0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
98 tayangan23 halaman

Pengenalan Alat Stasiun Klimatologi

Dokumen tersebut merangkum tentang pengenalan alat-alat yang umum digunakan di stasiun klimatologi seperti higrometer, psikrometer, termometer, dan pluviometer untuk mengukur parameter iklim seperti kelembaban udara, suhu, hujan, dan evaporasi.

Diunggah oleh

ABDURRAHMAN RAFIF
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
98 tayangan23 halaman

Pengenalan Alat Stasiun Klimatologi

Dokumen tersebut merangkum tentang pengenalan alat-alat yang umum digunakan di stasiun klimatologi seperti higrometer, psikrometer, termometer, dan pluviometer untuk mengukur parameter iklim seperti kelembaban udara, suhu, hujan, dan evaporasi.

Diunggah oleh

ABDURRAHMAN RAFIF
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM

KLIMATOLOGI DASAR

PENGENALAN ALAT STASIUN KLIMATOLOGI

OLEH:

ABDURRAHMAN RAFIF
NIM. 2206110623

AGROTEKNOLOGI – A

JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2023
LEMBAR PENGESAHAN
PENGENALAN ALAT STASIUN KLIMATOLOGI

PEKANBARU, 29 SEPTEMBER 2023

PRAKTIKAN

ABDURRAHMAN RAFIF
NIM. 2206110623

MENGETAHUI

ASISTEN I ASISTEN II

HARRY VATANEN POHAN DINA NATHISA


NIM. 1806112027 NIM. 1806111769

ASISTEN III ASISTEN IV

VENI DWI NABILA M. RIZKYDARMAWAN


NIM. 1806124892 NIM. 1906155372

ASISTEN V ASISTEN VI

URIKA FEBIOLA ADHA ANWARY MAHSA


NIM. 1906154408 NIM. 2006112493

ASISTEN VII

REZTIANA
NIM. 2006124688
I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Klimatologi adalah ilmu yang mempelajari cuaca dan iklim serta berbagai

fenomena atmosfer yang terkait. Dalam kata lain, klimatologi adalah ilmu yang

membantu manusia dalam memahami bagaimana cuaca dan iklim berubah dari

waktu ke waktu di berbagai wilayah di Bumi. Ilmu ini memiliki manfaat yang

sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, karena klimatologi membantu dalam

memprediksi cuaca, mengidentifikasi pola iklim dalam jangka panjang, dan

mengelola sumber daya alam seperti air dan energi. Dengan memahami

klimatologi, kita dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam berbagai

bidang, seperti pertanian, transportasi, dan pengelolaan bencana alam. Cakupan

klimatologi melibatkan pengumpulan data cuaca dan iklim, analisis data tersebut,

serta pemahaman tentang bagaimana faktor-faktor seperti suhu, kelembaban,

tekanan udara, dan pola angin berinteraksi untuk membentuk kondisi cuaca dan

iklim di suatu tempat. Dengan kata lain, klimatologi membantu kita menjelajahi

dan memahami segala sesuatu tentang "cuaca jangka panjang" di bumi.

Stasiun meteorologi pertanian adalah suatu tempat yang mengadakan

pengamatansecara terus-menerus mengenai keadaan fisik dan lingkungan

(atmosfer) sertapengamatantentang keadaan biologi dari tanaman dan objek

pertanian lainnya.Dalam persetujuan internasional, suatu stasiun meteorologi

paling sedikit mengamatikeadaan iklim selama 10 tahun berturut-turut hingga

akan mendapatkan gambaranumum tentang rerata keadaaniklimnya, batas-batas

ekstrim dan juga pola siklusnya.


