100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
173 tayangan21 halaman

Best Practice PBL untuk Pembelajaran Siswa

1. Guru menerapkan model Problem Based Learning dengan media Power Point dan Google Form untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran Makna Hak dan Kewajiban Warga Negara. 2. Tantangannya adalah kurangnya keaktifan siswa dan keterbatasan sumber belajar. Guru mengatasinya dengan menyiapkan RPP, LKPD, dan media pembelajaran interaktif. 3. Pembelajaran menjadi efektif dan siswa aktif berdiskusi. Model ini

Diunggah oleh

faulia nikmah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
173 tayangan21 halaman

Best Practice PBL untuk Pembelajaran Siswa

1. Guru menerapkan model Problem Based Learning dengan media Power Point dan Google Form untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran Makna Hak dan Kewajiban Warga Negara. 2. Tantangannya adalah kurangnya keaktifan siswa dan keterbatasan sumber belajar. Guru mengatasinya dengan menyiapkan RPP, LKPD, dan media pembelajaran interaktif. 3. Pembelajaran menjadi efektif dan siswa aktif berdiskusi. Model ini

Diunggah oleh

faulia nikmah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LK 3.

1 Menyusun Best Practices

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi,
Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)
Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran
Nama : Faulia Ayuna Nikmah, S.Pd
Kelas : PPG PPKN A
NIM : 1922720060
Instansi : SMK Al-Mubaarok Rembang
PPL : AKSI 1
Lokasi SMK Al-Mubaarok Rembang
Lingkup Pendidikan SMK
Tujuan yang ingin dicapai Meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta
didik dengan menerapkan model Problem Based
Learning dengan menggunakan Media Microsoft
Power Point dan Google Form pada Materi Makna
Hak dan Kewajiban Warga Negara di Kelas XII
Penulis Faulia Ayuna Nikmah, S.Pd
Tanggal 15 Oktober 2022
Situasi: Guru tidak menerapkan model pembelajaran inovatif
Kondisi yang menjadi latar belakang pada materi Makna Hak dan Kewajiban Warga Negara.
masalah, mengapa praktik ini penting Praktik pembelajaran di kelas monoton, hanya
untuk dibagikan, apa yang menjadi menggunakan metode ceramah dan cenderung
peran dan tanggung jawab anda dalam teacher center.
praktik ini.
Pembelajaran materi Makna Hak dan Kewajiban
Warga Negara, tidak menggunakan media yang tepat
dan tidak kontekstual. Kurangnya keaktifan dan
motivasi peserta didik dalam pembelajaran
menyebabkan peserta didik kesulitan dalam
memahami konsep.
Praktik yang dilakukan guru menggunakan Problem
Based Learning dengan menggunakan Media
Microsoft Power Point dan Google Form. Peserta
didik membawa gadget untuk belajar dan
memecahkan permasalahan yang ada dalam video
dengan yang sudah di berikan di LKPD. Model
pembelajaran ini membuat siswa aktif dalam
berdiskusi, mengeluarkan pendapat dan memberikan
ide. Guru memaksimalkan pembuatan LKPD yang
dapat menggali kemampuan awal berpikir siswa
sehingga siswa yang melaksanakan pembelajaran
dengan dipandu LKPD dapat menemukan konsep
usaha dan daya dengan tepat.

Manfaat pembelajaran Problem Based Learning


dengan menggunakan Media Microsoft Power Point
dan Google Form yang telah dilakukan
menumbuhkan kerjasama dan interaksi dari masing-
masing peserta didik. Dalam pembelajaran ini
pemahaman siswa tentang menemukan Makna Hak
dan Kewajiban Warga Negara melalui sarana LKPD
dan diskusi yang menuntut kemampuan siswa untuk
berpikir kritis. Adanya penghargaan (reward)
terhadap kelompok berdasarkan hasil penilaian
menyebabkan masing-masing kelompok berusaha
memperoleh hasil penilaian yang tinggi secara
maksimal.

Dengan model PBL dapat disimpulkan manfaat yang


didapat untuuk peserta didik menantang
kemampuan peserta didik serta memberikan
kepuasan untuk menemukan pengetahuan
baru bagi peserta didik, meningkatkan
motivasi dan aktivitas pembelajaran peserta
didik, membantu peserta didik dalam
mentransfer pengetahuan peserta didik untuk
memahami masalah dunia nyata, membantu
peserta didik untuk mengembangkan
pengetahuan barunya dan bertanggung jawab
dalam pembelajaran yang mereka lakukan.

