Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas X
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas X
INDONESIA FASE E
KELAS X
Tujuan Pembelajaran
10.1 Mengevaluasi informasi yang tidak akurat dan bias dalam laporan hasil obsevasi dengan kritis
dan reflektif. Memahami dan menganalisis gagasan dalam laporan hasil observasi dengan kritis
dan refletif.
10.2 Membaca laporan hasil observasi untuk menganalisis fakta dan opini dalam teks.
Mengidentifikasi dan memahami kata-kata dalam konteks ilmiah.
10.3 Menulis laporan hasil observasi dengan runut, sistematis, dan analitis dengan mengutip sumber
rujukan secara etis sebagai sumber informasi pendukung.
10.4 Mempresentasikan laporan hasil observasi dengan runtut dan menggunakan intonasi yang tepat.
Elemen CP yang dituju : menyimak, membaca dan memirsa, menulis, berbicara dan
mempresentasikan
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan ke-1
Kegiatan Pendahuluan (20 Menit)
1. Membuka dengan salam dilanjutkan berdoa
2. Mengecek kehadiran dan kondisi peserta didik
3. Menginformasikan materi yang akan diajarkan dan tujuan pembelajaran
4. Memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik:
a. Seperti apakah laporan hasil observasi yang objektif?
b. Bagaimana menggunakan informasi lain untuk mendukung hasil observasi kalian?
c. Mengapa laporan hasil observasi harus objektif?
Kegiatan Inti (100 Menit)
Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran kolaboratif melalui langkah- langkah
berikut.
1. Guru menyiapkan teks Belalang Anggrek yang sudah dibagi menjadi 4–5 bagian ke dalam amplop
yang berbeda.
2. Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok yang terdiri dari 4–5 anggota.
3. Guru menyampaikan gambaran aktivitas dan penjelasan terkait “tabel prediksi”.
4. Guru memberikan amplop berisi potongan-potongan teks Belalang Anggrek kepada setiap kelompok.
Dalam satu kelompok, setiap peserta didik membacakan isi amplop masing-masing secara bergiliran
dan peserta didik lain menyimak.
5. Setelah seluruh peserta didik membacakan bagian wacananya, peserta didik mengecek tabel
prediksi yang telah diisi dengan informasi yang didapat.
6. Peserta didik mendiskusikan isian tabel prediksi dengan peserta didik lain. Mereka juga dapat bertukar
informasi terkait pernyataan yang didapat.
7. Guru meminta setiap perwakilan kelompok untuk mempresentasikan informasi yang didapat dari
wacana yang diperdengarkan. Peserta didik lain menyimak dan menanggapi dengan kritis jika ada
perbedaan informasi yang disampaikan.
8. Peserta didik diberi apresiasi oleh guru terkait presentasi yang sudah disampaikan.
9. Peserta didik diperbolehkan membuka buku untuk mengecek informasi yang didapat.
10. Guru menayangkan video tentang belalang anggrek di depan kelas, peserta didik juga dapat
mengakses video tersebut dari kode QR yang ada di buku.
11. Peserta didik membandingkan informasi yang didapat dari teks dengan video yang ditonton.
12. Guru mengajak peserta didik untuk mempelajari materi pada aktivitas 2 tentang struktur teks laporan
hasil observasi.
13. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya jika tidak memahami materi
tersebut.
14. Secara individu, peserta didik mengidentifikasi struktur teks Tonggeret.
15. Peserta didik mendiskusikan hasil jawaban mereka dalam kelompok.
16. Beberapa perwakilan peserta didik menyampaikan hasil diskusinya.
17. Guru memberikan apresiasi berupa pujian dan menyampaikan kunci jawaban.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
1. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya atau menyampaikan
pendapat.
2. Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi dalam kegiatan pembelajaran.
3. Guru memberikan motivasi dan informasi terkait materi pertemuan berikutnya.
Pertemuan ke-2
Kegiatan Pendahuluan (20 Menit)
1. Membuka dengan salam dilanjutkan berdoa
2. Mengecek kehadiran dan kondisi peserta didik
3. Menginformasikan materi yang akan diajarkan dan tujuan pembelajaran
4. Mengajak siswa untuk menyusun huruf acak dan menebak arti kata berikut P-O-L-I-G-A-F-U-S
Kegiatan Inti (100 Menit)
1. Guru mengaitkan pemahaman peserta didik terkait struktur teks laporan hasil observasi dengan materi
yang akan dipelajari mengenai struktur laporan hasil obserasi yang disajikan secara ilmiah.
2. Guru menggunakan metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) dalam kegiatan
membaca;
1) Survey: Peserta didik menuliskan judul teks yang akan dibahas.
2) Question: Peserta didik membuat pertanyaan “Adiksimba” (Apa, Di Mana, Kapan, Siapa,
Mengapa, dan Bagaimana) dari judul teks.
3) Read: Peserta didik membaca teks “Mencari Kunang-Kunang di Situ Gunung” dan mencari
jawaban dari pertanyaan yang dibuat.
4) Recite: Peserta didik menuliskan informasi dan frasa penting dari jawaban pertanyaan.
5) Review: Peserta didik membuat ringkasan dari setiap paragraf/bagian teks.
3. Perwakilan peserta didik menyampaikan ringkasan teks untuk kemudian ditanggapi oleh peserta
didik lain jika terdapat perbedaan informasi yang didapatkan.
4. Peserta didik mengidentifikasi perbedaan penggunaan bahasa dan struktur teks laporan hasil observasi
populer dan ilmiah.
5. Guru mengaitkan penggunaan istilah-istilah ilmiah dalam teks “Mencari Kunang-Kunang di Situ
Gunung” dengan materi yang akan dipelajari terkait berbagai cara memahami arti atau makna kata
ilmiah yang jarang diketahui.
6. Peserta didik mempelajari cara-cara memahami arti atau makna kata ilmiah yang jarang
diketahui.
7. Dengan bimbingan guru, peserta didik mengeksplor penggunaan KBBI dan tesaurus daring.
8. Peserta didik mencari arti/makna kata dari beberapa istilah ilmiah yang terdapat di buku siswa dengan
berbagai cara yang sudah dipelajari.
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 2 Blora Guru Mata Pelajaran
Sebagai teks yang bersifat ilmiah, laporan hasil observasi harus menyajikan data yang akurat. Salah satu
cara untuk menyajikan data yang akurat sebagai pendukung hasil observasi, kalian dapat menggunakan
sumber lain baik berupa buku, artikel, maupun sumber digital. Perhatikan kutipan teks berikut
1. Kunang-kunang betina ada yang mempunyai sayap dan tidak mempunyai sayap sehingga tidak selalu
terbang (Borror & White 1970, 37).
2. Esig (1958, 78) menyatakan bahwa spesies kunang-kunang sering ditemukan di daerah dengan
kelembapan tinggi dan hangat, seperti kolam, sungai, payau, lembah, parit, dan padang rumput.
Kedua kalimat tersebut merupakan kutipan tidak langsung yang digunakan oleh penulis. Kutipan tidak
langsung adalah penggunaan pendapat seorang penulis atau tokoh berupa inti sari atau ikhtisar dari pendapat
tersebut. Untuk membuat kutipan tidak langsung, kita harus memahami terlebih dahulu informasi yang akan
dikutip. Setelah itu, tulislah inti dari informasi tersebut dengan menggunakan bahasa sendiri. Kalian juga
dapat mengubah struktur kalimatnya menjadi kalimat pasif atau sebaliknya.
Kutipan tidak langsung yang dituliskan dalam teks dapat menggunakan dua format pada contoh kalimat di
atas. Kalimat pertama mencantumkan sumber kutipan dalam tanda kurung pada akhir kalimat berupa nama
belakang penulis, tahun penerbitan, dan halaman sumber kutipan. Kutipan tersebut diambil dari tulisan
karya Borror dan White tahun 1970 pada halaman 37.
Kalimat kedua mencantumkan nama belakang penulis sumber kutipan di luar tanda kurung dan
mencantumkan tahun dan halaman kutipan dalam tanda kurung. Kutipan tersebut merupakan pernyataan
dari karya yang ditulis Esig tahun 1958 pada halaman 78.
Semua sumber kutipan harus dicantumkan pada daftar pustaka untuk menghindari plagiasi atau pengambilan
karya orang lain tanpa izin. Jika dituliskan dalam daftar pustaka, sumber kutipan tersebut ditulis sebagai
berikut:
Borror DJ, White RE. 1970. Peterson Field Guides: Insects. Boston (US): Houghton Mifflin Company.
Penulisan daftar pustaka mencantumkan nama penulis, tahun terbit, judul buku, kota penerbit, dan nama
penerbit secara berurutan. Jika kalian mengutip sumber dari internet, sumber tersebut dapat ditulis seperti
contoh berikut:
Sumber berupa karya ilmiah
Wijayanti, Anik. 2015. Kajian Habitat dan Aktivitas Kemunculan KunangKunang dengan Observasi
Cuaca Skala Mikro di Kawasan Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi. Skripsi pada
Departemen Geofisika dan Meteorologi FMIPA IPB. https://repository.ipb.ac.id/bitstream/
handle/123456789/75574/G15awi.pdf?sequence=1&isAllowed=y melalui google cendekia.
