0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
123 tayangan5 halaman

Panduan Pneumonia pada Anak

Panduan ini membahas diagnosis dan tatalaksana pneumonia pada anak, termasuk gejala, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, kriteria diagnostik, kriteria rawat inap, dan terapi antibiotik untuk berbagai kelompok umur. Tujuannya adalah membantu dokter dalam menentukan diagnosis dan pengobatan yang tepat bagi pasien anak dengan pneumonia.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
123 tayangan5 halaman

Panduan Pneumonia pada Anak

Panduan ini membahas diagnosis dan tatalaksana pneumonia pada anak, termasuk gejala, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, kriteria diagnostik, kriteria rawat inap, dan terapi antibiotik untuk berbagai kelompok umur. Tujuannya adalah membantu dokter dalam menentukan diagnosis dan pengobatan yang tepat bagi pasien anak dengan pneumonia.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PANDUAN PRAKTIK KLINIK

PNEUMONIA PADA ANAK


logo
KSM ILMU KESEHATAN ANAK
RS ABCD

Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :

…………………. 001 1 dari 4

Ditetapkan :
Tanggal Terbit : Direktur

………………………….. ….
Pengertian Merupakan infeksi akut parenkim paru yang meliputi alveolus dan jaringan
interstitial. Berbagai macam mikroorganisme dapat menyebabkan
pneumonia: virus, jamur dan bakteri. Bakteri Streptococcus pneumonia
merupakan penyebab tersering pneumonia bakterial pada semua umur.
Respiratory SyncitialVirus (RSV) merupakan virus penyebab tersering pada
anak kurang dari 3 tahun. Mycoplasma pneumonia dan
Chlamydiapneumonia lebih sering ditemukan pada anak-anak dan sering
ditemukan pada anak usia lebih dari 10 tahun.
Tujuan Melakukan penegakan diagnosis dan tata laksana pneumonia pada anak
Wewanti Respon pasien terhadap PPK bervariasi
Kebijakan Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit No. …. tentang Kebijakan
Pelayanan Pasien di …..
Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit No. …………………tentang
Kebijakan Manajerial
Anamnesis Tanyakan pada orang tua ada tidaknya gejala pneumonia berikut ini:
 Batuk yang awalnya kering kemudian menjadi produktif
 Sesak napas
 Demam
 Kesulitan makan/ minum
 Tampak lemah
Apabila ada sesak napas, tanyakan apakah sebelumnya pernah mendarita
sesak napas untuk membedakan dengan kondisi imunokompromise,
kelainan anatomi bronkhus atau asma. Perlu ditanyakan pula respon sesak
napas sebelumnya terhadap pemberian bronkhodilator.
Pemeriksaan Fisik  Pemeriksaan awal: keadaan umum anak, tanda vital
 Keadaan umum : kesadaran dan kemampuan makan minum
 Demam
 Gejala distres pernapasan: takipnea (napas cepat), retraksi
subkostal, sianosis, krepitasi, penurunan suara paru
 Anak dibawah 5 tahun mungkin tidak menunjukkan gejala
pneumonia yang klasik
 Pada bayi muda: gejala pernapasan tidak teratur dan hipopnea.

1
PANDUAN PRAKTIK KLINIK
PNEUMONIA PADA ANAK

KSM ILMU KESEHATAN ANAK


logo KSM ILMU KESEHATAN ANAK
RS ABCD

Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :

………………. 001 2 dari 4

Ditetapkan :
Tanggal Terbit : Direktur

………………………….. ….
Pemeriksaan 1. Pemeriksaan radiologi
Penunjang  Pemeriksaan Rontgen dada tidak direkomendasikan secara rutin
pada anak dengan infeksi saluran napas bawah akut ringan tanpa
komplikasi
 Pemeriksaan Rontgen dada direkomendasikan pada penderita
pneumonia rawat inap atau bila tanda klinis membingungkan
 Pemeriksaan Rontgen dada ulangan hanya dilakukan bila dicurigai
terdapat komplikasi, pneumonia berat, gejala menetap dan tidak
respons terhadap antibiotik
2. Pemeriksaan Laboratorium
 Jumlah lekosit dan hitung jenis lekosit.
 Gula darah terutama untuk pasien yang tidak bisa intake peroral
 Kultur darah pada pasien rawat inap dengan kondisi berat dan
setiap anak yang diurigai menderita pneumonia bakterial
 Jika ada efusi pleura, lakukan pungsi cairan pleura dan lakukan
pemeriksaan mikroskopis, kultur untuk penegakan diagnosis dan
penentuan pemberian antibiotik
 Pemeriksaan C-reactive protein (CRP), LED, dan pemeriksaan fase
akut lain tidak drekomendasikan sebagai pemeriksaan rutin.
 Pemeriksaan uji tuberkulin perlu dipertimbangkan pada anak
dengan riwayat kontak erat dengan penderita TB paru dewasa
3. Pemeriksaan lain : Pemeriksaan pulse oxymetry (memonitor SpO2)
Kriteria WHO merekomendasikan penggunaan peningkatan frekuensi napas dan
Diagnostik retraksi subkosta untuk mengklasifikasikan pneumonia, khususnya di
tempat dengan fasilitas terbatas. Klasifikasi pneumonia berdasarkan WHO:
Bayi < 2 bulan
 Pneumonia berat : napas cepat atau retraksi berat
 Pneumonia sangat berat: tidak mau menetek/minum, kejang,
letargis, demam atau hipotermia dan pernapasan ireguler
Anak usia 2 bulan-5 tahun
 Pneumonia ringan: napas cepat
 Pneumonia berat: napas cepat dan retraksi dada
 Pneumonia sangat berat: tidak dapat minum/makan, kejang,
letargis, malnutrisi
Diagnosis  Sepsis
Banding  Tuberkulosis milier
 Bronkhiolitis
Prognosis  Pneumonia ringan: dubia ad bonam
 Pneumonia berat: dubia ad malam
2
PANDUAN PRAKTIK KLINIK
PNEUMONIA PADA ANAK

