LAPORAN PRAKTIKUM
KLIMATOLOGI DASAR
PENGENALAN ALAT STASIUN KLIMATOLOGI
OLEH:
ABDURRAHMAN RAFIF
NIM. 2206110623
AGROTEKNOLOGI – A
JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2023
LEMBAR PENGESAHAN
PENGENALAN ALAT STASIUN KLIMATOLOGI
PEKANBARU, 29 SEPTEMBER 2023
PRAKTIKAN
ABDURRAHMAN RAFIF
NIM. 2206110623
MENGETAHUI
ASISTEN I ASISTEN II
HARRY VATANEN POHAN DINA NATHISA
NIM. 1806112027 NIM. 1806111769
ASISTEN III ASISTEN IV
VENI DWI NABILA M. RIZKYDARMAWAN
NIM. 1806124892 NIM. 1906155372
ASISTEN V ASISTEN VI
URIKA FEBIOLA ADHA ANWARY MAHSA
NIM. 1906154408 NIM. 2006112493
ASISTEN VII
REZTIANA
NIM. 2006124688
I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Klimatologi adalah ilmu yang mempelajari cuaca dan iklim serta berbagai
fenomena atmosfer yang terkait. Dalam kata lain, klimatologi adalah ilmu yang
membantu manusia dalam memahami bagaimana cuaca dan iklim berubah dari
waktu ke waktu di berbagai wilayah di Bumi. Ilmu ini memiliki manfaat yang
sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, karena klimatologi membantu dalam
memprediksi cuaca, mengidentifikasi pola iklim dalam jangka panjang, dan
mengelola sumber daya alam seperti air dan energi. Dengan memahami
klimatologi, kita dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam berbagai
bidang, seperti pertanian, transportasi, dan pengelolaan bencana alam. Cakupan
klimatologi melibatkan pengumpulan data cuaca dan iklim, analisis data tersebut,
serta pemahaman tentang bagaimana faktor-faktor seperti suhu, kelembaban,
tekanan udara, dan pola angin berinteraksi untuk membentuk kondisi cuaca dan
iklim di suatu tempat. Dengan kata lain, klimatologi membantu kita menjelajahi
dan memahami segala sesuatu tentang "cuaca jangka panjang" di bumi.
Stasiun meteorologi pertanian adalah suatu tempat yang mengadakan
pengamatansecara terus-menerus mengenai keadaan fisik dan lingkungan
(atmosfer) sertapengamatantentang keadaan biologi dari tanaman dan objek
pertanian lainnya.Dalam persetujuan internasional, suatu stasiun meteorologi
paling sedikit mengamatikeadaan iklim selama 10 tahun berturut-turut hingga
akan mendapatkan gambaranumum tentang rerata keadaaniklimnya, batas-batas
ekstrim dan juga pola siklusnya.
Iklim adalah sintesis atau kesimpulan atau rata-rata perubahan unsur-unsur
cuaca (hari demi hari dan bulan demi bulan)dalam jangka panjang disuatu
tempat atau pada suatu wilayah.Sintesis tersebut dapat diartikan pula sebagai
nilai statistik yang meliputi antara lain nilai rata-
rata,maksimum,minimum,frekuensi kejadian,atau peluang kejadian dari
cuaca.Iklim dapat pula diartikan sebagai polakebiasaan serta perubahan cuaca
disutau tempat atau wilayah (Fortain,2002)
Klimatologi dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu klimatologi fisik,
klimatologi dinamik dan klimatologi terapan. Klimatologi fisik membahas
perilaku dan gejala-gejala cuaca yang terjadi di atmosfer dengan menggunakan
dasar-dasar ilmu fisika dan matematika, tinjauannya ditekankan pada neraca
energi dan neraca air antara bumi dan atmosfer. Klimatologi dinamik membahas
pergerakan atmosfer dalam berbagai skala, terutama tentang peredaran atmosfer
umum di berbagai wilayah di seluruh dunia. sedangkan klimatologi terapan
adalah klimatologi yang membahas penerapan ilmu iklim untuk memecahkan
berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. Contohnya yaitu klimatologi
pertanian (agroklimatologi), klimatologi kelautan, bioklimatologi, dan lainnya
(Reza, 2022).