Diunduh pada tanggal 1 Juli 2020.
Sumber berupa artikel
Trim, Bambang. 2014. “Harga Sebuah Impian Menulis”. Manistebu, 11 April 2014, dilihat 12 April 2014.
<http://manistebu.wordpress.com/2014/04/11/harga-sebuah-impian-menulis/>.
Tanggal pengaksesan penting untuk dicantumkan karena sumber dari internet bersifat dinamis. Artikel
tersebut sewaktu-waktu dapat menghilang atau berubah. Format penulisan kutipan dan daftar pustaka yang
disampaikan di atas menggunakan format Chicago Manual Style (CMS) Edisi ke-16. Selain CMS, terdapat
banyak jenis format penulisan kutipan dan daftar pustaka yang digunakan di seluruh dunia, antara lain APA
(American Psychological Association) dan MLA (Modern Language Association). Setiap lembaga biasanya
menentukan jenis format yang digunakan, termasuk dalam kegiatan lomba karya tulis ilmiah. Jika kalian
akan mengirimkan karya tulis ilmiah, perhatikanlah aturan yang ditetapkan oleh panitia secara saksama.
Lampiran Penilaian Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap
A. Penilaian Pengetahuan
Mengidentifikasi isi dan struktur teks LHO
Teknik Penilaian: Tes Tulis
Bentuk Instrumen: Uraian
Penilaian Harian Teks LHO
Teknik Penilaian: Tes Tulis
Bentuk Instrumen: Pilihan Ganda dan Uraian
Pilihan Ganda
Bacalah teks berikut ini!
Indonesia merupakan paru-paru dunia kedua. Indonesia memiliki hutan lebat yang memberikan banyak
oksigen yang sangat dibutuhkan oleh makluk hidup. Di negara ini terdapat tumbuh-tumbuhan dan hewan yang
khas, seperti matoa, kayu cendana, burung cendrawasih, orang utan, dan komodo.
1. Isi pokok teks Laporan Hasil Observasi di atas adalah …
A. keanekaragaman hewan dan tumbuhan di Indonesia
B. Indonesia sebagai paru-paru dunia
C. Indonesia mempunyai hutan yang lebat
D. terdapat tumbuhan dan hewan yang khas di Indonesia
E. Paru-paru dunia yang memiliki hutan lebat
2. Mengapa Indonesia disebut paru-paru dunia?
A. karena di Indonesia terdapat tumbuh-tumbuhan dan hewan yang khas, seperti matoa, kayu cendana,
burung cendrawasih, orang utan, dan komodo.
B. karena Indonesia memiliki hutan lebat
C. karena Indonesia memiliki hutan lebat yang memberikan banyak oksigen
D. karena Indonesia terdapat oksigen yang dibutuhkan makluk hidup
E. karena di Indonesia terdapat hewan yang khas yaitu komodo
Bacalah teks berikut ini!
Wayang adalah seni pertunjukan yang telah di tetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia.
UNESCO, lembaga yang mengurusi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai
pertunjukan bayangan boneka tersohor berasal dari Indonesia. Wayang merupakan
warisan maha karya dunia yang tidak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible
Heritage of Humanity).
3. Topik yang dibahas dalam teks di atas adalah …
A. Wayang
B. Jenis wayang
C. Pertunjukan wayang
D. Budaya Indonesia
E. Warisa budaya Indonesia
4. Berikut ini pernyataan yang sesuai dengan isi teks di atas adalah ....
A. Pada 7 November 2003 wayang ditetapkan sebagai budaya nasional.
B. UNESCO adalah lembaga yang mengurusi budaya Indonesia.
C. Wayang merupakan seni pertunjukkan yang sangat terkenal di Indonesia.
D. Wayang ditetapkan sebagai pertunjukan bayangan boneka dari Indonesia.
E. Indonesia memiliki berbagai seni pertunjukan yang menjadi warisan maha karya dunia.
5. Karakteristik teks Laporan Hasil Observasi yang dominan dalam teks di atas adalah ….
A. menyajikan sejumlah opini
B. menyajikan sejumlah fakta
C. melaporakan hasil penelitian
D. menggunakan bahasa nonformal
E. menggambarkan keadaan suatu objek
Bacalah teks berikut ini!
(1) Tepi danau itu bersih, tak terlihat sampah yang berhamburan. (2) Tempat sampah disediakan sedemikian
rupa sehingga terjangkau pengunjung. (3) Perahu yang disediakan memadai untuk melayani wisatawan
domestik. (4) Setiap pengunjung diharuskan mematuhi aturan kawasan wisata.
(5) Jika pengunjung melanggar aturan, akan ditegur dengan penuh kearifan.
6. Objek yang diamati pada teks tersebut adalah ....
A. wisatawan
B. tempat sampah
C. perahu
D. danau
E. pengunjung
7. Pada teks di atas kalimat yang melaporkan keadaan objek adalah nomor ....
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)
8. Kekurangan teks laporan hasil observasi di atas adalah ....
A. menyajikan sejumlah fakta
B. hampir semua kalimat berisi pendapat
C. merupakan hasil pengamatan langsung
D. semua kalimat mengandung fakta
E. banyak penulisan yang salah
9. Teks laporan hasil observasi harus disajikan dengan menggunakan bahasa yang jelas, mudah dipahami,
dan tidak berbelit-belit. Hal ini dilakukan untuk menghindari ....
A. kesalahpahaman pembaca
B. keterlibatan tokoh masyarakat
C. kesalahan penulisan
D. penyajian fakta yang kurang tepat
E. penggunaan kata konotasi
10. Berikut ini termasuk ciri-ciri dari teks laporan hasil observasi, kecuali....
A. disusun secara sistematis dan objektif
B. cenderung menggunakan bahasa yang baku
C. menyajikan pendapat tokoh ahli
D. ditulis berdasarkan hasil pengamatan
E. tidak memasukkan hal-hal yang mengandung prasangka, atau pemihakan
Uraian
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan singkat dan jelas!
Jelaskan fungsi teks Laporan Hasil Observasi menurut pendapat kalian!
Skor
Pilihan ganda = 1 X 10, Uraian = 1-5
Nilai = (Jumlah Skor : 15) * 100
B. Penilaian Keterampilan
Menulis teks LHO
Teknik Penilaian: Tes Tulis
Bentuk Instrumen: Penugasan
Mempresentasikan LHO
Bentuk Tes: Lisan
Instrumen: Presentasi
C. Penilaian Sikap
Teknik Penilaian: Observasi
Bentuk Instrumen: Lembar Pengamatan
Kejadian/ Pos/
No Waktu Nama Butir Sikap Tindak Lanjut
Perilaku Neg
1
2
3
4
5
Remedial
Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang CP-nya belum tuntas.
1. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remedial teaching (klasikal), atau tutor sebaya, atau
tugas dan diakhiri dengan tes.
2. Tes remedial dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3 kali tes remedial belum mencapai
ketuntasan, maka remidial dilakukan dalam bentuk tugas tanpa tes tertulis kembali.
Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan dapat mengikuti pembelajaran pengayaan, yaitu
pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.
MODUL BAHASA INDONESIA
“MENGUNGKAPKAN KRITIK SOSIAL BERDASARKAN FAKTA”
Tujuan Pembelajaran
10.5 Menyimak teks anekdot agar dapat mengevaluasi gagasan dan pesan yang disampaikan dalam
teks monolog lawakan tunggal (stand up comedy) secara kritis dan reflektif.
10.6 Membaca dan memirsa teks anekdot agar dapat menilai akurasi dan kualitas data dalam kritik sosial
yang disampaikan berdasarkan berbagai sumber informasi dalam bentuk berita di media cetak
maupun elektronik.
10.7 Menulis teks anekdot dengan informasi yang akurat dan merujuk pada sumber-sumber
informasi yang valid.
10.8 Menyajikan teks anekdot dalam bentuk komik potongan (comic strip) berdasarkan informasi yang
akurat dari hasil penelitian sederhana untuk dipresentasikan di kelas.
Elemen CP yang dituju : menyimak, membaca dan memirsa, menulis, berbicara dan mempresentasikan
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan ke-1
Kegiatan Pendahuluan (20 Menit)
1. Membuka dengan salam dilanjutkan berdoa
2. Mengecek kehadiran dan kondisi peserta didik
3. Menginformasikan materi yang akan diajarkan dan tujuan pembelajaran
4. Memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik:
a. Pesan apa yang ingin disampaikan komikus melalui komik tersebut?
b. Apakah pesan yang disampaikan sesuai dengan realitas yang terjadi atau hanya imajinasi komikus?
c. Apakah komikus sudah menyampaikan pesan dengan cara yang menarik?
d. Jika kalian dapat memberikan masukkan kepada sang komikus, hal apa yang akan kalian
sampaikan?
Pertemuan ke-2
Kegiatan Pendahuluan (20 Menit)
1. Membuka dengan salam dilanjutkan berdoa
2. Mengecek kehadiran dan kondisi peserta didik
3. Menginformasikan materi yang akan diajarkan dan tujuan pembelajaran
4. Meminta perwakilan peserta didik untuk menceritakan kisah lucu atau lawakan tunggal dan
bersama-sama mengidentifikasi struktur teksnya.
