LK Petra Retensi Urine
LK Petra Retensi Urine
Oleh
Nim : 1490123126
BANDUNG
Nama Mahasiswa : Nofianti M Saiselar
Nim : 1490123126
Tempat Praktik : Petra
Tanggal : 22-24 November 2023
I. Pengkajian
A. Identitas
1. Identitas Pasien
Nama : Tn.S
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat Tanggal Lahir : Garut, 29 mey 1967
Pendidikan : SD
Agama : Islam
Suku : Sunda
Status perkawinan : Cerai hidup
Pekerjaan : Buruh harian
TB/BB : 158 cm/60 kg
Golongan Darah :A
Diagnosa Medis : Retensi urine
Alamat : Jl.Kopo Gg. RH Sulaiman
2. Identitas Penanggungjawab
Nama : Tn.F
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 30 tahun
Pendidikan : S1
Agama : Islam
Suku : Sunda
Hubungan Dengan Pasien : Anak laki-laki
Pekerjaan : Honorer
Alamat : Jln.Kopo Gg. RH Sulaiman
B. Riwayat Kesehatan
1. Keluhan Utama :
Nyeri saat BAK
2. Riwayat Kesehatan Saat Ini
Nyeri saat BAK, pasien juga mengatakan kepalanya pusing dan
terlihat lemas. Saat dilakukan pengkajian nyeri didapatkan
Pengkajian nyeri
P:Nyeri disebabkan oleh pembesaran kalenjar prostat
Q:Nyeri yang dirasakan seperti ditusuk-tusuk
R: nyeri yang dirasakan pada abdomen bagian bawah
menyebar sampai kandung kemih
S: skala 3
T: nyeri dirasakan saat mau kencing
Faktor Pencetus : -
Timbul keluhan : ( ) bertahap ( ) Mendadak
Faktor yang memperberat :
Upaya untuk mengatasi masalah dan keberhasilanya:
3. Riwayat Kesehatan Masa Lalu
Pasien mengatakan bahwa saat berumur 9 tahun, pasien sudah
mengalami benjolan di seluruh tubuh, pasien mengatakan pada
tahun 2018 pasien pernah dioperasi namun benjolan yang
dialami semakin banyak
Penyakit yang sering dialami:
Kecelakaan : Tidak pernah
Pernah Di Rawat: () Ya () Tidak
Alergi: (x) Makanan (x) Obat-obatan (x) Faktor Lingkungan
Faktor resiko penyebab masalah kesehatan saat ini:
Kebiasan hidup tidak sehat Merokok/Kopi/Alkohol: pasien
mengatakan merokok tapi tidak minum kopi dan alkohol
4. Riwayat Kesehatan Keluarga
Kebiasaan hidup tidak sehat : Tidak ada
Penyalit menular : tidak ada
Penyakit menurun: pasien mengatakan tidak memiliki penyakit
menurun dari keluarganya
C. Pengkajian Pola Fungsional
1. Persepsi Terhadap Kesehatan
Pasien mengatakan sebelum sakit pasien tidak bisa menjaga
kesehatanya
2. Pola Nafas
Sebelum sakit : sebelum sakit pasien bernafas dengan normal
Selama sakit: pasien mengalami sesak nafas
3. Kebutuhan Cairan dan Elektrolit
Sebelum sakit : pasien minum air putih 8 gelas sehari
Selama sakit: diet susu 3 gelas sehari
4. Pola Nutrisi-Metabolik
Sebelum sakit: makan 3x/hari
Selama sakit: diet (susu 3 gelas/hari)
5. Pola Eliminasi BAB BAK
Sebelum sakit
- BAB: 1-2 x sehari
- BAK: 4-5x/hari
Selama sakit
- BAB: belum BAB sama sekali
- BAK: terpasang kateter, susah kencing
6. Pola Aktivitas Dan Latihan
Sebelum sakit: dapat melakukan aktivitas secara mandiri
Selama sakit: dibantu keluarga dan perawat
7. Pola Istirahat dan Tidur
Sebelum sakit: normal
Selama sakit: tidak menentu
8. Pola Konsep Diri
Citra tubuh: adanya penurunan fungsi tubuh
Peran: tidak bisa bekerja
Ideal diri: merasa tidak bisa diandalkan
Harga diri: penurunan percaya diri
Aktualisasi diri: baik
9. Pola Koping
pasien mengatakan bahwa jika sembuh, pasien akan menjaga
kesehatan dengan selalu merawat dirinya
10. Pola Seksual dan Reproduksi
Pasien sudah menikah dan memiliki 2 anak, namun pada tahun
2016 pasien bercerai dengan istrinya
11. Pola Hubungan dan Peran
pasien mengatakan hubunganya dengan keluarganya dan
lingkungan sekitarnya baik , selama di RS klien tidak bisa
berkumpul dengan keluarga dan hanya berbaring di tempat
tidur
12. Pola Nilai dan Kepercayaan: baik
13. Kebutuhan Rasa Aman dan Nyaman
Klien merasakan tidak nyaman dengan penyakit yang
dideritanya
14. Kebutuhan Belajar : -
15. Kebutuhan Personal Hygiene
Sebelum sakit : mandi 1 x sehari
Selama sakit: personal hygiene klien tidak teratur akibat
penyakitnya
D. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan umum :
kualitatif : Composmentis
kuantitatif : GCS E:4 M:6 V:5
TB/BB : 158 cm/ 60 kg, BMI 24,0
2. TTV
TD: 130/80 mmHg
RR: 20x/menit
N: 80 x/menit
S: 36°C
SpO2: 98%
