Makalah Laporan Kasus
Makalah Laporan Kasus
DISUSUN OLEH
1) ANJAR WUNIE 04422813220..
2) DIANNA DWI LESTARI 04422813220..
3) MELISA FAJRIYANTI 0442281322013
4) SARI DAMAYANTI 04422813220…
5) ARIFAN NUR IHSAN 04422813220
6) BUSRAN 04433813220
7) SUHENDRI 04433813220
BAB 1 PENDAHULUAN
a. Latar Belakang........................................................................................................... 1
b. Tujuan........................................................................................................................ 3
c. Manfaat...................................................................................................................... 3
a. Definisi ...................................................................................................................... 4
b. Tujuan Model Praktik Keperawatan Profesional....................................................... 4
c. Karakteristik MPKP................................................................................................... 4
d. Langkah-Langkah Dalam MPKP............................................................................... 5
e. Macam Metode Penugasan........................................................................................ 9
LEMBAR PENGESAHAN
Makalah dengan judul
Konsep MPKP/Penugasan
Oleh:
Telah dilakukan pembimbingan tugas individu dan dinyatakan layak untuk dipersentasikan.
Menyetujui,
Pembimbing I Pembimbing II
Mengetahui,
Ketua Program Studi Ners
A. LATAR BELAKANG
Manajemen keperawatan adalah suatu proses bekerja malalui anggota staf
keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan secara profesional. Salah satu
tujuan dari profesionalisme keperawatan adalah berupaya untuk meningkatkan kualitas
pelayanan keperawatan, yang dapat dievaluasi melalui pelaksanaan proses keperawatan,
persepsi pasien dan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan.
Model yang umum digunakan di rumah sakit adalah asuhan keperawatan tim,
keperawatan primer, keperawatan total. Di Indonesia, pelaksanaan metode penugasan
primer itu sendiri harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi rumah sakit, oleh
karena itu sering disebut dengan metode penugasan primer modifikasi.
Manajemen keperawatan di Indonesia dimasa depan perlu mendapat prioritas
utama dalam mengembangkan proses keperawatan. Pengembangan dalam berbagai aspek
keperawatan bersifat saling berhubungan, saling bergantung, saling mempengaruhi, dan
berkesinambungan. Oleh karena itu, manajemen keperawatan harus dapat diaplikasikan
dalam tatanan pelayanan keperawatan yang nyata, yaitu di Rumah Sakit dan komunitas
masyarakat sehingga perawat perlu memahami konsep dan aplikasinya.
Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian
integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu keperawatan. Pelayanan tersebut
berupa pelayanan yang komprehensif, bio-psiko-sosio-spiritual ditujukan kepada
perorangan, keluarga dan masyarakat dan mencangkup seluruh proses kehidupan manusia
(WHO, 2018).
Manajemen merupakan suatu pendekatan yang dinamis dan proaktif dalam
menjalankan suatu kegiatan dalam suatu organisasi dimana dalam manajemen tersebut
mencangkup kegiatan koordinasi dan supervisi terhadap staf, sarana dan prasarana dalam
mencapai tujuan organisasi.Manajemen keperawatan merupakan suatu proses bekerja
melalui anggota staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan secara
profesionalisme. Proses manajemen keperawatan sejalan dengan proses keperawatan
sebagai metode pelaksanaan asuhan keperawatan secara profesional, sehingga diharapkan
keduanya saling bekerjasama
Konsep yang harus dikuasi adalah konsep tentang pengelolaan perubahan, konsep
manajemen keperawatan, perencanaan yang berupa rencana strategi melalui pendekatan,
pengumpulan data, analisa SWOT, dan menyusun langkah-langkah perencanaan,
melakukan pengawasan dan pengendalian.Komponen utama dalam manajemen
keperawatan adalah fokus pada sumber daya manusia dan materi secara efektif. Tujuan
dari manajemen keperawatan untuk meningkatkan dan mempertahankan kualitas
pelayanan keperawatan, untuk kepuasan pasien melalui peningkatan produktifitas dan
kualitas kerja perawat.
