Mata Kuliah: Penelitian Tindakan Kelas
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING
BERBASIS LITERASI SAINS TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR
DAN AKTIVITAS SISWA PADA POKOK
BAHASAN ASAM BASA
DOSEN : Dr. Ani Sutiani, M.Si.
OLEH :
ANASTASIA GAYATRI MARWAN 4183331028
AYU INGGRIAS TUTY 4183131051
CUT SAFRIDA RISKA 4182131003
DERI SALSALINA BR SITEPU 4181131004
DEBORA SILVIA
PENDIDIKAN KIMIA A REGULER 2018
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji syukur atas kehadirat Allah SWT, hanya dengan limpahan
rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas Rekayasa Ide ini. Rekayasa Ide
ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Metode Penelitian Pendidikan
Kimia yang dilaksanakan di Universitas Negeri Medan.
Dalam penyusunan Rekayasa Ide ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai
pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih dengan tulus dan sedalam-dalamnya
kepada semua pihak yang telah banyak membantu sehingga penulisan ini selesai terutama
kepada dosen pengampu mata kuliah ini.
Penulis menyadari bahwa penyusunan Rekayasa Ide ini jauh dari kata sempurna untuk
itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak selalu penulis
harapkan. Semoga Rekayasa Ide ini dapat memberikan inspirasi bagi para pembaca untuk
melakukan hal yang lebih baik lagi dan semoga bermanfaat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa.
Medan,Maret 2021
Penulis
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Lokasi Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di SMA Negeri 1 SIBABANGUN Kabupaten
Tapanuli Tengah . Waktu penelitian dilaksanakan pada semester ganjil T.P 2021/2022
selama lebih kurang lima bulan yaitu Agustussampai dengan Oktober 2021. Waktu
penelitian dimulai dari penyusunan proposal hingga pelaporan hasil penelitian.
3.2 Subjek Dan Objek Penelitian
3.2.1 Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI peminatan bidang IPA
yang menggunakan kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 SIBABANGUN berjumlah tiga
kelas dan setiap kelasnya berjumlah 36 orang siswa.
3.2.2 Objek Penelitian
Objek penelitian dalam penelitian ini adalah pengaruh model pembelajaran inkuiri
terbimbing berbasis literasi sains terhadap peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa
pada pokok bahasan asam basa.
3.3 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas
(PTK). PTK merupakan salah satu bentuk penelitian yang dilakukan di kelas. PTK umumnya
dilakukan oleh guru bekerja sama dengan peneliti atau ia sendiri sebagai guru berperan ganda
melakukan penelitian individu di kelas, sekolah atau tempat ia mengajar dengan tujuan
penyempurnaan atau peningkatan proses pembelajaran. PTK sesuai namanya bersifat
“terbatas” dalam arti keluasan objek dan sasaran yang menjadi pusat perhatian penelitiannya.
3.3 Desain Penelitian
Desain penelitian yang dipergunakan berbentuk siklus. Siklus ini tidak hanya berlangsung
satu kali, tetapi beberapa kali hingga tercapai tujuan yang diharapkan. Desain penelitian
ini adalah perencanaan, struktur dan strategi penelitian dalam rangka mengendalikan
penyimpangan yang mungkin terjadi dan menjawab pertanyaan yang mungkin terjadi.
Alur penelitian tindakan ini terdiri dari empat langkah dan dapat diuraikan sebagai berikut
Penelitian ini akan dilakuakan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi di
lapangan. Prosedur pelaksanaan tindakan dan implementasi di lokasi penelitian sebagai
berikut.
1. Perencanaan (Planing)
Rencana penelitian ini merupakan rencana yang disusun secara sistematis dan
terstruktur, yaitu rencana harus mengarah kedepan. Peneliti dan kolaborator menetapkan
alternatif tindakan yang akan dilakukan dalam upaya peningkatan pembelajaran asam basa
berbasis literasi sains
a. Peneliti bersama kolaborator berdiskusi untuk mengidentifikasi permasalahan yang
muncul berkaitan dengan pembalajaran Asama Basa
b. Peneliti memberikan gagasan untuk menggunakan Literasi berbasis sains
c. Kolaborator dan peneliti menyetujui pemecahan masalah pembelajaran menulis
dengan metode literasi berbasis sains
d. Peneliti memberikan masukan dan berdiskusi dengan kolaborator untuk
mempersiapkan rencana pembelajaran dan materi yang akan digunakan. Peneliti
menyerahkan RPP yang telah dibuat sesuai dengan persetujuan guru.
e. Guru mengidentifikasi RPP serta materi yang akan diajarakan dengandidiskusikan
terlebih dahulu dengan peneliti.