I.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum klimatologi dasar kali ini adalah untuk para
praktikan mengetahui mengenai apa itu klimatologi, alat alat yang umum
digunakan dalam pengamatan klimatologi distasiun klimatologi.
I.3 Manfaat
Adapun manfaat dari praktikum ini adalah praktikan dapat lebih mengetahui
mengenai klimatologi terutama pemahaman mengenai cara penggunaan alat alat
yang ada di stasiun klimatologi, serta mampu mengetahui cara membaca data
hasil pengamatan.
II TINJAUAN PUSTAKA
Klimatologi atau ilmu iklim berasal dari kata Yunani klima dan Logos
dimana klima berarti berlereng atau berkecenderungan dan logos berarti
pengkajian/ilmu. Sebagai ilmu, klimatologi mempelajari keadaan atmosfer dalam
suatu periode waktu panjang sehingga berbeda dari meteorologi yang mempelajari
keadaan atmosfer sesaat. Dalam praktek, klimatologi menggunakan data cuaca
(meteorologi) selama beberapa tahun untuk memperoleh gambaran keadaan iklim
suatu daerah. Klimatologi berkaitan dengan penjelasan dan informasi peredaran
cuaca dan unsur-unsur atmosfer dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Klimatologi mempelajari tentang penyebaran-penyebaran menurut waktu dan
tempat (misalnya di suatu daerah pada jam demi jam, hari demi hari, tahun demi
tahun dan sebagainya) (Saputra, 2022).
Iklim adalah keadaan rata – rata cuaca disuatu daerah dalam jangka lama
dan tetap. Definisi lain, iklim merupakan karakter kecuacaan suatu tempat atau
daerah, dan bukan hanya merupakan cuaca rata – rata (Wirjomiharjo dan
Swarinoto, 2007). Iklim merupakan peluang statistik berbagai keadaan atmosfer
antara lain suhu, tekanan, angin, kelembaban yang terjadi di suatu daerah selama
kurun waktu yang panjang dengan penyelidikan dalam waktu yang lama
minimalnya 30 tahun dan meliputi wilayah yang luas. Iklim adalah kelanjutan dari
hasil pencatatan unsur cuaca dari hari ke hari dalam waktu yang lama, sehingga
disebut sebagai rata-rata dari unsur cuaca secara umum (Winanrno et al., 2019).
Angin adalah udara yang bergerak dari satu tempat ketempat lainnya. Angin
berhembus dikarenakan beberapa bagian bumi mendapat lebih banyak panas
matahari dibandingkan tempat lain. Permukaan tanah yang panas mambuat suhu
udara diatasnya naik. Akibatnya udara yang naik mengembang dan menjadi lebih
ringan. Karena lebih ringan dibandingkan udara sekitarnya, udara akan naik.
Begitu udara panas tadi naik, tempatnya akan segera digantikan oleh udara sekitar
terutama udara dari atas yang lebih dingin dan berat. Proses ini terjadi terus-
menerus, akibatnya kita bisa merasakan adanya pergerakan udara atau yang
disebut angin (Nasir, 1990).
Hujan adalah sebuah peristiwa presipitasi (jatuhnya cairan dari atmosfer
yang berwujud cair maupun beku) ke permukaan bumi. Hujan memerlukan
keberadaan lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di
dekat dan dia atas permukaan Bumi. Hujan merupakan proses kondensasi uap air
di atmosfer menjadi butiran air dan jatuh di daratan. Dua proses yang mungkin
terjadi bersamaan dapat mendorong udara semakin jenuh menjelang hujan, yaitu
pendinginan udara atau penambahan uap air ke udara dan butir pada hujan
memiliki ukuran yang beragam (Winanrno et al., 2019).
