Anda di halaman 1dari 4

Karya Tulis Ilmiah 

Populer
AGUSTUS 12, 2012 MIKU_CHAN8 KOMENTAR
Karya ilmiah populer merupakan suatu karya yang ditulis dengan menggunakan bahasa yang populer
sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dan menarik untuk dibaca.
Menurut Liang Gee (dalam Dalman, 2012: 155) karangan ilmiah populer adalah semacam karangan
ilmiah yang mencakup ciri-ciri karangan ilmiah, yaitu menyajikan fakta-fakta secara cermat, jujur, netral,
dan sistematis, sedangkan pemaparannya jelas, ringkas, dan tepat.

Menurut Wardani  (2007:17) karya ilmiah populer adalah karya ilmiah yang disajikan dengan gaya
bahasa yang populer atau santai sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dan menarik untuk dibaca.

Untuk dapat mengerti pengertian karya tulis ilmiah populer, ada baiknya kita mengkajinya dari kata-kata
pembentuknya yaitu tulisan, ilmiah, dan populer. Tulisan adalah istilah yang digunakan untuk
menyatakan sebuah karya tulis yang disusun berdasarkan tulisan, karangan, dan pernyataan gagasan
orang lain. Orang yang menyusun kembali hal-hal yang sudah dikemukakan orang lain itu disebut
penulis.

Dalam KBBI (2002:370-371) disebutkan bahwa kata ilmiah diartikan sebagai bersifat ilmu atau
memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan, sedangkan ilmiah populer diartikan sebagai mengunakan
bahasa umum sehingga mudah dipahami oleh masyarakat awam.

Sedangkan istilah populer sendiri artinya dalam Kamus Bahasa Indonesia disebutkan bahwa populer
berarti dikenal dan disukai orang banyak (umum). Bisa juga berarti sesuai dengan kebutuhan masyarakat
pada umumnya, atau mudah dipahami orang banyak. Istilah popular merujuk kepada penggunaan bahasa
yang relatif lebih santai, padat, serta mudah dicerna oleh masyarakat pembacanya yang begitu beragam.

Karya tulis ilmiah populer merupakan karya ilmiah yang bentuk, isi, dan bahasanya menggunakan
kaidah-kaidah keilmuan, serta disajikan dalam bahasa yang santai dan mudah dipahami oleh masyarakat
awam.

Slamet Suseno (dalam Dalman, 2012: 156) mengemukakan bahwa karya tulis ilmiah populer lebih
banyak diciptakan dengan jalan menyadur tulisan orang lain daripada dengan jalan menulis gagasan,
pendapat, dan pernyataannya sendiri. Karya ilmiah populer adalah karangan ilmiah yang berisi
pembicaraan tentang ilmu pengetahuan dengan teknik penyajian yang sederhana mengenai hal-hal
kehidupan sehari-hari.
Tiga Masalah Pokok Dalam Menulis Karya Ilmiah
 Masalah Empirisme. Masalah empirisme yang dimaksudkan dalam persoalan menulis yang
disebabkan oleh pengalaman di lapangan. Ada tiga pokok yang menyebabkan orang sulit
membuat tulisan, yaitu keterbatasan penulis mengembangkan ide, pola tulisan kurang standar,
dan kurang berbobot substansi tulisan.
 Masalah  Retorika. Retorika maksudnya adalah cara mengungkapan ide. Retorika melalui tulisan
tertuang dalam bentuk kelancaran ide, linier tidaknya administrasi, pola penyajian data
pendukung, dan pola membuat kesimpulan dari suatu argumentasi. Dalam karya ilmiah, retorika
yang dianggap memiliki bobot ilmiah ialah tulisan dengan retorika linear. Dalam bentuk tulisan,
retorika ini mengacu pada jenis wacana. Setiap jenis wacana mempengaruhi secara jelas bentuk
retorika, pilihan kata (diksi), dan tata bahasa yang digunakan penulis. Dalam aspek ini dikenal
dengan jenis wacana yaitu narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.Perbedaan
mendasar antara masing-masing jenis wacana tersebut meliputi empat hal yaitu teknik penyajian
alasan (reasoning), teknik memilih urutan penyajian, teknik penggunaan diksi, dan teknik
menerapkan gaya tulisan.
 Masalah Linguistik. Masalah linguistik berarti masalah penguasaan bahasa. Dalam aspek ini ada
empat hal yang dijadikan acuan yaitu sintaksis, gramatika, diksi dan kosa kata
dan mekanik.Aspek sintaksis ialah kemampuan penulis dalam menyajikan ide dalam bentuk
kalmat sederhana, kalimat majemuk, kalimat kompleks, dan kalimat majemuk-kompleks. Penulis
harus menunjukkan penguasaan gramatika secara baik, benar dan standar. Kekeliruan
menggunakan gramatika ini sangat mengganggu dan menghilangkan ide. Dari aspek pilihan kata,
kekeliruan terjadi misalnya dalam penggunaan kata asing.
Perbedaan antara ilmiah populer dengan ilmiah murni
Perbedaan antara ilmiah populer dengan ilmiah murni (skripsi, tesis, desertasi, dan lain-lain) terletak pada
bahasa penyampaian yang digunakan. Karya tulis ilmiah murni ditampilkan dalam bahasa baku dan
sangat terikat dengan kaidah bahasa Indonesia resmi. Sementara ilmiah populer ditampilkan dengan
bahasa yang lebih luwes, serta dapat dipahami masyarakat umum.