2. Implementasi tindakan
Tindakan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tindakan yang dilakukan secara
sadar dan terkendali, yang merupakan variasi praktik yang cermat dan bijaksana. Penelitian
ini diakui sebagai gagasan tindakan dan digunakan sebagai pijakan bagi pengembangan
tindakan-tindakan berikutnya. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk siklus.
Tindakan yang akan dilakukan dapat diuraikan ke dalam siklus, sebagai berikut.
A. Siklus I
1) Tahap perencanaan (Planing)
Tindakan yang direncanakan harus mempertimbangkan resiko yang ada dalam
situasi sebenarnya serta memungkinkan pesertanya untuk bertindak secara lebih efektif,
bijaksana, dan hati-hati dalam berbagai keadaan.
Rencana tindakan yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
a) Mengidentifikasi permasalahan yang muncul pada pembelajaran materi Asam Basa
b) Merumuskan masalah.
c) Mengadakan pre-test untuk mengetahui kemampuan mengenai materi Asam Basa
d) Merancang sekenario pelaksanaan pembelajaran dengan metode berbasis sains
e) Mempersiapkan materi dan sarana pendukung pembelajaran.
f) Membuat instrumen berupa tes, lembar observasi, dan catatan lapangan untuk
mengamati jalannya pebelajaran
2) Tahap Melakukan Tindakan (Action)
Tindakan dalam penelitian ini adalah penggunaan pembelajaran berbasis sainsdalam
meningkatkan kemampuan perpikir siswa. Tindakan yang dilakukan harus mengandung
inovasi dan pembaharuan.
Perlakuan (tindakan) yang akan dilakukan dalam penelitian siklus pertama ini adalah
sebagai berikut.
a) Penggunaan metode literasi sains pada siklus I dilaksanakan sesuai rencana.
b) Menerapkan pembelajaran menggunakan metode berbasis literasi sains.
c) Memperhatikan alokasi waktu dengan jumlah kegiatan yang akandilaksanakan.
d) Mengantisipasi kendala yang ada dengan membuat solusi dari kendala tersebut.
e) Mengadakan tes akhir (post-test) sebagai alat ukur keberhasilan tindakan pada
siklus I.
3) Tahap Mengamati (Observing)
Pada tahap ini, peneliti melakukan kegiatan pengamatan yakni mengamati hasil
tindakan yang dilakukan bersama pengajar terhadap siswa. Observasi yang dilakukan
meliputi pemantuan hal-hal berikut.
a) Mengamati suasana pembelajaran, perilaku siswa dan reaksi siswa terhadap
penggunaan metode pembelajaran berbasisi sainsdalam materi Asam Basa
b) Mencatat setiap kegiatan dan perubahan yang terjadi saat penerapan metode
pembelajaran berbasis sains serta respon siswa terhadap penggunaan metode
tersebut
c) Mendokumentasikan dalam catatan lapangan.
4) Tahap refleksi (Reflection)
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah mengkaji ulang,
mempertimbangkan hasil dari berbagai kriteria atau indikator keberhasilan. Refleksi
dilakukan dengan guru bahasa Prancis dan siswa dengan melakukan wawancara untuk
menentukan dan memantapkan tindakan selanjutnya pada siklus kedua. Refleksi ini
dilakukan berdasarkan hasil observasi, catatan lapangan, dan tes. Berikut ini hal-hal yang
dilakukan peneliti pada tahap refleksi.
a) Memahami proses, masalah, dan kendala yang ditemui
ketikamengimplementasikan tindakan.
b) Mendeskripsikan dalam bentuk catatan lapangan.
c) Mengidentifikasi masalah yang perlu diperbaiki.
d) Melakukan refleksi dengan melakukan wawancara terhadap hasil belajar siswa.
Hasil dari analisis yang dilakukan pada tahap ini digunakan untuk
merencanakan kegiatan pada siklus selanjutnya. Hasil tindakan yang berhasil akan tetap
dilakukan sedangkan yang kurang berhasil akan diperbaiki pada siklus selanjutnya.
B. Siklus II
Pelaksanaan tindakan pada siklus II berupa perbaikan tindakan dan sisesuaikan
dengan hasil refleksi pada siklus I. pada siklus II tidak lagi dilakukan tes awal (pre-test).
Berikut ini tahap-tahap yang dilakukan pada siklus II.
1) Tahap Perencanaan (Planing), mencakup:
a) Mendiskusikan mengenai kesulitan-kesulitan yang dialami siswa.
b) Merancang perbaikan berdasarkan refleksi siklus I.
