ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN KDS
PADA An.S DI RUANG FLAMBOYAN
RSI PKU MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN
Disusun Oleh :
Nama : Ambariyah .
NIM : 202302010005
PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN
2025/2026
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. S DENGAN DIAGNOSA MEDIS KDS DI RUANG
FLAMBOYAN RSI PEKAJANGAN PEKALONGAN
A. PENGKAJIAN
FORMAT PENGKAJIAN ANAK
Nama mahasiswa : Ambariyah
Tempat praktek :. RSI PEKAJANGAN
Tanggal praktek : 09 JUNI 2025
Tanggal pengkajian :. 09 JUNI 2025
A. IDENTITAS DATA
Nama :An. S alamat: paweden
Tempat/tgl lahir :4 Oktober 2022 Agama: Islam
Usia :3 tahun 6 bulan 4 hari Suku bangsa: Indonesia
Nama ayah/ibu :Tn N. / Ny. F Pendidikan ayah :.sma
Pekerjaan ayah :. Buruh Pendidikan ibu sma
Pekerjaan ibu : ibu rumah tangga
II. KELUHAN UTAMA
Ds: demam tinggi.
Do:suhu 39,8°C
III. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Ds: Pasien sebelum dibawa ke rs sudah kejang 1x,tiga hari sebelum masuk rumah sakit,
pasien mulai mengalami demam tinggi, terutama di malam hari. Selain itu, pasien mengeluh
batuk pilek dan muntah, pasien mulai mengalami sesak napas dan tampak lelah saat
beraktivitas. . Lima hari sebelum masuk rumah sakit ,pada hari rabu pasien dibawa berobat
ke puskesmas tapi tidak kunjung sembuh.kemudian pada hari jum’at pagi dibawa ke rsi
pekajangan di igd pada pukul 05.10wib, lalu masuk keruangan flamboyant pada pukul 09.00
wib. Nafsu makan pasien menurun drastis, dan ibu pasien mengatakan bahwa pasien terlihat
semakin lemas dan rewel. N:120x/mnt, s: 39,8 , rr: 24x/mnt,spo2: 98%
IV. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
1. Penyakit pada waktu kecil : Pasien pernah mengalami kejang demam beberapa kali
saat demam tinggi.,terakhir kejang januari 2025
2. Pernah dirawat di RS :ibu pasien mengatakan pasien pernah dirawat di rs
3. Obat-obatan yang digunakan :paracetamol, ibuprofen
4. Tindakan (operasi) :ibu pasien mengatakan belum pernah melakukan tindakan
operasi
5. Riwayat Imunisasi : ibu pasien mengatakan pernah imunisasi vitamin k dan
BCG
6. Alergi :pasien tidak memiliki alergi terhadap makanan dan obat-
obatan .
7. Kecelakaan :belum pernah mengalami kejadian cedera
V. RIWAYAT PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
1. Kemandirian dan bergaul : Mulai mandiri dan sudah dapat bermain bersama teman sebaya.
2. Motorik halus : Sudah dapat menyusun balok, memegang pensil dengan
baik
3. Kognitif dan bahasa :berbicara dengan kalimat pendek.
4. Motorik kasar : Bisa berlari, melompat ringan.
Kesimpulan perkembangan anak : sesuai usia
VI.RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA (DISERTAI GENOGRAM)
Ds: Tidak ada anggota keluarga yang memiliki riwayat bronkopneumonia, asma, atau
penyakit paru-paru lainnya. Kedua orang tua pasien dalam keadaan sehat.
VII. POLA KESEHATAN FUNGSIONAL MENURUT GORDON
1. Pola persepsi kesehatan- manajemen (Pemeliharaan Kesehatan)
2. Pola metabolisme nutrisi : pasien minum susu formula 100ml/minum
3. Pola eliminasi :2-3x / hari
4. Pola aktifitas Latihan: Lebih banyak beristirahat karena lema
5. Pola istirahat tidur: Tidur malam 8-9 jam, tidur siang 1-2 jam
6. Pola persepsi kognitif: Dapat mengikuti instruksi sederhana
7. Pola persepsi diri
8. Pola hubungan social: Bermain dengan saudara dan tetangga
9. Pola seksual : laki laki belum cukup umur
10. Pola pemecahan masalah mengatasi stress: Menangis atau rewel saat merasa tidak nyaman
11. Sistem kepercayaan nilai-nilai: Islam, keluarga percaya pada pengobatan medis dan doa
VIII. KEADAAN KESEHATAN SAAT INI
1. Diagnosa medis :kDS febr h3
2. Tindakan operasi :belum pernah melakukan tindakan op
3. Status nutrisi :Berat badan 12 kg, tinggi badan 92 cm. Asupan nutrisi kurang dari
kebutuhan harian
4. Status cairan : Cukup, tidak ada tanda-tanda dehidrasi berat, turgor kulit
sedikit menurun.
