0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
186 tayangan15 halaman

LK Gea Alamanda Dalam

Diunggah oleh

coachyesus
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
186 tayangan15 halaman

LK Gea Alamanda Dalam

Diunggah oleh

coachyesus
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEPERAWATAN GASTROENTERITIS AKUT PADA

Ny. E DENGAN DIARE DI RUANG ALAMANDA DALAM RSUD


MAJALAYA
Laporan Kasus Ini Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas PKKMB

Disusun Oleh :
Putri Nurlaeni 221FK01087

PRODI DIPLOMA III KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS BHAKTI KENCANA
2024/2025
Asuhan Keperawatan Gastroenteritis Akut Pada Ny. E Dengan Diare Di Ruang
Alamanda Dalam RSUD Majalaya

a. Pengkajian
1. Pengumpulan Data
a) Identitas Pasien
Nama : Ny. E
TTL : 28 April 1976
Umur : 48 Tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Status pernikahan : Menikah
Suku /Bangsa : Sunda / Indonesia
Tanggal masuk RS : 2 Juni 2024 Jam
Tanggal pengkajian : 3 Juni 2024 Jam
Tanggal /rencana operasi : - Jam
No. Medrec : 438491
Diagnosa Medis : Gastroenteritis Akut
Alamat : Paninggalan RT. 001 RW. 008 Kel. Biru
Kec. Majalaya

b) Identitas Penanggung Jawab


Nama : Ny. S
Umur : 28 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pendidikan : SMA
Pekerjaan :-
Agama : Islam
Hubungan dengan klien : Anak
Alamat : Paninggalan RT. 001 RW. 008 Kel. Biru
Kec. Majalaya
c) Riwayat Kesehatan
1) Riwayat Kesehatan Sekarang
a) Keluhan Utama Saat Masuk Rumah Sakit
Klien masuk RSUD Majalaya pada tanggal 2 Juni 2024 dengan
keluhan lemas, mual dan frekuensi BAB lebih dari 4 kali dalam
sehari,
b) Keluhan Utama Saat Dikaji
Pada saat pengkajian tanggal 3 juni 2024, klien mengeluh lemas,
mual dan perut terasa nyeri, nyeri bertambah ketika perutnya
ditekan, saat dan berkurang saat klien berbaring, sakitnya seperti
ditusuk-tusuk, skala nyeri 6 (1-10), nyeri hilang timbul. Klien
juga mengeluh mual saat diberi minum, kehilangan nafsu makan,
dan mengalami penurun berat badan secara berlebih karena klien
memiliki riwayat penyakit SLE ( BB sebelum sakit : 55 kg, BB
setelah sakit : 36 kg). Klien juga mengeluh sering BAB dalam 1
hari 3 kali BAB dengan konsistensi feses lembek seperti nestle.
c) Riawayat Kesehatan Dahulu
Klien mengatakan 9 bulan yang lalu pernah dirawat dengan sakit
yang sama. Klien juga mengatakan memiliki riwayat penyakit
SLE (Systemic Lupus Erythematosus) sehingga klien mengalami
penurunan berat badan berlebih.
d) Riwayat Kesehatan Keluarga
Klien mengatakan dikeluarganya tidak ada yang menderita
penyakit yang sama, penyakit keturunan ataupun penyakit
keturunan.

d) Pola Aktivitas Sehari-hari


No Jenis Aktivitas Di Rumah Di Rumah Sakit
1 Nutrisi
a. Makan
Frekuensi 3x/hari 3x/hari
Jenis Nasi, lauk pauk Nasi, lauk pauk, buah
Porsi 1 porsi 1/2 porsi
Keluhan Tidak ada Mual dan tidak nafsu makan

b. Minum
Frekuensi 6x/hari 4x/hari
Jumlah 1,5 liter 1 liter
Jenis
Keluhan Air putih Air putih
Tidak ada Mual
2 Eliminasi
a. BAB
Frekuensi 5x/hari 3x/hari
Warna Kuning khas feses Kuning khas feses
Bau Bau khas feses Bau khas feses
Keluhan Konsistensi feses lembek Konsistensi feses lembek dan
dan nyeri perut, mulas. nyeri perut, mulas.

b. BAK
Frekuensi 5x/hari 5x/hari
Jumlah 1000 cc 1000 cc
Warna Kuning khas urine Kuning khas urine
Keluhan Tidak ada Tidak ada

