Anda di halaman 1dari 42

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Kuliah Kerja Usaha Banyak lembaga pendidikan yang mempersiapkan individu sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi pelaku bisnis yang terampil, berkompetensi dan berdisiplin. Universitas Negeri Medan (Unimed) sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang terus berusaha mendidik lulusannya menjadi tenaga siap pakai, sehingga dapat terjun langsung ke dunia kerja dengan mudah. Untuk tujuan itu Akuntansi Unimed mengikuti program pelaksanaan Kuliah Kerja Usaha (KKU) untuk mahasiswa / mahasiswinya sesuai dengan kurikulum yang diberlakukan. Kuliah Kerja Usaha (KKU) merupakan bagian proses pendidikan mahasiswa/i program Sarjana (S1) dan Diploma (D3) dalam upaya memperoleh pengalaman kerja. Kegiatan kuliah Kerja Usaha ini memiliki dua unsur penting yaitu Pendidikan dan Penelitian. Kegiatan Pendidikan dicapai dengan cara memperkenalkan mahasiswa/i dengan dunia kerja ataupun perkantoran secara praktis, sehingga mahasiswa/i dapat mengenal kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam perkantoran atau Badan Usaha langsung di tempat mereka melaksanakan Kuliah Kerja Usaha. Kegiatan Penelitian ini dicapai dengan cara mengajarkan mahasiswa/i untuk merumuskan permasalahan yang dihadapi suatu kantor atau Badan Usaha yang diarahkan untuk dapat menemukan pemecahan permasalahan tersebut. Dengan demikian mahasiswa belajar mengevaluasi bagaimana teori-teori yang telah dipelajari dan diterapkan di lapangan. Kuliah Kerja Usaha merupakan bagian dari kurikulum Nasional dengan beban Akademik 3 SKS untuk S1. 1

Seiring dengan pesatnya kemajuan Teknologi dan perkembangan dunia menuju Era Globalisasi, maka dituntut terciptanya Sumber Daya Manusia yang berkualitas. SDM yang diharapkan adalah orang yang benar-benar terampil dalam menggunakan alat teknologi yang semakin canggih dan siap pakai dalam bidang kerja tertentu. Untuk menghasilkan SDM yang berkualitas, maka pemerintah maupun pihak swasta dalam dan luar negeri berupaya mendidik tenaga kerja termasuk calon tenaga kerja agar menjadi SDM yang ahli di bidang yang dikuasainya masing-masing. Salah satu untuk membangun SDM adalah tersedianya wadah atau lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga-tenaga yang kurang matang. Dalam rangka mendukung pembangunan SDM tersebut, Akuntansi Unimed sebagai salah satu lembaga tinggi perguruan negeri yang merupakan bagian dari sistem pendidikan tinggi Nasional berupaya untuk mengembangkan SDM menjadi tenaga kerja yang terampil dan siap pakai sehingga dapat mendukung efektifitas dan efisiensi kerja. Selain itu, proses belajar mengajar di lingkungan kampus juga kebanyakan hanya memberikan teori bagi mahasiswa/i. Bahkan proses perkuliahan menuntut mahasiswa/i untuk lebih aktif mencari ilmu di luar kampus. Penguasaan terhadap teori belum bias menjamin mahasiswa/i untuk dapat menghadapi dunia kerja tanpa adanya praktik. Sering kali didapati teori yang diperoleh di ruangan kuliah tidak sesuai dengan kenyataan yang dihapadi di lapangan. Atas dasar inilah Unimed membimbing mahasiswa dan mahasiswinya agar menjadi tenaga kerja yang berkualitas dan professional untuk terjun ke dunia kerja sesuai dengan profesinya masing-masing. Mahasiswa/i lulusan Unimed diharapkan dapat merealisasikan ilmu yang diperolehnya baik dalam bidang industri instansi pemerintah.

Kuliah Kerja Usaha juga sebagai langkah praktis dalam mempersiapkan mahasiswa/i untuk dapat tangkas, tanggap dan kompeten dalam bidang ilmu yang ditekuninya sehingga kualitas Sumber Daya Manusia yang mempunyai keahlian dan kualitas tinggi dapat terwujud. Dengan KKU ini para mahasiswa/i khususnya mahasiswa/i Jurusan Akuntansi Unimed dapat mengenal dunia kerja yang sebenarnya sehingga mengenal dunia kerja yang sebenarnya dan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di Kampus. Hal ini pada akhirnya akan membuat mahasiswa/i mampu bekerjasama secara terampil saat memasuki dunia kerja kelak. 1.2 Tujuan Pelaksanaan KKU Pada dasarnya tujuan Kuliah Kerja Usaha (KKU) adalah untuk menerapkan teori yang didapat mahasiswa/i di bangku kuliah agar dapat dipraktikkan pada dunia usaha yang sebenarnya, sehingga dapat membantu mahasiswa dalam memperoleh gambaran yang jelas tentang dunia usaha yang akan dihadapi nantinya. Adapun tujuan pelaksanaan KKU terbagi menjadi dua, yaitu : tujuan umum dan tujuan khusus. A. Tujuan Umum Pelaksanaan KKU Tujuan umum diadakannya KKU adalah agar mahasiswa dapat menerapkan dan mengembangkan pengetahuan yang diperolehnya dalam lembaga pendidikan serta koreksi terhadap kemampuan dan keterampilan yang diperolehnya. KKU mempunyai dampak positif bagi mahasiswa/i dan perusahaan, karena kedua belah pihak memperoleh masukan-masukan sebagai nilai tambah. Mahasiswa/i akan dapat menerapkan langsung pengetahuan yang telah diperoleh dalam perkuliahan dan memperluas wawasan pengetahuan baru yang sebelumnya tidak diperoleh di bangku kuliah sedangkan perusahaan akan dapat mengetahui situasi Akuntansi 3

