Anda di halaman 1dari 33

METO DE PEMERIKSAAN Tujuan pemeriksaan pasien adalah untuk mengetahui penyakit / gangguan atau kelainan pada tubuh baik

letak kelainan, sifat dan jenis kelainan maupun penyebabnya. Setelah diketahui semuanya barulah diberikan pelayanan pengobatan agar pasien menjadi sembuh , Proses pemeriksaan tersebut dinamakan diagnosa. Pada dasarnya suatu penyakit yang diderita pasien baru dapat dipastikan setelah proses pemeriksaan dan pengobatannya berakhir baik sernbuh maupun mati. Selama proses pengobatan. berlangsung, dapat dilakukan pemeriksaan ulang dan pengobatan ulang sehingga diagnosanyapun dapat berubah-ubah. Diagnosa yang rnenuntut perubahan tersebut disebut diagnosa sementara, Sedangkan diagnosa tetap adalah diagnosa akhir proses 2

pengobatan dan pasien dalarn keadaan sernbuh. Dalam praktek kita sering menemukan pasien yang mencierita berbagai macam penyakit / keluhan, oleh karena itu dalam ilmu Akupunktur dibagi dalam 2 kategori ; a. Keluhan Utama yaitu keluhan dimana mendorong orang menjadi ingin pergi berobat misalnya : sakit kepala, demam, badan pahas, sakit perut, nyeri ulu hati, sesak napas, batuk, nyeri tenggorokan, susah buang air besar / kecil dsb. Secara klinis praktis jenis ini menuntun kita haiya pada pengobatan secara simpto-matis (gejala) b. Penyakit lain dari yang dijelaskan di atas telah kita bahas pada materi Kumpulan Gejala (Sindrom) dan akan menuntun kita pada pengobatan kasus yang sebenarnya dan atau akar penyakit ter-masuk di dalamnya, letak kelainan , jenis dan sifat kelainan, keadaan daya tahan tubuh dan penyebab penyakit serta perjalanan penyakitnya. Oleh karena itu dalarn Ilrnu Akupunktur suatu diagnosa kerja akan tersusun sebuah kalimat yang cukup panjang , misalnya : sakit kepala karena kelainan Shi Meridian Kantung Empedu yang disebabkan oleh Penyebab Penyakit Luar (PPL) Angin. - Sakit kepala adalah keluhan utama (simptomatis) , Shi adalah jenis kelainan , Meridian adalah letak kelainan dan Angin adalah penyebab penyakitnya. Di atas disebutkan bahwa keluhan utama adalah yang mendorong orang pergi berobat, pada umumnya ini diucapkan secara spontanitas ketika pengobat bertanya apa yang dikeluhkan " atau " apa yang dirasakan ". Hal ini kita tidak boleh langsung menginterpretasikan penyakitnya tetapi tulislaih seperti apa yang diucapkan pasien.

Contoh : pasien datang dengan keluhan "sakit kepala bagian belakang jangan diinterpretasikan sebagai kelainan pada meridian Tay Yang kaki (meridian yang rnelewati daerah kepala bagian belakang). Interpretasi atau analisa dapat diberikan bila ada dukungan data-data lain untuk suatu keluhan utarna dan hanya diberikan sebagai dugaan / kemungkinan dan bukan interpretasi yang pasti. Untuk memperoleh diagnosa kerja yang baik, seorang akupunkturis harus memiliki bekal pengetahuan teori dasar yang kuat untuk menganalisa data pemeriksaan, kemudian menyusunnya secara tepat. Hasil pemeriksaan data yang dikumpulkan mernpunyai peranan penting untuk mencapai diagnosa kerja yang baik, Untuk ini Ilmu Akupunktur memiliki Empat Cara Pemeriksaan Diagnotik Empat Cara Pemeriksaan (SECEN) Dalam usaha mengumpulkan data menganaiisa, menentukan penggolongan sindrom dan untuk rnenegakkan diagnosa dalarn Ilmu Akupunktur dikenal dengan rnenggunakan Empat Cara Pemeriksaan. 1. 2. 3. 4. Pengamatan Pendengaran / Penghidu (Penciuman) Wawancara Perabaan 4

Pengamatan adalah sebuah usaha rnengamati dengan menggunakan panca indera penglihatan (mata) pemeriksa untuk memperoleh data klinis. Seianjutnya Obsevasi adalah derajat yang lebih mendalam / intensif daripada pengamatan dan dilakukan dalam waktu yang iebih lama seperti misalnya bagi pasien yang rawat inap. Obyek yang diamati antara lain : kwalitas kesadaran dan semangat (keadaan jiwa), ekspresi wajah (5 warna rnuka), lidah dan otot lidah, penampilan bentuk dan gerak gerik pasien, kuiit rambut, mata, telinga, bibir/ mulut, gigi, hidung, kuku.Aspek perilaku dan kebiasaan pasien, Pengamatan lebih mendalam misalnya tentang urine, ingus, reak, dahak, faeces, ekskresi vaginal dsb (menggunakan jasa laboratorium) a. Wajah wajah Ekspresi wajah merupakan salah satu manifestosi yang menggejala keluar karena adanya aktivitas hidup baik yang bersifat fisiologis maupun patologis, Apabila seseorang rriemperlihatkan gejala semangat yang baik akan mengekspresikan mata yang berbinar dan bereaksi cekatan (cepat tanggap), mudah diajak berbicara dan bekerja sama dengan pemeriksa ini menandakan orang tersebut dalam kondisi yang baik. Sebaiknya bila ternyata orang tersebut kurang bersemangat, lesu dan kurang gairah dan memperlihatkan ekspresi wajah yang lain dari biasanya. misalnya : tatapan matanya tarnpak kosong, malas diajak bicara, kurang tanggap atau mempersulit pemeriksaan dan tidak kooperatif ini menunjukkan adanya gangguan kejivvaan (mental).Ini dapat diartikan bahwa pasien tersebut sedang menderita penyakit yang