Kegiatan Inti (100 Menit)
Pembelajaran dilaksanakan menggunakan metode jigsaw dengan langkahlangkah sebagai berikut.
1. Guru menyampaikan materi terkait pentingnya mencari informasi faktual sebagai dasar dalam
menyampaikan kritik yang dimulai dengan mengidentifikasi fakta dan opini yang terdapat pada teks.
2. Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok asal yang terdiri dari tiga anggota. Setiap peserta
didik dalam kelompok mendapat tiga nomor yang berbeda: 1, 2, dan 3.
3. Peserta didik membuat kelompok ahli yang terdiri dari peserta didik dengan nomor yang sama.
4. Kelompok 1 mengidentifikasi informasi yang terdapat pada komik “Ponsel Mencandu”,
kelompok 2 mengidentifikasi informasi pada teks berita “Pasien Lupa Orang Tua karena
Kecanduan Ponsel”, dan kelompok 3 menelaah informasi pada berita “Pasien Anak Kecanduan
Ponsel Bertambah di RS Jiwa Solo”.
5. Peserta didik kembali ke kelompok asal dan mendiskusikan informasi yang mereka dapatkan dari tiga
teks tersebut menggunakan tabel 2.3 pada buku siswa.
6. Secara bergiliran, perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusinya. Peserta didik
mendapatkan tanggapan dari peserta didik lain.
Pertemuan ke-3
Kegiatan Pendahuluan (20 Menit)
1. Membuka dengan salam dilanjutkan berdoa. Mengecek kehadiran dan kondisi peserta didik
2. Menginformasikan materi yang akan diajarkan dan tujuan pembelajaran
3. Mengajak peserta didik untuk mendiskusikan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan saat
menyampaikan kritik.
Kegiatan Inti (100 Menit)
Pembelajaran dilaksanakan menggunakan metode jigsaw dengan langkahlangkah sebagai
berikut.
1. Guru menyiapkan materi yang sudah dibagi menjadi empat bagian ke dalam amplop yang berbeda.
2. Bagilah peserta didik ke dalam beberapa “kelompok asal” yang terdiri atas empat peserta didik. Setiap
peserta didik dalam satu kelompok diberi nomor 1–4.
3. Peserta didik diminta untuk membentuk “kelompok ahli” yang terdiri dari peserta didik yang
mendapatkan nomor yang sama.
4. Guru memberikan masing-masing satu amplop berbeda kepada setiap “kelompok ahli”.
5. Peserta didik dalam kelompok ahli mempelajari materi yang didapat dalam kelompoknya.
6. Peserta didik kembali membentuk “kelompok asal”.
7. Peserta didik menggabungkan dan mendiskusikan materi yang didapat dari setiap “kelompok ahli”.
8. Setiap perwakilan kelompok mempresentasikan informasi yang didapat.
9. Peserta didik lain menyimak dan menanggapi dengan kritis jika ada perbedaan informasi yang
disampaikan.
Pertemuan ke-4
Kegiatan Pendahuluan (20 Menit)
1. Membuka dengan salam dilanjutkan berdoa
2. Mengecek kehadiran dan kondisi peserta didik
3. Menginformasikan materi yang akan diajarkan dan tujuan pembelajaran
4. Mengajak peserta didik untuk mengubah komik pada kegiatan pemantik sebelumnya menjadi cerita
berbentuk paragraf.
Kegiatan Inti (100 Menit)
Pembelajaran kali ini peserta didik melakukan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning)
yang tidak harus diselesaikan pada satu pertemuan, melalui langkah-langkah sebagai berikut:
1. Peserta didik diajak untuk menjawab pertanyan esensial terkait tema yang diberikan guru.
2. Peserta didik menentukan topik penelitian berdasarkan jawaban-jawaban pertanyaan esensial. Peserta
didik diarahkan untuk memilih topik yang ada di sekitar kehidupan mereka.
3. Peserta didik menyusun rancangan rencana proyek yang berisi tujuan penelitian, target responden, daftar
pertanyaan, teknik pengambilan data, pembuatan instrumen, dan penentuan jadwal kegiatan. Peserta
didik dapat menggunakan tabel 2.4 pada siswa didik untuk merancang hal tersebut.
4. Siswa melakukan pengumpulan data dengan menggunakan instrument yang telah disusun
(angket/wawancara).
5. Siswa mengolah data yang didapat menjadi sebuah teks eksposisi laporan atau infografik.
6. Siswa mendapat masukkan terkait isi dan teknis penulisan dari guru.
7. Siswa merevisi tulisannya sesuai masukkan yang diberikan guru.
8. Siswa memajang hasil tulisannya di meja agar siswa lain dapat memberi masukkan atau
komentar.
9. Siswa diberi apresiasi oleh guru terkait proyek yang sudah dikerjakan.
Pertemuan ke-5
Kegiatan Pendahuluan (20 Menit)
1. Membuka dengan salam dilanjutkan berdoa
2. Mengecek kehadiran dan kondisi peserta didik
3. Menginformasikan materi yang akan diajarkan dan tujuan pembelajaran
4. Mengajak peserta didik mengenal dan mengambil pelajaran dari maestro komik Indonesia, R. A. Kosasih.
Guru juga dapat memperkenalkan karya-karya yang tidak kalah dengan komik superhero dari luar negeri.
Tautan berita: https://gaya.tempo.co/read/419925/r-a-
kosasihlegenda-bapak-komik-indonesia/full&view=ok
5. Mengajak peserta didik untuk mengubah komik pada kegiatan pemantik sebelumnya menjadi
cerita berbentuk paragraf.
Kegiatan Inti (100 Menit)
1. Pembelajaran dilaksanakan dengan kegiatan gallery walk melalui langkah-langkah sebagai berikut.
2. Guru mengajak peserta didik menelaah berbagai infografis atau teks eksposisi hasil penelitian yang
disajikan sebagai stimulus bagi peserta didik untuk membuat teks anekdot.
3. Peserta didik membuat komik potongan sesuai dengan langkah-langkah yang telah dijelaskan pada
buku siswa.
4. Guru memberikan masukkan terkait hasil karya peserta didik.
5. Peserta didik merevisi komik sesuai masukkan yang diberikan guru.
6. Peserta didik memajang hasil karyanya agar peserta didik lain dapat memberi masukkan atau
komentar.
7. Peserta didik diberi apresiasi oleh guru terkait latihan yang sudah dikerjakan.
Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya atau menyampaikan pendapat.
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 2 Blora Guru Mata Pelajaran
Drs. Slamet Joko Waluyo, M.Pd. NIP. 19670430 198802 1 002 Arumndalu Febri Hapsari, S.Pd
NIP.
LAMPIRAN
Lampiran Materi
a. Pengertian anekdot
Pernahkah kalian membaca sebuah cerita lucu sekaligus mengandung kritik atas fenomena sosial yang
terjadi di masyarakat? Teks seperti itu disebut dengan anekdot. Di balik humor atau kelucuan yang
ditampilkan, anekdot memiliki pesan yang diharapkan dapat memberikan pelajaran kepada khalayak ramai.
Oleh karena itu, isi cerita sebuah anekdot harus mengangkat tema atau masalah yang benar-benar terjadi dan
dirasakan masyarakat.
b. Pengertian lawakan tunggal (stand up comedy)
Lawakan tunggal atau komedi tunggal merupakan penyajian lawakan yang dilakukan oleh seorang diri di
atas panggung. Komika, orang yang melakukan lawakan tunggal, menyampaikan sebuah topik dengan cara
bermonolog. Melalui lawakan tunggal, seorang komika berusaha mengungkapkan ketidaksetujuan terhadap
sesuatu, baik berupa kritik sosial yang berdasarkan penelitian maupun kegelisahan diri. Oleh karena itu,
lawakan tunggal disebut juga sebagai komedi cerdas yang menyampaikan pesan bagi para pendengarnya.
c. Struktur teks anekdot
Suatu anekdot dibentuk oleh orientasi, komplikasi, dan evaluasi.
1) Orientasi adalah bagian anekdot yang berisi pengenalan kondisi atau karakter tokoh, penggambaran hal-
hal terkait dengan apa, kapan, di mana, siapa, mengapa, bagaimana, dan gambaran tentang masalah yang
akan dihadapi tokoh. Contoh:
Perkenalkan, saya Didi. Di sini ada kuli bangunan? Wah, berarti saya satu-satunya ya di sini. Ngomong-
ngomong soal liburan, buat kebanyakan orang, liburan itu obat stres, tapi buat saya malah bikin stres.
Datang liburan orang-orang sibuk nyiapin rencana mau liburan ke mana. Saya malah sibuk nyari alasan.
2) Komplikasi berisi masalah yang dihadapi tokoh. Pada bagian ini, penulis menyampaikan puncak cerita
yang mengundang tawa sekaligus kritikan terhadap topik yang diangkat. Bagian ini disebut juga dengan
krisis dan reaksi. Krisis atau komplikasi merupakan bagian yang berisi kekonyolan yang menggelitik dan
mengundang tawa. Tanggapan atau respons atas krisis yang dinyatakan sebelumnya disebut sebagai reaksi.
Reaksi dapat berupa sikap mencela atau menertawakan. Contoh:
Anak saya minta liburan, “Pak, ingin ke Dufan.”