2) Tahap Melakukan Tindakan (Action), mencakup:
Melaksanakan tindakan perbaikan penerapan metode pembelajaran berbasis literasi
sainspada siklus I, misalnya dengan tidak menyuruh siswa untuk memberikan contoh
menggambar kegiatan seseorang dengan metode pembelajaran berbasis literasi sainsdi
depan kelas agar tidak menimbulkan perbedaan persepsi siswa yang lain dan memperkeras
volume suara.
3) Tahap Mengamati (Observing), mencakup:
a) Melakukan pengamatan terhadap penerapan media stick figure.
b) Mencatat perubahan yang terjadi. 4) Tahap Refleksi (Reflection),
mencakup:
i. Merefleksikan proses pembelajaran metode pembelajaran berbasis literasi sains
ii. Merefleksikan hasil belajar peserta didik dengan melakukan wawancara kepada
guru dan siswa tentang penerapan metode pembelajatan berbasis sains.
iii. Menganalisis temuan dan hasil akhir penelitian.
Siklus ke III dan selanjutnya dilakukan dengan langkah-langkah seperti pada siklus I
dan II yang merupakan perbaikan dari langkah sebelumnya. Apabila hasil yang dilakukan
sudah mencapai target maka siklus sudah dianggap selesai.
Dari tahap kegiatan pada siklus-siklus tersebut, hasil yang diharapkan adalah:
1) Dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam materi Asam Basa
2) Guru dapat merancang dan menggunakan metode pembelajaran berbasis literasi
sainsdalam pembelajaran Asam Basa agar proses belajar mengajar lebih bervariatif.
3) Terjadi peningkatan prestasi siswa pada mata pelajaran Kimia khususnya dalam materi
Asam Basa
3.4 Indikator Keberhasilan
Perhitungan keberhasilan siswa diambildari kemampuan kognitifsiswa dalam
memecahkan masalah dan dianalisis dalam bentuk rata-rata ketuntasan belajar
menurut Sudjana.
a. Menghitung rata-rata hasil belajar siswa
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖
𝑥=
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎 𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘
b. Menghitung Ketuntasan belajar klasikal
Perolehan hasil belajar siswa dapat di tentukan ketuntasan belajar menggunakan
analisis deskriptif, dengn rumus
3.5 Defenisi operasional
1. Inkuiri terbimbing, dimana siswa terlibat aktif dalam pembelajaran tentang konsep
atau suatu gejala melalui pengamatan, pengukuran, pengumpulan data untuk ditarik
kesimpulan. Pada inkuiri terbimbing, guru tidak lagi berperan sebagai pemberi
informasi dan siswa sebagai penerima informasi, tetapi guru membuat rencana
pembelajaran atau langkah-langkah percobaan. Siswa melakukan percobaan atau
penyelidikan untuk menemukan konsep-konsep yang telah ditetapkan guru.
2. Kemampuan literasi sains merupakan kapasitas untuk menggunakan pengetahuan
ilmiah, mengidentifikasi pertanyaan dan menarik kesimpulan berdasarkan fakta dan
data untuk memahami alam semesta dan membuat keputusan dari perubahan yang
terjadi karena aktivitas manusia.
3. Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan
belajar-mengajar. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang
berusaha memperoleh suatu bentuk perubahan pengetahuan dan sikap dan
keterampilan. Perubahan tersebut dapat diartikan terjadinya peningkatan dan
pengembangan yang lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya dari tidak tahu
menjadi tahu.
4. Aktivitas belajar adalah seluruh aktivitas siswa dalam proses belajar, mulai dari
kegiatan fisik sampai kegiatan psikis. Kegiatan fisik berupa keterampilan-
keterampilan dasar sedangkan kegiatan psikis berupa keterampilan terintegrsi.
3.6 Prosedur penelitian
Penelitianmenerapkanmetodepenelitiantindakankelas model Kurt Lewin.
Konseppokokpenelitiantindakankelas Kurt Lewin meliputiempatkomponen,
yaituperencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing),
danrefleksi (reflecting). Keempatkomponeninimenjadisatusiklus.