cukup berat. b. Warna muka Warna muka yang dimaksud adalah bukannya warna kulit wajah yang alami (original) seperti halnya warna kulit dari suatu ras atau suku bangsa, rnelainkan warna kulit muka akibat dari suatu gangguan atau kelainan organ dalam. Orang yang sehat merriliki warna kulit yang merah segar dan bersinar. Warna merah tua dan tidak menandakan gejala penyakit yang disebabkan oleh adanpanas dalarn tubuh. Warna pucat menunjukkan seseorang dalarn keadaan dingin atau akibat defisiency seperti anemia, dsb. Warna kuning pada kulit dan rnata menunjukkan adanya penyakit kuning atau gangguan pada limpa/pankreas (warna unsur Tanah) . Warna kebiruan / keunguan menanda-kan adanya sumbatan pada sistim peredaran darah dan atau rasa nyeri yang hebat. Warna lain yang dapat dinilai dan memiliki nila diagnostik yaitu eksresi yang dikeluarkan tubuh seperti : ingus, dahak, urine, faeces dan cairan vagina. Apabila warna eksresi terse-but putin dan jernih berarti pasien menderita gangguan yang bersifat dingin dan atau defisiency, sebaliknya apabila vvarna eksresi berwarna suran, kuning sedikit kernerahan berarti adanya gangguan yang barsifat panas dan ekses (berlebih) c. Penampilan (garak-gerik dan bentuk tubuh) Bentuk tubuh yang dimaksud bukanlah yang alami seperti pendek atau tinggi (jangkung) tetapi kurus ataupun gemuk (kegemukan). Sedangkan gerak gerik seperti 6

ketika sedang bergerak, duduk, berdiri, berjalan, berbaring dlsb. Orang yang kegemukan seringkali mengalami defisiency Qi sehingga terjadi penimbunan cairan daiam tubuh, sedangkan kekurusan akan memperlihatkan adanya ekses (berlebihan) dari unsur api padahal tubuh dalam keadaan defisiency Qi (energi vital). Kelumpuhan menunjukkan adanya defisiency Qi Xue (energi vital dan darah) mengakibatkan adanya defisiency Qi dalam meridian, Kekejangan (convulsi), mata juling, mulut mencong , tremor (gernetaran) yang timbul pada otot-otot memberi petunjuk adanya Yin Xu tubuh dan darah (Xue) yang mengakibatkan defisiency dan gangguan nutrisi dalarn tendon dan otot serta pembuluh darah, Gangguan ini dapat pula terjadi akibat adanya faktor Angin yang masuk pada sistern meridian. d. Lidah Pengarnatan pada lidah ditujukan pada clua sasaran yakni : otot lidah (batang lidah) / tongue proper dan selaput lidah / tongue coating. Pengamatan pada lidah ini penting karena dalam ilmu akupunktur lidah berhubungan dengan organ-organ dalam (Zang Fu) , meridian dan cabang-cabangnya , energi vital (Qi) dan darah (Xue) serta cairan tubuh lainnya. Kelainan-kelainan atau gangguan tubuh akan dapat diditeksi melalui perubahan-perubahan dan kelainan pada otot lidah dan atau selaput lidah misalnya : bentuk, vvarna, aspek basah / kering, tebal / tipis juga gerakan-gerakannya. Dengan demikian pengamatan pada lidah dapat membantu dalam menegakkan diagnosa kerja, Lidah yang dianggap normal antara lain : ukurannya seimbang, warna kemerahan segar dan bersih, gerakannya dinamis dan spontan, selaputnya putih tipis dan bersih

pada permu-kaannya, l. Otot Lidah a. Warna : Otot lidah yang berwarna pucat menunjukkan adanya defisiency (kekurangan) Qi atau penyakit yang bersifat dingin karena kelemahan Yang Qi serta Qi Xue Xu yang terjadi akibat faktor dingin menyerang sistim meridian dan atau ma~ suk ke organ dalam. Otot lidah berwarna sangat merah trenunjuk-kari kelainan adanya sindrom panas yang berlebih (ekses), ini terjadi akibat f:aktor panas atau sindrom panas lain sehirigga rnenga kibatkan adanya defisiency Yin Qi yang dikonsumsi sangat berlebihan. Otot lidah berwarna merah tua ini rnenunjuk-kan adanya serangan faktor panas yang hebat ke dalam tubuh (organ Zang Fu). Ha! ini juga terdapat pada pasien yang menderita penyakit yeng berkepanjangan (kronis) sehingga Yin Qi kelelahan akibatnya unsur Api terlihat dominan dan hiperaktif akibat keadaan tubuh sangat defisiency. Otot lidah berwarna keunguan disertai bintik bintik ungu di beberapa bagian otot lidah ini menunjukkan adanya sumbatan energi vital dan darah (Ql Xue). Dapat pula terjadi akibat deflsiency Yang karena serangan faktor dingin.

