KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET
DAN TEKNOLOGI
POLITEKNIK NEGERI MALANG
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. Soekarno Hatta No.9 Malang 65141Telp (0341) 404424 – 404425 Fax (0341) 404420
http://www.polinema.ac.id
LAPORAN
PENGUJIAN KEKERASAN BETON MENGGUNAKAN
SCHMIDT HAMMER TEST
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MALANG
SEPTEMBER 2022
Kepada Yth:
PT. PILAR PANCA MULYA
Di tempat
Dengan Hormat,
Laporan Pengujian Kekerasan Beton menggunakan Schimidt Hammer Test ini
kami sampaikan, dalam rangka memenuhi permintaan dari PT. PILAR PANCA
MULYA, untuk melakukan uji Non Destructive Test (NDT) di lokasi proyek PO 83981
Contract Service For repair Coal Spill Containment At Coal Pile B & C With Fully
Concrete – PLTU Paiton Unit 7 & 8.
Pelaksanaan pekerjaan lapangan sebanyak 10 (sepuluh) titik dilaksanakan
pada tanggal 28 September 2022, dengan disaksikan langsung oleh perwakilan
pemberi tugas.
Jika masih terdapat hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, kami
senantiasa siap untuk menjelaskannya.
Atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk menangani pekerjaan
ini,kami ucapkan terima kasih.
Malang, 29 September 2022
Pelaksana Pengujian
Dr. Nawir Rasidi, ST.,MT
i
PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON
DENGAN ALAT SCHMIDT HAMMER
Pengujian kuat tekan beton dengan alat Schmidt Hammer (Hammer Test) adalah
merupakan salah satu cara untuk mengetahui kekuatan tekan beton dengan cara tidak
merusak (Non Destructive Test)
A. U m u m
Cara uji dengan menggunakan alat ini mempunyai keuntungan dan kerugian,
yaitu :
1. Keuntungannya:
- Sangat mudah dilakukan di Lapangan
- Alatnya sangat ringan dan dapat dipakai berulang-ulang
- Dapat dilakukan dengan cepat
2. Kerugiannya:
- Hanya memberikan indikasi pada permukaan beton
- Beton yang akan diuji harus dalam keadaan kering udara
- Tempat/ titik yang akan dipukul, harus rata dan tidak terkena butir agregat atau
rongga
- Cara pemakaian alat harus mengikuti aturan yang berlaku misalnya cara
pemukulan, perawatan dan penerapannya
B. Sistem Kerja Alat
a. Suatu masa baja yang diberi muatan energi kinetik melalui sistem Per dengan cara
menekankan toraknya (Plunger) secara perlahan pada permukaan beton yang
diuji.
b. Setelah mencapai batas tertentu, maka masa baja tersebut akan dilepas yang
kemudian memukul torak yang tetap tertekan pada permukaan benda uji.
c. Akibat pukulan tersebut, maka masa baja akan memantul kembali.
Besarnya pantulan ini merupakan suatu ukuran dari kekerasan permukaan beton
yang ditunjukan oleh sebuah jarum petunjuk yang dapat bergerak dan pada skala
linier.
Besarnya pantulan dari masa baja tersebut sangat dipengaruhi oleh sudut
penekanan terhadap permukaan beton yang diuji. Hal ini dikarenakan energi pukulan
yang terjadi akan tidak sama/ berubah sehingga pembacaan pantulan harus dikoreksi
sesuai dengan posisi penembakan/ penekanan.
1
Beberapa sudut penekanan pada alat Schmidt Hammer:
a. Sudut = + 45 o b. Sudut = - 45 o c. Sudut = O
d. Sudut = + 90 o e. Sudut = - 90 o
Tabel 1. Faktor Koreksi Hammer Tes Untuk Non-Horisontal
Nilai Koreksi Sudut
Pantulan Ke atas Ke bawah
( Ra ) + 90 o + 45 o - 45 o - 90 o
10 + 2,4 + 3,2
20 - 5,4 - 3,5 + 2,5 + 3,4
30 - 4,7 - 3,1 + 2,3 + 3,1
40 - 3,9 - 2,6 + 2,0 + 2,7
50 - 3,1 - 2,1 + 1,6 + 2,2
60 - 2,3 - 1,6 + 1,3 + 1,7
C. Kalibrasi Alat
Kalibrasi adalah hubungan antara hasil-hasil pengukuran yang ditunjukan suatu
alat ukur dengan hasil yang sebenarnya dari besaran yang diukur.