Unimed yang sebenarnya

dengan informasi yang diterima dari mahasiswa/i yang

melaksanakan KKU. Perusahaan juga dapat melihat bagaimana calon tenaga kerja yang dihasilkan oleh Universitas Negeri Medan (Unimed) B. Tujuan Khusus Pelaksanaan KKU Adapun tujuan-tujuan khusus yang ingin dicapai dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Usaha (KKU) adalah sebagai berikut : 1. Melengkapi persyaratan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh Universitas Negeri Medan. 2. Memberikan kesempatan pada mahasiswa/i untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dan membandingkan dengan kenyataan di lapangan. 3. Menanamkan rasa tanggunjawab dan meningkatkan kualitas dalam memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. 4. Untuk mengantisipasi kebutuhan dunia usaha sebagai pengguna utama lulusan pendidikan terutama dari universitas Negeri Medan. 5. Mengembangkan pola pikir, pengetahuan, sikap dan wawasan melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Usaha. 6. Meningkatkan hubungan kerjasama yang baik antar Universitas sebagai salah satu lembaga pendidikan dengan dunia usaha, seperti perusahaan-perusahaan milik negara. 1.2.1 Bagi Mahasiswa Adapun tujuan Kuliah Kerja Usaha bagi mahasiswa/i adalah :

1. Memperoleh gambaran berbagai pekerjaan di perusahaan sehingga setelah menyelesaikan pendidikan diharapkan siap untuk memasuki dunia kerja. 2. Melatih mahasiswa/i untuk bekerjasama dengan berbagai macam karakter orang. 3. Melatih mental mahasiswa/i agar bersikap lebih dewasa dan

bertanggungjawab dalam melaksanakan suatu tugas yang diberikan kepadanya. 4. Mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama masa kuliah sebagi perbandingan antara teori yang diterima dengan praktiknya di lapangan. 5. Menumbuhkan dan memantapkan sikap professional yang diperlukan mahasiswa/i untuk memasuki dunia kerja sesuai dengan bidang dan kemampuan masing-masing. 6. Melatih dan meningkatkan sikap disiplin. 7. Berbagai salah satu syarat dalam menyelesaikan Program Studi S1 Jurusan Akuntansi. 1.2.2 Bagi Kantor Bank Indonesia Medan Adapun tujuan Kuliah Kerja Usaha bagi Kantor Bank Indonesia Medan yaitu : 1. Ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. 2. Memberikan informasi kepada mahasiswa/i tentang dunia kerja. 3. Menjalin hubungan baik antara dunia kerja dengan dunia pendidikan.
1.2.3 Bagi Jurusan akuntansi

Tujuan Kuliah Kerja Usaha selain untuk para mahasiswa/i dan perusahaan juga mempunyai tujuan untuk Program Studi Akuntansi di Universitas Negeri Medan yaitu : 1. Meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan pada masa yang akan datang agar selalu berkembang pesat. 2. Meningkatkan kerjasama antara lembaga pendidikan dan perusahaan. 3. Sebagai sarana promosi bagi mahasiswa/i Jurusan Akuntansi di Universitas Negeri Medan untuk mendapatkan pekerjaan apabila telah menyelesaikan pendidikannya. 1.3 Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan laporan Kuliah Kerja Usaha (KKU) ini adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Menjelaskan latar belakang Kuliah Kerja Usaha (KKU), tujuan Kuliah Kerja Usaha (KKU) dan sistematika penulisan. BAB II TINJAUAN UMUM BANK INDONESIA Uraian mengenai sejarah singkat dan perkembangan Kantor Bank Indonesia Medan, visi dan misi Kantor Bank Indonesia, ruang lingkup kegiatan Bank Indonesia, status dan kedudukan Bank Indonesia, dan struktur organisasi Bank Indonesia. BAB III PELAKSANAAN KULIAH KERJA USAHA

Menjelaskan kegiatan Kuliah Kerja Usaha, hambatan-hambatan yang dihadapi selama melaksanakan Kuliah Kerja usaha dan upaya-upaya untuk

menyelesaikan hambatan-hambatan tersebut. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan Kuliah Kerja Usaha (KKU) yang dilakukan oleh penulis diperoleh kesimpulan dan saran bagi Kantor Bank Indonesia Medan (KBI).

BAB II TINJAUAN UMUM PADA BANK INDONESIA (BI) PROVINSI SUMUT

2.1

Sejarah Singkat dan Perkembangan Bank Indonesia Kantor Bank Indonesia (KBI) Medan merupakan Kantor Cabang ke-11 yang dibuka

pada tanggal 30 Juli 1907 bersamaan dengan Kantor Cabang Tanjung Balai dan Tanjung Pura yang masing-masing dibuka pada tanggal 15 Januari 1908 dan tanggal 3 Februari 1908. Pembukaan Kantor Cabang ini sebagai kebutuhan untuk menunjang kebijaksanaan moneter pemerintah Hindia Belanda yang ketika itu memberlakukan Guldenisasi bagi Keresidenan Pantai Timur Sumatera. Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dalam kaitannya dengan sejarah perjalanan bangsa telah mengalami berbagai perubahan. Berdasarkan UU No. 11 Tahun 1953 yang mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 1953 maka Bank Indonesia tidak hanya bertindak sebagai Bank Sentral yang dengan tugasnya sebagai Bank Sirkulasi tetapi juga sebagai Bank Komersial sampai dengan akhir tahun 1965. Dalam rangka penataan perekonomian dan perbankan nasional maka melalui UU No. 23 Tahun 1999 menetapkan Bank Indonesia sebagai lembaga negara yang independen dan keluar dari sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. Visi, Misi dan Budaya Kerja Bank Indonesia 8