3 Istirahat Tidur
Siang 2 jam 1-2 jam
Malam 7-8 jam 6-7 jam
Keluhan Tidak ada Tidak ada

4 Personal Hygiene
a. Mandi 2x/hari Belum mandi
b. Gosok gigi 3x/hari 1x/hari
c. Keramas 1x/hari Belum keramas
d. Gunting kuku 1x/minggu Belum gunting kuku
e. Ganti pakaian 2x/hari 1x/hari

5 Aktivitas Klien dapat melakukan Klien hanya bisa berbaring


aktivitas sehari-hari dan saat beraktivitas, klien
tanpa bantuan orang lain, dibantu oleh anakanya dan
klien merupakan ibu perawat.
rumah tangga.

e) Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum : Composmentis (15) (E; 4 M;6 V;5)
Penampilan : Lemas

2. Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital


Tekanan Darah : 109/69 mmHg
Nadi : 75 kali/menit
Respirasi : 20 kali/menit
Suhu : 36,40C
Spo2 : 96 %

3. Pemeriksaan Fisik
a) Sistem Pernafasan
Hidung simetris,tidak ada cuping hidung, terdapat sekret, hidung
tidak teraba nyeri, tidak ada pembengkakan, tidak terdapat polip.
Bentuk dada simetris, tidak ada reaksi intercosta, saat dipalpasi
fremitus raba kanan kiri sama, saat diperkusi terdengar
hipersonan, dan pada saat di auskultasi tidak terdapat ronchi.
b) Sistem Kardiovaskuler
Konjungtiva anemis, suara jantung S1 S2 terdengar lupdup, saat
diperkusi terdengar dullness pada area jantung ICS 1, ICS 2 dan
ICS 5, CRT kembali lambat (CRT > 3detik).
c) Sistem Pencernaan
Bibir simetris , mukosa bibir kering, warna bibir putih,gigi
bersih, jumlah gigi 32, terdapat karies, lidah bersih dan dapat
bergerak ke arah kiri, klien bisa membedakan rasa manis, asam,
asin, pahit, klien mampu menelan. Perut simetris, tidak terdapat
pembesaran hepar, tidak terdapat lesi, pada saat di Auskultasi :
hiperperistaltik (+), bising usus 32x/menit, palpasi : klien
mengelut nyeri perut saat ditekan, saat dan berkurang saat klien
berbaring, sakitnya seperti ditusuk-tusuk, skala nyeri 6 (1-10),
nyeri hilang timbul. Pada saat diperkusi terdengar bunyi timpani.
d) Sistem Genitourinaria
Tidak ada lesi, warna urine klien kuning khas urine, saat buang
air tidak ada keluhan, frekuensi BAK klien 5x/hari, dan
frekuensi BAB 3x/hari dengan konsistensi lembek dengan
keluhan sakit perut, mulas.
e) Sistem Endokrin
Pada saat diinspeksi bentuk wajah simetris antara bagian kanan
dan kiri mata tidak ada edema. Pada daerah leher simetris tidak
terdapat benjolan warna kulit rata,tidak ada penumpukan otot
berlebihan pada bagian leher tidak terjadi hipergimentasi pada
jari, siku, dan lutut. Pada saat di palpasi tidak ada kelenjar tiroid
dan testis dan tidak ada terdapat lesi ataupun benjolan.
f) Sistem Persyarafan
i. Test fungsi cerebral
Normal
ii. Test fungsi Nervus (Cranialis)
Kaku kuduk :-
Brudzinki :-
Kemig sign :-
iii. Test fungsi Nervus Cranials I - XII
a) Nervus I (Olfaktorius)
Pasien dapat membedakan bau kopi dan minyak kayu
putih dengan baik.
b) Nervus II (Optikus)
Pasien dapat membaca dari jarak 1 meter.
c) Nervus III (Okulomotorius)
Pupil pasien mengecil saat disinari cahaya pen light
d) Nervus IV (Toclearis)
Pasien dapat menggerakan bola matanya keatas dan
kebawah dengan baik tanpa keluhan.
e) Nervus V (Trigeminus)
Pasien dapat merasakan sentuhan kapas di daerah
kelopak matanya.
f) Nervus VI (Abdusen)
g) Pasien dapat menggerakan bola matanya kekanan dan
kekiri dengan baik.
h) Nervus VII (Fasialis)
Pasien dapat tersenyum dengan baik tanpa keluhan.