Suhu didefinisikan sebagai ukuran atau derajat panas dinginnya suatu benda
atau sistem. Benda yang panas memiliki suhu yang tinggi, sedangkan benda yang
dingin memiliki suhu yang rendah. Pada hakikatnya, suhu adalah ukuran energi
kinetik rata-rata yang dimiliki oleh molekul-molekul suatu benda. Dengan
demikian suhu menggambarkan bagaimana gerakan-gerakan molekul benda. Suhu
tanah merupakan hasil dari keseluruhan radiasi yang merupakan kombinasi emisi
panjang gelombang dan aliran panas dalam tanah. Suhu tanah juga disebut
intensitas panas dalam tanah dengan satuan derajat celcius, derajat farenheit,
derajat Kelvin dan lain-lain (Winanrno et al., 2019).
Kelembaban udara diukur menggunakan Hygrometer dengan
menggantungkan higrometer di dalam kandang. Hygrometer dapat menganalisis
kelembaban udara suatu tempat, baik di dalam maupun di luar ruangan. Hasil dari
pengukuran menggunakan higrometer berupa angka kelembaban udara (%) dan
angka suhu kering (oC) suatu tempat. Hygrometer adalah alat yang berfungsi
untuk mengukur kelembaban udara yang merupakan pengembangan dari
psikrometer. Psycrometer merupakan sebuah higrometer sederhana. Psikometer
berfungsi sebagai pengukur kelembaban udara yang terdiri dari termometer bola
kering dan basah. Alat ini diletakkan tegak, bola yang mengandung air raksa dari
termometer bola basah dibungkus dengan kain yang dibasahi terus menerus
dengan air destilasi melalui benang yang tercelup pada sebuah mangkok kecil
(Tjasyono, 2004).
Secara umum kelembaban (Relative Humidity) adalah istilah yang
digunakan untuk menggambarkan jumlah uap air yang ada di udara dan
dinyatakan dalam persen dari jumlah uap air maksimum dalam kondisi jenuh. Alat
yang dapat digunakan untuk mengukur kelembaban udara (Relative Humidity)
adalah higrometer. Higrometer rambut adalah sebuah alat pengukur kelembaban
udara dengan satuan persen yang menggunakan prinsip muai panjang rambut
dimana rambut akan memanjang ketika kelembaban udara bertambah. Rambut
yang digunakan adalah rambut manusia atau kuda yang sudah dihilangkan
lemaknya yang kemudian dikaitkan dengan pengungkit (engsel) yang
dihubungkan dengan jarum yang menunjuk kepada skala sehingga memperbesar
perubahan skala dari perubahan kecil dari panjangnya rambut (Putera, 2016).
Data evaporasi merupakan data penting dalam perencanaan pengelolaan
sumberdaya air dan pengaturan waktu irigasi di suatu tempat. Pengukuran
besarnya evaporasi dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu pengukuran
langsung dengan menggunakan panci evaporasi klas A, perhitungan atau estimasi
dengan metode, dan gabungan keduanya (Kirono, 2001). Hingga saat ini metode-
metode pendugaan evaporasi yang menggunakan data klimatologi tertentu (suhu
udara, kelembaban, radiasi matahari dan tekanan udara) telah banyak berkembang
seperti: metode Langbein, metode Thornthwaite, metode Turc, persamaan
Rohwer, persamaan Orstom dan metode Penman (Singh, 1989).