Bank Indonesia mempunyai visi dan misi yang membuat Bank Indonesia menjadi Bank Sentral yng mengatur keadaan moneter di Indonesia dimana visi dan misi itu dapat mempengaruhi Bank - Bank lainnya. Visi Bank Indonesia menjadikan lembaga Bank Sentral yang dapat dipercaya (kredibel) secara nasional maupun internasional melalui penguatan nilai-nilai yang dimiliki serta pencapaian inflasi yang rendah dan stabil. Misi Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan moneter dan pengembangan stabilitas sistem keuangan untuk pembangunan nasional jangka panjang yang berkesinambungan. Ruang Lingkup Kegiatan Bank Indonesia Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Adapun tugas pokok Bank Indonesia dalam mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah sesuai dengan UU No. 23 tahun 1999 Tentang Bank Indonesia adalah sebagai berilut : 1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter. 2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
3. Mengatur dan mengawasi Bank - Bank yang lain.

Menetapkan dan Melaksanakan Kebijakan Moneter Untuk mencapai tujuan Bank Indonesia dalam menjaga kestabilan nilai rupiah, pasal 10 Undang- Undang Bank Indonesia menegaskan bahwa Bank Indonesia memiliki wewenang untuk melaksanakan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran moneter dengan

memperhatikan sasaran laju inflasi serta melakukan pengendalian moneter melalui beberapa cara antara lain : 1. Operasi pasar terbuka di pasar uang rupiah maupun valuta asing. 2. Penetapan nilai diskonto. 3. Penetapan cadangan wajib minimum. 4. Pengaturan kredit atau pembiayaan. Mengatur dan Menjaga Kelancaran Sistem Pembayaran Kewenangan Bank Indonesia dalam mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran diatur dalam pasal 15 sampai dengan pasal 23 UU BI. Dalam rangka mengatur dan menjaga kelancaran pembayaran, Bank Indonesia berwenang untuk melaksanakan dan memberikan persetujuan dan ijin atas penyelenggaraan jasa system pembayaran untuk menyampaikan laporan kegiatan serta menetapkan penggunaan alat pembayaran. Secara sederhana dijelaskan beberapa tugas dari sistem pembayaran yaitu : pengaturan dan penyelenggaraan kliring serta penyelesaian skhir transaksi, serta mengeluarkan dan mengedarkan uang. Mengatur dan Mengawasi Bank Bank Pengaturan dan pengawasan Bank merupakan salah satu fungsi Bank Indonesia sebagaimana ditentukan pada pasal 8 UU BI. Dalam rangka melaksanakan tugas ini, Bank Indonesia menetapkan peraturan, memberikan dan mencabut ijin atas kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu (pasal 24). Selain itu, Bank Indonesia berwenang menetapkan ketentuan-ketentuan perbankan yang memuat prinsip kehati-hatian (pasal 25).

10

Bank Indonesia dapat mengurusi pihak lain untuk dan atas nama Bank Indonesia serta melakukan pemeriksaan terhadap bank (pasal 30). Menurut penilaian Bank Indonesia transaksi tersebut diduga merupakan tindakan pidana di bidang perbankan (pasal 31). Bank Indonesia dapat melakukan tindakan sebagimana diatur dalam Undang-Undang perbankan yang berlaku (pasal 33). Status dan Kedudukan Bank Indonesia Bank Indonesia memiliki status yang berbeda dari bank lainnya. Status dan kedudukan Bank Indonesia yaitu sebagai Lembaga Negara yang Independen dimulai ketika UU No. 23 tahun 1999 dinyatakan berlaku pada tanggal 17 Mei 1999 yang bebas dari campur tangan pemerintah maupun pihak lain. Sebagai suatu lembaga yang independen, Bank Indonesia mempunyai otonomi penuh dalam merumuskan dan melaksanakan setiap tugas dan wewenangnya sebagimana ditentukan dalam UU tersebut. Status dan kedudukan yang khusus tersebut diperlukan agar Bank Indonesia dapat melaksanakan peran dan fungsinya sebagai otoritas moneter secara efektif dan efisien. Sedangkan status Bank Indonesia sebagai badan hukum publik maupun badan hukum perdata ditetapkan dalam UU. Sebagai badan hukum publik Bank Indonesia berwenang menetapkan peraturan-peraturan hukum yang merupakan pelaksanaan baik UU yang mengikat seluruh masyarakat luas sesuai dengan tugas dan wewenangnya. Sebagai badan hukum perdata, Bank Indonesia dapat bertindak untuk dan atas nama sendiri di dalam maupun di luar pengadilan. 2.2 Struktur Organisasi Bank Indonesia

11

Struktur organisasi merupakan alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Adapun struktur organisasi Bank Indonesia adalah berbentuk staffing line. Pelimpahan wewenang berlangsung secara vertical dari pimpinan tertinggi sampai kepada unit-unit dibawahnya sehingga tercipta suatu kesatuan perintah kesatuan komando. Kantor Bank Indonesia dipimpin oleh seorang Pemimpin yang dibantu oleh seorang Deputi Pemimpin. Dalam menjalankan tugasnya Pemimpin Bank Indonesia Medan dan Deputi Pemimpin dibantu oleh 2 (dua) Tim dan 2 (dua) Bidang yang masing-masing memimpin dan mengkoordinir beberapa kelompok/seksi dibawahnya.

