0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
323 tayangan19 halaman

Ban Dan Velg

Makalah ini membahas tentang ban dan velg, termasuk sejarah, komponen, serta perbedaan antara ban radial dan non-radial. Penjelasan mencakup fungsi dan klasifikasi berbagai elemen yang terkait dengan ban dan velg, serta pentingnya dalam kendaraan. Tujuan pembelajaran adalah untuk memahami prinsip kerja ban, ketahanan velg, desain ban, dan klasifikasi kendaraan.

Diunggah oleh

fiqritav02
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
323 tayangan19 halaman

Ban Dan Velg

Makalah ini membahas tentang ban dan velg, termasuk sejarah, komponen, serta perbedaan antara ban radial dan non-radial. Penjelasan mencakup fungsi dan klasifikasi berbagai elemen yang terkait dengan ban dan velg, serta pentingnya dalam kendaraan. Tujuan pembelajaran adalah untuk memahami prinsip kerja ban, ketahanan velg, desain ban, dan klasifikasi kendaraan.

Diunggah oleh

fiqritav02
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

BAN DAN VELG

Dosen Pengampu :
SAHAL AHMAD ALBAB,S.T,.M.T

Disusun oleh:
NAMA : Muhammad Melfin Zainul
Asyiqin
NIM : TM2201007
PRODI : TEKNIK MESIN

UNIVERSITAS AL HIKMAH JEPARA


TAHUN PELAJARAN 2025/2026
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang ........................................................................................................... 1
Rumusan Masalah ...................................................................................................... 2
Tujuan Pembelajaran ................................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN
Perbedaan Ban Radial dan Ban Bias .......................................................................... 5
Jenis Ban Berdasarkan Bentuk Kembangan / Tapak Bannya .................................... 11
Pengertian Hydroplaning dan cara pencegahan ......................................................... 12
Klasifikasi Roda Dan Velg ........................................................................................ 13
Klasifikasi kendaraan ................................................................................................. 15

BAB III PENUTUP


Kesimpulan ................................................................................................................ 16

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 16


BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Ban adalah komponen penting dari kendaraan yang berfungsi untuk
menyediakan traksi, menyerap goncangan, dan memisahkan roda dari jalan.
Pengembangan ban bermula dari kebutuhan akan solusi yang lebih efisien dan aman
dibandingkan dengan ban yang terbuat dari bahan alami seperti kulit binatang atau
kayu.
Pada awalnya, ban dibuat dari kulit binatang, terutama kulit sapi atau
kambing, yang direntangkan di atas cawan logam. Ban jenis ini digunakan sejak
zaman kuno dan masih digunakan hingga abad pertengahan.
Seiring waktu, ban kayu diperkenalkan sebagai alternatif yang lebih tahan
lama dan dapat dibentuk dengan lebih presisi. Ban kayu terdiri dari beberapa lapisan
kayu yang disusun secara berlapis-lapis.
Dengan dimulainya Revolusi Industri pada abad ke-18, terutama di Inggris,
terjadi kemajuan signifikan dalam teknologi manufaktur, termasuk produksi Beberapa
inovasi penting selama periode. Pada tahun 1769, Joseph Marie Jacquard
memperkenalkan mesin pemintal kawat yang dapat membuat pola kompleks pada
kain. Mesin ini kemudian diadaptasi untuk membuat kawat baja yang digunakan
dalam pembuatan ban.
Pada pertengahan abad ke-19, karet mulai digunakan sebagai bahan untuk ban
karena sifatnya yang lentur dan tahan gesekan. Penemuan mesin vulkanisasi oleh
Charles Goodyear pada tahun 1839 memungkinkan produksi massal ban karet yang
lebih tahan lama dan efisien.
Pada abad ke-20, teknologi ban terus berkembang dengan peningkatan dalam
desain, bahan, dan manufaktur. Beberapa perkembangan penting meliputi. Ban radial
diperkenalkan pada pertengahan abad ke-20 dan menjadi standar dalam industri
otomotif karena memberikan kinerja yang lebih baik dalam hal efisiensi bahan bakar,
keamanan, dan daya tahan.
Penggunaan serat sintetis seperti nilon, poliester, dan rayon memungkinkan
pembuatan ban yang lebih kuat dan tahan lama. Selain itu, pengembangan komposit
material seperti karbon juga digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan efisiensi
ban. Saat ini, ban dilengkapi dengan fitur canggih seperti sensor tekanan udara, sistem
pendingin, dan material yang dirancang untuk mengurangi kebisingan dan getaran.
Velg, atau rim, adalah bagian penting dari sistem roda kendaraan yang
berfungsi sebagai tempat terpasangnya ban. Latar belakang pengembangan velg
bermula dari kebutuhan akan komponen yang lebih kuat dan tahan lama dibandingkan
dengan ban kulit tradisional. Pada awalnya, ban dibuat dari kulit binatang, terutama
kulit sapi atau kambing, yang direntangkan di atas cawan logam. Namun, ban jenis ini
memiliki beberapa keterbatasan, termasuk kelemahan struktural dan daya tahan yang
terbatas.
Pada abad ke-18, penggunaan kawat sebagai alternatif untuk ban kulit mulai
diperkenalkan. Kawat lebih kuat dan tahan lama, tetapi masih memerlukan beberapa
lapisan untuk memberikan kekuatan tambahan. Dengan dimulainya Revolusi Industri,
terjadi kemajuan signifikan dalam teknologi manufaktur, termasuk produksi material
logam.
Pada abad ke-19, penggunaan baja menjadi lebih umumungkinkan produksi
cawan logam yang lebih kuat dan tahan lama. Ini membuka jalan bagi pengembangan
velg yang lebih handal. Pada pertengahan abad ke-19, desain sekrup mulai digunakan
pada velg. Sekrup memungkinkan pengencangan yang lebih ketat, memberikan
kekuatan tambahan dan memastikan bahwa ban tetap terpasang dengan aman.
Pada abad ke-20, teknologi velg terus berkembang dengan peningkatan dalam
desain, bahan, dan manufaktur. Pada awal abad ke-20, velg sekrup tunggal menjadi
standar dalam industri otomotif. Desain ini memungkinkan pengencangan yang lebih
sederhana dan efisien. Pada pertengahan abad ke-20, velg ganda diperkenalkan. Velg
ganda memberikan kekuatan tambahan dan stabilitas yang lebih baik, terutama untuk
kendaraan berat seperti truk dan bus.
Penggunaan material modern seperti aluminium dan paduan logam lainnya
memungkinkan produksi velg yang lebih ringan dan kuat. Aluminium, misalnya,
digunakan karena sifatnya yang ringan, tahan korosi, dan kekuatannya yang tinggi.
Saat ini, velg dilengkapi dengan fitur canggih seperti sistem pendingin, material
komposit, dan teknologi pemantauan kondisi. Beberapa velg bahkan dilengkapi
dengan sensor dan sistem komunikasi untuk memantau tekanan udara dan kondisi
lainnya.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Mengenai bagaimana Informasi Ban dan Dinding Samping ?


