Anda di halaman 1dari 23

DAFTAR ISI LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA BAGIAN A. KETENTUAN UMUM 1. PENYELENGGARA PEKERJAAN SWAKELOLA 2.

JENIS PEKERJAAN SWAKELOLA B. PENGADAAN SWAKELOLA OLEH K/L/D/I PENANGGUNGJAWAB ANGGARAN 1. PERENCANAAN 2. PELAKSANAAN 3. PENGAWASAN DAN EVALUASI C. PELAKSANAAN SWAKELOLA OLEH INSTANSI PEMERINTAH LAIN PELAKSANA SWAKELOLA 1. PERENCANAAN 2. PELAKSANAAN 3. PENGAWASAN DAN EVALUASI D. PELAKSANAAN SWAKELOLA OLEH KELOMPOK MASYARAKAT PELAKSANA SWAKELOLA 1. PERENCANAAN 2. PELAKSANAAN 3. PENGAWASAN DAN EVALUASI 16 18 21 9 12 14 16 3 5 8 9 HALAMAN 1 1 1 3

LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA

HALAMAN VI- i

DISTRIBUSI II

LAMPIRAN VI PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 54 TAHUN 2010 TANGGAL : 6 AGUSTUS 2010

TATA CARA SWAKELOLA A. KETENTUAN UMUM PENYELENGGARA 1. PENYELENGGARA PEKERJAAN SWAKELOLA Pekerjaan Swakelola dapat dilaksanakan oleh: a. K/L/D/I Penanggungjawab Anggaran dengan ketentuan sebagai berikut: 1) direncanakan, dikerjakan dan diawasi sendiri oleh K/L/D/I Penanggung Jawab Anggaran; dan 2) mempergunakan pegawai sendiri, pegawai K/L/D/I lain dan/atau dapat menggunakan tenaga ahli. b. Instansi Pemerintah Lain Pelaksana Swakelola dengan ketentuan sebagai berikut: 1) direncanakan dan diawasi oleh K/L/D/I Penanggung Jawab Anggaran; dan 2) pelaksanaan pekerjaannya dilakukan oleh instansi pemerintah yang bukan Penanggung Jawab Anggaran. c. Kelompok Masyarakat dengan ketentuan sebagai berikut: 1) direncanakan, dilaksanakan dan diawasi oleh Kelompok Masyarakat; 2) sasaran ditentukan oleh K/L/D/I Penanggung Jawab Anggaran; dan 3) pekerjaan utama dilarang untuk dialihkan kepada pihak lain (subkontrak). 2. JENIS PEKERJAAN SWAKELOLA Jenis pekerjaan yang dapat dilakukan dengan cara Swakelola adalah sebagai berikut: a. pekerjaan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan/atau memanfaatkan kemampuan teknis sumber daya manusia serta sesuai dengan tugas pokok K/L/D/I; contoh: bimbingan teknis, workshop dan lain-lain; b. pekerjaan yang operasi dan pemeliharaannya memerlukan partisipasi langsung masyarakat setempat; contoh ...
LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA HALAMAN VI - 1

DISTRIBUSI II

dan lain-lain. prototipe sumur resapan. contoh: penelitian konstruksi tahan gempa dan lain-lain. contoh: pencetakan ijazah. penelitian dan pengembangan dalam negeri. pekerjaan yang secara rinci/detail tidak dapat dihitung/ditentukan terlebih dahulu. d. dan lain-lain.. dan lain-lain. dan/atau k. i. industri alutsista dan industri almatsus dalam negeri.2 DISTRIBUSI II . penimbunan daerah rawa dan lain-lain. kursus pengadaan barang/jasa pemerintah dan lain-lain. f. penyelenggaraan penyuluhan. j. penataran. c. pekerjaan survei. pekerjaan pengembangan industri pertahanan. pekerjaan yang dilihat dari segi besaran. contoh: prototipe rumah tahan gempa. pekerjaan untuk proyek percontohan (pilot project) dan survei yang bersifat khusus untuk pengembangan teknologi/metode kerja yang belum dapat dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. contoh: pengembangan senjata keperluan militer dan lain-lain.. contoh: pembuatan film animasi. lokasi atau pembiayaannya tidak diminati oleh Penyedia Barang/Jasa. lokakarya atau LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA HALAMAN VI . contoh: penyusunan/pengembangan peraturan perundang-undangan dan lain-lain. g. perumusan kebijakan pemerintah. pengujian di laboratorium dan pengembangan sistem tertentu.contoh: perbaikan pintu irigasi/pintu pengendalian banjir. e. sehingga apabila dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa akan menimbulkan ketidakpastian dan risiko yang besar. B. pembuatan permainan interaktif dan lain-lain. seminar. penanaman gebalan rumput dan lain-lain. contoh: pemeliharaan rutin (skala kecil. pemrosesan data. kursus. pekerjaan yang bersifat rahasia bagi K/L/D/I yang bersangkutan. inovatif dan budaya dalam negeri. pekerjaan Industri Kreatif. h. contoh: pengangkutan/pengerukan sampah pada instalasi pompa. sederhana). diklat. contoh: pelatihan keahlian/keterampilan. pembangunan bangunan rahasia. PENGADAAN . sifat.