Peran dan tanggung jawab guru dalam praktik ini


adalah menerapkan model pembelajaran inovatif
Problem Based Learning dengan menggunakan
Media Microsoft Power Point dan Google Form dan
media powerpoint pada materi Makna Hak dan
Kewajiban Warga Negara. Penggunaan model dan
media pembelajaran yang tepat diharapkan mampu
meningkatkan aktivitas peserta didik sehingga
pembelajaran menjadi student center.
Tantangan : Tantangan untuk mencapai tujuan ini adalah
Apa saja yang menjadi tantangan untuk kurangnya keaktifan peserta didik dan keterbatasan
mencapai tujuan tersebut? Siapa saja sumber belajar.
yang terlibat? Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan identifikasi
masalah dan penentuan penyebab masalah adalah
rekan sejawat, kepala sekolah, pengawas, dosen
sebagai pakar.
Aksi :
Langkah-langkah apa yang dilakukan Strategi yang dilakukan untuk menghadapi tantangan
untuk menghadapi tantangan tersebut/ adalah guru menerapkan model Problem Based
strategi apa yang digunakan/ bagaimana Learning dengan menggunakan Media Microsoft
prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa Power Point dan Google Form, Gadget, lembar
saja sumber daya atau materi yang evaluasi, diskusi dan study literasi.
diperlukan untuk melaksanakan strategi
ini Tahap selanjutnya guru menyiapkan alat dan bahan,
membuat RPP, LKPD serta media pembelajaran
berbasis microsoft power point sesuai dengan sintak-
sintak yang ada terkait dengan PBL. Guru juga
membuat bahan ajar yang nantinya akan digunakan
sebagai sumber belajar selain buku siswa. Praktik
pembelajaran Makna Hak dan Kewajiban Warga
Negara dan literasi dilaksanakan di kelas XII TKJ.

Kegiatan pendahuluan diawali guru membuka


pelajaran dengan mengucapkan salam, doa cek
kehadiran, mempersiapkan fisik dan psikis peserta
didik dengan menyanyikan lagu nasional Indonesia
Raya serta memberikan apersepsi/motivasi terkait
materi pembelajaran.
Tahap berikutnya guru menyampaikan tujuan
pembelajaran, kegiatan pembelajaran, teknik
penilaian dan membentuk kelompok diskusi.

Pada kegiatan inti guru menyajikan informasi kepada


siswa dengan menyampaikan materi terkait dengan
Makna Hak dan Kewajiban Warga Negara dengan
menampilan video pembelajaran.

Tahap berikutnya guru membagi LKPD dan


sekaligus menjelaskan petunjuk pengerjaan. Ketika
peserta didik mulai bekerja dengan kelompoknya,
guru membimbing peserta didik dalam berdiskusi.
Tahap selanjutnya peserta didik melakukan
presentasi dari hasil diskusi kelompok, mengerjakan
LKPD secara individu dan lembar evaluasi melalui
google form, dan guru menganalisis ketercapaian
nilai tiap kelompok.
Tahap berikutnya, guru menghargai upaya hasil
belajar baik upaya individu maupun kelompok.
Pengakuan kelompok dilakukan dengan memberikan
penghargaan atas usaha yang dilakukan oleh
kelompok selama proses pembelajaran. Tim terbaik
mendapatkan hadiah apabila skor rata-rata kelompok
mencapai kriteria tertentu melalui penghitungan skor
individu dan skor kelompok.

Pada kegiatan penutup, guru memberikan penguatan


konsep materi ajar, melakukan penarikan simpulan
bersama peserta didik, dan menyampaikan nilai
karakter terkait materi ajar. Di akhir pembelajaran
guru melakukan refleksi dan menyampaikan materi
selanjutnya. Dan pembelajaran di akhiri dengan doa.

Dalam pelaksanaan praktik, ada beberapa pihak yang


terlibat diantaranya rekan sejawat sebagai observer,
peserta didik, dan kameramen. Alat yang digunakan
dalam proses pembelajaran meliputi laptop, LCD dan
HP. Alat dan bahan yang digunakan adalah
meja/kursi, tembok kelas, dan stopwatch.