2. Apa saja Komponen Ban ?
3. Apa Saja perbedaan Ban Radial dan Non-Radial ?
4. Apa Saja tapak ban di indonesia ?
5. Apa yang disebut Hydroplaning dan cara pencegahan ?
6. Bagaimana klasifikasi roda dan velg?
7. Bagaimana klasifikasi kendaraan ?

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Memahami bagaimana prinsip kerja sebuah ban ,ketahanan sebuah


velg ,desain ban dan klasifikasi kendaraan
BAB II PEMBAHASAN

Dinding samping ban


Dinding samping ban, atau sidewall, adalah bagian samping ban yang memuat
informasi penting seperti ukuran, indeks beban, dan kode DOT. Sidewall juga
memberikan dukungan struktural pada ban dan membantu menjaga ban tetap
terpasang pada velg.
Informasi yang terdapat pada dinding samping ban:

 Ukuran ban
Dinyatakan dalam format seperti 205/55R18, yang menunjukkan lebar ban, rasio
aspek, dan diameter pelek.

 Indeks beban
Menunjukkan beban maksimum yang bisa ditanggung oleh ban saat dipompa
dengan benar.

 Peringkat kecepatan
Menunjukkan kecepatan maksimum yang diperbolehkan untuk ban tersebut.

 Kode DOT (Department of Transportation)


Memastikan bahwa ban telah memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan.

 Tanda M+S
Menunjukkan bahwa ban tersebut cocok untuk digunakan di kondisi salju dan
lumpur, sering digunakan pada ban segala musim dan ban musim dingin.

 Peringkat lapisan (Ply Rating)


Menunjukkan jumlah lapisan pada dinding samping ban, yang mempengaruhi
kekuatan dan ketahanan.
 Indikator keausan tapak
Tanda yang menunjukkan kapan ban harus diganti karena keausan.

Fungsi sidewall:

 Proteksi
Melindungi rangka ban di bagian dalam dari benturan.
 Dukungan struktural
Memberikan kekakuan dan elastisitas pada ban, yang mempengaruhi kenyamanan
berkendara.

 Informasi
Menyediakan informasi penting tentang ban yang dibutuhkan pengendara dan
mekanik.

 Penjaga keamanan
Memastikan ban tetap terpasang pada pelek dengan aman.

