0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
611 tayangan21 halaman

Laporan Lengkap Perc 4

Dokumen ini membahas tentang pengukuran ukuran partikel zat-zat seperti magnesium, pati jagung, dan pati beras menggunakan metode ayakan. Metode ini digunakan untuk menentukan diameter partikel masing-masing bahan.

Diunggah oleh

sivatirsa01
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
611 tayangan21 halaman

Laporan Lengkap Perc 4

Dokumen ini membahas tentang pengukuran ukuran partikel zat-zat seperti magnesium, pati jagung, dan pati beras menggunakan metode ayakan. Metode ini digunakan untuk menentukan diameter partikel masing-masing bahan.

Diunggah oleh

sivatirsa01
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Dalam bidang farmasi, zat-zat yang digunakan sebagai bahan obat

kebanyakan berukuran kecil dan jarang yang berada dalam keadaan optimum.Ukuran

partikel bahan obat padat mempunyai peranan penting dalam bidangfarmasi

sebab merupakan penentu bagi sifat-sifat, baik sifat fisika, kimia

danfarmakologik dari bahan obat tersebut Dalam pembuatan sediaan-sediaan

seperti kapsul, tablet, granul, sirup kering tentu mempertimbangkan

ukuranpartikel.Begitupula akan mempengaruhi kecepatan disolusi

atau kelarutan darisuatu sediaan obat sehingga efek yang akan ditimbulkan

dapat dengan cepat bereaksi. Hal-hal semacam ini terutama sangat berpengaruh

pada sediaan-sediaan obat yang mempunyai bentuk sediaan seperti tablet,


(Gledys, 2021).
kapsul dan lain-lainnya yang bersifat padat atau yang lainnya

Ilmu dan teknologi partikel kecil diberi nama mikromeretik oleh dalla valle. Disperse

koloid dicirikan oleh partikel yang terlalu kecil untuk dilihat di mikroskop biasa, sedang

partikel emulsi dan suspense farmasi serta serbuk halus berada dalam jangkauan mikroskopik

optik. Partikel yang mempunyai ukuran serbuk lebih kasar, granul tablet, dan garam granula
(Nurwigya, 2020).
berada dalam kisaran ayakan

Mikromeritik adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang

mempelajarikhusus tentang ukuran suatu partikel, yang mana ukuran partikel

ini cukupkecil. Masalah seperti ukuran partikel ini dalam bidang farmasi
sangatdiperhitungkan sekali atau dapat dikatakan sangat penting

(Gledys,2021).

Mengingat pentingnya mikromeritik dalam bidang farmasi, maka

sudahsewajarnya jika mahasiswa farmasi memahami mengenai mikromeritik

ini,termasuk cara-cara dalam melakukan pengukuran ukuran partikel suatu zat

Pada percobaan ini, akan ditentukan diameter partikel dari, magnesium,

pati jagung, pati beras menggunakan metode ayakan, metode ini merupakan

metode yang paling sederhana.

1.2 Maksud dan tujuan percobaan

1.2.1 Maksud percobaan

Agar mahasiswa dapat mengetahui cara mengukur besaran partikel senyawa

dengan metode ayakan.

1.2.2 Tujuan percobaan

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui dan memahami

bagaimana cara mengukur besaran partikel senyawa dengan metode ayakan.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Dasar Teori

Ilmu partikel mikromiretik yaitu suatu ilmu dan teknologi yang

mempelajari tentang partikel kecil terutama mengenai ukuran partikel.

Ukuran partikel dalam bidang farmasi sangat penting karena berhubungan

dengan kestabilan dan pelepasan obat dari suatu bentuk sediaan. Selain itu,
(Hardani, 2021).
ukuran partikel juga menentukan ukuran partikel suatu obat

Menurut Dalla Valle, Ilmu partikel dituangkan dalam mikromiretik yaitu

suatu ilmu dan teknologi yang mempelajari tentang partikel kecil terutama

mengenai ukuran partikel. Ukuran partikel dalam bidang farmasi sangat

penting karena berhubungan dengan kestabilan suatu sediaan. Ukuran

partikel juga menentukan sistem disperse farmasetik (Magfirah, 2024).