rencana kerja mingguan. baik fisik maupun administrasi pekerjaan Swakelola. membuat gambar pelaksanaan serta membuat laporan pelaksanaan pekerjaan.3 DISTRIBUSI II . dan 6) gambar . peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan secara rinci yang dijabarkan dalam rencana kerja bulanan. LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA HALAMAN VI . PERENCANAAN Sebelum pekerjaan dilaksanakan. membuat gambar rencana kerja dan/atau spesifikasi teknis. Penyusunan KAK KAK memuat: 1) uraian kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi latar belakang. PENGADAAN SWAKELOLA OLEH K/L/D/I PENANGGUNG JAWAB ANGGARAN PERENCANAAN 1. 2) waktu pelaksanaan pekerjaan yang diperlukan. serta diangkat oleh PPK sesuai dengan struktur organisasi Swakelola.. 3) keperluan bahan. b. dan c) Tim Pengawas mempunyai tugas dan bertanggung jawab dalam melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan dan pelaporan. b) Tim Pelaksana mempunyai tugas dan bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan sesuai yang direncanakan. 2) tugas dan tanggung jawab Tim Swakelola adalah sebagai berikut: a) Tim Perencana mempunyai tugas dan bertanggung jawab dalam menyusun KAK. dilakukan persiapan-persiapan sebagai berikut: a.. 5) produk yang dihasilkan. Tim Pelaksana. sasaran serta sumber pendanaan. Jasa Lainnya. c. dan rencana kerja harian. dan Tim Pengawas. K/L/D/I menyusun daftar kebutuhan dan kegiatan yang akan dilaksanakan dengan cara Swakelola. maksud dan tujuan. 4) rincian biaya pekerjaan yang dijabarkan dalam rencana biaya bulanan dan biaya mingguan.B. pembentukan Tim Swakelola dengan ketentuan: 1) Tim Swakelola dapat terdiri dari Tim Perencana.

g.. Jadwal Rencana Pelaksanaan Pekerjaan 1) Tim Perencana membuat jadwal rencana pelaksanaan pekerjaan berdasarkan kebutuhan waktu pelaksanaan pekerjaan dalam KAK.6) gambar rencana kerja dan spesifikasi teknis (apabila diperlukan). termasuk jadwal pengadaan bahan.. dapat dilakukan Kontrak/sewa tersendiri. e. 2) Jadwal pelaksanaan pekerjaan adalah waktu dimulainya pelaksanaan pekerjaan hingga berakhirnya pelaksanaan pekerjaan. f. 2) Spesifikasi teknis disusun mengikuti pedoman/standar yang sesuai dengan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan. Sebelum dilakukan Kontrak/sewa.4 DISTRIBUSI II . peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan. Jasa Lainnya. Rincian Biaya Pekerjaan Tim Perencana membuat rincian biaya pekerjaan dengan tidak melampaui pagu anggaran yang telah ditetapkan dalam dokumen anggaran dan dituangkan dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB). 2) Jumlah tenaga ahli perseorangan tidak boleh melebihi 50% (lima puluh perseratus) . Rencana Pengadaan dan Kebutuhan Tenaga Kerja 1) Dalam hal diperlukan bahan. proses pengadaannya dilaksanakan sesuai dengan yang ditentukan dalam Dokumen Pengadaan. 2) pengadaan bahan. peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan yang diperlukan. dan 4) proses pengadaan dan pengeluaran lainnya yang dibutuhkan. upah tenaga kerja dan honor Tim Swakelola. denah. potongan memanjang dan potongan melintang. meliputi: 1) gaji tenaga ahli perseorangan. Gambar Rencana Kerja dan Spesifikasi Teknis 1) Gambar rencana kerja memuat lay-out. Jasa Lainnya. d. LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA HALAMAN VI . 3) pengadaan dan penggunaan peralatan/suku cadang. 3) Pembuatan jadwal rencana pelaksanaan pekerjaan disusun dengan mempertimbangkan waktu yang cukup bagi pelaksanaan/penyelesaian pekerjaan.

jadwal rencana pengadaan dilaksanakan dengan memperhatikan batas akhir tahun anggaran/batas akhir efektif tahun LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA HALAMAN VI . Rencana Swakelola K/L/D/I mengumumkan pekerjaan Swakelola melalui website dan papan pengumuman resmi untuk penerangan umum yang dapat diakses masyarakat umum. h. yaitu: 1) melakukan kaji ulang dan pengukuran pada lokasi pekerjaan berdasarkan gambar rencana kerja.. 2. Pembentukan Panitia/Pejabat Pengadaan Bila ULP belum dibentuk. Panitia/Pejabat Pengadaan diangkat oleh PA/KPA untuk melakukan Pengadaan Barang/Jasa yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Swakelola. i. 5) Rencana pengadaan harus mempertimbangkan syarat teknis dan metode pelaksanaan pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan. 3) Penyusunan anggaran. 6) Rencana kebutuhan tenaga kerja harian disusun berdasarkan rencana pelaksanaan pekerjaan.perseratus) dari jumlah keseluruhan pegawai K/L/D/I yang terlibat dalam kegiatan Swakelola. 3) mengajukan kebutuhan bahan. Jasa Lainnya. PELAKSANAAN a. Pelaksanaan Rencana Kerja Tim Pelaksana Swakelola melaksanakan pekerjaan yang telah disusun perencanaannya. Jasa Lainnya. peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan kepada PPK untuk diproses oleh ULP/Pejabat Pengadaan.5 DISTRIBUSI II . 4) Swakelola tertentu dapat dilaksanakan melebihi 1 (satu) tahun anggaran.. 4) mendatangkan . 2) mengkaji ulang jadwal pelaksanaan kerja (s-curve) serta jadwal kebutuhan bahan. peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan.