i) Nervus VIII (Akustikus)
Pendengaran pasien baik, terbukti dapat mendengar
suara perawat saat memanggilnya
j) Nervus IX (Glosofaringeus)
Reflek menelan baik, terbukti pasien dapat membedakan
rasa asin, manis dan pahit.
k) Nervus X (Vagus)
Ovula bergetar saat pasien mengucapkan “AH”.
l) Nervus XI (Assesorius)
Pasien dapat menoleh kekiri dan kekanan melewan arah.
m) Nervus XII (Hipogloses)
Pasien dapat menjulurkan lidah dengan baik tanpa rasa
sakit.
g) Sistem Integumen
Tidak Terdapat pembesaran tyroid, tidak terdapat pembesaran
eksrosiasir, tidak terdapat psotiasis,tidak terdapat pruritus, dan
tidak terdapat ulfikoria. Turgor kulit menurun, kulit tampak
kering.
h) Sistem Muskuloskeletal
1. Ekstremitas Atas
Kekuatan fleksi dan ekstensi otot lengan bawah. Kekuatan
adduksi dan abduksi otot lengan. Kekuatan fleksi dan
ekstensi pergelangan tangan. Kekuatan fleksi dan ekstensi
sendi metacarpal tidak ada keluhan. Skala kekuatan otot
ekstremitas atas adalah 5 ( kekuatan otot normal dimana
seluruh gerakan dilakukan otot dengan tahanan maksimal
dari proses yg dilakukan berulang- ulang tanpa menimbulkan
kelelahan)
2. Ektermitas Bawah
Kekuatan fleksi dan ekstensi otot paha. Kekuatan adduksi
dan abduksi otot tungkai. Kekuatan fleksi dan ekstensi
persendian lutut. Kekuatan dorsofleksi dan plantarfleksi otot-
otot kaki tidak ada keluhan. Skala kekuatan otot ekstremitas
bawah adalah 5 ( kekuatan otot normal dimana seluruh
gerakan dilakukan otot dengan tahanan maksimal dari proses
yg dilakukan berulang- ulang tanpa menimbulkan kelelahan)
i) Sistem Penglihatan
Bentuk kedua mata klien simetris kanan dan kiri, konjungtiva
anemis, sklera ikterik, refleks pupil klien isokor, dan fungsi
penglihatan klien baik, tanpa menggunaka alat bantu kacamata.
j) Wicara dan THT
Pada saat berkomunikasi bicara klien sangat jelas, notasi kata
klien jelas, dapat berbicara dengan baik, bentuk kedua telinga
klien simetris, tidak ada serumen, fungsi pendengaran klien baik,
tes Urine (+), tes webber (+), tidak terdapat nyeri tekan, dan
bentuk hidung klien simetris, tidak ada lesi, tidak ada nyeri, serta
tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, dan fungsi menelan klien
baik, dan tidak ada nyeri.
f) Data Psikologis
a) Status Emosi
Emosi klien tampak stabil
b) Kecemasan
Klien terlihat cemas karena sakit yang dideritanya.
c) Pola Koping
Sebelum sakit : Klien selalu menghabiskan waktunya sebagai ibu
rumah tangga.
Sesudah sakit : Selama sakit dan dilakukan perawatan, klien selalu
didampingi oleh anak dan keluarganya.
d) Gaya Komunikasi
Klien menggunakan bahasa indonesia dan mampu berkomunikasi
dengan baik.
e) Konsep diri
(1) Gambaran diri
Klien yakin akan sembuh dan ini merupakan cobaan.
(2) Ideal diri
Klien mengatakan ingin cepat sembuh
(3) Harga diri
Klien tidak merasa malu atau minder dengan penyakit sekarang
(4) Peran
Klien mengatakan beliau sudah memiliki suami.
(5) Identitas diri
Klien mengatakan beliau merupakan seorang perempuan berusia
48 tahun.
g) Data Sosial
Klien sangat dekat dengan keluarga nya terutama anaknya, klien juga
selalu ramah pada perawat dan selalu kooperatif jika diajak
berkomunikasi.
h) Data Spiritual
Klien yakin bahwa ini adalah cobaan bagi dirinya dan keluarga sehingga
klien harus selalu berdoa pada Allah SWT.
i) Data Penunjang
i. Laboratorium