Iklim adalah sintesis atau kesimpulan atau rata-rata perubahan unsur-unsur

cuaca (hari demi hari dan bulan demi bulan)dalam jangka panjang disuatu

tempat atau pada suatu wilayah.Sintesis tersebut dapat diartikan pula sebagai

nilai statistik yang meliputi antara lain nilai rata-

rata,maksimum,minimum,frekuensi kejadian,atau peluang kejadian dari

cuaca.Iklim dapat pula diartikan sebagai polakebiasaan serta perubahan cuaca

disutau tempat atau wilayah (Fortain,2002)

Klimatologi dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu klimatologi fisik,

klimatologi dinamik dan klimatologi terapan. Klimatologi fisik membahas

perilaku dan gejala-gejala cuaca yang terjadi di atmosfer dengan menggunakan

dasar-dasar ilmu fisika dan matematika, tinjauannya ditekankan pada neraca

energi dan neraca air antara bumi dan atmosfer. Klimatologi dinamik membahas

pergerakan atmosfer dalam berbagai skala, terutama tentang peredaran atmosfer

umum di berbagai wilayah di seluruh dunia. sedangkan klimatologi terapan

adalah klimatologi yang membahas penerapan ilmu iklim untuk memecahkan

berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. Contohnya yaitu klimatologi

pertanian (agroklimatologi), klimatologi kelautan, bioklimatologi, dan lainnya

(Reza, 2022).

I.2 Tujuan

Tujuan dari praktikum klimatologi dasar kali ini adalah untuk para

praktikan mengetahui mengenai apa itu klimatologi, alat alat yang umum

digunakan dalam pengamatan klimatologi distasiun klimatologi.


I.3 Manfaat

Adapun manfaat dari praktikum ini adalah praktikan dapat lebih mengetahui

mengenai klimatologi terutama pemahaman mengenai cara penggunaan alat alat

yang ada di stasiun klimatologi, serta mampu mengetahui cara membaca data

hasil pengamatan.
II TINJAUAN PUSTAKA

Klimatologi atau ilmu iklim berasal dari kata Yunani klima dan Logos

dimana klima berarti berlereng atau berkecenderungan dan logos berarti

pengkajian/ilmu. Sebagai ilmu, klimatologi mempelajari keadaan atmosfer dalam

suatu periode waktu panjang sehingga berbeda dari meteorologi yang mempelajari

keadaan atmosfer sesaat. Dalam praktek, klimatologi menggunakan data cuaca

(meteorologi) selama beberapa tahun untuk memperoleh gambaran keadaan iklim

suatu daerah. Klimatologi berkaitan dengan penjelasan dan informasi peredaran

cuaca dan unsur-unsur atmosfer dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Klimatologi mempelajari tentang penyebaran-penyebaran menurut waktu dan

tempat (misalnya di suatu daerah pada jam demi jam, hari demi hari, tahun demi

tahun dan sebagainya) (Saputra, 2022).

Iklim adalah keadaan rata – rata cuaca disuatu daerah dalam jangka lama

dan tetap. Definisi lain, iklim merupakan karakter kecuacaan suatu tempat atau

daerah, dan bukan hanya merupakan cuaca rata – rata (Wirjomiharjo dan

Swarinoto, 2007). Iklim merupakan peluang statistik berbagai keadaan atmosfer

antara lain suhu, tekanan, angin, kelembaban yang terjadi di suatu daerah selama

kurun waktu yang panjang dengan penyelidikan dalam waktu yang lama

minimalnya 30 tahun dan meliputi wilayah yang luas. Iklim adalah kelanjutan dari

hasil pencatatan unsur cuaca dari hari ke hari dalam waktu yang lama, sehingga

disebut sebagai rata-rata dari unsur cuaca secara umum (Winanrno et al., 2019).

Angin adalah udara yang bergerak dari satu tempat ketempat lainnya. Angin

berhembus dikarenakan beberapa bagian bumi mendapat lebih banyak panas

matahari dibandingkan tempat lain. Permukaan tanah yang panas mambuat suhu
udara diatasnya naik. Akibatnya udara yang naik mengembang dan menjadi lebih

ringan. Karena lebih ringan dibandingkan udara sekitarnya, udara akan naik.

Begitu udara panas tadi naik, tempatnya akan segera digantikan oleh udara sekitar

terutama udara dari atas yang lebih dingin dan berat. Proses ini terjadi terus-

menerus, akibatnya kita bisa merasakan adanya pergerakan udara atau yang

disebut angin (Nasir, 1990).

