0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
518 tayangan26 halaman

Makalah Laporan Kasus

Laporan kasus ini membahas upaya peningkatan kualitas pelayanan keperawatan di ruang rawat inap Lantai 4a melalui penerapan Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP). Mahasiswa melakukan kajian situasi untuk mengidentifikasi masalah utama yaitu ketenagaan, sarana prasarana, dan dokumentasi keperawatan. Kemudian dilakukan seminar dan role play komunikasi efektif mengenai metode handovers untuk meningkatkan kualitas

Diunggah oleh

dedi Kurniawan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
518 tayangan26 halaman

Makalah Laporan Kasus

Laporan kasus ini membahas upaya peningkatan kualitas pelayanan keperawatan di ruang rawat inap Lantai 4a melalui penerapan Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP). Mahasiswa melakukan kajian situasi untuk mengidentifikasi masalah utama yaitu ketenagaan, sarana prasarana, dan dokumentasi keperawatan. Kemudian dilakukan seminar dan role play komunikasi efektif mengenai metode handovers untuk meningkatkan kualitas

Diunggah oleh

dedi Kurniawan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN KASUS

DISUSUN OLEH
1) ANJAR WUNIE 04422813220..
2) DIANNA DWI LESTARI 04422813220..
3) MELISA FAJRIYANTI 0442281322013
4) SARI DAMAYANTI 04422813220…
5) ARIFAN NUR IHSAN 04422813220
6) BUSRAN 04433813220
7) SUHENDRI 04433813220

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN UMMI BOGOR
TAHUN 2023
DAFTAR ISI

Daftar isi ............................................................................................................................. ii

Lembar Pengesahan............................................................................................................. iii

BAB 1 PENDAHULUAN

a. Latar Belakang........................................................................................................... 1
b. Tujuan........................................................................................................................ 3
c. Manfaat...................................................................................................................... 3

BAB 2 TINJAUAN TEORI

a. Definisi ...................................................................................................................... 4
b. Tujuan Model Praktik Keperawatan Profesional....................................................... 4
c. Karakteristik MPKP................................................................................................... 4
d. Langkah-Langkah Dalam MPKP............................................................................... 5
e. Macam Metode Penugasan........................................................................................ 9
LEMBAR PENGESAHAN
Makalah dengan judul

Konsep MPKP/Penugasan
Oleh:

Melisa Fajriyanti 0442281322013

Telah dilakukan pembimbingan tugas individu dan dinyatakan layak untuk dipersentasikan.