Komponen Ban
Komponen ban terdiri dari beberapa bagian yang penting, seperti tapak, bahu,
sidewall, carcass, rem atau sabuk, bead, dan inner liner. Tapak adalah bagian yang
bersentuhan langsung dengan jalan, bahu adalah bagian di samping tapak, sidewall
adalah sisi ban, carcass adalah kerangka ban, rem atau sabuk adalah lapisan dalam
antara tapak dan carcass, bead adalah bagian yang bersentuhan dengan velg, dan inner
liner adalah lapisan dalam yang membantu menahan udara.
Elaborasi:
 Tapak (Tread)
Bagian terluar ban yang bersentuhan langsung dengan jalan. Memiliki pola tertentu untuk
memberikan traksi dan grip pada jalan.
 Bahu
Bagian yang berada di samping tapak. Membantu dalam manuver dan meningkatkan
stabilitas.
 Sidewall
Bagian samping ban yang memberikan fleksibilitas dan membantu meredam
goncangan. Juga mencantumkan informasi penting tentang ban.
 Carcass
Kerangka ban yang memberikan kekuatan dan menopang beban kendaraan.
 Rem atau Sabuk
Lapisan dalam yang memberikan kekuatan tambahan dan membantu mencegah kerusakan
pada carcass.
 Bead
Bagian yang bersentuhan dengan velg dan berfungsi untuk menempelkan ban pada velg.
 Inner Liner
Lapisan dalam yang membantu menahan udara di dalam ban.
Selain itu, ban juga memiliki komponen lain:

Inner Tube (Ban dalam):


Untuk ban tubetype, inner tube adalah lapisan karet yang digunakan untuk
menahan udara di dalam ban.

Bead Wire adalah Kawat yang berada di bagian dalam ban, berfungsi untuk
memperkuat bead dan menempelkan ban pada velg.

Rim Cushion adalah Lapisan yang berfungsi untuk memberikan perlindungan


pada velg dari gesekan dengan ban.

Ply adalah Lapisan benang yang membentuk struktur ban dan memberikan
kekuatan.

Fungsi Komponen Ban:

 Menopang Beban Kendaraan


Ban menopang berat kendaraan dan penumpangnya.

 Memberikan Traksi
Ban memberikan daya cengkram pada jalan, membantu kendaraan bergerak dan
berhenti.

 Meredam Goncangan
Ban meredam guncangan dari jalan yang tidak rata, memberikan kenyamanan
bagi penumpang.

 Mempertahankan Tekanan Udara


Inner liner atau inner tube membantu menjaga tekanan udara di dalam ban agar
tetap optimal.

 Menempel pada Velg


Bead dan bead wire berfungsi untuk menempelkan ban pada velg dengan kuat.

Ban radial dan ban non-radial

Ban radial dan non-radial, atau yang sering disebut ban bias, memiliki
perbedaan utama pada konstruksi dan karakteristiknya. Ban radial memiliki lapisan
serat baja atau kain yang dipasang tegak lurus dengan arah rotasi ban, memberikan
fleksibilitas dan stabilitas lebih baik. Ban bias, di sisi lain, memiliki lapisan serat kain
atau nilon yang disusun secara diagonal, membuatnya lebih kaku dan tahan terhadap
beban berat.
Berikut adalah penjelasan lebih detail tentang perbedaan antara ban radial dan ban
non-radial:
Ban Radial:

 Konstruksi: Lapisan serat baja atau kain dipasang tegak lurus dengan arah rotasi ban,
memberikan fleksibilitas yang lebih baik.

Karakteristik:
o Lebih fleksibel dan memberikan kenyamanan berkendara yang lebih baik.
o Daya cengkeram yang lebih baik, terutama saat menikung dan bermanuver.
o Performa yang lebih baik pada kecepatan tinggi.
o Umur pakai yang lebih lama karena beban terdistribusi lebih merata.
o Biasanya digunakan pada mobil penumpang karena ringan dan tahan panas pada
kecepatan tinggi.

 Contoh Penggunaan: Mobil penumpang, SUV, dan truk berperforma tinggi.


Ban Bias (Non-Radial):
Konstruksi:

Lapisan serat kain atau nilon dipasang secara diagonal, membuat ban lebih kaku.

Karakteristik:

 Lebih tahan terhadap beban berat.


 Biasanya digunakan pada kendaraan off-road, kendaraan lama, atau kendaraan
komersial karena kekuatannya.
 Dapat lebih mudah rusak pada kecepatan tinggi.
 Dapat lebih mudah rusak pada kecepatan tinggi.

1. Tapak
Tapak atau telapak ban adalah bagian permukaan atau bagian luar ban kendaraan yang
bersentuhan langsung dengan jalan atau permukaan lainnya saat digunakan.
Ban tapak dirancang dengan pola dan kedalaman yang berbeda-beda, tergantung pada
jenis kendaraan dan kegunaannya, untuk memberikan cengkraman yang optimal,
stabilitas, dan kenyamanan saat berkendara. Tread ban juga berfungsi untuk
mengalirkan udara dan menghindari terjadinya aquaplaning saat berkendara di jalan
basah.