Hujan adalah sebuah peristiwa presipitasi (jatuhnya cairan dari atmosfer

yang berwujud cair maupun beku) ke permukaan bumi. Hujan memerlukan

keberadaan lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di

dekat dan dia atas permukaan Bumi. Hujan merupakan proses kondensasi uap air

di atmosfer menjadi butiran air dan jatuh di daratan. Dua proses yang mungkin

terjadi bersamaan dapat mendorong udara semakin jenuh menjelang hujan, yaitu

pendinginan udara atau penambahan uap air ke udara dan butir pada hujan

memiliki ukuran yang beragam (Winanrno et al., 2019).

Suhu didefinisikan sebagai ukuran atau derajat panas dinginnya suatu benda

atau sistem. Benda yang panas memiliki suhu yang tinggi, sedangkan benda yang

dingin memiliki suhu yang rendah. Pada hakikatnya, suhu adalah ukuran energi

kinetik rata-rata yang dimiliki oleh molekul-molekul suatu benda. Dengan

demikian suhu menggambarkan bagaimana gerakan-gerakan molekul benda. Suhu

tanah merupakan hasil dari keseluruhan radiasi yang merupakan kombinasi emisi

panjang gelombang dan aliran panas dalam tanah. Suhu tanah juga disebut

intensitas panas dalam tanah dengan satuan derajat celcius, derajat farenheit,

derajat Kelvin dan lain-lain (Winanrno et al., 2019).


Kelembaban udara diukur menggunakan Hygrometer dengan

menggantungkan higrometer di dalam kandang. Hygrometer dapat menganalisis

kelembaban udara suatu tempat, baik di dalam maupun di luar ruangan. Hasil dari

pengukuran menggunakan higrometer berupa angka kelembaban udara (%) dan

angka suhu kering (oC) suatu tempat. Hygrometer adalah alat yang berfungsi

untuk mengukur kelembaban udara yang merupakan pengembangan dari

psikrometer. Psycrometer merupakan sebuah higrometer sederhana. Psikometer

berfungsi sebagai pengukur kelembaban udara yang terdiri dari termometer bola

kering dan basah. Alat ini diletakkan tegak, bola yang mengandung air raksa dari

termometer bola basah dibungkus dengan kain yang dibasahi terus menerus

dengan air destilasi melalui benang yang tercelup pada sebuah mangkok kecil

(Tjasyono, 2004).

Secara umum kelembaban (Relative Humidity) adalah istilah yang

digunakan untuk menggambarkan jumlah uap air yang ada di udara dan

dinyatakan dalam persen dari jumlah uap air maksimum dalam kondisi jenuh. Alat

yang dapat digunakan untuk mengukur kelembaban udara (Relative Humidity)

adalah higrometer. Higrometer rambut adalah sebuah alat pengukur kelembaban

udara dengan satuan persen yang menggunakan prinsip muai panjang rambut

dimana rambut akan memanjang ketika kelembaban udara bertambah. Rambut

yang digunakan adalah rambut manusia atau kuda yang sudah dihilangkan

lemaknya yang kemudian dikaitkan dengan pengungkit (engsel) yang

dihubungkan dengan jarum yang menunjuk kepada skala sehingga memperbesar

perubahan skala dari perubahan kecil dari panjangnya rambut (Putera, 2016).
Data evaporasi merupakan data penting dalam perencanaan pengelolaan

sumberdaya air dan pengaturan waktu irigasi di suatu tempat. Pengukuran

besarnya evaporasi dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu pengukuran

langsung dengan menggunakan panci evaporasi klas A, perhitungan atau estimasi

dengan metode, dan gabungan keduanya (Kirono, 2001). Hingga saat ini metode-

metode pendugaan evaporasi yang menggunakan data klimatologi tertentu (suhu

udara, kelembaban, radiasi matahari dan tekanan udara) telah banyak berkembang

seperti: metode Langbein, metode Thornthwaite, metode Turc, persamaan

Rohwer, persamaan Orstom dan metode Penman (Singh, 1989).