5. Obat-obatan :
Santagesik 120 mg
Norages 3x125 mg
Cibilatal 2x40
Untural syr 3x 5cc
Ambrosol 3x5cc
6. Aktivitas : Lebih banyak tidur dan lemas, tidak bermain aktif seperti biasa.
7. Tindakan keperawatan :.
Monitoring suhu tubuh
Nebulisasi
Pemberian obat antipiretik dan ekspektoran
8. Hasil laboratorium :
- Darah lengkap:
Leukosit:
Hemoglobin:
Trombosit:
- CRP (C-Reactive Protein): <2 detik
9. Hasil rontgen :.
10. Data tambahan :
IX. PEMERIKSAAN FISIK
1. Temperatur : 37,8°C
2. Denyut jantung/nadi : 120kali/menit
3. Respiratori rate : 24 kali/menit
4. Tekanan darah : mmHg
5. Pertumbuhan :tidak ada gangguan pertumbuhan
6. Keadaan umum :.. Compos Mentis
7. Lingkar kepala :. 48 cm.
8. Mata : Tampak cekung ringan, konjungtiva tidak anemis, pupil isokor,
refleks cahaya positif
9. Hidung : Tidak ada sekret, tidak ada flaring.
10. Mulut : Mukosa lembab, lidah sedikit kering, tidak ada sariawan
11. Telinga : Tidak ada cairan, tidak tampak radang, tidak nyeri tekan
12. Tengkuk :. Tidak kaku, tidak ada tanda iritasi meninges
13. Dada : Bentuk simetris, gerakan napas normal
14. Jantung :
Inspeksi: Tidak tampak abnormal
Palpasi: Tidak ada fremitus abnormal
Perkusi: Norma
Auskultasi: Bising jantung reguler, tidak ada murmur
15. Paru :.
Inspeksi: Napas reguler
Palpasi: Simetris
Perkusi: Sonor
Auskultasi: Vesikuler normal, tidak ada wheezing atau
ronki
16. Perut : Tidak ada pembesaran hati atau limpa, peristaltik normal
17. Punggung : Tidak ada kelainan, tidak ada retraksi
18. Genetalia : Tampak normal, sesuai usia
19. Ekstremitas :ekstreminas kiri ada infus
20. Kulit : Tampak pucat, turgor kulit menurun
a. Pengelompokan Data
Data Subyektif:
Pasien mengalami demam tinggi sejak 3 hari yang lalu, terutama di malam hari.
Ibu mengatakan anak rewel, tidak mau makan, dan tampak lemas.
Pasien mengalami batuk dan pilek, disertai kesulitan bernapas ringan.
Nafsu makan menurun drastis, hanya minum susu 100 ml/kali,
makan hanya ½ porsi dari biasanya.
Pasien tidak muntah, tetapi tidak semangat untuk makan.
Pasien terlihat rewel saat batuk dan tampak lelah setelah aktivitas ringan.
Riwayat kejang demam berulang, terakhir kejang pada Januari 2025.
Ibu mengatakan anak tidak memiliki alergi makanan/obat.
Anak tidak mau bermain seperti biasanya, lebih banyak tidur atau minta
digendong.
Anak hanya ingin beraktivitas jika ditemani oleh ibu.
Ibu mengatakan pasien sudah imunisasi BCG dan vitamin K.
Anak menangis jika merasa tidak nyaman.