Tanggal Jenis pemeriksaan Hasil Nilai rujukan Satuan


2 Juni Hemoglobin 11.8 11,7-15,5 gr/dl
2024
2 Juni Leukosit 7300 4000-10000 /µL
2024
2 Juni Eritrosit 4.2 4,0 - 5,0 jt /µL
2024
2 Juni Trombosit 340.000 150000- /µL
2024 440000
2 Juni Creatinin 1.44 0,6-1,2 mg/dL
2024
2 Juni Gula Darah 96 <24 jam 40-60 mg/dL
2024 Sewaktu (GDS) >24 jam 50-90
Anak 60-100
Dewasa <180
2 Juni Ureum 46 21-43 mg/dL
2024
2 Juni Urine pH 5.5 7,3-7,5
2024
2 Juni Protein Urine (+) 0.3 0-20 mg/dL
2024

j) Program dan Rencana Pengobatan


Jenis Terapi Dosis Cara pemberian Waktu
Asering 1500 cc IV /24 jam
OMZ 1x1 IV 09.00 dan
21.00
Gransentron 1x3 mg IV 09.00 dan
21.00
Braxidin 2x1 Oral 09.00 dan
21.00
Diatab 3x2 Oral 09.00 dan
21.00

2. Analisa Data
NoNo Diagnosa
Data
Diagnosa Tanggal
Etiologi Intervensi
NamaMasalah
Tanda
1 DS : Keperawatan
Keperawatan Tujuan
Faktor Tindakan
malabsorbsi
Ditemukan Diare (D.0020)
Perawat Rasional
Tangan
11 Diare
Diare
Klien berhubungan
mengeluh
berhubungannyeriSetelah 3 Juni 2024
↓ManajemenPutri Manajemen
dengan
perut
dengan malabsorbsi
malabsorbsi PenyerapanDiare
dilakukan sari-sari Nurlaeni
( I.03101) Diare
DO : ditandai
ditandai dengan
dengan : : makanan dalam
tindakan saluran
Observasi ( I.03101)Mana
b. Diagnosa Keperawatan
 DS DS
: :
Konsistensi feses cerna terganggu/
keperawatan tidak
 Identifikasi jemen Diare
 Klien
lembek
Klien mengeluh
seperti
mengeluhnestle 2x24 jam adekuat penyebab ( I.03101)
c. Perencanaan
 Bisingnyeri
nyeriususperut
32 x/menit
perut eliminasi fekal ↓ diare (mis. Observasi
DO DO
: :
Auskultasi : (L.04033) Inflamasi
Gangguan mobilitas usus  Untuk
 Konsistensi
hiperperistaltik
Konsistensi feses
feses membaik ↓ gastrointesti mengetahui
d. Pelaksanaan
lembek
 Frekuensi
lembek BAB seperti dengan kriteria
seperti nal,
Hiperperistaltik penyabab
nestle
3x/hari
nestle hasil : ↓ gastrointesti diare (mis.
  Bising
Bising 32 32  Kontrol
usususus nal) iritasi
Usus tidak mampu Inflamasi
x/menit
x/menit menyerap 
pengeluaran Identifikasi
makanan gastrointesti
  Auskultasi
Auskultasi : : feses ↓ riwayat nal, iritasi
hiperperistaltik
hiperperistaltik meningkat
Diare pemberian gastrointesti
 Frekuensi
Frekuensi BAB Nyeri
BAB 3x/hari makanan nal)
1.DS : 3x/hari abdomen  Identifikasi
Faktor malabsorbsi  Nutrisi
Defisit Untuk
2 2 Klien
Defisit nutrisi menurun
mengeluh tidak 3 Juni 2024
↓ Putri
invaginasi
(D.0019)
mengetahui
berhubungan
nafsu makan dengan
 Konsistensi gejala Nurlaeni
Penyerapan sari-sari riwayat
ketidakmampuan
 Klien mengeluh nyeri feses
makanan  saluran
dalam Monitor pemberian
mengabsorbsi
perut nutrien membaik
cerna terganggu/warna,
tidak makanan
DO : ditandai dengan :  Frekuensi
adekuat volume,  Untuk
DS :
 Penurunan BB karena BAB ↓ frekensi, mengetahui
 mempunyai
klien Klien mengeluh membaik mobilitas
Gangguan konsistensi
usus gejala
tidak
riwayat nafsu SLE
penyakit makan
 Peristaltik ↓ tinja. invaginasi
 sebelum
(BB Klien mengeluh
sakit :  Monitor