Klimatologi berasal dari bahasa Yunani di mana klima dan logos. Klima

berarti kemiringan (slope) yang diarahkan ke lintang tempat, sedangkan logos

berarti ilmu. Klimatologi adalah ilmu yang mencari gambaran dan penjelasan sifat

iklim, mengapa iklim di berbagai tempat di bumi berbeda, dan bagaimana kaitan

antara iklim dan dengan aktivitas manusia. Karena klimatologi memerlukan

interpretasi dari data – data yang banyak sehingga memerlukan statistic dalam

pengerjaannya, orang – orang sering menawarkan klimatologi sebagai

meteorologi statistic. Klimatologi adalah ilmu yang mempelajari iklim. Ilmu ini

mencoba menuliskan atau menguraikan dan menerangkan hakikat iklim,

distribusing terhadap ruang, serta variasinya terhadap waktu, hubungan dengan

berbagai unsur lain dari lingkungan alam dan aktivitasnya (Tukidi 2010).

Cuaca merupakan keadaan atmosfer pada waktu tertentu yang sifatnya

berubah – ubah setiap waktu atau dari waktu ke waktu. Cuaca merupakan keadaan

sesaat dari atmosfer selama suatu periode tertentu. Cuaca dan iklim merupakan

keadaan atau kondisi fisik atmosfer yang terbentuk melalui interaksi dari berbagai
unsur atau komponen yang disebut unsur-unsur cuaca dan iklim yang saling

berinteraksi satu dengan lainnya. Unsur-unsur tersebut meliputi radiasi atau lama

penyinaran matahari, suhu, kelembaban, tekanan udara, angin, awan, presipitasi

dan evaporasi (Sabaruddin, 2012)

Suhu adalah derajat panas atau dingin yang diukur berdasarkan skala

tertentu dengan menggunakan termometer. Satuan suhu yang bisa digunakan

adalah derajat celcius (C°), sedangkan di Inggris dan beberapa negara lain

dinyatakan dalam derajat Fahrenheit (F°). Suhu di permukaan bumi dipengaruhi

oleh jumlah radiasi yang diterima (per tahun, per hari, per musim), pengaruh

daratan dan lautan, pengaruh ketinggian tempat, pengaruh angin secara tidak

langsung, pengaruh panas laten, penutup tanah, tipe tanah dan sudut datang sinar

matahari (Atmaja, 2009).

Angin merupakan gerakan atau perpindahan massa udara dari satu tempat ke

tempat lain secara horizontal. Massa udara adalah udara dalam ukuran yang

sangat besar yang mempunyai sifat fisik yang seragam dalam arah yang

horizontal. Sifat massa udara ditentukan oleh daerah di mana massa udara terjadi,

jalan yang dilalui oleh massa udara, dan umur dari massa udara itu. Gerakan angin

berasal dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah.

Terdapat banyak jenis-jenis angin seperti angin darat, angin laut, angin gunung,

angin lembah dan angin lokal (Fohn) yang sifatnya kering. Angin lokal ini

biasanya tidak begitu baik bagi tanaman karena sifatnya yang kering sehingga

menyebabkan besarnya evaporasi dan trasnpirasi yang akan dilakukan oleh

tanaman. Kadang-kadang hal ini akan menyebabkan tanaman menjadi layu karena
tanaman tersebut tidak dapat mengimbangi jumlah air yang hilang dengan

pengambilan air dari dalam tanah (Atmaja, 2009).

Suhu tanah merupakan hasil dari keseluruhan radiasi yang

merupakan kombinasi emisi panjang gelombang dan aliran panas dalam tanah.