2. Sabuk dan Pemutus

Belt adalah lapisan penguat yang terletak di bawah tapak ban pada ban jenis
radial. Belt ini terdiri dari serat serat kawat baja yang diatur dalam suatu pola spiral
atau diagonal di sekitar kord yang terbuat dari serat sintetis atau kawat baja.
Fungsinya adalah untuk memberikan kekuatan dan stabilitas pada ban agar mampu
menahan beban berat dan tekanan tinggi pada saat kendaraan berjalan. Belt pada ban
radial juga membantu mengurangi keausan dan kerusakan pada ban akibat kerusakan
dengan jalan atau permukaan lainnya. Ban radial dengan belt sering digunakan pada
kendaraan penumpang seperti mobil dan motor, karena memberikan kenyamanan
berkendara yang lebih baik dibandingkan dengan ban bias.

Breaker adalah lapisan penguat yang terletak di bawah tapak ban pada ban jenis
bias. Breaker ban ini terbuat dari bahan kawat baja atau serat sintetis yang dilapisi
karet. Fungsinya adalah untuk memberikan kekuatan ekstra pada ban agar tahan
terhadap beban berat dan tekanan tinggi pada saat kendaraan berjalan. Breaker ban
bias juga membantu mengurangi keausan dan kerusakan pada ban akibat
pengoperasian dengan jalan atau permukaan lainnya. Ban bias dengan breaker ban
bias biasanya digunakan pada kendaraan komersial seperti truk, bus, dan kendaraan
konstruksi.

3. Cassing dan Carcass

Cassing pada ban adalah bagian dari ban yang terletak di antara tapak ban dan
lapisan bawah ban, yang terbuat dari karet yang lebih tebal dan keras. Cassing
berfungsi sebagai struktur utama yang mempertahankan bentuk ban dan menopang
beban kendaraan. Cassing juga memberikan kekuatan dan stabilitas pada ban,
sehingga mempengaruhi kenyamanan, performa, dan keamanan kendaraan saat
digunakan.

Cassing pada ban dapat dibuat dari bahan karet alami atau bahan karet sintetis,
dan dapat dirancang dengan ketebalan dan kekuatan yang berbeda-beda, tergantung
pada jenis kendaraan dan kegunaannya. Cassing juga memiliki pengaruh pada daya
cengkram dan kekuatan ban saat melintasi jalan yang berbeda, sehingga
mempengaruhi kinerja ban secara keseluruhan.

Carcass pada ban adalah lapisan struktural yang terletak di dalam ban, di antara
tapak ban dan casing. Karkas terbuat dari serat kawat atau serat sintetis yang dijalin
membentuk kain dan dicelupkan ke dalam bahan karet. Fungsinya adalah untuk
memberikan kekuatan dan stabilitas pada ban, sehingga mampu menahan tekanan
angin dan beban kendaraan.

Carcass pada ban juga berfungsi sebagai struktur penopang untuk tapak ban dan
casing. Selain itu, Carcass juga berperan penting dalam menjaga bentuk ban dan
mencegah terjadinya klimaks pada ban. Bangkai juga mempengaruhi daya cengkram
larangan, kestabilan, dan keamanan kendaraan saat berjalan di jalan yang berbeda.

Bangkai pada ban dapat dirancang dengan ketebalan dan kekuatan yang berbeda-
beda, tergantung pada jenis kendaraan dan kegunaannya. Bangkai yang lebih kuat dan
tebal biasanya digunakan pada kendaraan berat seperti truk dan bus, sedangkan karkas
yang lebih tipis dan ringan digunakan pada kendaraan penumpang seperti mobil dan
motor.

4. Manik-manik

Bead ban adalah bagian dari ban yang terletak di bagian dalam casing ban, yang
terletak di sekitar pelek kendaraan dan membentuk dinding ban yang tegak lurus
terhadap permukaan jalan. Ban manik terbuat dari kawat baja yang ditenun dalam
bentuk kabel dan dilapisi dengan karet yang keras dan tahan lama.

Fungsi utama dari bead ban adalah untuk mempertahankan bentuk ban dan
menopang beban kendaraan. Bead ban juga berfungsi sebagai pengunci ban pada
pelek kendaraan, sehingga mencegah ban terlepas dari pelek saat kendaraan berjalan.
Bead ban juga mempengaruhi kestabilan dan keamanan kendaraan saat berjalan di
jalan yang berbeda.