Klimatologi berasal dari bahasa Yunani di mana klima dan logos. Klima
berarti kemiringan (slope) yang diarahkan ke lintang tempat, sedangkan logos
berarti ilmu. Klimatologi adalah ilmu yang mencari gambaran dan penjelasan sifat
iklim, mengapa iklim di berbagai tempat di bumi berbeda, dan bagaimana kaitan
antara iklim dan dengan aktivitas manusia. Karena klimatologi memerlukan
interpretasi dari data – data yang banyak sehingga memerlukan statistic dalam
pengerjaannya, orang – orang sering menawarkan klimatologi sebagai
meteorologi statistic. Klimatologi adalah ilmu yang mempelajari iklim. Ilmu ini
mencoba menuliskan atau menguraikan dan menerangkan hakikat iklim,
distribusing terhadap ruang, serta variasinya terhadap waktu, hubungan dengan
berbagai unsur lain dari lingkungan alam dan aktivitasnya (Tukidi 2010).
Cuaca merupakan keadaan atmosfer pada waktu tertentu yang sifatnya
berubah – ubah setiap waktu atau dari waktu ke waktu. Cuaca merupakan keadaan
sesaat dari atmosfer selama suatu periode tertentu. Cuaca dan iklim merupakan
keadaan atau kondisi fisik atmosfer yang terbentuk melalui interaksi dari berbagai
unsur atau komponen yang disebut unsur-unsur cuaca dan iklim yang saling
berinteraksi satu dengan lainnya. Unsur-unsur tersebut meliputi radiasi atau lama
penyinaran matahari, suhu, kelembaban, tekanan udara, angin, awan, presipitasi
dan evaporasi (Sabaruddin, 2012)
Suhu adalah derajat panas atau dingin yang diukur berdasarkan skala
tertentu dengan menggunakan termometer. Satuan suhu yang bisa digunakan
adalah derajat celcius (C°), sedangkan di Inggris dan beberapa negara lain
dinyatakan dalam derajat Fahrenheit (F°). Suhu di permukaan bumi dipengaruhi
oleh jumlah radiasi yang diterima (per tahun, per hari, per musim), pengaruh
daratan dan lautan, pengaruh ketinggian tempat, pengaruh angin secara tidak
langsung, pengaruh panas laten, penutup tanah, tipe tanah dan sudut datang sinar
matahari (Atmaja, 2009).
Angin merupakan gerakan atau perpindahan massa udara dari satu tempat ke
tempat lain secara horizontal. Massa udara adalah udara dalam ukuran yang
sangat besar yang mempunyai sifat fisik yang seragam dalam arah yang
horizontal. Sifat massa udara ditentukan oleh daerah di mana massa udara terjadi,
jalan yang dilalui oleh massa udara, dan umur dari massa udara itu. Gerakan angin
berasal dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah.
Terdapat banyak jenis-jenis angin seperti angin darat, angin laut, angin gunung,
angin lembah dan angin lokal (Fohn) yang sifatnya kering. Angin lokal ini
biasanya tidak begitu baik bagi tanaman karena sifatnya yang kering sehingga
menyebabkan besarnya evaporasi dan trasnpirasi yang akan dilakukan oleh
tanaman. Kadang-kadang hal ini akan menyebabkan tanaman menjadi layu karena
tanaman tersebut tidak dapat mengimbangi jumlah air yang hilang dengan
pengambilan air dari dalam tanah (Atmaja, 2009).
Suhu tanah merupakan hasil dari keseluruhan radiasi yang
merupakan kombinasi emisi panjang gelombang dan aliran panas dalam tanah.
Suhu tanah jugadisebut intensitas panas dalam tanah dengan satuan derajat
celcius, derajat farenheit,derajat Kelvin dan lain-lain. Suhu tanah berpengaruh
terhadap penyerapan air. Makinrendah suhu, makin sedikit air yang di serap oleh
akar, karena itulah penurunan suhutanah mendadak dapat menyebabkan
kelayuan tanaman. Pengukuran suhu tanahdalam klimatologi harus
dihindarkan dari beberapa gangguan, baik itu gangguan likalmaupun gangguan
lain (Ahmad, 2018)
III METODOLOGI
III.1 Waktu dan Tempat
Adapun waktu pelaksanaan praktikum ini dilakukan pada hari Jumat, 22
September 2023 pada pukul 16.00 WIB di UPT kebun percobaan fakultas
pertanian universitas Riau.