Refleksi Hasil dan dampak Dampak dari penerapan model pembelajaran


Bagaimana dampak dari aksi dari Problem Based Learning dengan media Google
Langkah-langkah yang dilakukan? Form, microsoft power point dan LKPD membuat
Apakah hasilnya efektif? Atau tidak pembelajaran menjadi efektif. Proses pembelajaran
efektif? Mengapa? Bagaimana respon menjadi student center dan guru berperan sebagai
orang lain terkait dengan strategi yang fasilitator. Langkah-langkah pembelajaran yang
dilakukan, Apa yang menjadi faktor diterapkan mampu menggali kemampuan peserta
keberhasilan atau ketidakberhasilan dari didik untuk berpikir tingkat tinggi (HOTS).
strategi yang dilakukan? Apa
pembelajaran dari keseluruhan proses Pembelajaran yang telah dilakukan dengan
tersebut menerapkan model pembelajaran Problem Based
Learning meningkatkan kemampuan siswa dalam
melakukan transfer knowledge. Setelah peserta didik
melakukan demonstrasi, literasi dan diskusi, peserta
didik akan terlibat langsung dalam proses
menemukan konsep usaha dan daya. Peserta didik
juga terlatih untuk mempresentasikan hasil diskusi
kelompoknya, sedangkan kelompok yang lain
menanggapi dengan aktif.
Menurut Suratno dkk, (2020) dalam penelitiannya
tentang pengaruh penerapan PBL terhadap
kemampuan berfikir tingkat tinggi atau HOTS
sebagai berikut:
Terdapat pengaruh penerapan model problem based
learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir
tingkat tinggi (HOTS) peserta didik. Dimana
terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat
tinggi yang signifikan antara peserta didik yang
diajar dengan model PBL dengan peserta didik yang
diajar dengan metode pembelajaran konvensional.

Sehingga dapat disimpulkan pembelajaran PBL


adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam
menerapkan konsep konsep pada permasalahan
baru/nyata, pengintegrasian konsep Higher Order
Thinking Skills (HOTS), keinginan dalam belajar,
mengarahkan belajar diri sendiri dan keterampilan.

Rekan sesama guru memberikan respon positif


terkait model dan media yang digunakan dalam
proses pembelajaran. Model pembelajaran Problem
Based Learning dan media Google Forma, microsoft
power point serta LKPD yang sesuai dengan model
pembelajaran dinilai tepat diterapkan pada materi
usaha dan daya.

Faktor yang menjadi keberhasilan adalah model


pembelajaran Problem Based Learning, Google
Form, media microsoft power point serta LKPD
sesuai dengan karakteristik materi Makna Hak dan
Kewajiban Warga Negara.

Pembelajaran yang bisa diambil dari seluruh proses


yang sudah dilakukan adalah guru harus
menggunakan model dan media yang sesuai dengan
karakteristik materi ajar.
Nama : Faulia Ayuna Nikmah, S.Pd
Kelas : PPG PPKn A
NIM : 1922720060
Instansi : SMK Al-Mubaarok Rembang
PPL : AKSI 2
Lokasi SMK Al-Mubaarok Rembang
Lingkup Pendidikan SMK
Tujuan yang ingin dicapai Meningkatkan Partisipasi Belajar Peserta Didik
Dengan Menerapkan Model Project Based Learning
(PjBL), Media Microsoft Power Point dan
Mindmapping Pada Materi Substansi Hak dan
Kewajiban Warga Negara dalam Pancasila
Penulis Faulia Ayuna Nikmah, S.Pd
Tanggal 31 Oktober 2022
Situasi: Guru tidak menerapkan model pembelajaran inovatif
Kondisi yang menjadi latar belakang pada materi perwujudan nilai-nilai pancasila dalam
masalah, mengapa praktik ini penting kehidupan sehari-hari. Praktik pembelajaran di kelas
untuk dibagikan, apa yang menjadi monoton, hanya menggunakan metode ceramah dan
peran dan tanggung jawab anda dalam cenderung teacher center.
praktik ini.
Pembelajaran materi Substansi Hak dan Kewajiban
Warga Negara dalam Pancasila tidak menggunakan
media yang tepat dan tidak kontekstual.