Suhu tanah jugadisebut intensitas panas dalam tanah dengan satuan derajat

celcius, derajat farenheit,derajat Kelvin dan lain-lain. Suhu tanah berpengaruh

terhadap penyerapan air. Makinrendah suhu, makin sedikit air yang di serap oleh

akar, karena itulah penurunan suhutanah mendadak dapat menyebabkan

kelayuan tanaman. Pengukuran suhu tanahdalam klimatologi harus

dihindarkan dari beberapa gangguan, baik itu gangguan likalmaupun gangguan

lain (Ahmad, 2018)


III METODOLOGI

III.1 Waktu dan Tempat

Adapun waktu pelaksanaan praktikum ini dilakukan pada hari Jumat, 22

September 2023 pada pukul 16.00 WIB di UPT kebun percobaan fakultas

pertanian universitas Riau.

III.2 Alat dan Bahan

Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu cangkul, parang,

gembor, termohigrometer, thermometer tanah, anemometer, thermometer

maksimum dan minimum, thermometer bola basah dan bola kering, panci

evaporasi, psikrometer, penggaris, dan alat dokumentasi

Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu buku diktat dan

buku tulis.

III.3 Metode Pelaksana

1. Dikumpulkan praktikan didalam laboratorium mekanisasi oleh asisten.

2. Disampaikan dan dijelaskan materi mengenai alat stasiun klimatologi yang

berada di dalam laboratorium mekanisasi serta cara penggunaannya oleh

asisten.

3. Dipahami dan dicatat penyampaian asisten oleh praktikan mengenai

penjelasan alat yang berada di dalam laboratorium mekanisasi.

4. Dilakukan pembersihan lahan hidroponik dan stasiun iklim.

5. Dikumpulkan kembali praktikan oleh asisten di stasiun klimatologi untuk

diberikan penjelasan lanjutan mengenai alat yang hanya ada berada di

stasiun klimatologi.
6. Didengarkan penjelasan asisten dan dicatat kembali hal-hal yang

disampaikan asisten mengenai alat yang hanya ada di stasiun klimatologi

7. Dilakukan pengamatan data iklim dan cuaca setiap harinya oleh setiap

perwakilan kelompok.
IV HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Hasil
-
IV.2 Pembahasan

Pengamatan iklim selama magang ini melibatkan penggunaan berbagai

instrumen yang masing-masing instrumen berperan penting dalam mengukur data

cuaca dan iklim. Alat-alat tersebut antara lain termometer seperti termometer air

raksa, termometer digital, dan termometer tanah yang digunakan untuk mengukur

suhu. Untuk mengukur kelembapan, masyarakat menggunakan alat seperti

psikrometer kandang dan assman. Belakangan, higrometer banyak digunakan

untuk mengukur kelembapan di udara, sedangkan higrometer membantu mencatat

perubahan kelembapan dari waktu ke waktu. Saat mengamati proses evaporasi,

piringan evaporasi penting untuk mencatat laju evaporasi. Untuk mengukur arah

dan kecepatan angin, terdapat alat seperti baling-baling cuaca dan anemometer.

Sedangkan barometer digunakan untuk mengukur banyaknya curah hujan yang

turun dalam jangka waktu tertentu. Dengan bantuan alat tersebut, praktisi akan

dapat mengumpulkan data observasi dan mengetahui kondisi cuaca dan iklim saat

ini.

Termometer merupakan salah satu alat yang berperan penting dalam

pemantauan iklim, seperti termometer, ada pula yang digunakan untuk mengukur

suhu udara dan suhu tanah. Termometer air raksa digunakan untuk mengukur suhu

udara. Ia bekerja berdasarkan prinsip pemuaian dan kontraksi air raksa (merkuri)

dalam tabung kaca tipis. Bila suhu naik maka air raksa yang ada di dalam tabung

akan bertambah, begitu pula sebaliknya bila suhu turun maka air raksa yang ada di
dalam tabung juga akan berkurang. Cara penggunaan termometer ini adalah

dengan meletakkan termometer air raksa pada tempat yang lapang dan membaca

tinggi kolom air raksa untuk mendapatkan suhu saat ini. Lalu ada termometer

tanah yang memungkinkan Anda mengukur suhu di dalam tanah atau di

permukaan tanah. Alat ini mempunyai ujung yang tajam yang ditancapkan ke

dalam tanah atau diletakkan di atas permukaan tanah. Penggunaannya bervariasi

tergantung pada tujuan pengukuran. Untuk mengukur suhu tanah pada kedalaman

tertentu, ujung termometer dibenamkan pada kedalaman yang diinginkan.