Cara mengkalibrasi alat Schmidt Hammer dilakukan dengan menggunakan landasan
ANVIL.
Syarat-syarat kalibrasi alat Schmidt Hammer adalah sebagai berikut:
1. Alat sudah dilakukan penembakan sebanyak 1000 x (untuk alat yang lama)
2. Alat sudah dilakukan penembakan sebanyak 2000 x (untuk alat yang baru)
3. Pada landasan ANVIL menunjukan angka minimum 78 dan maksimum 82 atau
rata-rata = 80
Contoh : Kalibrasi Alat Schmidt Hammer, dari penembakan pada landasan ANVIL
diperoleh hasil sebagai berikut:
82 83 82 82 82 82 82 82 81 82
82 82 83 81 82 83 81 82 83 82
Dari hasil di atas jika hasil penembakan berada diantara 78 - 82, maka alat tidak
perlu dikalibrasi.
2
Ternyata hasil yang diperoleh ada yang keluar dari 78 - 82, maka alat perlu dibuka
dan dibersihkan dengan bensin, kemudian dirakit kembali dan lakukan
penembakan ulang pada landasan ANVIL.
Untuk contoh perhitungan di atas diperoleh nilai rata-rata penembakan = 82,05
Rumus Kalibrasi:
Kalibrasi = 80 / 82.05 = 0.975
Dengan demikian, jika kita mempergunakan alat yang telah dikalibrasi, setiap nilai
rata-rata hasil pengujian, harus dikalikan dengan faktor koreksi kalibrasi alat = 0.975
D. Prosedur Pengujian.
1. Persiapan Bahan.
- Beton yang akan diuji harus dalam keadaan kering udara (tidak boleh lembab/
basah)
- Permukaan beton yang akan diuji harus rata
- Untuk beton yang sudah diplester atau permukaannya dilapisi sesuatu, maka
plesteran/ lapisan tersebut harus dikupas/ dibuang dahulu, lalu permukaan beton
diratakan.
- Apabila beton yang akan diuji adalah beton lama/ sudah tua, dimana
permukaannya sudah mengalami pelapukan maka serpihan-serpihan kerak
tersenut dibersihkan dan permukaannya diratakan.
2. Pelaksanaan Pengujian.
- Siapkan semua peralatan dan bahan yang akan digunakan dan cek kondisinya.
- Tentukan titik-titik daerah yang akan diuji, untuk tiap titik buatlah gambar bujur
sangkar 15 x 15 cm dan jarak titik uji yang satu dengan yang lain kira-kira 1 - 2
m.
- Bersihkan permukaan beton dengan batu penggosok (yang disimpan pada tutup
alat).
- Setelah permukaan beton rata atau licin, pukulkan alat pada permukaan beton
sebanyak 5 - 10 kali pukulan, hitung rata-ratanya misal R1 untuk titik nomor 1.
- Begitu pula untuk titik selanjutnya, titik nomor 2 caranya sama dengan di atas dan
hitung rata-ratanya pada setiap titik uji misalnya R2 ... Rn
- Dari hasil nilai rata-rata (R1 ... Rn), konversikan nilai tersebut pada kekuatannya
(fc’) dalam hal ini dapat menggunakan grafik yang ada pada alat Schmidt Hammer
atau gunakan tabel kalibrasi alat, kemudian lakukan perhitungan selanjutnya
untuk memperoleh nilai kekuatan tekan beton.
E. Petunjuk Pemakaian/ Cara Kerja Alat Schmidt Hammer (Hammer Test)
1. Tekan pelan-pelan kepala plunyer (1), kemudian dilepas dan plunyer akan
mendorong kerangka mesin (3).
2. Plunyer (1) ditekan ke arah permukaan beton (2) yang akan diuji sebelum
seluruhnya masuk ke dalam kerangka mesin (3), Hammer dilepas. Pada saat
tumbukan, Hammer harus dipegang pada sudut kanan / kiri permukaan (2) dan
jangan sentuh tombol (6)
3
3. Setelah penumbukan massa hammer (14) , sejumlah pantulan yang terjadi akan
ditunjukan pada skala (19) dengan penggeser (4). Pembacaan posisi penggeser
memberikan nilai pantulan gerakan maju massa Hammer.
