaringkan badan menyamping (ke kanan atau kiri)
f. Salah satu kaki yang terletak diatas diharapkan untuk ditekuk kearah perut untuk
memudahkan memasukkan enema ke bagian anus
g. Angkat pantat bagian atas, kemudian masukkan enema ke anus sampai seluruh
bagian aplikator tidak terlihat dan tekan enema sampai seluruh isi enema habis
h. Tarik perlahan aplikator keluar dari anus dengan posisi enema masih ditekan
i. Luruskan kaki, dan tunggu 5 – 10 menit agar obat benar – benar masuk ke dalam
j. Cuci tangan menggunakan sabun (untuk orang yang mengaplikasikan)
k. Buang wadah enema yang telah digunakan
- Menjelaskan Potensi Efek Samping Obat: Memungkinkan menyebabkan banyak cairan
yang keluar sehingga sebelum penggunaan obat, dapat mengkonsumsi air putih
terlebih dahulu, Namun pasien tidak perlu khawatir sebab karena efek obat ini bersifat
lokal sehingga potensi efek sampingnya minimal (British Medical Journal, 2000).
- Menjelaskan Penyimpanan: Obat ini disimpan pada suhu ruang (tidak perlu di dalam
kulkas), kering, dan terlindung dari cahaya matahari langsung. Selain itu, sisa enema
juga tidak dapat disimpan sehingga sebaiknya langsung dibuang.
- Menjelaskan Terapi Non Farmakologi: Untuk menunjang pengobatan yang diterima
dapat disertai dengan:
1. Meningkatkan konsumsi makanan berserat seperti sayur dan buah atau yang
cukup setiap harinya. Keluhan sulit BAB juga dapat dipicu karena pengaruh
peningkatan hormon esterogen yang diproduksi selama kehamilan (Dipiro et al.,
2015; Farghali et al,. 2016);
2. Menambah asupan cairan (Dipiro et al., 2015);
3. Mengatur kebiasaan defekasi (BAB) pada waktu yang dianggap tepat dan cukup;
4. Sebisa mungkin menghindari mengejan;
5. Menghindari makanan atau obat-obatan yang menyebabkan sulit BAB, salah
satunya mungkin seperti CTM yang merupakan obat antihistamin dan biasanya
terkandung dalam obat flu (Dipiro et al., 2015).
G.Referensi
1. British Medical Association, 2000, Patients prefer enemas to laxatives for bowel
preparation. British Medical Journal, 320, 1-4.
2. DiPiro J.T., Wells, B.G., Schwinghammer, T.L., DiPiro, C. V., 2015. Pharmacotherapy
Handbook Ninth Edition, McGraw-Hill Education Companies : Inggris
3. Farghali, M. M., Abdelazim, I. A., Awadalla, A. M., Khalifa, A. A. A., Elshehawy, Y.,
Omu, A. E., & Elbiaa, A. A, 2016, Effect of progesterone therapy versus diet
modification on constipation during pregnancy, Journal of Basic and Clinical
Reproductive Sciences, 5(2), 82-87.
4. King’s College Hospital, 2019, Guidance for Using an Enema, King’s College Hospital
NHS Foundation Trust: UK
5. NHS Foundation Trust, 2018, Guidelines for Using The Enema, Northumbria
Healthcare NHS Foundation Trust: UK