Sedangkan untuk mengukur suhu tanah, termometer diletakkan di atas tanah

dengan melindungi ujung termometer dari sinar matahari langsung atau hujan.

Hygrometer adalah instrumen yang digunakan dalam pengamatan iklim

untuk mencatat perubahan kelembaban udara selama periode waktu tertentu. Alat

ini berguna untuk memahami pola kelembapan udara yang dapat mempengaruhi

cuaca dan iklim. Higrometer biasanya mencakup beberapa jenis sensor

kelembapan yang terhubung ke mekanisme pencatatan atau pencatatan. Cara

menggunakan higrometer adalah dengan meletakkannya di lokasi yang

representatif, seperti stasiun cuaca atau lokasi yang ingin diamati kelembapannya.

Sensor kelembapan higrometer akan terus memantau kelembapan udara setiap

saat. Saat kelembapan berubah, sensor mencatat perubahan tersebut. (Arief,2012)

Psikrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban relatif

udara. Psikometer meliputi termometer bola basah dan termometer bola kering,

termometer maksimum dan termometer minimum, serta evaporator altimeter yang

digunakan untuk mengukur suhu lingkungan. Psikrometer ditempatkan dalam

sangkar berbentuk rumah putih yang disebut sangkar cuaca. Hal ini
dimaksudkan untuk melindungi seluruh perangkat dari radiasi matahari dan hujan.

Termometer bola kering menunjukkan suhu udara, sedangkan termometer bola

basah digunakan untuk menentukan kelembaban udara dengan menggunakan

grafik. Dua buah termometer diletakkan bersebelahan. Termometer bola basah

yang mengandung air raksa dibungkus dengan kain muslin agar tetap basah

dengan air murni, sedangkan termometer bola kering dibiarkan kering.

Pengukuran suhu yang diperoleh dengan termometer bola kering dinyatakan

dalam derajat Celcius, sedangkan termometer bola basah menampilkan

kelembapan yang dinyatakan dalam persentase. (Sunitra, 2011).

Panci evaporasi merupakan alat untuk mencatat besarnya evaporasi dengan

menggunakan perubahan tinggi air pada panci, hal ini sesuai dengan pendapat

Siswanti (2011) yang mengemukakan bahwa panci evaporasi yang terbuka

merupakan alat untuk mengukur evaporasi. Alat tersebut dilengkapi dengan

termometer mengambang dan anemometer cup setinggi 0,5 meter. Termometer

terapung mengukur suhu air, sedangkan anemometer cangkir mengukur kecepatan

angin.

Cara menggunakan panci evaporasi cukup sederhana. Pertama, letakkan

panci di lokasi yang ingin diamati, biasanya di dekat sumber air atau lapangan

terbuka. Baki evaporasi ini memiliki luas permukaan yang cukup besar dan berisi

air hingga mencapai ketinggian awal tertentu. Kemudian perlu dilakukan

pengukuran ketinggian air pada interval tertentu, misalnya harian atau mingguan,

tergantung tujuan pengukuran. Saat mengukur, perhatikan ketinggian air di dalam

panci. Dengan memantau perubahan ketinggian air dari waktu ke waktu, Anda

dapat menentukan laju terjadinya penguapan. Hal ini akan memberikan informasi
tentang laju penguapan air dari permukaan, yang dapat digunakan untuk

memahami siklus air, mengelola sumber daya air, dan menganalisis iklim.

Kemudian fungsi dari floating termometer adalah untuk mengukur suhu air yang

ada di dalam evaporation tray. . Termometer terapung ini biasanya diletakkan di

dalam panci dan mengapung di atas air. Suhu air yang diukur dengan termometer

mengambang ini memberikan informasi penting tentang kondisi lingkungan di

sekitar baki evaporasi. Suhu air yang lebih tinggi dapat meningkatkan laju

penguapan, sedangkan suhu yang lebih rendah dapat menurunkan laju penguapan.