ususHiperperistaltik  Untuk
nyeri
55, BB perut
: sesudah membaik ↓ tanda dan memantan
DO: :36)
sakit gejala
Usus tidak mampu warna,
 Penurunan
 Bising BB
usus 32x/menit hipovolemia
menyerap makanan volume,
karena: klien
 Auskultasi ↓ Monitor frekwensi,
mempunyai
hiperperistaltik Diare iritasi dan dan
riwayat
 Mukosa bibir penyakit
kering ↓ ulserasi kulit konsistensi
 Diare SLE (BB sebelum Inflamasi salurandidaerah
cerna tinja.
sakit : 55, BB : ↓ perineal  Untuk
sesudah sakit : 36)  Monitor
Mual, muntah memantau
 Bising usus ↓ pengeluaran tanda dan
32x/menit diare jumlah
Nutisi tidak adekuat gejala
 Auskultasi : ↓Terapeutik: hipovolemi
hiperperistaltik  Berikan
Defisit Nutrisi a
2.DS :  Mukosa bibir asupan
Faktor malabsorbsi  Akut
Nyeri Untuk
No Tanggal DP Tindakan Nama & TTD
Jam
1 3 Juni Tindakan : Putri Nurlaeni
2024
11.30 I, II,  Melakukan pengkajian
III terhadap klien
Hasil : klien memjawab
pertanyaan yg disampaikan
perawat seperti (keluhan utama,
dan keluhan saat dikaji, pola
ADL) dll.
II  Monitor berat badan
Hasil : BB sebelum sakit : 55 kg
BB sesudah sakit : 36 kg
III  Mengidentifikasi lokasi,
karakteristik, durasi,
frekuensi, kualitas, intensitas
nyeri
Hasil : klien mengeluh nyeri
perut, nyeri seperti ditusuk tusuk,
nyeri bertambah apabila di tekan
perutnya.
III  Mengidentifikasi skala nyeri
Hasil : skala nyeri 6 (1-10)
12.00 I, II,  Melakukan pemeriksaan TTV
III Hasil :
TD : 109/69 mmHg
RR : 20 x/menit
N : 75 x/menit
S : 36,5 0C
SPO2: 96%
12.04 I  Memonitor warna, volume,
frekensi, konsistensi tinja.
Hasil ; klien mengatakan nyeri
perut, mulas, warna feses :
kuning khas feses, frekuensi
BAB 3x / hari dengan
12.10 I konsistensi feses lembek seperti
nestle.
 Memberikan cairan intrvena
2 Juni I,II Hasil : klien terpasang infus, c
e. Evaluasi
Tanggal DP Evaluasi Sumatif Nama & TTD
5 Juni 2024 I S : klien mengatakan sudah tidak nyeri Putri Nurlaeni
perut dan tidak mulas
O : warna feses kuning khas, frekuensi
BAB 1x/hari, konsistensinya sudah mulai
padat.
P : hentikan intervensi
I : implementasi dihentikan
E : Diare berhubungan dengan
R : masalah teratasi malabsorbsi
5 Juni 2024 II S : Klien masih mengeluh mual, dan tidak Putri Nurlaeni
nafsu makan
O : Porsi makan habis 1/2 porsi
A : masalah belum teratasi
P : intervensi dilanjutkan
I:
 Fasilitasi menentukan pedoman diet
(mis. piramida makanan)
 Sajikan makanan secara menarik dan
suhu yg sesuai protein
 Berikan suplemen makanan

E : Defisit nutrisi berhubungan dengan


ketidakmampuan mengabsorbsi nutrien
R : masalah belum teratasi
5 Juni 2024 III S : klien sudah tidak mengeluh nyeri Putri Nurlaeni
perut, hanya terasa mual saja.
O : skala nyeri berkurang dari 4 menjadi
2(1-10)
A : masalah teratasi
P : hentikan intervensi
I : Implementasi telah dihentikan karena
klien sudah tidak mengeluh nyeri
E : Nyeri akut berhubungan dengan agen
pencedara biologis (adanya tekanan intra
abdomen)
R : masalah teratasi

Anda mungkin juga menyukai