III.2 Alat dan Bahan
Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu cangkul, parang,
gembor, termohigrometer, thermometer tanah, anemometer, thermometer
maksimum dan minimum, thermometer bola basah dan bola kering, panci
evaporasi, psikrometer, penggaris, dan alat dokumentasi
Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu buku diktat dan
buku tulis.
III.3 Metode Pelaksana
1. Dikumpulkan praktikan didalam laboratorium mekanisasi oleh asisten.
2. Disampaikan dan dijelaskan materi mengenai alat stasiun klimatologi yang
berada di dalam laboratorium mekanisasi serta cara penggunaannya oleh
asisten.
3. Dipahami dan dicatat penyampaian asisten oleh praktikan mengenai
penjelasan alat yang berada di dalam laboratorium mekanisasi.
4. Dilakukan pembersihan lahan hidroponik dan stasiun iklim.
5. Dikumpulkan kembali praktikan oleh asisten di stasiun klimatologi untuk
diberikan penjelasan lanjutan mengenai alat yang hanya ada berada di
stasiun klimatologi.
6. Didengarkan penjelasan asisten dan dicatat kembali hal-hal yang
disampaikan asisten mengenai alat yang hanya ada di stasiun klimatologi
7. Dilakukan pengamatan data iklim dan cuaca setiap harinya oleh setiap
perwakilan kelompok.
IV HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Hasil
-
IV.2 Pembahasan
Pengamatan iklim selama magang ini melibatkan penggunaan berbagai
instrumen yang masing-masing instrumen berperan penting dalam mengukur data
cuaca dan iklim. Alat-alat tersebut antara lain termometer seperti termometer air
raksa, termometer digital, dan termometer tanah yang digunakan untuk mengukur
suhu. Untuk mengukur kelembapan, masyarakat menggunakan alat seperti
psikrometer kandang dan assman. Belakangan, higrometer banyak digunakan
untuk mengukur kelembapan di udara, sedangkan higrometer membantu mencatat
perubahan kelembapan dari waktu ke waktu. Saat mengamati proses evaporasi,
piringan evaporasi penting untuk mencatat laju evaporasi. Untuk mengukur arah
dan kecepatan angin, terdapat alat seperti baling-baling cuaca dan anemometer.
Sedangkan barometer digunakan untuk mengukur banyaknya curah hujan yang
turun dalam jangka waktu tertentu. Dengan bantuan alat tersebut, praktisi akan
dapat mengumpulkan data observasi dan mengetahui kondisi cuaca dan iklim saat
ini.
Termometer merupakan salah satu alat yang berperan penting dalam
pemantauan iklim, seperti termometer, ada pula yang digunakan untuk mengukur
suhu udara dan suhu tanah. Termometer air raksa digunakan untuk mengukur suhu
udara. Ia bekerja berdasarkan prinsip pemuaian dan kontraksi air raksa (merkuri)
dalam tabung kaca tipis. Bila suhu naik maka air raksa yang ada di dalam tabung
akan bertambah, begitu pula sebaliknya bila suhu turun maka air raksa yang ada di
dalam tabung juga akan berkurang. Cara penggunaan termometer ini adalah
dengan meletakkan termometer air raksa pada tempat yang lapang dan membaca
tinggi kolom air raksa untuk mendapatkan suhu saat ini. Lalu ada termometer
tanah yang memungkinkan Anda mengukur suhu di dalam tanah atau di
permukaan tanah. Alat ini mempunyai ujung yang tajam yang ditancapkan ke
dalam tanah atau diletakkan di atas permukaan tanah. Penggunaannya bervariasi
tergantung pada tujuan pengukuran. Untuk mengukur suhu tanah pada kedalaman
tertentu, ujung termometer dibenamkan pada kedalaman yang diinginkan.
Sedangkan untuk mengukur suhu tanah, termometer diletakkan di atas tanah
dengan melindungi ujung termometer dari sinar matahari langsung atau hujan.
