0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
127 tayangan6 halaman

Identifikasi Masalah Pembelajaran Siswa

Berdasarkan analisis masalah yang diidentifikasi, terdapat beberapa permasalahan utama yaitu (1) kurangnya disiplin dan inovasi guru dalam pembelajaran, (2) rendahnya literasi dan motivasi belajar siswa, (3) kesulitan belajar siswa, dan (4) kurangnya relasi antara guru, siswa, dan orang tua siswa. Permasalahan-permasalahan ini berpotensi menghambat proses dan hasil pembelajaran.

Diunggah oleh

Saripah Pohan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
127 tayangan6 halaman

Identifikasi Masalah Pembelajaran Siswa

Berdasarkan analisis masalah yang diidentifikasi, terdapat beberapa permasalahan utama yaitu (1) kurangnya disiplin dan inovasi guru dalam pembelajaran, (2) rendahnya literasi dan motivasi belajar siswa, (3) kesulitan belajar siswa, dan (4) kurangnya relasi antara guru, siswa, dan orang tua siswa. Permasalahan-permasalahan ini berpotensi menghambat proses dan hasil pembelajaran.

Diunggah oleh

Saripah Pohan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LK.1.1.

Identifikasi Masalah

Nama :Saripah Pohan,S.Pd.


NIM
AsalSekolah: SMK Swasta Melati

Jenis Masalah yang


No. Analisis Identifikasi Masalah
Permasalahn Diidentifikasi
1. Pedagogik 1.1.Guru kurang 1.1.1.Guru beberapa kali
disiplin dalam terlambat masuk kelas.
mengajar. 1.1.2 .Guru tidak
mengecek presensi di awal
pembelajaran.
1.1.3. Guru beberapa kali
mengakhiri pembelajaran lebih
dari waktunya.

1.2.Guru belum 1.2.1. Guru belum


benar-benar memahami dengan baik model
memberikan asesmen atau penilaian peserta
asesmen atau didik kurikulum terbaru.
penilaian yang 1.2.2. Guru tidak tuntas
maksimal. memberikan nilai pada semua
tugas peserta didik.

1.3. Guru menerapkan 1.3.1. Guru lebih banyak


model pembelajaran menggunakanmodel
yang masih monoton. ceramah sebagai
penyampaian materi
1.3.2. Guru kurang
mengembangkanmodel-
model atau strategi
pembelajaran yang lain
karena keterbatasan
waktu mendesain model
pembelajarannya

1.4. Guru kurang 1.4.1. Guru masih


inovasi dalam menggunakan media
membuat media yang sama,pada setiap
pembelajaran topik misalnya hanya
menggunakan PPT saja.
1.4.2. Guru enggan
membuat media
pembelajaran.
2. Literasi 2.1. Kemampuan 2.1.1.Peserta didik Mengantuk
menyimak peserta saat pembelajaran.
didik rendah.
Jenis Masalahyang
No. AnalisisIdentifikasiMasalah
Permasalahn Diidentifikasi
2.1.2. Peserta didik tidak
mencatat materi yang
disampaikan oleh guru.
2.1.3. Peserta didik tidak
bisa menjawab pertanyaan
tiba-tiba yang dilontarkan guru
padanya.

2.2. Kemampuan 2.2.1. Peserta didik masih


membaca peserta rendah minat bacanya
didik rendah 2.2.2. Guru belum
memberikan atau
mengenalkanbacaan yang
beragam pada peserta didik

2.3. Bidang literasi, 2.3.1. Siswa membacanya


siswa masih ketika disuruh oleh guru saja.
belum mempunyai 2.3.2. Siswa membaca hanya
motivasi yang untuk memenuhi tugas saja.
muncul dari Padahal yang di harapkan
dalam diri untuk adalah siswa memang
memperoleh membutuhkan membaca untuk
informasi dari menambah pengetahuan siswa.
membaca.

3. Kesulitan 3.1. Motivasi belajar 3.1.1.Peserta didik


belajar siswa peserta didik rendah mengantuk dikelas saat
termasuk siswa pembelajaran
berkebutuhan 3.1.2.Peserta didik tertidur
khusus dan di kelas saat penyampaian
masalah materi
pembelajaran
(berdiferensiasi) 3.2. Peserta didik asyik 3.2.1.Peserta didik
di kelas dengan dunianya Melakukan kegiatan di
berdasarkan sendiri luar materi
pengalaman pembelajaran yang
mahasiswasaat disampaikan
menjadi guru. 3.2.2.Peserta didik mengobrol
dengan teman di sebelahnya
saat KBM

3.3 Siswa merasa 3.3.1 Saat pembelajaran


kesulitandalam menulis,siswamerasa
memperoleh bingung saat
inspirasi dalam menuangkan ide atau
kegiatanmenulis gagasan.
Jenis Masalahyang
No. AnalisisIdentifikasiMasalah
Permasalahn Diidentifikasi
3.3.2.Siswa kesulitan
Menentukan pilihan
kata atau diksi yang
tepat.

4 Membangun 4.1. Guru kurang 4.1.1.Guru belum


relasi/hubunga dekat dengan membangun kedekatan
n dengansiswa siswa karena kurang
dan orang tua memahami
siswa. karakteristik siswa.
4.1.2.Guru masih
canggung berkomunikasi
diluar pembelajaran.
4.1.3.Guru kurang
memberikan
penghargaan/apresiasi
sehingga rasa percaya
diri siswa kurang.