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Bank Indonesia Medan

12

Tim Ekonomi Moneter

Kelompokan Pemberdayaan Sektor Riil dan Usaha Mikro Kecil Menengah Adapun tugas-tugas pokoknya antara lain adalah sebagai berikut : 13

1. Melakukan identifikasi hasil-hasil kajian penelitian/kesepakatan program yang

potensial dalam pengembangan sektor riil. 2. Menyusun program pemberdayaan sektor riil (koperasi, BUMN, dan UMKM) berdasarkan hasil identifikasi. 3. Melaksanakan program pemberdayaan sektor riil yang ditetapkan.
4. Melakukan koordinasi dengan stakeholders daerah untuk memberikan bantuan

teknis dalam bentuk pelatihan kepada perbankan dan BDSP dalam rangka pemberdayaan sektor riil dan UMKM.
5. Memberikan bantuan teknis dalam bentuk penyediaan informasi berbasis

penelitian serta memfasilitasi proses intermediasi dan perbankan dalam rangka pemberdayaan sektor riil/UMKM. 6. Mengkomunikasikan hasil penelitian dalam rangka mendorong perbankan dalam pembiayaan UMKM. Kelompok Kajian Ekonomi Adapun tugas-tugas pokoknya antara lain adalah sebagai berikut : 1. Menyusun kajian Ekonomi Regional yang mencakup assesmen makro ekonomi daerah dan perkiraan perkembangan ekonomi dan harga. 2. Melakukan penelitian ekonomi daerah yang berbasis kajian lapangan dan studi kepustakaan.
3. Melakukan kajian ad hoc atas inisiatif KBI ataupun kerjasama dengan kantor

pusat atau stakeholders daerah.

14

4. Menyusun rekomendasi kebijakan perekonomian daerah kepada PEMDA dan

stakeholders lainnya yang didasari oleh hasil penelitian. Kelompok Statistik dan Survei Adapun tugas-tugas pokoknya antara lain adalah sebagai berikut : 1. Menerima, memverifikasi, mengirim ke kantor pusat, manatausahakan dan memberikan bantuan teknis laporan bank dan non bank. 2. Mengumpulkan dan menyusun data dan informasi ekonomi, keuangan, perbankan dan demografi di wilayah kerja.
3. Melakukan kegiatan survei untuk kepentingan pusat dan KBI. 4. Melakukan kegiatan liaison dalam rangka pengumpulan data dan informasi

dari pelaku ekonomi (perusahaan, lembaga riset, pemerintahan, perbankan, dan asosiasi). Tim Pengawasan Bank Pengawasan Bank Adapun tugas-tugas pokoknya antara lain adalah sebagai berikut : 1. Melakukan pembinaan terhadap Bank Umum, BPR yang menjadi objek pengawasannya. 2. Melakukan pengawasan terhadap Bank Umum dan BPR yang menjadi objek pengawasannya. 3. Menyelesaikan permohonan ijin yang berkaitan dengan kelembagaan dan kegiatan operasional Bank Umum dan BPR yang menjadi objek pengawasannya. 15

4. Menyediakan informasi tentang kondisi dan permasalahan Bank Umum dan BPR yang menjadi objek pengawasannya. 5. Menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh Bank Umum dan BPR yang menjadi objek pengawasannya. 6. Menyelesaikan proses pencabutan ijin usaha Bank Umum dan BPR serta tindak lanjutnya. Seksi Informasi dan Administrasi Bank Adapun tugas-tugas pokoknya antara lain adalah sebagai berikut : 1. Menyelenggarakan administrasi dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan bank. 2. Membuat data lengkap tentang profil Bank Umum dan BPR secara individu dan gabungan di wilayah kerjanya.
3. Menyampaikan laporan yang terkait dengan database perbankan nasional

secara berkala ke kantor pusat. Perijinan dan Investigasi Adapun tugas-tugas pokoknya antara lain adalah sebagai berikut : 1. Melakukan proses perijinan untuk kantor bank yang berkantor pusat di wilayah kerja KBI. 2. Melakukan penelitian Laporan Bank Umum (LBU).
3. Menjadi liaison officer dalam penanganan tindak perdana perbankan (SKB

Jaksa Agung, Kapolri, dan GBI). 16

4. Melaksanakan pertemuan tim kerja dan tim pleno di KBI sehubungan dengan SKB, Kejagung, Kapolri, dan GBI. Bidang Sistem Pembayaran Seksi Distribusi dan Layanan Kas Adapun tugas-tugas pokoknya antara lain adalah sebagai berikut : 1. Melaksanakan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi atau monitoring kebutuhan uang untuk kebutuhan KBI setempat dan KBI lain yang berada di wilayah kerjanya (dalam hal ini KBI berperan sebagai Kantor Depot Kas). 2. Melakukan pengolahan khasanah yaitu penyiapan dan pengembalian modal kerja, pengolahan persediaan kas (termasuk Kas Besar Titipan DPU), pemeriksaan fisik uang, Pengelolahan dan pengamanan khasanah. 3. Mensosialisasikan ciri-ciri keaslian uang dan cara memperlakukan uang. 4. Melakukan administrasi kegiatan operasional kas, pengaturan tugas kasir dan anggaran operasional kas. 5. Menyiapkan dan melaksanakan proses-proses penunjukan pihak ketiga sebagai pelaksanaan jasa kas, seperti PPUPK dan Peleburan Uang Logam (UL) Tidak Layak Edar (TEL). Seksi Pengolahan Uang Adapun tugas-tugas pokoknya antara lain adalah sebagai berikut : 1. Mempersiapkan modal kerja, melaksanakan kegiatan dan pertanggungjawaban hitung ulang uang kertas.