Hygrometer adalah instrumen yang digunakan dalam pengamatan iklim
untuk mencatat perubahan kelembaban udara selama periode waktu tertentu. Alat
ini berguna untuk memahami pola kelembapan udara yang dapat mempengaruhi
cuaca dan iklim. Higrometer biasanya mencakup beberapa jenis sensor
kelembapan yang terhubung ke mekanisme pencatatan atau pencatatan. Cara
menggunakan higrometer adalah dengan meletakkannya di lokasi yang
representatif, seperti stasiun cuaca atau lokasi yang ingin diamati kelembapannya.
Sensor kelembapan higrometer akan terus memantau kelembapan udara setiap
saat. Saat kelembapan berubah, sensor mencatat perubahan tersebut. (Arief,2012)
Psikrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban relatif
udara. Psikometer meliputi termometer bola basah dan termometer bola kering,
termometer maksimum dan termometer minimum, serta evaporator altimeter yang
digunakan untuk mengukur suhu lingkungan. Psikrometer ditempatkan dalam
sangkar berbentuk rumah putih yang disebut sangkar cuaca. Hal ini
dimaksudkan untuk melindungi seluruh perangkat dari radiasi matahari dan hujan.
Termometer bola kering menunjukkan suhu udara, sedangkan termometer bola
basah digunakan untuk menentukan kelembaban udara dengan menggunakan
grafik. Dua buah termometer diletakkan bersebelahan. Termometer bola basah
yang mengandung air raksa dibungkus dengan kain muslin agar tetap basah
dengan air murni, sedangkan termometer bola kering dibiarkan kering.
Pengukuran suhu yang diperoleh dengan termometer bola kering dinyatakan
dalam derajat Celcius, sedangkan termometer bola basah menampilkan
kelembapan yang dinyatakan dalam persentase. (Sunitra, 2011).
Panci evaporasi merupakan alat untuk mencatat besarnya evaporasi dengan
menggunakan perubahan tinggi air pada panci, hal ini sesuai dengan pendapat
Siswanti (2011) yang mengemukakan bahwa panci evaporasi yang terbuka
merupakan alat untuk mengukur evaporasi. Alat tersebut dilengkapi dengan
termometer mengambang dan anemometer cup setinggi 0,5 meter. Termometer
terapung mengukur suhu air, sedangkan anemometer cangkir mengukur kecepatan
angin.
Cara menggunakan panci evaporasi cukup sederhana. Pertama, letakkan
panci di lokasi yang ingin diamati, biasanya di dekat sumber air atau lapangan
terbuka. Baki evaporasi ini memiliki luas permukaan yang cukup besar dan berisi
air hingga mencapai ketinggian awal tertentu. Kemudian perlu dilakukan
pengukuran ketinggian air pada interval tertentu, misalnya harian atau mingguan,
tergantung tujuan pengukuran. Saat mengukur, perhatikan ketinggian air di dalam
panci. Dengan memantau perubahan ketinggian air dari waktu ke waktu, Anda
dapat menentukan laju terjadinya penguapan. Hal ini akan memberikan informasi
tentang laju penguapan air dari permukaan, yang dapat digunakan untuk
memahami siklus air, mengelola sumber daya air, dan menganalisis iklim.
Kemudian fungsi dari floating termometer adalah untuk mengukur suhu air yang
ada di dalam evaporation tray. . Termometer terapung ini biasanya diletakkan di
dalam panci dan mengapung di atas air. Suhu air yang diukur dengan termometer
mengambang ini memberikan informasi penting tentang kondisi lingkungan di
sekitar baki evaporasi. Suhu air yang lebih tinggi dapat meningkatkan laju
penguapan, sedangkan suhu yang lebih rendah dapat menurunkan laju penguapan.