Bogor, Februari 2023

Menyetujui,
Pembimbing I Pembimbing II

Ns. nurmawati, M.Kep Ns. M Iqbal Angga, M.Kep

Mengetahui,
Ketua Program Studi Ners

Ns. Alfi Rusdian, M.Kep


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Manajemen keperawatan adalah suatu proses bekerja malalui anggota staf
keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan secara profesional. Salah satu
tujuan dari profesionalisme keperawatan adalah berupaya untuk meningkatkan kualitas
pelayanan keperawatan, yang dapat dievaluasi melalui pelaksanaan proses keperawatan,
persepsi pasien dan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan.
Model yang umum digunakan di rumah sakit adalah asuhan keperawatan tim,
keperawatan primer, keperawatan total. Di Indonesia, pelaksanaan metode penugasan
primer itu sendiri harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi rumah sakit, oleh
karena itu sering disebut dengan metode penugasan primer modifikasi.
Manajemen keperawatan di Indonesia dimasa depan perlu mendapat prioritas
utama dalam mengembangkan proses keperawatan. Pengembangan dalam berbagai aspek
keperawatan bersifat saling berhubungan, saling bergantung, saling mempengaruhi, dan
berkesinambungan. Oleh karena itu, manajemen keperawatan harus dapat diaplikasikan
dalam tatanan pelayanan keperawatan yang nyata, yaitu di Rumah Sakit dan komunitas
masyarakat sehingga perawat perlu memahami konsep dan aplikasinya.
Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian
integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu keperawatan. Pelayanan tersebut
berupa pelayanan yang komprehensif, bio-psiko-sosio-spiritual ditujukan kepada
perorangan, keluarga dan masyarakat dan mencangkup seluruh proses kehidupan manusia
(WHO, 2018).
Manajemen merupakan suatu pendekatan yang dinamis dan proaktif dalam
menjalankan suatu kegiatan dalam suatu organisasi dimana dalam manajemen tersebut
mencangkup kegiatan koordinasi dan supervisi terhadap staf, sarana dan prasarana dalam
mencapai tujuan organisasi.Manajemen keperawatan merupakan suatu proses bekerja
melalui anggota staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan secara
profesionalisme. Proses manajemen keperawatan sejalan dengan proses keperawatan
sebagai metode pelaksanaan asuhan keperawatan secara profesional, sehingga diharapkan
keduanya saling bekerjasama
Konsep yang harus dikuasi adalah konsep tentang pengelolaan perubahan, konsep
manajemen keperawatan, perencanaan yang berupa rencana strategi melalui pendekatan,
pengumpulan data, analisa SWOT, dan menyusun langkah-langkah perencanaan,
melakukan pengawasan dan pengendalian.Komponen utama dalam manajemen
keperawatan adalah fokus pada sumber daya manusia dan materi secara efektif. Tujuan
dari manajemen keperawatan untuk meningkatkan dan mempertahankan kualitas
pelayanan keperawatan, untuk kepuasan pasien melalui peningkatan produktifitas dan
kualitas kerja perawat.
Praktek keperawatan profesional yang diterapkan di rumah sakit diharapkan dapat
memperbaiki asuhan keperawatan yang diberikan untuk pasien dimana lebih diutamakan
pelayanan yang bersifat interaksi antar individu. Pernyataan tersebut juga sesuai dengan
ciri-ciri dari pelayanan keperawatan profesional yaitu memiliki otonomi, bertanggung
jawab dan bertanggung gugat (accountability), menggunakan metode ilmiah, berdasarkan
standar praktik dan kode etik profesi, dan mempunyai aspek legal. MPKP merupakan
suatu praktek keperawatan yang sesuai dengan kaidah ilmu menejemen modern dimana
kaidah yang dianut dalam pengelolaan pelayanan keperawatan di ruang MPKP adalah
pendekatan yang dimulai dengan perencanaan. Perencanaan di ruang MPKP adalah
kegiatan perencanaan yang melibatkan seluruh personil (perawat) ruang MPKP mulai
dari kepala ruang, ketua tim dan anggota tim (perawat asosiet). Dalam menerapkan
praktek keperawatan profesional karena bisa memberikan asuhan keperawatan yang
terbaik kepada klien namun karena berbagai kendala terutama reward yang belum
didapatkan dan dirasakan oleh perawat MPKP maka menjadikan motivasi dari perawat
menurun dan tidak bersemangat dalam menerapkan MPKP.
Mahasiswa/i program profesi Ners STIKES UMMI Bogor dituntut mampu
mengaplikasikan langsung pengetahuan dan kemampuannya dalam bidang manejerial di
ruang Lantai 4a RS UMMI bogor, dengan bimbingan dari pembimbing akademik dan
pembimbing lapangan/klinik. Dengan adanya praktik di lapangan ini, mahasiswa
diharapkan mampu menerapkan ilmu yang sudah didapat di bangku kuliah untuk
mengelola ruang perawatan dengan pendekatan proses manajemen.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah menempuh pendidikan tahap profesi di stase manajemen keperawatan
diharapkan mahasiswa mampu menerapkan fungsi manajemen (Perencanaan,
Pengorganisasian, pengelolaan staf, pengarahan dan pengendalian) dalam
memberikan manajemen pelayanan asuhan keperawatan.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti kegiatan praktek klinik profesi ini mahasiswa di harapkan mampu:
a. Melaksanakan kajian situasi ruangan pelayanan ruangan perawatan sebagai
dasar dalam penetapan masalah untuk menyusun rencana operasional
ruanagan.
b. Menyusun operasional ruangan berdasarkan hasil kajian ruangan.
c. Mengimplementasikan model pengorganisasian pelayanan keperawatan
dengan Model Praktek keperawatan Professional (MPKP)
d. Melakukan evaluasi program pelaksanaan Model Praktek Keperawatan
Profesional (MPKP)

C. MANFAAT
Manfaat yang dapat diambil dari pembuatan laporan pendahuluan ini:
1. Manfaat bagi mahasiswa praktek profesi keperawatan