Dalampenelitianinidilakukantiga kali siklus. Setiapsiklusmeliputi :
a. Tahapanperencanaanatau planningmeliputipembuatanperangkatpembelajaran,
persiapansaranadanprasaranapenelitiansertamenentukan indicator kinerja.
b. Tahapanpelaksanaantindakanatauacting meliputisegalatindakan yang
tertuangdalamrencanapelaksanaanpembelajaran (RPP) denganmateri asam basa.
c. Tahapanpengamatanatauobservingmeliputipembuataninstrumenpenelitian,
pengumpulan data berupanilaievaluasisiswasetelahmendapatkantindakan,
menganalisa data danmenyusunlangkah-langkahperbaikan.
d. Tahapanrefleksidilakukanmelaluidiskusitemansejawatdanmasukandari para ahli di
bidangpenelitiantindakankelas.
3.7 Teknik Pengumpulan Data
3.3.1. Tahap Persiapan Penelitian
1. Melakukan observasi ke sekolah untuk mengetahui masalah yang terjadi dalam
proses pembelajaran khususnya dikelas XI tentang pelajaran kimia dan model
pembelajarannya.
2. Penyusunan proposal penelitian.
3. Persetujuan proposal penelitian.
4. Melakukan validitas isi terhadap instrumen tes pilihan berganda dengan validator ahli
5. Melakukan analisis validitas dan reliabilitas instrumen non tes yaitu lembar
observasi penilaian sikap siswa dengan validator ahli.
6. Melakukan uji coba instrumen tes terhadap soal yang akan diberikan kepada siswa
sebagai sampel penelitian.
7. Mengurus surat izin penelitian.
8. Kosultasi dengan kepala sekolah tempat penelitian dilaksanakan dengan membawa
surat izin penelitian.
9. Konsultasi dengan guru kimia kelas XI IPA SMA Negeri 1 SIBABANGUN
10. Menyusun materi pembelajaran dengan menerapkan model inkuiri terbimbing
berbasis Literasi Sains.
11. Menyusun evaluasi belajar siswa.
3.3.2. Tahap Pelaksanaan Penelitian
1. Menentukan dua kelas secara acak dari beberapa kelas pararel yang ada sebagai
sampel kelas. Kelas pertama dijadikan sebagai kelas eksperimen
2. Sebelum pembelajaran dimulai, terlebih dahulu melakukan pendataan siswa-siswa
disetiap kelas eksperimen
3. Melaksanakan pretest (T1) dikelas eksperimen untuk mengukur kemampuan awal,
kenormalan dan homogenitas sampel sebelum diberikan perlakuan.
4. Menetapkan sampel siswa yaitu siswa yang relative homogen statusnya.
5. Memberikan perlakuan X (menggunakan model inkuiri terbimbing berbasis Literasi
Sainsdikelas eksperimen dan Y (menggunakan model pembelajaran konvensional)
dikelas kontrol selama beberapa waktu tertentu.
6. Selama proses penelitian berlangsung, pertahankan agar kondisi kedua kelompok
tetap sama misalnya guru yang mengajar, buku yang digunakan, media yang
digunakan, lamanya waktu mengajar dan lain-lain.
7. Selama proses penelitian berlangsung, masing-masing kelas eksperimen iamati
aktivitas siswa melalui lembar observasi penilaian aktivitas yang diamati oleh
observer pada saat pembelajaran sedang berlangsung yaitu dari awal sampai akhir
pembelajaran.
8. Setelah proses pembelajaran yaitu memberikan perlakuan dikelas eksperimen,
tahap selanjutnya memberikan posttest (T2) untuk mengukur hasil belajar dan
aktivitas siswa dikelas eksperimen.
3.3.3. Tahap Akhir Penelitian
1. Data skor/nilai pretes dan postes setiap siswa ditabulasi, kemudian menghitung selisih
nilai hasil belajar yang diperoleh dikelas ekperimen maupun dikelas kontrol tersebut
sebelum dan sesudah perlakuan (postes ‒ pretes).
2. Melakukan uji persyaratan analisis statistik terutama uji normalitas dan uji
homogenitas data.
3. Menghitung rata-rata (mean) nilai hasil belajar yang diperoleh di setiap kelas.
4. Menerapkan uji statistik yang cocok untuk menguji apakah ada pengaruh hasil belajar
serta penilaian sikap aktivitas siswa dikelas eksperimen dibandingkan dengan hasil
belajar serta penilaian siswa dikelas kontrol.
5. Menarik kesimpulan penelitian.
Skema Alur Penelitian
Tahap Persiapan
Populasi
Sampel
Preetest
Kelas Eksperimen Kelas Kontrol
Model inkuiri terbimbing Lembar observasi Pembelajaran
berbasis Literasi Sains penilaian aktivasi konvensional
siswa
Posttest
Pengolahan data
Kesimpulan
Gambar 3.1 Skema Alur Penelitian
3.8 Teknik Analisis Data
3.8.1 Pedoman Penilaian Instrumen Tes
Dalam penelitian ini data yang diolah adalah hasil belajar siswa kedua kelas.