17

2. Mempersiapkan modal kerja, melaksanakan kegiatan dan pertanggungjawaban hitung ulang manual uang logam. 3. Mempersiapkan modal kerja, melaksanakan kegiatan dan pertanggungjawaban hitung ulang MSUK. 4. Mempersiapkan modal kerja, melaksanakan kegiatan dan pertanggungjawaban pemusnahan UK dan MRUK. 5. Mempersiapkan modal kerja, melaksanakan kegiatan dan pertanggungjawaban peleburan UL. Seksi Layanan Nasabah Adapun tugas-tugas pokoknya antara lain adalah sebagai berikut :
1. Settlement transfer melalui BI-RTGS untuk kepentingan pengeluaran

pemerintahan (atau beban APBN atau reksus) dan rekening lainnya. 2. Penatausahaan rekening nasabah (termasuk pemerintahan daerah dan lembaga lain terkait dengan tugas BI).
3. Settelement penerimaan pajak dan penerimaan lainnya dari bank ke rekening

pemerintahan dan rekening lainnya. Seksi Penyelenggaraan Kliring Adapun tugas-tugas pokokny antara lain adalah sebagai berikut : 1. Penyelenggaraan Kliring Lokal (Warkat Debet). 2. Pengelolah Data Keuangan Elektronik (DKE). 3. Pengelolah dan penatausahaan data penarik cek/BG kosong. 18

4. Penerbitan daftar Hitam Lokal. 5. Monitoring penyelenggaraan kliring lokal Non-BI. 6. Perhitungan dan pembebanan biaya proses pilah. 7. Pelaksanaan BPC baik yang dikoordinir DASP maupun KBI. 8. Pengelolah anggaran.
9. Menyediakan layanan helpdesk kepada peserta kliring sehubungan dengan

SKN-BI. Bidang Manajemen Intern Seksi Sumber Daya Manusia Adapun tugas-tugas pokoknya adalah sebagai berikut : 1. Melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan penerimaan, penempatan, pengembangan, pembinaan dan pemutusan hubungan kerjasama pegawai termasuk THOS sesuai ketentuan yang berlaku. 2. Mengelolah data kepegawaian. 3. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan pegawai sesuai dengan kewenangan. 4. Melakukan kegiatan yang terkait dengan sistem pemeliharaan pegawai (gaji, insentif, manfaat, dan fasilitas lainnya). 5. Membuat laporan berkala yang berkaitan dengan kepegawaian kepada satuan kerja di kantor pusat.

19

6. Melaksanakan kegiatan yang terkait dengan fungsi koordinasi terhadap KBI di wilayah kerjanya. Seksi Logistik Adapun tugas-tugas pokoknya adalah sebagai berikut : 1. Melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap realisasi program kerja dan anggaran KBI. 2. Menatausahakan dan melaksanakan pengadaan barang dan jasa. 3. Melaksanakan pemeliharaan gedung, inventaris kantor, rumah dinas, rumah istirahat dan perabotannya serta sarana lainnya. 4. Melaksanakan penghapusan barang-barang inventaris dan kendaraan. 5. Menyelesaikan tagihan sumber daya energi, jasa dan lainnya kepada pihak ketiga. 6. Membuat laporan berkala yang berkaitan dengan kegiatan logistik. 7. Melakukan pemeliharaan perangkat lunak yang erat terkait dengan teknologi informasi. 8. Melakukan koordinasi pengadaan barang dan jasa tertentu yang dibutuhkan bersama oleh KBI di wilayah kerjanya yang hanya dapat dipenuhi oleh rekanan di tempat kedudukan KBI. Seksi Sekretariat, Pengamanan, dan Protokol Adapun tugas-tugas pokoknya adalah sebagai berkut :

20

1. Memfasilitasi kebutuhan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan proses hukum 2. Menatausahakan surat, Warkat masuk maupun keluar dan dokumen lainnya termasuk mengelolah sentral khasanah arsip. 3. Melaksanakan dan menatausahakan kegiatan pengamanan gedung kantor, tata tertib kantor, pengiriman dan penjemputan uang, kas keliling, rumah dinas dan rumah peristirahatan dan sarana lainnya. 4. Melaksanakan pengamanan dan tindakan penganggulangan ancaman serta gangguan Kamtib terhadap personil, materiil, acara kedinasan, sosial,

kepegawaian dalam keadaan normal dan darurat termasuk karena dampak bencana alam. 5. Merencanakan dan melaksanakan pelatihan yang berkaitan dengan tugas pengamanan. 6. Melaksanakan kegiatan protokoler sesuai dengan ketentuan keprotokolan yang berlaku. 7. Mengoperasikan alat komunikasi untuk keperluan BI. 8. Membuat laporan berkala mengenai kesekretariatan, komunikasi dan pengamanan. Melakukan koordinasi dalam hal pelaksanaan tugas kesekretariatan, pengamanan dan protokol.

21

BAB III PELAKSANAAN KULIAH KERJA USAHA


3.1

Uraian Kegiatan KKU Di Kantor Bank Indonesia Medan ini penulis ditempatkan di bagian Ekonomi Moneter yang terletak di lantai enam KBI Medan selama tujuh hari dan di bagian Kliring yang terletak di lantai dua KBI medan selama tiga hari.

22

TIM EKONOMI MONETER Adapun tugas-tugas pokoknya antara lain adalah sebagai berikut :
1. Menyusun kajian Ekonomi Regional yang mencakup assesmen makro

ekonomi daerah dan perkiraan perkembangan ekonomi dan harga. 2. Melakukan penelitian ekonomi daerah yang berbasis kajian lapangan dan studi kepustakaan.
3. Melakukan kajian ad hoc atas inisiatif KBI ataupun kerjasama dengan kantor

pusat atau stakeholders daerah.