Mahasiswa mampu memahami konsep kepemimpinan dan manajemen


keperawatan sebelum berlangsungnya stase menajemen keperawatan sehingga
mampu mengaplikasikan langsung dilahan praktek
2. Manfaat bagi perawat lapangan

Perawat lebih termotivasi dan menginspirasi terkait konsep kepemmpinan


dan manajemen keperawatan yang dapat diterapkan ditempat kerja
BAB II

TINJAUAN TEORI
BAB III

TINJAUAN KASUS

A. Fase Persiapan

Berdasarkan hasil seminar pengkajian yang dihadiri dosen pembimbing pendidikan, kepala
ruangan serta mahasiswa yang dilaksanakan pada tanggal 27 februari 2023, didapatkan
kesepakatan bahwa masalah utama yang diangkat adalah diruang LAntai 4a adalah
“Ketenagaan, sarana prasarana dan dokumentasi keperawatan”. Melihat masalah utama yang
diangkat, selanjutnya dibuat perencanaan keperawatan yang juga sudah disepakati bersama
diantaranya seminar dan Role play tentang Metode Handovers menggunakan komunikasi
efektif SBAR dengan sasaran utama adalah kepala ruangan, Kepala Tim dan perawat
pelaksana di Ruang Lantai 4a.

B. Fase Pelaksanaan
1. Melaksanakan seminar tentang materi ketenagaan, sarana prasarana dan dokumentasi
keperawatan yang disampaikan pada tanggal 01 Maret jam 14.00.
Yang menjadi sasaran atau target seminar ini adalah kepala ruangan, kepala Tim dan
perawat pelaksana ruangan diseluruh ruang perawatan Rumah sakit Ummi Bogor. Dapat
mengetahui yang bener dan ideal sehingga dapat diaplikasikan di ruangan.
2. Role play tentang Handovers) yang dilaksanakan pada tanggal 01 Maret jam 15.30 oleh
mahasiswa.
Role play dilaksanakan bersamaan pada saat seminar, dengan harapan sosialisasi bukan
bagi perawat ruang Lantai 42 saja, tetapi dapat di lihat oleh seluruh perawat ruangan
yang hadir saat Seminar.
3. Mensosialisasikan materi tentang. Metode SBAR kepada perawat ruang Lantai 4a yang
dilaksanakan oleh mahasiswa pada tanggal 01 Maret 2023 jam 14.00.
Selain seminar yang dilaksankan pada tanggal 01 Maret 2023, juga dilaksanakan
sosialisasi materi tentang ketenagaan, sarana prasarana dan dokumentasi langsung pada
perawat ruangan yang bertujuan untuk mengingatkan kembali dan meningkatkan
pengetahuan perawat tentang Timbang Terima (Handovers). Sosialiasi dan membantu
pembuatan draf analisa beban kerja perawat dan analisa kebutuhan tenaga bantuan porter
atau administasi untuk meminimalkan Non job Nursing yang masih dilakukan oleh
perawat sehingga waktu untuk melakukan caring tersita.
4. Sosialisasi kepada kepala ruangan dengan memberikan contoh draf formulir
pendelegasian tulisan sehingga pendelegasian secara lesan dapat dipertanggungjawabkan
5. Penyempurnaan pendokumentasian SOAP secara manual di catatan perkembangan
karena sistem teramedik yang tidak support.

C. Evaluasi
Setelah rencana tindakan dilaksanakan, didapatkan hasil evaluasi sebagai berikut:
1. Peserta seminar menyatakan bahwa sudah paham akan materi pendokumentasian yang
disampaikan terutama metode komunikasi efektif SBAR dan perawat akan berusaha
untuk melaksankannya di ruangan.
2. Role play yang dilaksanakan di ruang aula diklat setelah seminar cukup maksimal karena
bukan hanya sasaran untuk perawat Lantai 4a, tetapi dapat dihadiri oleh perawat di
ruangan lain.
3. Hampir semua perawat ruang Lantai 4a yang berdinas pada saat dilakukan sosialisasi
tentang Timbang terima menggunakan SBAR , perawat menyatakan mengerti dan
selama ini memang sudah pernah dilakukan namun akan berusaha melaksanakan konsep
SBAR dengan lebih optimal lagi terutama dalam menjalankan tugasnya sebagai perawat.
4. Untuk mengurangi Non Job Nursing kepala ruangan sudah diberikan draft analisa beban
kerja dan analisa kebutuhan Porter/administasi.
BAB IV