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis dengan menggunakan rumus Uji-
t. Sebelum melakukan Uji-t tersebut, terlebih dahulu dilakukan langkah-langkah
berikut :
3.6.1.1 Menentukan Nilai Rata- rata dan Simpangan Baku
a. Untuk menentukan nilai rata – rata skor masing – masing kelompok
sampel dihitung dengan rumus :
∑ f i Xi
X = ∑ fi Sudjana (2005)
b. Untuk menentukan simpangan baku digunakan rumus :
Dimana :
S= √ ∑ ( Xi−X )2
n−1 (Silitonga, 2011)
( Xi−X )2 = SimpanganKuadrat
Xi = NilaiSiswa
n = JumlahSampel
3.6.1.2 Uji Normalitas
Uji normalitasdigunakanuntukmengetahui normal
tidaknyapopulasipenelitiantiapvariabelpenelitian.
Untukmengujinormalitasdapatdilakukandengan uji Chi
Kuadratdilakukandengancaramembandingkankurvabaku/standar (A)
dengankurva normal yang terbentukdari data yang terkumpul (B). Bila B
tidakberbedasecarasignifikandengan A, makadisimpulkanbahwa B merupakan
data yang terdistribusi normal. Adapun langkah-langkah uji Chi
Kuadratsebagaiberikut:
3.6.1.6 Menentukanjumlahkelas interval untuk uji Chi Kuadrat. Jumlahkelas
interval ditetapkan = 6. Hal inisesuaidengan 6 bidang yang ada pada kurva
normal baku.
3.6.1.7 Mementukanpanjangkelasintrval (PK) denganpersamaan
DataTerbesar −Data Terkecil
Panjang Kelas (PK) =
6
3.6.1.8 Menyusun data kedalamTabelpenolonguntukmenentukanharga Chi
Kuadrat
Tabel 3.6 Uji Normalitas
Interval fo fh (dibulatkan) fo-fh (fo-fh)2 ( fo−fh)
2
fh
Jumlah X2 =
Keterangan:
Interval dimulaidari data terendah dan setiap interval
ditambabhpanjangkelas (PK)
fo =jumlah data hasilobservasi
fh =jumlah data yang diharapkan (persentaseluastiapbidangdikalli
banyaknya data)
3.6.1.9 Membandingkanharga Chi Kuadrathitung( χ 2 ) dengan harga Chi
Kuadrat Tabel pada α = 0,05 dengan db = 5. Jika Chi Kuadrat hitung ( χ 2 ) <
harga Chi KuadratTabel, maka data berdistribusi normal.
3.6.1.3 Uji Homogenitas Data
Jika dalam uji normalitas diperoleh data berdistribusi normal, maka
selanjutnya dilakukan uji homogenitas. Uji Homogenitas pada prinsipnya
ingin menguji apakah sebuah grup (data kategori) mempunyai varians yang
sama diantara anggota grup tersebut (Silitonga, 2011). Jika varians sama,
dikatakan ada homogenitas. Sedangkan varians tidak sama, dikatakan terjadi
heterogenitas. Kesamaan varians diuji dengan hipotesis sebagai berikut :
VariansTerbesar
F=
Varians Terkecil
Dengan KriteriapengujianJika Fhitung< Ftabel maka Ho
diterimasedangkanJika Fhitung ≥ Ftabel maka Ho ditolak.
Dimana Fα (v1, v2) didapatdari daftar distribusi F denganpeluang α,
sedangkanderajatkebebasan v1 dan v2 masing-masing sesuaidengandk
pembilang = (n1 -1) dan dk penyebut = (n2 – 1) dengantarafnyata α = 0,05.
3.6.1.4 Uji Hipotesis
Uji
Hipotesisdigunakanuntukmengujiapakahkebenarannyadapatditerimaatauditol
akdenganmenggunakan uji t duapihaksebagaiberikut :
( X 1 - X 2)
t hitung =
√( )
S1 S2 (Silitonga, 2011)
2 2
+
n1 n2
Dimana :
Untuk mengukur hipotesis rumusan masalah I :
X 1 = Skor rata-rata nilai hasil belajar siswa kelas eksperimen
X 2 = Skor rata-rata nilai siswa kelas kontrol
Untuk mengukur hipotesis rumusan masalah II :
X 1 = Skor rata-rata aktivitas siswa kelas eksperimen
X 2 = Skor rata-rata aktivitas siswa kelas kontrol
n1 = Jumlah anggota sampel kelas eksperimen
n2 = Jumlah angota sampel kelas kontrol
S1 = Standart deviasi kelompok kelas eksperimen
S2 = Standart deviasi kelompok kelas kontrol
Langkah-langkahberikutnyadalampengujianhipotesisiniadalah :
- Menetapkantarafsignifikan (α) yaitu 0,05.