Manik ban biasanya dirancang untuk sesuai dengan ukuran pelek kendaraan
tertentu, sehingga memastikan ban dapat dipasang dengan aman dan tepat pada
kendaraan. Bead ban pada ban radial biasanya lebih fleksibel dibandingkan bead ban
pada ban bias, sehingga memberikan kestabilan dan kenyamanan yang lebih baik saat
berkendara.

5. Lapisan Dalam

Inner liner yang juga sering disebut inner saja atau liner saja adalah lapisan yang
berada di antara rangka ban dan udara di dalam ban atau bisa dikatakan adalah bagian
paling dalam (dengan sudut pandang tapak adalah bagian paling luar). Pada ban
tubeless, inner liner biasanya terbuat dari bahan karet yang lebih tebal dan tahan
terhadap tekanan udara karena memang dirancang khusus untuk menjaga tekanan
udara ban, serta mengurangi risiko kebocoran udara.

Sedangkan pada ban tubetype, inner liner tidak berbahaya pada ban tubeless
karena ban tubetype dirancang untuk digunakan bersama dengan ban dalam yang
membawa udara. Inner liner pada ban tubetype bahkan bisa jadi tidak ada, karena
fungsinya lebih tergantung pada ban dalam sehingga komponen ini lebih terkait
dengan perlindungan karkas ban.
6. Dinding samping

Sidewall adalah bagian samping ban yang terletak antara tapak ban dan bead
ban. Sidewall terbuat dari bahan karet yang tahan lama dan fleksibel, dan biasanya
berwarna hitam atau memiliki desain dan logo tertentu.

Fungsi utama sidewall adalah untuk memberikan kekuatan dan stabilitas pada
ban, serta melindungi ban dari kerusakan yang disebabkan oleh benturan atau
kecelakaan dengan permukaan jalan. Sidewall juga memberikan kekuatan pada bead
ban dan membantu menjaga ban tetap terpasang dengan aman pada pelek kendaraan.

Selain itu, sidewall juga sering digunakan sebagai media pemasangan informasi
penting tentang ban, seperti ukuran ban, kecepatan maksimum yang diperbolehkan,
indeks beban, dan lain sebagainya. Beberapa produsen juga melarang menambahkan
desain atau logo tertentu pada dinding samping sebagai bentuk branding atau identitas
merek.

A. Perbedaan Ban Radial dan Ban Bias

1. Ban Bias

Ban bias atau ban benang adalah ban yang tersusun dari beberapa lapisan nilon
yang tersusun bersilangan, tepatnya berselang-seling membentuk sudut 40 hingga 65
derajat terhadap arah melingkar ban. Berikut ilustrasinya agar lebih jelas.

Struktur ban bias

Selain itu, bentuk tapak ban bias cenderung bulat namun tebal karena banyaknya
lapisan nilonnya.

2. Ban Radial

Ban radial atau yang biasa disebut ban kawat adalah ban yang memiliki struktur
jalinan benang kawat tegak lurus (membentuk sudut 90 derajat) dengan arah
melingkar bannya. Jadi seolah-olah ban itu berupa kumparan toroida dengan 1 lapis
benang kawat. Berikut ilustrasinya agar lebih jelas.
Struktur ban radial

Selain itu, jika melihat dari ilustrasi di atas, terdapat lapisan steel belts yang
melindungi ban dari tusukan. Bentuk tapak ban radial lebih rata dengan tanah
dibandingkan dengan ban bias.

Seperti yang telah disebutkan di atas, perbedaan utamanya ada pada benang
pengikatnya. Nah, dari hal inilah akan menyebabkan beberapa perbedaan turunan
pada performa kendaraannya.

Efek Perbedaan Ban Radial dan Ban Bias

1. Ketahanan dari Penetrasi

Seperti penjelasan di atas, ban radial memiliki lapisan steel belts yang
melindungi bagian dalam bannya, sehingga memiliki ketahanan yang lebih baik pada
bagian tread/telapak dibandingkan dengan ban bias yang tidak memiliki lapisan
tersebut. Alhasil, jika terdapat objek dari luar yang menusuk ban, maka ban radial
akan lebih tahan dan tidak mudah untuk tertusuk.

Namun, karena yang dilindungi oleh steel belt adalah bagian tread, maka bagian
sidewall atau dinding samping ban radial lebih rentan untuk rusak jika terkena
tusukan atau benturan dibandingkan dengan ban bias. Jadi, jika ban sampai masuk ke
lubang di medan yang ekstrem, kemungkinan ban radial untuk rusak lebih besar di
bagian sidewall-nya.

2. Kapasitas Muatan

Karena ban bias tersusun dari berlapis-lapis nilon dan lebih tebal dibandingkan
dengan ban radial, maka ban bias memiliki kemampuan untuk menahan beban lebih
berat dibandingkan ban radial. Inilah alasan mengapa ban radial sering digunakan
sebagai ban kendaraan yang mengangkut penumpang dan ban bias pada kendaraan
pengangkut material berat.