b. Bentuk : Otot lidah gemuk artinya ukuran otot lidah lebih besar dari ukuran normal (biasa), warna putih kepucatan, kadang terdapat adanya cetakan gigi di pinggirnya ini meriunjukkan adanya defisienci Qi karena faktor lembab menyerah tubuh. Otot lidah gemuk disertai warna rnerah gelap ini menunjukkan adanya pengaruh faktor panas yang sangat disebabkan karena Api Jantung berlebih (ekses). Otot lidah pecah atau retak-retak tak teratur ini menunjukkanadanya deflsiency cairan tubuh akibat adanya faktor panas ekses (berlebih) sehingga melukai Yang Qi Ginja! dan terjadi Yin Xu Ginjal mengakibatkan Api Giriial Shi. Harap dibedakan dengan pecah pecah atau retak retak karena bawaan sejak lahir Otot lidah bergerigi dan mencuat berdiri disertai bengkak ini menunjukkan adanya faktor panas jahat yang berlebih Otot lidah kaku dan gemetaran , sulit dijulurkan dan digerakkan ini menunjukkan adanya faktor panas dari l.uar rnenyerang dan gangguan mental akibat faktor lembab serta penimbunan cairan tubuh yang bersifat panas akibatnya terjadi kerusakan / kehancuran pada Hati (Yin Xu Hati) akibat panas yang hebat sehingga menimbulkan angln yang hebat pula, Dapat pula diakibatkan adanya faktor angin yang basah (dingin)/lembab sehingga terjadi penyumbatan pada meridian. Pada penderita penyakit yang cukup lama (berkepanjangan) karena adanya defisiency Yin Qi ini dapat menjadikan otot lidah gemetaran. Otot lidah menyerong ke salah satu sisi ini dapat terjadi akibat adanya angin

dalam yang menyebabkan Yang Shi Hati dan atau reak yang menyumbat meridian yang menuju ke lidah Otot lidah mengkerut ke dalam, ini berarti penyakit dalam keadaan kritis tetapi perlu dibedakan dengan lidah bawaan. 2. Selaput lidah a. Bentuk selaput lidah # Selaput lidah putih tipis bersih berarti normal # Kering / basah Kesan basah berarti normal Kesari basah tetapi licin ada lembab , reak Kesan kering berarti panas # Tebal / tipis Dapat melihat permukaan dasar iidah berarti tipis, sebaliknya bila tak terlihat berarti tebal. Tipis berarti normal Tebal berarti proses kelainan ; semakin tebal berarti semakin berlanjut # Bersih / kotor Bersih dengan bintik yang jelas berarti normal Kotor berarti adanya lembab , reak # Terkelupas 10

Bila ada bagian tertentu tidak bersepaut maka ber arti Qi lambung lemah b. Warna Selaput Lidah # Putih Putih , tipis, bersih berarti nomal Putih dan licin berarti dingin Putih dan kering berarti panas Putih, tebal, kotor berarti ada lembab , reak # Kuning Kuning berarti panas Kuning kotor berarti lembab panas Kuning tua bahkan sampai kehitam hitaman berarti Yang Shi dengan panas yang berat Apabila putih bercampur kuning berarti perubahan dingin ke panas. # Hitam Selaput lidah kehitarnan , kering dan otot lidah merah berarti lernbab panas Apabila hitam , kotor tebal berarti adanya reak dan lembab Apabila hitam, licin dan basah berati Xu Lambung atau Xu Ginjal Bila kekelabu-kelabuan, tipis dan licin berarti dingin lembab Selain pengamatan pada otot dan selaput lidah yang perlu diperhatikan juga kelainan

pada bagian tertentu pada lidah, karena lidah mempunyai hubungan dengan organ Zang Fu sehingga organ-Zang Fu memiliki daerah manifestasi sistim organ terkait, Misalnya : Ujung lidah daerah manifestasi Jantung Tengah lidah daerah manifestasi Limpa Tepi lidah daerah manifestasi Hati Akar lidah daerah manifestasi Ginjal Untuk organ Pary beberapa literatur terdapat perbedaan seperti : 1. Paru terletak di daerah Jiao Atas sama seperti Jan tung sehingga daerah manifestasi sistim organnya , di ujung lidah 2. Sistim organ Paru terletak di antara Limpa dan Hati 3. Bagian tepi lidah sebelah kiri Hati dan sebelah kanan Paru

Secara klinis pembagian daerah manifestasi ini akan menunjukkan adanya kelainan pada daerah tertentu merupakan cerminan kelainan organ bersangkutan . Contoh : bila otot lidah daerah tengah terdapat kelainan maka kita dapat mengartikan bahwa terdapat kelainan pada organ Limpa, begitu seterusnya. 2. Pendengaran / Penghidu (Penciuman) 12