Manfaat penggunaan Model Project Based Learning


(PjBL), Media Microsoft Power Point dan
Mindmapping pada materi adalah mendukung dan
mengembangkan kemandirian peserta didik dalam
belajar. Peserta didik diarahkan untuk mampu
menemukan sendiri konsep materi pembelajaran
melalui serangkaian ativitas yang dilakukan. Untuk
meningkatkan hasil belajar PPKn siswa, disarankan
pada guru untuk menggunakan model Project Based
Learning, karena model ini mampu meningkatkan
cara belajar dengan menggunakan keterampilan
siswa sebagai acuan utama dalam pembelajaran.
(Simanjuntak, 2021)

Dalam model PjBL peserta didik aktif dalam


kegiatan memecahkan masalah, mengambil
keputusan, meneliti, mempresentasikan, dan
membuat dokumen. (Bahri dkk, 2017)

Peran dan tanggung jawab guru dalam praktik ini


adalah menerapkan model pembelajaran inovatif
Model Project Based Learning (PJBL), Media
Microsoft Power Point dan Mindmapping dan media
powerpoint pada materi Substansi Hak dan
Kewajiban Warga Negara dalam Pancasila.
Penggunaan model dan media pembelajaran yang
tepat diharapkan mampu meningkatkan aktivitas
peserta didik sehingga pembelajaran menjadi student
center.
Tantangan : Tantangan untuk mencapai tujuan ini adalah
Apa saja yang menjadi tantangan untuk kurangnya keaktifan peserta didik, keterbatasan
mencapai tujuan tersebut? Siapa saja sumber belajar.
yang terlibat,
Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan identifikasi
masalah dan penentuan penyebab masalah adalah
rekan sejawat, kepala sekolah, pengawas, dosen
sebagai pakar.
Aksi : Strategi yang dilakukan untuk menghadapi tantangan
Langkah-langkah apa yang dilakukan adalah guru menerapkan model pembelajaran PjBL
untuk menghadapi tantangan tersebut/ menggunakan media power point, Mindmapping,
strategi apa yang digunakan/ bagaimana dengan metode eksperimen, diskusi dan study
prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa literasi.
saja sumber daya atau materi yang
diperlukan untuk melaksanakan strategi Tahap selanjutnya guru menyiapkan alat dan bahan,
ini membuat RPP, LKPD serta media pembelajaran
berbasis microsoft power point sesuai dengan sintak-
sintak yang ada pada Project Based Learning (PjBL).
Guru juga membuat bahan ajar yang nantinya akan
digunakan sebagai sumber belajar selain buku siswa.

Praktik pembelajaran materi Substansi Hak dan


Kewajiban Warga Negara dalam Pancasila dengan
media kliping dilaksanakan di kelas XII TKJ. Secara
berkelompok peserta didik menyiapkan bahan-bahan
yang akan dijadikan sebagai bahan pengamatan.

Kegiatan pendahuluan diawali guru membuka


pelajaran dengan mengucapkan salam, doa cek
kehadiran, mempersiapkan fisik dan psikis peserta
didik dengan ice breaking serta memberikan
apersepsi/motivasi terkait materi pembelajaran.
Tahap berikutnya guru menyampaikan tujuan
pembelajaran, kegiatan pembelajaran, teknik
penilaian dan membentuk kelompok diskusi.