Tapi tetap harus diingat, hal ini tidak bisa dikatakan pasti. Kenapa? Karena setiap
ban sebenarnya telah memiliki indikator beban maksimal yang bisa diangkut.
Biasanya akan tertulis di dinding ban, berupa load index atau indeks beban. Jadi mau
itu tebal atau tipis, jika indeks bebannya tertulis sama, maka beban yang dapat ditahan
sama.
3. Konsumsi Energi (Bahan Bakar)

Ban radial lebih unggul dalam hal irit bahan bakar atau hemat energi karena
memiliki konstruksi yang seragam, sehingga rolling resistance dari ban radial lebih
kecil. Hal ini dapat dibuktikan dengan menggelindingkan ban bias dan radial secara
bersamaan, maka ban radial akan mencapai jarak yang lebih jauh. Sehingga dengan
energi yang sama, ban radial dapat memberikan support untuk mencapai jarak yang
lebih jauh daripada ban bias.

Perbedaan konsumsi energi atau bahan bakar tentu saja akan lebih terasa untuk
kendaraan yang digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Sehingga ban truk atau ban
bus yang biasa digunakan untuk melakukan perjalanan jauh cocok sekali
menggunakan ban radial ini.

4. Ketahanan Panas

Untuk menempuh jarak jauh, ban bias lebih cepat dan mudah panas
dibandingkan dengan ban radial. Hal ini disebabkan oleh susunan saling silang antar
nilon yang bergesekan mengikuti pergerakan tapak ban dan menghasilkan panas.
Sedangkan ban radial yang tersusun dari 1 lapis kawat tidak terpengaruh oleh
pergerakan tapak ban sehingga relatif lebih tidak mudah panas.

Selain itu, bisa kita analogikan dengan saat kita kepanasan. Jika kita
menggunakan pakaian berlapis-lapis, maka panas itu akan lama menghilang. Sama
halnya dengan ban. Ban bias yang tersusun dari tumpukan berlapis-lapis nylon maka
panas akan semakin sulit menghilang, dan ini akan mempercepat keausan ban
tersebut.

5. Traksi atau Daya Cengkram

Karena bentuk tapak ban radial yang lebih rata dengan tanah atau lintasan ban,
maka daya cengkram ban radial lebih kuat dibandingkan ban bias yang bentuknya
lebih bulat. Kelebihan ini membuat ban radial semakin direkomendasikan untuk ban
forklift, ban crane, ban loader, ban grader, dan ban alat berat lainnya.

B. Jenis Ban Berdasarkan Bentuk Kembangan / Tapak Bannya


a. Ban Rib

Sekarang kita akan membahas jenis berdasarkan bentuk atau pola kembangan
larangan. Maksudnya adalah pola ulir pada tapak larangan. Jadi bentuk ulir yang
bermacam-macam itu ada fungsinya, bukan hanya untuk bahan hiasan. Yang pertama
adalah ban dengan tapak rib atau yang sering dikenal dengan ban cacing. Ban rib atau
ban cacing ini adalah tipe ban halus dengan ulir sejajar dengan arah putar ban yang
cocok digunakan di jalan raya atau jalan raya aspal dan cocok untuk perjalanan jarak
jauh.

b. Ban Lug

Ban lug adalah kebalikan dari ban rib. Ban lug memiliki pola ulir yang memutar
tegak lurus dengan arah putar ban. Rongga atau ulirnya juga lebih besar dari ban rib.
Hal ini menyebabkan ban lug memiliki traksi yang lebih bagus dan cocok untuk
digunakan di medan yang berlumpur maupun berbatu (off the road).

c. Ban Rib-Lug

Dari namanya, Anda mungkin sudah bisa menebak bahwa ban ini adalah ban
kombinasi antara ban rib dan ban lug. Ulir yang dimiliki oleh ban rib-lug adalah
kombinasi sejajar dan tegak lurus dengan arah putar ban. Hal ini dimaksudkan untuk
transkripsi di mana ban bisa digunakan di jalanan beraspal maupun berlumpur dan
berbatu.

d. Blokir ban

Sebenarnya banyak juga yang mengatakan bahwa ban dengan pola kembangan
block ini termasuk atau sama saja dengan ban lug karena memang fungsinya cocok
untuk medan ekstrem atau off the road . Perbedaannya adalah blok ban memiliki pola
kembangan blok-blok yang berdiri sendiri, tidak tersambung satu sama lain.