Pemeriksaan yang bernilai diagnostik pada pendengaran / penjhidu ini dibagi dua yaitu : Pendengaran menggunakan panca indera telinga clan Penciurnan (pembauan) denga pancaindera hidung. # Pendengaran yaitu penilaian terhadap apa yang kita (pengobat) dengarkan atau apa yang diperdengarkan oleh si pasien antara lain : Suara Bicara : Suara bicara lemah dengan tonasi rendah menunjukkan adanya sindrom Xu (defisiency) Suara bicara keras berarti ada sindrom Shi (Ekses) Biia terjadi dellirium (mengigau) berarti adanya gangguan pada organ Jantung disebabkan tirnbunan cairan panas, termasuk Shi Bicaranya kacau balau in terjadi karena adanya gangguan pada Shen Pasien yang bersungut-sungut dan atau menggerutu berkepanjangan berarti ada gangguan kejiwaan Suara gagap menunjukkan adanya pembendungan (sumbatan) pada sistim meridian akibat dingin lembab Suara cekutan (ceguken) berarti Xu Sesuai dengan Lima Unsur: menangis berarti gangguan Paru (Logam), berteriak kesal berarti gangguan Hati atau Liver (Kayu), Tertawa berarti gangguan Jantung (Api), menyanyi tak menetu (gangguan Limpa/Larnbung (Tanah).dan merintih berarti gangguan Ginjai (Air)

Suara Pernapasan : Suara napas yang lemah disertai tarikan napas pendek-pendek, terlihat berkeringat setelah bergerak sedikit (mudah berkeringat) menandakan adanya defisiency Qi (QiXu) dalarn Jantung dan Paru Suara napas yang kasar disertai sesak napas dan terkesan adanya reak menandakan sindrom panas (tirnbunan cairan panas) atau timbunan lendir lembab dalam Paru yang berlebih (Ekses) Suara Batuk : : Batuk disertai suara kasar dan serak menandakan adanya angin dingin menyebar ke Paru atau karena lendir dingin menumpuk daiam Paru Batuk dengan suara riyaring menandakan adanya serangan angin panas dan atau genangan lendir panas dalam paru Suara batuk kering dengan reak sedikit rnenunjukkan , adanya serangan penyebab penyakit luar (panas) ke paru atau keadaan defisiency (Xu )pada Yin organ Paru # Penghidu (Pembauan) penilaian secara klinis terhadap bau yang dikeluarkan (Ekskresi) oleh tubuh pasien melalui cairan keringat, ingus, reak, pernapasan, tinja, urine dll Bau yang menyengat berarti sindrom panas Shi (ekses) Bau yang hambar berarti sindrom dingin Xu (defisiency)] Coritoh : - Reak kental dengan bau busuk (menyengat) adanya lendir panas dalam 14

Paru, Reak cair, jernih tak berbau rnenunjukkan adanya iendir dingin daiam Paru + Air kernih (urine) yang berwarna kuning agak tua disertai bau pesing yang menusuk menunjukkan adanya lernbab panas daiam Kantong Kemih + Urine yang jernih dan tak berbau setts banyak menunjukkan adanya faktor dingin daiam Kantong Kemih dan karena adanya defisiency (Xu) - Napas yang beu busuk menunjukkan adanya panas dalam Lambung 3. Wawancara Yang dimaksud dengan wawancara adalah cara pemeriksaan dengan melakukan dialog (tanya jawab) dengan pasien atau yang menemani sekitar keadaan, perjalanan penyakit, yang diderita dapat diungkapkan secara rind dan detail. Oleh karenanya daiam wawancara hendaknya dilakukan dengan sikap yang ramah dan familier, meyakinkan dan teliti serca tidak membosankan, Tehnik mengajukan pertanyaan juga harus dikuasai dengan baik. Hal ini perlu terutama tentang keluhan utarna pasien, kapan dan berapa lama. Selain itu juga perlu diketahui tentang keadaan kesehatan masa lampau. Dalam hal ini perasaan pasien harus diperhatikan dan setiap reaksi atas petanyaan yang kita ajukan. Beranjak dari keluhan utama pasien dan berpedoman pada dasar pemikiran pandangan holistik dimana tubuh manusia merupakan suatu kesatuan yang utuh maka pertanyaan secara sistimatis diarahkan untuk rnengetahui sindrom dan bagaimana penyakit pasien

tersebut, Harus disadari betui bahwa jawaban yang salah dapat mengarah pada kesalahan (kekeliruan) yang berlanjut, Pernenksaan den-gan wawancara sangat penting karena ini merupakan pemeriksaan yang sangat obyektif karena data yang kita dapatkan dari si pasien. Selain pertanyaan Keluhan Utarna dan Keluhan Tambahan serta Riwayat Penyakit, Pemeriksaan dengan wawancara dapat pula mengajukan beberapa pertanyaan antara lain tentang : 1. Panas Dan Dingin - Dernam 2. Keringat 3. Kepala Dan Badan 4. Bueng Air Besar Dan Kecil (Bab Dan B A K) 5. Kesukaan Makari / Minum Termasuk Kecenderungan Suka Hangat / Dingin 6. Dada Dan Perut 7. Telinga , Mulut, Dada Dan Perut 8. Penyakit Yang Pernah Diderita Dan Pengobatan Yang Pernah Didapat 9. Bagi Perempuan Tentang menstruasi 10. Bagi Anak-Anak Tentang Imunisai, Penyakit Yang Pernah Diderita, Masa Dalam Kandungan, Waktu Dilahirkan Dan Proses Pertumbuhannya a. Panas/dengindemam Perasaan panas/dingin dan dernam pada permulaan sakit menunjukkan adanya serangan faktor patologis luar ke permukaan (bagian luar) tubuh. Bila faktor dingin 16