PEMBAHASAN

A. Gambaran umum ruang Lantai 4a


Ruang Lantai 4a merupakan salah satu bangsal Perawatan umum. Ruang Lantai 4a
merupakan bangsal rawat inap kelas I, II, dan kelas III untuk dewasa dan anak, baik yang
Pre operasi maupun yang Post operasi. Memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak …
tempat tidur.
 TUJUAN UMUM
Memberikan asuhan keperawatan secara konprehensif untuk meningkatkan
perawatan pasien
 TUJUAN KHUSUS
1. Memperhatikan keselamatan pasien dengan :
a. Pasien jatuh 0%
b. Menurunkan angka kesalahan dalam pemberian obat menjadi 0%
2. Memenuhi kebutuhan perawatan diri sesuai dengan tingkat ketergantungan
pasien (80-90%). Terpenuhi kebutuhan perawatan diri pasien (makan,personal
hygiene dan ADL)
3. Meningkatkan kepuasan pasien dan keluarga terhadap pelayanan keperawatan
(komunikasi,sikap,asuhan keperawatan,caring)
4. Meningkatkan kenyamanan pasien dengan indikator
5. Meminimalkan angka kejadian cemas pada pasien dan keluarga
B. DENAH RUANGAN Lantai 4a
Kamar Kamar Kamar Kamar Kamar
410 411 412 413 414

Ruang
Perawa
t

Kamar Kamar Kamar Kamar Kamar Kamar


409 408 407 406 405 406

C. Pengumpulan data
1. Fungsi manajemen Keperawatan Ruang lantai 4a
a. Fungsi Perencanaan
1) Visi Ruangan
Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala ruangan, disampaikan bahwa
ruang lantai 4a ………………….
2) Misi Ruangan
Dari hasil wawancara dengan kepala ruangan, disampaikan bahwa ruang
Lantai 4 a adalah …………………..
3) Standar Operasional Prosedur
Operasional Ruang Lantai 4a
Berdasarkan hasil pengkajian di ruang Lantai 4a terdapat komponen SOP
(Standar Oparasional Prosedur). Secara keseluruhan sudah mencakup
seluruh tindakan-tindakan keperawatan pada klien. Berikut standar
operasional prosedur yang terdapat di ruang Lantai 4a:
Tindakan Tindakan

1. Mencuci tangan 1. Melakukan bed making


2. Memandikan pasien di atas 2. Visit Pra bedah
tempat tidur 3. Resusitasi Jantung Paru
3. Perawatan mulut 4. Pemakaian Syring Pump
4. Melakukan Vital Sign 5. Penggunaan APAR
5. Memakai masker 6. Pemberian makan dan
6. Memakai APD minum secara oral
7. Perawatan luka 7. Timbang terima pasien
8. Mengganti balutan 8. Identifikasi pasien risiko
9. Pengangkatan jahitan luka jatuh pada anak
10. Pemasangan infus 9. Pembersihan instrumen
11. Pemasangan NGT 10. Memindahkan pasien dari
12. Pemasangan kateter urin barankar ke tempat tidur
13. 5 benar dalam pemberian obat 11. Operan pasien pasien di OK
14. Pemberian obat IV 12. Inform consent tindakan
15. Pemberian obat IM operasi
16. Pemberian obat subkutan 13. Site Marking
17. Pemberian obat intrakutan 14. Persiapan pasien operasi
18. Pemberian obat melalui mulut 15. Mengganti kantong
19. Pengukuran intake output colostomy
20. Mengantar pasien operasi 16. Mengangkat benang jahitan
21. Pemberian tranfusi darah 17. Melepas selang drain
22. Pemberian makan dan minum 18. Merawat kulit pada area yang
melalui NGT tertekan
23. Menjemput pasien Operasi 19. Memasang Bidai
24. Pengukuran derajat nyeri
25. Perawatan kolostomi

4) Standar Asuhan Keperawatan (SAK)


Berdasarkan hasil pengkajian di ruang Lantai 4adan wawancara dengan
kepala ruangan, bahwa sudah dokumen atau bukti fisik Standar Asuhan
Keperawatan berdasarkan 9 penyakit terbanyak sebagai berikut :
 Appendiktomi
 Hemoroid
 Hernia
 Ileus Paralitik
 Ileus Obstruktif
 Fibro adenoma Mamae
 BPH (hiopertropi prostat)
 Katarak
 Cedera kepala berat
b. Fungsi Pengorganisasian
1) Struktur Organisasi