C. Pengertian Hydroplaning dan cara pencegahan


Hydroplaning, yang juga dikenal sebagai aquaplaning, adalah kondisi di mana ban
kehilangan kontak dengan permukaan jalan karena adanya lapisan air di antara ban
dan jalan. Ini terjadi ketika air terkumpul di depan ban lebih cepat daripada yang bisa
dihilangkan oleh telapak ban, menyebabkan ban "mengambang" di atas air.
Berikut ini adalah serangkaian kiat yang dapat dipertimbangkan untuk
membantu meminimalkan kemungkinan terjadinya hydroplaning saat mengemudi:

 Pelan-pelan: Berkendara lebih lambat. Kecepatan yang lebih tinggi


meningkatkan kemungkinan tergelincir.
 Jangan Berhenti Mendadak: Hindari berhenti mendadak atau mengerem
mendadak. Memperlambat secara tiba-tiba dapat meningkatkan kemungkinan
tergelincir.
 Hindari Daerah Perairan yang Luas: Hindari genangan air jika
memungkinkan. Jika Anda tidak dapat menghindari genangan air yang dalam,
berkendaralah perlahan-lahan.
 Hindari Jalur Luar Jalan Raya: Jika berada di jalan raya dengan beberapa
jalur, hindari jalur luar. Air cenderung menggenang di jalur luar jalan raya,
sehingga meningkatkan risiko tergelincir.
 Tetaplah Berada di Jejak Ban yang Ada: Jika mengikuti mobil lain di
tengah jalan, usahakan untuk tetap berada di jejak ban mereka. Mobil pertama
itu sudah melewati jalan yang cukup banyak air – jadi masuk akal untuk
berkendara di tempat yang tidak ada air.
 Lampu Depan: Pertama, jika basah, nyalakan lampu depan Anda. Lampu
akan membantu Anda melihat genangan air yang dalam, serta membantu
orang lain di jalan melihat Anda. Aturan praktis yang baik – jika wiper kaca
depan Anda menyala, lampu depan Anda juga harus menyala.
 Ban yang Dipompa dengan Benar: Pastikan ban Anda dipompa dengan
benar, dengan kedalaman tapak yang cukup. Ban yang kurang angin akan
menghasilkan bentuk bidang kontak yang tidak optimal dan oleh karena itu
traksi di jalan basah dapat memburuk.

D. Klasifikasi Roda Dan Velg

1. Berdasarkan Bahan

Velg Baja (Roda Baja):

 Terbuat dari baja.


 Lebih kuat dan tahan banting.

Lebih beratnya, biasanya digunakan pada kendaraan niaga atau kendaraan off-road.

Velg Aluminium / Alloy:

 Campuran aluminium dan logam lain (seperti magnesium).


 Lebih ringan dan desainnya bervariasi.
 Lebih mahal, namun memberikan performa dan estetika lebih baik.

Velg Magnesium:

 Lebih ringan dari aluminium, tetapi mahal dan rapuh.


 Biasanya digunakan untuk kendaraan balap.

2. Berdasarkan Metode Pembuatan

Pemeran (Cetakan):

 Dibuat dengan menuangkan logam cair ke dalam cetakan.


 Lebih murah dan umum digunakan.

Ditempa (Tempa):

 Dibuat dengan menekan logam padat dengan tekanan tinggi.


 Lebih kuat dan ringan, tapi mahal.

Aliran Terbentuk:

 Kombinasi antara pemeran dan pemeran.


 Ringan dan kuat, dengan harga di antara keduanya.

3. Berdasarkan Konstruksi Roda

One Piece (Satu Bagian):

 Dibuat dari satu bagian utuh.


 Umum digunakan pada ponsel biasa.

Dua Bagian dan Tiga Bagian:

 Terdiri dari dua atau tiga bagian yang digabungkan (laras dalam, laras
luar, cakram tengah).
 Umumnya digunakan di mobil modifikasi atau balap karena fleksibel
dalam pengaturan offset dan lebar.

4. Berdasarkan Ukuran

Diameter Velg (inci)

Umum mulai dari 13" sampai 22" atau lebih, tergantung jenis kendaraan

Lebar Velg:

Memengaruhi jenis ban yang bisa dipasang dan performa berkendara.

PCD (Diameter Lingkaran Pitch)


Jarak antara lubang baut roda.

Mengimbangi:

Jarak antara garis tengah roda dan muka pemasangan.

5. Berdasarkan Tipe Desain

Jari-jari Terbuka/Jari-jari Ganda:

Lebih ringan dan sporty.

Mesh, Deep Dish, Split-Spoke, dan lainnya:

Desain lebih estetis dan bisa disesuaikan dengan gaya kendaraan.

E. Klasifikasi kendaraan

Klasifikasi Kendaraan COBA (Inggris)

COBA (Cost Benefit Analysis) mendefinisikan 5 kategori kendaraan yang


berbeda.