yang dominan maka penyebabnya adalah serangan angin panas Dingin tanpa demam kemungkinan disebabkan oleh dingin yang menyerang dari dalarn akibat kelemahan Yang Qi, Keadaan ini juga terjadi akibat dingin dari luar (patologis) langsung menyerang organ Zang Fu. Manifestasi dari keadaan dernikian yaitu timbulnya rasa dingin pada bagian tubuh yang sakitmisalnya perasaan dingin, riyeri uluhati disertai BAB dengan kotoran berupa makanan yang belurn tercerna (tidak disertai menggigil). Demarn dingin yang lama menandakan adanya panas yang berlebih (ekses) dalam tubuh diakibatkan serangan PPL panas rnasuk ke tubuh yang lebih dalam Demam menggigil yang terjadi dalam sehari secara bergantian setiap 2atau 3 hari sekali kemungkinan adanya malaria b Keringat Bila tubuh terserang PPL dan berkeringat besar dugaan ter jadi serangan PPL angin panas tetapi bila tak berkeringat. berarti serangan PPL dingin Keringat yang keluar oengan sendirinya, misalnya dengan gerakan dan atau kegiatan sedikit saja sudah otomatis keluar keringat ini disebut automatic sweating biasanya terjadi karena kelemahan Yang Qi (Yang Qi Xu) dan Xu pada Qi Pertahanan tubuh (Wei Qi) Keringat yang keluar tatkala tidur dan berhenti ketika bangun ini menunjukkan disebut night sweating (keringat ma lam) ini disebabkan karena Yin Xu (defisiency Yin) atau Yang Shi (Yang yang hiparaktif)

Keringat dingin yang keluar pada waktu sakit yang serius ini menandakan keadaan kritis karena keletihan Yang Qi c Buang Ar Besar / Buang Air Kecil 1. Buang Air Besar Sembelit (konstipasi) pada umumnya disebabkan adanya panas dalam usus yang berkaitan dengan defisiency. Sembelit pada umumnya diderita oleh orang yang sudah berumur (tua), atau bagi perernpuan yang baru sembuh dari sakit yang berkepanjangan sehingga menimbulkan defisiency Qi (energi vital) atau kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) Tinja yang bercampur darah dan lendir atau nanah teru-tama disebabkan adanya lembab panas dalam usus Tinja yang lembek bercampur makanan yang tak tercerna disebabkan adanya kelemahan (Xu) dan Sindrom dingin Limpa/Lambung Diare (mencret) yang terjadi pada siang hari terkait adanya Yang Xu limpa dan Ginjal 2 . Buang Air Kecil

18

Urine (air kencing) yang berwarna kuning tua umumnya disebabkan adanya panas yang berlebih Urine yang jernih dan banyak ini menandakan adanya faktor dingin dan dalam keadaan Xu Sering buang air kecil dengan urine sedikit dan warna nya kuning tua ini terjad. karena lembab panas dalam Kantung Kemih dan Ginjal Buang air kecil berwarna jernih ini karena adanya dingin dan defisiency dalam Ginjal dan Kantung Kemih Tertahannya urine (retentio urinae) sulit BAB dan BAK rnenetes ini terjadi karena adanya Yin Xu Ginjal atau ada batu dalam atau ada darah mat! yang menyumbat saluran kemih BAK sering tetapi sedikit urine ini disebabkan adanya Xu organ Ginjal dan Limpa disertai timbunan cairan dalam tubuh d Keadaan Tidur Sulit tidur (insomnia) atau tak dapat tidur nyenyak, mudah terbangun dan tak dapat tidur lagi Bila disertai dengan pusing dan Jantung berdebar ini tanda dari gagalnya fungsi darah yang mengangkut nutrisi ke jaringan tubuh (sel-sel) akibat dari Xu organ Jantung dan Limpa Bila disertai dengan kegelisahan jiwa serta mimpi buruk tanda adanya Api Jantung Shi.

Bila insomnia terjadi karena ketidak nyamanan dalam Lam-bung oleh karena kekenyangan maka akan berakibat: buyarnya Qi Lambung sehingga terjadi kegelisahan fikiran dan jiwa Rasa kantuk yang tak tertahankan ini menandakan adanya kelemahan umum. Bila disertai pusing berarti terjadi timbunan lendir lembab dalam tubuh Keadaan setengah bisa tidur disertai kelelahan umum ini terjadi karena Yang Xu Ginjal dan Jantung Kelemahan yang sangat sehingga seakan-akan terbius disertai timbulnya faktor panas rnenandakan permulaan status comaticus yang disebabkan oleh kegoncangan jiwa karena faktor panas yang patologis masuk ke organ Zang Fu Bila kelemahan umum tidak disertai adanya faktor panas melainkan adanya reak yang kental dalam tenggorokan serta memvisualisasi pada selaput lidah yang lengket dan tebal rnenunjukkan kekalutan pikiran karena timbul lendir lembab e Nyeri Rasa nyeri yang berlebihan bila ditekan ini berhubungan dengan keadaan Shi (ekses) dan terutama disebabkan penyebab penyakit faktor luar, penyumbatan pada sistem meridian, pembendungan saluran darah, parasit usus, timbunan makanan atau penyumbatan akibat lendir. Rasa nyerj yang bila ditekan berkurang rasa nyerinya bahkan terasa lebih enak dila ditekan ini berhubungan dengan keadaan defisiency (Xu). Hal ini dapat disebabkan karena adanya kurang gizi (malnutrisi), kekurangan Qi, darah dan hi20