Data Obyektif :
Suhu tubuh: 39,8°C saat masuk RS, 37,8°C saat pengkajian
Nadi: 120x/menit
RR: 24x/menit
SpO₂: 98%
BB: 12 kg
TB: 92 cm
Mukosa: pucat, lidah sedikit kering
Turgor kulit: menurun ringan
Lingkar kepala: 48 cm
vesikuler normal, tidak ada wheezing atau ronki
Leukosit:
Hemoglobin: 11 g/dL
Trombosit: /mm³
CRP:
Pola eliminasi: normal, 2–3x/hari
Tidur malam: 8–9 jam; tidur siang 1–2 jam
Pemeriksaan jantung: Bising jantung reguler, tidak ada murmur
Kulit: tampak pucat, tidak ada ruam
Ekstremitas kiri: terpasang infus
Antipiretik (Santagesik, Norages)
Antibiotik
Nebulizer (Ambroxol, Untural Syr)
Fisioterapi dada
Aktivitas: lebih banyak tidur, tidak bermain
b. Analisa Data
Data Masalah Etiologi
Ds : Hipertermia Proses penyakit(infeksi)
Demam
tinggi 3 hari
yang lalu
Do:
suhu saat
masuk 39,8
pasien
kejang
sebelum
dibawa ke rs
N: 120x/mnt
Spo2 : 98%
Rr:24x/mnt
Ds : Bersihan jalan nafas tidak Proses infeksi
efektif
Do :
Pasien batuk
pilek
Pasien rewel
Rr:24x/mnt
Pemberian
terapi
nebulizer
Ds : Deficit nutrisi Factor psikologis
Pasien ( keenggangan makan)
minum
100ml
Makan ½
porsi
Do :
Bb: 12kg
Membran
mukosa
pucat
Pasien
tampak
lemes
c. Diagnosa Keperawatan
Sesuai dengan prioritas (dapat meliputi diagnosa keperawatan potensial, aktual dan
resiko).
1. Hipertermia b.d proses penyakit(infeksi) d.d demam tingggi
2. Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d proses infeksi d.d Pasien batuk
pilek ,Pasien rewel ,Rr:24x/mnt
3. Defisit nutrisi b.d faktor psikologis ( keenggangan makan)
d. Perencanaan
Hari/Tgl/Jam Diagnosa. Tujuan Intervensi Rasional
Kep Keperawatan
Senin/09 juni 1 Termoregulasi Manajemen
2025 (L.14134)setelah hipertemia(I.15506)
09.00 dilakukan tindakan O:
keperawatan Monitor suhu
selama 3x 24 jam tubuh
diharapkan suhu Monitor kadar
membaik dengan elektrolit
kriteria hasil: Monitor
Menggigil komplikasi
menurun akibat
Kejang hipertemia
menurun T:
Suhu tubuh Sediakan
membaik lingkungan
Tekanan yang dingin
darah Longgarkan
membaik atau lepas
bajunya
E:
Anjurkan tirah
baring
K:
Kolaborasi
pemberian
cairan dan
elektrolit
Senin/09 juni 2 Bersihan jalan Manajemen jalan
2025 nafas nafas (I. 01011)
(L.01001)setelah O:
dilakukan tindakan Monitor pola
keperawatan nafas
selama 3x 24 jam Monitor
diharapkan jalan sputum
nafas membaik T:
dengan kriteria Berikan minum
hasil: hangat
Batuk Lakukan
efektif fisioterapi
meningkat dada
Produksi E:
sputum Anjurkan
menurun asupan cairan
Dispnea 2000ml/hari
menurun K:
Gelisah Kolaborasi pemberian
menurun bronkodilator,
Frekuensi ekspektoran,mukolitik
nafas
membaik
Senin /09 juni 3 Status nutrisi Manajemen nutrisi (I.
2025 (L.03030) setelah 03119)
dilakukan tindakan O:
keperawatan Identifikasi
selama 3x 24 jam makanan yang
diharapkan asupan di sukai
nutrisi membaik Monitor
dengan kriteria asupan
hasil: makanan
Porsi T:
makan Berikan
yang makanan tinggi
dihabiskan serat
meningkat mencegah
Berat konstipasi
badan E:
membaik Anjurkan
Frekuensi posisi duduk
makan K:
membaik Kolaborasi
Nafsu dengan ahli gizi
makan untuk
membaik menentukan
jumlah kalori
dan jenis
nutrisi
e. Implementasi Keperawatan
Tgl/Hari/jam No. Tindakan Respon Klien Paraf
Diagnosa Keperawatan
. Kep
09 juni 2025/ Memonitor DS:
senin 1 suhu tubuh Ibu mengatakan pasien
09.00 masih hangat namun
tidak menggigil.
DO:
Suhu tubuh 37,8°C,
pasien tampak lemas,
nadi 120x/menit.
10.15 1 Memonitor DS:
komplikasi Ibu pasien mengatakan
akibat anak sudah tidak kejang
hipertemia
DO:
Tidak ada tanda kejang,
kulit masih hangat,
mukosa sedikit kering.
10.30 2 Monitor DS:
pola nafas Ibu mengatakan napas
anak masih cepat saat
batuk
DO:
RR 24x/menit, tidak ada
retraksi, suara napas
vesikuler normal.