KSM ILMU KESEHATAN ANAK


LOGO KSM ILMU KESEHATAN ANAK
RS ABCD

Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :

………………. 001 3 dari 4

Ditetapkan :
Tanggal Terbit : Direktur

………………………….. ….

Terapi Kriteria rawat inap


Bayi:
 Saturasi oksigen  92%, sianosis
 Frekuensi napas > 60x/ menit
 Distres pernapasan, apnea intermitten atau grunting
 Tidak mau minum/menetek
 Keluarga tidak bisa merawat di rumah
Anak:
 Saturasi oksigen  92%, sianosis
 Frekuensi napas > 50x/menit
 Distress pernapasan, grunting
 Terdapat tanda dehidrasi
 Keluarga tidak bisa merawat di rumah
Tatalaksana umum
Bila SpO2  92% (dengan udara kamar), berikan terapi oksigen dengan
kanul nasal, head box atau sungkup untuk mempertahankan SpO2 > 92%
 Pada pneumonia yang berat atau asupan per oral kurang diberikan
cairan intravena dan lakukan balans cairan ketat
 Pasien yang mendapat terapi oksigen harus diobservasi setiap 4
jam, termasuk SpO2
 Fisioterapi tidak bermanfaat dan tidak direkomendasikan
 Antipiretik dan analgetik dapat diberikan untuk menjaga
kenyamanan pasien dan mengontrol batuk
 Nebulisasi dengan β2 agonis dan atau NaCl dapat diberikan untuk
memperbaiki mucocilliary clearence
 Obat mukolitik (mengurangi kekentalan mukus) : untuk anak usia >
2 tahun dengan batuk akut, dapat diberikan jika terindikasi, contoh :
ambroksol, n-asetil sistein, dan endostein.
Pemberian antibiotik:
Bayi usia 1-2 bulan:
 Ampisilin 100 mg/kgbb/hari dan Gentamisin 5 mg/kgbb/hari
Bayi > 2 bulan:
 Lini pertama: Ampisilin 100 mg/kgbb/hari. Bila dalam 3 hari tidak
menunjukkan perbaikan ditambahkan Gentamisin 5 mg/kgbb/hari
atau Kloramfenikol 100 mg/kgbb/hari.
 Lini kedua: Ceftriakson 50 mg/kgbb/hari
 Berikan Makrolide jika curiga M. pneumonia atau C pneumonia

3
 Berikan Kloksasilin dan Gentamisin bila didapatkan empiema.

PANDUAN PRAKTIK KLINIK


PNEUMONIA PADA ANAK

Logo KSM ILMU KESEHATAN ANAK


KSM ILMU KESEHATAN ANAK
RS ABCD

Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :

………………. 001 4 dari 4

Ditetapkan :
Tanggal Terbit : Direktur

…..
…………………………..
Pemberian antibiotik oral harus dipertimbangkan jika terdapat perbaikan
klinis setelah mendapat antibiotik intravena. Pilihan pertama: amoksisilin
50mg/kgbb/hari terbagi dalam 3 dosis. Alternatif: Co- amoksiclav,
eritromisin, claritomisin, azitromisin
Nutrisi
 Pada anak dengan distress pernapasan berat, hindari pemberian
makanan per oral. Berikan makanan lewat pipa lambung dengan
ukuran terkecil
 Perlu dilakukan balance cairan ketat agar tidak overhidrasi.
Edukasi Edukasi tentang perjalanan penyakit, kondisi saat ini, obat-obat serta alat
medis yang digunakan, dan rencana pemulangan pasien.
Upaya preventif:
 ASI eksklusif dan pemberian nutrisi yang adekuat
 Pemberian imunisasi untuk mencegah pneumonia
 Pengobatan secara dini bila didapatkan gejala infeksi saluran nafas
 Lingkungan rumah yang cukup ventilasi dan sinar matahari
 Untuk pneumonia ringan yang rawat jalan pastikan antibiotik
dikonsumsi secara lengkap dan kontrol teratur
 Untuk pneumonia berat sebaiknya dirawat inap
Lama perawatan Berdasarkan perbaikan klinis pneumonia, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang pada pasien
Kriteria Pasien dinyatakan sembuh atau boleh pulang bila:
Pemulangan  Gejala dan tanda pneumonia menghilang
 Asupan per oral adekuat
 Pemberian antibiotik dapat dilanjutkan per oral
 Keluarga mengerti dan setuju untuk pemberian terapi dan rencana
kontrol
Daftar Pustaka  Buku Ajar Respirologi Anak. IDAI. 2008
 Pedoman Pelayanan Medis. IDAI. 2011
 Rekomendasi diagnosis dan tata laksana batuk anak. IDAI. 2017
Unit Terkait  Instalasi Patologi Klinik
 Instalasi Radiologi

4
 Instalasi Gizi

Anda mungkin juga menyukai