“Nak, Jakarta banjir.”
“Ya udah Pak, ke Tangkuban Perahu.”
“Nak, perahunya bocor.”
“Ah bilang aja, Bapak gak punya uang.”
“Cerdas!”
3) Evaluasi berisi komentar terhadap isi atau pesan dari fenomena yang telah diceritakan. Bagian ini
disebut juga sebagai koda. Namun, bagian ini bersifat pilihan; dapat ada ataupun tidak ada. Contoh: Anak
saya itu memang jarang liburan.
d. Mengidentifikasi fakta dan opini dalam teks anekdot
Sebagai teks yang berisi fenomena sosial yang benar-benar terjadi di masyarakat, anekdot tidak dapat lepas
dari keakuratan sumber informasi atau fenomena yang diangkat. Kita harus memiliki sumber informasi yang
memadai agar dapat menentukan apakah informasi yang disampaikan berupa fakta, opini, atau asumsi.
Dengan membandingkan beberapa informasi yang didapatkan, kita dapat memperoleh informasi yang lebih
akurat dan bertanggung jawab saat menyampaikan kritik. Kita dapat memulainya dengan menganalisis fakta
dan opini yang terdapat pada teks anekdot atau teks lain yang mengandung kritik sosial dengan sumber lain
yang mendukungnya. Fakta adalah hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-
benar ada atau terjadi, sedangkan opini adalah pendapat; pikiran; pendirian seseorang terhadap sesuatu dan
bersifat subjektif. Kita dapat menentukan apakah informasi yang terdapat dalam teks itu fakta atau opini
dengan mencari referensi data yang valid terkait informasi tersebut.
Perbedaan fakta dan opini dapat dilihat dari tabel berikut:
e. Membuat Komik
Selain dalam bentuk tulisan atau lisan, anekdot juga dapat disampaikan melalui grafis atau gambar, salah
satunya melalui komik. Di bagian sebelumnya, siswa sudah melihat beberapa contoh komik yang memuat
unsur humor sekaligus kritik.
Ada berbagai jenis komik, salah satu yang sering digunakan adalah komik potongan atau comic strip. Komik
ini biasanya terdiri atas empat panel (dapat kurang atau lebih) bukan berbentuk buku. Panel adalah satu
bingkai atau kotak pada komik yang berisi satu adegan saja. Pada kegiatan sebelumnya, siswa sudah
melakukan penelitian sederhana dan menuangkannya dalam bentuk teks eksposisi laporan.Gunakanlah hasil
penelitian tersebut sebagai bahan untuk menyampaikan kritik sosial dalam bentuk komik potongan. Ikutilah
langkah-langkah berikut untuk membuat komik potongan.
a. Tentukanlah cerita yang akan kalian tuangkan dalam komik tersebut.
Contoh: Penggunaan Masker untuk Semua
Pada suatu hari seorang ibu dan anaknya yang masih kecil pergi berbelanja ke toko buku untuk membeli
perlengkapan prakarya. Tibatiba sang anak melihat petugas razia masker. Semua pengunjung pasar
harus menggunakan masker karena sedang terjadi penyebaran virus yang berbahaya. Pada saat itu, sang
ibu sudah memakai masker tetapi sang anak tidak. Ia berpikir bahwa masker hanya wajib digunakan
oleh orang dewasa. Namun, sang anak menimpali, “memangnya virus tidak menyerang anak kecil?”
Sang ibu pun mencari cara agar anaknya tidak di razia. Saat melihat isi tas belanjaan mereka, sang ibu
pun mendapat ide untuk menggunakan solatip sebagai masker untuk anaknya. Ia berpikir bahwa itu
adalah ide yang solutif. Ketika mereka bertemu petugas razia, petugas razia kaget dan menegur ibu
tersebut. Petugas menyampaikan bahwa masker wajib dipakai oleh orang dewasa maupun anak-anak
b. Ubahlah cerita yang siswa miliki ke dalam naskah komik. Karena panel yang akan digunakan terbatas,
maka siswa harus memilih adeganadegan inti dalam cerita tersebut.
c. Buatlah sketsa gambar. Siswa dapat menggambar sendiri komik yangakan dibuat. Siswa juga dapat
menggunakan foto-foto sendiri yang gerakannya disesuaikan dengan rencana naskah yang dibuat.
Lampiran Penilaian Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap
A. Penilaian Pengetahuan
Mengidentifikasi struktur teks Anekdot
Teknik Penilaian: Tes unjuk kinerja
Bentuk Instrumen: Tugas dan rubrik penilaian
Sumber: www.satuharapan.com
15. Pernyataan berikut ini yang sesuai dengan Gambar 1 adalah ….
A. Gambar 1 merupakan cerita anekdot karena ada unsur sindiran
B. Gambar 1 berisi cerita lucu yang menyindir seorang pembeli
C. Gambar 1 merupakan sindiran yang sifatnya menghibur
D. Gambar 1 merupakan cerita lucu yang imajinatif
E. Gambar 1 membahas tokoh penting
16. Pesan yang terdapat pada Gambar 2 adalah ….
A. Sindiran terhadap politisi yang membeli hak pilih rakyat
B. Kritik terhadap pemilu yang tidak menihak rakyat
C. Masyarakat yang selalu membutuhkan uang
D. Semakin banyak orang-orang miskin di Indonesia
E. Pemilu semakin ramai dan membutuhkan banyak uang
17. Persamaan kedua gambar tersebut adalah ….
A. mengandung pesan tersirat
B. merupakan cerita singkat yang lucu
C. isinya tidak memihak
D. tidak ada unsur humor
E. membahas tokoh terkenal
18. Perbedaan kedua gambar tersebut adalah ….
Gambar 1 Gambar 2
A. merupakan cerita lucu merupakan cerita rekaan
B. berdasarkan kejadian nyata berdasarkan hasil imajinasi
C. terdapat pesan tersirat terdapat sindiran
D. berisi cerita lucu terdapat pesan tersirat
E. merupakan cerita rekaan merupakan cerita jenaka
19. Berikut ini yang merupakan persamaan anekdot dengan humor adalah ….
A. mengandung sindiran
B. memiliki pesan tersirat
C. berupa cerita lucu
D. bertujuan untuk menghibur
E. menggunakan bahasa baku
20. Berikut ini yang membedakan anekdot dengan humor adalah ....
A. merupakan cerita rekaan
B. berisi cerita lucu
C. berdasarkan kejadian nyata
D. bersifat pralogis
E. terdapat unsur sindiran
B. Penilaian Keterampilan
Menulis teks Anekdot Teknik
Penilaian: Tes Tulis
Bentuk Instrumen: Penugasan
Remedial
Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang CP-nya belum tuntas.
1. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remedial teaching (klasikal), atau tutor sebaya,
atau tugas dan diakhiri dengan tes.
2. Tes remedial dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3 kali tes remedial belum mencapai
ketuntasan, maka remidial dilakukan dalam bentuk tugas tanpa tes tertulis kembali.
Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan dapat mengikuti pembelajaran pengayaan, yaitu
pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.
MODUL BAHASA INDONESIA
“MENYUSURI NILAI DALAM CERITA LINTAS ZAMAN”
Tujuan Pembelajaran
10.9 Menyimak hikayat yang dibacakan oleh orang lain untuk memahami dan
menganalisis2pesan dalam teks narasi berbentuk hikayat.
10.10 Membaca untuk menilai dan mengkritisi karakterisasi dan plot pada hikayat dan cerpen serta
mengaitkannya dengan nilai-nilai kehidupan yang berlaku pada masa lalu dan sekarang.
10.11 Menulis ulang teks hikayat dengan bahasa sehari-hari secara kreatif.
10.12 Menyajikan teks narasi dalam bentuk monolog secara runut dan kreatif. Elemen CP
yang dituju : menyimak, membaca dan memirsa, menulis, berbicara dan mempresentasikan
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan ke-1
Kegiatan Pendahuluan (20 Menit)
1. Membuka dengan salam dilanjutkan berdoa
2. Mengecek kehadiran dan kondisi peserta didik
3. Menginformasikan materi yang akan diajarkan dan tujuan pembelajaran
4. Memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik:
a. Apa yang kalian ketahui tentang hikayat?
b. Apa yang dimaksud dengan nilai dalam hikayat?
c. Apa yang membedakan hikayat dengan cerpen?
Kegiatan Inti (100 Menit)
Pembelajaran menggunakan metode cooperative script (naskah kooperatif) dengan langkah- langkah
sebagai berikut.
1. Peserta didik membentuk kelompok berpasangan. Peserta didik menyimak teks “Hikayat Sa- ijaan dan
Ikan Todak” dan mengisi tabel yang terdapat pada buku siswa dan membuat ringkasan.
2. Peserta didik dibimbing guru menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa
yang berperan sebagai pendengar
3. Pembicara membacakan isian tabel dan ringkasan, sedangkan pendengar
menyimak/mengoreksi apa yang disampaikan pembicara.
4. Peserta didik bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar jadi pendengar dan
sebaliknya.
5. Peserta didik diberi kesempatan untuk menyampaikan kendala yang dihadapi saat menyimak teks
hikayat.