Pada kegiatan penutup, guru memberikan penguatan


konsep materi ajar. Langkah selanjutnya guru
melakukan penarikan simpulan bersama peserta
didik, menyampaikan nilai karakter terkait materi
ajar dan memberikan lembar evaluasi. Guru juga
memberikan penghargaan kepada kelompok dengan
kinerja terbaik. Di akhir pembelajaran guru
melakukan refleksi dan menyampaikan materi
selanjutnya.
Dalam pelaksanaan praktik, ada beberapa pihak yang
terlibat diantaranya rekan sejawat sebagai observer,
peserta didik, dan kameramen. Alat yang digunakan
dalam proses pembelajaran meliputi laptop, LCD.
Alat dan bahan yang digunakan dalam eksperimen
diantaranya kertas manila, Spidol, dan Pensil.
Refleksi Hasil dan dampak Dampak dari penerapan Model Project Based
Bagaimana dampak dari aksi dari Learning (PjBL), Media Microsoft Power Point,
Langkah-langkah yang dilakukan? Mindmapping serta LKPD membuat pembelajaran
Apakah hasilnya efektif? Atau tidak menjadi efektif. Proses pembelajaran menjadi
efektif? Mengapa? Bagaimana respon student center dan guru berperan sebagai fasilitator.
orang lain terkait dengan strategi yang Langkah-langkah pembelajaran yang diterapkan
dilakukan, Apa yang menjadi faktor mampu menggali kemampuan peserta didik untuk
keberhasilan atau ketidakberhasilan dari berpikir tingkat tinggi (HOTS).
strategi yang dilakukan? Apa Rekan sesama guru memberikan respon positif
pembelajaran dari keseluruhan proses terkait model dan media yang digunakan dalam
tersebut proses pembelajaran. Model Project Based Learning
(PjBL), Media Microsoft Power Point dan
Mindmapping serta LKPD yang sesuai dengan model
pembelajaran dinilai tepat diterapkan pada materi
Substansi Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam
Pancasila.

Faktor yang menjadi keberhasilan adalah Model


Project Based Learning (PjBL), Media Microsoft
Power Point dan Mindmapping serta LKPD sesuai
dengan karakteristik materi Substansi Hak dan
Kewajiban Warga Negara dalam Pancasila.
Pembelajaran yang bisa diambil dari seluruh proses
yang sudah dilakukan adalah guru harus
menggunakan model dan media yang sesuai dengan
karakteristik materi ajar.
Nama : Faulia Ayuna nikmah, S.Pd
Kelas : PPG PPKn A
NIM : 1922720060
Instansi : SMK Al-Mubaarok Rembang
PPL : AKSI 3
Lokasi SMK Al-Mubaarok Rembang
Lingkup Pendidikan SMK
Tujuan yang ingin dicapai Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik
Dengan Menerapkan Model Project Based Learning
(PBL) Dan Media Microsoft Power Point dan QR
Code Pada Materi Kasus Pelanggaran Hak dan
Pengingkaran Kewajiban Waega Negara
Penulis Faulia Ayuna Nikmah, S.Pd
Tanggal Jumat 12 November 2022
Situasi: Guru tidak menerapkan model pembelajaran inovatif
Kondisi yang menjadi latar belakang pada materi Materi Kasus Pelanggaran Hak dan
masalah, mengapa praktik ini penting Pengingkaran Kewajiban Waega Negara.
untuk dibagikan, apa yang menjadi Pembelajaran di kelas monoton, hanya menggunakan
peran dan tanggung jawab anda dalam metode ceramah dan cenderung teacher center.
praktik ini.
Pembelajaran materi perwujudan Materi Kasus
Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban
Waega Negara tidak menggunakan media yang tepat
dan tidak kontekstual.

Manfaat penggunaan Model Problem Based


Learning (PBL), Media Microsoft Power Point dan
QR Code pada Materi Kasus Pelanggaran Hak dan
Pengingkaran Kewajiban Waega Negara adalah
mendukung dan mengembangkan kemandirian
peserta didik dalam belajar. Peserta didik diarahkan
untuk mampu menemukan sendiri konsep materi
pembelajaran melalui serangkaian ativitas yang
dilakukan. Dengan PBL peserta didik mampu
memecahkan masalah dalam Kasus Pelanggaran
Hak dan Pengingkaran Kewajiban Waega Negara.
Untuk meningkatkan hasil belajar PPKn siswa,
disarankan guru untuk menggunakan model Problem
Based Learning, karena model ini mampu
meningkatkan cara belajar dengan menggunakan
keterampilan siswa sebagai acuan utama dalam
pembelajaran. (Simanjuntak, 2021)

Dalam model PBL peserta didik aktif dalam kegiatan


memecahkan masalah, mengambil keputusan,
meneliti, mempresentasikan, dan membuat dokumen.
(Bahri dkk, 2017)