4. Menyusun rekomendasi kebijakan perekonomian daerah kepada PEMDA dan

stakeholders lainnya yang didasari oleh hasil penelitian. 5. Menyusun dan melaksanakan program komunikasi atau hasil hasil kajian ekonomi dan penelitian daerah. 6. Melakukan diseminasi atas kebijakan moneter, perbankan dan sistem pembayaran. 7. Melaksanakan kegiatan kehumasan. 8. Monitoring pinjaman Luar Negeri ( Pinjaman Daerah, Swasta, TSL, dan pinjaman syariah) 9. Melaksanakan koordinasi dengan KBI KBI di wilayah koordinasinya dalam rangka pelaksanaan tugas tugas kajian ekonomi. KLIRING

23

SKNBI adalah system kliring Bank Indonesia yang meliputi kliring debet dan kliring kredit yang penyelesaian akhirnya dilakukan secara nasional. Latar belakang pengembangan SKNBI : 1. Adanya kebutuhan system kliring yang lebih efisien melalui penerapan paperless nota kredit 2. Minimalisasi risiko sistem pembayaran melalui penerapan mekanisme Failure To Settle (TFS) pada sistem kliring. 3. Penyeragaman aplikasi sistem kliring. Menurut (PBI No. 1/3/1999 Pasal 1 Ayat 3) Kliring adalah pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antar bank baik atas nama Bank maupun nasabah yang hasil perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu. Tujuan utama dilaksanakan Kliring adalah sebagai berikut:
1. Untuk memperlancar lalulintas pembayaran giral antar bank di seluruh Indonesia.

2. Untuk melaksanakan penghitungan penyelesaian utang piutang yang lebih mudah, aman dan effisien 3. Untuk menjadi salah satu bentuk pelayanan sistem pembayaran bank kepada nasabah masing-masing. Secara umum jenis-jenis kliring adalah sebagai berikut :
1. Kliring Lokal adalah kliring antar bank di suatu wilayah Kliring. 2. Kliring Nasional adalah Kliring Bank Indonesia yang meliputi kliring debet

dan kliring kredit yang penyelesaian akhirnya dilakukan secara nasional.

24

Wilayah kliring dibagi menjadi 4 yaitu : 1. Wilayah Kliring On-line Otomasi : wilayah kliring dimana penyampaian DKE debet dari TPK ke KPK dilakukan secara on-line dan pemilahan Warkat Debet dilakukan secara otomasi. 2. Wilayah Kliring Off-line Otomasi : wilayah kliring dimana penyampaian DKE debet dari TPK ke KPK dilakukan secara off-line dan pemilahan Warkat Debet dilakukan secara otomasi. 3. Wilayah Kliring On-line Manual : wilayah kliring dimana penyampaian DKE debet dari TPK ke KPK dilakukan secara on-line dan pemilahan Warkat Debet dilakukan ]secara manual.
4. Wilayah Kliring Off-line Manual : wilayah kliring dimana penyampaian DKE

debet dari TPK ke KPK dilakukan secara off-line dan pemilahan Warkat Debet dilakukan secara manual. Kepersertaan SKNBI adalah : 1. Penyelenggara SKNBI terdiri dari : a) Kantor Bank Indonesia b) Bank Umum yang telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia. 2. Peserta SKNBI terdiri dari : a) Kantor Bank Indonesia b) Bank Umum (konvensional, syariah/unit usaha syariah, BPD) Manfaat SKNBI adalah sebagai berikut : 25

a) Bagi Bank Indonesia terdiri dari : 1. Efisiensi waktu dan biaya, khususnya dalam hal operasional kliring dengan ditiadakannya fisik warkat kredit (paperless) dan maintenance aplikasi kliring dengan digunakannya sistem yang terintegrasi di seluruh wilayah kliring. 2. Tersedianya jangkauana transfer antar bank melalui kliirng yang lebih luas dengan diakomodirnya kliring antar wilayah untuk transfer kredit. 3. Memenuhi prinsip-prinsip manajemen resiko dalam penyelenggaraan kliring sesuai dengan Bank for International Settlement (BIS). b) Bagi Bank peserta 1. Efisiensi biaya operasional bank dalam pencetakan dan proses administrasi warkat kredit. 2. Semakin luasnya jangkauan layanan bank kepada nasabah. Warkat dan Dokumen Kliring terdiri dari : 1. Warkat Kliring terdiri dari : a). Cek b). Bilyet Giro c). Wesel Bank Untuk Transfer d). Surat Bukti Penerimaan Transfer e). Nota Debet f). Nota Kredit 26

2. Dokumen Kliring terdiri dari : a. Bukti Penyerahan Warkat Debet (BPWD) b. Bukti Penyerahan Warkat Kredit (BPWK) c. Lembar Substitusi d. Kartu Batch e. Bukti Penyerahan Rekaman Warkat Kliring Pengembalian (BPRWKP)

Gambar 3.1 Bilyet Giro

Gambar 3.2 Nota Debet

27

Gambar 3.3 Cek

Gambar 3.4 Nota Kredit

28

Gambar 3.5 BPWK

Gambar 3.6 Kartu Batch

Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh penulis selama Kuliah Kerja Usaha yaitu telah terlampir (lampiran 1). 3.2 Kendala/Permasalahan yang dihadapi 3.2.1 Hambatan-hambatan sebelum Kuliah Kerja Usaha Adapun yang menjadi hambatan yang dialami penulis sebelum Kuliah Kerja Usaha diantaranya adalah : 29

Sulitnya mencari tempat KKU karena terbatasnya instansi yang menerima

mahasiswa PKL. 3.2.1 Hambatan-hambatan selama Kuliah Kerja Usaha Adapun beberapa hal yang menjadi hambatan selama Kuliah Kerja Usaha, diantaranya adalah : 1. Adanya keragu-raguan dalam setiap pekerjaaan yang diberikan karena harus beradaptasi dengan lingkungan kerja di tempat yang bersangkutan. 2. Penulis masih lamban dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan karena belum terbiasa dan kurangnya pemahaman terhadap pekerjaan yang diberikan. 3. Terkadang melakukan kesalahan pada kegiatan tertentu yang disebabkan kurangnya pemahaman penulis. 4. Penulis masih canggung dan kurang memahami istilah-istilah dalam kegiatan kliring. 5. Waktu pelaksanaan KKU yang terlalu singkat membuat penulis belum memahami sepenuhnya tentang pekerjaan-pekerjaan yang ada di KBI Medan terutama pada bagian kliring. 3.3 Alternatif Pemecahan Masalah Adapun upaya-upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan kendala atau hambatan yang dihadapi antara lain adalah : 1. Penulis mencoba untuk beradaptasi dengan suasana kerja atau lingkungan kerja di Kantor Bank Indonesia Medan.