4) mendatangkan dan mengatur tenaga kerja/tenaga ahli perseorangan untuk melaksanakan kegiatan/pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan. peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan dilakukan oleh ULP/Pejabat Pengadaan dengan menggunakan metode pengadaan yang sesuai. c. sesuai dengan kebutuhan. peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan. 2) Laporan kemajuan realisasi fisik dan keuangan dilaporkan oleh PPK kepada PA/KPA setiap bulan. Jasa Lainnya. 4) Uang Persediaan (UP)/Uang Muka kerja atau istilah lain yang disamakan diajukan untuk kegiatan yang bukan beban tetap dan dipertanggungjawabkan secara berkala. Jasa Lainnya. Kontrak konsultan perseorangan atau tanda bukti LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA HALAMAN VI . Pengadaan Bahan. dan 6) menyusun laporan kemajuan pekerjaan (realisasi fisik dan keuangan). 1) Pengadaan bahan. 3) Pembayaran bahan dan/atau peralatan/suku cadang dilakukan berdasarkan Kontrak pengadaan barang. Pembayaran 1) Pembayaran upah tenaga kerja yang diperlukan dilakukan secara harian berdasarkan daftar hadir pekerja atau dengan cara upah borong. 5) menyusun laporan tentang penerimaan dan penggunaan bahan. Pelaporan Kemajuan Pekerjaan dan Dokumentasi 1) Laporan kemajuan pelaksanaan pekerjaan dan penggunaan keuangan dilaporkan oleh Tim Pelaksana kepada PPK secara berkala. d. 2) Pengiriman bahan dapat dilakukan secara bertahap atau keseluruhan.6 DISTRIBUSI II . paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah diterima... 3) Pencapaian target fisik dicatat setiap hari. Peralatan/Suku Cadang dan/atau Tenaga Ahli Perseorangan. b. 2) Pembayaran gaji tenaga ahli perseorangan (apabila diperlukan) dilakukan berdasarkan pembayaran. Jasa Lainnya. dievaluasi setiap minggu serta dibuat . lokasi pekerjaan dan kapasitas penyimpanan.

dan 4) penggunaan bahan. PENGAWASAN . sedang. peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan dicatat setiap hari dalam laporan harian. Penyerahan Hasil Pekerjaan 1) Setelah pelaksanaan pekerjaan Swakelola selesai 100% (sasaran akhir pekerjaan telah tercapai). penyerapan keuangan. f.7 DISTRIBUSI II .dibuat laporan mingguan agar dapat diketahui apakah dana yang dikeluarkan sesuai dengan target fisik yang dicapai. Ketua Tim Pelaksana menyerahkan pekerjaan kepada PPK. 4) Pencapaian target non-fisik dicatat dan dievaluasi setiap bulan. Jasa Lainnya.. 5) Penggunaan bahan. 3.. peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan. pendelegasian wewenang dan tanggung jawab serta pengoordinasian pelaksanaan pekerjaan. 3) Setelah dilakukan penyerahan pekerjaan. Foto dari arah yang sama diambil pada saat sebelum. Pelaporan Realisasi Pekerjaan Pelaporan realisasi pekerjaan dibuat oleh Tim Pelaksana dan dilaporkan kepada PPK yang berisi antara lain : 1) struktur organisasi pekerjaan Swakelola yang terdiri dari pembagian tugas. Jasa Lainnya. e. 6) Laporan bulanan dibuat berdasarkan laporan mingguan. 2) PPK menyerahkan pekerjaan dan laporan pekerjaan selesai kepada PA/KPA melalui Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan. 7) Dokumentasi pekerjaan meliputi administrasi dan foto pelaksanaan pekerjaan. LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA HALAMAN VI . peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan. penyerahan pekerjaan sampai dengan selesai 100% (sasaran akhir pekerjaan telah tercapai) dan foto-foto dokumentasi. 3) pelaksanaan pekerjaan Swakelola yang meliputi kesesuaian jadwal pelaksanaan pekerjaan terhadap jadwal rencana pelaksanaan pekerjaan. dan sesudah diselesaikannya pekerjaan. 2) persiapan pekerjaan Swakelola yang meliputi kesesuaian gambar pelaksanaan dengan gambar rencana kerja serta kebutuhan bahan. dilanjutkan dengan proses penyerahan aset sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Jasa Lainnya.

3) pengawasan Keuangan yang mencakup cara pembayaran serta efisiensi dan efektifitas penggunaan keuangan... d) realisasi keuangan dan biaya yang diperlukan.8 DISTRIBUSI II . Tim Pengawas memberikan masukan dan rekomendasi untuk memperbaiki dan meningkatkan pelaksanaan pekerjaan Swakelola selanjutnya. dan 4) apabila dari hasil pengawasan ditemukan penyimpangan. dan/atau f) hasil kerja setiap jenis pekerjaan. b) pengawasan terhadap penggunaan peralatan/suku cadang untuk menghindari tumpang tindih pemakaian di lapangan. LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA HALAMAN VI . PENGAWASAN DAN EVALUASI a.3. teknis terhadap hasil pelaksanaan pekerjaan untuk mengetahui realisasi fisik pekerjaan lapangan meliputi: a) pengawasan terhadap bahan meliputi pengadaan. b) pengadaan dan penggunaan tenaga kerja/ahli. PPK harus segera mengambil tindakan. c) pengadaan dan penggunaan peralatan/suku cadang. dan c) pengawasan terhadap penggunaan tenaga kerja/ahli agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang direncanakan. Pengawasan Pengawasan pekerjaan Swakelola dilakukan oleh Tim Pengawas untuk mengawasi pekerjaan mulai dari persiapan sampai akhir pelaksanaan pekerjaan Swakelola meliputi: 1) pengawasan 2) pengawasan administrasi yang dilakukan terhadap dokumentasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan. PELAKSANAAN . e) pelaksanaan fisik. C. Evaluasi 1) Tim Pengawas melakukan evaluasi setiap minggu terhadap pelaksanaan pekerjaan yang meliputi: a) pengadaan dan penggunaan bahan. pemakaian dan sisa bahan. b. 2) Dari hasil evaluasi tersebut.