4. Hanya dengan memindahkan Hammer dari tempat yang diuji, Hammer tersebut
terpasang lagi untuk pengujian lebih lanjut. Dalam posisi plunyer diperpanjang,
secara perlahan-lahan akan keluar dari kerangka mesin.
5. Setelah pengujian selesai, plunyer (1) beserta batang pengarah (7) serta piringan
pengarah (8) dikunci pada posisi semula dengan menekan tombol (6). Pengunci
harus selalu dilakukan setelah melepas tumbukan, yaitu dengan
pengenduran pegas pemantul (16). Hal ini akan bermanfaat dalam pembacaan
pantulan setelah pengujian di tempat gelap atau lokasi yang sulit.
6. Hasil bacaan dari posisi penggeser (4) dicocokan dengan arah pengujian, jika
penembakan dilakukan pada arah horisontal atau miring, nilai pantulan Ra
harus dikoreksi dengan Tabel 1.
Catatan:
1. Alat harus telah dikalibrasi sebelum dipakai.
2. Alat harus dikalibrasi pada instansi yang berwenang.
3. Telah disepakati bersama (kontraktor, konsultan dan direksi)
4. Susun berita acara yang mencakup kesimpulan dan saran-saran saudara terhadap
proses pelaksanaan di lapangan serta kendala-kendala yang dihadapi.
4
LAMPIRAN
5
6
LABORATORIUM STRUKTUR
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MALANG
Jl. Soekarno Hatta No.9 Malang 65141Telp (0341) 404424 – 404425 Fax (0341) 404420 http://www.polinema.ac.id
HASIL UJI KUAT TEKAN BETON DENGAN HAMMER ( HAMMER TEST )
NOMOR ORDER : 121 / NDT / HMT / IX/ 22
PERMINTAAN : PT. PILAR PANCA MULYA
UNTUK PEKERJAAN : PO 83981 Contract Service For Repair Coal Spill Containment At Coal Pile B & C With Fully Concrete
PT.POMI PAITON - JAWA TIMUR
JUMLAH : 10 (sepuluh) TITIK
Nilai Rata-rata Teg. Tekan Beton
Tanggal Sudut
Bacaan Nilai Hammer ®
No. Jenis Konstruksi Koreksi Hammer ® ( kg/ cm2 ) KET.
Tes Uji
Sudut
1 2 3 4 5 Tes Koreksi
1 28-Sep-22 Lantai Bawah - 90 o 3,20 34,0 38,0 39,0 45,0 43,0 39,80 43,00 430,00
2 28-Sep-22 Lantai Bawah - 90 o 3,20 42,0 39,0 38,0 27,0 42,0 37,60 40,80 408,00
3 28-Sep-22 Lantai Bawah - 90 o 3,20 37,0 42,0 39,0 42,0 39,0 39,80 43,00 430,00
o
4 28-Sep-22 Lantai Bawah - 90 3,20 38,0 39,0 39,0 39,0 41,0 39,20 42,40 424,00
o
5 28-Sep-22 Dinding Utara -+0 1,80 37,0 39,0 40,0 42,0 40,0 39,60 41,40 414,00
6 28-Sep-22 Dinding Utara -+0 o 1,80 43,0 39,0 40,0 41,0 43,0 41,20 43,00 430,00
7 28-Sep-22 Dinding Utara -+0 o 1,80 42,0 39,0 39,0 36,0 41,0 39,40 41,20 412,00
8 28-Sep-22 Dinding Selatan -+0 o 1,80 46,0 39,0 38,0 42,0 39,0 40,80 42,60 426,00
9 28-Sep-22 Dinding Selatan -+0 o 1,80 45,0 38,0 39,0 41,0 43,0 41,20 43,00 430,00
o
10 28-Sep-22 Dinding Selatan -+0 1,80 41,0 40,0 43,0 41,0 44,0 41,80 43,60 436,00
Catatan :
a. Usia / Umur Konstruksi Beton 23 hari untuk lantai dan 18 hari untuk dinding
b. Tegangan Tekan Beton Rata-rata
422,67 kg / cm2
Malang, 28 September 2022
Pelaksana Pengujian Hammer Test
Dr. Nawir Rasidi, ST.,MT
NIP. 19710604 199702 1 002