Metode pengayakan merupakan metode yang sederhana dengan

menggunakan alat/mesin seperti ayakan, tetapi memiliki aturan kecepatan

dan ukuran ayakan (mesh) tertentu dan telah dikalibrasi. Metode ayakan ini

hanya bisa untuk bahan-bahan yang mempunyai ukuran 44 mikromemter

(ayakan nomor 325). Sampel diayak dengan nomor mesh kecil mrmiliki

lubang ayakan yang besar berarti ukuran partikel yang melewatiny juga

berukuran besar. Bahan yang akan diayak diletakkan pada ayakan teratas

dengan nomor mesh kecil. Partikel yang ukurannya lebih kecil dari lebar jala
akan berjatuahn melewatinya. Partikel yang tinggal pada ayakan (over size),

membentuk bahan kasar (Magfirah, 2024).

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengaykan antara lain:

1. Waktu atau lama pengayakan

Waktu atau lama pengayakan (waktu optimum), jika pengayakan

terlalu lama akan menyebabkan hancurnya serbuk sehingga serbuk yang

seharusnya tidak terayak akan menjadi terayak. Jika waktunya terlalu

lama maka tidak terayak sempurna

2. Massa sampel

Jika sampel terlalu banyak maka sampel sulit terayak. Jika sampel

sedikit maka akan lebih mudah untuk turun dan terayak.

3. Intensitas getaran

Semakin tinggi itensitas getaran maka akan semakin banyak terjadi

tumbukan antara partikel yang menyebabkan terkikisnya partikel. Dengan

demikian partikel tidak terayak dengan ukuran tertentu.

4. Pengambilan sampel yang mewakili populasi

Sampel yang baik mewakili semua unsur yang ada dalam populasi,

populasi yang dimaksud aalah keanekaragaman ukuran partikel, mulai


(Unigiri, 2021).
yang sangat halus sampai ke yang paling kasar

2.1 Uraian Bahan

1. Magnesium Stearat ( FI Edisi III Hal. 354)


Nama Resmi : MAGNESI STEARAT

Nama Lain : Magnesium stearate

Pemerian : Serbuk halus, putih, licin, dan mudah

melekat pada kulit bau lemah khas

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

Kegunaan : Antasidum, Zat tambahan

2. Pati Jagung (Fi Edisi IV 1995 Hal. 108)

Nama Resmi : AMILUM MAYDIS

Nama Lain : Pati jagung

Pemerian : Serbuk sangat halus, putih

Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air dingin dan

dalam etanol

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat

Kegunaan : Zat tambahan

3. Pati Beras (FI IV 1995 Hal. 108)


Nama Resmi : AMILUM ORIZAE

Nama Lain : Pati beras

Pemerian : Serbuk sangat halus, putih

Kelarutan : Praktis tiak larut dalam air dingin dan

dalam etanol

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat

Kegunaan : Zat tambahan


BAB III

METODE KERJA

3.1 Alat dan bahan

3.1.1 Alat

Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah ayakan 20, 60,

100 mesh, sendok tanduk, dan timbangan analitik.

3.1.2 Bahan

Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu magnesium, pati

jagung, pati beras, dan kertas hvs.

3.2 Cara kerja

1. Meniapkan alat dan bahan.

2. Menimbangkan magnesium, pati jagung, dan pati beras, masing-masing

sebanyak 25 gram.

3. Mengayak masing-masing bahan dengan ayakan 20, 60, dan 100 mesh.

4. Menimbangan sisa serbuk yang tertinggal diayakan.

5. Mencatatkan hasil berat masing-masing bahan.


BAB IV

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan

4.1.1 Tabel Hasil Pengamatan Magnesium

Nomor Ukuran Berat % dxn dxg

Diameter MM Tertinggal Tetinggal


Mesh
(dd) ayakan (g) (n)

20 0,850 mm 0,39 gram 1,56% 1,32 mm 0,33 mm

60 0, 250 mm 5,75 gram 23% 5,75 mm 1,43 mm

100 0,150 mm 2,93 gram 11,72% 1,75 mm 0,43 mm

4.1.2 Tabel Hasil Pengamatan Pati Jagung

Nomor Ukuran Berat % dxn dxg

Diameter MM Tertinggal Tetinggal


Mesh
(dd) ayakan (g) (n)

20 0,850 mm 0,36 gram 1,44% 1,22 mm 0,30 mm


60 0, 250 mm 1,29 gram 5,16% 1,29 mm 0,32 mm

100 0,150 mm 0,65 gram 2,6% 0,39 mm 0,09 mm

4.1.3 Tabel Hasil Pengamatan Pati Beras

Nomor Ukuran Berat % dxn dxg

Diameter MM Tertinggal Tetinggal


Mesh
(dd) ayakan (g) (n)