diangkat oleh PPK sesuai dengan struktur organisasi Swakelola.. b. 2) Tim Perencana dan Tim Pengawas yang berasal dari instansi Penanggungjawab Anggaran dan Instansi Pemerintah lain Pelaksana Swakelola.9 DISTRIBUSI II . 4) Jangka waktu pelaksanaan. PA/KPA menawarkan secara tertulis kegiatan Swakelola kepada instansi pemerintah lain yang diyakini mampu dengan melampirkan KAK. jadwal pelaksanaan dan rincian anggaran biaya. PELAKSANAAN SWAKELOLA OLEH INSTANSI PEMERINTAH LAIN PELAKSANA SWAKELOLA PERENCANAAN 1. pembentukan Tim Swakelola dengan ketentuan: 1) Tim Swakelola dapat terdiri dari Tim Perencana. 3) Nilai pekerjaan yang diswakelolakan. PPK mengadakan Kontrak dengan Pelaksana Swakelola pada Instansi Pemerintah lain Pelaksana Swakelola.. LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA HALAMAN VI . 4) tugas dan tanggung jawab masing-masing Tim Swakelola adalah sebagai berikut: a) Tim . berdasarkan Nota Kesepahaman. Kontrak Swakelola paling kurang berisi: 1) Para pihak. dapat dibuat naskah kerja sama atau Nota Kesepahaman mengenai pelaksanaan pekerjaan Swakelola. dilakukan persiapan-persiapan sebagai berikut: a. f. Tim Pelaksana dan Tim Pengawas. PERENCANAAN Sebelum pekerjaan dilaksanakan. instansi pemerintah lain tersebut mempelajari KAK. e.C. 2) Pokok pekerjaan yang diswakelolakan. g. dan 5) Hak dan kewajiban para pihak. K/L/D/I menyusun daftar kebutuhan dan kegiatan yang akan dilaksanakan dengan cara Swakelola. c. 3) Tim Pelaksana diangkat oleh Instansi Pemerintah lain Pelaksana Swakelola. apabila PA/KPA dan pihak instansi pemerintah lain tersebut sepakat. d. jadwal pelaksanaan dan rincian anggaran biaya.

sasaran serta sumber pendanaan. j. i. Jadwal Rencana Pelaksanaan Pekerjaan 1) Tim Perencana membuat jadwal rencana pelaksanaan pekerjaan berdasarkan kebutuhan waktu pelaksanaan pekerjaan dalam KAK. 3) Pembuatan jadwal rencana pelaksanaan pekerjaaan disusun dengan mempertimbangkan waktu yang cukup bagi pelaksanaan/penyelesaian pekerjaan. peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan secara rinci yang dijabarkan dalam rencana kerja bulanan. 2) Jadwal pelaksanaan pekerjaan adalah waktu dimulainya pelaksanaan pekerjaan hingga berakhirnya pelaksanaan pekerjaan.10 DISTRIBUSI II . peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan yang diperlukan. Rincian . dan 6) gambar rencana kerja dan spesifikasi teknis (apabila diperlukan). membuat gambar rencana kerja dan/atau spesifikasi teknis. Jasa Lainnya. 2) waktu pelaksanaan pekerjaan yang diperlukan. h. dan c) Tim Pengawas mempunyai tugas dan bertanggung jawab dalam melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan dan pelaporan. 3) keperluan bahan. maksud dan tujuan. Jasa Lainnya. 5) produk yang dihasilkan. b) Tim Pelaksana mempunyai tugas dan bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan sesuai yang direncanakan. Penyusunan KAK KAK memuat: 1) uraian kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi latar belakang. rencana kerja mingguan. termasuk jadwal pengadaan bahan.a) Tim Perencana mempunyai tugas dan bertanggung jawab dalam menyusun KAK. LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA HALAMAN VI . membuat gambar pelaksanaan serta membuat laporan pelaksanaan pekerjaan. 4) rincian biaya pekerjaan yang dijabarkan dalam rencana biaya bulanan dan biaya mingguan. dan rencana kerja harian.. baik fisik maupun administrasi pekerjaan Swakelola..