6. Peserta didik menjawab pertanyaan pada kegiatan 2 dan membahasnya bersama guru.
7. Beberapa perwakilan peserta didik menyampaikan hasil analisisnya dan peserta didik lain
menanggapi.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi dalam kegiatan pembelajaran.
2. Guru memberikan motivasi dan informasi terkait materi pertemuan berikutnya.
Pertemuan ke-2
Kegiatan Pendahuluan (20 Menit)
1. Membuka dengan salam dilanjutkan berdoa
2. Mengecek kehadiran dan kondisi peserta didik
3. Menginformasikan materi yang akan diajarkan dan tujuan pembelajaran.
4. Menanyakan kepada peserta didik tentang tokoh favorit mereka, baik dalam cerpen, novel, maupun
film.
Kegiatan Inti (100 Menit)
Pembelajaran dilaksanakan menggunakan metode kepala bernomor bersama (numbered head
together) dengan langkah-langkah sebagai berikut.
1. Peserta didik mendapatkan pengantar materi terkait karakterisasi dan plot dalam hikayat serta cerpen
dari guru atau sumber lainnya.
2. Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap peserta didik dalam kelompok mendapat
nomor yang berbeda. Peserta didik dalam kelompok mendapat tugas membaca teks dan menjawab
pertanyaan untuk mengetahui karakterisasi dan plot dalam teks hikayat.
3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat
mengerjakannya serta menjelaskan alasannya dengan tepat.
4. Peserta didik dipanggil secara acak untuk melaporkan hasil kerja sama mereka.
5. Peserta didik mendapatkan tanggapan dari peserta didik lain.
6. Peserta didik dengan nomor lain melaporkan hasil kerja samanya.
7. Peserta didik dan guru menyimpulkan jawaban dan mengaitkannya dengan materi yang
disampaikan di awal.
8. Peserta didik mempelajari materi terkait mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam teks
hikayat.
9. Peserta didik mengidentifikasi nilai-nilai yang terdapat dalam teks hikayat.
10. Peserta didik dan guru membahas latihan yang diberikan.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
1. Peserta didik diberi apresiasi oleh guru terkait latihan yang sudah dikerjakan.
2. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya atau menyampaikan
pendapat. Peserta didik dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
Pertemuan ke-3
Kegiatan Pendahuluan (20 Menit)
1. Membuka dengan salam dilanjutkan berdoa. Mengecek kehadiran dan kondisi peserta didik
2. Menginformasikan materi yang akan diajarkan dan tujuan pembelajaran
3. Mengajak peserta didik untuk menceritakan kebiasaan mereka mulai dari bangun tidur hingga sampai
di sekolah dengan menggunakan alur mundur.
Kegiatan Inti (100 Menit)
Pembelajaran dilaksanakan menggunakan metode tiga menit ulas (three minutes review) dengan langkah-
langkah sebagai berikut.
1. Peserta didik dibagi ke dalam kelompok yang masing-masing beranggotakan empat orang.
2. Peserta didik memahami aturan main aktivitas pembelajaran yang disampaikan guru.
3. Peserta didik menyimak dengan saksama penjelasan materi yang disampaikan guru.
4. Setiap tiga menit, guru berhenti menjelaskan dan meminta setiap peserta didik dalam
kelompok menjelaskan materi yang sudah disampaikan.
5. Beberapa perwakilan peserta didik diminta untuk menyampaikan informasi yang dipahaminya.
6. Peserta didik menyimak penjelasan materi. Setiap tiga menit berhenti untuk menyampaikan materi
yang dipahaminya kepada teman satu kelompok. Begitu seterusnya sampai materi selesai dijelaskan.
7. Beberapa perwakilan peserta didik diminta menyampaikan materi yang diketahuinya. Peserta didik
lain dapat menambahkan atau memperbaiki jika ada kesalahan pemahaman.
8. Peserta didik diperbolehkan membuka buku untuk mengecek informasi yang didapat.
9. Peserta didik diminta untuk mengubah kutipan teks hikayat ke dalam bahasa cerpen.
10. Peserta didik dan guru membahas jawaban peserta didik.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
1. Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik.
2. Peserta didik dan guru menyimpulkan pembelajaran.Guru menutup pembelajaran.
Pertemuan ke-4
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
1. Membuka dengan salam dilanjutkan berdoa
2. Mengecek kehadiran dan kondisi peserta didik
3. Menginformasikan materi yang akan diajarkan dan tujuan pembelajaran
4. Mengajak siswa untuk membuat sebuah cerita lisan berantai dari sebuah foto/gambar/benda yang ada
di kelas.
Kegiatan Inti (105 Menit)
Pembelajaran dilakukan menggunakan bantuan peta konsep dengan langkah-langkah sebagai berikut.
1. Peserta didik menyimak penjelasan guru mengenai langkah-langkah pembuatan kerangka cerita
menulis kembali teks hikayat dengan menggunakan peta konsep atau peta pikiran.
2. Peserta didik membuat peta konsep cerita yang akan ditulis.
3. Peserta didik membuat draf dengan mengembangkan ide pada peta konsep.
4. Peserta didik diberi masukan terkait isi dan teknis penulisan.
5. Peserta didik merevisi tulisannya sesuai dengan masukan yang diberikan guru.
6. Peserta didik memajang hasil tulisannya di meja agar peserta didik lain dapat memberi
masukan atau komentar.
7. Peserta didik diberi apresiasi oleh guru terkait latihan yang sudah dikerjakan.
8. Peserta didik bertanya atau menyampaikan pendapat.
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 2 Blora Guru Mata Pelajaran
Drs. Slamet Joko Waluyo, M.Pd. NIP. 19670430 198802 1 002 Arumndalu Febri Hapsari, S.Pd.
NIP. -
LAMPIRAN
Lampiran Materi
a. Hakikat Hikayat
Hikayat adalah salah satu bentuk prosa lama yang menceritakan kehebatan atau kepahlawanan seseorang
yang memiliki kekuatan di luar nalar.
Menurut KBBI, Hikayat adalah karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, bersifat
rekaan yang dibaca untuk pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar meramaikan pesta.
Proses penyebaran dan perkembangan hikayat terjadi secara turun-temurun melalui
penyampaian lisan sehingga dapat tersebar ke pelosok negeri.
b. Jenis Hikayat
c. Struktur Hikayat
d. Karakteristik Hikayat
e. Contoh Teks Hikayat
7. Nilai yang dicerminkan para putri dalam kutipan hikayat di atas adalah ….
A. para putri tidak seharusnya menyuruh inangnya
B. para putri dapat melakukan apapun pada pelayannya
C. para putri yang malas dan suka menyuruh-nyuruh untuk dilayani
D. para putri menjadi nakal dan malas karena punya banyak pelayan
E. para putri yang selalu bergantung pada inang pengasuh
8. Nilai yang tercermin dalam hikayat di atas adalah nilai ….
A. moral
B. pendidikan
C. budaya
D. agama
E. sosial
9. Berikut ini jenis hikayat menurut isinya adalah ….
A. dongeng
B. mite
C. sage
D. epos
E. legenda
10. Berikut ini yang membedakan hikayat dan cerpen, kecuali ....
A. banyak menggunakan sudut pandang orang pertama
B. berkisah tentang kejayaan masa lampau
C. menggunakan bahasa Melayu dan kata arkais
D. merupakan cerita yang bersifat imajinatif
E. bercerita tentang kebaikan melawan kejahatan
11. Pada teks 1 pernyataan yang menggambarkan tokoh Batara Guru berwatak peduli pada orang lain
terdapat pada kalimat nomor ....
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)
12. Pada teks 1 kata titah memiliki arti ….
A. perintah
B. perkataan
C. permintaan
D. keinginan
E. menuntun
13. Amanat yang ingin disampaikan dalam teks 2 adalah ....
A. Meski telah merdeka dan hidup di era modern, tetap harus menjaga sopan santun.
B. Bila memberikan minuman kepada majikan harus berjongkok dan berlaku sopan.
C. Jangan memberikan sesuatu kepada majikan dengan berdiri dan mulut terbuka.
D. Hormat dan santunlah hanya kepada orang-orang yang masih berdarah ningrat.
E. Bantulah orang-orang yang dalam ketakutan atau sedang sakit.
14. Kata dia yang digaris bawah dalam teks 2 merupakan kata ganti dari ....
A. Trimah
B. Suryono
C. Jeanette
D. Ndoro Den Ayu Suryo
E. Tamu
15. Pernyataan yang benar sesuai dua teks di atas adalah ....
Teks 1 Teks 2
A. Menggunakan bahasa Melayu Kata-katanya sulit dipahami
B. Mencerminkan nilai budaya Mencerminkan nilai moral
C. Menceritakan kisah masa lalu Menceritakan kisah kepahlawanan
D. Banyak terdapat kata arkais Menggunakan bahasa sehari-hari
E. Bahasanya mudah dipahami Bahasanya tidak berbelit
C. Penilaian Sikap
Teknik Penilaian: Observasi
Bentuk Instrumen: Lembar Pengamatan
Kejadian/ Pos/
No Waktu Nama Butir Sikap Tindak Lanjut
Perilaku Neg
1
2
3
4
5
Remedial
Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang CP-nya belum tuntas.
1. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remedial teaching (klasikal), atau tutor sebaya,
atau tugas dan diakhiri dengan tes.