Peran dan tanggung jawab guru dalam praktik ini


adalah menerapkan model pembelajaran inovatif
Model Problem Based Learning (PBL), Media
Microsoft Power Point dan QR Code dan media
powerpoint pada materi Materi Kasus Pelanggaran
Hak dan Pengingkaran Kewajiban Waega Negara.
Penggunaan model dan media pembelajaran yang
tepat diharapkan mampu meningkatkan aktivitas
peserta didik sehingga pembelajaran menjadi student
center.
Tantangan : Tantangan untuk mencapai tujuan ini adalah
Apa saja yang menjadi tantangan untuk kurangnya keaktifan peserta didik, keterbatasan
mencapai tujuan tersebut? Siapa saja sumber belajar.
yang terlibat,
Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan identifikasi
masalah dan penentuan penyebab masalah adalah
rekan sejawat, kepala sekolah, pengawas, dosen
sebagai pakar.
Aksi : Strategi yang dilakukan untuk menghadapi tantangan
Langkah-langkah apa yang dilakukan adalah guru menerapkan model pembelajaran PBL
untuk menghadapi tantangan tersebut/ menggunakan media power point, QR Code, dengan
strategi apa yang digunakan/ bagaimana metode eksperimen, diskusi dan study literasi.
prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa
saja sumber daya atau materi yang Tahap selanjutnya guru menyiapkan alat dan bahan,
diperlukan untuk melaksanakan strategi membuat RPP, LKPD serta media pembelajaran
ini berbasis microsoft power point sesuai dengan sintak-
sintak yang ada pada Problem Based Learning
(PBL). Guru juga membuat bahan ajar yang nantinya
akan digunakan sebagai sumber belajar selain buku
siswa.

Praktik pembelajaran materi Kasus Pelanggaran


Hak dan Pengingkaran Kewajiban Waega Negara
dengan QR Code dilaksanakan di kelas XII TKJ.
Secara berkelompok peserta didik mengerjakan LKP
yang berisi permasalahan yang harus di selesaikan di
dalam kelompok.

Kegiatan pendahuluan diawali guru membuka


pelajaran dengan mengucapkan salam, doa cek
kehadiran, mengecek kerapihan dan kesiapan peserta
didik, mempersiapkan fisik dan psikis peserta didik
dengan lagu nasional Indonesia raya serta
memberikan apersepsi/motivasi terkait materi
pembelajaran.

Tahap berikutnya guru menyampaikan tujuan


pembelajaran, indikator capaian pembelajaran,
kegiatan pembelajaran, pembagian LKPD dan
penjelasan pengerjaan, teknik penilaian dan
membentuk kelompok diskusi.

Pada kegiatan penutup, guru memberikan penguatan


konsep materi ajar. Langkah selanjutnya guru
melakukan penarikan simpulan bersama peserta
didik, menyampaikan nilai karakter terkait materi
ajar dan memberikan lembar evaluasi. Guru juga
memberikan penghargaan kepada kelompok dengan
kinerja terbaik. Di akhir pembelajaran guru
melakukan refleksi dan menyampaikan materi
selanjutnya. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan
doa.

Dalam pelaksanaan praktik, ada beberapa pihak yang


terlibat diantaranya rekan sejawat sebagai observer,
peserta didik, dan kameramen. Alat yang digunakan
dalam proses pembelajaran meliputi laptop, LCD.
Refleksi Hasil dan dampak Dampak dari penerapan Model Problem Based
Bagaimana dampak dari aksi dari Learning (PBL), Media Microsoft Power Point, QR
Langkah-langkah yang dilakukan? Code serta LKPD membuat pembelajaran menjadi
Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif. Proses pembelajaran menjadi student center
efektif? Mengapa? Bagaimana respon dan guru berperan sebagai fasilitator. Langkah-
orang lain terkait dengan strategi yang langkah pembelajaran yang diterapkan mampu
dilakukan, Apa yang menjadi faktor menggali kemampuan peserta didik untuk berpikir
keberhasilan atau ketidakberhasilan dari tingkat tinggi (HOTS).
strategi yang dilakukan? Apa
pembelajaran dari keseluruhan proses Rekan sesama guru memberikan respon positif
tersebut terkait model dan media yang digunakan dalam
proses pembelajaran. Model Problem Based
Learning (PBL), Media Microsoft Power Point dan
QR Code serta LKPD yang sesuai dengan model
pembelajaran dinilai tepat diterapkan pada materi
Kasus Pelanggaran Hak dan Pengingkaran
Kewajiban Waega Negara.