12.00 3 Monitor DS:
asupan Ibu mengatakan anak
makanan makan setengah porsi
dan minum susu 100 ml.
DO:
mukosa mulut pucat.
12.30 2 Pemberian DS:
nebulizer Ibu mengatakan batuk
berkurang setelah
nebulizer
DO:
Pasien tampak lebih
tenang, RR tetap
24x/menit, tidak ada
wheezing.
10 juni 2025/ DS:
selasa Memonitor Ibu mengatakan anak
10.00 1 suhu tubuh sudah tidak demam
tinggi.
DO:
Suhu 37°C, anak tampak
lebih aktif, nadi
110x/menit
10.15 1 Sediakan DS:
lingkungan Ibu mengatakan anak
yang dingin merasa nyaman setelah
ac dinyalakan dan
selimut dilepas.
DO:
Anak tampak tenang,
tidak menggigil.
10.30 2 Anjurkan DS:
asupan Ibu mengatakan anak
cairan minum lebih sering
2000ml/hr DO:
mukosa mulut tampak
lebih lembab.
12.00 3 Monitor DS:
asupan Ibu mengatakan anak
makanan makan lebih lahap
dibanding kemarin.
DO:
Pasien makan 1 porsi,
minum susu 150 ml.
12.30 2 Anjurkan DS:
posisi Anak menurut saat
duduk diminta duduk saat
makan dan saat terapi
uap
DO:
anak duduk tegak sambil
di pangkuibu selama 20
menit saat nebulisasi.
12.35 3 DS:
Pemberian Ibu mengatakan batuk
nebulizer anak berkurang setelah
nebulizer
DO:
Tidak ada wheezing,
napas tenang, RR
22x/menit.
11 juni 2025/ DS:
rabu
DO:
f. Evaluasi
Tgl/Hari/jam No. Catatan Perkembangan Klien Paraf
Diagnosa S, O, A, P
. Kep
09 juni
2025/senin 1 S:
14.00 Pasien sudah tidak demam tinggi
O:
suhu 37,8
pasien sudah tidak kejang
N: 120x/mnt
Spo2 : 98%
Rr:22x/mnt
A: masalah suhu belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
Monitor suhu tubuh
Monitor komplikasi akibat hipertemia
Sediakan lingkungan yang dingin
Longgarkan atau lepas bajunya
Anjurkan tirah baring
Kolaborasi pemberian cairan dan elektrolit
2 S:
Ibu pasien mengatakan batuknya sudah tidak
sering dan sedikit susah nafas
O:
Pasien masih batuk tapi sudah tidak
pilek
Pasien rewel saat tilakukan tindakan
Rr:22x/mnt
A: masalah sesak belum teratasi
P:lanjutkan intervensi
Monitor pola nafas
Monitor sputum
Berikan minum hangat
Lakukan fisioterapi dada
Anjurkan asupan cairan 2000ml/hari
S:
Pasien minum 100ml
3 Makan ½ porsi
O:
Bb: 12kg
Membran mukosa pucat
A: masalah nutrisi belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
Identifikasi makanan yang di sukai
Monitor asupan makanan
Berikan makanan tinggi serat mencegah
konstipasi
Anjurkan posisi duduk
Kolaborasi dengan ahli gizi untuk
menentukan jumlah kalori dan jenis
nutrisi
10 juni 2025/
selasa 1 S:
14.00 Pasien sudah tidak demam tinggi
O:
suhu 37
pasien sudah tidak kejang
N: 110x/mnt
Spo2 : 99%
Rr:22x/mnt
A: masalah suhu teratasi
P: pertahankan kondisi
2 S:
Ibu pasien mengatakan batuknya sudah tidak
sering dan sedikit susah nafas
O:
Pasien masih batuk tapi sudah tidak
pilek
Pasien rewel saat tilakukan tindakan
Rr:22x/mnt
A: masalah sesak belum teratasi
P:lanjutkan intervensi
Monitor pola nafas
Monitor sputum
Berikan minum hangat
Lakukan fisioterapi dada
Anjurkan asupan cairan 2000ml/hari
S:
Pasien minum 150ml
3 Makan 1 porsi
O:
Bb: 12kg
Membran mukosa membaik
A: masalah nutrisi belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
Identifikasi makanan yang di sukai
Monitor asupan makanan
Berikan makanan tinggi serat mencegah
konstipasi
Anjurkan posisi duduk
Kolaborasi dengan ahli gizi untuk
menentukan jumlah kalori dan jenis
nutrisi