4) Swakelola tertentu dapat dilaksanakan melebihi 1 (satu) tahun anggaran. peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan tertentu. Rencana Pengadaan dan Kebutuhan Tenaga Kerja. Pembentukan . l.11 DISTRIBUSI II . k. potongan memanjang dan potongan melintang. proses pengadaannya dilaksanakan sesuai dengan yang ditentukan dalam Dokumen Pengadaan. 2) Spesifikasi teknis disusun mengikuti pedoman/standar yang sesuai dengan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan.. Rincian Biaya Pekerjaan Tim Perencana membuat rincian biaya pekerjaan dengan tidak melampaui pagu anggaran yang telah ditetapkan dalam dokumen anggaran dan dituangkan dalam RAB. dapat dilakukan Kontrak/sewa tersendiri. upah tenaga kerja dan honor Tim Swakelola. 3) pengadaan dan penggunaan peralatan/suku cadang. Jasa Lainnya. 1) Dalam hal diperlukan bahan. 3) Penyusunan jadwal rencana pengadaan dilaksanakan dengan dengan memperhatikan batas akhir tahun anggaran/batas akhir efektifnya anggaran. LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA HALAMAN VI .. Sebelum dilakukan Kontrak/sewa. m. 5) Rencana pengadaan harus mempertimbangkan syarat teknis dan metode pelaksanaan pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan. dan 4) proses pengadaan dan pengeluaran lainnya yang dibutuhkan. Gambar Rencana Kerja dan Spesifikasi Teknis 1) Gambar rencana kerja memuat lay-out. meliputi: 1) gaji tenaga ahli perseorangan. 6) Rencana kebutuhan tenaga kerja harian disusun berdasarkan rencana pelaksanaan pekerjaan. denah. 2) pengadaan bahan. 2) Jumlah tenaga ahli perseorangan tidak boleh melebihi 50% (lima puluh perseratus) dari jumlah keseluruhan pegawai K/L/D/I yang terlibat dalam kegiatan Swakelola.j.

. Jasa Lainnya. Pelaksanaan Rencana Kerja Tim Pelaksana Swakelola melaksanakan pekerjaan yang telah disusun perencanaannya. peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan kepada PPK untuk diproses oleh ULP/Pejabat Pengadaan. b. 5) menyusun laporan tentang penerimaan dan penggunaan bahan. peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan. 2) mengkaji ulang jadwal pelaksanaan kerja (s-curve) serta jadwal kebutuhan bahan. 3) mengajukan kebutuhan bahan. LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA HALAMAN VI . Jasa Lainnya. 4) mendatangkan dan mengatur tenaga kerja/tenaga ahli perseorangan untuk melaksanakan kegiatan/pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan. Panitia/Pejabat Pengadaan dari unsur instansi Penanggung jawab Anggaran dan Instansi Pemerintah lain Pelaksana Swakelola. yaitu: 1) melakukan kaji ulang dan pengukuran pada lokasi pekerjaan berdasarkan gambar rencana kerja. Jasa Lainnya. Pembentukan Panitia/Pejabat Pengadaan Bila ULP pada Instansi Pemerintah lain Pelaksana Swakelola belum dibentuk. 2. Pengadaan . Rencana Swakelola K/L/D/I mengumumkan pekerjaan Swakelola melalui website dan papan pengumuman resmi untuk penerangan umum yang dapat diakses masyarakat umum. PELAKSANAAN a. n. diangkat oleh PA/KPA untuk melakukan Pengadaan Barang/Jasa yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Swakelola.12 DISTRIBUSI II .. dan 6) menyusun laporan kemajuan pekerjaan (realisasi fisik dan keuangan).m. peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan.

Jasa Lainnya. 1) Pengadaan bahan. Pelaporan Kemajuan Pekerjaan dan Dokumentasi 1) Laporan kemajuan pelaksanaan pekerjaan dan penggunaan keuangan dilaporkan oleh Tim Pelaksana kepada PPK secara berkala. Pengadaan Bahan. 3) Pembayaran bahan dan/atau peralatan/suku cadang dilakukan berdasarkan Kontrak pengadaan barang. 4) Pencapaian target non-fisik dicatat dan dievaluasi setiap bulan.13 DISTRIBUSI II . Jasa Lainnya. 5) Penggunaan bahan. 7) Dokumentasi . Jasa Lainnya. 2) Pembayaran gaji tenaga ahli perseorangan (apabila diperlukan) dilakukan berdasarkan pembayaran. 6) Laporan bulanan dibuat berdasarkan laporan mingguan.b. peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan dilakukan oleh ULP/Pejabat Pengadaan dengan menggunakan metode pengadaan yang sesuai. 3) Pencapaian target fisik dicatat setiap hari.. Peralatan/Suku Cadang dan/atau Tenaga Ahli Perseorangan. c. Kontrak konsultan perseorangan atau tanda bukti LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA HALAMAN VI . 2) Pengiriman bahan dapat dilakukan secara bertahap atau keseluruhan. sesuai dengan kebutuhan. 2) Laporan kemajuan realisasi fisik dan keuangan dilaporkan oleh PPK kepada PA/KPA setiap bulan. paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah diterima.. 4) Instansi pemerintah lain dapat mengajukan Uang Persediaan/Uang Muka kerja atau istilah lain yang disamakan untuk kegiatan beban sementara dan dipertanggungjawabkan secara berkala. peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan dicatat setiap hari dalam laporan harian. dievaluasi setiap minggu serta dibuat laporan mingguan agar dapat diketahui apakah dana yang dikeluarkan sesuai dengan target fisik yang dicapai. d. Pembayaran 1) Pembayaran upah tenaga kerja yang diperlukan dilakukan secara harian berdasarkan daftar hadir pekerja atau dengan cara upah borong. lokasi pekerjaan dan kapasitas penyimpanan.

LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA HALAMAN VI . sedang. 2) PPK menyerahkan pekerjaan dan laporan pekerjaan selesai kepada PA/KPA melalui Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan. PENGAWASAN DAN EVALUASI a. Jasa Lainnya. Pelaporan Realisasi Pekerjaan Pelaporan realisasi pekerjaan dibuat oleh Tim Pelaksana dan dilaporkan kepada PPK yang berisi antara lain : 1) struktur organisasi pekerjaan Swakelola yang terdiri dari pembagian tugas.. 2) persiapan pekerjaan Swakelola yang meliputi kesesuaian gambar pelaksanaan dengan gambar rencana kerja. dan 4) penggunaan bahan. dilanjutkan dengan proses penyerahan aset sesuai dengan peraturan perundang-undangan. penyerapan keuangan. penyerahan pekerjaan sampai dengan selesai 100% (sasaran akhir pekerjaan telah tercapai) dan foto-foto dokumentasi. Ketua Tim Pelaksana menyerahkan pekerjaan kepada PPK. Foto dari arah yang sama diambil pada saat sebelum. f. peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan. e. dan sesudah diselesaikannya pekerjaan.. 3) Setelah dilakukan penyerahan pekerjaan. peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan.14 DISTRIBUSI II . 3) pelaksanaan pekerjaan Swakelola yang meliputi kesesuaian jadwal pelaksanaan pekerjaan terhadap jadwal rencana pelaksanaan pekerjaan. Penyerahan Hasil Pekerjaan 1) Setelah pelaksanaan pekerjaan Swakelola selesai 100% (sasaran akhir pekerjaan telah tercapai). Jasa Lainnya. Pengawasan Pengawasan pekerjaan Swakelola dilakukan oleh Tim Pengawas untuk mengawasi pekerjaan mulai dari persiapan sampai akhir pelaksanaan pekerjaan Swakelola meliputi: 1) pengawasan . pendelegasian wewenang dan tanggung jawab serta pengoordinasian pelaksanaan pekerjaan. 3.7) Dokumentasi pekerjaan meliputi administrasi dan foto pelaksanaan pekerjaan. serta kebutuhan bahan.

pemakaian dan sisa bahan. D.. Evaluasi 1) Tim Pengawas melakukan evaluasi setiap minggu terhadap pelaksanaan pekerjaan. b) pengadaan dan penggunaan tenaga kerja/ahli. e) pelaksanaan fisik. LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA HALAMAN VI . meliputi: a) pengawasan terhadap bahan meliputi pengadaan.15 DISTRIBUSI II . 3) pengawasan Keuangan yang mencakup cara pembayaran. dan/atau f) hasil kerja setiap jenis pekerjaan. b. PELAKSANAAN . d) realisasi keuangan dan biaya yang diperlukan. dan 4) apabila dari hasil pengawasan ditemukan penyimpangan. 2) pengawasan teknis terhadap hasil pelaksanaan pekerjaan untuk mengetahui realisasi fisik pekerjaan lapangan. yang meliputi: a) pengadaan dan penggunaan bahan. Tim Pengawas memberikan masukan dan rekomendasi untuk memperbaiki dan meningkatkan pelaksanaan pekerjaan Swakelola selanjutnya.. b) pengawasan terhadap penggunaan peralatan/suku cadang untuk menghindari tumpang tindih pemakaian di lapangan. serta efisiensi dan efektifitas penggunaan keuangan. c) pengadaan dan penggunaan peralatan/suku cadang. PPK harus segera mengambil tindakan. dan c) pengawasan terhadap penggunaan tenaga kerja/ahli agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang direncanakan.1) pengawasan administrasi yang dilakukan terhadap dokumentasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan. 2) Dari hasil evaluasi tersebut.

membuat gambar pelaksanaan serta membuat laporan pelaksanaan pekerjaan. pengadaan pekerjaan konstruksi hanya dapat berbentuk rehabilitasi. b) Tim Pelaksana mempunyai tugas dan bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan sesuai yang direncanakan. g. Penyusunan . PERENCANAAN Sebelum pekerjaan dilaksanakan. 2) tugas dan tanggung jawab Tim Swakelola adalah sebagai berikut: a) Tim Perencana mempunyai tugas dan bertanggung jawab dalam menyusun KAK. berdasarkan hasil evaluasi atas usulan dari Kelompok Masyarakat. PPK membuat Kontrak pelaksanaan pengadaan Swakelola dengan penanggung jawab Kelompok Masyarakat.. pembentukan Tim Swakelola dengan ketentuan: 1) Tim Swakelola diangkat oleh Penanggung jawab Kelompok Masyarakat sesuai dengan struktur organisasi Swakelola. c. LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA HALAMAN VI . pengadaan barang/jasa hanya diberikan kepada Kelompok Masyarakat yang mampu melaksanakan pekerjaan secara teknis. e. pembuatan/pengerasan jalan lingkungan. K/L/D/I menyusun kegiatan dan sasaran yang akan dilaksanakan dengan cara Swakelola.16 DISTRIBUSI II . b. h. membuat gambar rencana kerja dan/atau spesifikasi teknis. Konstruksi bangunan baru yang tidak sederhana. PELAKSANAAN SWAKELOLA SWAKELOLA OLEH KELOMPOK MASYARAKAT PELAKSANA PERENCANAAN 1. tujuan dan besaran anggaran Swakelola. PA/KPA bertanggung jawab terhadap penetapan Kelompok Masyarakat. baik fisik maupun administrasi pekerjaan Swakelola. dibangun oleh K/L/D/I untuk selanjutnya diserahkan kepada kelompok masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. termasuk sasaran.. renovasi dan konstruksi sederhana antara lain: pengecatan. f. d.D. dan c) Tim Pengawas mempunyai tugas dan bertanggung jawab dalam melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan dan pelaporan. dilakukan persiapan-persiapan sebagai berikut: a.