Faktor yang menjadi keberhasilan adalah Model


Problem Based Learning (PBL), Media Microsoft
Power Point dan QR Code serta LKPD sesuai dengan
karakteristik materi Kasus Pelanggaran Hak dan
Pengingkaran Kewajiban Waega Negara.

Pembelajaran yang bisa diambil dari seluruh proses


yang sudah dilakukan adalah guru harus
menggunakan model dan media yang sesuai dengan
karakteristik materi ajar.
Nama : Faulia Ayuna Nikmah, S.Pd
Kelas : PPG PPKn A
NIM : 1922720060
Instansi : SMK Al-Mubaarok Rembang
PPL : AKSI 4
Lokasi SMK Al-Mubaarok Rembang
Lingkup Pendidikan SMK
Tujuan yang ingin dicapai Meningkatkan Aktivitas Belajar Peserta Didik
Dengan Menerapkan Model Project Based Learning
(PJBL dan Media Microsoft Power Point serta QR
Code Wordwall Pada Materi Penanganan
Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban
Warga Negara.
Penulis Faulia Ayuna Nikmah, S.Pd
Tanggal Sabtu 28 November 2022
Situasi:
Kondisi yang menjadi latar belakang Guru tidak menerapkan model pembelajaran inovatif
masalah, mengapa praktik ini penting pada materi perwujudan nilai-nilai pancasila dalam
untuk dibagikan, apa yang menjadi kehidupan sehari-hari. Praktik pembelajaran di kelas
peran dan tanggung jawab anda dalam monoton, hanya menggunakan metode ceramah dan
praktik ini. cenderung teacher center.

Pembelajaran materi norma dalam kehidupan


bermasyarakat dalam kehidupan sehari-hari tidak
menggunakan media yang tepat dan tidak
kontekstual.

Manfaat penggunaan Model Project Based Learning


(PJBL), Media Microsoft Power Point dan QR Code
Wordwall pada materi Penanganan Pelanggaran Hak
dan Pengingkaran Kewajiban Warga Negara adalah
mendukung dan mengembangkan kemandirian
peserta didik dalam belajar. Peserta didik diarahkan
untuk mampu menemukan sendiri konsep materi
pembelajaran melalui serangkaian ativitas yang
dilakukan. Untuk meningkatkan hasil belajar PPKn
siswa, disarankan pada guru untuk menggunakan
model Project Based Learning, karena model ini
mampu meningkatkan cara belajar dengan
menggunakan keterampilan siswa sebagai acuan
utama dalam pembelajaran. (Simanjuntak, 2021)

Dalam model PjBL peserta didik aktif dalam


kegiatan memecahkan masalah, mengambil
keputusan, meneliti, mempresentasikan, dan
membuat dokumen. (Bahri dkk, 2017)

Peran dan tanggung jawab guru dalam praktik ini


adalah menerapkan model pembelajaran inovatif
Model Project Based Learning (PJBL) dan Media
Microsoft Power Point serta QR Code Wordwall dan
media powerpoint pada materi Penanganan
Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban
Warga Negara. Penggunaan model dan media
pembelajaran yang tepat diharapkan mampu
meningkatkan aktivitas peserta didik sehingga
pembelajaran menjadi student center.
Tantangan : Tantangan untuk mencapai tujuan ini adalah
Apa saja yang menjadi tantangan untuk kurangnya keaktifan peserta didik, keterbatasan
mencapai tujuan tersebut? Siapa saja sumber belajar.
yang terlibat,
Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan identifikasi
masalah dan penentuan penyebab masalah adalah
rekan sejawat, kepala sekolah, pengawas, dosen
sebagai pakar.
Aksi : Strategi yang dilakukan untuk menghadapi tantangan
Langkah-langkah apa yang dilakukan adalah guru menerapkan model pembelajaran PjBL
untuk menghadapi tantangan tersebut/ menggunakan media power point, QR Code
strategi apa yang digunakan/ bagaimana Wordwall dengan diskusi dan study literasi.
prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa
saja sumber daya atau materi yang Tahap selanjutnya guru menyiapkan alat dan bahan,
diperlukan untuk melaksanakan strategi membuat RPP, LKPD serta media pembelajaran
ini berbasis microsoft power point sesuai dengan sintak-
sintak yang ada pada Project Based Learning (PjBL).
Guru juga membuat bahan ajar yang nantinya akan
digunakan sebagai sumber belajar selain buku siswa.