4.2Guru kurang 4.2.1.Guru belum


menjalin komunikasi maksimal menjalin
secara intensif dengan komunikasi dengan orang tua
orang tua karena tempat tinggal orang
tua yang kebanyakan di luar
daerah
4.2.2.Gurubelum
Mempunyai forum rutin
pertemuan dengan
orang tua
4.2.3 Orang tua peserta
didik sibuk dengan pekerjaan
masing – masing sehingga anak
kurang perhatian.

4.3 Peserta didik tidak 4.3.1.Peserta didik berasal


terbuka dengan guru dari keluarga broken home
dan orang tuanya, pun 4.3.2.Orang tua tergolong
sebaliknya ekonomi rendah sehingga
kerap terlambat membayar
administrasi sekolah.
4.3.3.Orangtua
memiliki pemikiran bahwa
pendidikan adalah
tanggung jawab
Jenis Masalahyang
No. AnalisisIdentifikasiMasalah
Permasalahn Diidentifikasi
sekolah,bukan
tanggung jawab
bersama.

5 Pemahaman/ 5.1. KBM di kelas 5.1.1.Guru jarang


pemanfaatan belum benar- menggunakan model-
model-model benar menarik model pembelajaran
pembelajaran yang inovatif
inovatif 5.1.2.Guru masih belum
berdasarkan benar-benar memahami tujuan
karakteristik akhir dari materi yang diajarkan
materi dan 5.1.3.Model pembelajaran
siswa. yang digunakan guru masih
belum benar- benar
mengakomodasi karakteristik
peserta didik

5.2.Guru 5.2.1.Guru terlalu sering


menggunakan menggunakanmetode
model ceramah dalam penyampaian
pembelajaran yang materi
kurang inovatif 5.2.2.Guru tidak benar-
benar menyiapkan
pembelajaran yang inovatif
karena tidak banyak tahu
model- model pembelajaran
yang lain

5.3.Guru belum 5.3.1.Guru enggan mengikuti


memiliki motifasi pelatihan tentang model
untuk pembelajaran sehingga,
mengembangkan diri akibatnya pelaksanaan
dalam hal pembelajaran monoton.
pembelajaran masih 5.3.2.Guru dominan
kurang. menggunakanmetode
ceramah
6 Materiterkait 6.1.Peserta didik 6.1.1. Guru hanya terfokus
Literasi masih belum mengajarkan materi tanpa
numerasi, memahami/terbiasa mendalami konsep HOTS dan
advanced dengan materi HOTS mengajarkannya pada peserta
material, didik.
miskonsepsi, 6.1.2. Guru belum benar-
HOTS. benar mengajarkan materi
HOTS khususnya di bidang

Sastra pada peserta


didik
6.1.3 Peserta didik belum
memahami atau masih
miskonsepsi dalam
penulisan preposisi
dengan
afiksasi/imbuhan‘di’.
6.2 Peserta didik
mendapatkan nilai 6.2.1. Peserta didik jarang
rendah di soal sekaliberlatihsoal-soal HOTS
HOTS 6.2.2. Peserta didik kerap
menyerah terlebih dahulu bila
mendapati soal-soalHOTS

6.3 Siswa masih


kesulitan dalam 6.3.1. Siswa masih kesulitan
materi kata baku dalam membedakan
dan tidak baku kata baku dan tidak
baku (dilalek sesuai
daerah siswa)dalam
pembelajaran bahasa
indonesia secaralisan.
6.3.2. Siswa masih belum bisa
membedakan penggunakan kata
baku dalam karya tulis.

7 Pemanfaatan 7.1. Teknologi yang 7.1.1. Guru baru bisa


teknologi/inova digunakan hanya satu menggunakan LCD
si dalam macam proyektor dalam
pembelajaran. penyampaian materi
7.1.2.Guru belum mau
mengembangkan atau
memanfaatkan teknologi lain
7.2 Guru kurang 7.2.1. Guru hanya berkutat
mengembangkan pada penggunaan power point
teknologi/inovasi untuk presentasi materi
dalam 7.2.2. Guru tidak pernah
pembelajaran membuat Alat Peraga
Edukatif(APE) untuk
pembelajaran

7.3 Peserta didik 7.3.1. Peserta didik malah


menyalah gunakan kurang fokus dalam
pembelajaranketika

teknologidalam sedang menggunakan


pembelajaran gadged untuk
mengerjakan penugasan
dari guru
7.3.2 Peserta didik bermain
game digadged ketika
pembelajaran yang
diminta menggunakan
gadged

7.4 Sekolah masih 7.4.1.Sekolah hanya


terbatas dalam menyediakan wifi di
menyediakan area tertentu saja
fasilitasteknologi sehingga saat di kelas
di sekolah. siswa dan guru tidak
bisa memanfaatkan
gadgetnya untuk
berselancardiinternet.
Sekolah menyedikan
Lab komputer yang
terbatas untuk mapel
jurusan saja,sedangkan
untuk mapel bahasa
indonesia hanya di
kelas biasa padahal
sebenaranya butuh
media menulis seperti
komputer untuk
kegiatan pembelajaran
menulis.

Anda mungkin juga menyukai