- Mencarittabeldenganpengujianduapihakdimana dk = n1+ n2 -2 dan
denganmenggunakan table t sehingga di dapat t tabel.
- Jikathitung>ttabelmaka H0 ditolak (Ha diterima), dan jikathitung≤ ttabelmaka
H0 diterima (Ha ditolak) denganderajatbebas (db) = ( n 1 + n2 ) – 2
dan α = 0,05.
- Membandingkanthitungdenganttabel.
- Membuatkesimpulan.
3.6.1.5 Uji Korelasi
Analisis korelasi digunakan untuk mengukur seberapa erat hubungan
antara dua variabel. Kuat tidaknya hubungan antara variabel X dengan
variabel Y diukur dengan suatu nilai yang disebut Koefisien Korelasi (“r”)
atau disimbolkan dengan ρ (rho). Besarnya koefisien korelasi berkisar antara -
1 dan +1 atau dilambangkan dengan -1< r < +1.
Jika : r = +1 berartiadakorelasipositifsempurnaantaravariabel X dan Y
r = -1 berartiadakorelasinegatifsempurnaantaravariabel X dan Y
r = 0 berartitidakadakorelasiantara X dan Y
Secararinci, maknadarikoefisienkorelasiadalahsebagaiberikut:
Tabel 3.7MaknadariKoefisienKorelasi
Koefisien Korelasi (r) Makna
0,00 Tidak berkorelasi
0,01 – 0,20 Korelasi Sangat rendah
0,21 – 0,40 KorelasiRendah
0,41 – 0,60 KorelasiCukup
0,61 – 0,80 KorelasiTinggi
0,81 – 1,00 KorelasiSangat tinggi
Untuk menghitung koefisien korelasi berdasarkan sekumpulan data
(X,Y) berukuran N maka digunakan rumus Produk Moment:
N Σ XY −( Σ X ) (ΣY )
r xy=
√ { N Σ X −( ΣX ) } {NΣ Y −( ΣY ) }
2 2 2 2
Dimana :
Rxy : Koefisienkorelasi
X : Nilai hasilbelajarsiswa
Y : Nilai kemampuanberpikirkritissiswa
N : Jumlahsiswa
Uji
signifikansikorelasisederhanadilakukandenganmembandingkannilai r yang
diperoleh (r-hit) denganrtabel pada tingkatsignifikansitertentu, dengankriteria:
jika r-hit ≥ r-tabelmaka Ho ditolakdenganberarti: Ada korelasipositip/negatip
yang signifikanantara variable X denganvariabel Y.
3.9 Indikator Keberhasilan
3.7.1 Validitas Isi (Content Validity)
MenurutSilitonga (2011) content validity adalahmenelaah instrument
tesdarisegiteknis, isi, dan editorial.
Menelaahdarisegiteknisdimaksudkansebagaipenelaahaninstrumenberdasarkanprinsip
-prinsippengukuran dan format penulisan.
Menelaahdarisegiisidimaksudkansebagaipenelaahanterhadapkelayakanpengetahuan
yang dinyatakan. Dan yang terakhiryaitumenelaahdarisegieditorial
adalahpenelaahanyang berkaitandenganpenggunaanBahasa Indonesia yang baik dan
benarmenurutEjaan Yang Disempurnakan (EYD).
Teknik yang digunakanuntukmengetahuivaliditastiapbutirsoal (item)
adalahteknikkorelasiproduct moment denganangkakasaryang dikemukakan oleh
Silitonga (2011), dapatdilihat pada persamaansebagaiberikut:
N Σ XY −(Σ X )(ΣY )
r xy =
√¿¿¿
Dimana, X = Skor butirtes yang akandihitungvaliditasnya.
Y = Skor total butirsoal
N = JumlahSiswa
rxy = Koefisienkorelasi
Koefisienvaliditas yang diperoleh (rxy) dibandingkandengannilai–nilai r Tabel
Product Moment denganderajatbebas (db = N-2) pada α = 0,05 dengankriteria :jika r
hit > rtabel, makabutirtestersebutdikatakan valid.