langnya intisari aspek Yin. Nyeri yang dapat reda setelah dilakukan pemanasan (moksa) ini disebabkan adanya faktor dingin, sebaliknya bila rasa nyeri berkurang seteSah dikompres dingin ini disebabkan karena faktor panas Nyeri yang berpindah-pindah ini disebabkan adsnya faktor dingin yang menyerang sistirn meridian Nyeri yang menetap ini disebabkan adanya penyumbatan akibat faktor lembab dingin dalam sistim meridian Nyeri kepala pada penyakit akut yang disebabkan adanya serangan penyebab penyakit luar Nyeri kepala yang membandel bahkan sering menghebat pada dasarnya karena terjadinya darah dan lendir yang melawan arus Nyeri kepala yang lambat laun disertai perasaan kepala tegang dan timbul pandangan (mata) gelap dan kabur ini disebabkan adanya Qi Xu (defisiency Qi), darah (Xue) dan hilangnya aspek Yin Nyeri kepala dapat pula dibedakan dari aliran Qi pada sistim m,eridian yang melewati daerah kepala, misalnya nyeri kepala daerah occipital (belakang kepala) berhubungan den-gan meridian Tay Yang; nyeri kepala bagian samping (sebelah) berhubungan ciengan meridian Shao Yang; nyeri kepala bagian depan (froncal) dan lekuk mata (orbital) berhubungan dengan meridian Yang Ming; sedangkan nyeri kepala bagian vertical berhubungan dengan meridian Jue Yin Nyeri pada daerah di atas diafragma umumnya meru-pakan gangguan organ

Jantung dan Paru Nyeri daerah epigastrik (uluhati) menandakan adanya gangguan pada organ Limpa dan Lambung Nyeri pada daerah Lumbal (pinggang) atau sekeliling puser (umbillicus) menunjukkan adanya gangguan organ Ginjal dan meridian Chong Nyeri pada daerah bawah puser dan Lambung bagian bawah menunjukkan adanya gangguan pada organ Ginjal, Kantung Kemih atau Usus Besar, Usus Kecii Nyeri daerah iga (rusuk) dan hipokondria (daerah samping atas perut dengan batas bawah setinggi titik terendah lengkung ige /rusuk) menandakan adanya gangguan pada organ Hati dan Kantung Empedu d Menstruasi (haid) Apabila pasien seorang perempuan dewasa, maka perlu ditanyakan keadaan menstruasi (haid) nya atau adanya keputihan bila pasien itu telah bersuami ditanyakan pula riwayat persalinan yang pernah dialaminya. Masa Haid yang pendek daurnya (maju) dengan perdarahan banyak dan warna darah merah tua ini berhubungan dengan sindrom panas yang berlebih (Re Shi) Masa haid menjadi panjang daurnya (mundur)dengan darah sedikit dan wardanya merah terang ini berhubungan dengan sindrom dingin Xu (Han Xu) Nyeri menjelang haid pada perut bagian bawah dan bertambah nyeri bila ditekan (dan darah haid berwartna keunguan (gelap) disertai gumpaian darah mat! menandakan adanya penyurnbatan dan kemacetan Qi Xue (Energi Vital dan Darah) 22

Nyeri perut bagian bawah setelah menstruasi yang re-sponsif bila ditekan disertai keluarnya cairan haid berwarna merah terang yang jumlahnya sedikit ini disebabkan adanya anaemia (Xue Xu) Keputihan dengan warna putih dan encer, sedikit berbau disertai rasa nyeri daerah pinggul menunjukkan adanya Yang Xu Limpa dan Ginjal serta faktor dingin dalam tubuh, Keputihan dengan cairan sedikit kental dan berwarna kuning serta bau yang menusuk menunjukkan adanya faktor lembab panas yang sedang mengalir ke bawah Bila terjadi perdarahan vagina yang tak teratur setelah menopause dengan cairan berwarna kuning atau putih bercampur nanah dan atau darah menunjukkan adanya penyakit yang serius disebabkan oleh kelembaban yang berubah menjadi racun di dalam rahim (autointoxication) Pertanyaanpertanyaan tersebut di atas diajukan berdasarkan pengetahuan dasar yang diperoleh dengan tujuan mengurnpulkan data sebanyak mungkin dan seobyektif mungkin, Perlu diketahui bahwa setiap pertanyaan yang diajukan tidak bernada paksaan atau sugestif sehingga mempengaruhi si pasien untuk cenderung menjawab "ya" karena pemeriksa sudah mengarah kesuatu sindrom yang telah diduganya
4. PERABAAN (PALPASI)

Untuk mengidentifikasi keadaan penyakit / kelainan atau gangguan dapat dilakukan cara memeriksa derigan meraba, merasakan dan juga menekan pada daerah-daerah atau titik titik tertentu. Oleh karena itu kita bagi menjadi dua bagian :

a. Perabaan tubuh atau daerah keluhan (apabiia ada) atau pada titik- titik tertentu (Mu, Shu, Yen dan Ahse point) b. Perabaan pada nadi (diutamakan nadi radialis) A. Perabaan pada tubuh dulakukan untuk mengetahu keadaan suhu tubuh, kelembaban kulit, bengkak cairan, busung perut, daerah nyeri yarig menolak dan menyukai tekanan, titik nyeri tekan (AHSE point, titik Mu Su Yen /titik diteksi), Perabaan pada daerah keluhan atau titik nyeri tekan bukan hanya memberi petunjuk diagnostik tetapi juga dapat menurvjukkan hasil pengobatan, Pengalaman praktek menunjukkan bahwa pada beberapa penyakit didapat reaksi peka atau tidak seperti biasanya pada perabaan titik titik tertentu atau pada sepanjang meridiannya Misalnya gangguan fungsi organ Paru-paru dengan menekan titik Zhong Fu (Lu 1), Fei Shu (Bl. 13) akan rnendapatkan petunjuk adanya gangguan fungsi Paru. Dengan menekan titik Kan Shu (BI.18) dan Qi Men (Lr.14) akan memberi petunjuk aclanya gangguan Hati (Liver), Gejala tersebut diatas sangat penting dalam pemeriksaan dengan rneraba. Demikian pula dengan rneraba bagian bagian tubuh yang lain seperti, bagian perut, punggung, pinggang, dada dsb Perabaan Nadi Perabaan nadi untuk menditeksi kelainan/ gangguan organ tubuh sifatnya 24