Praktek keperawatan profesional yang diterapkan di rumah sakit diharapkan dapat
memperbaiki asuhan keperawatan yang diberikan untuk pasien dimana lebih diutamakan
pelayanan yang bersifat interaksi antar individu. Pernyataan tersebut juga sesuai dengan
ciri-ciri dari pelayanan keperawatan profesional yaitu memiliki otonomi, bertanggung
jawab dan bertanggung gugat (accountability), menggunakan metode ilmiah, berdasarkan
standar praktik dan kode etik profesi, dan mempunyai aspek legal. MPKP merupakan
suatu praktek keperawatan yang sesuai dengan kaidah ilmu menejemen modern dimana
kaidah yang dianut dalam pengelolaan pelayanan keperawatan di ruang MPKP adalah
pendekatan yang dimulai dengan perencanaan. Perencanaan di ruang MPKP adalah
kegiatan perencanaan yang melibatkan seluruh personil (perawat) ruang MPKP mulai
dari kepala ruang, ketua tim dan anggota tim (perawat asosiet). Dalam menerapkan
praktek keperawatan profesional karena bisa memberikan asuhan keperawatan yang
terbaik kepada klien namun karena berbagai kendala terutama reward yang belum
didapatkan dan dirasakan oleh perawat MPKP maka menjadikan motivasi dari perawat
menurun dan tidak bersemangat dalam menerapkan MPKP.
Mahasiswa/i program profesi Ners STIKES UMMI Bogor dituntut mampu
mengaplikasikan langsung pengetahuan dan kemampuannya dalam bidang manejerial di
ruang Lantai 4a RS UMMI bogor, dengan bimbingan dari pembimbing akademik dan
pembimbing lapangan/klinik. Dengan adanya praktik di lapangan ini, mahasiswa
diharapkan mampu menerapkan ilmu yang sudah didapat di bangku kuliah untuk
mengelola ruang perawatan dengan pendekatan proses manajemen.
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah menempuh pendidikan tahap profesi di stase manajemen keperawatan
diharapkan mahasiswa mampu menerapkan fungsi manajemen (Perencanaan,
Pengorganisasian, pengelolaan staf, pengarahan dan pengendalian) dalam
memberikan manajemen pelayanan asuhan keperawatan.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti kegiatan praktek klinik profesi ini mahasiswa di harapkan mampu:
a. Melaksanakan kajian situasi ruangan pelayanan ruangan perawatan sebagai
dasar dalam penetapan masalah untuk menyusun rencana operasional
ruanagan.
b. Menyusun operasional ruangan berdasarkan hasil kajian ruangan.
c. Mengimplementasikan model pengorganisasian pelayanan keperawatan
dengan Model Praktek keperawatan Professional (MPKP)
d. Melakukan evaluasi program pelaksanaan Model Praktek Keperawatan
Profesional (MPKP)
C. MANFAAT
Manfaat yang dapat diambil dari pembuatan laporan pendahuluan ini:
1. Manfaat bagi mahasiswa praktek profesi keperawatan
TINJAUAN TEORI
BAB III
TINJAUAN KASUS
A. Fase Persiapan
Berdasarkan hasil seminar pengkajian yang dihadiri dosen pembimbing pendidikan, kepala
ruangan serta mahasiswa yang dilaksanakan pada tanggal 27 februari 2023, didapatkan
kesepakatan bahwa masalah utama yang diangkat adalah diruang LAntai 4a adalah
“Ketenagaan, sarana prasarana dan dokumentasi keperawatan”. Melihat masalah utama yang
diangkat, selanjutnya dibuat perencanaan keperawatan yang juga sudah disepakati bersama
diantaranya seminar dan Role play tentang Metode Handovers menggunakan komunikasi
efektif SBAR dengan sasaran utama adalah kepala ruangan, Kepala Tim dan perawat
pelaksana di Ruang Lantai 4a.
B. Fase Pelaksanaan
1. Melaksanakan seminar tentang materi ketenagaan, sarana prasarana dan dokumentasi
keperawatan yang disampaikan pada tanggal 01 Maret jam 14.00.