Rincian Biaya Pekerjaan Tim Perencana membuat rincian biaya pekerjaan dengan tidak melampaui pagu anggaran yang telah ditetapkan dalam Dokumen Anggaran dan dituangkan dalam RAB.17 DISTRIBUSI II . peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan yang diperlukan. rencana kerja mingguan. 2) waktu pelaksanaan pekerjaan yang diperlukan. meliputi: 1) gaji tenaga ahli perseorangan. 3) keperluan bahan. 3) pengadaan dan penggunaan peralatan/suku cadang. j. dan 4) proses pengadaan dan pengeluaran lainnya yang dibutuhkan. Jasa Lainnya. Penyusunan KAK KAK memuat: 1) uraian kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi latar belakang. 2) pengadaan bahan.h. dan rencana kerja harian. k. Gambar . 3) Pembuatan jadwal rencana pelaksanaan pekerjaaan disusun dengan mempertimbangkan waktu yang cukup bagi pelaksanaan/penyelesaian pekerjaan. upah tenaga kerja dan honor Tim Swakelola. 5) produk yang dihasilkan. sasaran serta sumber pendanaan. termasuk jadwal pengadaan bahan.. i. Jasa Lainnya.. 2) Jadwal pelaksanaan pekerjaan adalah waktu dimulainya pelaksanaan pekerjaan hingga berakhirnya pelaksanaan pekerjaan. maksud dan tujuan. 4) rincian biaya pekerjaan yang dijabarkan dalam rencana biaya bulanan dan biaya mingguan. dan 6) gambar rencana kerja dan spesifikasi teknis (apabila diperlukan). peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan secara rinci yang dijabarkan dalam rencana kerja bulanan. Jadwal Rencana Pelaksanaan Pekerjaan 1) Tim Swakelola membuat jadwal rencana pelaksanaan pekerjaan berdasarkan kebutuhan waktu pelaksanaan pekerjaan dalam KAK. LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA HALAMAN VI .

Pembentukan Panitia/Pejabat Pengadaan 1) Panitia/Pejabat Pengadaan diangkat oleh Penanggungjawab Kelompok Masyarakat untuk melakukan pengadaan barang/jasa yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Swakelola. 4) Rencana kebutuhan tenaga kerja harian disusun berdasarkan rencana pelaksanaan pekerjaan. yaitu : 1) melakukan kaji ulang dan pengukuran pada lokasi pekerjaan berdasarkan gambar rencana kerja. 2.. 3) Rencana pengadaan harus mempertimbangkan syarat teknis dan metode pelaksanaan pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan. Jasa Lainnya. Jasa Lainnya. 2) Panitia/Pejabat Pengadaan diperbolehkan bukan PNS. potongan memanjang dan potongan melintang. 2) Spesifikasi teknis disusun mengikuti pedoman/standar yang sesuai dengan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan. Rencana Pengadaan dan Kebutuhan Tenaga Kerja 1) Dalam hal diperlukan bahan. 3) mengajukan . PELAKSANAAN a.. m.k. 2) mengkaji ulang jadwal pelaksanaan kerja (s-curve) serta jadwal kebutuhan bahan. peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan. l. 2) Penyusunan jadwal rencana pengadaan dilaksanakan dengan dengan memperhatikan batas akhir tahun anggaran/batas akhir efektifnya anggaran. peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan. dapat dilakukan Kontrak/sewa tersendiri dengan memperhatikan prinsip-prinsip dan etika pengadaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden ini.18 DISTRIBUSI II . Gambar Rencana Kerja dan Spesifikasi Teknis 1) Gambar rencana kerja memuat lay-out. LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA HALAMAN VI . denah. Pelaksanaan Rencana Kerja Tim Pelaksana Swakelola melaksanakan pekerjaan yang telah disusun perencanaannya.

Pembayaran 1) Pembayaran upah tenaga kerja yang diperlukan dilakukan secara harian berdasarkan daftar hadir pekerja atau dengan cara upah borong. Kontrak konsultan perseorangan atau tanda bukti LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA HALAMAN VI . 4) mendatangkan dan mengatur tenaga kerja/tenaga ahli perseorangan untuk melaksanakan kegiatan/pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan. Jasa Lainnya.3) mengajukan kebutuhan bahan. dengan ketentuan sebagai berikut: a) diberikan 40% (empat puluh perseratus) dari keseluruhan dana apabila Kelompok Masyarakat telah siap melaksanakan Swakelola.. b. Jasa Lainnya.. sesuai dengan kebutuhan. lokasi pekerjaan dan kapasitas penyimpanan. dan c) diberikan . Peralatan/Suku Cadang dan/atau Tenaga Ahli Perseorangan 1) Pengadaan bahan. Pengadaan Bahan. 5) menyusun laporan tentang penerimaan dan penggunaan bahan. c. 2) Pengiriman bahan dapat dilakukan secara bertahap atau keseluruhan. peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan kepada Penanggung Jawab Kelompok Masyarakat untuk diproses oleh Panitia/Pejabat Pengadaan. Jasa Lainnya. 4) Penyaluran dana kepada Kelompok Masyarakat dilakukan secara bertahap. 2) Pembayaran gaji tenaga ahli perseorangan (apabila diperlukan) dilakukan berdasarkan pembayaran. Jasa Lainnya. peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan dilakukan oleh ULP/Pejabat Pengadaan dengan menggunakan metode pengadaan yang sesuai.19 DISTRIBUSI II . peralatan/suku cadang dan tenaga ahli perseorangan. b) diberikan 30% (tiga puluh perseratus) dari keseluruhan dana apabila pekerjaan telah mencapai 30% (tiga puluh perseratus). dan 6) menyusun laporan kemajuan pekerjaan (realisasi fisik dan keuangan). 3) Pembayaran bahan dan/atau peralatan/suku cadang dilakukan berdasarkan Kontrak pengadaan barang.

peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan dicatat setiap hari dalam laporan harian. sedang. penyerapan keuangan. 2) persiapan pekerjaan Swakelola yang meliputi kesesuaian gambar pelaksanaan dengan gambar rencana kerja serta kebutuhan bahan. peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan. 3) Pencapaian target fisik dicatat setiap hari. dievaluasi setiap minggu serta dibuat laporan mingguan agar dapat diketahui apakah dana yang dikeluarkan sesuai dengan target fisik yang dicapai. e.c) diberikan 30% (tiga puluh perseratus) dari keseluruhan dana apabila pekerjaan telah mencapai 60% (enam puluh perseratus). pendelegasian wewenang dan tanggung jawab serta pengkoordinasian pelaksanaan pekerjaan. dan 4) penggunaan . 7) Dokumentasi pekerjaan meliputi administrasi dan foto pelaksanaan pekerjaan. 5) Penggunaan bahan. Jasa Lainnya. Jasa Lainnya. 6) Laporan bulanan dibuat berdasarkan laporan mingguan.. d.. Foto dari arah yang sama diambil pada saat sebelum. Pelaporan Kemajuan Pekerjaan dan Dokumentasi 1) Laporan kemajuan pelaksanaan pekerjaan dan penggunaan keuangan dilaporkan oleh Kelompok Masyarakat kepada PPK secara berkala. Pelaporan Realisasi Pekerjaan Pelaporan realisasi pekerjaan dibuat oleh Kelompok Masyarakat dan dilaporkan kepada PPK yang berisi antara lain: 1) struktur organisasi pekerjaan Swakelola yang terdiri dari pembagian tugas.20 DISTRIBUSI II . 3) pelaksanaan pekerjaan Swakelola yang meliputi kesesuaian jadwal pelaksanaan pekerjaan terhadap jadwal rencana pelaksanaan pekerjaan. 4) Pencapaian target non-fisik dicatat dan dievaluasi setiap bulan. 2) Laporan kemajuan realisasi fisik dan keuangan dilaporkan oleh PPK kepada PA/KPA setiap bulan. penyerahan pekerjaan sampai dengan selesai 100% (sasaran akhir pekerjaan telah tercapai) dan foto-foto dokumentasi. LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA HALAMAN VI . dan sesudah diselesaikannya pekerjaan.

4) penggunaan bahan. Jasa Lainnya. LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA HALAMAN VI . PENGAWASAN DAN EVALUASI a. 3. pemakaian dan sisa bahan. peralatan/suku cadang dan/atau tenaga ahli perseorangan.21 DISTRIBUSI II . f.. Penanggung jawab Kelompok Masyarakat menyerahkan pekerjaan kepada PPK. Pengawasan Pengawasan pekerjaan Swakelola dilakukan oleh Tim Pengawas untuk mengawasi pekerjaan mulai dari persiapan sampai akhir pelaksanaan pekerjaan Swakelola meliputi : 1) pengawasan 2) pengawasan administrasi teknis yang dilakukan terhadap dokumentasi untuk pelaksanaan kegiatan dan pelaporan. dan 4) apabila . terhadap hasil pelaksanaan pekerjaan mengetahui realisasi fisik pekerjaan lapangan meliputi: a) pengawasan terhadap bahan meliputi pengadaan. dilanjutkan dengan proses penyerahan aset sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 3) Setelah dilakukan penyerahan pekerjaan. dan c) pengawasan terhadap penggunaan tenaga kerja/ahli agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang direncanakan. 2) PPK menyerahkan pekerjaan dan laporan pekerjaan selesai kepada PA/KPA melalui Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan. Penyerahan Hasil Pekerjaan 1) Setelah pelaksanaan pekerjaan Swakelola selesai 100% (sasaran akhir pekerjaan telah tercapai). 3) pengawasan Keuangan yang mencakup cara pembayaran serta efisiensi dan efektifitas penggunaan keuangan.. b) pengawasan terhadap penggunaan peralatan/suku cadang untuk menghindari tumpang tindih pemakaian di lapangan.

dan f) hasil kerja setiap jenis pekerjaan. b) pengadaan dan penggunaan tenaga kerja/ahli. Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum.22 DISTRIBUSI II . d) realisasi keuangan dan biaya yang diperlukan. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya. Evaluasi 1) Tim Pengawas melakukan evaluasi setiap minggu terhadap pelaksanaan pekerjaan yang meliputi: a) pengadaan dan penggunaan material/bahan. ttd. Dr. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. b.4) apabila dari hasil pengawasan ditemukan penyimpangan. e) pelaksanaan fisik. PPK harus segera mengambil tindakan. Penanggungjawab memberikan masukan dan rekomendasi untuk memperbaiki dan meningkatkan pelaksanaan pekerjaan Swakelola selanjutnya. 2) Dari hasil evaluasi tersebut. M. H. DR. c) pengadaan dan penggunaan peralatan/suku cadang. Iman Santoso LAMPIRAN VI TATA CARA SWAKELOLA HALAMAN VI .