20 0,850 mm 1,28 gram 5,12% 4,35 mm 1,08 mm

60 0, 250 mm 0,80 gram 3,2% 0,8 mm 0,2 mm

100 0,150 mm 0,42 gram 1,68% 0,25 mm 0,06 mm

4.2 Perhitungan

a. Mesh 20

- Magnesium

berat tertinggal
n= ×100 %
berat mula−mula

0 ,39 g
n= ×100 %
25 g

n = 1,56%

- Pati Jagung
Berat tertinggal
n= ×100 %
Berat mula−mula

0 ,36 g
n= ×100 %
25 g

n = 1,44%

- Pati beras

Berat tertinggal
n= ×100 %
Berat mula−mula

1, 28 g
n= × 100 %
25 g

n = 5,12%

b. mesh 60

- Magnesium

Berat tertinggal
n= ×100 %
Berat mula−mula

5 ,75 g
n= × 100 %
25 g

n = 23%

- pati jagung

Berat tertinggal
n= ×100 %
Berat mula−mula

1, 29 g
n= ×100 %
25 g

n = 5,16%

-pati beras

Berat tertinggal
n= ×100 %
Berat mula−mula
0 , 80 g
n= ×100 %
25 g

n = 3,2%

c. mesh 100

- Magnesium

Berat tertinggal
n= ×100 %
Berat mula−mula

0 , 93 g
n= ×100 %
25 g

n = 11,72%

-pati jagung

Berat tertinggal
n= ×100 %
Berat mula−mula

0 , 65 g
n= ×100 %
25 g

n = 2,6%

-pati beras

Berat tertinggal
n= ×100 %
Berat mula−mula

0 , 42 g
n= ×100 %
25 g

n = 1,68%

4.3 Pembahasan

Ilmu partikel mikromiretik yaitu suatu ilmu dan teknologi yang

mempelajari tentang partikel kecil terutama mengenai ukuran partikel.

Ukuran partikel dalam bidang farmasi sangat penting karena berhubungan


dengan kestabilan dan pelepasan obat dari suatu bentuk sediaan. Selain itu,

ukuran partikel juga menentukan ukuran partikel suatu obat (Hardani, 2021).

Cara kerja pada praktikum ini yaitu yang pertama menyiapkan alat dan

bahan, menimbang sampel masing-masing sebanyak 25 gram, menyiapkan

ayakan (20, 60, dan 100) kemudian ayak semua bahan dengan ayakan 20, 60,

dan 100 mesh setalah itu menimbang sisa serbuk yang tersisa di ayakan, lalu

mencatat hasil berat masing-masing bahan.

Hasil yang di dapatkan pada sampel magnesium, pada ayakan nomor 20

didapatkan hasil berat tertinggal 0,39 g dan % tertinggal 1,56%, pada ayakan

60 diapatkan hasil berat tertinggal sebanyak 5,75 g dan % tertinggal sebanyak

23%, pada ayakan nomor 100 didapatkan hasil berat tertinggal sebanyak 2,93

gram dan % yang tertinggal sebanyak 11,72%. Hal ini tidak sesuai literatur

yang menyatakan bahwa semakin tinggi nomor mesh maka semakin banyak

zat yang tersisa. Hal ini dikarenakan ukuran dalam tiap inci semakin kecil
(Marlisa et al., 2020)
lubangnya

Hasil yang didpatkan pada sampel pati jagung pada ayakan nomor 20

didapatkan hasil berat tertinggal 0,36 gram dan %tertinggal 1,44%, pada

ayakan 60 didapatkan hasil berat tertinggal 1,29 g dan % tertinggal sebanyak

5,16% pada ayakan 100 hasil berat tertinggal 0,65 dan % tertinggal sebanyak

2,6%. Hal ini sesuai dengan literatur yang menyatakan bahwa semakin kecil

ukuran mesh maka semakin sedikit sampel yang tersisa


(Adelia Natasya, 2021)
Hasil pengamatan yang didapatkan pada sampel pati beras pada ayakan

nomor 20 didapatakan hasil berat tetinggal 1,28 g dan % tertinggal 5,12%,

pada ayakan nomor 60 didapatkan hasil tertinggal 0,80 g dan % tertinggal

0,8%, pada ayakan nomor 100 didapatkan hasil tertinggal 0,42 g dan %

tertinggal 1,68 %. Hal ini sesuai dengan literatur yang menyatakan bahwa

semakin tinggi nomor mesh maka semakin banyak zat tertinggal


(Amar dkk, 2019).