30

2. Penulis harus yakin dan lebih memahami instruksi agar pekerjaan yang diberikan dapat dilakukan dengam baik dan sesuai dengan perintah. 3. Penulis mencoba berkomunikasi dengan staf atau pegawai Kantor Bank Indonesia Medan apabila instruksi yang diberikan kurang dimengerti.

BAB IV PENUTUP

31

4.1 Kesimpulan Kuliah Kerja Usaha (KKU) merupakan suatu kegiatan belajar yang sangat efektif bagi mahasiswa/i dalam upaya pengembangan ilmu penegtahuan yang selama ini penulis peroleh di lingkungan kampus, dan diterapkan dalam kehidupan yang nantinya akan dapat memberikan bekal pengalaman bagi mahasiswa/i untuk dapat lebih mengembangkan potensinya dan meningkatkan keterampilannya setelah lulus dari bangku perkuliahan Universitas Negerei Medan. Setelah menyelesaikan Kuliah Kerja Usaha (KKU) yang dimulai dari 1 Juli s/d 14 Juli 2011 di Kantor Bank Indonesia Medan, penulis dapat menyimpulkan : 1. Tujuan Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah serta memiliki tugas pokok yaitu : Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Mengatur dan mengawasi bank

2. Kuliah Kerja Usaha sangat tepat dilakukan oleh mahasiswa/i di Universitas Negeri Medan seagai syarat untu menyelesaikan S1, karena Kuliah Kerja Usaha ini memberikan pelajaran kepada penulis dalam menghadapi dunia kerja nantinya. 3. Kuliah Kerja Usaha memeberikan wawasan dan ilmu pengetahuan bagi penulis tentang gambaran realita dalam dunia kerja yang tidak jauh berbeda seperti yang penulis dapatkan selama melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Usaha. 4.2 Saran

32

Berdasarkan pengamatan penulis selama melkasanakan Kuliah Kerja Usaha di Kantor Bank Indonesia Medan, penulis ingin memberikan saran yaitu : 1. Pelaksanaan Kuliah Kerja Usaha (KKU) hendaknya dilaksanakan karena hal ini sangat membantu mahasiswa/i dalam pelatihan mental, peningkatan kedisiplinan dan lainnya untuk menghadapi dunia kerja dan pengaplikasian materi perkuliahan yang pernah diperoleh selama masa perkuliahan berlangsung. 2. Penulis mengharapkan kepada Kantor Bank Indonesia Medan untuk memberikan waktu yang lebih lama dalam melaksanakan Kuliah Kerja Usaha karena waktu 10 hari kerja yang diberikan terasa sangat kurang untuk memahami dunia kerja yang sebenarnya. 3. Penulis mengharapkan kerjasama antara staf atau pegawai dan mahasiswa/i yang melaksanakan Kuliah Kerja Usaha terjalin dengan baik serta kedisiplinan yang ada agar terus terjaga dan lebih ditingkatkan sehingga menjadi contoh bagi instansi atau lembaga lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

33

www.bi.go.id http://www.rekrutmenbi.com Buku Panduan Sistem Kliring Bank Indonesia Medan Buku Panduan Bank Indonesia Medan Direktorat Sumber Daya Manusia

LAMPIRAN 34

Lampiran 1 35

DAFTAR PELAKSANAAN KEGIATAN KKU TANGGAL 1 JULI S/D 14 JULI 2011

NAMA NIM JURUSAN FAKULTAS TEMPAT KKU No 1.

: NAILI RUSDIANAH : 708231062 : AKUNTANSI : EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN :KANTOR BANK INDONESIA MEDAN Tanda tangan Pimpinan Mahasiswa

Hari/tanggal Uraian tugas Jumat/ 01-07-2011 Pengarahan dari staf selsi SDM yaitu Bapak M. Reza Ali Khan mengenai Bank Indonesia serta struktur organisasi KBI Medan. Penempatan ruang (penulis ditempatkan di bagian kliring), pengarahan oleh staf kliring, Pada Siklus I : memastikan warkat (tidak terbalik) sebelum diproses secara otomasi, mendistribusikan warkat yang telah dipilah berdasarkan peserta penerima secara otomasi beserta laporan-laporan kliring penyerahan yang berkaitan dengan hasil kliring kepada bank peserta. Pada Siklus II : mendistribusikan laporanlaporan hasil kliring pengembalian dan warkat yang reject sesuai dengan kode bank masingmasing.

2.

Senin/ 04-07-2011

3.

Selasa/ 05-07-2011

Pada Siklus I : memastikan warkat (tidak terbalik) sebelum diproses secara otomasi, mendistribusikan warkat yang telah dipilah berdasarkan peserta penerima secara otomasi beserta laporan-laporan kliring penyerahan yang berkaitan dengan hasil kliring kepada bank peserta.