3.7.2 ReliabilitasTes
Uji reliabilitastesadalahuntukmelihatseberapajauhalatpengukurtersebutandal
(reliabel) dan dapatdipercaya,
sehinggainstrumentersebutdapatdipertanggungjawabkandalammengungkapkan data
penelitian. Karena tes yang digunakansebagaiinstrumenpenelitianadalahsoal yang
pilihanberganda dan essay denganrumus yang digunakanadalahrumus K – R 20
dalamSilitonga (2011),
dapatdilihat pada persamaansebagaiberikut :
[
r 11 =
K
K−1
x ][
S 2−∑ p2
S2 ]
(∑ X )
2
Dengan 2
∑X 2
−
N
S=
N
q=1–p
Keterangan : r 11 : koefisien reliabilitas tes
K : jumlah butir tes
S2 : Varians skor
P : Proporsi subjek yang menjawab betul pada sesuatu butir (skor 1)
q : Proporsi subjek yang menjawab salah pada sesuatu butir
N : Banyaknya siswa
Masing-masing proporsi dihitung dengan rumus:
banyaknya subjek yang skornya 1
p=
N
banyaknya s ubjek yang skornya 0
q=
N
Untuk menafsirkan harga reabilitas dari soal, maka harga tersebut
dikorelasikan ke tabel harga product moment dengan α = 0,05 jika rhitung > rtabel
maka soal reliabel.
Adapun kriteria reliabilitas suatu tes diuraikan pada tabel sebagai berikut :
Tabel 3.1. Kriteria Reliabilitas
No Skors Kriteria
1 < 0,20 sangat
rendah
2 0,20 – 0,40
Rendah
3 0,41 – 0,70
Sedang
4 0,71 – 0,90
Tinggi
5 0,91 – 1,00
sangat tinggi
3.7.3 Tingkat Kesukaran
Bilanganyangmenunjukkankarakteristik (sukarmudahnya)
suatusoaldisebutIndeksKesukaran (Silitonga,2011).
Indekskesukaraninimenunjukkantarafkesukaransoal.
Untukmenentukantarafkesukaransoaldapatdilihatpersamaansebagaiberikut :
B
P=
T
Dimana : P = Indeks kesukaran
B = Banyak siswa yang menjawab item dengan benar
T = Jumlah seluruh siswa peserta tes
Dengan klasifikasi taraf kesukaran diuraikan pada tabel sebagai berikut :
Tabel 3.2. KlasifikasiTarafKesukaran
No Skors Kriteria
1 0,00 – 0,30 Sukar
2 0,31 – 0,70 Sedang
3 0,31 – 0,70 Sedang
3.7.4 Daya Pembeda Soal
Daya pembeda soal adalah kemampuan sesuatu soal untuk membedakan
antara siswa berkemampuan tinggi dengan siswa berkemampuan rendah. Untuk
menghitung daya pembeda soal dapat dilihat persamaan berikut:
BA BB
D= −
JA J B =P - P (Silitonga, 2011)
A B
Dimana : D = Daya pembeda soal
BA = Banyak peserta kelompok atas yang menjawab benar
BB = Banyak peserta kelompok bawah yang menjawab benar
JA = Banyak peserta kelompok atas
JB = Banyak peserta kelompok bawah
PA = Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar
PB = Proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar
Dengan klasifikasi daya pembeda diuraikan pada tabel sebagai berikut :
Tabel 3.3. KlasifikasiDayaPembeda
No Skors Kriteria
1 0,00 – 0,20 jelek (poor)
2 0,21 – 0,40 cukup (satisfactory)
3 0,41 – 0,70 baik (good)
4 0,71 – 1,00 baik sekali (excellent)
3.7.5 Instrumen Non-tes
Instrumen non-tes yang
digunakandalampenelitianiniyaitulembarobservasipenilaianaktivitassiswa. Nilai-
nilai yang berkaitandenganaktivitas siswa diukur dan diamatisecaralangsung oleh
pengamat/ observer. Pengamatdapatterdiridaripenelitiditambahdenganbeberapa
orang guru ataupihaklain.
Dalampenelitianinisetiapsatukelaseksperimendibagimenjadienamkelompokbelajarse
hingga observer yang dibutuhkansebanyakdua orang. Satu orang
observermengamatisekaligustigakelompokbelajar.
Lembar
observasipenilaianaktivitassiswadisusunberdasarkanindikatortertentu.
Suatuinstrumentesatau non tesbaikdigunakandalampenelitianharusdiujivaliditas dan
reliabilitasnyasebeluminstrumentersebutdipakaidalampenelitian (Silitonga, 2011).