B.

sangat subyektif dan tergantung dari kepekaan ujung jari, ketajaman penilaian, pengetahuan dan pengala-man si pemeriksa. Untuk ioj diperlukan ketekunan, rajin ber-praktek dalam waktu yang cukup panjang. Dalam literatur ak-upunktur banyak teori dan pendapat serta pengalaman penda-hulu yang berbeda beda seperti pemeriksaan nadi Wang Suhe Li Se Cen dan sistim meridian dsb. Walaupun berbeda namun pada dasarnya terdapat persamaan. Seperti pemeriksaan nadi yang digunakan semua pada nadi radialis (dekat pergelangan tangan kanan dan kiri disebut CunKou dimana arteria radialis melintas dan dibagi tiga menjadi daerah Cun, Guan, Che Sebagai patokan adalah seberang tonjolan tulang (os processus styloideus radii) merupakan daerah Guan, seterusnya daerah distal Guan adalah daerah Cun dan daerah proksimal Guan adaiah daerah Che. Dalam praktek perabaan jari tengah diletakkan pada daerah Guan dan berturut turut jari telunjuk dan jari manis (tangan kanan pemeriksa untuk tangan kiri pasien dan sebaliknya). Tekanan mula-mula ringan kemudian sedang dan berat untuk rnendapatkan kesan atau gambaran secara umum, dangkal da-amnya nadi, cepat lambat, kuat le-mah dan irama nsdi , Pembagian daerah nadi radialis yang sering dan banyak digunakan

Cun keu Cun Guan Che

Kiri Jantung Hati Ginjal

Kanan Paru Limpa Sel. Jantung

Untuk menetukan apakah nadi radialis dalam keadaan normal atau abnormal maka pemeriksa harus terlebih dulu mengetahui sifet-sifat nadi 1. Nadi Normal Yang dimaksud nadi normal adalah nadi yang tidak tengge-lam dan tidak mengambang, tidak kuat dan juga tidak lemah, tidak cepat dan tidak lamb&r. (antara 6070 denyitfan / menit) 2. Nadi mengambang (Superficial) Nadi yang dapat diraba (dirasakan) dengan cara meletakkan jari secara ringan sudah dapat dirasakan tetapi terasa mele rnah (menghilang) bila penekanan dikuatkan .Nadi demikian disebut nadi mengambang (dangkal)Keadaan nadi demikian interpretasinya adalah adanya permulaan terjadi penyakit yang disebabkan Penyebab Penyakit faktor luar (Sindrom luar). Dapat pula terdapat pada pasien yang menderita pen yakit berkepanjangan (kronis) atau psien dengan kondisi lernah. Hasil 26

3. 4. 5.

6. 7.

perabaan nadi yang demikian bukan saja men gambang (dangkal) tetapi juga tanpa kekuatan Nadi Tenggelam (Deep Pulse) Nadi yang baru dapat dirasakan denyutannya setelah adanya penekanan yang kuat disebut nadi tenggelam. Indikasinya adalah Sindrom dalam Nadi Lambat (Slowly Pulse) Bila denyut nadi kurang dari 60 denyutan / menit atau kurang dari 4 denyutan setiap kali bernapas (respirasi) keadaan ini menunjukkan adanya Sindron Dingin Nadi Cepat (Rapid Pulse) Denyut nadi yang diraba lebih dari 80 denyutan / menit atau, lebih dari 5 denyutan setiap kali respirasi, keadaan ini menunjukkan sindrom panas Nadi Lemah (Xu Type Pulse / Deficiency) Nadi yang ketukan denyutnya terasa lemah (tak bertenaga) menunjukkan sindrom Xu (lemah/ deficiency) Nadi Kuat (Shi Type Pulse / Ekses) Nadi yang ketukan denyutnya kuat (bertenaga) menunjukkan sendrom Shi (kuat / ekses) Selain keenam nadi patologik tersebut di atas ada beberapa jenis nadi lain yang sebenarnya merupakan clifferensiasi dari keenam nadi patologik sehingga dengan menguasai keenam jenis nadi patologik tersebut dengan baik seorang akupunk turis dapat menegakkan diagnosa yang tepat tanpa melu pakan data data klinis yang telah diperoieh. Jenis-jenis nadi lain seperti ;

8.

9.