Kepala Ruangan

TIM I TIM II

Anggota 7 Anggota 8
7
perawat PA perawat PA

SHIF 1 SHIF 2 SHIF 3


2) Uraian Tugas
Berdasarkan buku pedoman ruang rawat inap di ruang Lantai 4a
didapatkan uraian tugas dan tanggung jawab sebagai berikut
Uraian Tugas
tugas
Uraian 1. Menyususn rencana kegiatan kerja
tugas 2. Menyususn rencana kebutuhan SDM (tenaga,
Kepala fasilitas dan alat) keperawatan bersama dengan
ruangan kepala keperawatan
adalah 3. Menyususn rencana pengembangan staf
sebagai 4. Menyususn rencana kegiatan pengendalian mutu
berikut: 5. Melaksanakan bimbingan terhadap staf pelaksana
keperawatan
6. Menyususn SPO tindakan bersama staf dan
hasilnya dilaporan ke kepala bidang keperawatan
7. Merencanakan jumlah jenis peralatan yang
dibutuhkan
8. Merencanakan dan menentukan jenis kegiatan
asuhan keperawatan yang dibutuhkan oleh pasien
9. Mengorganisir pembagian tim dan pasien
10. Memberi pengarahan kepada seluruh kegiatan
yang ada di ruangannya,
11. Melakukan pengawasan terhadap seluruh kegiatan
yang ada di ruangan
12. Melaksanakan program orientasi perawat baru
13. Melaksanakan kinerja staf
14. Memberikan pengarahan dan motivasi
15. Mengadakan pertemuan berkala
16. Melaksanakan tugas lain yang diberikan dari
kepala bidang keperawatan.

Ketua Tim 1. Mengatur jadwal dinas timnya yang


(Katim) dikordinasikan dengan kepala ruangan
2. Membuat perencanaan berdasarkan tugas dan
kewenangan yang didelegasikan oleh kepala
ruangan
3. Melakukan pengkajian, perencanaan, pelaksanaan,
evaluasi asuhan keperawatan bersama sama
anggota tim
4. Mengkordinasikan rencana keperawatan dengan
tindakan medik
5. Membuat penugasan kepada setiap anggota tim
dan memberikan bimbingan melalui comferns.
6. Mengevaluasi asuhan keperawatan baik proses
ataupun hasil yang diharapkan serta
mendokumentasikannya
7. Memberikan pengarahan pada perawat pelaksana
tentang pelaksanaan asuhan keperawatan
8. Menyelenggarakan comferensi
9. Melakukan kolaborasi dengan tim kesehatan
lainnya dalam pelaksanaan askep
10. Melakukan audit asuhan keperawatan yang
menjadi tanggung jawab timnya
11. Melakukan perbaikan pemberian askep

Penanggung 1. Melaksanakan Asuhan keperawatan dan menjaga


Jawab Shif kelancaran
(PJ) 2. pelayanan di Rawat Inap
3. Melaksanakan fungsi perencenaan, penggerakan,
pelaksanaan dan pengawasan
4. Bertanggung jawab atas kelancaran pelayanan
5. Bertanggung jawab terhadap kesiapan ruangan,
kelengkapan obat, dan kelengkapan alat-alat
6. Memberikan bimbingan, pengawasan dan
pembinaan kepada pelaksana dan petugas yang
berada dibawah tanggung jawabnya
7. Memberi penjelasan kepada pasien dan keluarga
tentang pengobatan dan perawatanya
8. Menerima laporan dan menindaklanjuti
permasalahan yang dioverkan dari shift
sebelumnya
9. Mengatur dan mengkoordinasikan ketenagaan
10. Mengontrol kebersihan ruangan
11. Membuat laporan PJ sesuai standar