Dari segi topik bahasan, tulisan ilmiah populer cenderung membahas permasalahan yang berkaitan
dengan masyarakat di sekitarnya. Berbeda dengan karya tulis ilmiah murni yang lebih sering berkutat
dalam bidang ilmiah yang jauh dari jangkauan masyarakat awam.

Sarana untuk mempublikasikan karya ini hampir tidak ada yang berdiri sendiri secara utuh. Biasanya
dalam suatu media massa, karya ini dipadukan dengan karya tulis nonilmiah. Karya ilmiah populer dapat
kita jumpai pada majalah, koran atau tabloid.

Ciri-Ciri Karya Tulis Ilmiah Populer


Karya ilmiah (Dalman, 2012:113-114) memiliki ciri-ciri yang dapat dikaji minimal dari empat aspek,
yaitu:

 Struktur
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal, bagian inti dan bagian
penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan
pokok yang ingin disampaikan.

 Komponen dan substansi


Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung
pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal
mempersyaratkan adanya abstrak.

 Sikap penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan kata atau gaya
bahasa impersonal .

 Penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata atau
istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Sementara itu menurut Wardani (2006 : 1.6) ciri-ciri karya Ilmiah yaitu:

1. Dari segi isi, karya ilmiah menyajikan pengetahuan yang dapat berupa gagasan, deskripsi tentang
sesuatu atau pemecahan suatu masalah.
2. Pengetahuan yang disajikan tersebaut didasarkan pada fakta atau data (kajian empirik) atau pada
teori-teori yang telah diketahui kebenaranya.
3. Sebuah karya ilmiah mengandung kebenaran yang objektif serta kejujuran dalam penulisan.
4. Bahasa yang digunakan adalah bahasa baku dan banyak menggunakan istilah teknis, di samping
istilah yang bersifat denotatif.
5. Sistematika penulisan mengikuti cara tertentu.
Sedangkan ciri-ciri karya ilmiah populer menurut Hakim (2004 : 57) diurutkan sebagai berikut:

1. Bahan berupa fakta yang objektif


2. Penyajian menggunakan bahasa yang cermat, tidak terlalu formal tapi tetap taat asas, disusun
secara sistematis; tidak memuat hipotesis.
3. Sikap penulis tidak memancing pertanyaan-pertanyaan yang meragukan.
4. Penyimpulan dilakukan dengan memberikan fakta.
Sementara itu karakteristik karangan ilmiah populer yaitu:

1. Apabila pembaca artikel jurnal adalah profesional atau spesialis dalam suatu disiplin ilmu, maka
pembaca karangan ilmiah populer adalah masyarakat umum, awam atau profesional dalam bidang
lain.
2. Apabila penulis artikel jurnal selain memberikan nama, lembaga akademik tempat ia bekerja serta
kualifikasi akademiknya, maka penulis karangan ilmiah populer menuliskan nama tanpa
informasi lain, kecuali ia adalah repoter.
3. Apabila artikel jurnal ditulis dengan gaya tulis faktual dan “dingin” (tak-emosional) demi
objektifitas, maka karangan ilmiah populer ditulis dengan gaya informal, anekdot, personal, serta
menghibur.
4. Apabila artikel jurnal ditulis dengan kalimat yang lebih kompleks dan relatif panjang serta penuh
dengan istilah teknis, maka karangan ilmiah populer ditulis dengan kalimat-kalimat singkat dan
sederhana serta mudah dibaca.
5. Apabila artikel jurnal menyertakan kutipan, catatan kaki (footnotes) dan daftar pustaka agar
materi yang ditulis dapat divalidasi, maka karangan ilmiah populer umumnya tidak meyertakan
informasi-informasi tersebut.
6. Apabila artikel jurnal lebih dipenuhi tulisan verbal dan sedikit tabel, maka karangan ilmiah
populer seringkali dilengkapi dengan berbagai ilustrasi, gambar, foto, dll.
Apabila kebenaran isi artikel jurnal dievaluasi melalui reviu oleh sejawat atau dewan pakar sebagai
“referee”, maka pertanggungjawaban isi karangan ilmiah populer cukup diberikan oleh editor majalah.
Sumber:
Dalman. (2012). Menulis Karya Ilmiah.  Bandar Lampung: UM Lampung Press.
………….. (2012). Keterampilan Menulis. Jakarta: Rajawali Pers.
Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Hakim, M. Arief. 2005. Kiat menulis Artikel di Media; Dari Pemula Sampai Mahir (Edisi Revisi).
Bandung: Penerbit Nuansa Cendikia.
Hariadi, Kresna Langit. 2004. Mengarang Itu Gampang. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Wardani, I.G.A.K. dkk. (2007). Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Universitas Terbuka.

Anda mungkin juga menyukai