Yang menjadi sasaran atau target seminar ini adalah kepala ruangan, kepala Tim dan
perawat pelaksana ruangan diseluruh ruang perawatan Rumah sakit Ummi Bogor. Dapat
mengetahui yang bener dan ideal sehingga dapat diaplikasikan di ruangan.
2. Role play tentang Handovers) yang dilaksanakan pada tanggal 01 Maret jam 15.30 oleh
mahasiswa.
Role play dilaksanakan bersamaan pada saat seminar, dengan harapan sosialisasi bukan
bagi perawat ruang Lantai 42 saja, tetapi dapat di lihat oleh seluruh perawat ruangan
yang hadir saat Seminar.
3. Mensosialisasikan materi tentang. Metode SBAR kepada perawat ruang Lantai 4a yang
dilaksanakan oleh mahasiswa pada tanggal 01 Maret 2023 jam 14.00.
Selain seminar yang dilaksankan pada tanggal 01 Maret 2023, juga dilaksanakan
sosialisasi materi tentang ketenagaan, sarana prasarana dan dokumentasi langsung pada
perawat ruangan yang bertujuan untuk mengingatkan kembali dan meningkatkan
pengetahuan perawat tentang Timbang Terima (Handovers). Sosialiasi dan membantu
pembuatan draf analisa beban kerja perawat dan analisa kebutuhan tenaga bantuan porter
atau administasi untuk meminimalkan Non job Nursing yang masih dilakukan oleh
perawat sehingga waktu untuk melakukan caring tersita.
4. Sosialisasi kepada kepala ruangan dengan memberikan contoh draf formulir
pendelegasian tulisan sehingga pendelegasian secara lesan dapat dipertanggungjawabkan
5. Penyempurnaan pendokumentasian SOAP secara manual di catatan perkembangan
karena sistem teramedik yang tidak support.
C. Evaluasi
Setelah rencana tindakan dilaksanakan, didapatkan hasil evaluasi sebagai berikut:
1. Peserta seminar menyatakan bahwa sudah paham akan materi pendokumentasian yang
disampaikan terutama metode komunikasi efektif SBAR dan perawat akan berusaha
untuk melaksankannya di ruangan.
2. Role play yang dilaksanakan di ruang aula diklat setelah seminar cukup maksimal karena
bukan hanya sasaran untuk perawat Lantai 4a, tetapi dapat dihadiri oleh perawat di
ruangan lain.
3. Hampir semua perawat ruang Lantai 4a yang berdinas pada saat dilakukan sosialisasi
tentang Timbang terima menggunakan SBAR , perawat menyatakan mengerti dan
selama ini memang sudah pernah dilakukan namun akan berusaha melaksanakan konsep
SBAR dengan lebih optimal lagi terutama dalam menjalankan tugasnya sebagai perawat.
4. Untuk mengurangi Non Job Nursing kepala ruangan sudah diberikan draft analisa beban
kerja dan analisa kebutuhan Porter/administasi.
BAB IV
PEMBAHASAN
Ruang
Perawa
t
C. Pengumpulan data
1. Fungsi manajemen Keperawatan Ruang lantai 4a
a. Fungsi Perencanaan
1) Visi Ruangan
Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala ruangan, disampaikan bahwa
ruang lantai 4a ………………….
2) Misi Ruangan
Dari hasil wawancara dengan kepala ruangan, disampaikan bahwa ruang
Lantai 4 a adalah …………………..
3) Standar Operasional Prosedur
Operasional Ruang Lantai 4a
Berdasarkan hasil pengkajian di ruang Lantai 4a terdapat komponen SOP
(Standar Oparasional Prosedur). Secara keseluruhan sudah mencakup
seluruh tindakan-tindakan keperawatan pada klien. Berikut standar
operasional prosedur yang terdapat di ruang Lantai 4a:
Tindakan Tindakan
Kepala Ruangan
TIM I TIM II
Anggota 7 Anggota 8
7
perawat PA perawat PA
c. Fungsi Pengarahan
1) Operan
Timbang terima (operan) selama ini telah dilakukan setiap pertukaran shift,
substansi atau isi materi timbang terima diruang Yasmin sudah terfokus
terhadap permasalah keperawatan yang di alami pasien dan rencana tindakan
yang akan dilakukan. Belum menggunakan metode SBAR secara konsisten.