Anggota 1. Melaksanakan tugas berdasarkan asuhan


Tim keperawatan
(Perawat 2. Mencatat dengan jelas dan tepat askep yang telah
Pelaksana) diberikan
3. berdasarkan respon
4. Berpartisipasi dalam setiap memberikan masukan
untuk
5. meningkatkan asuhan keperawatan
6. 4. Menghargai bantuan dan bimbingan dari ketua
tim
7. Melaporkan perkembangan kondisi klien kepada
ketua tim
8. Memberikan laporan

c. Fungsi Pengarahan
1) Operan
Timbang terima (operan) selama ini telah dilakukan setiap pertukaran shift,
substansi atau isi materi timbang terima diruang Yasmin sudah terfokus
terhadap permasalah keperawatan yang di alami pasien dan rencana tindakan
yang akan dilakukan. Belum menggunakan metode SBAR secara konsisten.
2) Motivasi Pada Perawat
Berdasarkan hasil wawancara, perawat mendapatkan berbagai hal yang dapat
meningkatkan motivasi kinerja diantaranya dinobatkan menjadi karyawan
terbaik diumumkan pada acara ulang tahun rumah sakit dan mendapatkan
reward di kirim untuk pelatihan-pelatihan.
3) Pendelegasian
Tindakan asuhan keperawatan didelegasikan dari Kepala Tim kepada
penanggung jawab shift dan selanjutnya di serah terimakan kepada perawat
pelaksana masih berupa sistem lesan.
4) Supervisi dan Ronde Keperawatan
5) Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala ruangan maupun hasil observasi
selama pengkajian, supervisi diruang Yasmin belum dilakukan secara rutin
dan terjadwal. Ronde Keperawatan belum maksimal dilakukanYasmin. Untuk
kasus khusus biasanya dilakukan seminar di ruangan.

2. Pasient Safety (Keselamatan Pasien)


Sarana Prasarana di ruang Lantai 4a seperti tempat tidur, sudah cukup tua, sebagian
sudah ada yang rusak, sehingga ini dapat mengancam keselamatan pasien
3. Dokumentasi asuhan Keperawatan
Asuhan keperawatan sudah terdokumentasi dengan baik. Dimana perawat selalu
mencatat Apa yang dikerjakan dan dilakukan terhadap pasien. Perawat selalu
melakukan pendokumentasian di catatan perawatan pasien. Kepala ruangan memeriksa
kelengkapan dokumentasi keperawatan sebelum diserahkan ke bag RM. Apabila ada
yang kurang lengkap maka bagian RM akan mengembalikan ke ruangan.
 Pengkajian M1-M5

Man ( Tenaga) 1. Tenaga perawat dan non keperawatan


2. Ruang ini memiliki 16 perawat
Pendidikan D3 : 13
Pendidikan Ners: 3
Material 1. Memiliki Ns stasion
2. Memiliki meja administrasi
3. Memiliki sarana dan prasarana memadai

Method 1. Metode keperawatan yang digunakan adalah metode TEAM

Money 1. Pasien lebih banyak pasien asuransi dan umum dibandingkan


ruangan lain dikarnakan terdapat kelas vip dan suite
Marketing Tersedianya web/ system rujukan SPGDT
 Analisa Swot

No SWOT KETENAGAAN SARANA DAN PRASARANA DOKUMENTASI


Strength 1. Perawat yang ditempatkan sudah 1. Ruangan memiliki 1. Dokumentasi keperawatan
2 tahun bekerja (lama kerja) pembagian kelas yang sudah tersistem di
2. Ruangan memiliki visi,misi dan berbeda dimulai dari teramedik
tujuan pelayanan paripurna di unit kelas1, 2,vip dan suite 2. Sudah adanya format
3. Perawat memiliki jiwa loyalitas 2. Fasilitas kamar yang pendokumentasian
tinggi. lengkap sehingga memudahkan
4. Memiliki struktur organisasi yang 3. Alat – alat di inventaris perawat untuk melakukan
jelas dengan baik pengisian rekam medis
5. Tingginya motivasi untuk belajar 4. Tersedianya ruang pasien
(mengikuti diklat keperawatan). perawatan untuk 3. Adanya kemauan perawat
6. Kedisiplinan perawat datang tepat melakukan pre dan post untuk melakukan
waktu conference pendokumentasian
5. Semua perawat mampu 4. Jejaringan yang mudah
malakukan pengoperasian diakses
alat