10 11

Nadi Tegang senar( Wiry Pulse) Nadi yang terasa tegang seperti tegangnya senar gitar se-hingga disebut nadi tegang senar adalah nadi yang bi!a diraba terasa seperti memegang senar gitar (tegang), keadaan ini menunjukkan adanya defisiency Yin dan ekses Yang (Hati) Nadi bergelombang (Rolling Pulse) Nadi bergelombang sering disebut nadi Licin yaitu nadi yang datang dan pergi seperti terasa halus lalu kuat seperti gulun-gan gelombany. Ini menunjukkan adanya reak ateu lendir yang berlebihan. Pada perempuan sering didapati nadi gelorn-bang , keadaan ini menunjukkan aclanya kehamilan , jadi rne-rupakan nadi fisiologis karena Qi Xue perempuan hamil dalam keadaan meningkat (nadi perempuan hamil akan diDicarakan kemudian) Nadi Benang (Thready Pulse) Nadi benang adalah nadi yang bila diraba terasa seperti memegang benang dalam air; terasa halus rata dan sedikit tegang ini menunjukkan edanya defisiency Qi Xue Nadi Penclek (Short Pulse) Denyutnya pendek pendek dan tidak imbang, tidak teratur, kadang hilang dan muncul lagi menandakan adanya ekses panas dan lendir (reak) berlebih , terjadi penyumbatab Qi Xue serta timbunan makanan dalam tubuh, keadaan ini pasien akan terjadi kolaps (dlpresl mental akibat kelemahan tubuh karena kegagalan peredaran darah)

28

Nadi Tersendat (Knotted Pulse) Nadi ini terasa lemah iembut tetapi tak teratur bahkan ka dang menghilang ini menandai adanya reak (lendir) dingin dan darah mati yanq menyumbat dalam pembuluh darah 13. Nadi Tersendat Beraturan (Intermitten Pulse) Denyut nadi ini lambat (jarang) lalu diikuti denyutan capat (kerap) tetapi iramanya teratur ini menunjukkan adanya Yang Qi menurun Bagi praktisi agar dapat membedakan antara nadi pendek, tersendat dan tersendatu teratur karena ketiganya memiliki kesamaan yaitu denyutannya menghilang sesaat (beberapa denyutan) (Jntuk mengaasdi jeriis dan atau karakter nadi seorang praktisi hams memiliki pengaiaman praktek yang memadai (cukup lama) agar dapat rnengidentifikasi macam dan sifat nadi radialis

12

(Khusus nadi perempuan hamil) Berdasarkan pengalaman praktisi akupunktur terdahulu yang mencermati dan melakukan penelitian sehingga dapat membe-dakan denyut nadi perempuan yang tidak , akan dan sedang hamil. Denyut andi antara lain : Bila nadi Guan Che kiri lebih besar dari Guan Che kanan tanpa ada keluhan mulut pahit, badan tak panas, perut tidak kern-bung artinya perempuan akan datang Haid (menstruasi) Nadi cepat dan licin (bergelombang) diikuti keiainan makan minum, suka asam atau asin serta terlambatnya haid berarti perempuan mulai hamil Pada perempuan hamil bila nadi Che kanan lebih cepat dan besar maka bayinya perempuan dan sebaliknya bila nadi Che kiri lebih cepat dan besar maka bayinya Islaki Pendapat lain Perempuan hamil dengan nadi Che cepat dan licin berarti bayi perempuan dan bila nadi Cun cepat dan licin bay! laki-laki Semua tafsiran di atas tidaklah selalu tepat Melalui keempat Cara Pemeriksaan ini kita dapat menegakkan diag-nosa yang kemudian menjadi Diagnosa Kerja kita. Walaupun dengan hanya salah satu pemeriksaan kita sudah dapat membuat diag-nosa kerja, tetapi sebaiknya diteliti pula data-data dari hasil pemeriksaan yang lain juga. Dianjurkan agar tidak membuat diagnosa kerja sebelum keempat cara pemeriksaan ini dilakukan semua dan sebelum seluruh data terkumpul serta analisa data didapatkan se-cara baik dan benar 30

Tabel Lima Unsur


Organ Daging AirCairanpadian (fu) Kantung empedu Logam Rasa hidup Jairngan penunjang Perjalanan Lima sekresi Pancaindera Organ angin Hawa unsur Padi udara Mata padat Perasaan Warna berongga UratAngin Air mata Marah Asam Timur Kayu wijen Hijau Mata Lahir ( tendon) Hati Musim Semi Ayam ( cang ) Senang domba Jantung/ kecil Panas tertawa Usus (cu) Pembuluh Gandum Keringat Tumbuh Selatan Merah Lidah Pahit Api panas Anak selaput Trijantung Darah pemanas Simpati,cinta,rindu, Mulut bibir Lambung Lembab dewasa Tengah Kuning Tanah Limpa Manis beras Otot Liur Panas panjang Sapi berpikir, melamun Sedih,besar Usus paru Paru kuatir Jagung Hidung Menua Kering Pedas Ingus Barat Putih Kulit Gugur Kuda Bulu roma Kedelai kemih Ketakutantelinga Kotoran Kantung Tulang Dingin Hitam Ginjal Utara Layu Asin Babi Telinga Mati

Gambar lidah

32

Jam Piket
2 3 .0 0 2 1 .0 0
Kant ung

0 1 .0 0
anas

1 9 .0 0

em T ri p

Se

la

pu

0 3 .0 0

em pe nd

H at

tJ an t

un

G in ja l

- p a ru P a ru
U sus Besa r

1 7 .0 0
m is h g ke n tu n Ka
U au s

0 5 .0 0

La
a L im p

bu

ng

J a n tu

ke

1 5 .0 0

0 7 .0 0

ci l

ng

1 3 .0 0 1 1 .0 0

0 9 .0 0