2. Tes remedial dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3 kali tes remedial belum mencapai
ketuntasan, maka remidial dilakukan dalam bentuk tugas tanpa tes tertulis kembali.
Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan dapat mengikuti pembelajaran pengayaan, yaitu
pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.
MODUL BAHASA INDONESIA
“BELAJAR MENJADI NEGOSIATOR ULUNG”
Tujuan Pembelajaran
10.13 Mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, atau pesan dalam teks
negosiasi berbentuk dialog secara akurat, kritis, dan reflektif.
10.14 Menilai akurasi dan kualitas data dalam teks negosiasi dengan menggunakan informasi pada
teks deskripsi sebagai pembanding.
10.15 Mengalihwahanakan teks berbentuk dialog ke bentuk naratif secara logis, kreatif, dan
menggunakan alur yang runtut.
10.16 Menyajikan gagasan, pikiran, pandangan, atau pesan dalam bentuk dialog secara runtut, kreatif,
dan dengan menggunakan metode yang tepat.
Elemen CP yang dituju : menyimak, membaca dan memirsa, menulis, berbicara dan mempresentasikan
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan ke-1
Kegiatan Pendahuluan (20 Menit)
1. Membuka dengan salam dilanjutkan berdoa
2. Mengecek kehadiran dan kondisi peserta didik
3. Memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik:
a. Apa yang kalian ketahui tentang kegiatan negosiasi?
b. Apa saja hal yang perlu diperhatikan dalam bernegosiasi?
c. Apa ciri-ciri atau karakteristik teks negosiasi?
Kegiatan Inti (100 Menit)
Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode Diskusi Kelompok melalui langkah- langkah
sebagai berikut.
1. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran dari guru dan mempersiapkan diri untuk belajar.
2. Peserta didik menyimak penjelasan materi, rencana pembelajaran, dan langkah-langkah kegiatan
pembelajaran sesuai dengan metode Diskusi Kelompok dari guru.
3. Peserta didik membentuk kelompok yang terdiri atas 4–5 anggota. Setiap anggota kelompok
melakukan pembagian tugas.
4. Peserta didik menyimak teks negosiasi melalui pembacaan teks oleh salah seorang peserta didik atau
melalui rekaman yang diberikan guru.
5. Peserta didik menyimak pembacaan teks negosiasi secara berkelompok.
6. Setelah menyimak teks, peserta didik berdiskusi menjawab pertanyaan yang diberikan guru.
7. Guru memantau dan membimbing pelaksanaan diskusi kelompok peserta didik.
8. Guru mengevaluasi efektivitas diskusi dan keaktifan setiap anggota kelompok.
9. Peserta didik menentukan giliran presentasi melalui permainan lempar bola.
10. Peserta didik secara bergantian mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.
11. Peserta didik dari kelompok lain dapat memberikan tanggapan, kritik, dan masukan saran.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
1. Guru memberikan apresiasi pada hasil kerja kelompok peserta didik.
2. Peserta didik dan guru menyimpulkan pembelajaran.
3. Guru menutup pembelajaran.
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 2 Blora Guru Mata Pelajaran
Drs. Slamet Joko Waluyo, M.Pd. NIP. 19670430 198802 1 002 Arumndalu Febri Hapsari, S.Pd.
NIP. -
LAMPIRAN
Lampiran Materi
Lampiran 1: Materi
a. Ciri Teks Negosiasi
Negosiasi adalah proses tawar-menawar antara dua belah pihak dengan tujuan mencapai sebuah
kesepakatan bersama.
c. Strategi Bernegosiasi
d. Contoh Teks Negosiasi
Membeli Sepatu
Penjual : “Beli sepatu, Mas. Silakan dilihat-lihat.”
Pembeli : “Pak, saya mau beli sepatu ini, berapa harganya?” Penjual :
“Oh, silakan. Sepatu yang itu harganya 300 ribu, Mas.” Pembeli :
“Wah, apa harganya boleh saya tawar, Pak?”
Penjual : “Hmmm, boleh. Mau nawar berapa, Mas?”
Pembeli : “Kalau 200 ribu, gimana Pak?”
Penjual : “Waduh, harga segitu terlalu rendah, Mas. Maaf, belum bisa.”
Pembeli : “Kalau saya naikkan jadi 250 ribu gimana?”
Penjual : “Naikkanlah lagi, Mas, agar bisa menutup modal.” Pembeli :
“Ya, paling saya hanya bisa sampai 270 ribu, Pak.” Penjual : “Ehmmm,
ya, sudahlah. Yang penting laku terjual walau untung sedikit. Saya
bungkus dulu ya, Mas.”
Pembeli : “Terima kasih, Pak. Ini uangnya.”
Lampiran Penilaian Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap
A. Penilaian Pengetahuan
Mengidentifikasi Teks Negosiasi
Teknik Penilaian: Tes Tertulis
Bentuk Instrumen: Uraian
Membandingkan Teks
Teknik Penilaian: Tes Tertulis
Bentuk Instrumen: Uraian
Penilaian Harian Negosiasi
Teknik Penilaian: Tes Tulis
Bentuk Instrumen: Pilihan Ganda dan Uraian
Pilihan Ganda
Cermati teks negosiasi di bawah ini!
(1) Lukman : Yani nitip mobil sama lu ya, Njar?
(2) Anjar : Iya nih, kok tau?
(3) Lukman : Gue naksir sama mobilnya. Yani bilang suruh nawar ke lu aja.
(4) Anjar : Oh gitu. Mau nawar nih ceritanya?
(5) Lukman : Ya maunya sih gitu. Mahal cuy lu pasang harganya. Masa 135 jt, harga barunya aja ngga
nyampe 150 jt.
(6) Anjar : Lu tau sendiri tu mobil baru beberapa bulan dan jarang dipake. Ya cuma pernah nabrak aja, lecet
dikit udah dipoles.
(7) Lukman : 120 aja deh. Itung-itung sama temen.
(8) Anjar : Yaelah belum boleh kalo segitu.
(9) Lukman : 125 deh, gue tambah 500 rebu buat lu.
(10) Anjar : Segitu belum bisa, Man.
(11) Lukman : Yani pasti mau deh kalo 125, bilang aja gue yang beli.
(12) Anjar : Ngga bisa, soalnya tu mobil peleknya baru ganti. Tambahlah dikit lah.
(13) Lukman : Oke. Kalo 127 gimna?
(14) Anjar : 127?
(15) Lukman : Iya 127, nanti gue tambah deh 500 buat lu.
(16) Anjar : Okedeh, gue lapor dulu ke Yani.
(17) Lukman : Oh iya, Njar. Kalo gue banyar pake mobil gue dulu gimana?
(18) Anjar : Mobil lu yang merah itu?
(19) Lukman : Iya. Ceritanya tu mobil lagi ditawar 100 jt, belum gue kasih.
(20) Anjar : Beh, gue aja dikasih 90 ogah beli tu mobil. Haha becanda. Yaudah deh mobil lu nanti gue sita
dulu sampe laku. Tapi lu bayar dulu yang 27.
(21) Lukman : Siap bro! Besok gue bawa mobil plus uangnya.
(22) Anjar : Jangan lupa jatah gue.
(23) Lukman : Beres.
1. Siapa yang melakukan negosiasi pada teks tersebut?
a. Anjar
b. Lukman dan Anjar
c. Yani dan Anjar
d. Lukman dan Yani
e. Anjar, Lukman, dan Yani
2. Topik yang dibahas dalam negosiasi tersebut adalah ....
a. harga mobil bekas
b. mobil bekas
c. membeli mobil bekas
d. menawarkan mobil
e. penjual mobil
3. Kalimat yang menandakan ketidaksetujuan terdapat pada nomor ....
a. (5), (6), (8)
b. (5), (8), (12)
c. (7), (9), (11)
d. (8), (10), (12)
e. (10), (12), (14)
4. Kalimat yang menandakan persetujuan Anjar terdapat pada nomor ....
a. (10), (14)
b. (12), (16)
c. (14), (18)
d. (16), (20)
e. (17), (21)
5. Kesepakatan apa yang dicapai dalam negosiasi tersebut?
a. Lukman membeli mobil dengan harga 127 juta dengan jaminan mobil miliknya seharga 100 juta.
b. Lukman membeli mobil dengan harga 127 juta dengan syarat membayar lunas.
c. Lukman membeli mobil dengan harga 125 juta dengan syarat memberikan tambahan uang 500 ribu
untuk Anjar sebagai uang terima kasih.
d. Lukman membeli mobil seharga 27 juta dengan syarat memberikan bonus 500 ribu untuk Anjar
sebagai uang terima kasih.
e. Lukman membeli mobil seharga 127 juta dengan syarat memberikan bonus 500 ribu untuk Anjar
sebagai uang terima kasih.
6. Menurut teks tersebut apa strategi yang dilakukan Yani dalam bernegosiasi?
a. melibatkan pihak ketiga
b. membuat agenda
c. memberikan jaminan
d. melakukan manipulasi
e. memberikan syarat
Uraian
16. Bacalah teks di bawah ini kemudian berikan komentar dan evaluasi berdasarkan struktur dan isi
teks!