Weakness 1. Pembagian spesifikasi beban kerja 1. Banyak Renovasi 1. Jumalah pasien dan beban
untuk tim belum terstandar. 2. Banyak fasilitas yang belum kerja yang tinggi sehingga
2. Jumlah perawat Pra pk lebih banyak dilakukan maintance berkala pendukumentasian belum
dibandingan jumlah perawat PK 1. 3. Respon perbaikan IPSRS optimal
3. Belum meratanya keterampilan dan lama 2. SAK belum dilaksanakan
keahlian individu perawat 4. fasilitas rusak yang dengan optimal
4. Masih ada tenaga yang sudah lama menggangu pelayanan 3. Fasilitas computer terbatas
bekerja di ruangan yang masih 4. Jejaring sinyal yang sering
kurang terhadap tanggap pasien. hilang
5. pendidikan yang belum merata 5. Banyak formulir yang harus
antara diploma dan sarjana profesi diisi
6. perawat banyak pengunduran diri 6. Beban kerja tinggi sehingga
7. 7. Tidak ada perawat pengganti perawat bekerja secara terburu
– buru
7. Perawat tidak dapat
memanajemen waktu secara
baik

Oppurtunitie 1. kepala ruangan memiliki indicator 1. Untuk pengadaan sarana dan 1. Perawat dapat mengakses
s kinerja individu untuk melihat prasarana dapat di amprah di dokumentasi melalui
kualitas perawat di ruangan gudang farmasi / logistic komputerisasi
2. pengembangan jenjang karir
dilakukan secara rutinitas untuk
peningkatan PK perawat
3. Ruang perawatan letak strategis
mudah di jangkau.
4. perawat berpeluang melanjutkan
pendidikan
5. perawat dapat meningkatkan skill
untuk menambah keterampilan
Threat 1. Perawat memilih pindah ke RS yang 1. Sarana dan prasarana yang 1. System mudah error
lebih menjanjikan secara finansial kurang memadai membuat 2. Data dokumentasi hilang
2. Potensi complain dikarnakan complain yang berdampak 3. Mudah dilakukan duplikat
kompetensi individu berbeda dengan kepuasaan pasien data
3. perawat banyak diminati oleh RS 2. Biaya pemeliharaan sarana
tetangga dan prasarana meningkat
4. beban kerja yang meningkat membuat membengkaknya
menyebabkan human eror biaya pemeliharaan
5. kebijakan ketenagaan yang berubah
– rubah membuat menghambat
pelayanan keperawatan
 Identifikasi Masalah

DATA MASALAH
 Perbandingan perawat dengan pasien tidak seimbang 1. Ketenagakerjaan
 Jumlah perawat di ruangan ranap 4A sedikit ( 17 perawat),
Australian nursing federation 2009 mengatakan bila jumlah
perawat tidak mencukupi maka beban kerja masing –
masimng perawat akan meningkat.

Ada beberapa fasilitas rusak yang belum diperbaiki. 2. Sarana dan


prasarana
a. catatan keperawatan pasien kurang lengkap 3. Dokumentasi
Penyebab Keperawatan
Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada perawat
pelaksana dokumen pasien yang tidak lengkap biasanya
terjadi saat perawat terburu – buru dalam menulis
dokumentasi keperawatan. Berbagai kesibukan diruangan
membuat perawat terpaksa menulis terburu – buru agar
bisa selesai tepat pada waktunya meskipun pada akhirnya
dokumentasi yang ditulis menjadi tidak komperhensif
.
b. Model dokumentasi yang digunakan menambah beban
kerja perawat dan banyak menghabiskan waktu kerja
perawat
Penyebab
Perawat pelaksana merasa sangat terbebani untuk
mendokumentasikan setiap asuhan keperawatan secara
komperhensif karna ada berbagai form lain yang juga harus
diisi.
 Penentuan Masalah menggunakan metode CARL (tambahkan lagi permasalahan yang lain)
kebanyakan

No Daftar Masalah C A R L Total Urutan


Masalah

1 Perbandingan perawat dengan pasien 6 4 4 7 672 IV


tidak seimbang
2 Sarana dan prasarana fasilitas yang rusak 6 6 4 6 864 III
belum diperbaiki
3 Catatan perkembangan pasien kurang 8 8 8 7 3584 I
lengkap
4 Model dokumentasi tang digunakan 6 4 7 7 1176 II
menambah beban kerja perawat dan
banyak menghabiskan waktu perawat
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN


Anda mungkin juga menyukai