Untukvaliditas instrument non
tesdalampenelitianinicukupdilakukansecarakualitatifdenganexpert judgement
ataupertembingan para ahli di bidangnya (validator ahli) yang mempertimbangkan
dan menganalisiskriteriakesesuaianlembarobservasipenilaianaktivitas siswa yang
diukurterhadapindikatorsikapsertadeskriptor yang dibuat oleh peneliti.
Sedangkanuntuk uji reliabilitasinstrumen non testidakdilakukan oleh
penelitidikarenakanketerbatasanwaktu dan biaya. Kisi-
kisilembarobservasipenilaiansikapdiuraikan pada tabel 3.4.
Tabel 3.4. Kisi-Kisi Lembar ObservasiPenilaianAktivitas
No Kategori Indikator Aspek yang Diamati
1 Kegiatan visual Memperhatikanpenjel a. Mengikuti proses
(visual activities) asanpendidik pembelajaran
b. Tidakmelakukankegiat
an lain yang
tidakberhubungandeng
anpelajaranselainkimia
(sepertimencatatataube
lajarpelajaranselainkim
ia, bermain
handphone, dsb)
c. Saatpendidikmenjelask
anmateri,
pandangansiswatertuju
pada pendidik)
2 Kegiatanlisan Bertanya a. Aktifbertanyadalampe
(oral acivities) mbelajaran
b. Menyampaikanpertany
aan yang
berhubungandenganma
teriLajuReaksi.
c. Mengajukanpertanyaa
ntentangmaterikimia
dan
menghubungkannyake
kehidupansehari- hari
Mengemukakanpendaa. Menyatakanpendapatd
pat engansopan
b. Menyampaikanpendap
atdenganlogis
c. Menjawabpertanyaansi
swa lain
3 Kegiatanmendeng Mendengarkandengana. Siswaterlihatsenangket
arkan (listening baikketikateman lain ikatemansedangberpen
activities) sedangberbicara / dapat
mengeluarkanpendapab. Pandangansiswatertuju
t. pada teman yang
sedangberpendapat
a. Siswatidakmemotongp
embicaraanketikatema
nsedangberpendapat
4 Kegiatanmenulis Menulisataumencatat a. Mencatatpenjelasandar
(writing i guru
activities) b. Menyelesaikantugas
c. Mengerjakanlembarker
jasiswa.
5 Kegiatanemosion Antusiasdalampembela. Siswaterlihatsenangme
al (emotional ajaran ngikutipembelajaran
activities) b. Siswatidakmengantuk
mengikutipembelajara
n
c. Siswatidakributselama
pembelajaran
(DirektoratPembinaanSekolahMenengah Atas, 2017)
3.10 Jadwal Pelaksanaan
3.10.1 TempatPenelitian
Penelitianinidilakukan di SMAN 1 Subabangun ,KabupatenTapanuli
Tengah, Provinsi Sumatra Utara
3.10.2 WaktuPenelitian
Waktupenelitiandiperkirakanselama 3 bulanyaitubulanAgustus – Oktober,
sedangkanwaktuperencanaansampaipenulisanlaporanhasilpenelitiandilakukans
elama semester ganjiltahunpelajaran2021/2022.
3.10.3 Lama Tindakan
Waktu untuk melaksanakan tindakan pada bulan Agustus dan Oktober mulai
dari siklus I, II dan III.
3.10.4 Jadwal Penelitian
NO Siklus Bulan
1 Siklus pertama 2 mingggu pertama bulanAgustus 2021
2 Siklus kedua 2 minggu terakhir bulan Agustus 2021
3 Siklus ketiga 2 mingggu pertama bulan Oktober 2021
3.11 Personalia Penelitian
Nama : Anastasia Gayatri Marwan
Nim : 4183331028
Kelas : Pendidikan Kimia A 2018
Prodi : Pendidikan Kimia
Tugas : Peneliti
Nama : Ayu Inggrias Tuty
Nim : 4183131051
Kelas : Pendidikan Kimia A 2018
Prodi : Pendidikan Kimia
Tugas : Peneliti
Nama : Cut Safrida Riska
Nim : 4182131003
Kelas : Pendidikan Kimia A 2018
Prodi : Pendidikan Kimia
Tugas : Peneliti
Nama : Deri Salsalina Br Sitepu
Nim : 4181131004
Kelas : Pendidikan Kimia A 2018
Prodi : Pendidikan Kimia
Tugas : Peneliti
Nama : Debora Silvia
Nim :
Kelas : Pendidikan Kimia A 2018
Prodi : Pendidikan Kimia
Tugas : Peneliti