3. Kulit dan Kuku : warna kulit sawomatang, kuku terlihat bersih
4. Kepala dan Rambut: kepala bulat, tampak bersih, warna
rambut hitam
5. Mata: konjungtiva tidak anemis, bentuk mata simetris kiri dan
kanan, fungsi penglihatan baik
6. Hidung: bentuk hidung baik, sejajar dengan mata, terdapat
benjolan, fungsi penciuman baik, pernafasan baik
7. Telinga: bentuk simetris kiri dan kanan, tidak ada kelainan
8. Mulut : bentuk baik, tidak ada lesi, mukosa bibir kering, bibir
tidak terdapat karies, lidah normal, mulut tampak bersih
9. Dada
Paru-Paru
I: paru kanan—kiri simetris
P: tidak ada nyeri tekan
P: bunyi sonor
A: vesikuler, tidak ada bunyi napas tambahan
Jantung
I: tidak tampak iktus cordic
P: iktus cordic teraba
P: bunyi pekak
A: reguler
Abdomen
I: abdomen bagian bawah tampak membesar
A: timpani
P: ada nyeri tekan perut kanan bawah
P: ada nyeri tekan
10. Genitalia : pasien terpasang kateter
11. Extremitas
Extremitas atas : tangan kiri terpasang infus RL 1000
cc/24 jam, tangan kanan dapat bergerak normal
Extremitas bawah : kaki kanan dan kiri dapat bergerak
secara normal
E. Data penunjang
1. Pemeriksaan Laboratorium
Hematokrin (HCT) 41 %
MCV 79 fL
MCH 27 Pg/mL
MCHC 34 g/dL
Hitung jenis
Basofil 0.6 %
Eosinofil 3.4 %
Limfosit 16.0 %
Monosit 69.7 %
Netrofil-to- 4.4
lymphocyte ratio
(NRL)
2. Pemeriksaan diagnostik
Hasil pemeriksaan Radiologi
Pada Foto Thorak ditemukan
- Foto AP: kolom udara dalam trakea normal
- Aorta: normal
- Cor tmpak membesar, sinuses dan dan diafragma normal
- Pulmo: hili normal
- Corakan bronkovaskular bertambah
- Tidak tampak bercak lunak dikedua lapang paru
- Costae,clavikula dan jaringan lunak dinding dada normal
3. Terapi
F. Analisa Data
Retensi urine
H. Rencana keperawatan
Perawatan Kateter
Urine (I.04164) Dilakukan untuk
Observasi: menghindari terjadinya
- Monitor resiko infeksi selama
kepatenan pemasangan kateter
kateter urine berlangsung
- Monitor tanda
dan gejala
obstruksi
aliran urine
- Monitor
kebocoran
kateter, selang,
dan kantung
urine
- Monitor input
dan output
cairan
Teraupetik:
- Gunakan
teknik aseptik
selama
perawatan
kateter urine
- Pastikan
selang kateter
dan kantung
urine terbebas
dari lipatan
- Pastikan
kantung urine
diletakan
dibawah
ketinggian
kandung
kemih dan
tidak dilantai
Edukasi:
- Ajarkan teknik
perawatan
parinela yang
dilakukan
minimal 1 kali
sehari
- Jelaskan
tujuan,
manfaat, dan
risiko sebelum
pemasangan
kateter
I. Catatan Keperawatan
07:00 Melakukan pengecekan kepatenan Urine output 400 cc, tidak ada
kateter urine kebocoran di area foley kateter,
tidak ada sumbatan di area foley
kateter
07:10 Melakukan pengecekan tanda dan Tidak ada tanda dan gejala infeksi
gejala infeksi saluran kemih di area pemasangan foley cateter
16:40 Mengidentifikasi teknik relaksasi yang Pasien mengatakan jika terasa nyeri
pernah efektif digunakan biasanya diberikan aromaterapi
seperti (freshcare)
20:30 Menganjurkan pasien untuk istirahat Pasien sedang bedrest dan mau
yang cukup istirahat
J. Catatan perkembangan
Ansietas
22:25 S:
- Pasien mengatakan cemas dan gelisah
terkait kondisi status kesehatanya saat
ini
- Pasien mengatakan setelah dilakukan
distraksi relaksasi nafas dalam merasa
lega dan nyaman
O:
- Pasien terlihat gelisah
- Hasil TTV didapatkan
TD: 130/90
N: 65x/menit
S: 36°C
RR: 20x/menit
A:
- Ansietas teratasi sebagian
P:
- Lanjutkan intervensi
15:10 S:
- Pasien mengatakan sudah tidak
merasa cemas tentang penyakitnya
- Pasien mengatakan setelah dilakukan
distraksi relaksasi nafas dalam merasa
lega dan nyaman
O:
- Pasien sudah merasa nyaman
- Hasil TTV didapatkan
TD: 130/90
N: 65x/menit
S: 36°C
RR: 20x/menit
A:
- Ansietas sudah teratasi
P:
- Intervensi dihentikan
A:
- Nyeri akut teratasi sebagian
P:
- Lanjutkan intervensi
Retensi urine
14:00 S:
- Pasien mengatakan sudah bisa
berkemih dengan lancar
- Pasien mengatakan sudah tidak nyeri
saat berkemih
O:
- Urine lancar
- Pasien terpasang kateter
A:
- Masalah keperawatan retensi urine
teratasi sebagian
P:
- Hentikan intervensi
I:
- Memberikan edukasi pada pasien
E:
- Pasien sudah bisa pulang bersama
keluarga namun kontrol Poli IPD hari
kamis 30 nov jam 11:00