Belajar Kelompok
Ari : Kita belajar kelompok ya nanti malam di rumahku. Hasan :
Ide bagus. Tapi, rumahmu kan jauh. Di rumahku saja ya. Ari : Pakai
motorlah. Paling cuma setengah jam.
Hasan : Motorku lagi di bengkel, nih. Bapak juga lagi ngga di rumah. Ari
: Gimana ya...
Hasan : Ayolah, nanti aku sediakan makanan deh yang banyak. Ari
: Ridwan dan Bagas gimana?
Hasan : Gampang, mereka kalau denger ibuku buat kue pasti dateng. Ari
: Wah, kalau ada kue ibumu siapa yang bisa nolak.
Hasan : Iya dong. Setuju, nih?
Ari : Laksanakan!
Skor
Pilihan Ganda : 1 soal = 1
Uraian : maksimal 5
Nilai = Jumlah Skor x 5
B. Penilaian Keterampilan
Menulis Kembali Teks Hikayat
Teknik Penilaian: Tes Tulis
Bentuk Instrumen: Penugasan
Menulis Ulang Teks Hikayat
Bentuk Tes: Lisan Instrumen:
Unjuk Kerja
Pedoman penilaian menceritakan ulang hikayat
NO KRITERIA PENILAIAN SKOR
Isi
a. Lengkap dan terinci 4
1 b. Lengkap tetapi kurang terinci 3
c. Kurang lengkap dan terinci 2
d. Kurang lengkap dan kurang terinci 1
Organisasi
a. Teratur dan logis 4
2 b. Teratur tetapi tidak logis 3
c. Kurang teratur dan logis 2
d. Kurang teratur dan kurang logis 1
Pilihan kata
a. Tepat 3
3
b. Kurang tepat 2
c. Tidak tepat 1
4 Kalimat
NO KRITERIA PENILAIAN SKOR
a. Mudah dipahami 3
b. Sedikit sulit dipahami 2
c. Sulit dipahami 1
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
Nilai = 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 x 100
C. Penilaian Sikap
Teknik Penilaian: Observasi
Bentuk Instrumen: Lembar Pengamatan
Kejadian/ Pos/
No Waktu Nama Butir Sikap Tindak Lanjut
Perilaku Neg
1
2
3
4
5
Remedial
Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang CP-nya belum tuntas.
1. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remedial teaching (klasikal), atau tutor sebaya,
atau tugas dan diakhiri dengan tes.
2. Tes remedial dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3 kali tes remedial belum mencapai
ketuntasan, maka remidial dilakukan dalam bentuk tugas tanpa tes tertulis kembali.
Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan dapat mengikuti pembelajaran pengayaan, yaitu
pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.
MODUL BAHASA INDONESIA
“MEMETIK KETELADANAN DARI BIOGRAFI PAHLAWAN”
Tujuan Pembelajaran
10.17 Memahami dan menganalisis informasi berupa ide pokok serta ide penjelas dari teks biografi
secara akurat dan kritis
10.18 Menganalisis teks rekon untuk menemukan gagasan, pikiran, atau pesan yang tersurat dan tersirat.
10.19 Menulis teks biografi untuk berbagai tujuan secara logis dan kreatif.
10.20 Menyajikan teks biografi secara tuntut, logis, dan kreatif
Elemen CP yang dituju : menyimak, membaca dan memirsa, menulis, berbicara dan mempresentasikan
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan ke-1
Kegiatan Pendahuluan (20 Menit)
1. Membuka dengan salam dilanjutkan berdoa
2. Mengecek kehadiran dan kondisi peserta didik
3. Guru dapat mengajukan beberapa pertanyaan pemantik misalnya sebagai berikut. Apakah peserta didik
pernah menyimak teks biografi dari youtube, podcast, atau rekaman? Apa pokok- pokok informasi yang
siswa dapatkan dari kegiatan menyimak tersebut? Apa saja yang harus diperhatikan agar siswa dapat
menyimak suatu teks dengan baik?
Kegiatan Inti (100 Menit)
1. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif melalui langkah-
langkah sebagai berikut.
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan motivasi.
3. Peserta didik menyimak penjelasan guru terkait tahap-tahap pembelajaran sesuai dengan metode
pembelajaran kooperatif.
4. Peserta didik membentuk kelompok yang terdiri atas 4–5 peserta didik.
5. Ketua kelompok menetapkan pembagian tugas masing-masing anggota kelompok.
6. Ketua kelompok membacakan teks “Biografi Ki Hadjar Dewantara: Bapak Pendidikan Indonesia” atau
guru dapat memperdengarkan teks biografi yang sudah direkam sebelumnya.
7. Peserta didik lain menyimak secara intensif dan saksama pembacaan teks biografi tersebut.
8. Secara berkelompok, peserta didik berdiskusi menjawab beberapa pertanyaan terkait teks.
9. Guru memantau, membimbing, dan mengevaluasi aktivitas diskusi peserta didik.
10. Peserta didik selanjutnya mempresentasikan hasil diskusi kelompok masingmasing secara
bergantian melalui permainan lempar bola.
11. Peserta didik kelompok lain memberikan tanggapan, kritik, dan masukan saran.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
1. Peserta didik dan guru menyimpulkan pembelajaran.
2. Guru memberikan penghargaan pada kelompok atau anggota kelompok terbaik.
3. Guru menutup pembelajaran.
Pertemuan ke-2
Kegiatan Pendahuluan (20 Menit)
1. Membuka dengan salam dilanjutkan berdoa
2. Mengecek kehadiran dan kondisi peserta didik
3. Menginformasikan materi yang akan diajarkan dan tujuan pembelajaran.
4. Guru dapat menanyakan tentang karakter, sikap, pemikiran, perkataan, tindakan, dan perkataan tokoh
dalam teks yang pernah dibaca. Guru juga dapat bertanya apa yang peserta didik ketahui tentang teks
rekon. Bagaimana perbedaan teks rekon dengan teks biografi?
Bagaimana bentuk dan ciriciri teks rekon?
Kegiatan Inti (100 Menit)
Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran Saling Kunjung Karya melalui
langkah-langkah sebagai berikut.
1. Guru melakukan apersepsi tentang teks rekon dan memberikan pengantar tentang pemikiran,
pandangan, dan sikap tokoh dalam teks rekon.
2. Peserta didik menyimak penjelasan guru terkait tujuan pembelajaran, arahan, dan langkah- langkah
pembelajaran sesuai metode Saling Kunjung Karya.
3. Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 4-5 anggota. Dalam
setiap kelompok dipilih dua orang yang akan ditunjuk sebagai duta kunjung.
4. Peserta didik dalam kelompok mendapat tugas membaca teks secara intensif dan menjawab
pertanyaan untuk mengetahui gagasan, pemikiran, sikap, dan pesan dalam teks
5. Guru memberi motivasi, memantau, memberikan bimbingan, dan memastikan semua anggota aktif
berkolaborasi mengerjakan tugas.
6. Setelah semua kelompok selesai mengerjakan, dua orang anggota masing-masing kelompok diberikan
tugas untuk menjadi duta dan bertamu kepada kelompok lain. Sementara itu, anggota kelompok
sisanya harus diam berada di kelompoknya untuk menerima dan menjamu kedatangan duta kelompok
lain.
7. Setelah selesai, masing-masing duta kembali ke kelompoknya untuk membagikan informasi hasil
kerja kelompok lain.
8. Setelah itu, masing-masing kelompok peserta didik mempresentasikan hasil kerja
kelompoknya.
9. Setiap peserta didik dapat memberikan tanggapan atau masukan dan saran.
10. Guru menyampaikan masukan dan penjelasan terkait gagasan, pikiran, dan pesan yang
terkandung daalm teks.
11. Peserta didik diberi apresiasi oleh guru terkait tugas yang sudah dikerjakan.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
1. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya atau menyampaikan
pendapat.
2. Peserta didik dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
3. Guru menutup pembelajaran.
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 2 Blora Guru Mata Pelajaran
Drs. Slamet Joko Waluyo, M.Pd. NIP. 19670430 198802 1 002 Arumndalu Febri Hapsari, S.Pd.
NIP. -
LAMPIRAN
Lampiran Materi
a. Biografi
Menurut KBBI
Biografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain.
Autobiografi adalah riwayat hidup pribadi yang ditulis sendiri atau riwayat hidup seseorang yang ditulis
oleh diri sendiri.
Subagiyo Sastro Wardoyo adalah seorang penyair terkemuka di Indonesia. Sajak dan kumpulan sajaknya
bebrapa kali mendapat penghargaan. Tahun 1966/1967 sajaknya yang berjudul “Dan Kematian Makin Akrab”
merupakan pemenang hadiah majalah Horison, Tahun 1971 Subagio Sastro Wardoyo menerima Anugerah Seni
untuk sajaknya “Daerah Perbatasan” (1970). Tahun 1991 Subagio menerima Hadiah Sastra ASEAN untuk
kumpulan sajaknya Simfoni Dua (1990). Dalam buku Sastra Indonesia Modern II (1957-1989), Prof. Dr. A.
Teew mengatakan, “Subagio adalah cendikiawan yang bacaannya sangat luas seperti tercermin dalam sajak-
sajaknya dan juga tulisan-tulisan kritiknya. “Di antara semua Penyair Indonesia moder, memang dialah yang
paling menarik bagi saya”.