Mobil (MOBIL) termasuk taksi, mobil keluarga, 'mobil angkut penumpang'


dan kendaraan penumpang lainnya (misalnya, minibus dan mobil berkemah) dengan
berat kotor kendaraan kurang dari 3,5 ton, biasanya yang dapat menampung tidak
lebih dari 15 kursi. Mobil roda tiga, kereta dorong untuk penyandang cacat, Land
Rover, Range Rover dan Jeep serta ambulans yang lebih kecil termasuk di dalamnya.
Mobil yang menarik karavan atau trailer dihitung sebagai satu kendaraan kecuali jika
dimasukkan sebagai kelas terpisah (lihat Kategori yang Ditentukan Pengguna di
bawah).

Kendaraan Barang Ringan (LGV) Meliputi semua kendaraan barang dengan


berat kotor kendaraan hingga 3,5 ton (kendaraan barang di atas 3,5 ton memiliki
pelindung samping yang dipasang di antara as), termasuk kendaraan yang menarik
trailer atau karavan. Ini meliputi semua mobil van pengantar barang dan kendaraan
dengan kapasitas angkut lebih besar seperti van angkutan umum. Yang termasuk di
sini adalah mobil pikap kecil, kendaraan barang roda tiga, truk pengangkut susu, dan
kendaraan bermotor yang dikendalikan pejalan kaki. Sebagian besar dari kelompok
ini adalah mobil van pengantar barang dari satu jenis atau lainnya.

Kendaraan Barang Lainnya:

1. ( OGV 1 ) Meliputi semua kendaraan kaku dengan berat kotor kendaraan lebih
dari 3,5 ton dengan dua atau tiga as. Meliputi ambulans yang lebih besar, traktor
(tanpa trailer), rol jalan untuk pengepresan aspal, mobil boks, dan mobil van
besar sejenisnya. Unit traksi motor dua atau tiga as tanpa trailer juga disertakan.
2. ( OGV 2 ) Meliputi semua kendaraan kaku dengan empat as atau lebih dan semua
kendaraan yang diartikulasikan. Yang juga termasuk dalam kelas ini adalah
kendaraan barang OGV1 yang menarik karavan atau trailer.

Bus dan Kereta (PSV) Termasuk semua kendaraan layanan umum dan bus
kerja dengan berat kendaraan kotor 3,5 ton atau lebih, biasanya kendaraan dengan
lebih dari 16 kursi;

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN

Ban dan velg merupakan dua komponen penting yang saling berkaitan dalam
kendaraan. Ban memberikan traksi dan kenyamanan, sedangkan velg mendukung dan
menahan ban. Pemeliharaan dan pemilihan jenis ban serta velg yang tepat akan
berpengaruh terhadap kinerja, keamanan, dan tampilan kendaraan.

DAFTAR PUSTAKA

1. *"The History of the Wheel" by John J. O'Neill* - Buku ini memberikan gambaran
menyeluruh tentang sejarah roda, termasuk perkembangan ban dan velg.
- O'Neill, J. J. (2000). The History of the Wheel. University Press of America.

2. *"Automotive Technology: Principles, Diagnosis, and Service" by James D.


Halderman* - Buku ini membahas teknologi otomotif secara umum, termasuk sistem
roda dan komponennya.
- Halderman, J. D. (2017). Automotive Technology: Principles, Diagnosis, and
Service. Cengage Learning.

3. *"Vehicle Mechanics: A Guide to Automotive Systems" by Michael E.


Cunningham* - Buku ini fokus pada sistem mekanis kendaraan, termasuk desain dan
fungsi velg.
- Cunningham, M. E. (2015). Vehicle Mechanics: A Guide to Automotive Systems.
McGraw-Hill Education.

4. *"Engineering Mechanics: Statics and Dynamics" by Russell C. Hibbitt, John R.


Allen, and Howard H. Hastings* - Buku ini mengeksplorasi prinsip-prinsip mekanika
dalam konteks teknik, termasuk analisis struktural ban dan velg.
- Hibbitt, R. C., Allen, J. R., & Hastings, H. H. (2013). Engineering Mechanics:
Statics and Dynamics. Pearson.
5. *"Tire and Wheel Technology" by the Society of Automotive Engineers (SAE)* -
Buku ini secara khusus membahas teknologi ban dan velg, termasuk inovasi terbaru
dan standar industri.
- Society of Automotive Engineers. (2006). Tire and Wheel Technology. SAE
International.

6. *"Modern Automotive Technology" by James D. Halderman* - Buku ini mencakup


berbagai aspek teknologi otomotif, termasuk perkembangan terbaru dalam desain dan
material velg.
- Halderman, J. D. (2020). Modern Automotive Technology. Cengage Learning.

Anda mungkin juga menyukai