36

Pada Siklus II : mendistribusikan laporanlaporan hasil kliring pengembalian dan warkat yang reject sesuai dengan kode bank masingmasing. 4. Rabu/ 06-07-2011 Pada Siklus I : memastikan warkat (tidak terbalik) sebelum diproses secara otomasi, mendistribusikan warkat yang telah dipilah berdasarkan peserta penerima secara otomasi beserta laporan-laporan kliring penyerahan yang berkaitan dengan hasil kliring kepada bank peserta. Pada Siklus II : mendistribusikan laporanlaporan hasil kliring pengembalian dan warkat yang reject sesuai dengan kode bank masingmasing. 5. Kamis/ 07-07-2011 Membuat daftar hadir peserta sosialiasi kliring on-line. Pada Siklus I : memastikan warkat (tidak terbalik) sebelum diproses secara otomasi, mendistribusikan warkat yang telah dipilah berdasarkan peserta penerima secara otomasi beserta laporan-laporan kliring penyerahan yang berkaitan dengan hasil kliring kepada bank peserta. Pada Siklus II : mendistribusikan laporanlaporan hasil kliring pengembalian dan warkat yang reject sesuai dengan kode bank masingmasing. 6. Jumat/ 08-07-2011 Melakukan senam pagi di depan gedung Kantor Bank Indonesia Medan yang diadakan pada setiap hari Jumat pagi. Pada Siklus I : memastikan warkat (tidak terbalik) sebelum diproses secara otomasi, mendistribusikan warkat yang telah dipilah berdasarkan peserta penerima secara otomasi beserta laporan-laporan kliring penyerahan yang berkaitan dengan hasil kliring kepada bank peserta.

37

Pada Siklus II : mendistribusikan laporanlaporan hasil kliring pengembalian dan warkat yang reject sesuai dengan kode bank masingmasing. 7. Senin/ 11-07-2011 Pada Siklus I : memastikan warkat (tidak terbalik) sebelum diproses secara otomasi, mendistribusikan warkat yang telah dipilah berdasarkan peserta penerima secara otomasi beserta laporan-laporan kliring penyerahan yang berkaitan dengan hasil kliring kepada bank peserta. Pada Siklus II : mendistribusikan laporanlaporan hasil kliring pengembalian dan warkat yang reject sesuai dengan kode bank masingmasing. 8. Selasa/ 12-07-2011 Pada Siklus I : memastikan warkat (tidak terbalik) sebelum diproses secara otomasi, mendistribusikan warkat yang telah dipilah berdasarkan peserta penerima secara otomasi beserta laporan-laporan kliring penyerahan yang berkaitan dengan hasil kliring kepada bank peserta. Pada Siklus II : mendistribusikan laporanlaporan hasil kliring pengembalian dan warkat yang reject sesuai dengan kode bank masingmasing. 9. Rabu/ 13-07-2011 Pada Siklus I : memastikan warkat (tidak terbalik) sebelum diproses secara otomasi, mendistribusikan warkat yang telah dipilah berdasarkan peserta penerima secara otomasi beserta laporan-laporan kliring penyerahan yang berkaitan dengan hasil kliring kepada bank peserta. Pada Siklus II : mendistribusikan laporanlaporan hasil kliring pengembalian dan warkat yang reject sesuai dengan kode bank masingmasing. 10. Kamis/ Pada Siklus I : memastikan warkat (tidak terbalik) sebelum diproses secara otomasi, mendistribusikan warkat yang telah dipilah 38

14-07-2011

berdasarkan peserta penerima secara otomasi beserta laporan-laporan kliring penyerahan yang berkaitan dengan hasil kliring kepada bank peserta. Pada Siklus II : mendistribusikan laporanlaporan hasil kliring pengembalian dan warkat yang reject sesuai dengan kode bank masingmasing.

Medan, 28 Juli 2011 Dosen Pembimbing Lapangan Pimpinan Perusahaan/Instansi

Muhammad Ishak SE, M.Si NIP 196707062000121001

Husni Halim NIP 10265

Lampiran 2 NILAI PELAKSANAAN KKU 39

NAMA NIM JURUSAN FAKULTAS TEMPAT KKU

: NAILI RUSDIANAH : 708231062 : AKUNTANSI : EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN : KANTOR BANK INDONESIA MEDAN Nilai (0 s/d 100) Keterangan

No. Aspek yang dinilai 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kehadiran Disiplin Keterampilan Ketelitian Kerapian Inisiatif Kerjasama Tanggungjawab

nilai total nilai rata-rata

Medan, 28 Juli 2011 Pembimbing di tempat KKU

Husni Halim NIP 10265

Lampiran 3 NILAI PELAKSANAAN KKU 40

NAMA NIM JURUSAN FAKULTAS TEMPAT KKU

: NAILI RUSDIANAH : 708231062 : AKUNTANSI : EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN : KANTOR BANK INDONESIA MEDAN Nilai (0 s/d 100) Keterangan

No. Aspek yang dinilai 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kehadiran Disiplin Keterampilan Ketelitian Kerapian Inisiatif Kerjasama Tanggungjawab

nilai total nilai rata-rata

Medan, 28 Juli 2011 Dosen Pembimbing Lapangan

Muhammad Ishak SE, M.Si NIP 196707062000121001

Lampiran 4 NILAI LAPORAN KKU

41

NAMA NIM JURUSAN TEMPAT KKU No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Komponen Latar Belakang

: NAILI RUSDIANAH : 708231062 : AKUNTANSI : KANTOR BANK INDONESIA MEDAN Nilai maksimum 15 10 5 20 40 10 100 Nilai

Tujuan dan Manfaat Teknik Pengumpulan Data Profil Perusahaan/Instansi Pemerintah Pelaksanaan KKU Penutup

Jumlah

Medan, 28 Juli 2011 Dosen Pembimbing Lapangan

Muhammad Ishak SE, M.Si NIP 196707062000121001

42