Kemudian pada mata kuliah ini hidrometer yang digunakan merupakan jenis

observasi yang terdiri dari alat pengukur hujan manual. Hal ini sesuai dengan

pernyataan Sofendi (2000) yang menyatakan bahwa higrometer observasi adalah

alat ukur curah hujan manual yang terdiri dari corong (mulut penampung air

hujan) dengan permukaan mendatar, tabung sempit memanjang ke dalam tabung

penampung dan dilengkapi dengan keran, jumlah air yang dapat ditampung.

Jumlah air yang tertampung di dalam tabung dapat Anda lihat jika Anda membuka

keran, lalu mengukur jumlah air dengan gelas ukur.

Cara menggunakan obrometer cukup sederhana. Pertama, letakkan

pengukur kilap di lokasi yang mewakili area yang ingin Anda amati. Pastikan

shade meter terletak di area terbuka dan terlindung dari rintangan seperti pohon

atau bangunan yang dapat mempengaruhi pengukuran. Saat hujan, air hujan

dialirkan ke alat ini melalui corong atau wadah yang biasanya dipasang di

atasnya. Di dalam hidrometer terdapat timbangan atau tong pengukur yang

memungkinkan Anda melihat berapa banyak air hujan yang terkumpul.

Pengamatan fotometer biasanya dilakukan pada akhir jangka waktu tertentu,


misalnya per jam atau harian, tergantung tujuan pengukuran. Untuk mendapatkan

hasilnya, cukup membaca jumlah air hujan yang tertampung pada timbangan atau

volume meter dan data ini akan memberikan informasi mengenai jumlah air hujan

yang turun di lokasi tersebut.

Anemometer adalah alat pengukur kecepatan angin yang banyak digunakan

di stasiun meteorologi, geofisika, atau prakiraan cuaca. Kecepatan atau kecepatan

angin diukur dengan cup anemometer, instrumen yang dilengkapi dengan tiga atau

empat belahan logam berongga kecil yang menangkap angin dan berputar

mengelilingi batang vertikal. Perangkat listrik mencatat jumlah putaran dan

menghitung kecepatan angin (Siregar, 2018).

Cara menggunakan anemometer cukup sederhana. Pertama-tama, alat ini

sebaiknya diletakkan di tempat terbuka, jauh dari halangan seperti rumah atau

pohon agar aliran angin yang terukur tidak terhambat. Saat angin bertiup, gelas

ukur angin akan berputar. Kemudian akan muncul hasil pengukuran dari skala

pada alat, hasil tersebut akan menampilkan kecepatan angin dalam satuan seperti

km/jam atau meter/detik. Selain untuk mengukur kecepatan angin, beberapa

anemometer juga dilengkapi dengan alat untuk mengukur arah angin. Biasanya

memiliki ekor kecil yang menghadap ke arah angin. Dengan demikian, selain

mengetahui intensitas angin, kita juga dapat mengetahui dari arah mana angin

bertiup, yang sangat membantu dalam memahami pola angin dalam kurun waktu

tertentu.
V KESIMPULAN DAN SARAN

V.1 Kesimpulan

Dari kegiatan praktikum yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan yaitu

memberikan pemahaman kepada praktikan tentang pentingnya alat klimatologi

dalam memahami dan memantau perubahan iklim dan cuaca. Alat-alat ini

memungkinkan kita untuk mengukur berbagai parameter iklim dan cuaca yang

penting, alat tersebut diantaranya termohigrometer, termometer tanah,

anemometer, thermometer maksimum dan minimum, termometer bola basah dan

bola kering, psikrometer, serta panci evaporasi. Hasil pengamatan mengenai

parameter yang ada, menunjukkan bahwa alat-alat ini dapat memberikan data

yang berharga tentang iklim dan cuaca, yang dapat digunakan untuk

mengoptimalkan pola tanam, irigasi, dan manajemen sumber daya pertanian

lainnya. Akurasi dalam penggunaan alat klimatologi sangat penting, karena

kesalahan dalam pengukuran dapat menghasilkan data yang tidak akurat dan dapat

memengaruhi interpretasi kondisi cuaca dan iklim.