2) Motivasi Pada Perawat
Berdasarkan hasil wawancara, perawat mendapatkan berbagai hal yang dapat
meningkatkan motivasi kinerja diantaranya dinobatkan menjadi karyawan
terbaik diumumkan pada acara ulang tahun rumah sakit dan mendapatkan
reward di kirim untuk pelatihan-pelatihan.
3) Pendelegasian
Tindakan asuhan keperawatan didelegasikan dari Kepala Tim kepada
penanggung jawab shift dan selanjutnya di serah terimakan kepada perawat
pelaksana masih berupa sistem lesan.
4) Supervisi dan Ronde Keperawatan
5) Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala ruangan maupun hasil observasi
selama pengkajian, supervisi diruang Yasmin belum dilakukan secara rutin
dan terjadwal. Ronde Keperawatan belum maksimal dilakukanYasmin. Untuk
kasus khusus biasanya dilakukan seminar di ruangan.
Weakness 1. Pembagian spesifikasi beban kerja 1. Banyak Renovasi 1. Jumalah pasien dan beban
untuk tim belum terstandar. 2. Banyak fasilitas yang belum kerja yang tinggi sehingga
2. Jumlah perawat Pra pk lebih banyak dilakukan maintance berkala pendukumentasian belum
dibandingan jumlah perawat PK 1. 3. Respon perbaikan IPSRS optimal
3. Belum meratanya keterampilan dan lama 2. SAK belum dilaksanakan
keahlian individu perawat 4. fasilitas rusak yang dengan optimal
4. Masih ada tenaga yang sudah lama menggangu pelayanan 3. Fasilitas computer terbatas
bekerja di ruangan yang masih 4. Jejaring sinyal yang sering
kurang terhadap tanggap pasien. hilang
5. pendidikan yang belum merata 5. Banyak formulir yang harus
antara diploma dan sarjana profesi diisi
6. perawat banyak pengunduran diri 6. Beban kerja tinggi sehingga
7. 7. Tidak ada perawat pengganti perawat bekerja secara terburu
– buru
7. Perawat tidak dapat
memanajemen waktu secara
baik
Oppurtunitie 1. kepala ruangan memiliki indicator 1. Untuk pengadaan sarana dan 1. Perawat dapat mengakses
s kinerja individu untuk melihat prasarana dapat di amprah di dokumentasi melalui
kualitas perawat di ruangan gudang farmasi / logistic komputerisasi
2. pengembangan jenjang karir
dilakukan secara rutinitas untuk
peningkatan PK perawat
3. Ruang perawatan letak strategis
mudah di jangkau.
4. perawat berpeluang melanjutkan
pendidikan
5. perawat dapat meningkatkan skill
untuk menambah keterampilan
Threat 1. Perawat memilih pindah ke RS yang 1. Sarana dan prasarana yang 1. System mudah error
lebih menjanjikan secara finansial kurang memadai membuat 2. Data dokumentasi hilang
2. Potensi complain dikarnakan complain yang berdampak 3. Mudah dilakukan duplikat
kompetensi individu berbeda dengan kepuasaan pasien data
3. perawat banyak diminati oleh RS 2. Biaya pemeliharaan sarana
tetangga dan prasarana meningkat
4. beban kerja yang meningkat membuat membengkaknya
menyebabkan human eror biaya pemeliharaan
5. kebijakan ketenagaan yang berubah
– rubah membuat menghambat
pelayanan keperawatan
Identifikasi Masalah
DATA MASALAH
Perbandingan perawat dengan pasien tidak seimbang 1. Ketenagakerjaan
Jumlah perawat di ruangan ranap 4A sedikit ( 17 perawat),
Australian nursing federation 2009 mengatakan bila jumlah
perawat tidak mencukupi maka beban kerja masing –
masimng perawat akan meningkat.