Hubungan farmasi dengan mikromiretik adalah bahwa aplikasinya dalam

bidang farmasi yaitu sangat perlu untuk diketahui karena sangat berpengaruh

dalam bahan pembuatan obat. Dimana digunakan untuk pengukuran partikel

bahan obat. Jika partikel penyusun obat kecil, maka semakin mudah
(Melinda, 2020)
diabsorbsi di dalam tubuh

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan Pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa :

1. Ilmu partikel mikromiretik yaitu suatu ilmu dan teknologi yang

mempelajari tentang partikel kecil terutama mengenai ukuran partikel.

Ukuran partikel dalam bidang farmasi sangat penting karena berhubungan

dengan kestabilan dan pelepasan obat dari suatu bentuk sediaan. Selain

itu, ukuran partikel juga menentukan ukuran partikel suatu obat.


2. Hasil yang di dapatkan pada sampel magnesium, pada ayakan nomor 20

didapatkan hasil berat tertinggal 0,39 g dan % tertinggal 1,56%, pada

ayakan 60 diapatkan hasil berat tertinggal sebanyak 5,75 g dan %

tertinggal sebanyak 23%, pada ayakan nomor 100 didapatkan hasil berat

tertinggal sebanyak 2,93 gram dan % yang tertinggal sebanyak 11,72%.

Hasil pengamatan yang didapatkan pada sampel pati beras pada ayakan

nomor 20 didapatakan hasil berat tetinggal 1,28 g dan % tertinggal

5,12%, pada ayakan nomor 60 didapatkan hasil tertinggal 0,80 g dan %

tertinggal 0,8%, pada ayakan nomor 100 didapatkan hasil tertinggal 0,42

g dan % tertinggal 1,68 %.

3. Hubungan farmasi dengan mikromiretik adalah bahwa aplikasinya dalam

bidang farmasi yaitu sangat perlu untuk diketahui karena sangat

berpengaruh dalam bahan pembuatan obat. Dimana digunakan untuk

pengukuran partikel bahan obat. Jika partikel penyusun obat kecil, maka

semakin mudah diabsorbsi di dalam tubuh.

5.2 Saran

5.2.1 Saran Asisten

Diharapkan dapat terjadi kerja sama yang baik antara aisten dan

praktikan saat berada didalam laboratorium maupun diluar

laboratorium. Sebab kerja sama yang baik akan lebih mempermudah

proses penyaluran pengetahuan dari asisten kepada praktikan.

5.2.2 Saran Praktikan


Sebaiknya kepada sesama praktikan dapat menyimak dengan baik

saat asisten memberi arahan agar mempermudah dalam menyelesaikan

praktikan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Adelia Natasya. (2021). Laporan Praktikum Fisika Farmasi. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
Samarinda.

Amar Dkk. (2019). Makalah Farmasi Fisik ( Mikromeritik ). Sekolah Tinggi Farmasi
Bandung

Ditjen Pom .(1979). Farmakope Indonesia Edisi Iii. Departemen Kesehatan Republik
Indonesia. Jakarta

Ditjen Pom. (1995). Farmakope Indonesia Edisi Iv. Departemen Kesehatan Republik
Indonesia. Jakarta

Gledys. (2021). Mikromiretik Dalam Farmasi. Universitas Malang

Hardani, Dkk. (2021). Buku Ajar Farmasi Fisika. Samudra Biru (Anggota Ikapi)
Magfirah. (2024). Modul Farmasi Fisika. Stifa Pelita Mas Palu

Marlisa, Yerizam, M., & Junaidi, R. (2020). Uji Performansi Disk Mill Dan Vibrating
Screen (Discreen) Dalam Pembuatan Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour)
Performance Test Of Disc Mill And Vibrating Screen (Discreen) In Making
Mocaf Flour (Modified Cassava Flour) (Vol. 01, Issue 01). Oktober.

Melinda Andi Miftahul Jannah, A. (2020). Mikromeritik. Universitas Hasanuddin

Nurwigya. (2020). Laporan Praktikum Fisika Farmasi. Poltekes Kemenkes Gorontalo

Unigiri. (2021). Petunjuk Praktikum Farmasi Fisika Ii Laboratorium Farmasi Fisika


Fakultas Farmasi. Universitas Nahdlatul Ulama

DOKUMENTASI

N Gambar Keterangan
O

1. Penimbangan magnesium
2. Penimbangan pati beras

3. Penimbangan pati jagung

4. Pengayakan 20 mesh, pada pati beras, pati


jagung, dan magnesium

5. Pengayakan pada 60 mesh pada pati beras,


pati jagung, dan magnesium

6. Pengayakan 100 mesh, pada pati beras, pati


jagung, dan magnesium

Anda mungkin juga menyukai