V.2 Saran

Saran pada kegiatan praktikum ini, sebaiknya segala alat-alat yang rusak

dapat diperbaiki secepat mungkin, sehingga praktikan dapat melakukan

pengamatan menggunakan seluruh alat stasiun klimatologi untuk dijadikan bahan

pembelajaran baru.
DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, D. 2018. Tiga Macam Senyawa Orgnik Dalam Tubuh. Bumi Aksara.

Jakarta.

Arief, L. M. 2012. Monitoring Lingkungan Kerja Tekanan Panas atau Heat Stress.

Jakarta Universitas Esa Unggul.

Atmaja, L. 2009. Statistika Untuk Bisnis dan Ekonomi. ANDI. Jakarta

Kirono, Dewi Galuh Condro. 2001. Modul Mata kuliah Hidrometeorologi.

Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM.

Kurniawan, A. 2010. Verifikasi data pengukuran curah hujan antara Vaisala

Hydromet-MAWS201 Menggunakan Sensor Hujan Rain Gauge

Qmr101 dengan penakar hujan observasi (OBS) di SPAG Bukit

Kototabang pada Januari-Juni 2010, Megasains.

Nasir, A.A. dan Y. Koesmaryono. 1990. Pengantar Ilmu Iklim Untuk Pertanian,

Pustaka Jaya, Bogor

Reza, R. F. (2022). Pengaruh Aspek Astronomi Terhadap Terjadinya Perubahan

Cuaca Dan Iklim Berdasarkan Pengamatan Badan Meteorologi,

Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) Kelas I Pekanbaru.

KARYA TULIS.

Sabaruddin, L. 2012. Agroklimatologi Aspek-aspek Klimatik untuk Sistem

Budidaya Tanaman. Alfabeta. Bandung.

Saputra, W. S. E., & Prabawayudha, E. (2022). Klimatologi Pertanian.

Payakumbuh Press. Payakumbuh

Singh, R. Vijay. 1989. Hydrologic Systems Volume II. New Jersey: Prentice-Hall

Inc
Siregar, R. M., & Supani, A. (2018). Alat Ukur Kecepatan Angin dan Pengiriman

Datanya dengan SMS Gateway Berbasis Mikrokontroler.

TEKNIKA, 12(1), 13-21.

Siswanti, K. Y. 2011. Model Fungsi Transfer Multivariat dan Aplikasinya untuk

Meramalkan Curah Hujan di Kota Yogyakarta. Yogyakarta :

Universitas Negeri Yogyakarta.

Sofendi, B. 2000. Tata Cara Tetap Pelaksanaan Pengamatan dan Pelaporan Data

Iklim dan Agroklimat. Jakarta : Badan Metereologi dan

Geofisika.

Sunitra, E., A. Zamri, R. Chadry, dan Mulyadi. 2011. Kajian eksperimental

pengaruh variasi kecepatan udara panas terhadap proses

pengeringan gabah. Jurnal Teknik Mesin. 8 (1) : 29-40.

Tukidi. 2010. Karakter Hujan di Indonesia. Jurusan geografi FIS UNNES.

7(2) :137-138

Tyasyono, B. 2004. Klimatologi. ITB Press. Bandung

Winarno, G.D., S.P, Harianto., T. Santoso. 2019. Klimatologi Pertanian. Pusaka

Media. Bandar Lampung

Wirjomiharjo dan Swarinoto, BMKG. 2007. Adaptasi dan mitigrasi perubahan

iklim di indonesia. Pusat perubahan iklim dan kualitas udara

kedeputian bidang klimatologi. Jakarta.


LAMPIRAN

1. Dokumentasi

Gambar 1. Panci evaporasi Gambar 2. Ombrometer

Gambar 3. Anemo meter dan wind vane Gambar 4. Hygrograf

Gambar 5. Psikrometer sangkar Gambar 6. Pembersihan stasiun cuaca

Anda mungkin juga menyukai