Praktik pembelajaran materi Penanganan


Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban
Warga Negara dengan media Poster dilaksanakan di
kelas XII TKJ. Secara berkelompok peserta didik
menyiapkan bahan-bahan.

Kegiatan pendahuluan diawali guru membuka


pelajaran dengan mengucapkan salam, doa cek
kehadiran, mempersiapkan fisik dan psikis peserta
didik dengan ice breaking serta memberikan
apersepsi/motivasi terkait materi pembelajaran.

Tahap berikutnya guru menyampaikan tujuan


pembelajaran, kegiatan pembelajaran, teknik
penilaian dan membentuk kelompok diskusi.

Pada kegiatan penutup, guru memberikan penguatan


konsep materi ajar. Langkah selanjutnya guru
melakukan penarikan simpulan bersama peserta
didik, menyampaikan nilai karakter terkait materi
ajar dan memberikan evaluasi melalui Wordwall.
Guru juga memberikan penghargaan kepada
kelompok dengan kinerja terbaik. Di akhir
pembelajaran guru melakukan refleksi dan
menyampaikan materi selanjutnya.

Dalam pelaksanaan praktik, ada beberapa pihak yang


terlibat diantaranya rekan sejawat sebagai observer,
peserta didik, dan kameramen. Alat yang digunakan
dalam proses pembelajaran meliputi laptop, LCD,
HP. Alat dan bahan yang digunakan dalam
eksperimen diantaranya kertas pelangi,Spidol ,
Pendil, dan referensi gambar terkait materi.

Refleksi Hasil dan dampak Dampak dari penerapan Model Project Based
Bagaimana dampak dari aksi dari Learning (PjBL), Media Microsoft Power Point,
Langkah-langkah yang dilakukan? Poster serta LKPD membuat pembelajaran menjadi
Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif. Proses pembelajaran menjadi student center
efektif? Mengapa? Bagaimana respon dan guru berperan sebagai fasilitator. Langkah-
orang lain terkait dengan strategi yang langkah pembelajaran yang diterapkan mampu
dilakukan, Apa yang menjadi faktor menggali kemampuan peserta didik untuk berpikir
keberhasilan atau ketidakberhasilan dari tingkat tinggi (HOTS).
strategi yang dilakukan? Apa
pembelajaran dari keseluruhan proses Rekan sesama guru memberikan respon positif
tersebut terkait model dan media yang digunakan dalam
proses pembelajaran. Model Project Based Learning
(PjBL), Media Microsoft Power Point dan Poster
serta LKPD yang sesuai dengan model pembelajaran
dinilai tepat diterapkan pada materi Penanganan
Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban
Warga Negara..

Faktor yang menjadi keberhasilan adalah Model


Project Based Learning (PjBL), Media Microsoft
Power Point dan Poster serta LKPD sesuai dengan
karakteristik materi Penanganan Pelanggaran Hak
dan Pengingkaran Kewajiban Warga Negara.

Pembelajaran yang bisa diambil dari seluruh proses


yang sudah dilakukan adalah guru harus
menggunakan model dan media yang sesuai dengan
karakteristik materi ajar.

DAFTAR PUSTAKA

Bahri, A & Akbar, F. (2017). Potency of PjBL (Project-Based Learning) Model in Improving
Learning Motivation of Students with Different Learning Styles: Jurnal Sainsmat. 6 (1): 104

Suratno, Khamid, Sinabang Y. (2020). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Based
Learning (PBL) terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) ditinjau dari Motivasi
Belajar Peserta didik: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial. 1 (1): 137-138

Simanjuntak, Luciana (2021) Pengaruh Model Project Based Learning Dan Motivasi Belajar
Terhadap Hasil Belajar PPKn Di Kelas IV SD Negeri 106163 Percut Sei Tuan. Masters thesis,
UNIMED.

Wawan Eka Setiawan, & Neri Egi Rusmana. (2020). PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN
PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP
DAN MEMPERBAIKI MISKONSEPSI SISWA TENTANG MATERI IPA KELAS V
SD. Jurnal Tunas Bangsa , 7(1), 116-126. https://doi.org/10.46244/tunasbangsa.v7i1.981

Anda mungkin juga menyukai