Kemudian pada mata kuliah ini hidrometer yang digunakan merupakan jenis
observasi yang terdiri dari alat pengukur hujan manual. Hal ini sesuai dengan
pernyataan Sofendi (2000) yang menyatakan bahwa higrometer observasi adalah
alat ukur curah hujan manual yang terdiri dari corong (mulut penampung air
hujan) dengan permukaan mendatar, tabung sempit memanjang ke dalam tabung
penampung dan dilengkapi dengan keran, jumlah air yang dapat ditampung.
Jumlah air yang tertampung di dalam tabung dapat Anda lihat jika Anda membuka
keran, lalu mengukur jumlah air dengan gelas ukur.
Cara menggunakan obrometer cukup sederhana. Pertama, letakkan
pengukur kilap di lokasi yang mewakili area yang ingin Anda amati. Pastikan
shade meter terletak di area terbuka dan terlindung dari rintangan seperti pohon
atau bangunan yang dapat mempengaruhi pengukuran. Saat hujan, air hujan
dialirkan ke alat ini melalui corong atau wadah yang biasanya dipasang di
atasnya. Di dalam hidrometer terdapat timbangan atau tong pengukur yang
memungkinkan Anda melihat berapa banyak air hujan yang terkumpul.
Pengamatan fotometer biasanya dilakukan pada akhir jangka waktu tertentu,
misalnya per jam atau harian, tergantung tujuan pengukuran. Untuk mendapatkan
hasilnya, cukup membaca jumlah air hujan yang tertampung pada timbangan atau
volume meter dan data ini akan memberikan informasi mengenai jumlah air hujan
yang turun di lokasi tersebut.
Anemometer adalah alat pengukur kecepatan angin yang banyak digunakan
di stasiun meteorologi, geofisika, atau prakiraan cuaca. Kecepatan atau kecepatan
angin diukur dengan cup anemometer, instrumen yang dilengkapi dengan tiga atau
empat belahan logam berongga kecil yang menangkap angin dan berputar
mengelilingi batang vertikal. Perangkat listrik mencatat jumlah putaran dan
menghitung kecepatan angin (Siregar, 2018).
Cara menggunakan anemometer cukup sederhana. Pertama-tama, alat ini
sebaiknya diletakkan di tempat terbuka, jauh dari halangan seperti rumah atau
pohon agar aliran angin yang terukur tidak terhambat. Saat angin bertiup, gelas
ukur angin akan berputar. Kemudian akan muncul hasil pengukuran dari skala
pada alat, hasil tersebut akan menampilkan kecepatan angin dalam satuan seperti
km/jam atau meter/detik. Selain untuk mengukur kecepatan angin, beberapa
anemometer juga dilengkapi dengan alat untuk mengukur arah angin. Biasanya
memiliki ekor kecil yang menghadap ke arah angin. Dengan demikian, selain
mengetahui intensitas angin, kita juga dapat mengetahui dari arah mana angin
bertiup, yang sangat membantu dalam memahami pola angin dalam kurun waktu
tertentu.
V KESIMPULAN DAN SARAN
V.1 Kesimpulan
Dari kegiatan praktikum yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan yaitu
memberikan pemahaman kepada praktikan tentang pentingnya alat klimatologi
dalam memahami dan memantau perubahan iklim dan cuaca. Alat-alat ini
memungkinkan kita untuk mengukur berbagai parameter iklim dan cuaca yang
penting, alat tersebut diantaranya termohigrometer, termometer tanah,
anemometer, thermometer maksimum dan minimum, termometer bola basah dan
bola kering, psikrometer, serta panci evaporasi. Hasil pengamatan mengenai
parameter yang ada, menunjukkan bahwa alat-alat ini dapat memberikan data
yang berharga tentang iklim dan cuaca, yang dapat digunakan untuk
mengoptimalkan pola tanam, irigasi, dan manajemen sumber daya pertanian
lainnya. Akurasi dalam penggunaan alat klimatologi sangat penting, karena
kesalahan dalam pengukuran dapat menghasilkan data yang tidak akurat dan dapat
memengaruhi interpretasi kondisi cuaca dan iklim.