11. Paragraf pertama tersebut merupakan kutipan teks biografi yang termasuk pada bagian
struktur….
A. Orientasi
B. Reorientasi
C. Peristiwa
D. Masalah
E. Rangkaian peristiwa
12. Pada paragraf pertama tersebut terdapat pronomina persona, yaitu…
A. Subagiyo Sastro Wardoyo
B. Seorang penyair
C. –nya, pada kata sajaknya
D. Pemenang hadiah
E. Majalah Horizon
13. Alasan yang tidak logis dari riwayat hidup seseorang yang dibuat menjadi buku biografi adalah….
A. Orang tersebut sangat terkenal
B. Tokoh tersebut dikenal orang
C. Jasanya kepada negara sangat besar
D. Peranya patut diteladani oleh masyarakat
E. Perilakunya sangat menarik perhatian masyarakat
14. Berikut buku yang tidak dapat dikategorikan sebagai biografi….
A. Ayahku oleh HAMKA
B. Dr. Soetomo oleh Imam Supardi
C. Ir. Soekarno oleh Junan Nasution
D. Pikiran, Tindakan, dan Ucapan Saya oleh Ramadhan K.H.
E. Kenang-Kenangan Hidup oleh HAMKA
Martha Christina Tiahahu dilahirkan 4 Januari 1800 di Maluku. Ia adalah putri dari Kapiten Paulus Tiahahu,
seorang kapiten dari negeri Abubu. Ayah Christina juga seorang kawan Thomas Matulessy yang juga turut
serta dalam perang Patimura melawan Belanda pada tahun 1817.
Martha adalah seorang gadis yang sejak remaja mengikuti ayahnya dalam rapat pembentukan kubu pertahanan.
Dalam usianya yang masih belia, yaitu 17 tahun, ia berani melawan penjajah Belanda. Dengan alat yang sangat
sederhana, bamboo runcing, ia mampu mempersulit penjajah. Ikat kepala yang ia kenakan menjadi bukti
keberanian seprang gadis yang umurnya masih belasan tahun.
15. Pokok-pokok yang ditampilkan dalam kutipan biografi tersebut berkaitan dengan….
A. Identitas tokoh dan masalah
B. Peristiwa dan masalah yang dialami tokoh
C. Identitas dan karakteristik tokoh
D. Prestasi yang diraih tokoh
E. Apresiasi yang diberikan masyarakat.
16. Sikap yang ditampilkan dalam kutipan teks biografi tersebut adalah…
A. Tidak patah semangat, uklet, dan terus mencoba
B. Sikap pemberani dan pantang menyerah
C. Bermental baja dan sabar
D. Patriotic dan berjiwa sosial
E. Berjiwa pelopor dan visioner
Teks 1
Sejumlah karyanya, baik drama, cerpen, maupun novel telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, antara lain
bahasa Inggris, Belanda, Prancis, Jerman, Jepang, Arab, dan Thailand. Gaya Putu menulis novel tidak berbeda
jauh dengan gayanya menulis drama. Seperti dalam karya dramanya, dalam novelnya pun ia cenderung
mempergunakan gaya objektif dalam pusat pengisahan dan gaya stream of consciousnes dalam
pengungkapannya.
Teks 2
(Baca teks berikut untuk menjawab soal nomor 14-15!) Ahmad Tohari sudah banyak menulis novel, cerpen dan
secara rutin pernah mengisi kolom Resonansi di harian Republika. Karya-karya Ahmad Tohari juga telah
diterbitkan dalam berbagai bahasa seperti bahasa Jepang, Tionghoa, Belanda dan Jerman. Novel Ronggeng
Dukuh Paruk bahkan pernah ia terbitkan dalam versi bahasa Banyumasan, yang kemudian mendapat
penghargaan Rancage dari Yayasan Rancage, Bandung pada tahun 2007.
17. Berdasarkan teks 1 karya-karya Putu Wijaya pernah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, di antaranya
bahasa ....
A. Tionghoa
B. Korea
C. Malaysia
D. Mesir
E. Thailand
18. Berikut ini poin penting dari Ahmad Tohari yang dibahas dalam teks 2 di atas adalah ....
A. karya
B. pendidikan
C. karier
D. profesi
E. latar belakang
19. Persamaan kedua teks di atas adalah ....
A. Menampilkan karya-karya tokoh.
B. Menunjukkan penghargaan yang didapatkan tokoh.
C. Menampilkan riwayat pendidikan tokoh.
D. Menceritakan karier menulis tokoh.
E. Menampilkan profesi yang dijalani tokoh.
20. Hal yang dapat diteladani dari kedua tokoh di atas adalah ....
A. Perjuangan tokoh dalam meraih cita-cita.
B. Perjalanan hidup tokoh dari awal menulis.
C. Sikap tokoh dalam menghadapi masalah.
D. Prestasi dan karya yang dicapai tokoh.
E. Keilmuan yang dimiliki tokoh.
C. Penilaian Sikap
Teknik Penilaian: Observasi
Bentuk Instrumen: Lembar Pengamatan
Kejadian/ Pos/
No Waktu Nama Butir Sikap Tindak Lanjut
Perilaku Neg
1
2
3
4
5
Remedial
Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang CP-nya belum tuntas.
1. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remedial teaching (klasikal), atau tutor sebaya,
atau tugas dan diakhiri dengan tes.
2. Tes remedial dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3 kali tes remedial belum mencapai
ketuntasan, maka remidial dilakukan dalam bentuk tugas tanpa tes tertulis kembali.
Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan dapat mengikuti pembelajaran pengayaan, yaitu
pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.
MODUL BAHASA INDONESIA
“BERKARYA DAN BEREKSPRESI MELALUI PUISI”
Tujuan Pembelajaran
10.21 Memahami diksi dalam teks puisi yang dibacakan dengan kritis dan reflektif.
10.22 Mengidentifikasi tema dan suasana melalui pemahamannya terhadap struktur dan
hubungan antarbagian pada teks puisi
10.23 Menulis tanggapan terhadap antologi puisi secara logis dan kritis dalam bentuk resensi buku.
10.24 Membacakan puisi dengan intonasi dan metode yang sesuai.
Elemen CP yang dituju : menyimak, membaca dan memirsa, menulis, berbicara dan mempresentasikan
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan ke-1
Kegiatan Pendahuluan (20 Menit)
1. Membuka dengan salam dilanjutkan berdoa
2. Mengecek kehadiran dan kondisi peserta didik
3. Guru dapat mengajukan beberapa pertanyaan pemantik misalnya sebagai berikut. Apakah peserta didik
pernah menyimak teks biografi dari youtube, podcast, atau rekaman? Apa pokok- pokok informasi
yang siswa dapatkan dari kegiatan menyimak tersebut? Apa saja yang harus
diperhatikan agar siswa dapat menyimak suatu teks dengan baik?
Kegiatan Inti (100 Menit)
Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode Kooperatif melalui langkah-langkah sebagai
berikut.
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan memotivasi peserta didik untuk belajar.
2. Peserta didik menyimak arahan guru terkait langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan metode
pembelajaran Kooperatif.
3. Guru bertanya jawab dengan peserta didik terkait majas, citraan, kata konkret, dan kata konotatif
dalam puisi.
4. Peserta didik membentuk kelompok yang terdiri atas 4–5 anggota. Setiap kelompok peserta didik
menerima tugas dan lembar kerja.
5. Peserta didik mencermati tugas dan lembar kerja yang diberikan kemudian menetapkan
pembagian tugas setiap anggota.
6. Salah satu peserta didik membacakan puisi karya Amir Hamzah. Peserta didik lain menyimak secara
intensif pembacaan puisi tersebut.
7. Secara berkelompok peserta didik membahas majas, citraan, kata konkret, dan kata konotatif
yang terdapat dalam puisi.
8. Guru memantau dan membimbing pelaksanaan diskusi kelompok.
9. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya secara bergantian melalui permainan
lempar bola. Secara bergantian, peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.
10. Peserta didik lain memberikan tanggapan, kritik, dan masukan/saran.
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 2 Blora Guru Mata Pelajaran
Drs. Slamet Joko Waluyo, M.Pd. NIP. 19670430 198802 1 002 Arumndalu Febri Hapsari, S.Pd.
NIP. -
LAMPIRAN
Lampiran Materi
Struktur Batin
Lampiran Penilaian Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap
A. Penilaian Pengetahuan
Mengidentifikasi Puisi
Teknik Penilaian: Tes Tertulis
Bentuk Instrumen: Uraian
Sajak Putih
(Sapardi Djoko Damono)
C. Penilaian Sikap
Teknik Penilaian: Observasi
Bentuk Instrumen: Lembar Pengamatan
Kejadian/ Pos/
No Waktu Nama Butir Sikap Tindak Lanjut
Perilaku Neg
1
2
3
4
5
Remedial
Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang CP-nya belum tuntas.
1. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remedial teaching (klasikal), atau tutor sebaya,
atau tugas dan diakhiri dengan tes.
2. Tes remedial dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3 kali tes remedial belum mencapai
ketuntasan, maka remidial dilakukan dalam bentuk tugas tanpa tes tertulis kembali.
Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan dapat mengikuti pembelajaran pengayaan, yaitu
pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.