V.2 Saran
Saran pada kegiatan praktikum ini, sebaiknya segala alat-alat yang rusak
dapat diperbaiki secepat mungkin, sehingga praktikan dapat melakukan
pengamatan menggunakan seluruh alat stasiun klimatologi untuk dijadikan bahan
pembelajaran baru.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, D. 2018. Tiga Macam Senyawa Orgnik Dalam Tubuh. Bumi Aksara.
Jakarta.
Arief, L. M. 2012. Monitoring Lingkungan Kerja Tekanan Panas atau Heat Stress.
Jakarta Universitas Esa Unggul.
Atmaja, L. 2009. Statistika Untuk Bisnis dan Ekonomi. ANDI. Jakarta
Kirono, Dewi Galuh Condro. 2001. Modul Mata kuliah Hidrometeorologi.
Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM.
Kurniawan, A. 2010. Verifikasi data pengukuran curah hujan antara Vaisala
Hydromet-MAWS201 Menggunakan Sensor Hujan Rain Gauge
Qmr101 dengan penakar hujan observasi (OBS) di SPAG Bukit
Kototabang pada Januari-Juni 2010, Megasains.
Nasir, A.A. dan Y. Koesmaryono. 1990. Pengantar Ilmu Iklim Untuk Pertanian,
Pustaka Jaya, Bogor
Reza, R. F. (2022). Pengaruh Aspek Astronomi Terhadap Terjadinya Perubahan
Cuaca Dan Iklim Berdasarkan Pengamatan Badan Meteorologi,
Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) Kelas I Pekanbaru.
KARYA TULIS.
Sabaruddin, L. 2012. Agroklimatologi Aspek-aspek Klimatik untuk Sistem
Budidaya Tanaman. Alfabeta. Bandung.
Saputra, W. S. E., & Prabawayudha, E. (2022). Klimatologi Pertanian.
Payakumbuh Press. Payakumbuh
Singh, R. Vijay. 1989. Hydrologic Systems Volume II. New Jersey: Prentice-Hall
Inc
Siregar, R. M., & Supani, A. (2018). Alat Ukur Kecepatan Angin dan Pengiriman
Datanya dengan SMS Gateway Berbasis Mikrokontroler.
TEKNIKA, 12(1), 13-21.
Siswanti, K. Y. 2011. Model Fungsi Transfer Multivariat dan Aplikasinya untuk
Meramalkan Curah Hujan di Kota Yogyakarta. Yogyakarta :
Universitas Negeri Yogyakarta.
Sofendi, B. 2000. Tata Cara Tetap Pelaksanaan Pengamatan dan Pelaporan Data
Iklim dan Agroklimat. Jakarta : Badan Metereologi dan
Geofisika.
Sunitra, E., A. Zamri, R. Chadry, dan Mulyadi. 2011. Kajian eksperimental
pengaruh variasi kecepatan udara panas terhadap proses
pengeringan gabah. Jurnal Teknik Mesin. 8 (1) : 29-40.
Tukidi. 2010. Karakter Hujan di Indonesia. Jurusan geografi FIS UNNES.
7(2) :137-138
Tyasyono, B. 2004. Klimatologi. ITB Press. Bandung
Winarno, G.D., S.P, Harianto., T. Santoso. 2019. Klimatologi Pertanian. Pusaka
Media. Bandar Lampung
Wirjomiharjo dan Swarinoto, BMKG. 2007. Adaptasi dan mitigrasi perubahan
iklim di indonesia. Pusat perubahan iklim dan kualitas udara
kedeputian bidang klimatologi. Jakarta.
LAMPIRAN
1. Dokumentasi
Gambar 1. Panci evaporasi Gambar 2. Ombrometer
Gambar 3. Anemo meter dan wind vane Gambar 4. Hygrograf
Gambar 5. Psikrometer sangkar Gambar 6. Pembersihan stasiun cuaca